Anda di halaman 1dari 9

INTEGRAL GARIS

Standar Kompetensi :
Mampu memahami konsep analisis kompleks untuk memecahkan masalahmasalah pada matematika dan bidang ilmu lainnya.
Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan pengintegralan fungsi kompleks.
Indikator:
1. Menjelaskan pengertian dan mendefinisikan fungsi integral garis.
2. Menganalisis fungsi integral garis.
3. Mendeskripsikan fungsi integral garis.
4. Menghitung fungsi integral garis
Materi :
Integral fungsi kompleks dapat diuraikan menjadi jumlah empat integral garis.
Sebagai akibatnya, sifat-sifat integral garis diwarisi oleh integral kompleks, dan
cara-cara menentukan nilai integral garis sangat sering dapat dimanfaatkan secara
efektif dalam menentukan nilai integral kompleks.
Kita mulai dengan persiapan bagi definisi integral garis. Misalkan C adalah kurva
mulus dalam bidang datar yang didefinisikan oleh
Sekatlah interval t ini menjadi n subinterval dengan menggunakan sekatan
= to < t1 < t2 < < tn-1 < tn =
pada setiap subinterval tk-1 t tk .
Ambillah secara sembarang, suatu titik k untuk semua k = 1, 2,, n.
Lambangkan panjang subinterval ke-k, yaitu tk tk-1 dengan (t)k dan
lambangkan subinterval yang terpanjang dengan . Sekarang, suatu penyekatan
interval t mengakibatkan penyekatan yang sama pada C, karena setiap tk

pada sekat tersebut menghasilkan suatu titik pada C dengan koordinat x = (tk)
dan y = (tk).
Jadi C disebut sekat menjadi n busur oleh titik-titik:(xo, yo), (x1, y1),, (xk,
yk),, (xn,yn).
Lebih jauh, pada setiap busur ini kita memperoleh suatu titik padanan titik k pada
sumbu t, ialah titik (k, k) dimana k = (k) dan k = (k), untuk semua k =
1, 2,, n. Sekarang andaikan bahwa suatu fungsi bernilai-nyata M(x,y) dengan
peubah-peubah nyata x dan y terdefinisikan sekurang-kurangnya di C. Maka,
tentulah fungsi tersebut terdefinisikan pada titik-titik:
(1, 1), (2, 2), , (n, n) untuk setiap k = 1, 2,, n
Bentuklah hasil kali M (k, k)(x)k. Dimana (x)k adalah proyeksi busur yang
ujung-ujungnya (xk-1, yk-1) dan (xk, yk) ke sumbu x, dan kemudian bentuklah
jumlah:

Dalam konteks bangunan di atas kita mendefinisikan integral garis bagi M(x,y)
sepanjang C terhadap x sebagai limit jumlah di atas untuk 0, asal limit itu
ada.
lambangkan integral garis ini dengan

Secara singkat menurut definisi:

Asal limit ini ada dan tidak tergantung pada pemilihan sekatannya dan titik-titik k.
Kurva C akan disebut lintasan integrasi (path of integration).

Catatan 1

Integral garis M(x,y) sepanjang C terhdap y didefinisikan dengan cara yang sama.
Integral garis yang dihasilkan dilambangkan dengan

Catatan 2
Cara menyekat interval t mengakibatkan bahwa integrasi sepanjang C
mengarah ke t yang semakin besar. Ini berlaku juga bila C merupakan kurva
tertutup, meskipun orientasi pada C bila t bertambah besar dari ke mungkin
bukan orientasi yang positif bagi C.

Teorema 4.2 ( adanya integral Garis)


Andaikan bahwa
1. C adalah kurva mulus yang dinyatakan secara parametrik dengan x = (t ), y =
(t) , t .
2. Fungsi M(x,y) kontinu di C, maka integral garis M sepanjang C terhadap x ada
dan nilainya diberikan menurut rumus:

Bukti:

Catatan 3
Teorema 4.2 tidak hanya memastikan adanya integral garis, tetapi melengkapi
rumus dasar untuk menghitung integral yang demikian. Suatu teorema yang
analog juga benar jika integrasi dilakukan terhadap y, dan dalam hal ini nilainya
diberikan oleh:

Catatan 4
pada ruang cartesius berdimensi tiga, perhatikan M(x,y) yang didefinisikan pada
himpunan titik-titik pada bidang xy termasuk kurva mulus C.

Untuk mengetahui sifat-sifat dasar integral garis akan dibahas teorema barikut.
Teorema 4.3
andaikan bahwa

adalah suatu konstanta kompleks sembarang dan bahwa C+K

adalah suatu lintasan yang terdiri dari kurva mulus C dan K. Andaikan lebih lanjut
bahwa integral-integral garis fungsi M(x,y) dan N(x,y) sepanjang lintasan diatas,
ada. Maka,
(

1.

2. ( (

3.
4.

)
)
)

)
(

Bukti:
Andaikan C adalah lintasan yang terdiri dari kurva mulus x = (t), y = (t) ,
t . Andaikan juga bahwa integral garis fungsi M(x,y) dan N(x,y) ada
disepanjang setiap kurva mulus diatas, maka:
1.

