Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Terapi inhalasi adalah cara pengobatan dengan cara memberi obat
untuk dihirup agar dapat langsung masuk menuju paru-paru sebagai organ
sasaran obatnya.
Terapi inhalasi adalah terapi dengan memanfaatkan uap hasil dari
kerja mesin Nebulizer. Uap air yang berasal dari campuran obat dan
pelarutnya dipercaya dapat langsung mencapai saluran pernafasan, sehingga
efektif untuk mengatasi masalah di daerah tersebut.
Inhalasi sering digunakan pada anak-anak dibawah usia 10 tahun.
Batuk / pilek karena alergi dan asma adalah gangguan saluran pernafasan
yang paling umum terjadi.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apakah definisi dari pengobatan secara inhalasi ?
1.2.2 Apakah tujuan pengobatan secara inhalasi ?
1.2.3 Apakah keuntungan dan kerugian pengobatan secara inhalasi ?
1.2.4 Apa sajakah jenis-jenis inhalasi ?
1.2.5 Apakah perbedaan dari jenis inhalasi nebulizer,

1.3 Tujuan

1.3.1 Memahami pengertian dari pengobatan secara inhalasi
1.3.2 Memahami tujuan pengobatan secara inhalasi
1.3.3 Mengetahui keuntungan dan kerugian pengobatan secara inhalasi
1.3.4 Mengetahui jenis-jenis inhalasi
1.3.5 Mengetahui perbedaan dari jenis inhalasi nebulizer,



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pengobatan secara Inhalasi
Terapi inhalasi adalah cara pengobatan dengan cara memberi obat untuk
dihirup agar dapat langsung masuk menuju paru-paru sebagai organ sasaran
obatnya. Pemberian per inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam
saluran napas melalui hirupan.

2.2 Tujuan Pengobatan secara Inhalasi
Pada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek
samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis
yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya. Terapi ini biasanya digunakan
dalam proses perawatan penyakit saluran pernafasan yang akut maupun kronik,
misalnya pada penyakit asma. Asma termasuk penyakit yang sering terjadi pada
anak-anak. Asthma adalah suatu gangguan pada saluran bronchial yang
mempunyai ciri bronchospasme periodik (kontraksi spasme pada saluran nafas).
Selain asma ada batuk / pilek karena alergi adalah gangguan saluran pernafasan
yang paling umum terjadi. Banyak cara dicoba untuk mempercepat penyembuhan
dan pengurangan gejala akibat masalah ini termasuk secara inhalasi

2.3 Keuntungan dan Kerugian Pengobatan secara Inhalasi
Keuntungannya, Dibandingkan dengan terapi oral (obat yang diminum),
terapi ini lebih efektif, kerjanya lebih cepat pada organ targetnya, serta
membutuhkan dosis obat yang lebih kecil, sehingga efek sampingnya ke organ
lainpun lebih sedikit. Sebanyak 20-30% obat akan masuk di saluran napas dan
paru-paru, sedangkan 2-5% mungkin akan mengendap di mulut dan tenggorokan.
Bandingkan dengan obat oral. Ibaratnya obat tersebut akan "jalan-jalan" dulu ke
lambung, ginjal, atau jantung sebelum sampai ke sasarannya, yakni paru-paru.
Pada anak-anak, umumnya diberi tambahan masker agar obat tidak menyemprot
kemana-mana. Dengan cara ini, bayi/balita cukup bersikap pasif dan ini jelas
menguntungkan. Artinya, si kecil cuma perlu bernapas saja dan tak mesti begini
atau begitu. Kalaupun ia menangis, tak perlu khawatir juga karena efeknya malah
semakin bagus mengingat obatnya kian terhirup.
Kerugiannya, Jika penggunaan di bawah pemeriksaan dokter dan obat
yang di pakai tidak cocok dengan keadaan mulut dan sistem pernafasan , hal yang
mungkin bisa terjadi adalah iritasi pada mulut dan gangguan pernafasan. Jadi
pengguna pengobatan inhalasi akan terus berkonsultasi pada dokter tentang obat
nya. Selain hal itu obat relatif lebih mahal dan bahkan mahal dari pada obat oral.