Anda di halaman 1dari 37

PERENCANAAN

TES

IDENTIFIKASI TUJUAN UKUR

Tujuan pengukuran penyusunan tes:


Placement (Penempatan)
Formatif
Diagnostik
Sumatif

IDENTIFIKASI TUJUAN UKUR

Placement (Penempatan)
Tujuan dari placement test ini adalah untuk

mengukur kecakapan yang disyaratkan


pada awal suatu program; item-item untuk
tujuan ini terdiri dari item-item yang taraf
kesukarannya sangat bermacam-macam
serta mengacu kepada norma (normreferenced)

IDENTIFIKASI TUJUAN UKUR

Formatif
Tes formatif yang dimaksud di sini, adalah
untuk memperoleh umpan balik bagi
siswa dan guru mengenai kemajuan
belajar; sehingga item-itemnya meliputi
semua bagian yang paling pokok dari
keseluruhan program atau meliputi semua
unit instruksional

IDENTIFIKASI TUJUAN UKUR

Diagnostik
Tes diagnostik merupakan tes yang disusun
untuk menentukan sebab-sebab kesukaran
dalam belajar; item-item dalam tes ini
haruslah meliputi bagian-bagian tugas yang
berkaitan
dengan
sumber-sumber
kesalahan dalam belajar yang umum terjadi

IDENTIFIKASI TUJUAN UKUR

Sumatif
Tes sumatif, digunakan dalam menentukan
nilai akhir, menentukan taraf penguasaan,
atau menentukan kelulusan di akhir suatu
program; item-itemnya haruslah mewakili
secara menyeluruh tujuan instruksional
yang telah digariskan sejak awal

PEMBATASAN CAKUPAN ISI TES


Tujuan dari pembatasan cakupan isi tes
adalah,
1. Bahan tes yang akan ditulis tidak keluar
dari lingkup materi yang telah disepakati
2. Jangan sampai ada materi penting yang
terlewatkan dan tidak dituangkan dalam
bentuk item tes

PEMBATASAN CAKUPAN ISI TES

Cakupan isi tes yang baik haruslah,


Komprehensif
Berisi item-item yang relevan

Content validity

PEMBATASAN CAKUPAN ISI TES

Komprehensif artinya tes itu meliputi


keseluruhan
bahan/meteri
pelajaran
secara representatif dan dalam jumlah
item yang sebanding (proposional) untuk
setiap bagian sesuai dengan urgensi dan
bobot masing-masing bagian

PEMBATASAN CAKUPAN ISI TES

Relevan adalah item-item yang ditulis


benar-benar menanyakan mengenai bahan/
materi pelajaran yang bersangkutan dan
segala sesuatu yang berhubungan dan
dianggap perlu diketahui dalam memahami pelajaran tersebut.

PEMBATASAN CAKUPAN ISI TES

Cara yang ditempuh untuk menyusun tes

yang komprehensif dan relevan adalah


dengan melakukan pembagian bahan/
materi sesuai dengan rencana pelajaran
atau tujuan instruksional yang telah
digariskan.
Pembagian dapat didasarkan atas bab-bab
dalam buku yang dijadikan pegangan atau
didasarkan pada topik-topik utama selama
program berlangsung.

TINGKAT KOMPETENSI
Benyamin S. Bloom

Evaluation
Synthesis
Analysis
Application

Comprehension
Knowledge

TINGKAT KOMPETENSI

Kompetensi
Knowledge

Contoh Kata Kerja


Mengenali, menamakan, mendifinisikan,
mendiskripsikan, memilih, memasangkan

Comprehension

Mengklasifikasikan, menjelaskan, membedakan, mengikhtisarkan

Application

Menghitung, menyelesaikan, mengoperasionalkan, menghubungkan, menyusun

Analysis

Menemukan perbedaan,membuat istimasi,


mengambil kesimpulan,membuat diagram.

Synthesis

Menggabungkan, merumuskan, merancang, merivisi, membuat komposisi

Evaluation

Mengkritik, memberi alasan, membandingkan, menimbang-nimbang.

TIPE ITEM

F.G. Brown, membagi empat tipe kelompok


bentuk tes:

Memilih Alternatif.
Jawaban Pendek
Karangan
Problem

JUMLAH ITEM

Penentuan banyaknya item didasarkan


pada pertimbangan:
1. Teoritis
Secara teoritis, suatu tes haruslah
berisi sebanyak-banyaknya item yang
independen (tidak terikat) satu sama
lain, alasannya:

JUMLAH ITEM

Suatu

tes yang berisi item yang


independen dalam jumlah banyak akan
lebih komprehensif cakupannya daripada
tes yang hanya berisi sedikit item, jadi isi
tes akan lebih mewakili keseluruhan
bahan tes.
Akan memiliki reliabilitas yang lebih
tinggi daripada tes yang berisi sedikit
item

JUMLAH ITEM

2. Praktis
Secara praktis ada beberapa aspek yang
perlu dipertimbangkan, a.l.

Tujuan diadakan tes


Waktu yang tersedia bagi penulis dan
koreksi jawab
Jumlah responden yang akan dikenai tes
Waktu yang tersedia untuk mengerjakan tes
Kondisi atau keadaan responden yang akan
dikenai tes (tingkat pendidikan dan umur)

TABEL SPESIFIKASI (Jumlah Item)


Kompetensi
Materi

KNL

CMP

APL

ANS

SYN

EVA

Jml

Peng. Belajar

10

Masalah Belajar

12

Metode Belajar

10

Ingatan

10

Proses Belajar

Jumlah

17

16

50

PENULISAN ITEM

TABEL SPESIFIKASI (Penyebaran Item)


Kompetensi
Materi

KNL

CMP

Peng. Belajar

Masalah Belajar

1,3

5,7

APL

ANS

SYN

EVA

Jml

10

9,11

Metode Belajar
Ingatan

2,4

Proses Belajar

10,

Jumlah

17

16

12
-

10

6,8

10

50

UJI COBA (TRYOUT)

Tujuan uji coba dalam merancang tes


adalah untuk mengetahui apakah alat
ukur yang disusun mudah dipahami oleh
responden atau tidak.

