Anda di halaman 1dari 33

NAVIGASI PENANGKAPAN IKAN

MODUL PRAKTIKUM

TIM PENYUSUN

LABORATORIUM TEKNOLOGI MENEJEMEN ILMU PENANGKAPAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
JATINANGOR
2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

DAFTAR ISI
Daftar Isi

.................................................................................. 1

BAB I
1.1.

Deskripsi Mata Kuliah .................................................................

1.2.

Deskripsi Praktikum Mata Kuliah................................................

1.3.

Kompetensi Praktikum Mata Kuliah............................................

1.4.

Materi Praktikum..........................................................................

1.5.

Penilaian Hasil Praktikum............................................................. 4

1.6.

Tata Tertib Praktikum...................................................................

2.1.

Penetuan Lokasi Dengan GPS.....................................................

2.2.

Pembacaan dan Penentuan Posisi Di Peta..................................

12

2.3.

Simulasi Penggunaan Echosunder...............................................

22

BAB II

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Deskripsi Mata Kuliah


Navigasi berasal dari bahasa latin ; Navis yang berarti kapal dan Agere
yang berarti mengarahkan. Apabila kedua kata tersebut dirangkaikan menjadi
satu, akan memberikan pengertian dan makna dari kata navigasi yaitu suatu
proses dalam menjalankan kapal dari satu tempat ketempat tujuan dengan cara
yang paling aman dan efisien.
Dalam perikanan tangkap navigasi sangat dibutuhkan karena dalam berlayar
atau mencari ikan di laut banyak faktor kegagalan seperti tidak diketahui jumlah
ikan yang akan tertangkap, jenis ikan yang akan ditangkap, tidak diketahui tempat
atau daerah penangkapan ikan.
Navigasi pelayaran pada perikanan merupakan suatu bentuk pelayaran yang
agak berbeda dibandingkan dengan pelayaran kapal pada umumnya. Perbedaan
tersebut terutama disebabkan oleh tidak tentunya rute pelayaran yang dilalui oleh
kapal-kapal penangkap ikan.
Tugas utama dari kapal-kapal ikan adalah untuk melakukan operasi
penangkapan ikan dan melakukan handling ikang hasil tangkapan itu sendiri.
Sesuai dengan tugasnya yang bersifat hunting terhadap jenis-jenis ikan yang
menjadi target penangkapan, maka rute perairan yang dilaluinya tidak dapat
ditentukan secara lebih pasti walaupun pada perencanaanya sebelumnya telah
ditentukan rute perjalanannya. Pelayaran kapal perikanan dapat dikatakan bersifat
fleksibel tergantunf dari area perairan yang menjadi fishing ground dari ikan
target.
Pada prakteknya sering terjadi kontradiksi dari cara pelayaran yang pada
umunya dilakukan. Pada daerah perairan yang kondisinya berbahaya untuk dilalui
oleh kapal, justru dilokasi itu merupakan suatu fishing ground yang sangat ideal
bagi ikan untuk berkumpul.

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Pelayaran pada perikanan meliputi beberapa hal, antara lain :


1. Perhitungan terhadap haluan dan jarak yang ditempuh oleh kapal,
sehingga dapat diperhitungkan efisiensi yang paling menguntungkan bagi
pelayaran kapal.
2. Cara-cara penentuan posisi kapal ikan di laut terbuka atau di perairan
pantau terutama pada saat penangkapan dilakukan.
Pengetahuan tentang peta dan publikasi-publikasi perikanan sehingga
dengan demikian dapat dibuat perencanaan pelayaran penangkapan selanjutya.
Disamping itu pada pelayaran yang sedang dilakukan akan dapat berjalan dengan
aman setelah analisa terhadap bahaya-bahaya yang tercantum pada peta diteliti.

1.2. Deskripsi Praktikum Mata Kuliah


Secara garis besar, praktikum mata kuliah dititik beratkan untuk
meningkatkan pengetahuan dasar mahasiswa terhadap alat-alat navigasi
perikanan, pembacaan peta dan penentuan lokasi kapal penangkapan ikan. Dalam
pelaksanaannya, praktikum dilakukan dilaboratorium dan simulasi beberapa alat
navigasi di luar laboratorium. Kegiatan praktikum dilakukan oleh tim dosen
dengan melibatkan asisten laboratorium untuk membantu memperlancar jalannya
praktikum.

