Anda di halaman 1dari 80

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian integral dari
pembangunan nasional. Oleh karena itu, kesehatan adalah salah satu aspek yang
mempengaruhi kualitas dan produktifitas sumber daya manusia dalam rangka
mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Puskesmas merupakan tempat untuk
memperoleh pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya, sesuai
dengan fungsi Puskesmas sendiri sebagai pusat pembangunan, pembinaan, dan
pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai pelayanan kesehatan tingkat I, Puskesmas
mempunyai wewenang dan bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanya.
Tujuan Nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD
1945 salah satunya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diselenggarakan pembangunan yang
berkesinambungan dalam rangka program pembangunan yang menyeluruh, terarah
dan terpadu secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia termasuk di
bidang kesehatan.
Menurut Undang-Undang No.23 tahun 1992, sehat diartikan sebagai keadaan
sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi yang ingin dicapai
dari pembangunan kesehatan tentang keadaan masyarakat Indonesia pada masa yang
akan datang. Salah satu cara perwujudannya yaitu dengan memberikan pelayanan
kesehatan yang memadai dan menyeluruh bagi masyarakat.
Dalam pasal 5 UU kesehatan No.23 tahun 1992 menyatakan bahwa setiap
orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungan. Dalam menjalankan tugasnya
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 1

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


sebagai tempat pelayanan masyarakat puskesmas memiliki tugas-tugas pokok, dan
mempunyai tujuan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

1.2 Tujuan Kegiatan


1.2.1 Tujuan Umum
1. Untuk melaporkan hasil pencapaian program kerja Puskesmas.
2. Untuk melaporkan struktur organisasi Puskesmas serta program dari masing-masing
unit yang ada.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Untuk melaporkan hasil pencapaian program wajib dan pengembangan Puskesmas
(khususnya Puskesmas Darussalam).
2. Untuk melaporkan sejauh mana program-program tersebut telah berjalan,
berdasarkan standar pelayanan Puskesmas.
3. Untuk mengetahui kendala-kendala apa aja yang dijumpai dalam melaksanakan
program-program

tersebut,

melakukan

analisis

data

berdasarkan

dokumen

rekapitulasi data di Puskesmas.


4. Membuat perencanaan program Puskesmas setiap tahun berdasarkan atas masalahmasalah kesehatan yang dijumpai di wilayah Puskesmas Darussalam Kecamatan
Medan Petisah.
5. Untuk lebih meningkatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program
yang kurang pada pencapaian pada tahun sebelumnya di Puskesmas Darussalam.

1.3 Prosedur Kerja


Kepaniteraan Klinik Senior yang dilaksanakan di Puskesmas Darussalam
meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Mencatat data geografis dan demografis di wilayah kerja Puskesmas Darussalam.
2. Pendataan sistem pelaksanaan upaya pokok kesehatan dan administrasi yang
dilaksanakan di Puskesmas Darussalam melalui:
a. Mencatat data dari laporan yang ada di Puskesmas.
b. Melakukan wawancara dengan tenaga kesehatan maupun staf administrasi
Puskesmas.
3. Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan ikut serta dalam pelayanan
kesehatan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 2

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Puskesmas
2.1.1 Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah unit organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
disamping memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dalam satu wilayah kerja
dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.128/Menkes/SK/II/2004,
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan/Kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Yang dimaksud dengan :

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 3

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Yakni suatu unit organisasi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
melakukan tugas teknis operasional dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama
serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia.

Pembangunan Kesehatan
Adalah

penyelenggaraan

upaya

kesehatan

oleh

bangsa

Indonesia

untuk

meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Pengertian pembangunan kesehatan juga meliputi pembangunan yang berwawasan
kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan keluarga, serta pelayanan kesehatan.
a. Kewenangan mencari, menggali dan mengelola sumber pembiayaan yang berasal
dari pemerintahan, masyarakat, swasta dan sumber laindiketahui oleh Dinas
Kesehatan

Kabupaten/Kota

yang

kemudian

dipertanggungjawabkan

untuk

pembangunan kesehatan diwilayah kerja. Kewenangan untuk mengangkat tenaga


institusi/honorer, pemindahan tenaga, dan pendayagunaan tenaga kesehatan di
wilayah kerjanya diketahui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
b. Kewenangan untuk melengkapi sarana dan prasarana termasuk peralatan medis dan
non medis yang dibutuhkan.
2.1.2 Tujuan Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah
mendukung

tercapainya

tujuan

pembangunan

kesehatan

nasional

yakni

meningkatkan kesehatan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang
setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.
2.1.3 Fungsi Puskesmas
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektoral termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha diwilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan.
2. Pemulihan Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat keluarga,
dan masyarakat dunia usaha memiliki kesabaran, kemauan, dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaan, serta ikut
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 4

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


menerapkan, menyelenggarakan, memantau pelaksanaan program kesehatan.
Pemberdayaan perorangan, keluarga, dan masyarakat ini diselenggarakan dengan
memperhatikan situasi dan kondisi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat
pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi tanggungjawab Puskesmas yang
meliputi:
a. Pelayanan Kesehatan Perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private
goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan tersebut yaitu rawat jalan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan
rawat inap tanpa mengabaikan kesehatan dan pencegahan penyakit.
b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat umum publik
(public goods) dengan tujuan utama untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan kesehatan.
Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan,
pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan
kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program
kesehatan masyarakat lainnya.
2.2 Visi dan Misi Puskesmas
2.2.1 Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah
tercapainya Kecamatan sehat menuju Indonesia Sehat.
Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat Kecamatan masa depan yang
ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam
lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.
Indikator Kecamatan sehat yang dicapai mencakup 4 indikator utama, yakni:
1. Indikator Lingkungan Sehat.
2. Indikator Perilaku Sehat.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 5

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


3. Indikator Cakupan Pelayanan Kesehatan Bermutu.
4. Indikator Derajat Kesehatan Penduduk Kecamatan.
2.2.2 Misi Puskesmas
Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah
mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi tersebut adalah:
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya agar
memperhatikan aspek kesehatan yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap kesehatan, setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan
perilaku masyarakat.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya. Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang
bertempat tinggal di wilayah kerjanya semakin berdaya di bidang kesehatan melalui
peningkatan pengetahuan menuju kemampuan untuk hidup.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu. Pemerataan dan keterjangkauan peralatan
kesehatan yang diselenggarakan puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang sesuai standar masyarakat, mengupayakan pemerataan
pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana sehingga dapat
dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat.
Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan perorangan,
keluarga, dan masyarakat yang berkunjung dan bertempat tinggal di wilayah
kerjanya, tanpa diskriminasi dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi
kesehatan yang sesuai.
2.3 Azas dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas
Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan
harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu.
2.3.1 Azas Penyelenggaraan Puskesmas
Azas penyelenggaraan Puskesmas dimaksud adalah:
1. Azas Pertanggungjawaban Wilayah
a. Puskesmas bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan yang bertempat
tinggal di wilayah kerjanya.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 6

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


b.

Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat kecamatan sehingga

c.

berwawasan kesehatan.
Memantau pembangunan berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan

d.

masyarakat di wilayah kerjanya.


Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh

e.

masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.


Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama secara merata dan
terjangkau di wilayah kerjanya.

2. Azas Pemberdayaan Masyarakat


Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat untuk
berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya puskesmas dengan kegiatan
antara lain:
a.

Upaya kesehatan ibu dan anak, posyandu, polindes, bina keluarga bahagia

b.
c.

(BKB).
Upaya pengobatan, posyandu, pos obat desa (POD).
Upaya perbaikan gizi berupa posyandu, pusat pemulihan gizi (PPG), keluarga

d.

sadar gizi (KADARZI).


Upaya kesehatan sekolah Dokter Kecil, Dokter Remaja, Penataran Guru dan
Orang Tua/Wali Murid, Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren

e.

(Poskestren).
Upaya kesehatan

f.
g.
h.

(POKMAIR),Desa Percontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL).


Upaya kesehatan lanjut usia berupa posyandu usila.
Upaya kesehatan kerja berupa pos upaya kesehatan kerja (POS UKK).
Upaya kesehatan jiwa berupa posyandu, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa

i.

Masyarakat (TPKJM).
Upaya pembinaan pengobatan tradisional berupa Taman Obat Keluarga

j.

(TOGA).
Upaya pembinaan dan jaminan kesehatan (Invation) berupa Dana Sehat,

lingkungan

berupa

Kelompok

Pemakaian

Air

Tabungan Ibu Bersalin (TABULIN), Mobilitas Dana Keagamaan.


3. Azas Keterpaduan
Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya harus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, bermitra dengan
BPKM/BPP dan organisasi masyarakat lainnya, berkoordinasi dengan lintas sektoral

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 7

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


dan lintas program agar terjadi perpaduan kegiatan di lapangan sehingga lebih
berhasil guna dan berdaya guna.
a.

Keterpaduan lintas program


Keterpaduan lintas program adalah upaya memadukan penyelenggaraan
berbagai upaya kesehatan yang menjadi tanggungjawab puskesmas. Contoh
keterpaduan lintas program antara lain:
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) berupa keterpaduan KIA dengan

P2M, gizi, promosi kesehatan, pengobatan.


Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) berupa keterpaduan kesehatan lingkungan
dengan promosi kesehatan, pengobatan, kesehatan gigi, kesehatan

b.

reproduksi remaja dan kesehatan jiwa.


Puskesmas keliling berupa keterpaduan pengobatan dengan KIA/KB, gizi,

promosi kesehatan, kesehatan gigi.


Posyandu berupa keterpaduan KIA dengan KB, gizi P2M, kesehatan jiwa,

promosi kesehatan.
Keterpaduan lintas sektor
Keterpaduan lintas sektor adalah upaya memadukan penyelenggaraan upaya
puskesmas (wajib, pengembangan dan inovasi) dengan berbagai program dari
sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatan dan
dunia usaha. Contoh keterpaduan lintas sektor antara lain:

Upaya Kesehatan Sekolah berupa keterpaduan sektor kesehatan dengan

camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama.


Upaya Promosi Kesehatan berupaketerpaduan sektor kesehatan dengan

camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama, pertanian.


Upaya Kesehatan Ibu dan Anak berupaketerpaduan sektor kesehatan
dengan

camat,

lurah/kepala

desa,

organisasi

profesi,

organisasi

kemasyarakatan, PKK, PLKB.


Upaya perbaikan gizi berupa keterpaduan sektor kesehatan dengan camat,
lurah/kepala desa, pertanian, pendidikan, agama, koperasi, dunia usaha,

PKK, PLKB.
Upaya pembiayaan dan jaminan kesehatan berupa keterpaduan sektor
kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, tenaga kerja, koperasi, dunia

usaha, organisasi kemasyarakatan.


Upaya kesehatan kerja berupa keterpaduan sektor kesehatan dengan camat,

lurah/kepala desa, tenaga kerja, dunia usaha.


4. Azas Rujukan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 8

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama yang bila tidak
mengatasi masalah karena berbagai keterbatasan, bisa melakukan rujukan baik secara
vertikal ke tingkat yang lebih tinggi atau secara horizontal ke puskesmas lainnya.
Ada 2 macam rujukan di Puskesmas yaitu:
a.

Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan


Cakupan rujukan pelayanan kesehatan perorangan adalah kasus penyakit.
Apabila suatu puskesmas tidak mampu menanggulangi satu kasus penyakit
tertentu, maka puskesmas tersebut wajib merujuknya ke sarana pelayanan
kesehatan yang lebih mampu (baik horizontal maupun vertikal). Sebaliknya
pasien paska rawat inap yang hanya memerlukan rawat jalan sederhana, dirujuk
ke puskesmas.
Rujukan upaya kesehatan perorangan dibedakan atas tiga macam:

Rujukan kasus keperluan diagnostik, pengobatan, tindakan medik (biasanya

operasi) dan lain-lain.


Rujukan bahan pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium

yang lebih lengkap.


Rujukan ilmu pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga yang lebih
kompeten untuk melakukan bimbingan kepada tenaga puskesmas dan

b.

ataupun menyelenggarakan pelayanan medik di puskesmas.


Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat
Cakupan rujukan pelayanan kesehatan masyarakat adalah masalah kesehatan
masyarakat, misalnya kejadian luar biasa, pencemaran lingkungan, dan
bencana. Rujukan pelayanan kesehatan masyarakat juga dilakukan apabila satu
puskesmas tidak mampu menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat wajib
dan pengembangan, padahal upaya kesehatan masyarakat tersebut telah
menjadi kebutuhan masyarakat. Apabila suatu puskesmas tidak mampu
menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, maka puskesmas tersebut wajib
merujuknya ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 9

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Rujukan upaya kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam, yaitu:

Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan fogging,


peminjaman alat laboratorium kesehatan, peminjaman alat audio visual,

bantuan obat, vaksin, bahan-bahan habis pakai dan bahan makanan.


Rujukan tenaga antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyelidikan
kejadian luar biasa, bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan,

penanggulangan gangguan kesehatan karena bencana alam.


Rujukan operasional, yakni menyerahkan sepenuhnya masalah kesehatan
masyarakat

dan

tanggungjawab

penyelesaian

masalah

kesehatan

masyarakat atau penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (antara lain


Upaya Kesehatan Sekolah, Upaya Kesehatan Kerja, Upaya Kesehatan Jiwa,
pemeriksaan contoh air bersih) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Rujukan operasional diselenggarakan apabila puskesmas tidak mampu.

Gambar 2.1 Pelaksanaan azas rujukan

2.3.2 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 10

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Dalam mencapai VISI Pembangunan kesehatan melalui Puskesmas yakni
terwujudnya

Kecamatan

Sehat

2015.

Puskesmas

bertanggungjawab

menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.


Upaya kesehatan tersebut digolongkan menjadi dua yaitu:
1.

Upaya Kesehatan Wajib


Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional, dan global, serta mempunyai daya tarik yang
tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus
diselenggarakan di setiap puskesmas.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah:

2.

a. Upaya Promosi Kesehatan.


b. Upaya Kesehatan Lingkungan.
c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana.
d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat.
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.
f. Upaya Pengobatan.
g. Upaya Pencatatan dan Pelaporan.
Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta
disesuaikan dengan kemampuan puskesmas yang dipilih dan daftar upaya
kesehatan pokok puskesmas yang telah ada yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Upaya Kesehatan Sekolah.


