Anda di halaman 1dari 3

KALIBRASI SPEKTROFTOMETER UV/VIS

1. PENDAHULUAN
Kalibrasi spektrofotometer diperlukan untuk mengecek akurasi pengukurannya dalam analisis
spektrofotometri. Berikut ini beberapa factor yang berpengaruh terhadap fungsi spectrometer.

1.1. Kestabilan (jangka pendek & jangka panjang)
Kestabilan spectrometer bergantung pada desain (mekanik, optic &pengukur radiasi) dan
kualitas bahan/barang yang dipakai. Pengaruh lain berasal dari factor kondisi pemakaian,
yaitu kelembaban udara labortorium, adanya getaran (vibrasi), suhu ruangan, adanya debu,
uap korosif, dan sebagainya. Kondisi alat seperti kestabilan sumber cahaya, reprosidubilitas
posisi tempat kuvet (sampel holder) dan kestabilan system pembacaan (read out system)
juga berpengaruh besar.

1.2. Akurasi panjang gelombang
Akurasi panjang gelombang bergantung kepada kestabilan system optic spektrofotometer
dan akurasi skala panjang gelombangnya termasuk reprodusibilitasnya.

1.3. Spectral bandpass (lebar pita panjang gelombang)
Yang disebut spectral bandpass dari spektrofotometer ialah interval dari panjang
gelombang () yang terpancar keluar dari celah atau exit slit selebar w :



Dimana

ialah kebalikan dari disperse linier spektrofotometer.


Besarnya lebar pita ini ditentukn oleh jenis monokromator yang dipakai & desain optiknya.

1.4. Sinar sesatan (stray radiation)
Sinar sesatan merupakan sinar yang ikut masuk ke detector dan panjang gelombangnya
berbeda dengan sinar yang sedang diukur absorbansnya melalui larutan. Sinar ini berasal
dari sekitr kompartemen contoh (kuvet) dan dari bagian spektrofotometer yang lain, dan
biasanya tidak melewati larutan contoh yang sedang diukur.

1.5. Akurasi skala absorbans atau transmitans
Akurasi skala absorbans merupakan kemampuan spektrofotometer untuk mengukur
absorbans secara akurat atau menghasilkan hasil pengukuran bsorbans yang benar (true
value). Akurasi ini ditentukan oleh linearitas system deteksi asalkan parameter lainnya
seperti panjang gelombang, spectrl bandpass & presisi pengukuran sudah dikontrol dengan
ketat.

1.6. Kondisi yang berpengaruh terhdap kestabilan larutan contoh (atau warna) yang diukur serta
homogenitasnya
Kondisi yang berpengaruh terhadap larutan contoh yang diukur antara lain adalah reaksi
disosiasi, asosiasi, adanya partikel padat atau kekeruhan, suhu larutan & reaksi-reaksi
sampingan lain dalam larutan.

2. PENGECEKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI & AKURASI
SPEKTROFOTOMETER
2.1. Faktor kestabilan spektrofotometer
Untuk mengecek kestabilan spektrofotometer dapat digunakan filter gelas (glass filter) yang
khusus disediakan.
Spektrofotometer perlu ditempatkan dalam rungan yang bersih, bersuhu konstan,
terlindung dari sinar mtahari langsung, terlindung dari getaran, debu, uap korosif.
Mula-mula spectrometer dihidupkan & dibiarkan beberapa waktu untuk pemanasan.
Kemudian atur 0% T & 100% T sesuai dengan petunjuk pemakainnya, diikuti dengan
pemilihan & pengaturan panjang gelombang. Misalnya disesuaikan dengn filter yang
digunakan dalam pengecekan ini. Filter biasanya telah dikalibrasi & disertifikasi.
Kemudian filter dipasang pada komprtemen contoh (pada posisi contoh), sedangkan posisi
pembanding (referensi) dibiarkan kosong. Pengukuran %T dilakukan sesuai petunjuk
pemakaian alat. Suhu ruangan dicatat. Pengukuran keudian dilanjutkan pada pnjang
gelombang berikutnya.
Selanjutnya pengukuran atau pengecekan diatas dilakukan secara periodic sesuai
kebutuhan, & hasilnya dipresentasikan sebagai grafik seperti terlihat dalam gambar 1.
Gambar 1. control chart untuk spektrofotometer, menggambarkan variasi nili transmitans
sebuah glass filter, diukur pada panjang gelombang 635 & 590 nm, suhu 24,0C