1.3. Kompetensi Praktikum Mata Kuliah


Memberikan kepampuan dasar navigasi perikanan tangkap kepada
mahasiswa.

1.4. Materi Praktikum


Materi praktikum terbagi atas 3 bagian, yaitu:
- Pengenalan Laboratorium: kegiatan ini berisikan pengenalan alat-alat
navigasi perikanan yang terdapat di laboratorium. Pengenalan alat
mencakup nama alat, deskripsi cara kerja alat, serta fungsi dalam
pelaksanaan navigasi perikanan.

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

- Penentuan lokasi penangkapan ikan: dalam hal ini, dilakukan simulasisimulasi dengan penggunaan GPS sebagai alat dalam penentuan lokasi
dan penuntun menuju lokasi penangkapan ikan.
- Pembacaan peta: kegiatan ini mencakup pembacaan peta, penentuan lokasi
kapal penangkapan ikan di peta dan menghitung konversi jarak di peta
dengan jarak sebenarnya.

1.5. Penilaian Hasil Belajar (Praktikum)


Bobot penilaian praktikum adalah 20%. Penilaian hasil praktikum
berdasarkan pada beberapa indikator yang ditetapkan, yaitu:
- Absensi praktikan
- Keaktifan praktikan dalam pelaksanaan praktikum
- Laporan praktikum, baik modul praktikum harian maupun laporan akhir

1.6. Tata Tertib Praktikum


Tata tertib paraktikum dijabarkan sebagai berikut:
- Praktikan hadir 10 menit sebelum praktikum
- Membawa modul praktikum yang telah diberikan
- Mengikuti kegiatan praktikum dengan tertib
- Berkerja secara teliti dan tidak merusak/menghilangkan alat laboratorium
- Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan praktikum. Bagi yang berhalangan
hadir harap menunjukan surat keterangan sakit, izin kegiatan atau surat
yang berkaitan dengan alasan tidak menghadiri praktikum
- Bagi praktikan yang berhalangan hadir diwajibkan untuk mengikuti
praktikum susulan atau mengerjakan tugas pengganti yang diberikan

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1

Penentuan Lokasi Dengan GPS

a.

Kompetensi dari Materi


Praktikan mampu menentukan posisi dari kapal perikanan dan menentukan

arah menuju fishing ground dengan menggunakan alat GPS.


b.

Waktu Pertemuan
Paktikum dilakukan di Laboratorium Teknologi dan Manajemen Perikanan

Tangkap (TMPT) selama 2 jam pelajaran.


c.

Pendahuluan
Dalam praktikum penentuan lokasi dilakukan dengan menggunakan alat

Global Positionong System (GPS).


GPS atau Global Positioning System, merupakan sebuah alat atau sistem
yang dapat digunakan untuk menginformasikan penggunanya dimana dia berada
(secara global) di permukaan bumi yang berbasiskan satelit. Data dikirim dari
satelit berupa sinyal radio dengan data digital. Dimanapun anda berada, maka
GPS bisa membantu menunjukan arah, selama anda melihat langit. Layanan GPS
ini tersedia gratis, bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya apapun kecuali
membeli GPS recierver-nya. Awalnya GPS hanya digunakan hanya untuk
kepentingan militer, tapi pada tahun 1980-an dapat digunakan untuk kepentingan
sipil. GPS dapat digunakan dimanapun juga dalam 24 jam. Posisi unit GPS akan
ditentukan berdasarkan titik-titik koordinat derajat lintang dan bujur.
Untuk dapat mengetahui posisi seseorang maka diperlukan alat yang
diberinama GPS reciever yang berfungsi untuk menerima sinyal yang dikirim dari
satelit GPS. Posisi di ubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point
nantinya akan berupa titik-titik koordinat lintang dan bujur dari posisi seseorang
atau suatu lokasi kemudian di layar pada peta elektronik.
Sejak tahun 1980, layanan GPS yang dulunya hanya untuk leperluan militer
mulai terbuka untuk publik. Uniknya, walau satelit-satelit tersebut berharga
ratusan juta dolar, namun setiap orang dapat menggunakannya dengan gratis.