Upaya Kesehatan Olahraga.
Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Upaya Kesehatan Kerja.
Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut.
Upaya Kesehatan Jiwa.
Upaya Kesehatan Mata.
Upaya Kesehatan Lanjut.
Upaya Pembinaan Pengobatan.
Laboratorium Sederhana.

2.4. Kedudukan, Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas


2.4.1 Kedudukan Puskesmas
Kedudukan Puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan Sistem
Kesehatan Nasional, Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota dan Sistem Pemerintah
Daerah:
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 11

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


1.

Sistem Kesehatan Nasional


Kedudukan puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah sebagai sarana
pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan
upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah

2.

kerjanya.
Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota
Kedudukan puskesmas dalam Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota adalah sebagai
Unit

Pelaksana

Teknis

Dinas

Kesehatan

Kabupaten/Kota

yang

bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan


3.

kabupaten/kota di wilayah kerjanya.


Sistem Pemerintah Daerah
Kedudukan puskesmas dalam Sistem Pemerintah Daerah adalah sebagai Unit
Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang merupakan unit
struktural Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat

4.

kecamatan.
Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Di wilayah kerja puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan
strata pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta seperti
praktek dokter, praktek dokter gigi, praktek bidan, poliklinik dan balai kesehatan
masyarakat. Kedudukan puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan
kesehatan strata pertama ini adalah sebagai mitra. Di wilayah kerja puskesmas
terdapat pula berbagai bentuk upaya kesehatan berbasis dan bersumber daya
masyarakat seperti posyandu, polindes, pos obat desa dan pos UKK. Kedudukan
puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan kesehatan berbasis dan
bersumberdaya masyarakat adalah sebagai pembina.

2.4.2 Organisasi Puskesmas


1.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas tergantung dari beban tugas masing-masing
Puskesmas. Penyusunan struktur organisasi Puskesmas di satu Kabupaten/Kota
dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sedangkan penetapannya
dilakukan dengan Peraturan Daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi Puskesmas berikut:
a. Kepala Puskesmas.
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu Kepala Puskesmas
dalam pengelolaan:
Data dan informasi.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 12

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

2.

Perencanaan dan Penilaian.


Keuangan.
Umum dan Kepegawaian.
c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:
Upaya Kesehatan Masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKBM.
Upaya Kesehatan Perorangan.
d. Jaringan Pelayanan Perorangan:
Unit Puskesmas Pembantu.
Unit Puskesmas Keliling.
Unit Bidan di Desa/Komunitas.
Kriteria Personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas disesuaikan
dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing unit Puskesmas. Khusus untuk
Kepala Puskesmas kriteria tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana
dibidang kesehatan yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan
masyarakat.

3.

Eselon Kepala Puskesmas


Kepala Puskesmas adalah penanggungjawab pembangunan kesehatan ditingkat
Kecamatan. Sesuai dengan tanggung jawab tersebut dan besarnya peran Kepala
Puskesmas

dalam

penyelenggaraan

pembangunan

kesehatan

ditingkat

Kecamatan maka jabatan Kepala Puskesmas adalah jabatan struktural Eselon IV.
Apabila tidak tersedia tenaga kesahatan yang memenuhi syarat untuk menjabat
jabatan struktural eselon IV, ditunjuk pejabat sementara yang sesuai dengan
kriteria Kepala Puskesmas yakni seorang sarjana di bidang kesehatan yang
kurikulum pendidikannya mencakup dibidang kesehatan masyarakat, dengan
kewenangan yang setara dengan pejabat tetap.
2.4.3 Tata Kerja Puskesmas
Tata kerja Puskesmas yaitu:

Dengan Kantor Kecamatan


Dalam melaksanakan fungsinya, puskesmas berkoordinasi dengan kantor
kecamatan melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat
kecamatan.

Koordinasi

tersebut

mencakup

perencanaan,

penggerakan

pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta penilaian. Dalam hal

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 13

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


pelaksanaan fungsi penggalian sumber daya masyarakat oleh puskesmas,

berkoordinasi dengan kantor kecamatan mencakup pula kegiatan fasilitasi.


Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,
dengan demikian secara teknis dan administratif, puskesmas bertanggungjawab
kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sebaliknya Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota bertanggungjawab membina serta memberikan bantuan

administratif dan teknis kepada puskesmas.


Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga
masyarakat

dan

swasta,

puskesmas

menjalin

kerjasama

termasuk

penyelenggaraan rujukan dan memantau kegiatan yang diselenggarakan.


Sedangkan sebagai pembina upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat,
puskesmas melaksanakan bimbingan teknis, pemberdayaan dan rujukan sesuai
kebutuhan.

Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan


Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, puskesmas menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai
pelayanan kesehatan rujukan. Untuk upaya kesehatan perorangan, jalinan
kerjasama tersebut diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan
perorangan seperti rumah sakit (kabupaten/kota) dan berbagai balai kesehatan
masyarakat (balai pengobatan penyakit paru-paru, balai kesehatan mata
masyarakat, balai kesehatan kerja masyarakat, balai kesehatan olahraga
masyarakat, balai kesehatan jiwa masyarakat, balai kesehatan indra masyarakat).
Sedangkan

untuk

upaya

kesehatan

masyarakat,

jalinan

kerjasama

diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat


rujukan, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan, Balai Laboratorium Kesehatan serta berbagai balai kesehatan
masyarakat. Kerjasama tersebut diselenggarakan melalui penerapan konsep

rujukan yang menyeluruh dalam koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.


Dengan Lintas Sektor

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 14

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Tanggung

jawab

puskesmas

sebagai

unit

pelaksana

teknis

adalah

menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan yang dibebankan


oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Untuk mendapat hasil yang optimal,
penyelenggaraan pembangunan kesehatan tersebut harus dapat dikoordinasikan
dengan berbagai lintas sektor terkait yang ada di tingkat kecamatan. Diharapkan
di satu pihak, penyelenggaraan pembangunan kesehatan di kecamatan tersebut
mendapat dukungan dari berbagai sektor terkait, sedangkan di pihak lain
pembangunan yang diselenggarakan oleh sektor lain di tingkat kecamatan
berdampak positif terhadap kesehatan.

Dengan Masyarakat
Sebagai penanggungjawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya, puskesmas memerlukan dukungan aktif dari masyarakat sebagai objek
dan subjek pembangunan. Dukungan aktif tersebut diwujudkan melalui
pembentukan Badan Penyantun Puskesmas (BPP) yang menghimpun berbagai
potensi masyarakat, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, organisasi
kemasyarakatan, serta dunia usaha. BPP tersebut berperan sebagai mitra
puskesmas dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 15

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS DARUSSALAM
3.1

Sejarah Singkat Puskesmas Darussalam


Puskesmas darusalam merupakan salah satu puskesmas yang menjadi pusat
pembangunan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan. Puskesmas ini melayani
kesehatan masyrakat di 2 (dua) kelurahan yaitu: Kelurahan Sei Putih Barat dan
Kelurahan Sei Sikambing D. Puskesmas ini mulai di bangun sejak tahun 1965 dan di
resmikan oleh KDH Sumatera Utara, Bapak Marah Halim. Puskesmas ini sudah
lama berdiri sehingga dalam kepemimpinannya sudah beberapa kali berganti.

3.2 Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam


Batasan wilayah kerja Puskesmas yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan
berdasarkan geografis, demografis, sarana transportasi, masalah kesehatan setempat,
sumber daya dan lain-lain. Luas wilayah kerja Puskesmas Darussalam 176,98 Ha
meliputi 2 kelurahan dengan jumlah penduduk 20.870 jiwa.
Puskesmas Darussalam terdiri dari 2 kelurahan yaitu:
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 16

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Kelurahan Sei Putih Barat

: 11 Lingkungan.

Kelurahan Sei Sikambing D

: 12 Lingkungan.

KETERANGAN PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS


DARUSSALAM

3.3

Data Wilayah/Data Geografis


Geografis Puskesmas Darussalam Medan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 17

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Kecamatan Medan Petisah berbatasan dengan sebagai berikut :
Sebelah Utara
: Berbatasan dengan Sei Agul.
Sebelah Selatan
: Berbatasan dengan Babura Sunggal.
Sebelah Timur
: Berbatasan dengan Petisah Hulu.
Sebelah Barat
: Berbatasan dengan Kelurahan Sei Sikambing D..
3.4

Data Kependudukan / Data Demografis


Data demografi Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdiri dari :

Luas Kecamatan
Luas Wilayah Kerja
Jumlah Kelurahan
Jumlah Lingkungan
Jumlah Penduduk
Jumlah Kepala Keluarga
Jumlah Bumil
Jumlah Bayi
Jumlah Balita
Jumlah Anak Sekolah
Jumlah WUS
Jumlah PUS
Jumlah Bufas
Jumlah USILA
Jumlah ASI Eksklusif

: 176,98 Ha.
: 176,98 Ha.
: 2 kelurahan.
: 23 lingkungan.
: 20870 jiwa.
: 5092 KK.
: 411 jiwa.
: 435 jiwa.
: 2.211 jiwa.
: 8284jiwa.
: 3303 jiwa.
: 5428 pasangan.
: 432 jiwa.
: 2086 jiwa.
: 15 jiwa.
Tabel 3.1

Jumlah Penduduk Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam


Januari - Juni Tahun 2014
No.
1
2

Kelurahan

Jumlah Lingkungan

Jumlah Penduduk

11
12
23

9.241
11.629
20.870

Sei Putih Barat


Sei Sikambing D
Jumlah

Keterangan Tabel 3.1


Jumlah penduduk yang besar bukan hanya merupakan modal tetap juga
merupakan beban di dalam pembangunan, karenanya pembangunan diarahkan pada
peningkatan kualitas SDM seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Penduduk di wilayah kerja Puskesmas
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 18

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Darussalam untuk tahun 2014 berjumlah 20.870 jiwa dengan 23 lingkungan dalam 2
kelurahan yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Darussalam.

Tabel 3.2
Jumlah Penduduk Berdasarkan Seks Ratio
Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Medan
Januari - Juni Tahun 2014
No.

1
2

Kelurahan

Jumlah Penduduk (Jiwa)


Laki-laki
4146
3290

Sei Putih Barat


Sei Sikambing D

Perempuan
7494
5922

Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam, 2014

Keterangan Tabel 3.2 :


Seks ratio adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan jenis kelamin.
Ratio ini merupakan perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dan
perempuan di suatu daerah tertentu. Perkembangan penduduk menurut seks ratio
pada tahun 2014 berdasarkan data yang dimiliki Puskesmas Darussalam untuk tahun
2014 adalah jumlah penduduk laki-laki lebih kecil daripada penduduk perempuan.

Tabel 3.3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Medan Tahun 2014
No

Nama Data/Pekerjaan

Jumlah Penduduk

PNS/TNI

746

Karyawam Swasta

1751

Wiraswasta

1461

Pensiunan PNS/TNI/Polri

548

Pedagang

533

KKS ILMU KESEHATAN


MASYARAKAT
6
Polri
FK UMI
7 2014 25 September
Pengangguran
15 September
2014

TOTAL

38
15
5.092

Page 19

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam, 2014

Keterangan Tabel 3.3 :


Dari tabel diatas diketahui bahwa mata pencaharian terbanyak adalah
Karyawan Swasta sebanyak 1751 jiwa, sedangkan paling sedikit dijumpai adalah
Pengangguran sebanyak 15 jiwa.
Tabel 3.4
Data Sasaran Bayi, Balita, Bumil, Bulin (Bufas), WUS, PUS, USILA
Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Medan
No

Kelurahan

Jumlah

Bayi

Balita

Bumil

Pendudu
1
2

Sei Putih Barat


Sei Sikambing D
Jumlah

k
9.241
11.629
20.870

Bulin

WUS

PUS

USILA

1.847
1.456
3.303

3.149
2.279
5.428

1.166
920
2.086

(Bufas)
138
1.162
297
1.049
435
2.211
Tahun 2014

107
310
411

156
276
432

Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam, 2014

Keterangan Tabel 3.4


Dari tabel diatas didapati bahwa penduduk yang paling banyak adalah
golongan PUS , yaitu sebanyak 5.428 jiwa.

3.5 Data Kesehatan


3.5.1 Sarana Fisik
Pada Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdapat sarana fisik
berupa perumahan penduduk sebanyak 3602 unit rumah.
3.5.2 Sarana Ibadah
Pada Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdapat sarana
ibadah berupa tempat ibadah sebanyak 26 unit tempat ibadah.

3.5.3 Sarana Kesehatan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 20

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Pada Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdapat sarana
kesehatan berupa sarana air bersih (PAM, SGL, SPT) sebanyak 4.190 unit sarana air
bersih.
3.5.4 Sarana Pendukung Kesehatan
Pada Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdapat sarana
pendukung kesehatan berupa :
Tabel 3.5
Sarana Pendukung Kesehatan
No

Kelurahan

Posyandu balita

Posyandu Lansia

Ambulan

Darussalam

11

R. Pulau

22

P. Pasir

Tanah 600

10

L. Deli

11

61

Jumlah

Keterangan Tabel 3.4


Dari tabel diatas didapatkan bahwa sarana pendukung kesehatan di
Kecamatan Medan Petisah adalah mayoritas Posyandu Balita.
3.5.5 Sarana Fisik Puskesmas
Pada Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah terdapat sarana fisik
puskesmas berupa ruang:

Ruang Kepala Puskesmas


Ruang Periksa Pasien
Ruang obat
Ruang Suntik
Ruang BKIA/KB/Gizi
Ruang Santun Usila
Ruang tunggu
Ruang UKS
Ruang kartu
Ruang P2M dan imunisasi
Klinik gigi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.

Page 21

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Laboratorium
Aula
Gudang
Kamar mandi pasien
Kamar mandi Pegawai
Kamar mandi USILA
Mushalla

: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.
: 1 buah.