( ( )

=
=

( ( )

( ( )

( ))
( ))
( ))

( )

( teorema 4.2)

( )
( )

(teoerema kelinearan integral


tentu)

=
2. ( (

(teorema 4.2)
( ( )

( ))

( ( )

( ))

( )dt

(teorema 4.2)
( ( )

( )) ( )

( ( )

( ))

( )

(sifat distributif)
( ( )

( )) ( )

( ( )

( ))

( )

(teorema kelinearan integral tentu di kalkulus)


(

(teorema 4.2)

3. Andaikan bahwa C+K adalah lintasan yang terdiri dari kurva-kurva mulus
C: x = (t), y = (t), t dan K: x = (t), y = (t),
t .
Dengan menggunakan rumus pada soal 17.8 materi sebelumnya, kita
mengetahui bahwa kurva mulus K secara parametrik dapat dinyatakan dengan
x = (t), y = v(t), pada interval t .
dimana (t) pada interval t bersesuaian dengan (t) di t dan
v(t) pada interval t bersesuaian dengan (t) di t .
Selanjutnya, lintasan C+K dapat dinyatakan dengan x = f(t), y=g(t), t .
dimana f(t) = (t), g(t) = (t), pada interval t dan f(t) = (t), g(t) = v(t),
pada interval

, sehingga dari persamaan-persamaan diatas

diperoleh:

( ( )
( ( )

( )) ( )

( )) ( )

(menggunakan teorema 4.2)

( ( )

( )) ( )

(sifat

penambahan selang integral tentu)


=

( ()

( )) ( )

( ( ) ( )) ( )

(substitusi

persamaan diatas)
=

( ()

( )) ( )

( ( ) ( )) ( )

persamaan diatas)

(substitusi

(teorema 4.2)

4. Andaikan lintasan C direpresentasikan oleh x = (-t), y = (-t), - t -


dan dx = - (-t) dt, maka:

( (

))(

))

(teorema 4.2)

Selanjutnya dengan mengambil substitusi t = s, sehingga interval s berada


pada s atau s dan dt = - ds, maka diperoleh:

( (

( ( )

))(

( ))(

( ))(

))
) (substitusi t=s dengan

interval s atau s dan dt = - ds)


( ( )

( )) ( )

( ( )

( )) ( )

(karena , maka berlaku sifat

integral tentu yang didefinisikan di kalkulus)


=

(teorema 4.2)

Catatan 5:
Dengan memperluas bagian 3 teorema 4.3. melalui induksi, maka akan
membentuk suatu bukti bagi kenyataan bahwa teorema 4.2. yang menetapkan
adanya suatu integral garis sepanjang kurva mulus, adalah berlaku untuk C
sembarang lintasan.

Penghitungan Integral Garis


Langkah pokok dalam proses perhitungan integral garis ialah substitusi yang tepat
dari persamaan lintasan integrasi ke dalam integran. Dalam menghitung integral
garis, terdapat 3 bentuk lintasan integrasi sebagai berikut:
1.Menghitung integral garis dengan lintasan integrasi berbentuk persamaan
parametrik

x = (t), y = (t), dx = (t) dt


Adalah dengan cara mensubstitusikan persamaan tersebut ke dalam rumus
teorema 4.2 dan

substitusi ini akan menghasilkan integral biasa(Riemann)

dalam peubah t yang limitnya dan menentukan interval integrasinya.


Contoh:
Hitung integral garis terhadap kedua peubah bagi fungsi M(x,y) = xy sepanjang C:
x = 4t, y=t2, 0t2.
Penyelesaian:
x = 4t dx = 4 dt

= 16
= 16 [
= 64

2. Menghitung integral garis dengan lintasan integrasi diberikan dalam bentuk :


y = f (x) atau x = g(y)
Dengan titik awal (a,b) dan titik akhir (c,d). Dalam hal demikian, substitusi
langsung mengahasilkan rumus:

( ( ) )

( ))

dan

Dengan catatan bahwa integral sebelah kanan pada setiap rumus adalah integral
biasa(riemann).
Contoh:
Hitung kedua integral garis M(x,y)= x + 2y sepanjang C+K , dimana C: y=x2 dari
(-2,4) ke (0,0),
dan K: x = y2 dari (0,0) ke (4,2).

Penyelesaian:
Pada kurva C : y = x2 dy = 2x dx, pada kurva K: x = y2 dx = 2y dy. Maka :
(

= (

(
)

= 6 + 16
= 22
3.Menghitung integral garis dengan variasai untuk bentuk lintasan bagian 2 diatas,
dengan memanfaatkan rumus-rumus:
dy = f(x) dx dan dx = g(y) dy,
Yang menghasilkan persamaan y = f (x) atau x = g(y) , sehingga menghasilkan
rumus-rumus:

( ( ) )

( )

( )

( ))

dan

Contoh:
Hitung integral garis (x2 + y2) dx sepanjang setengah lingkaran bagian atas |z| =
2, dijelajahi secara berlawanan dengan jarum jam.
Penyelesaian:
|z| = 2

=2

x2 + y2 = 4
y2 = 4 - x2

y=

dengan x : 2 -2
maka dengan substitusi ke dalam integral yang diberika, diperoleh:
2
2
(x + y ) dx = (

= (
=
= -16

)
)