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Satelit-satelit ini mengorbit pada ketinggian sekitar 12.000 mil dari


permukaan bumi. Posisi ini sangat ideal karena satelit dapat menjangkau area
coverage yang lebih luas. Satelit-satelit ini akan selalu berada posisi yang bisa
menjangkau semua area di atas permukaan bumi sehingga dapat meminimalkan
terjadinya blank spot (area yang tidak ter-jangkau oleh satelit).
Setiap satelit mampu mengelilingi bumi hanya dalam waktu 12 jam. Sangat
cepat, sehingga mereka selalu bisa menjangkau dimana pun posisi Anda di atas
permukaan bumi.
GPS reciever sendiri berisi beberapa integrated circuit (IC) sehingga murah
dan teknologinya mudah untuk di gunakan oleh semua orang. GPS dapat
digunakan utnuk berbagai kepentingan, misalnya mobil, kapal, pesawat terbang,
pertanian dan di integrasikan dengan komputer maupun laptop.
Berikut beberapa contoh perangkat GPS reciever:

Gambar 30. Berbagai bentuk GPS Receiver

Untuk menginformasikan posisi user, 24 satelit GPS yang ada di orbit


sekitar 12,000 mil di atas kita. Bergerak konstan bergerak mengelilingi bumi 12
jam dengan kecepatan 7,000 mil per jam. Satelit GPS berkekuatan energi sinar

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

matahari, mempunyai baterai cadangan untuk menjaga agar tetap berjalan pada
saat gerhana matahari atau pada saat tidak ada energi matahari. Roket penguat
kecil pada masing-masing satelit agar dapat mengorbit tepat pada tempatnya.
Satelit GPS adalah milik Departemen Pertahanan (Department of Defense)
Amerika, adapun hal-hal lainnya:
1.

Nama satelit adalah NAVSTAR

2.

GPS satelit pertama kali adalah tahun 1978

3.

Mulai ada 24 satelit dari tahun 1994

4.

Satelit di ganti tiap 10 tahun sekali

5.

GPS satelit beratnya kira-kira 2,000 pounds

6.

Kekuatan transmiter hanya 50 watts atau kurang


Satelit-satelit GPS harus selalu berada pada posisi orbit yang tepat untuk

menjaga akurasi data yang dikirim ke GPS reciever, sehingga harus selalu
dipelihara agar posisinya tepat. Stasiun-stasiun pengendali di bumi ada di Hawaii,
Ascension Islan, Diego Garcia, Kwajalein dan Colorado Spring. Stasiun bumi
tersebut selalu memonitor posisi orbit jam jam satelit dan di pastikan selalu tepat.
Setiap daerah di atas permukaan bumi ini minimal terjangkau oleh 3-4
satelit. Pada prakteknya, setiap GPS terbaru bisa menerima sampai dengan 12
chanel satelit sekaligus. Kondisi langit yang cerah dan bebas dari halangan
membuat GPS dapat dengan mudah menangkap sinyal yang dikirimkan oleh
satelit. Semakin banyak satelit yang diterima oleh GPS, maka akurasi yang
diberikan juga akan semakin tinggi.
Cara kerja GPS secara logik ada 5 langkah:
1.

Memakai perhitungan triangulation dari satelit.

2.

Untuk perhitungan triangulation, GPS mengukur jarak menggunakan


travel time sinyal radio.

3.

Untuk mengukur travel time, GPS memerlukan memerlukan akurasi waktu


yang tinggi.

4.

Untuk perhitungan jarak, kita harus tahu dengan pasti posisi satelit dan
ketingian pada orbitnya.

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

5.

2013

Terakhir harus menggoreksi delay sinyal waktu perjalanan di atmosfer


sampai diterima reciever.

Gambar 31. Prinsip Kerja GPS

Beberapa istilah penting yang penting untuk diketahui yang berhubungan


dengan GPS:

Waypoint: Istilah yang digunakan oleh GPS untuk suatu lokasi yang telah
di- tandai. Waypoint terdiri dari koordinat lintang (latitude) dan bujur
(longitude). Sebuah waypoint biasa digambarkan dalam bentuk titik dan
simbol sesuai dengan jenis lokasi.