3.6 Tenaga Kesehatan Puskesmas Darussalam


Tabel 3.6 Data Tenaga Kesehatan
di Wilayah KerjaPuskesmas Darussalam
Kecamatan Medan Petisah Tahun 2014

13

Nama
Dr. Hj. Muthia Nimphar, MARS
Zuraida, SKM
Drg. Harysti Hasibuan
Drg. Zuriada Siregar
Drg. Rosita
Dr. Meylina Siluningga
Safniar
Farida Hanum Hutabarat
Karmayati
Dr. Y. Hotmarta Hasiholan
Dr. Murni Dahlena Lubis
Suriati Lombu
Arihta Sembiring

NIP
196403201998032001
196901271990012001
19570119199012001
195803141986032003
196103171989012001
195605151986012001
195602261980102004
196110161981032004
196412281985012001
197103312005022001
197603232006042011
196204161988032002
196712261989112001

14

Faridawati Nadeak

15

No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

16
17
18
19
20
21
22
23

24
25
26
27

196704281990032008

IV/A
III/C
IV/C
IV/C
IV /B
IV/C
III/D
III/D
III/D
III/D
III/D
III/B
III/B
III/B

Pendidikan
Dokter Umum
S1
Dokter Gigi
Dokter Gigi
Dokter Gigi II
Dokter
D3 Bidan
SAA
Pend. Bidan
Dokter
Dokter
Bidan
Perawat Gigi
Kesling

Jabatan
Ka. Puskesmas
Wa. Ka. Puskesmas
Penjab, UKGM
Kepala Sub Bag. Tata Usaha
Wkor II Pelayanan Gigi
Pelayanan Poli Lansia
Diare
Asisten Apoteker
UKS
Wakor I Pengobatan
Wakor II Pengobatan
PKM/PSM
Gigi
Kesling, UKK

Paridah Hanim
Helmina br. Depari
Teti br. Damanik
Suryati Simanjuntak
Suriati
Yusnita lubis
Ingot Agustina Sitorus
Halipah
Oki Irawati

196811211989112001
197012211991032001
197412111993012001
196612161993022001
19740127199702004
197703262001122001
197308222003122001
198406062009042015
19821017201001

III/B
III/B
III/B
III/A
III/A
II/D
II/D
II/D
II/D

TPG
Bidan
Bidan
Akper
Analisis
Ass. Apoteker
Perawat Gigi
Perawat
Analisis

Pelayanan Gizi
Lansia
Deteksi Dini, KIA
WHN/ UKJ / UKM
Laboratorium
Obat
Gigi
TB Paru
Laboratorium

Netti Triana Sitompul


Citra Inriani Zebua
Astri Mardhani
Riza Fatima

2007
197608052011012007
198709012010012020
198505212011012011
Honorer

II/D
II/D
II/C

Perawat
Bidan
Perawat
S.sos

SP2TP
MTBS
Kartu
Administrasi, TU

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

GOL

Page 22

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

3.7

Struktur Organisasi dan Denah Ruangan Puskesmas Darussalam


Bagan Struktur Organisasi Pukesmas Darussalam
Kecamatan Medan Petisah Januari s/d Juni Tahun 2014

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 23

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

SKEMA DENAH RUANGAN PUSKESMAS DARUSSALAM


MEDAN PETISAH

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 24

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

3.8 Fasilitas Fisik Puskesmas Darussalam


Puskesmas Darussalam dalam menjalankan kegiatannya didukung oleh
fasilitas fisik meliputi:
1.
2.

Ruang Rawat Jalan.


Ruangan dilengkapi dengan alat kesehatan/meubiler yang sesuai.

3.8.1 Fasilitas Gedung Puskesmas


Tabel 3.7 Data Fasilitas Gedung
di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam
Kecamatan Medan Petisah Tahun 2014
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Fasilitas Gedung
Ruang Kepala Puskesmas
Ruang Poliklinik Umum
Ruang Pendaftaran/Kartu
Ruang Tunggu
Ruang Pengobatan Gigi
Ruang Obat/Apotik
Ruang KIA/KB/Imunisasi
Ruang Santun Usila
Ruang Laboratorium
Ruang Gizi
Ruang Kamar Mandi
Ruang Gudang
Ruang Tata Usaha/Komputer

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
3
1
1

Page 25

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


14
15
16

Ruang Sholat
Ruang Pertemuan
Ruang P2M

1
1
1

3.8.2 Fasilitas Sumber Daya Manusia


Adapun tenaga kesehatan yang terdapat di Puskesmas Darussalam Kecamatan
Medan Petisah adalah:

Jumlah Dokter Spesialis : Jumlah Dokter Umum


Jumlah Dokter Gigi
Jumlah Asisten Apoteker : 2
Jumlah Sarjana Non Medis
Jumlah Perawat
:5
Jumlah Bidan
Jumlah Perawat Gigi
Jumlah Analisis
:1
Jumlah Gizi

:4
:3
:1
:7
:2
:1

3.8.3 Fasilitas Administrasi


Dalam rangka menjalankan tugas-tugas pokoknya dalam bidang pencatatan
dan pelaporan data, maka Puskesmas Darussalam di dukung oleh fasilitas
administrasi yang terdiri dari:

Kartu berobat.
Buku catatan.
Kartu pelaporan.
Lemari/rak buku.
Meja/kursi.
Komputer.
Stempel.
Arsip.

3.8.4 Fasilitas Imunisasi


Fasilitas imunisasi yang dimiliki Puskesmas Darussalam antara lain:
1.
2.
3.

Lemari es.
Alat-alat imunnisasi.
Vaksin, seperti DPT, Polio, Campak, DT, TT, dan Hepatitis B.

3.8.5 Fasilitas Alat-Alat Kesehatan


Adapun peralatan yang dimiliki oleh Puskesmas Darussalam antara lain:
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 26

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Poliklinik set
Bidan Kit
Lansia Kit
Alat-alat suntik dan alat-alat P3K
Timbangan bayi dan dewasa
Satu set dental unit
Lemari pendingin tempat penyimpanan bahan-bahan imunisasi
Imunisasi kit
Alat-alat laboratorium sederhana

3.8.6 Fasilitas Obat-Obatan


Puskesmas

Darussalam

dalam

rangka

menjalankan

tugas-tugas

pokoknya

memulihkan kesehatan dan pengobatan penyakit didukung oleh perlengkapan obatoabatan, antara lain:
1.
2.
3.

Obat-obatan INPRES.
Obat-obatan ASKES.
Obat-obatan GAKIN.

Fasilitas Obat-obatan tersebut adalah:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.

Acyclovir 200 mg
Acyclovir 400 mg
Allopurinol 100 mg
Ambroxol 30 mg
Amlodipine 10.5 mg
Amoxicillin 500 mg
Amoxicillin syr 125 mg
Antalgin 500 mg
Antasida Doen
Asam Mefenamat 500 mg
Bisoprolol 5 mg
Captopril 12.5 mg
Captopril 25 mg
Ciprofloxacin 500 mg
Chlorpheniramine 4 mg
Clotrimoxazole 480 mg
Clotrimoxazole pediatric 120 mg
Dexamethason 0,5mg
Dextrometorphan HBr 15 mg
Domperidone 10 mg
Diaform 550 mg
Diazepam 2 mg
Digoxin 0.25 mg
Etil Klorida spray

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Botol
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Spray

Page 27

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.

Furosemide 40 mg
:
Glibenklamid 5 mg
:
Graxine
:
Gliseril Guaiakolat 100 mg
:
Griseovuffin 125 mg
:
Glimepiride
:
Hidrokortison krim 2,5 %
:
Ibuprofen 200 mg
:
Ibuprofen 400 mg
:
ISDN 5 mg
:
Kotrimoksazol 240 mg
:
Metronidazol 250 mg
:
Metformin 300 mg
:
Meloxicam
:
Natrium diclofenac 25 mg
:
Natrium diclofenac 50 mg
:
Nifedipine 10 mg
:
OBH syr
:
OksitetrasiklinHCi 1%
:
Oksitetrasiklin HC1 3 %
:
Parasetamol 500 mg
:
Penicillin 500 mg
:
Phytomenadione 10 mg
:
Pil KB
:
Pirantel Pamoat 125 mg
:
Piroxicam 10 mg
:
Ranitidine 150 mg
:
Salbutamol 2 mg
:
Salbutamol 4 mg
:
Salisil Bedak 2 %
:
Selediar
:
Selestidin 200 mg
:
Sianokobalamm (Vit B 12) 500 mcq/ mi-iml :
Simvastatin 10 mg
:
Tetrasiklin 250 mg
:
Vica natal
:
Vit B Comp.
:
Vit B1
:
Vit B6
:
Vit B12
:
Vit C
:
Vit K
:
Zinc 20 mg
:

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tube
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Botol
Tube
Tube
Tablet
Tablet
Tablet
Kotak
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Kotak
Tablet
Tablet
Ampul
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet
Tablet

Page 28

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

BAB IV
PROGRAM KERJA PUSKESMAS
4.1 Program

Dasar

dan

Program

Pengembangan

Puskesmas

Darussalam
4.1.1 Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional, dan global, serta mempunyai daya tarik yang tinggi
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus diselenggarakan
disetiap puskesmas.
Untuk Dinas Kesehatan Kota Medan upaya penyelenggaraan kesehatan wajib
Puskesmas ada 7 program wajib yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Upaya Promosi Kesehatan.


Upaya Kesehatan Lingkungan.
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana.
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat.
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.
Upaya Pengobatan.
Upaya Pencatatan dan Pelaporan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 29

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

4.1.2 Upaya Kesehatan Pengembangan


Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan

permasalahan

kesehatan

yang

ditemukan

dimasyarakat

serta

disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, yang dipilih dari daftar upaya


kesehatan Puskesmas yang telah ada, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Upaya Kesehatan Sekolah.


Upaya Kesehatan Olahraga.
Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat.
Upaya Kesehatan Kerja.
Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut.
Upaya Kesehatan Jiwa.
Upaya Kesehatan Mata.
Upaya Kesehatan Usia Lanjut.
Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional.
Pemeriksaan Laboratorium.
Farmasi

4.2 Program Prioritas Puskesmas Darussalam


4.2.1 Upaya Promosi Kesehatan
Tujuan
1.
Agar individu, kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan
2.

perilaku hidup sehat.


Agar individu, kelompok masyarakat berperan aktif dalam upaya-upaya
kesehatan, ikut dalam perencanaan dan penyelenggaraan posyandu.

Sasaran
1.
2.

Tatanan rumah tangga.


Tatanan institusi pendidikan (sekolah) termasuk madrasah dan pondok

3.
4.

pesantren.
Tatanan tempat kerja (kantor, pabrik, dll).
Tatanan tempat-tempat umum, pasar, terminal tempat ibadah, tempat hiburan,

5.

restoran dan lain-lain.


Tatanan institusi kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit, dll).

Kegiatan
1.

Mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan,


gizi keluarga, KB, imunisasi, posyandu, dan sebagainya bertempat di:
Balai Kelurahan dan Kecamatan.
Sekolah SD, SMP, SMA.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 30

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

2.
3.

Rumah Ibadah.
Posyandu.
Mengadakan ceramah dan diskusi dengan bantuan poster, pamflet, dan brosur.
Pembinaan generasi muda untuk hidup di dalam kegiatan antara lain berupa

4.

gotong royong dan olah raga.


Kegiatan yang dilakukan oleh pihak puskesmas maupun di lapangan yaitu
mewujudkan peran serta masyarakat posyandu dan bakti husada yang

5.

memberikan keterangan penyuluhan terhadap:


a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
b. Higiene dan sanitasi lingkungan.
c. Perbaikan gizi.
d. Kesehatan dan kunjungan ke rumah-rumah.
e. Tanaman obat keluarga.
Mewujudkan peran serta masyarakat melalui posyandu, kesehatan dan

6.

Mempercepat penurunan angka kematian bayi, balita, dan angka kelahiran.


kunjungan ke rumah-rumah serta tanaman obat-obatan keluarga (Toga). Caracara

yang

dilakukan

dengan

mengadakan

penyuluhan

perorangan,

perkelompok, dan massal.


Metode yang dilaksanakan yaitu, bimbingan dan konseling, ceramah, diskusi
kelompok, demonstrasi dan lain-lain.
4.2.1.1 Posyandu
Posyandu merupakan sebagai forum komunikasi alih teknologi dan pelayanan
kesehatan masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat, yang menpunyai nilai
strategis untuk mengembangkan sumberdaya manusia sejak dini.
Tujuan
a.
b.

Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan IMR.


Mempercepat diterimanya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia

c.

Sejahtera).
Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka teknologi

d.

dan swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat.


Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan

e.

kesehatan dan kegiatan lainnya yang menunjang sesuai kebutuhan.


Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan pada masyarakat dalam
usaha meningkatkan cakupan penduduk dan geografis.
Sasaran
Bayi, Balita, Ibu hamil, Ibu menyusui dan PUS.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 31

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Menurut tingkatannya posyandu dibagi menjadi 4 strata yaitu:
a.

Pratama
Kegiatan posyandu strata ini belum mantap dan teratur tiap bulannya, juga

b.

dengan jumlah kader yang terbatas.


Madya
Kegiatan posyandu ini 8 kali dalam setahun, mempunyai kader sebanyak 5

c.

orang dengan cakupan yang masih rendah dengan adanya dana sehat.
Purnama
Kegiatan posyandu strata ini lebih dari 8 kali setahun dengan kader lebih dari

d.

5 orang dengan cakupan baik dan telah memiliki dana sehat.


Mandiri
Kegiatan posyandu ini sebanyak 12 kali dalam setahun dengan kader lebih dari
5 orang, cakupan baik dan dana sehat sudah tersedia untuk lebih dari 50 %
KK.
Pelayanan Posyandu dilakukan dengan pola 5 meja, yaitu:

1.
2.
3.
4.

Meja I
: Pendaftaran.
Meja II : Penimbangan.
Meja III : Pengisian KMS.
Meja IV : Penyuluhan Perorangan.
a. Mengenai balita berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang diikuti
pemberian makanan, oralit, dan vitamin A dosis tinggi.
b. Mengenai gizi, kesehatan diri, perawatan payudara, ASI eksklusif dan P2P

5.

terhadap ibu hamil.


c. Menjadi peserta KB Lestari, pemberian kondom, pil ulangan.
Meja V : Pelayanan tenaga kerja profesional meliputi KIA, KB, Imunisasi
dan pengobatan serta pelayanan lain sesuai dengan kebutuhan setempat.

