Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan rihdoNya sehingga
penulis dapat menyelesaikan referat dengan judul ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA.
Referat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Mata di
RSUD Kabupaten Bekasi.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Ilham Zein, Sp.M
selaku pembimbing referat ini. Dan kepada semua pihak yang selalu memberi dukungan dan
motivasi serta kerjasama yang baik sehingga referat ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tulisan-tulisan
selanjutnya. Semoga referat ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan penignkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Cibitung, Februari 2014


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Mata merupakan organ tubuh manusia yang sangat penting. Organ ini merupakan salah
satu panca indera yang berfungsi untuk melihat. Organ ini mendeteksi cahaya, sehingga fungsi
paling sederhana dari mata tak lain adalah untuk mengetahui apakah lingkungan disekitarnya
terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40
unsur utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat
kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat
melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya
terdapat iris, selain memberi warna pada mata, iris juga dapat mengubah ukurannya secara
otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya.
Misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak
mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang
masuk ke mata. System pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana
berikut.
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak, untuk
memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik
sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya
yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya
yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot disekeliling
lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan
ke retina. Semua sistem yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih
unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan
teknologi terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata
masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan
pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan
memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. ANATOMI MATA BAGIAN LUAR
Pada anatomi mata terdapat bagian luar mata, yang tidak bersinggungan terhadap
proses penglihatan namun lebih kepada perlindungan terhadap fungsi mata bagian dalam,
juga fungsi estetika mata . Bagian bagian mata tersebut yaitu :
1. Alis mata
Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol
sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis
mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari
bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.
Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan bulan sabit dengan
lengkungan agak tajam di bagian pelipis. Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis
mata bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu.
Bentuk alis mata dan arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat
atau air bisa mengalir ke kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati puncak
hidung. Bentuk tulang dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan
keringat dan air.
Alis mata juga berfungsi sebagai penahan berbagai macam kotoran yang bisa
memasuki mata, seperti pasir, debu, dan ketombe. Selain itu rambut pada alis mata juga
menambah kepekaan pada kulit untuk merasakan objek asing yang berada di dekat
mata, misalnya serangga yang hendak masuk ke mata.
Dalam komunikasi antarmanusia, alis mata merupakan salah satu alat untuk
mengungkapkan berbagai ekspresi, seperti takjub, marah, bingung, atau tidak paham.

2. Kelopak mata
Kelopak mata adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi
mata.
Beberapa penyakit yang terkait dengan kelopak mata antara lain ptosis atau
kelopak mata bergantung, yang dalam kebanyakan kasus terjadi apabila otot levator
palpebrae tidak cukup kuat untuk menyangga kelopak mata. Penanganan atas keadaan
patologis ini dapat dilakukan dengan operasi bedah menggunakan anestesi lokal, dan
keadaan mata dapat membaik setelah operasi.
3. Bulu mata
Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari kelopak mata
yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi
supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata. Rambut mata
merupakan rambut yang sangat lembut. Alat untuk melentikkan dan menebalkan bulu
mata disebut maskara. Bulu mata dimiliki oleh manusia dan hewan mamalia.

B. ANATOMI SISTEM LAKRIMALIS


C. ANATOMI KONJUNGTIVA
D. ANATOMI BOLA MATA
KORNEA
Kornea (Latin cornum=seperti tanduk) adalah selaput bening mata, bagian
selaput mata yang tembus cahaya. Kornea merupakan lapisan jaringan yang menutupi
bola mata sebelah depan dan terdiri atas 5 lapis, yaitu:
1. Epitel

Tebalnya 50 m, terdiri atas 5 lapis selepitel tiak bertanduk yang

saling tumpang

tindih; satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng

Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muda ini terdorong ke depan

menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi sel gepeng, sel basal
berikatan erat berikatan erat dengan sel basal di sampingnya dan sel poligonal di
depannya melalui desmosom dan makula okluden; ikatan ini menghambat
pengaliran air, eliktrolit, dan glukosa yang merupakan barrier.

Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Bila terjadi
gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren.

Epitel berasal dari ektoderm permukaan

2.Membran Bowman

Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang
tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma.

Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi

3. Stroma

Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan
lainnya, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sadangkan dibagian
perifer serat kolagen ini bercabang; terbentuknya kembali serat kolagen memakan
waktu lama yang kadang-kadang sampai 15 bulan. Keratosit merupakan sel
stroma kornea yang merupakan fibroblas terletak di antara serat kolagen stroma.
Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan
embrio atau sesudah trauma.

4. Membran Descement

Merupakan membran aselular dan merupakan batas belakang stroma


kornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya Bersifat sangat
elastis dan berkembang terus seumur hidup, mempunyai
tebal 40 m.

5. Endotel
Berasal dari mesotelium, berlapis satu,bentuk heksagonal, besar 20-40 m.

Endotel melekat pada membran descement melalui hemi desmosom dan zonula
okluden (H. Sidarta Ilyas, 2004).
Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar
longus, saraf nasosiliar, saraf V. saraf siliar longus berjalan supra koroid, masuk
ke dalam stroma kornea, menembus membran Boeman melepaskan selubung
Schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi samapai kepada kedua lapis terdepan
tanpa ada akhir saraf. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah
limbus. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam
waktu 3 bulan (H. Sidarta Ilyas, 2004).
Trauma atau panyakkit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa
endotel terganggu sehingga dekompresi endotel dan terjadi edema kornea. Endotel tidak
mempunya daya regenerasi (H. Sidarta Ilyas, 2004).
Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di
sebelah depan. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea, dimana 40 dioptri dari 50
dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea (H. Sidarta Ilyas, 2004).

UVEA
PUPIL
SUDUT BILIK MATA DEPAN
LENSA MATA
BADAN KACA
RETINA
SARAF OPTIK
SKLERA
E. RONGGA ORBITA
F. OTOT PENGGERAK MATA