Mark: Menandai suatu posisi tertentu pada GPS. Jika Anda menandai
lokasi menjadi waypoint,maka dikatakan Anda melakukan marking.

Route: Kumpulan waypoint yang ingin Anda tempuh secara berurutan dan
dimasukkan ke dalam GPS.

Track: Arah perjalanan yang sedang Anda tempuh dengan menggunakan


GPS. Biasanya digambarkan berupa garis pada display GPS.

Elevation: Istilah pada GPS untuk menentukan ketinggian. Ada dua jenis
pengukur ketinggian pada GPS, yaitu menggunakan alat klasik barometer
atau menggunakan perhitungan satelit.
Pengukuran ketinggian menggunakan barometer jauh lebih akurat di udara

bebas,namun tidak bisa bekerja dalam pesawat atau ruang vakum lainnya.Ini

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dalam ruang vakum dengan tekanan
udara di luar. Pengukuran ketinggian menggunakan satelit akan lebih akurat pada
tempat seperti itu.

Bearing: Arah/posisi yang ingin Anda tuju. Contohnya, Anda ingin


menuju ke suatu lokasi di posisi A yang letaknya di Utara, maka bearing
Anda dikatakan telah diset ke Utara.

Heading: Arah aktual yang sedang dijalankan. Contohnya, saat menuju ke


posisi A tadi, Anda menemui halangan sehingga harus memutar ke Selatan
terlebih dahulu, maka Anda heading Anda pada saat itu adalah Selatan.

d.

Alat yang Digunakan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum adalah:


-

GPS

Alat tulis

e.

Prosedur Kerja

1.

Setiap kelompok menggunakan 1 buah GPS

2.

Praktikum dilakukan di ruang terbuka agar signal satelit dapat tertangkap


oleh receiver unit.

3.

Praktikan diminta untuk menandai lokasi yang telah ditentukan sebelumnya


dan setiap koordinatnya di catat di lembar kerja.

4.

Data koordinat yang telah didapat kemudian dimasukkan ke dalam software


Arcgis untuk kemudian dilakukan pengolahan data.

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

f.

Bentuk Pelaporan

Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.

No

Koordinat

Lokasi

10

2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

Kelompok :
Nama :

No

Koordinat

Lokasi

11

2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2.2

Pembacaan dan Penentuan Posisi di Peta

a.

Kompetensi dari Materi

2013

Praktikan mampu membaca dan menentukukan lokasi kapal penangkap ikan


diatas peta serta mampu menghitung konversi jarak di peta dengan jarak
sebenarnya.
b.

Waktu Pertemuan
Paktikum dilakukan di Laboratorium Teknologi dan Manajemen Perikanan

Tangkap (TMPT) selama 2 jam pelajaran. Untuk materi pembacaan dan


penentuan posisi diatas peta dilakukan dalam 3 kali praktikum.
c.

Pendahuluan
Jika kita sudah mengetahui kedudukan (Posisi kapal) kita, maka kita

memiliki titik tolak terpecaya untuk berbagai bagian kebijakan navigasi yaitu :
-

menentukan arah arah ke titik yang dituju,

menghindari rintangan, gosong gosong, dan bahaya bahaya lainnya,

menentukan haluan dan atau laju yang paling ekonomis,

menetapkan letak duga geografis dan menentukan ETA (Estimated Time of


Arrival)

Penentuan arus yang dialami.

Prinsip Penentuan Tempat


Pada gambar dibawah ini terdapat 2 buah garis baringan yaitu garis baringan
pertama (1) terhadap mercu suar AA adalah LOP1 dan garis baringan kedua (2)
terhadap Tanjung Pulau BB adalah garis LOP2. Jika kedua baringan tersebut
dilakukan bersamaan waktu dan tanpa salah, maka titik potong kedua garis
baringan (LOP) merupakan posisi kapal (S).

12

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Gambar 32. Penentuan Posisi Kapal

Syarat syarat Dalam Mengambil Baringan


Syarat syarat yang harus dipenuhi oleh baringan dapat diformulasikan
sebagai berikut :
a.