Tabel 4.1
Distribusi Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam
Kecamatan Medan Petisah Tahun 2014
No

Kelurahan

1 Sei Putih Barat


2 Sei Sikambing D
Jumlah

Pratama
-

Jenis Posyandu
Madya Purnama
10
10
20
-

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Jumlah
Mandiri
-

10
10
20

Page 32

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

4.2.2 Upaya Kesehatan Lingkungan


Untuk memperkecil resiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan akibat
dari lingkungan yang kurang sehat, dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas
lingkungan antara lain dengan pembinaan kesehatan lingkungan pada institusi yang
dilakukan secara berkala. Upaya yang dilakukan mencakup pemantauan dan
pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan fasilitas sanitasi dasar.
Ada 5 upaya kesehatan dasar kesehatan lingkungan yang sering dan
penting dilakukan yakni:
1.

Penyehatan Sumber Air Bersih (SAB)


Kegiatan upaya penyehatan air meliputi: surveilans kualitas air, infeksi sanitasi

2.

sarana air bersih, pemerikasaan kualitas air, pembinaan kelompok pemakai air.
Penyehatan Lingkungan Pemukiman (Pemeriksaan Rumah)
Sarana sanitasi dasar yang dipantau meliputi jamban keluarga, saluran

3.

pembangunan air limbah dan tempat pengelolaan sampah


Penyehatan tempat-tempat umum (TTU)
Penyehatan tempat-tempat umum meliputi hotel dan tempat penginapan lain,
pasar, kolam renang dan pemandian umum lain, sarana ibadah, sarana

4.

angkutan umum, salon kecantikan, bar dan tempat hiburan lainnya.


Penyehatan tempat Pengelola Makanan (TPM)
Secara umum penyehatan TPM bertujuan untuk melakukan pembinaan teknis
dan pengawasan terhadap tempat penyehatan makanan dan minuman, kesiapsiagaan dan penanggulangan KLB keracunan, kewaspadaan dini serta penyakit

5.

bawaan makanan.
Pemeriksaan Jentik Nyamuk
Bersama kader juru pengamatan jentik, petugas sanitasi puskesmas,
melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang mungkin menjadi
perindukan nyamuk dan tumbuhnya jentik, kemudian dihitung berapa rumah
penduduk yang mengalami bebas jentik.

1.
2.
3.
4.

Sasaran:
Daerah yang rawan air bersih.
Daerah yang rawan penyakit menular.
Daerah perkotaan dan pemungkiman baru.
Tempat-tempat umum seperti terminal, pasar swalayan, rumah ibadah, sekolah
dan lain-lain.
Masyarakat yang padat penduduknya dan lingkungan yang kotor.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 33

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Kegiatan:
1.
2.

Penggunaan sumber air bersih dan pembuangan WC yang memenuhi syarat


kesehatan.
Hygiene dan sanitasi tempat tinggal yang mencakup:
Mendata tempat pembuangan sampah dan sarana jamban keluarga
Mendata sarana air minum
Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
Mendemontrasikan tentang sumur yang baik untuk kesehatan.
Hygiene dan sanitasi lingkungan, upaya pengawasan kesehatan tempat-tempat

umum serta tempat pengolah dan peyajian Kegiatan-kegiatan dilakukan di


Puskesmas yaitu:
a.

Penyuluhan tentang kesehatan di Puskesmas Darussalam yaitu pembuatan


sumur dan jamban yang memenuhi syarat-syarat kesehatan serta pembuangan

b.

sampah dan limbah yang baik di sekolah, posyandu dan sekolah puskesmas.
Melakukan kunjungan rumah, kantin, instansi, rumah ibadah, untuk medata
sarana kebersihan lingkungan, perumahan penduduk, kamar mandi dan

c.
d.

menggalakan pengawasan agar bergotong royong membersihkan desa.


Melakukan pengawasan terhadap pabrik-pabrik dan tempat-teempat umum.
Kunjungan ke sekolah-sekolah bersama dengan program UKS yang
mencangkup pemeriksaan air bersih, jamban sekolah, limbah, warung sekolah,
tempat sampah dan lain-lain.
Tabel 4.2

Laporan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Darussalam Medan Petisah


Tahun 2014
No

Kes. Lingkungan
Penyehatan tempat-tempat umum

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Jlh

10

10

10

10

10

56

12

360

365

360

365

360

360

2170

(TTU) (Salon,Hotel,Rumah
2

Ibadah,Pasar/Plaza,Kolam Renang)
Tempat pengelolahan Makanan
(TPM) (Rumah Makan,Kedai Kopi,
Chatering,Restauran, Jual
Makanan/Minuman, Pabrik

Makanan dan Minuman


Jumlah sarana air bersih yang
diinspeksi sanitasi (PAM,SGL,SPT)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 34

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


4

Jumlah sarana pembuangan kotoran

360

365

360

365

360

365

2175

yang diinspeksi sanitasi


Jumlah penyehatan lingkungan

360

365

360

365

360

365

2175

pemukiman (perumahan sehat) yang


6

diinspeksi sanitasi
Pemeeriksaan TPS/TPA

12

Pemeriksaan sanitasi RS

18

Pembinaan DPLS

12

9
10

Jumlah pasien/klien diklinik sanitsi


Pelaksanaan pemberantasan sarang

3
360x

3
365

3
360

2
365

3
360

3
365

17
2175x

nyamuk (PSN)
Penyuluhan kesehatam lingk65ngan

11

4x

4x

4x

4x

4x

4x

24x

12
13

(kelompok)
Penyuluhan kesehatan sekolah
Jumlah tempat

2x
-

2x
-

2x
-

2x
-

2x
-

2x
-

12x
-

pengelolahan/penjualan (PT2)
14

pestisida yang diperiksa


Pengawasan Industri Non Makanan

Dari analisa tabel di atas untuk kesehatan lingkungan Puskesmas Darussalam,


jumlah sarana air bersih yang diinspkesi sanitasi (PAM, SGL, SPT) sebanyak 2.580.
4.2.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
4.2.3.1 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Pengertian
KIA merupakan upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan
ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita, serta anak usia pra-sekolah yang menjadi
tanggung jawab puskesmas dalam rangka meningkatkan kesehatan serta
kesejahteraan bangsa pada umumnya.
Sasaran
Ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita, serta anak usia pra sekolah
Tujuan
1. Melaksanakan pemeriksaan pada ibu hamil: timbang berat badan, mengukur
tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberiaan tablet penambah
darah, serta vitamin A
2. Memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai keadaan gizi, perawatan
payudara, ASI eksklusif, kebersihan diri dan lingkungan, serta P2P.
3. Memberikan motivasi agar ibu hamil ikut pelayanan KB.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 35

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


4. Membina Posyandu
5. Merujuk pasien ke RS, apabila penyakitnya tidak dapat ditanggulangi di
Puskesmas.
6. Pencatatan dan pelaporan KPBIA (Kelompok Pembina Belajar Ibu dan Anak)
7. Pemberian imunisasi pada bayi, balita, ibu hamil, anak sekolah, dan calon
pengantin.
Kegiatan
1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan dan pemeliharaan ibu hamil dan menyusui


Pertolongan persalinan di luar rumah sakit
Pemeriksaan dan pemeliharaan anak
Imunisasi dasar dan revaksinasi
Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita

diare dengan pemberian cairan per oral


6. Penyuluhan gizi untuk meningkatkan untuk meningkatkan status gizi ibu dan
anak.
7. Bimbngan kesehatan jiwa anak
8. Menjalankan kunjungan rumah
9. Pendidikan kesehatan pada masyarakat
10. Kursus dukun
11. Pelayanan keluarga berencana (KB)
4.1.3.2 Keluarga Berencana (KB)
Pengertian
Keluarga berencana adalah pengunaan cara-cara mengatur kesuburan agar
menjarangkan kelahiran selanjutnya untuk mencapai tujuan tertentu
Tujuan
Menaikkan kesehatan melalui usaha menjarangkan kelahiran dalam kelembagaan
NKKBS
Sasaran
PUS, Ibu hamil, dan menyusui
Kegiatan
1. Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha
terpadu.
2. Memberikan layanan kontrasepsi pada akseptor KB dalam bentuk IUD, pil,
kondom, suntikan, kontap dan susuk.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 36

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


3. Menerima akseptor dan calon akseptor yang dirujuk dari pos-pos KB dan
posyandu wilayah kerja puskesmas
4. Memotivasi calon akseptor dan akseptor KB agar menjadi motivator KB.
5. Melayani konsultasi kemandulan dan konsultasi KONTAP
6. Membuat laporan kegiatan KB bulanan, triwulan, dan tahunan.
4.2.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
A.

Batasan
Usaha perbaikan gizi adalah usaha pokok kesehatan yang ditunjuk untuk
mencegah dan menanggulangi masalah gizi pokok yang ada di Indonesia dengan
jalan menurunkan jumlah pendeita kurang gizi serta untuk meningkatkan status gizi
masyarakat secara keseluruhan.

B.

Tujuan
1. Tujuan Umum
a)

Meningkatkan status gizi balita dimana sasaran melalui kegiatan posyandu,

b)

pelayanan di puskesmas pembantu maupun pos kesehatan.


Meningkatkan peran serta PKK agar ikut mendukung peran serta aktif dari
ibu-ibu kader posyandu maupum dari tokoh masyarakat dalam pelaksanaan

c)

posyandu.
Meningkatkan kerja sama dengan lintas sektoral maupun lintas program.

2. Tujuan Khusus
a)
b)
c)

Menurunkan kadar KEP dan Gaki.


Menurunkan penderita anemia gizi terbaru pada ibu hamil.
Menurunkan penderita kekurangan vitamnin A.

3. Sasaran
a)
b)
c)
d)

Balita.
Ibu menyusui.
Ibu hamil.
Penderita dari Balai Pengobatan.

4. Kegiatan Gizi
a)

Dalam Gedung
1.
Pojok Gizi.
2.
Pelayanan Gizi rawat inap
Penyuluhan dan konsultasi gizi.
Penyediaan makan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 37

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


b)

Luar Gedung
1.
2.
3.
4.

Luar Gedung.
Pemberian paket pertolongan gizi.
Penyuluhan kelompok.
Pemantauan status gizi.

5. Pelaksanaan Pojok Gizi


1)

2)

3)

4)

5)
6)

Kegiataan Pojok Gizi :


a) Tenaga 1 orang D1 gizi.
b) Diawali dengan pengenalan program kesemua staf Puskesmas dengan
materi yang sama pada saat pelatihan gizi se-kabupaten.
Bentuk Kegiatan Pojok Gizi
a) Penyuluhan perorangan di ruang pojok gizi.
b) Penyuluhan kelompok pada posyandu untuk ibu hamil,bayi,balita.
c) Penyuluhan kelompok pada posyandu lansia.
Sasaran Program Pojok Gizi
a) Bayi dan balita KEP.
b) Bumil resiko tinggi.
c) Penderita DM,hipertensi, obesitas,KP,Thypoid.
Metode Pelaksanaan
a) Waktu : Tiap hari sesuai dengan jam kerja Puskesmas.
b) Sarana :
- Ruang Gizi.
- Peralatan yang digunakan.
- Leafelt DM,rendah garam,rendah kolestrol,TKTP,rendahkalori.
- Satu set Food motel.
- Macam buku panduan.
c) Pelaksanaan 1 orang MADE, 1 orang D1 gizi.
d) Metode :
- Wawancara ,observasi (ruang gizi dan posyandu).
- Membaca kediaman medis.
- Pengamatan langsung di lapangan.
- Cara evaluasi dengan monitor perkembangan BB,keadaan fisik,
data laboratorium dan data klinis.
Dana Sawadaya Puskesmas dan program.
Kriteria yang digunakan.
Potensi yang mendukung untuk mengembangkan pokok gizi diPuskesmas :

a.
b.
c.
d.
e.

Kebijakan dari kepala Puskesmas.


Tersedia sarana dan prasana dari swadaya Puskesmas meskipun masih kurang.
Adanya tenaga professional dan bidan yang memonitor sasaran.
Keberadaan Polidens sehingga membantu memonitor sasaran.
Khusus di kota Medan karena merupakan program rutinitas maka dipandang
perlu untuk ditingkatkan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 38

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Tabel 4.5
Sasaran Target dan Pencapaian Pemberian Vitamin A dan Tablet Fe untuk Bumil,
Bufas, Bayi dan Balita di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Tahun 2014
Target
Kegiatan

Sasaran

Fe1 Bumil

Angka

Pencapaian
%

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Bumil

93

38

40

42

42

43

44

Fe3 Bumil

505
Bumil

90

36

38

41

42

42

40

Fe + Vit A

Bufas

80

36

37

22

35

37

40

Bufas
Vit A Bayi

482
Bayi

80

196

85,2

Tercapai

Vit A

230
Balita

80

2071

85,1

Tercapai

Balita

2433

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan,2014

Tabel 4.6
Data SKDN Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah
Bulan Januari Juni Tahun 2014
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 39

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Bulan

Data Laporan

Cakupan

Pos Penimbangan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni

N/S

D/S

K/S

D/K

N/D

2628
2892
2892
2892
2892
2892

1970
2512
2512
2526
2548
2548

1250
2456
1471
1604
1861
2895

959
2159
1188
1286
1469
1531

36,5
74,7
41,1
44,5
50,8
52,3

47,6
84,9
50,9
55,5
64,3
65,5

75
86,9
86,9
87,3
88,1
88,1

63,5
97,8
58,6
63,5
73
74,4

76,7
87,9
80,8
80,2
78,9
80,8

Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam Medan, 2014

Keterangan :

Semua Balita yang ada didaerah penimbangan.

Semua Balita yang terdaftar dan mempunyai KMS pada bulan ini.

Semua Balita yang ditimbang bulan ini.

Semua Balita yang naik timbangan mengikuti pita warna KMS.

N/S

Dampak program cakupan ( target = 40%).

D/S

Peran Serta masyarakat( target = 75%).

K/S

Peran serta Petugas dari Puskesmas ( target = 85%).

D/K

Peran aktif kader (target =70%).

N/D

Situasi lingkungan termasuk penyakit atau wabah (target = 80%).