2.2. Factor akurasi panjang gelombang
Akurasi panjang gelombang dari spektrofotometer dapat diperiksa dengan : sumber cahaya
emisi yang memancarkan sinar dengan panjang gelombang yang spesifik, atau dengan glass
filter (atau larutan standar) yang memiliki pucak absorbs yang tajam.
Low pressure quartz discharge tube diisi dengan uap Hg, Ne atau He bisa dipakai sebagai
sumber cahaya yang dimaksud diatas.
Glass filter yang dapat dipakai di sini misalnya yang mengandung oksid tanah jarang seperti
didymium glass atau holmium oxide glass.
Gambar 2. Spectrum transmitans dari didymium glass filter. Angka pada titik minimum
transmitans adalah spectral bandpass yang dipakai dalam pengukuran.
Gambar 3. Spektrum transmisi holmium oxide glass filter
Nilai panjang gelombang yang dicek hendaknya meliputi daerah kerja spektrofotometer
yang kita miliki.
Disamping glass filter, dipasaran pula tersedial larutan pengkalibrasi. Misalnya larutan
holmium perklorat. Adapun didymium glass berguna untuk daerah tampak saja. Jenis
larutan pengkalibrasi yang lain misalnya adalah campuran garam nikel dan kobal dalam
asam nitrat-perklorat, untuk kalibrasi didaerah tampak.
Dari pihak spektrofotometer sendiri, hasil kalibrasi panjang dipengaruhi oleh spectral band
width-nya.

2.3. Factor spectral bandpass
Spectral band-pass spektrofotometer sedikit berubah secara bertahap dari panjang
gelombang didaerah yang satu ke yang lainnya, serta bergantung kepada lebar celah (slit
width).
Perubahan bandpass lebih nyata bila memakai monokromator prisma daripada
monokromator kisi atau gratings.
Besarnya pengaruh spectral bandpass yang dipakai juga bervariasi dari panjang gelombang
yang satu ke yang lain.
Gambar 4. Pengaruh spectral bandpass kepada nilai transmitans Schott glas filter, diukur
pada panjang gelombang 440,0; 465,0; 590,0 & 635,0 nm.

2.4. Factor stray radiation
Pengaruhnya terhadap pengukuran absorbans ialah pengurangan kepekaan dan lineritas,
serta pengurangan akurasi panjang gelombang.
Untuk mengecek ada tidaknya sinar tersesat ini, NIST menyediakan SRM No.2032 yang
terdiri atas kalium iodide murni, yang dapat dipakai untuk daerah ultraviolet dibawah 260
nm.

2.5. Factor akurasi skala absorbans (atau transmitans)
Transmitans adalah rasio dari intensitas sinar yang diteruskan dengan yang datang.
Kemudian karena transmitans dipengaruhi oleh panjang gelombang, skala panjang
gelombang juga harus akurat. Selanjutnya spectral bandpass harus dipilih agar diperoleh nili
yng benar.
Untuk tingkat akurasi pengukuran yang tertinggi, harus memakai sinar yang terkolimasi
(seberkas yang sejajar), sehingga kehilangan refleksi (pemantulan oleh medium gelas,
kuvet,dsb.), panjang sinar yang melalui medium yang diukur dapat terdefinisikan dengan
tegas, tidak terjadi efek polarisasi pada permukaan larutan contoh. Factor-faktor lain yang
penting ialah : homogenitas & kestabilan contoh, reaksi-reaksi sampingan dalam contoh,
sinar sesatan, kekeruhan dalam contoh, suhu dan sebagainya.

Spektrofotometer digunakan untuk 2 macam pengukuran :
(a). Penentuan kuantitatif suatu zat yang memanfaatkan hubungan antara konsentrasinya
dengan absorbans.
(b) Penentuan sifat optic (transmitans, absorbans) dari zat padat atau cair, penentuan sifat
fisikokimia (absorptivitas molar, tetapan kesetimbangan, keaktifan enzim dsb.).