Titik yang dibaring harus merupakan titik yang dikenal

b.

Alat alat baringan yang dipergunakan harus terpasang dengan baik

c.

Baringan harus dilakukan dengan cermat dan teliti, dianjurkan dan


kebiasaan yang baik untuk membaring dilakukan beberapa kali dan diambil
pembacaan rata rata,

d.

Koreksi koreksi yang digunakan harus terpercaya (koreksi total, sembir


dlsb),

e.

Titik dikenal yang lebih dekat letaknya, merupakan pilihan yang baik dari
pada titik yang jauh dari kapal.
Ada beberapa garis baringan dikapal antara lain adalah sebagai berikut :

a.

Baringan Sejati (Bs) adalah sudut antara Utara Sejati (US) dengan garis
baringan, dihitung dari Utara kekanan,

b.

Baringan Magnit (Bm) adalah sudut antara Utara Magnit (UM) dengan garis
baringan, dihitung dari Utara kekanan,

c.

Baringan Pedoman (Bp) adalah sudut antara Utara Pedoman (UP) dengan
garis baringan, dihitung dari Utara kekanan.

13

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Gambar 33. Jenis Baringan

Penggunaan Rumus dalam perhitungan dan lukisannya.


Sebuah kapal sedang berlayar dilaut telah melakukan baringan Suar yang
telah diketahui dengan pasti didapatkan Baringan Pedoman 2200, Variasi dipeta
menunjukan nilai + 30, daftar Deviasi menunjukan nilai + 20. Hitung dan lukislah
Sembir, Bm, dan Bs.
Diketahui :
Bp

= 2200

Variasi

= + 30

Deviasi

= + 20

Ditanyakan

: Hitung dan lukislah Sembir, Bm dan Bs.

Jawab :
Penyelesaian :

14

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Perhitungan :
Variasi

= + 30

Bp

= 2200

Deviasi

= + 20 +

Deviasi

= + 20 +

Sembir

= + 50

Bm

= 2220

Variasi

= + 30 +

Bs

= 2250

Bp

= 2200

Sembir

= + 50 +

Bs

= 2250

Catatan :
a.

Baringan yang dilukis dipeta adalah Baringan Sejati (Bs)

b.

Baringan yang diperoleh dari mawar pedoman adalah Baringan Pedoman

c.

Baringan Pedoman (Bp) yang telah didapatkan, jika ingin dilukiskan dipeta
harus diubah menjadi Baringan Sejati (Bs)

d.

Pada saat baringan dilukis dipeta, garis baringan bukan ditarik dari kapal ke
benda, tetapi dari benda baringan ke kapal, jadi arahnya berbeda 1800 atau
arahnya berlawanan. Artinya bila baringannya lebih kecil dari 1800 hasil
baringannya ditambahkan 1800, sebaliknya bila baringannya lebih dari 1800
nilai baringannya dikurangkan dengan 1800.

Pengelompokan Baringan Benda


Satu benda dibaring satu kali
a.

Baringan dengan jarak

b.

Baringan dengan peruman

c.

Baringan dengan garis tinggi

Satu benda dibaring dua kali


a.

Baringan dengan geseran

b.

Baringan sudut berganda

15

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

c.

Baringan empat surat (450)

d.

Baringan istimewa ( = bar 260 terhadap haluan )

2013

Dibaring dua benda


a.

Baringan Silang

b.

Baringan silang dengan geseran

Dibaring tiga benda


Baringan Silang
Dibaring dua benda yang dikenal berturut turut dengan pedoman misalnya
tanjung I dan tanjung II akan diperoleh Baringan Pedoman I ( Bp. I ) dan
Baringan Pedoman II ( Bp.II ). Baringan baringan tadi diperbaiki dengan Sembir
(Variasi+Deviasi) sehingga akan didapatkan baringan baringan sejatinya ( Bs ).
Baringan baringan sejati itu dilukis dipeta, ditarik dari benda benda yang dibaring,
dengan arah yang berlawanan. Dimana kedua garis baringan sejati dipeta tadi
akan berpotongan, disitulah posisi kapal ( S ). Diposisi kapal ditulis jam, tanggal
saat melakukan baringan.

