Anda di halaman 1dari 2

Hasil Diskusi

Dalam percobaan kinetika enzim pengaruh pH terhadap aktivitas enzim, pertama tama
mencampurkan 15 ml larutan penyangga, 3 ml larutan substrat S, dan 6 ml larutan NaCl
0,9% ke dalam lagu erlenmeyer. Penyangga merupakan suatu larutan yang terdiri dari suatu
asam lemah dan basa konjugatnya yang menyebabkan suatu larutan dapat menahan
perubahan pH apabila ditambahkan asam atau basa. Penyangga memiliki sifat ini karena
mampu mngkompensasi secara parsial pemasukan atau pengeluaran ion hidrogen. Sedangkan
NaCl 0,9% berfungsi sebagai aktivator enzim.
Langkah selnjutnya adalah mengisi tabung reaksi dengan 10 ml larutan HCL ini
berperan dalam melepaskan I
2
dan KI-IO
3
agar dapat menghasilkan yodium. Selain itu, HCL
penting dalam menghentikan reaksi. KI-IO
3
merupakan sumber yodium yang di dapatkan dari
penambahan larutan HCL ini.
Selain larutan-larutan tersebut, larutan enzim juga mempunyai fungsi penting dalam
percobaan ini. Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalisator, senyawa yang
meningkatkan kecepatan reaksi kimia. Enzim katalisator berikatan dengan reaktan yang biasa
disebut dengan Substrat, mengubah reaktan menjadi produk dan pada akhirnya melepaskan
produk.
Aktivitas enzim dapat diukur dari beberapa nilai pH. Aktivitas optimal suatu enzim
secara kas terlihat di antara nilai-nilai pH 5 dan 9. Namun, dari beberpa enzim, misalnya
pepsin, bekerja aktif pada nilai pH yang berada di luar kisaran ini.
Bentuk kurva aktivitas pH ditentukan oleh:
1. Denaturasi enzim pada pH yang tinggi atau rendah
2. Perubahan status bermuatan pada enzim dan/atau substrat . Untuk enzim, pH
dapat mempengaruhi aktivitas melalui perubhan struktur atau perubahan muatan
pada residu yang berfungsi dalam pengikatan substrat atau katalis.
Pengaruh pH terhadap enzim atau substrat dapat dijelaskan sebagai berikut: Misalnya
E- + SH+ ESH. Bila pH lebih besar maka SH+ S- + H+, S tidak dapat berikatan dengan
E-. Bila pH lebih kecil maka E- bereaksi dengan H+ EH . EH tidak dapat berikatan dengan
SH+.
Pada percobaan terbukti bahwa pH yang terlalu asam (pH=4) dan pH yang terlalu
basa (pH=10) mengakibatkan penurunan aktivitas kerja enzim. Hal ini terjadi karena enzim
mengalami denaturasi karena struktur dari protein mengalami kerusakan. Apabila terjadi
denaturasi, struktur protein tersier dan sekunder mengalami kerusakan. Namun untuk struktur
primer tetap. Larutan dalam tabung reaksi yang berisi HCL yang kemudian dicampur dalam
labu erlenmeyer, larutan tersebut berubah menjadi warna hitam. Hal ini disebabkan kerja
enzim terhambat oleh HCL.
Kesimpulan
Enzim bekerja secara optimal pada pH optimum. Apabila enzim berada pada pH
yang terlalu asam atau basa (dalam percobaan ini) enzim mengalami denaturasi.