ANALISIS ITEM
Tes tipe karangan/problem tidak mengandalkan analisis item sebagai prosedur
pengujian
kualitasnya,
tetapi
lebih
menekankan pada pengujian segi content
(isi) tes dan prosedur skoringnya secara
keseluruhan.
Tes tipe objektif, perlu adanya analisis item
guna untuk mengetahui kualitas item; ada
tiga kreteria untuk analisis item, yaitu

ANALISIS ITEM

Taraf Kesukaran Item


Daya Diskriminasi item atau Validitas Item
Pola Penyebaran Jawaban
Ke-tiga kriteria tersebut dilihat secara terpisah,
namun dalam evaluasi ketiganya dilihat sebagai
kesatuan komponen yang akan menentukan apakah suatu item dapat dianggap baik atau tidak.

TARAF KESUKARAN ITEM


Taraf kesukaran item dinyatakan dalam
suatu
indeks
yang
disebit
Indeks
Kesukaran Item; yang disimbolkan dengan
huruf p.
Indeks kesukaran item merupakan proporsi
antara responden yang menjawab item
dengan benar dan banyaknya responden
yang mengerjakan soal.
Bila pernyataan tersebut diformulasikan
maka rumusnya adalah,

TARAF KESUKARAN ITEM

p = B/N
Keterangan:
P = Indeks kesukaran item
B = Banyaknya responden yang menjawab dengan benar item tersebut
N = Banyaknya responden yang mengerjakan
soal tersebut

VALIDITAS ITEM

Validitas item bertujuan untuk mendekteksi


perbedaan individual yang sekecil-kecilnya
diantara para subjek tes sejalan dengan
fungsi dan tujuan tes itu sendiri.
Untuk mendapatkan validitas item dapat
digunakan dengan cara penghitungan
melalui korelasi Pointbiserial, dan kemudian
dilakukan Part-Whole

VALIDITAS ITEM

Rumus Pointbiserial:

M M p
r
s
1 p
i

pb

Keterangan:
rpb = Koefisien korelasi pointbiserial
Mi = Mean skor tes dari subjek yang mendapatkan
angka 1 pada item yang bersangkutan
M = Mean skor tes dari seluruh subjek
s
= Deviasi standar skor tes dari seluruh subjek
p
= Indeks kesukaran item

VALIDITAS ITEM

Rumus Part-Whole

r
pq

r sD sD
sD sD 2r sD sD
xy

xy

Keterangan:
rpq = Angka koefisien korelasi setelah dikoreksi
rxy = Angka koefisien korelasi sebelum dikoreksi
sDy = Standard deviasi skor item
sDx = Standard deviasi total

VALIDITAS ITEM

Sebenarnya korelasi pointbiserial adalah


mengkorelasikan antara item dengan total
skor, seperti halnya korelasi productmoment; sehingga dengan demikian dalam
operasionalnya
dengan
menggunakan
program SPSS, tidak berbeda.

POLA PENYEBARAN JAWABAN


Pola penyebaran jawaban menggambarkan
distribusi jawaban terhadap item pada
alternatif yang disediakan.
Pola penyebaran jawaban terhadap item
diperiksa untuk melihat apakah semua
alternatif jawaban yang disediakan telah
berfungsi sebagaimana fungsinya, terutama
apakah distraktor-distraktor yang tersedia
ada pemilihnya.

POLA PENYEBARAN JAWABAN

Untuk memudahkan dalam mengetahui


pola penyebaran item, terlebih dahulu
harus disediakan tabel Formulir Analisis
Item.
Bentuknya Formulir Analisis Item adalah
sebagai berikut:

POLA PENYEBARAN JAWABAN

Formulir Analisis Item

No. Alt. Jwb.


Item
1
2
3
4
Dst.

p
C

rpq Keterangan

ANALISIS ITEM
Kriteria kualitas item yang baik:
Pola penyebaran jawaban terdistribusi pada
semua alternatif jawaban, dan distraktor
berfungsi dengan baik.
Indeks kesukaran item (p) berada disekitar
0.5
Validitas item 0.30 (kajian empirik)

VALIDITAS
Dalam mencari validitas tes, umumnya
cukup dengan menggunakan validitas isi
(content validity), yaitu melihat apakah
soal yang disusun sudah relaven dan
komprehensif; melalui analisis rasional.
Namun apabila tersedia suatu tes
standard, yaitu tes yang telah teruji
validitas dan reliabilitasnya; maka tes
tersebut dapat kita gunakan untuk mencari
validitas tes yang kita susun, asalkan
keduanya mengungkap hal yang sama.

RELIABILITAS

Untuk mendapatkan koefisien reliabilitas


dapat
dicari
dengan
menggunakan
formula:

Alpha Cronbach
Kuder Richardson 20

RELIABILITAS

Formula Alpha-Cronbach
2
k
Sx
1 2

k 1
STot

Keterangan:

= Koefisien reliabilitas Alpha


k
= Jumlah butir
S2x = Varians butir soal
S2Tot = Varians Total

RELIABILITAS

Formula Kuder Richardson-20

k p1 p
KR 20
1

2
k 1
Sx
Keterangan:
KR-20 = Koefisien reliabilitas 20
k
= Banyak soal
p
= Indeks kesukaran item
S2x
= Varians Skor total (x)