Gambar 34. Baringan Silang

d.

Alat yang digunakan :

1.

Peta

2.

Mistar geser/ Penggaris

3.

Busur derajat

4.

Alat tulis

16

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

e.

Prosedur

1.

Praktikan diminta untuk membaring dengan baringan bersilang pada peta


dan kemudian disalin pada lembar kerja masing-masing praktikan.

2.

Proses melakukan baringan silang seperti tersusun dibawah ini :

3.

Tentukan dan kenalilah benda yang akan dibaring dengan pasti,

4.

Baringlah kedua benda yang terpilih A dan B secara tepat dan cermat
urutannya

5.

Jabarkan baringan baringan Pedoman ( Bp ) menjadi Baringan Sejati ( Bs )

6.

Tariklah garis lurus Baringan Sejati dipeta dari benda A dan B


masingmasing dalam arah berlawanan, kemudian

7.

Akan dihasilkan titik potong dari kedua garis baringan adalah titik S adalah
Posisi Kapal.

Catatan :

Baringan Silang adalah Baringan dari dua benda tanpa perubahan


tempat.

17

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

f. Bentuk Pelaporan
Nama:
NPM :

Soal :
Kapal ikan berlayar menuju fishing ground dengan haluan 2600. Pada jam
17. 30 dibaring berturut-turut Pada pulau A dan pulau B. Dari daftar deviasi
didapatkan nilai deviasi kompas = +20 dan di peta mawar pedoman tertera nilai
variasi = + 10. Hitung dan lukislah posisi kapal pada jam 17.30.

Ket: A =
B=
C=

18

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Baringan Bersilang Dengan Tiga Buah Benda Baringan


Baringan bersilang dengan tiga buah benda baringan dilaksanakan seperti
pada cara baringan bersilang dengan dua benda baringan, hanya disini benda
Bentukb aringannya ada tiga buah Ada beberapa keuntungan dalam baringan ini :
a.

Baringan ini lebih teliti, karena ada baringan ketiga yang berfungsi sebagai
pengontrol,

b.

Kemudian dari ketiga perpotongan garis tersebut akan membentuk sebuah


segitiga,

c.

Didalam segitiga itulah posisi kapal, tepatnya diperpotongan tiga garis


diagonal segitiga.

d.

Alat yang digunakan :

1.

Peta

2.

Mistar geser/ Penggaris

3.

Busur derajat

4.

Alat tulis

e.

Prosedur

1.

Praktikan diminta untuk membaring dengan baringan bersilang pada peta


dan kemudian disalin pada lembar kerja masing-masing praktikan.

2.

Tentukan dan kenalilah benda yang akan dibaring dengan pasti,

3.

Baringlah ketiga benda baringan yang terpilih ( I, II, III ) secara tepat dan
cepat berurutan,

4.

Jabarkan baringan baringan Pedoman (Bp) yang didapatkan dari ketiga


benda baringan menjadi Baringan Sejati ( Bs ),

5.

Tariklah garis lurus baringan sejati dipeta dari benda I, II, III masing masing
dalam arah berlawanan

6.

Akan dihasilkan titik potong dan membentuk setiga kecil yang merupakan
posisi kapal.

19

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

Contoh:

20

2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

f. Bentuk Pelaporan
Nama:
NPM :

Soal :
Kapal ikan berlayar dengan haluan pedoman. Pada jam 11. 30 berturut-turut
dibaring pulau A, pulau B dan pulau C. Berapa kordinat kapal dan lukislah posisi
kapal pada jam 11.30.

Ket: A =
B=
C=

21

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

2.3 Simulasi Penggunaan Echosounder

a. Kompetensi dari Materi


Praktikan mampu menggunakan dan memahami Echosounder sebagai alat
bantu yang berfungsi untuk melihat benda yang berada dibawah air terutama arah
dari gerombolan ikan

b. Waktu Pertemuan
Praktikum dilakukan di Cekdam Arboretum Universitas Padjadajaran Kampus
Jatinangor selama 2 jam pelajaran.

c. Pendahuluan
Dalam Praktikum Simulasi Pengunaan Echosounder dilakukan dengan
menggunakan alat Echosounder Garmin.