Tabel 4.7

Evaluasi Hasil Kegiatan Bulanan Program Gizi Puskesmas Darussalam Medan


Petisah
No
1

Balok SKDN
Efektifitas

Target (%)
40

PENCAPAIAN
61,7

KETERANGAN
Tercapai

Program (N/S)
Cakupan

85

85,5

Tercapai

Program ( K/S)
Peran Serta

75

72,1

Belum Tercapai

70

81,4

Tercapai

Masyarakat
4

(D/S)
Kesinambungan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 40

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Program (D/K)
Status Gizi

80

50,2

Belum Tercapai

(N/D)
Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Tabel 4.8
Distribusi Kapsul Vitamin A Puskesmas Darussalam
Kecamatan Medan Petisah Tahun 2014
Vitamin
Bayi
Balita

Sasaran
230
2433

Target
80%
80%

Februari
192
2071

Total
192
2071

Total
85,2%
85,1%

Keterangan
Tercapai
Tercapai

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

4.2.5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan benda hidup seperti
virus,bakteri,reckettsia,jamur, protozoa atau cacing. Oleh karena penyakit dapat atau
cacing yang dapat menular dari satu penderita keorang keorang lain.
Pengendalian penyakitmenular ini dimungkinkan karena orang mengetahui
antara lain berbagai cara penularannya. Cara penularan dapat terjadi secara langsung
yaitu kontak langsung antara penderita dengan orang yang peka ataupun secara tidak
langsung, udara,makanan,tanah,pakaian,serangga, tangan dan seterusnya.
Untuk kepentingan pemberantasan yang menggunakan strategi menghilangkan
cara transmisi penyakit,maka penyakit sering kali dikelompokan atas dasar cara
penyebarannya. Hal ini sangat penting untuk mencegah menjalarnya penyakit dari
satu daerah kedaerah lain.
Sasaran:
Seluruh lapisan masyarakat.
Tujuan:
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 41

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Mencegah terjadinya penyakit.


Untuk meningkatkan kesehatan yang optimal.

Pemberantasan penyakit menuar dan P2M dilaksanakan karena :


1.

Masih tingginya angka penyakit menular yang dapat dicegah dengan

2.

imunisasi,misalnya : penyakit campak, TB paru.


Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan hygine dan

3.

sanitasi misalnya : diare,infeksi mata,infeksi telinga dan mastoid.


Masih tingginya angka penyakit penderita menular yang penularannya
melalui vektor, misalnya : demam berdarah.

Untuk mendukung itu semua dilakukan beberapa kegiatan seperti :


1. Mengadakan imunisasi BCG, DPT, Campak, DPT, TT.
2. Memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehtan kepada masyarakat
yang ada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Medan Petisah.
3. Mengindentifikasi kasus sedini mungkin dan kemudian dilakukan
perencanaan pengobatan.
4. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
5. Menyembuhkan penderita hingga benar-benar sehat.
Tabel 4.9
Data cakupan ISPA di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Bulan Januari - Juni Tahun 2014
Kegiatan

Target

Target

Sasaran

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Total

1631/Thn

Balita

185

165

195

220

220

177

1162

(%)
Program P2

100

ISPA

(135/bln)

cakupan
balita yg
bukan
Pneumonia

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Keterangan tabel 4.9 :


KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 42

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Target ISPA = 1162 / thn
= 1162/ 1631 X 100%
= 71,2 % (Target belum tercapai)
Tabel 4.10.
Data Cakupan Diare di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Bulan Januari - Juni Tahun 2014
Kegiatan

Target

Sasaran

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

585/tahun

64

73

55

66

48

36

%
Program

2,8

P2 diare

(48/bulan)
Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam Medan, 2014

Keterangan tabel 4.10 :


Analisa = 342/585 X 100 %
= 58,46% ( Target belum tercapai)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 43

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Program Imunisasi
Pengertian
Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan kepada tubuh terhadap
penyakit infeksi tertentu dengan memasukkan suatu zat ke dalam tubuh.
Sasaran
Bayi, balita, ibu hamil, anak sekolah dan pasangan usia subur.

Tujuan:
1.

Tujuan Umum
Menurunkan angka kematian dan angka kecacatan bayi dan balita.

2.

Tujuan Khusus
Tercapainya UCI (Universal Child Immunization).
Tercapainya imunisasi TT = 80%.
Tercapainya eradikasi polio = 90%.

Macam-macam Imunisasi :
1. BCG
Gunanya : Mencegah dan memberi kekebalan terhadap penyakit TBC.
Cara pemberian :
Diberikan satu kali waktu bayi lahir atau sedini mungkin dengan dosis 0.05cc
secara intrakutan pada lengan kanan atas.
2. DPT
Gunanya : Mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
Cara pemberian :
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 44

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Diberikan 3 kali dengan interval 4 minggu pada bayi berusia 2-11 bulan dengan
dosis 0,5cc secara IM pada paha bagian luar.

3. Polio
Gunanya : Memberikan kekebalan secara aktif terhadap penyakit polio.
Cara pemberian :
Diberikan 4 kali usia 0-4 bulan dengan dosis 2 tetes secara oral.
4. Campak
Gunanya :Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak.
Cara pemberian :
Diberikan satu kali pada usia 9 bulan dengan dosis 0.5cc secara SC/IM pada lengan
kiri.
5. Hepatitis- B
Gunanya : Mencegah penyakit Hepatitis.
Cara pemberian :
Diberikan 3 kali dengan dosis 0.5 cc IM pada usia 0-11 bulan pada paha sebelah
kanan.
Tujuan dilaksanakan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
oleh Puskesmas Darussalam Medan Petisah :
Mencegah terjadinya penularan penyakit.
Mengurangi angka kesakitan.
Mengurangi angka kematian.
Hal ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada Masyarakat.
Melakukan pencegahan melalui pembasmian vektor.
Melakukan pengobatan.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 45

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Melaporkan data penyakit menular.
Pemberian imunisasi BCG, DPT, Polio, campak, Hepatitis-B dan TT.
Kunjungan kerumah penduduk guna menemukan kasus baru.
Penyemprotan nyamuk diwilayah kerja Puskesmas Darussalam.

Tabel 4.11
Cakupan Imunisasi di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Bulan Januari Juni Tahun 2014
BCG
DPT HB-1
DPT HB-2
DPT HB-3
POLIO 1
POLIO 2
POLIO 3
POLIO 4
CAMPAK

Target
97%
97%
90%
90%
97%
90%
90%
85%
90%

Jan
32
30
29
29
34
32
30
30
30

Feb
68
70
67
64
74
70
68
65
69

Mar
103
110
105
102
113
105
106
102
106

Apr
139
149
145
140
151
150
144
140
142

Mei
179
187
185
179
191
188
184
179
180

Jun
218
222
220
214
227
222
219
214
219

Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam, 2014

Target imunisasi:

BCG

: 50,1%.

DP- HB 1

: 51,0%.

DPT HB 2

: 50,5%

DPT-HB 3

: 49,1%.

Polio 1

: 52,1%

Polio 2

: 51,0%

Polio 3

: 50,3%

Polio 4

: 49,1%.

Campak

: 50,3%.

Keterangan Tabel 4.11


Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
1.

Program imunisasi BCG, yakni 50,1% dari 48,5 %,


berarti target tercapai.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 46

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


2.

Program imunisasi DPT-HB 1, yakni 51,0 % dari


48.5 %, berarti target tercapai

3.

Program imunisasi DPT-HB 2, yakni 50,5% dari 45


%, berarti target tercapai.

4.

Program imunisasi DPT-HB 3, yakni 49,1% dari 45


%, berarti target tercapai.

5.

Program imunisasi Polio 1, yakni 52,1 % dari 48.5


%, berarti target tercapai.

6.

Program imunisasi Polio 2, yakni 51,0% dari 45 %,


berarti target tercapai.

7.

Program imunisasi Polio 3, yakni 50,3% dari 45 %,


berarti target tercapai.

8.

Program imunisasi Polio 4, yakni 49,1% dari 42,5


%, berarti target tercapai.

9.

Program imunisasi Campak, yakni 50,3% dari 45


%, berarti target tercapai.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 47

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Pemberantasan Penyakit Menular


Pengertian:
Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang atau
hewan sakit dan reservoir ataupun benda-benda yang mengandung bibit penyakit lainnya
ke manusia sehat.
Sasaran:
Seluruh lapisan masyarakat
Tujuan:

Mencegah terjangkitnya penyakit.


Untuk meningkatan kesehatan yang optimal.
Menurunkan angka kematian dan kesakitan.

Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dilaksanakan karena:

Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang dapat dicegah dengan

imunisasi, misalnya: Penyakit difteri, tetanus, dll.


Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan hygiene dan sanitasi,

misalnya: cholera, diare, typhus, infeksi mata dan cacingan.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang penularannya melalui

vektor, misalnya : Malaria, Filariasis, dan Demam Berdarah.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang ditulari secara langsung,
misalnya: TBC, ISPA, Kusta, Campak, Polio, dan lain-lain.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 48

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Langkah langkah pelaksanaan:
-

Mengumpulkan data dan menganalisa penyakit (surveylens).


Melaporkan penyakit menular.
Melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE).
Menyembuhkan penderita.
Memberikan kekebalan (imunisasi) melalui: Imuninsasi Dasar, TT WUS,

BIAS.
Penyuluhan penyakit menular.
Kegiatan dengan lintas sektoral seperti: PSN, Posko Gabungan saat KLB.
Pemantauan ke RS Rujukan penyakit menular dan berpotensi wabah yang
berada di wilayah kerja.
Tabel 4.12.

Distribusi Penyakit TB Paru di Puskesmas Darussalam Periode Januari - Juni


Tahun 2014
Bulan

BTA

BTA

Kambuh

Anak

E.Paru

Total

(+)

(-),Ro (+)

Januari
Februari
Maret
April
Mei

1
2
3
2
4

3
1
1
1

4
3
4
2
5

Juni

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Keterangan Tabel 4.12 :


Dari tabel diatas dapat diketahui :
-

Masih dijumpainya penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam


Medan Petisah.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 49

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

TABEL 4.13.
Data Dasar Demam Berdarah Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Periode Januari Juni 2014
NO

BULAN

JUMLAH

1
2
3
4
5
6

JANUARI
FEBRUARI
MARET
APRIL
MEI
JUNI
Jumlah

PENDERITA
0
3
0
0
0
1
4

SEMBUH
0
3
0
0
0
1
4

MENINGGAL
0
0
0
0
0
0
0

Sumber : SP2TP Puskesmas Darussalam Medan,2014

Keterangan tabel 4.13


Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah penderita demam berdarah terbanyak
adalah pada bulan Februari.
4.2.6. Upaya Pengobatan
Bertujuan memberikan pertolongan segera dengan menyelesaikan masalah
kritis yang ditemukan untuk mengembalikan fungsi vital tubuh serta meringankan
penderita dari sakitnya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :

Memeriksa dan mendiagnosa serta memberikan obat yang sesuai (sesuai


dengan alur pelayanan).

Memberikan penyuluhan kepada pasien.

Melakukan tindakan P3K.

Rujukan diberikan atas indikasi medis.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 50

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

TABEL 4.14
DATA KUNJUNGAN PASIEN PUSKESMAS DARUSSALAM
PERIODE JANUARI JUNI 2014
NO
1
2
3
4
5
6

BULAN
JANUARI
FEBRUARI
MARET
APRIL
MEI
JUNI
JUMLAH

KUNJUNGAN

UMUM

KTP/KRT

JAMKESMAS

ASKES

RUJUK

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan,2014

Keterangan Tabel 4.14 :


Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa :
1. Jumlah Kunjungan terbanyak ada pada bulan September yakni sebanyak 2400
kunjungan.
2. Rata rata jumlah kunjungan perbulannya adalah 1800 kunjungan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 51

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Tabel 4.15.
Jumlah Rata Rata Penyakit Terbesar Di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Tahun 2014
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Penyakit
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN
GIGI
DIARE
PENYAKIT KULIT
MIALGIA
DM
HIPERTENSI
GASTRITIS
TB PARU
INFEKSI TELINGA TENGAH

Jumlah Rata Rata


1544
929
675
402
228
196
173
162
161
117

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Keterangan Tabel 4.15 :


Dari data diatas didapatkan bahwa :

Penyakit Infeksi Saluran Napas merupakan penyakit yang terbanyak pada tahun

2014 di Puskesmas Darussalam Medan Petisah.


Penyakit Infeksi Telinga Tengah merupakan penyakit yang terendah pada tahun
2014 di Puskesmas Darussalam Medan Petisah.

4.2.7 Upaya Pencatatan dan Pelaporan


Tujuan:
-

Membuat perencanaan.

Membuat register (Rekam Medik) kegiatan dalam dan luar gedung.

Pencatatan kegiatan tiap program dan kegiatan lain.

Pelaporan oleh masing masing pemegang program.

Laporan dirangkum kedalam SP2TP.

Hasil laporan disampaikan ke DKK Medan dalam bentuk laporan


mingguan.

Pencatatan berupa : Kegiatan administrasi.


Pelaporan berupa :

Laporan kejadian luar biasa.


Laporan harian :
mencatat dan melaporkan kegiatan Puskesmas dan
Posyandu.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 52

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Laporan triwulan :

laporan terpadu untuk semua kegiatan dan rencana

kerja.
Pencatatan pelaporan yang dilakukan di puskesmas Tuntungan dilaksanakan
oleh beberapa sub-bagian di puskesmas belum lengkap dan belum teratur dan
laporan bulanan.

4.3

Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas Darussalam

4.3.1 Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS


Pengertian :
Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) adalah wadah belajar untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia
sekolah yang berada disekolah maupun perguruan agama.
Tujuan :
Menciptakan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta
memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam
rangka pembentukkan manusia seutuhnya meliputi kegiatan :

Pelatihan dokter kecil dan remaja.

Penyuluhan bersama PromKes melalui kunjungan berkala.

Lomba sekolah sehat, cerdas cermat dokter kecil, lomba karya tulis
dokter remaja.

Pelatihan guru UKS.

Usaha kesehatan gigi anak sekolah (UKGS).

Membuat FOKKER (Forum Komunikasi Kesehatan Remaja).

