Anda di halaman 1dari 42

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF

DARI PERKEMBANGAN IPTEK

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2007

1
KATA PENGANTAR

Disadari saat ini teknologi sangat berperan penting bagi kehidupan manusia
secara langsung maupun tak langsung yang menjembatani antara kehidupan manusia dan
pembangunan.
Pemahaman mengenai bagaimana peran penting Teknologi bagi alam dan
manusia, bagaimana dasar pengembangan teknologi, proses peradaban dan perkenalan
teknologi bagi manusia, manfaat teknologi bagi manusia, dan fungsi teknologi dalam
kehidupan, serta dampak teknologi secara negatif maupun positif.
Era teknologi informasi merupakan era dimana manusia mendapat suatu
kemudahan yang luar biasa dalam proses pembangunan menuju masa depan. Dalam
kehidupan teknologi berhubungan erat dengan informasi yang merupakan penunjang
dalam menciptakan pembangunan manusia yang lebih baik dan berpikir kritis.

Ambon, Desember 2007

Penulis

2
DAFTAR ISI

LEMBARAN JUDUL.....................................................................................................i
KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii
DAFTAR ISI iii

BAB I. PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1. Latar Belakang.........................................................................................1
1.2. Tujuan Penulisan......................................................................................1
1.3. Permasalahan............................................................................................1
BAB II. PEMBAHASAN.............................................................................................2
I. Ilmu Pengetahuan Alam Dan Teknologi Bagi Kehidupan Manusia........2
I.1. Ilmu Pengetahuan Alam Sebagai Dasar Pengembangan
Teknologi........................................................................................ 2
I.2. Sejarah Peradaban Manusia Dan Perkembangan Teknologi.......... 4
I.3. Manfaat Dan Dampak Ilmu Pengetahuan Alam Dan
Teknologi Bagi Kehidupan Sosial..................................................5
I.4. Ilmu Pengetahuan Alam Dan Teknologi Masa Depan...................7
II. Perkembangan Teknologi.........................................................................8
II.1. Bioteknologi....................................................................................8
II.2. Sejarah Perkembangan Bioteknologi..............................................10
II.3. Rekayasa Genetika Dan Biotika.....................................................13
II.4. Aplikasi Bioteknologi Dalam Berbagai Bidang.............................22
II.5. Generasi Komputer Masa Depan....................................................24
II.6. Aplikasi Teknologi Informasi.........................................................26
III. Kerusakan Lingkungan............................................................................27
III.1. Umum.............................................................................................27
III.2. Kerusakan Tanah............................................................................28
III.3. Pencemaran Air...............................................................................30
III.4. Pencemaran Udara..........................................................................32
BAB III. PENUTUP.......................................................................................................37
1. Kesimpulan...............................................................................................37
2. Saran38
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Telah menjadi kesepakatan para ahli ilmu pengetahuan, bahwa sasaran Ilmu
Pengetahuan Alam adalah alam semesta dengan segala isinya. Masalah Ilmu
Pengetahuan sangat kompleks, sehingga memaksa para ilmuwan untuk bekerja
keras agar dapat mendefinisikan sesuatu hal dengan tepat.
Seiring waktu perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam mempunyai pengaruh yang
besar terhadap perkembangan teknologi. Pada hakikatnya, teknologi merupakan
alat untuk membantu manuisa dalam mencapai tujuan secara ilmiah. Semakin besar
teknologi yang diciptakan dan dikembangkan semakin besar polusi dan
pencemaran yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena tidak ada penanganan yang
tepat serta penggunaan teknologi yang baik.
Perkembangan teknologi yang semakin maju dapat dimanfaatkan dalam berbagai
bidang yang dapat membantu kehidupan manusia.

1.2. Tujuan Penulisan


- Makalah ini dapat menjadi acuan dalam pemahaman tentang teknologi dan
pemanfaatannya.
- Dapat mengetahui manfaat teknologi dalam berbagai bidang.
- Dapat mengetahui dampak negatif dari perkembangan teknologi.