Echosounder merupakan salah satu

teknik pendeteksian bawah air. Dalam aplikasinya, Echosounder menggunakan


instrument yang dapat menghasilkan beam (pancaran gelombang suara) yang
disebut dengan transduser. Echosounder adalah alat untuk mengukur kedalaman
air dengan mengirimkan tekanan gelombang dari permukaan ke dasar air dan
dicatat waktunya sampai Echo kembali dari dasar air.

Jarak dasar laut dapat diketahui dengan rumus:


Jarak = (1/2) x Kecepatan suara x Waktu Echo

Echosounder dilengkapi dengan proyektor untuk menghasilkan gelombang


akustik yang akan dimasukan ke dalam air laut. Sonar bathymetric memerlukan
proyektor yang dapat menghasilkan berulang-ulang kali pulsa akustik yang dapat
dikontrol. Kegunaan dasar Echosounder adalah untuk mengukur kedalaman suatu
perairan dengan mengirimkan gelombang dari permukaan ke dasar dan dicatat
waktunya hingga Echo kembali dari dasar.

22

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Baian-bagian Echosounder:

1. Time Base
Time base berfungsi sebagai penanda pulsa listrik untuk mengaktifkan
pemancaran

pulsa yang akan dipancarkan oleh transmitter melalui

Transducer. Suatu perintah dari time base akan memberikan saat kapan
pembentuk pulsa bekerja pada unit transmitter dan receiver.
2. Transmiter
Transmitter berfungsi menghasilkan pulsa yang akan dipancarkan. Suatu
perintah dari kotak pemicu pulsa pada recorder akan memberitahukan kapan

23

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

pembentuk pulsa bekerja. Pulsa yang dibangkitkan oleh oscillator kemudian


diperkuat oleh power amplifier, sebelum pulsa tersebut disalurkan ke
Transducer .

3. Transducer
Fungsi utama dari Transducer adalah mengubah energi listrik menjadi
energi suara ketika suara akan dipancarkan ke medium dan mengubah energi
suara menjadi energi listrik ketika Echo diterima dari suatu target. Selain itu
fungsi lain dari Transducer adalah memusatkan energi suara yang akan
dipantulkan sebagai beam. Pulsa ditransmisikan secara bersamaan oleh
keempat kuadran tetapi sinyal diterima oleh masing-masing kuadran dan
diproses secara terpisah.
Kesulitan yang dihadapi untuk mengeliminir faktor beam pattern dapat
diatasi dengan menggunakan split beam method. Metode ini menggunakan
receiving Transducer yang dibagi menjadi 4 kuadran. Pemancaran gelombang
suara dilakukan dengan full beam yang merupakan penggabungan dari keempat
kuadran dalam pemancaran secara simultan. Selanjutnya, sinyal yang
memancar kembali dari target diterima oleh masing-masing kuadran secara
terpisah, output dari masing-masing kuadran kemudian digabungkan lagi untuk
membentuk suatu full beam dengan 2 set split beam. Target tunggal diisolasi
dengan menggunakan output dari full beam sedangkan posisi sudut target
dihitung dari kedua set split beam. Transducer dengan sistem akustik split
beam ini pada prinsipnya terdiri dari empat kuadran yaitu Fore, Aft, Port dan
Starboard Transducer. Transducer split beam memiliki beam yang sangat
tajam (100) dan mempunyai kemampuan menentukan posisi target dalam
bentuk beam suara dengan baik yaitu dengan mengukur beda fase dari sinyal
Echo yang diterima oleh kedua belah Transducer.

4. Reciever
Receiver berfungsi menerima pulsa dari objek dan display atau recorder
sebagai pencatat hasil Echo. Sinyal listrik lemah yang dihasilkan oleh

24

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

Transducer setelah Echo diterima harus diperkuat beberapa ribu kali sebelum
disalurkan ke recorder. Selama penerimaan berlangsung keempat bagian
Transducer menerima Echo dari target, dimana target yang terdeteksi oleh
Transducer terletak dari pusat beam suara dan Echo dari target akan
dikembalikan dan diterima oleh keempat bagian Transducer pada waktu yang
bersamaan Split beam Echosounder modern memiliki fungsi Time Varied Gain
(TVG) di dalam sistem perolehan data akustik. TVG berfungsi secara otomatis
untuk mengeliminir pengaruh attenuasi yang disebabkan oleh geometrical
sphreading dan absorpsi suara ketika merambat di dalam air.