Tabel 4.16
Data UKS Puskesmas Darussalam Medan Petisah Tahun 2014
No

Kegiatan

Sasaran

Target (%)

Pencapain
(%)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 53

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


1

Penjaringan peserta didik

1824

79

1599 (87,6%)

1120

10% jlh murid

240 (21,4%)

SD, SMP.
2

Pelatihan dokter kecil

sekolah dasar
dari 100%
Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Keterangan tabel 4.16:


Bahwa penjaringan peserta didik SD dan SMP yang dinaungi oleh Puskesmas
Darussalam Medan sudah memenuhi target (87,6%) dari jumlah sasaran 1824 siswa dan
jumlah dokter kecil belum memenuhi target (21,4%) dari jumlah siswa SD yaitu 240
siswa.

4.3.2 Upaya Kesehatan Olahraga


Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penerangan kepada pengunjung
agar menjaga kesehatan kebugaran tubuh dengan berolahraga. Di Puskesmas
Darussalam Medan Petisah sampai saat ini belum berjalan dengan baik.

4.3.3 Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat


a.

Tujuan perawatan kesehatan masyarakat (PKM) adalah:


Memberikan pelayan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau

keluarga di rumah pasien dengan mengikut sertakan masyarakat dan kelompok


masyarakat disekitarnya.
b.
Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan kesehatannya
sendiri dan cara-cara penanggulangannya disesuaikan dengan batasan-batasan
kemampuan mereka.
c.
Menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan penyakit,
peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya.
4.3.4 Upaya Kesehatan Kerja
Pengertian

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 54

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Kesehatan kerja adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan
dalam bidang kesehatan kerja masyarakat baik dalam waktu sakit maupun sehat guna
meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dan keluarga.
Sasaran
Para pekerja dan keluarganya.
Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan tiap pekerja agar dapat menjalankan
fungsinya seoptimal mungkin di wilayah Puskesmas Darussalam.Untuk itu perlu
diadakan pendataan dan penyuluhan bagi pekerja.
4.3.5 Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Upaya kesehatan gigi dan mulut (UKGM) adalah upaya pokok yang menjadi
beban puskesmas yang bertujuan untuk mencegah dampak pengobatan serta dapat
diartikan pula kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan pada individu, keluarga
dan masyarakat berpenghasilan rendah khususnya kelompok masyarakat awam.

Kegiatan-kegiatan upaya kesehatan gigi dan mulut yang dapat dilaksanakan:

Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi, penambalan dan pencabutan

gigi.
Membuat rencana kerja dan laporan kegiatan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi:

Pemeriksaan, pengobatan, perawatan gigi dan mulut serta rujukan penyuluhan

kebersihan gigi pada pasien yang berobat di puskesmas.


Usaha kesehatan gigi anak sekolah.
Usaha kesehatan gigi masyarakat desa (UKGMD).

Tabel 4.17
Data Kunjungan poli Gigi dan Mulut di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Periode Januari April 2014
No
Januari Februari Maret April
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 55

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


1
2
3

Askes/PHB/BPJS
Jamkesmas
Medan Sehat (JPKMS)
JUMLAH

7
1
1
9

25
7
3
35

19
11
20
50

43
11
21
75

Sumber : SP2TP PuskesmasDarussalam Medan, 2014

Keterangan Tabel 4.17 :


Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah kunjungan terbanyak adalah pada bulan april
dengan total pasien 75 orang peserta.
4.3.6. Upaya Kesehatan Jiwa
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
1.
2.
3.

Pengenalan dini gangguan jiwa.


Memberikan pertolongan pertama pada penderita gangguan jiwa.
Melakukan rujukan kepada unit yang lebih mampu bila diperlukan.

4.3.7. Upaya Kesehatan Mata


Kegiatan yang dilakukan berintegrasi dengan kegiatan puskesmas yang lain :
a.
b.
c.

Penyuluhan tentang bahan makanan yang mengandung Vit. A.


Pencegahan dan pengobatan terhadap defisiensi Vit. A dan infeksi mata.
Melakukan rujukkan kebagian mata RSUD. Dr Pringadi dan RSUP. H. Adam
Malik Medan.

4.3.8 Upaya Kesehatan Lanjut Usia


Kegiatan-kegiatan lanjut usia adalah kesehatan golongan orang usia berusia
68 tahun atau lebih secara jasmani,rohani, maupun sosial. Upaya kesehatan di
puskesmas adalah pelayanan kesehatan lanjut usia antara lain adalah upaya
promotif, berupa:
1. Kegiatan penyuluhan tentang:
Kesehatan dan pemeliharaan kesehatan diri.
Makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
2 . Pembinaan senam Lansia.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 56

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

4.3.9 Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional


Kegiatan ini meliputi pendataan terhadap pengobatan tradisional di
Kecamatan Medan Petisah. Kegiatannya meliputi :
Pembinaaan kepada masyarakat pengobatan tradisional antara lain dukun
beranak,dukun patah,dukun pijit,tukang jamu dan lain-lain.
4.3.10 Laboratorium Sederhana
Kegiatan laboratorium di Puskesmas bertujuan mempermudah mengadakan
diagnose terhadap penyakit baik menular yang akut.Puskesmas memiliki :
Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana, yaitu:
Laboratorium rutin: darah, urine, feses urine.
Laboratorium khusus :
Darah khusus : golongan darah, KGD.
Urinanalisa : protein, reduksi, bilirubin.
Plano test.
Sputum (BTA).
Membuat laporan hasil laboratorium.

Tabel 4.18
Laporan Bulanan Laboratorium Puskesmas Darussalam Medan Petisah
Januari Juni 2014
No Pemeriksaan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
1

Jumlah
specimen
darah yang
diperiksa

Jumlah
specimen air
seni yang
diperiksa

Jumlah
pemeriksaan
BTA/TBC

10

21

17

20

14

19

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 57

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


4

Jumlah
pemeriksaan
BTA/TBC (+)

Jumlah
pemeriksaan
lab lainnya
(KGD)

10

15

BAB V
LAPORAN KEGIATAN
15 September 2014

Melapor ke Puskesmas Darussalam.

Perkenalan dengan Kepala Puskesmas Darussalam dr. H. Muthia Nimphar,


MARS
16 September 2014

Perkenalan dengan staf Puskesmas Darussalam.

Orientasi lingkungan Puskesmas.

Membantu melakukan penjaringan BMI/Gizi dan Gigi pada anak SD-SMP

Negeri 34.
Mengenal data-data program pokok Puskesmas dari Pemegang Program.

17 September 2014
Mencari data-data program pokok Puskesmas.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 58

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Memberikan penyuluhan UKS dengan topik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan

membantu melakukan penjaringan BMI/Gizi di TK dan PAUD Daya Cipta.


Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Posyandu Lansia
Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Puskesmas.

18 September 2014

Melakukan senam lansia bersama staf puskesmas Darussalam


Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Puskesmas.
Mencari data-data program pokok Puskesmas.
Memberikan penyuluhan kesehatan ibu dan anak dengan topik Makanan
Pendamping ASI di puskesmas Darussalam.

19 September 2014
Melakukan Senam Aerobik dan Senam lansia dengan staf puskesmas Darussalam

dan para lansia.


Pembinaan kantin sekolah di SD negeri 064012 Jl. DI. Penjaitan No.189 Medan
Penjaringan BMI/Gizi pada siswa di SD negeri 064012 Jl. DI. Penjaitan No.189

Medan
Penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk di kelurahan Sei Sikambing D, Medan.
Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Puskesmas.
Mencari data-data program pokok Puskesmas.

20 Septermber 2014
Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Puskesmas.
Menyusun laporan kegiatan Puskesmas.
22 September 2014

Imunisasi campak pada siswa kelas 1 SDN 060883 dan SDN 060893

Membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien di Puskesmas

Menyusun laporan kegiatan Puskesmas

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 59

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

BAB VI
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
I.1

Kesehatan Ibu dan Anak


Dalam keluarga terdiri dari bapak, Ibu, dan anak. Yang perlu diperhatikan dalam

kesehatan keluarga adalah kesehatan Ibu dan kesehatan anak karena angka kematian Ibu dan
anak tinggi.
Permasalahan dalam kesehatan keluarga terbagi 2 yaitu:
1. Permasalahan Kesehatan Ibu.
Permasalahan kesehatan Ibu adalah dijumpainya angka kematian yang tinggi dan
menurut data dari Dinas Kesehatan didapati 228 Ibu meninggal dari setiap 100.000
persalinan. Tingginya angka kematian itu disebabkan oleh beberapa hal yang meliputi:
a. Perdarahan
b. Infeksi
c. Eklamsia, dan
d. Pre-eklamsi
2. Permasalahan Kesehatan Anak.
Permasalahan kesehatan anak adalah dijumpainya angka kematian anak yang tinggi
yang didapat dari data Dinas Kesehatan, dimana terdapat 341 anak meninggal dari setiap

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 60

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


1000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian itu disebabkan oleh beberapa hal yang
meliputi:
a. Asfiksia
Asfiksia bisa terjadi karena sulitnya jalan lahir. Cara mencegahnya dengan
pembebasan jalan nafas, dan disungkup, serta ditambah dengan ambu bag.
b.

BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)


Biasanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi pada Ibu pada saat
kehamilan, berat badan bayi yang lahir rendah yaitu kurang atau sama dengan 2500
gram.
BBLR dapat dibagi 2 yaitu:
1. Prematuritas Murni
Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat
badan untuk masa gestasi itu atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai
2.

untuk masa kehamilan (NKB SMK).


Dismaturitas
Bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa
gestasi itu. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan
merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK). Apabila dijumpai
kasus bayi dengan BBLR maka tindakan yang dilakukan adalah dengan
menggunakan metode kangguru, yaitu dengan cara si Ibu mendekap bayi
tersebut.

c.

Infeksi neonatorum
Biasanya infeksi ini didapat dari kongenital dan infeksi yang didapat pada saat
persalinan misalnya: Pemotongan tali pusat, ketuban pecah lama.

Untuk mengatasi permasalahan diatas maka Dinas Kesehatan mengeluarkan beberapa


program diantaranya:
1. Program untuk mengatasi permasalahan Ibu:
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Tujuan dari P4K ini adalah
untuk mencegah terjadi sesuatu atau perdarahan pada saat kehamilan. P4K dibuat dalam
bentuk stiker yang diberikan pada setiap Ibu yang sedang hamil.
Isi dari P4K ini adalah:
a. Nama Ibu.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 61

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


b.

Taksiran kelahiran Seorang Ibu wajib mengetahui haid terakhir untuk

c.

memudahkan taksiran persalinan.


Penolong persalinan Dukun beranak tidak boleh lagi menolong, tetapi dukun
beranak boleh bermitra dengan Bidan. Dukun beranak hanya bisa merawat bayi
sewaktu persalinan. Nama Bidan harus diketahui siapa yang akan menolong pada

d.
e.

waktu persalinan, dan terdapat Bidan ditempat Kelurahan.


Tempat persalinan.
Pendamping persalinan Suami harus mengetahui kalau istrinya akan melahirkan,

f.

dan pada tanggal berapa untuk memudahkan kelahiran.


Transportasi Harus disiapkan kalau di daerah terpencil agar memudahkan

g.

persalinan.
Calon pendonor darah Sebelum mengetahui pendonor darah, Ibu hamil wajib
mengetahui golongan darahnya pada saat kunjungan Ibu hamil.

2.

Program untuk mengatasi permasalahan anak


Beberapa hal yang dilakukan setelah bayi lahir, yaitu:
a. IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Hal ini diberikan sesaat setelah bayi lahir, ini
berguna untuk mengurangi angka kematian bayi hingga 20 persen, menghentikan
b.
c.

perdarahan, dan merangsang keluarnya prolaktin.


Salep mata.
Imunisasi Pemberian imunisasi diberikan 2 jam setelah bayi lahir. Imunisasi yang
diberikan adalah imunisasi hepatitis (Hbo) dan BCG bisa diberikan paling lama 1

d.

bulan setelah bayi lahir.


Pemberian vitamin K.

6.2 Kesehatan Lingkungan


Definisi Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan menurut WHO (World Health Organization) adalah suatu
keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin
keadaan sehat dari manusia.
Menurut H. Blumn, tahun 1974 ada empat faktor yang mempengaruhi kesehatan :
1.

Faktor lingkungan

2.

Faktor perilaku

3.

Faktor pelayanan kesehatan

4.

Faktor keturunan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 62

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Diantara Keempat faktor tersebut yang paling mempengaruhi adalah faktor
lingkungan dan perilaku.

Faktor lingkungan
Syarat lingkungan yang sehat :
-

Tersedia air bersih, sumur air bersih, sumur gali, PDAM


(Perusahaan Daerah Air Minum), PMA (Penampungan Air Hujan).

Terdapat jamban/WC keluarga

Terdapat TPS (Tempat Pembunangan Sampah), tempat sampah


harus tertutup dengan sebelumnya dialasi plastik bewarna hitam, disediakan 2
tempat yaitu sampah basah dan kering.

Tempat pembuangan air limbah

Faktor Perilaku
Intinya adalah melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) :
-

BAB (Buang Air Besar) di jamban

Cuci tangan memakai sabun sebelum dan sesudah makan,


setelah buang air besar dan buang air kecil.

Mandi 2 kali/ hari memakai sabun

Faktor pelayanan kesehatan


Jika sakit mengunakan sarana kesehatan, seperti puskesmas, RS, klinik dokter, bidan,
perawat, dan tenaga paramedis lainnya
Faktor keturunan
Memperhatikan dan mewaspadai penyakit-penyakit yang menurun dari ayah, ibu,
kakek, nenek. Contohnya: Asma, kecing manis (Diabetes Mellitus), buta warna,
faktor kelainan darah (Hemofilia), dan lain-lain.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 63

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan yang dijumpai di
wilayah kerja Puskesmas Darussalam adalah :
1. Infeksi Saluran Pernapasan dan TB
Rumah gelap lembab dan pengap
1. Diare
Air yang tidak masak
Makanan yang terbuka sehingga dihinggapi lalat
BAB di sembarangan tempat
Makanan yang basih/ makanan yang mengandung pewarna (seperti
Natrium benzoate, Rodamin) dan pengawet (sperti Formalin, borax)
2. Sakit kulit
Jarang mandi
Sering menukar baju atau handuk, pakaian jarang dicuci
3. Kecacingan :
Makan dengan tangan kotor
Tidak memakai alas kaki
Makanan kurang matang
Makanan yang tidak tertutup
Program Untuk Mengatasi Permasalahan Kesehatan Lingkungan
Penyediaan Air Bersih
Air merupakan salah satu bahan pokok yang mutlak dibutuhkan oleh manusia
sepanjang masa. Sumber air yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah berasal dari :
1.

