Anda di halaman 1dari 21

Basic Trauma Life Support

TENSION PNEUMOTHORAX
Fahrin Husain
Pembimbing : Andi Noor Fadly Idrus, S. Ked
Dalam Rangka Pendidikan dan Pelatihan anggota II
TIM BANTUAN MEDIS 110 FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2012
Chalkboard Graphics
Add your message here
Tension pneumotoraks adalah terjadinya kebocoran seolah-olah
mempunyai mekanisme ventil yang dibentuk oleh sobekan pleura,
sehingga udara dari luar bisa masuk ke dalam rongga pleura dengan
inspirasi, tetapi pada ekspirasi tidak semuanya akan dapat
diikeluarkan kembali, dengan demikian tekanan udara dalam rongga
pleura tersebut akan meningkat terus-menerus dan mediastinum
dapat terdorong ke sisi yang sehat.

Normal Pneumothorax
Trauma benda tumpul atau tajam meliputi gangguan salah satu
pleura visceral atau parietal
Pemasangan kateter vena sentral (salah arah kateter subklavia).
Komplikasi ventilator, pneumothoraks spontan, Pneumotoraks
sederhana ke Tension Pneumotoraks
Ketidakberhasilan mengatasi pneumothoraks terbuka ke
pneumothoraks sederhana di mana fungsi pembalut luka sebagai 1-way
katup
Click to change
the board colour
Persentase insiden tension pneumotoraks pada pasien
dewasa telah mencapai setinggi 30%

Pneumothorax sering terjadi pada usia muda, dengan
insidensi puncak pada dekade ketiga kehidupan (20-40
tahun).

Pria lebih banyak terkena dibanding wanita dengan
perbandingan 6:1. Pada pria, resiko pneumothorax akan
meningkat pada perokok berat dibanding non perokok.

Pneumotoraks sering dijumpai pada musim penyakit
batuk
a. Cavum pleura normal yang hanya berisi sedikit cairan serous jaringan
berfungsi menjadi pelumas bagi gerakan paru-paru di dalam rongga
pleura.
b. Memiliki tekanan intrapleura selalu berupa tekanan negatif. Tekanan
negatif pada intrapleura membantu dalam proses respirasi. Proses
respirasi terdiri dari 2 tahap : fase inspirasi dan fase eksprasi. Pada fase
inspirasi tekanan intrapleura : -6 cmH
2
O; sedangkan pada fase ekspirasi
tekanan intrapleura: -4 cmH2O. Tekanan negatif di rongga pleura
menjaga agar 2 lapisan pleura tetap bersama dan mengikuti paru saat
inspirasi dan ekspirasi.
1. Primary Survey
2. Secondary Survey
A. Penegakan Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Temuan Awal
Temuan Lanjut
Riwayat Trauma, Mekanisme Trauma
Inspeksi : Dada cembung pada sisi yang
sakit
Palpasi : Fremitus turun sampai hilang
Perkusi : Hipersonor
Auskultasi : Suara napas lemah sampai hilang
Nyeri dada, sesak napas, cemas, takikardia, takipneu,
hipersonor pada dada yang sakit, suara napas yang
melemah sampai menghilang