5. Recorder
Recorder berfungsi untuk merekam atau menampilkan sinyal Echo dan
juga berperan sebagai pengatur kerja transmitter dan mengukur waktu antara
pemancaran pulsa suara dan penerimaan Echo atau recorder memberikan
sinyal kepada transmitter untuk menghasilkan pulsa dan pada saat yang sama
recorder

juga

mengirimkan

sinyal

ke

receiver

untuk

menurunkan

sensitifitasnya

Fungsi Echosounder
Kegunaan dasar dari Echosounder yaitu menentukan kedalaman suatu perairan
dan geromboln ikan dengan mengirimkan tekanan gelombang dari permukaan
ke dasar air dan dicatat waktunya sampai Echo kembali dari dasar air. Data
tampilan juga dapat dikombinasikan dengan koordinat global berdasarkan
sinyal dari satelit GPS yang ada dengan memasang antena GPS (jika fitur GPS
pada Echosounder ada. Prinsip kerjanya yaitu: pada transmitter terdapat
transducer yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi suara.
Kemudian suara yang dihasilkan dipancarkan dengan frekuensi tertentu. Suara
ini dipancarkan melalui medium air yang mempunyai kecepatan rambat
sebesar, v = 1500 m/s. Ketika suara ini mengenai objek, misalnya ikan maka
suara ini akan dipantulkan. Sesuai dengan sifat gelombang yaitu gelombang

25

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

ketika mengenai suatu penghalang dapat dipantulkan, diserap dan dibiaskan,


maka hal yang sama pun terjadi pada gelombang ini.

Ketika gelombang mengenai objek maka sebagian energinya ada yang


dipantulkan, dibiaskan ataupun diserap. Untuk gelombang yang dipantulkan
energinya akan diterima oleh receiver. Besarnya energi yang diterima akan
diolah dangan suatu program, kemudian akan diperoleh keluaran (output) dari
program tersebut. Hasil yang diterima berasal dari pengolahan data yang
diperoleh dari penentuan selang waktu antara pulsa yang dipancarkan dan pulsa
yang diterima. Dari hasil ini dapat diketahui jarak dari suatu objek yang
deteksi.

26

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

d. Alat yang digunakan :

Echosunder

Perahu karet

GPS

Kompas meja

Aki motor

Life jaket

Alat tulis

e. Prosedur Kerja
1. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mencoba penggunaan alat
Echosounder dengan menaiki perahu karet. Setiap mahasiswa wajib
menggunakan life jacket yang telah disiapkan.
2. Praktikan menaiki perahu karet dan diminta untuk memperhatikan arah
perahu karet dengan kompas meja. Praktikan diminta untuk
memperhatikan kondisi permukaan dan benda yang berada di Cekdam
dengan melihatnya dari Echosounder. Tidak menggunakan simulasi,
namun menggunakan kondisi real dari perairan cekdam tersebut.
27

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

2013

3. Hasil yang perlu dicatat dan didokumentasikan untuk membantu dalam


pengumpulan LKS.
4. Dalam satu perahu karet terdapat 7-8 anggota kelompok yang akan
ditemani oleh asisten dari Navigasi. Simulasi berlangsung dengan waktu
kurang lebih 1 jam dimulai dari tahap persiapan.

28

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

f. Bentuk Pelaporan
Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

No

Bagian Alat (Foto / Gambar)

29

Fungsi

2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

No

Kordinat

Suhu

30

2013

Kedalaman

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

Kelompok :
Nama / NPM :
No

Bagian Alat (Foto / Gambar)

31

Fungsi

2013

Modul Praktikum Navigasi Kapal Ikan

No

Kordinat

Suhu

Gambaran Kondisi Bawah Air

32

2013

Kedalaman