Air Permukaan, yaitu air yang mengalir di permukaan bumi akan membentuk air
permukaan. Air ini umumnya mendapat pengotoran selama pengalirannya.

2.

Air Tanah, secara umum terbagi menjadi : air tanah dangkal yaitu terjadi akibat proses
penyerapan air dari permukaan tanah, sedangkan air tanah dalam terdapat pada lapis
rapat air yang pertama.

3.

Air Atmosfer/meteriologi/air hujan, dalam keadaan murni sangat bersih tetapi sering
terjadi pengotoran karena industri, debu dan lain sebagainya. (Waluyo, 2005).
Air mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan. Apabila tidak diperhatikan,

maka air yang dipergunakan masyarakat dapat mengganggu kesehatan manusia. Untuk
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 64

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


mendapatkan air yang baik, sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yang
mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan
manusia, baik limbah dari kegiatan rumah tangga, limbah dari kegiatan industri dan kegiatankegiatan lainnya (Wardhana, 2004).
Ada 4 macam klasifikasi penyakit yang berhubungan dengan air sebagai media
penularan penyakit yaitu (Kusnoputranto, 1986):
1.

Water Borne Disease, yaitu penyakit yang penularannya melalui air yang
terkontaminasi oleh bakteri pathogenn dari penderita atau karier. Bila air yang
mengandung kuman pathogen terminum maka dapat terjadi penjangkitan pada orang
yang bersangkutan, misalnya Cholera, Typhoid, Hepatitis dan Dysentri Basiler.

2.

Water Based Disease, yaitu penyakit yang ditularkan air pada orang lain melalui
persediaan air sebagai pejamu (host) perantara, misalnya Schistosomiasis.

3.

Water Washed Disease, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air untuk
pemeliharaan kebersihan perseorangan dan air bagi kebersihan alat-alat terutama alat
dapur dan alat makan. Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang
cukup maka penularan penyakit-penyakit tertentu pada manusia dapat dikurangi.
Penyakit ini

sangat dipengaruhi oleh cara penularan, diantaranya : penyakit infeksi

saluran pencernaan. Salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan adalah diare.
Penyakit diare dapat ditularkan melalui beberapa jalur, diantaranya melalui air
(Water borne) dan melalui alat-alat dapur yang dicuci dengan air (Water washed).
Contoh penyakit ini adalah cholera, thypoid dan Dysentry basiller. Berjangkitnya
penyakit ini erat kaitannya dengan ketersediaan air untuk makan, minum, memasak
dan kebersihan alat-alat makan.
4.

Water Related Insect Vectors, Vektor-vektor insektisida yang berhubungan dengan air
yaitu penyakit yang vektornya berkembang biak dalam air, misalnya Malaria, Demam
Berdarah, Yellow Fever, Trypanosomiasis.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990, yang

dimaksud air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya
memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air bersih merupakan
salah satu kebutuhan manusia untuk memenuhi standar kehidupan manusia secara sehat.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 65

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Ketersediaan air yang terjangkau dan berkelanjutan menjadi bagian terpenting bagi setiap
individu baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan.
Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
a.

Syarat Fisik : tidak berbau, tidak berasa

b.

Syarat Kimia : Kadar besi maksimum yang diperbolehkan 1,0 mg/l, kesadahan
maksimal 500 mg/l

c.

Syarat Mikrobiologis : Jumlah total koliform dalam 100 ml air yang diperiksa
maksimal adalah 50 untuk air yang berasal dari bukan perpipaan dan 10 untuk air
yang berasal dari perpipaan.
Sarana air bersih adalah bangunan beserta peralatan dan perlengkapannya yang

menghasilkan, menyediakan dan membagi-bagikan air bersih untuk masyarakat. Jenis sarana
air bersih ada beberapa macam yaitu sumur gali, sumur pompa tangan dangkal dan sumur
pompa tangan dalam, tempat penampungan air hujan, penampungan mata air, dan perpipaan.
Air sumur merupakan sumber air yang paling banyak dipergunakan masyarakat Indonesia.
Sumur gali yang dipandang memenuhi syarat kesehatan ialah (Sanropie, 1986) :
1.

Lokasi

2.

Jarak minimal 10 meter dari sumber pencemaran misalnya jamban, tempat


pembuangan air kotor, lubang resapan, tempat pembuangan sampah, kandang
ternak dan tempat-tempat pembuangan kotoran lainnya.
Pada tempat-tempat yang miring misalnya pada lereng-lereng pegunungan,
letak sumur gali diatas sumber pencemaran.
Lokasi sumur gali harus terletak pada daerah yang lapisan tanahnya
mengandung air sepanjang musim.
Lokasi sumur gali supaya diusahakan pada daerah yang bebas banjir.

Konstruksi
Dinding sumur harus kedap air sedalam 3 meter dari permukaan tanah untuk
mencegah rembesan dari air permukaan.
Bibir sumur harus kedap air minimal setinggi 0,7 meter dari permukaan tanah
untuk mencegah rembesan air bekas pemakaian ke dalam sumur.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 66

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Cara pengambilan air dari dalam sumur sedemikian rupa sehingga dapat
mencegah masuknya kotoran kembali melalui alat yang dipergunakan
misalnya pompa tangan, timba dengan kerekan dan sebagainya.
Lantai harus kedap air dengan jarak antara tepi lantai dengan tepi luar dinding
sumur minimal 1 meter dengan kemiringan ke arah tepi lantai.
Saluran pembuangan air kotor atau bekas harus kedap air sepanjang minimal
10 meter dihitung dari tepi sungai.
Dilengkapi dengan sumur atau lubang resapan air limbah bagi daerah yang
tidak mempunyai saluran penerimaan air limbah.
Pengolahan air untuk keperluan rumah tangga dapat dilakukan dengan sederhana
dengan cara sebagai berikut (Azwar, 1989) :
a.

Sediakanlah bahan-bahan seperti pasir, arang aktif (dapat dari batok kelapa, tawas,
kaporit dan bubuk kapur).

b.

Sediakan pula empat buah kaleng. Kaleng pertama dipakai untuk menampung air
yang

akan dibersihkan, dalam proses pengolahan kedalamnya dibubuhi setengah

sendok teh kaporit, 2 sendok makan tawas yang telah dilarutkan terlebih dahulu,
kemudian kesemuanya diaduk dalam beberapa menit. Setelah tampak keping-keping
bubuhkanlah satu sendok makan bubuk kapur, kemudian aduk lagi, setelah beberapa
menit akan tampak kepingan yang lebih besar. Setelah itu endapkan selama setengah
jam.
c.

Ke dalam kaleng kedua yang berisi pasir dialirkan air dari kaleng pertama.

d.

Kaleng ketiga adalah sebagai penampung air yang telah disaring dari kaleng kedua.
Air yang mengalir mula-mula keruh, tetapi lama-lama akan jernih. Air dalam kaleng
ketiga ini digunakan untuk proses pengendapan sisa kotoran yang mungkin ada.

e.

Kaleng keempat diisi dengan arang aktif gunanya untuk menghilangkan bau khlor
yang ada. Air yang keluar dari kaleng keempat ini, telah dapat dipergunakan untuk
sumber air bersih.
Pembuangan Kotoran Manusia (Jamban)
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 67

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Yang dimaksud kotoran manusia adalah semua benda atau zat yang tidak dipakai lagi
oleh tubuh dan yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat-zat yang harus dikeluarkan dari
dalam tubuhh ini berbentuk tinja (faeces), air seni (urine) dan CO2 sebagai hasil dari proses
pernafasan.
Pembuangan kotoran manusia dalam ilmu kesehatan lingkungan dimaksudkan hanya
tempat pembuangan tinja dan urine, pada umumnya disebut latrine, jamban atau kakus
(Notoatmodjo, 2003). Penyediaan sarana jamban merupakan bagian dari usaha sanitasi yang
cukup penting peranannya.
Ditinjau dari sudut kesehatan lingkungan pembuangan kotoran yang tidak saniter akan
dapat mencemari lingkungan terutama tanah dan sumber air. Pembuangan tinja yang tidak
saniter akan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti : thypus, disentri, kolera,
bermacam-macam cacing (gelang, kremi, tambang dan pita), schistosomiasis dan sebagainya.
Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat. Ada
tujuh kriteria yang harus diperhatikan :
1.

Tidak mencemari air Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar
lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan
terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau
diplester. Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter Letak lubang
kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak
merembes dan mencemari sumur. Tidak membuang air kotor dan buangan air besar
ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut

2.

Tidak mencemari tanah permukaan Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti
kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan. Jamban yang
sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian
kotoran ditimbun di lubang galian

3.

Bebas dari serangga Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya
dikuras setiap minggu. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam
berdarah Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi
sarang nyamuk. Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang
bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya Lantai jamban harus selalu bersih
dan kering Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup 4. Tidak
menimbulkan bau dan nyaman digunakan Jika menggunakan jamban cemplung,
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 68

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan Jika menggunakan jamban leher
angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air Lubang buangan kotoran
sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang
kotoran Lantai jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus
dilakukan secara periodik
5.

Aman digunakan oleh pemakainya Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat
pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu
atau bahan penguat lain yang terdapat di daerah setempat

6.

Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya Lantai jamban
rata dan miring ke arah saluran lubang kotoran. Jangan membuang plastik, puntung
rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran. Jangan
mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat
penuh. Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa
berdiameter minimal 4 inci.

7.

Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan Jamban harus berdinding dan
berpintu
Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari
kehujanan dan kepanasan.
Pembuangan Air Limbah
Yang dimaksud dengan air limbah, air kotoran atau air bekas adalah air yang tidak

bersih dan mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau
hewan, dan lazimnya muncul karena hasil perbuatan manusia termasuk industrialisasi
(Azwar, 1995).
Beberapa sumber air buangan :
a.

Air buangan rumah tangga (domestic waste water)


Air buangan dari pemukiman ini umumnya mempunyai komposisi yang terdiri dari
ekskreta (tinja dan urine), air bekas cucian, dapur dan kamar mandi, dimana sebagian
besar merupakan bahan-bahan organik.

b.

Air buangan kotapraja (minicipal waste water)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 69

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Air buangan ini umumnya berasal dari daerah perkotaan, perdagangan, selokan,
tempat ibadah dan tempat-tempat umum lainnya.
c.

Air buangan industri (industrial waste water)


Air buangan yang berasal dari berbagai macam industri. Pada umumnya lebih sulit
pengolahannya serta mempunyai variasi yang luas. Zat-zat yang terkandung
didalamnya misalnya logam berat, zat pelarut, amoniak dan lain-lain (Entjang, 2000).
Dalam kehidupan sehari-hari pengelolaan air limbah dilakukan dengan cara

menyalurkan air limbah tersebut jauh dari tempat tinggal tanpa diolah sebelumnya. Air
buangan yang dibuang tidak saniter dapat menjadi media perkembangbiakan mikroorganisme
pathogen, larva nyamuk ataupun serangga yyang dapat menjadi media transmisi penyakit
seperti Cholera, Thypus Abdominalis, Dysentri Basiler, dan sebagainya.
Menurut Kusnoputranto (2000), pengelolaan air buangan yang tidak baik akan
berakibat buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, yaitu :
1.

Terhadap Lingkungan
Air buangan antara lain mempunyai sifat fisik, kimiawi, bakteriologis yang dapat

menjadi sumber pengotoran, sehingga bila tidak dikelola dengan baik akan dapat
menimbulkan pencemaran terhadap air permukaan, tanah, atau lingkungan hidup lainnya.
Disamping itu kadang-kadang dapat menimbulkan bau yang tidak enak serta pemandangan
yang tidak menyenangkan.
2.

Terhadap Kesehatan Masyarakat


Lingkungan yang tidak sehat akibat tercemar air buangan dapat menyebabkan

gangguan terhadap kesehatan masyarakat. Air buangan dapat menjadi media tempat
berkembang

biaknya

mikroorganisme

pathogen,

terutama

penyakit-penyakit

yang

penularannya melalui air yang tercemar.


Pengelolaan Sampah
Para ahli kesehatan masyarakat menyebutkan sampah adalah sesuatu yang tidak
digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari
kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya (Notoatmodjo, 2003).
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 70

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Berdasarkan bahan asalnya, sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1.

Sampah organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan.

Sampah organik sendiri dibagi menjadi sampah organik basah dan sampah organik kering.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah yang mempunyai kandungan air yang
cukup tinggi, contohnya kulit buah dan sisa sayuran. Sementara bahan yang termasuk sampah
organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah
organik kering diantaranya kertas, kayu atau ranting pohon dan dedaunan kering.
2.

Sampah anorganik
Sampah anorganik bukan berasal dari makhluk hidup. Sampah ini bisa berasal dari

bahan yang bisa diperbarui dan bahan yang berbahaya serta beracun. Jenis yang termasuk ke
dalam kategori ini bisa didaur ulang (recycle) ini misalnya bahan yang terbuat dari plastik
dan logam.
Pengelolaan sampah adalah meliputi penyimpanan, pengumpulan dan pemusnahan
sampah yang dilakukan sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu kesehatan
masyarakat dan lingkungan hidup.
a.

Penyimpanan sampah
Penyimpanan sampah adalah tempat sampah sementara sebelum sampah tersebut

dikumpulkan, untuk kemudian diangkut serta dibuang (dimusnahkan) dan untuk ini perlu
disediakan tempat yang berbeda untuk macam dan jenis sampah tertentu. Maksud dari
pemisahan dan penyimpanan disini ialah untuk memudahkan pemusnahannya. Syarat-syarat
tempat sampah antara lain : (i) konstruksinya kuat agar tidak mudah bocor, untuk mencegah
berseraknya sampah, (ii) mempunyai tutup, mudah dibuka, dikosongkan isinya serta
dibersihkan, sangat dianjurkan afar tutup sampah ini dapat dibuka atau ditutup tanpa
mengotori tangan, (iii) ukuran tempat sampah sedemikian rupa, sehingga mudah diangkut
oleh satu orang.
b.