Penurunan kesadaran, deviasi trakea ke arah
kontralateral, hipotensi, distensi vena leher, sianosis
B. Pemeriksaan Penunjang
1. Foto Rontgen
Hiperlusen , avaskuler
Batas tegas
Bisa kollaps paru kearah medial
Foto Ro pneumotoraks (PA), bagian
yang ditunjukkan dengan anak panah
merupakan bagian paru yang kolaps
2. Analisa Gas Darah
3. CT-Scan Thorax
Analisis gas darah arteri dapat
memberikan gambaran hipoksemi
meskipun pada kebanyakan pasien sering
tidak diperlukan. Pada pasien dengan gagal
napas yang berat secara signifikan
meningkatkan mortalitas sebesar 10%%.
C. Penatalaksanaan
1. Observasi dan Pemberian O2
2. Tindakan dekompresi
Dilakukan seawal mungkin pada kasus
pneumotoraks yang luasnya >15%. Pada
intinya, tindakan ini bertujuan untuk
mengurangi tekanan intra pleura
dengan membuat hubungan antara
rongga pleura dengan udara luar
dengan cara
1. Menusukkan jarum melalui
dinding dada terus masuk rongga
pleura
2. Membuat hubungan dengan
udara luar melalui kontra ventil
Dapat memakai infus set Jarum abbocath
Pipa Water Sealed Drainage
(WSD)
3. Torakoskopi
Yaitu suatu tindakan untuk melihat langsung ke dalam
rongga toraks dengan alat bantu torakoskop.
4. Torakotomi
5. Tin dakan bedah
a. Dengan pembukaan dinding toraks melalui operasi,
kemudian dicari lubang yang menyebabkan
pneumotoraks kemudian dijahit
b. Pada pembedahan, apabila ditemukan penebalan pleura
yang menyebabkan paru tidak bias mengembang,
maka dapat dilakukan dekortikasi.
c. Dilakukan resesksi bila terdapat bagian paru yang
mengalami robekan atau terdapat fistel dari paru yang
rusak
d. Pleurodesis. Masing-masing lapisan pleura yang tebal
dibuang, kemudian kedua pleura dilekatkan satu sama
lain di tempat fistel.
Pengobatan Tambahan
a. Apabila terdapat proses lain di paru, maka pengobatan tambahan ditujukan
terhadap penyebabnya.
b. Istirahat total untuk menghindari kerja paru yang berat
c. Pemberian antibiotik profilaksis setelah setelah tindakan bedah dapat
dipertimbangkan, untuk mengurangi insidensi komplikasi,

Rehabilitasi
a. Penderita yang telah sembuh dari pneumotoraks harus dilakukan pengobatan
secara tepat untuk penyakit dasarnya.
b. Untuk sementara waktu, penderita dilarang mengejan, batuk atau bersin terlalu
keras.
c. Bila mengalami kesulitan defekasi karena pemberian antitusif, berilah laksan
ringan.
d. Kontrol penderita pada waktu tertentu, terutama kalau ada keluhan batuk, sesak
KOMPLIKASI
a. Gagal napas akut (3-5%)
b. Komplikasi tube torakostomi
c. lesi pada nervus interkostales
d. Henti jantung-paru
e. Infeksi sekunder dari penggunaan WSD
f. Infeksi akan dapat berupa emfisema ataupun abses
paru
g. Kematian
h. Timbul cairan intra pleura, misalnya:
-Pneumothoraks disertai efusi pleura : eksudat,pus.
-Pneumothoraks disertai darah : hemathotoraks.
a. Syok

Ayat / Surah

1. Surah asy-Syuara: 80:



Dan apabila aku sakit, Dia lah
yang menyembuhkan aku

Rasulullah saw. bersabda:




Sesungguhnya Allah menurunkan
penyakit, dan menjadikan bagi setiap
penyakit itu obat, karena itu hendaklah
kamu semua berobat, dan jangan berobat
dengan benda yang haram.







Berobatlah, maka sesungguhnya
Allah tidak meletakkan penyakit
kecuali Allah menyediakan
baginya obat, kecuali satu
penyakit, yaitu tua.



Surah al-Ma-idah: 6











Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu
dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka
mandilah, dan jika kamu sakit[*2] atau dalam perjalanan atau kembali dari
tempat buang air (kakus) atau menyentuh[*3] perempuan, lalu kamu tidak
memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);
sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak
menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan
menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
Terima Kasih


Pertanyaan
1. Mengapa bisa syok kardiogenik dan syok hipovolemik
2. Mekanisme terjadinya lesi sulcus nervus intercostalis
3. Hematom lokal dan infeksi pleura pada komplikasi
torakosentesis
4. Penanganan tension penumothorax tanpa alat
5. Mengapa tidak diberikan anlgesik dan alternatif yang bisa
diberikan
6. Cairan yang diberikan pada penanganan
7. Kenapa torakosentesis d ICS 2