Pengumpulan sampah
Pengumpulan sampah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga

atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh sebab itu setiap rumah tangga harus
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 71

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


mengadakan tempat khusus untuk mengumpulkan sampah. Kemudian dari masing-masing
tempat pengumpulan sampah tersebut harus diangkut ke Tempat Penampungan Sementara
(TPS) sampah, dan selanjutnya ke Tempat Penampungan Akhir (TPA).
Mekanisme, sistem atau cara pengangkutannya untuk daerah perkotaan adalah
tanggung jawab pemerintah daerah setempat, yang didukung oleh partisipan masyarakat
produksi sampah, khususnya dalam hal pendanaan. Sedangkan untuk daerah pedesaan pada
umumnya sampah dapat dikelola oleh masing-masing keluarga tanpa memerlukan TPS
maupun TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya dibakar atau dijadikan
pupuk (Notoatmodjo, 2003).
c.

Pemusnahan sampah
Pemusnahan atau pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara

lain :
(1)

Ditanam (landfill) yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang diatas tanah
kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan sampah;

(2)

Dibakar (incenerator) yaitu memusnahkan sampah dengan jalan membakar di dalam


tungku pembakaran;

(3)

Dijadikan pupuk (composting) yaitu pengelolaan sampah menjadikan pupuk,


khususnya untuk sampah organik daun-daunan, sisa makanan dan sampah lain yang
dapat membusuk.
Pengelolaan sampah yang kurang baik akan memberikan pengaruh negatif terhadap

masyarakat dan lingkungan. Adapun pengaruh-pengaruh tersebut antara lain (Kusnoputranto,


2000):
1.

Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah yang tidak baik akan menyediakan tempat yang baik bagi vektorvektor penyakit yaitu serangga dan binatang-binatang pengerat untuk mencari makan
dan berkembang biak dengan cepat sehingga dapat menimbulkan penyakit.

2.

Terhadap Lingkungan

Dapat mengganggu estetika serta kesegaran udara lingkungan masyarakat akibat gasgas tertentu yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah oleh mikroorganisme.

Debu-debu yang berterbangan dapat mengganggu mata serta pernafasan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 72

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM

Bila terjadi proses pembakaran dari sampah maka asapnya dapat mengganggu
pernafasan, penglihatan dan penurunan kualitas udara karena ada asap di udara.

Pembuangan sampah ke saluran-saluran air akan menyebabkan estetika yang


terganggu, menyebabkan pendangkalan saluran serta mengurangi kemampuan daya
aliran saluran.

Dapat menyebabkan banjir apabila sampah dibuang ke saluran yang daya serap
alirannya sudah menurun.

Pembuangan sampah ke selokan atau badan air akan menyebabkan terjadinya


pengotoran badan air.
Rumah Sehat
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping kebutuhan

sandang dan pangan. Rumah berfungsi pula sebagai tempat tinggal serta digunakan untuk
berlindung dari gangguan iklim serta makhluk hidup lainnya. Selain itu rumah juga
merupakan tempat berkumpulnya anggota keluarga untuk menghabiskan sebagian besar
waktunya (Depkes RI, 2002).
Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. (Notoatmodjo,
2007). Rumah harus dapat mewadahi kegiatan penghuninya dan cukup luas bagi seluruh
pemakainya, sehingga kebutuhan ruang dan aktivitas setiap penghuninya dapat berjalan
dengan baik. Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat
untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani
maupun sosial (Sanropie, dkk, 1989).
Rumah sehat menurut Winslow memiliki kriteria, antara lain : (Chandra, 2007)
1.

Dapat memenuhi kebutuhan fisiologis

2.

Dapat memenuhi kebutuhan psikologis

3.

Dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan

4.

Dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit


Hal ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut Departemen Kesehatan Republik

Indonesia, 2002, secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria
sebagai berikut :
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 73

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


1.

Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawaan dan ruang


gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.

2.

Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privasi yang cukup, komunikasi yang
sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah.

3.

Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan


penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor
penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari
pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan
dan penghawaan yang cukup.

4.

Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena


keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan,
konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung
membuat penghuninya jatuh tergelincir.
Dalam pemenuhan kriteria rumah sehat, ada beberapa variabel yang harus

diperhatikan :
1.

Bahan bangunan

Lantai yang kedap air dan mudah dibersihkan. Lantai dari tanah lebih baik tidak
digunakan lagi, sebab bila musim hujan akan lembab sehingga dapat menimbulkan
gangguan/penyakit terhadap penghuninya. Oleh sebab itu, perlu dilapisi dengan
lapisan yang kedap air seperti disemen, dipasang tegel, keramik, teraso dan lain-lain.
(Notoatmodjo, 2010).

Dinding berfungsi sebagai pendukung atau penyangga atap, untuk melindungi


ruangan rumah dari gangguan serangga, hujan dan angin, serta melindungi dari
pengaruh panas dan angin dari luar. Bahan dinding yang paling baik adalah bahan
yang tahan api yaitu dinding dari batu (Sanropie, 1989).

Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. Atap berfungsi
untuk melindungi isi ruangan rumah dari gangguan angin, panas dan hujan, juga
melindungi isi rumah dari pencemaran udara seperti debu, asap dan lain-lain.

Atap yang paling baik adalah atap dari genteng karena bersifat isolator, sejuk dimusim
panas dan hangat di musim hujan. (Sanropie, 1989).

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 74

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


2.

Ventilasi
Menurut Sanropie (1989), ventilasi sangat penting untuk suatu rumah tinggal. Hal ini

karena ventilasi mempunyai fungsi ganda. Fungsi pertama adalah sebagai lubang masuk
udara yang bersih dan segar dari luar ke dalam ruangan dan keluarnya udara kotor dari dalam
keluar (cross ventilation). Dengan adanya ventilasi silang akan terjamin adanya gerak udara
yang lancar dalam ruangan.
Fungsi kedua dari ventilasi adalah sebagai lubang masuknya cahaya dari luar seperti
cahaya matahari, sehingga di dalam rumah tidak gelap pada waktu pagi, siang hari maupun
sore hari. Oleh karena itu untuk suatu rumah yang memenuhi syarat kesehatan, ventilasi
mutlak ada.
Berdasarkan Notoatmodjo (2007), ada dua macam cara yang dapat dilakukan agar
ruangan mempunyai sistem aliran udara yang baik, yaitu : (i) Ventilasi alamiah, dimana aliran
udara dalam ruangan tersebut terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu, lubang angin,
lubang-lubang pada dinding dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak
menguntungkan, karena juga merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainnya ke
dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindungi penghuninya dari
gigitan serangga tersebut. (ii) Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus
untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin, dan mesin pengisap udara.
3.

Pencahayaan
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup. Kurangnya cahaya yang masuk

ke dalam rumah, terutama cahaya matahari, di samping kurang nyaman, juga merupakan
media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit penyakit. Sebaliknya
terlalu banyak cahaya dalam rumah akan menyebabkan silau dan akhirnya dapat merusak
mata. Ada dua sumber cahaya yang dapat dipergunakan, yakni (i) Cahaya alamiah yaitu
matahari. Rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya matahari yang cukup.
Sebaiknya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15%-20% dari luas
lantai yang terdapat dalam ruangan rumah. (ii) Cahaya buatan, yaitu menggunakan sumber
cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu minyak tanah, listrik dan sebagainya.
(Notoatmodjo, 2007).
4.

Luas Bangunan Rumah


KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 75

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya
luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan
yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan kepadatan penghuni
(overcrowded). Hal ini tidak sehat, sebab disamping menyebabkan kurangnya konsumsi
oksigen juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi, akan mudah menular
kepada anggota keluarga yang lain. Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat
menyediakan 2,5 3 m2 untuk setiap orang (tiap anggota keluarga).
Perilaku
Perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner,
cit. Notoatmojo 1993). Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif, afektif
dan psikomotor. Kognitif diukur dari pengetahuan, afektif dari sikap psikomotor dan tindakan
(ketrampilan).
Berdasarkan batasan perilaku dari Skiner tersebut, maka perilaku kesehatan adalah
suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus objek yang berkaitan dengan sakit dan
penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan minuman, serta lingkungan. Perilaku
kesehatan lingkungan adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan
fisik maupun sosial budaya dan bagaimana, sehingga lingkungan tersebut tidak
mempengaruhi kesehatannya.
Prosedur Pembentukan Perilaku
Di dalam proses pembentukan dan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri.
Faktor-faktor tersebut antara lain : susunan saraf pusat, persepsi, motivasi, emosi, dan
belajar persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran,
penciuman, dan sebagainya. Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Hasil dari dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam
bentuk perilaku. Faktor penentu atau determinan perilaku manusia sulit untuk dibatasi karena
perilaku merupakan resultasi dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Menurut teori Lawrence Gren mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat
kesehatan. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok yaitu faktor
perilaku (behavior causes) dan faktor di luar perilaku (non behavior causes).
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 76

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor :
a.

Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor), yang terwujud dalam pegetahuan,


sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.

b.

Faktor-faktor pendukung (enabling faktor), yang terwujud dalam lingkungan fisik


tersedia atau tidaknya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan misalnya
puskesmas, obat-obatan, alat-alat kontrasepsi, jamban dan sebagainya.

c.

Faktor-faktor pendorong (reforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan perilaku
petugas kesehatan atau petugas yang lain, yang merupakan kelompok referensi dari
perilaku masyarakat.
Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan

penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera
manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Pengetahuan
atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku manusia
(Notoatmodjo, 2003).
Terdapat 6 tingkat pengetahuan yang tercakup di dalam kognitif, yaitu:
a.

Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk
juga mengingat kembali terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari
atau rangsangan yang diterima.

b.

Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui, dan dapat mengintepretasikan materi tersebut secara benar.

c.

Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari dari
situasi atau kondisi real (sebenarnya).

d.

Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan suatu materi atau objek ke
dalam komponen-komponen, tetapi masih ada kaitannya satu sama lain.

e.

Sintesis (synthesis)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 77

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


Sintesis adalah menunjuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungi bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
f.

Evaluasi (evaluation)
Evaluasi adalah berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada
suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah
ada.
Pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari pengalaman yang berasal dari

berbagai macam sumber, misalnya media massa, media elektronik, buku petunjuk, petugas
kesehatan, poster, kerabat dekat dan sebagainya. Pengetahuan mempengaruhi sikap dan
tindakan, pengetahuan dan sikap menentukan apakah responden mampu atau tidak mampu
dalam melakukan prinsip sanitasi dasar.
Sikap
Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tetutup dari seseorang terhadap
suatu stimulus atau objek. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas namun
merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan
motif tertentu (Notoatmodjo, 2007). Sikap seseorang dapat berubah dengan diperolehnya
tambahan informasi tentang objek tersebut, melalui persuasi serta tekanan dari kelompok
sosialnya (Sarwono, 1997).
Ada beberapa tingkatan dalam sikap, yaitu :
a.

Menerima (receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang
diberikan (objek).

b.

Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengajarkan dan menyelesaikan tugas
diberikan adalah suatu indikasi dari sikap, karena dengan suatu usaha untuk
menjawab pertanyaan atau mengajarkan tugas yang diberikan, terlepas dari pekerjaan
itu benar atau salah, berarti orang menerima ide tersebut.

c.

Menghargai (valuing)
Menghargai orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah
suatu indikasi sikap tingkat tiga.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 78

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


d.

Bertanggung jawab (responsible)


Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko.
Tindakan
Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk terwujudnya sikap

menjadi suatu perbedaan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang
memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. (Notoatmodjo, 2007).
Tindakan mempunyai beberapa tingkatan :
1.

Persepsi (perception)
Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan
diambil adalah merupakan tindakan tingkat pertama.

2.

Respon terpimpin (guided response)


Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh
adalah merupakan indikator praktek tingkat kedua.

3.

Mekanisme (mechanism)
Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau
sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah mencapai tingkatan ketiga.

4.

Adopsi (adoption)
Adopsi adalah suatu tindakan yang sudah berkembang dengan baik, artinya tindakan
tersebut sudah dimodifikasi tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut
(Notoatmodjo, 2003).
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
1. Program Puskesmas Darussalam Medan Petisah sudah berjalan cukup baik dengan
tercapainya beberapa indikator dari program kesehatan Puskesmas Darussalam.
Program puskesmas dengan fungsi penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan di wilayah kerja cukup baik
sedangkan respon Masyarakatnya yang kurang, hal ini menjadi hambatan dan
tantangan yang dihadapi Sumber Daya Masyarakat (SDM) Puskesmas dalam
meningkatkan peran serta masyarakat.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 79

LAPORAN KEGIATAN PUSKESMAS DARUSSALAM


2. Program Upaya Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
sudah berjalan cukup baik namun belum menunjukkan hasil yang diharapkan, dimana
jumlah kunjungan ibu hamil serta program imunisasi belum tercapai
3. Program Upaya Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Darussalam Medan Petisah
sudah berjalan cukup baik, namun belum menunjukkan hasil yang maksimal, dimana
masih banyak dijumpai penyakit yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan
yang kurang baik seperti infeksi saluran pernapasan, TB, diare, penyakit kulit, dan
kecacingan.
SARAN
1. Puskesmas harus terus meningkatkan usaha promosi kesehatan sebagai ujung tombak
tersampainya informasi kesehatan dan program kesehatan kepada masyarakat
kecamatan melalui Posyandu yang merupakan perpanjangan tangan Puskesmas untuk
mencapai visi Indonesia Sehat 2015
2. Puskesmas harus terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat
kecamatan dengan meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, penyediaan serta
penggunaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan yang lengkap agar kebutuhan
masyarakat dibidang kesehatan terpenuhi.
3. Meningkatkan kinerja puskesmas bagian KIA dalam menggalakkan dan memberikan
penyuluhan tentang manfaat dan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
4. Semakin meningkatkan kinerja puskesmas dalam bidang Promkes

dengan

memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya


membawa balita ke posyandu sehingga target SKDN dan peningkatan gizi balita dapat
tercapai.
5. Semakin meningkatkan kinerja puskesmas dalam bidang Promkes

dengan

memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga


kebersihan lingkungan sehingga terbentuk komunitas masyarakat yang sadar akan
pentingnya kesehatan lingkungan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FK UMI
15 September 2014 25 September 2014

Page 80