1.3. Permasalahan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi yang semakin maju banyak
dimanfaatkan dalam berbagai bidang, namun di samping itu banyak polusi dan
pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK tersebut.

4
BAB II
PEMBAHASAN

I. Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Bagi Kehidupan Manusia


I.1. Ilmu Pengetahuan Alam Sebagai Dasar Teknologi
Awal dari Ilmu Pengetahuan Alam dimulai pada saat manusia
memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya dan kemudian mempelajarinya.
Pengetahuan yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap
gejala alam yang ada kemudian bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh
dari hasil pemikirannya. Akibat dari peningkatan kemampuan daya pikirnya,
manusia ingin melakukan percobaan-percobaan untuk membuktikan dan mencari
kebenaran dari suatu pengetahuan. Kemampuan berpikir manusia berkembang
terus sehingga manusia mampu memadukan kemampuan penalarannya dengan
percobaan-percobaan, pada saat ini. Sekarang dikenal dengan nama Metode Ilmiah.
Agar kita mampu mendapatkan teori ilmiah kita harus melalui tahapan-tahapan
seperti berikut ini.

a. Merumuskan Masalah
Di dalam mengajukan masalah, kita harus tahu dengan pasti latar belakang
kita memilih masalah itu. Kita juga harus mampu mengidentifikasikan masalah itu.
Masalah yang kita ajukan harus kita batasi supaya jangan terlalu luas maupun
sempit, agar kita mampu merumuskan masalah yang kita ajukan dengan jelas.
Selain itu semua, kita juga harus tahu tujuan yang ingin kita capai yang berkenaan
dengan masalah yang kita ajukan.

b. Menyusun Kerangka Teoritis dan Mengajukan Hipotesis


Pada tahapan ini, kegiatan-kegiatan yang kita lakukan antara lain : kita
mengadakan kajian pada teori-teori yang ada hubungannya dengan masalah yang
kita ajukan. Kita juga diharapkan membahas pada penelitian-penelitian yang sesuai
atau yang ada sangkut pautnya dengan masalah yang diajukan tadi. Setelah itu kita
baru membuat kerangka pemikiran. Pada pembuatan kerangka berpikir ini kita
menuliskan rencana, dan cara kita dalam memecahkan masalah dan yang terakhir
kita harus sanggup menyusun hipotesis yang benar.

5
c. Metodologi Penelitian
Pada tahapan ini, kegiatan yang kita lakukan antara lain : menuliskan
secara urut tentang tujuan penelitian yang diadakan juga menentukan dimana kita
melakukan penelitian sekaligus menetapkan kapan penelitian akan dilakukan.

d. Hasil Penelitian
Pada tahapan ini kita menentukan Variabel dan Sumber Data. Jadi kita
sudah menjawab pertanyaan apa yang akan kita teliti dan darimana data diperoleh.
Kita juga melakukan analisa data. Tugas menganalisa data tidak seberat
mengumpulkan data, baik tenaga maupun pertanggung jawaban. Tetapi
menganalisa data membutuhkan ketekunan dan pengertian terhadap jenis data.
Jenis data akan menuntut teknik analisa data. Kemudian kita harus jujur menerima
kesimpulan pengujian analisa data apa adanya.

e. Menarik Kesimpulan
Tahap ini merupakan langkah terakhir dari kegiatan penelitian. Pekerjaan
meneliti sudah selesai dan peneliti tinggal mengambil kesimpulan dari hasil
pengolahan data dicocokkan dengan hipotesa yang telah dirumuskan.
Semua keahlian ilmu berdasarkan dalam empat pandangan utama yaitu,
Matematika, Fisika, Biologi dan Ilmu Sosial. Matematika menelaah hubungan
antara bilangan, bentuk dan lambang logis lainnya. Fisika menelaah bagian-bagian
alam semesta yang tidak bernyawa. Biologi menelaah tentang hidup dan materi
kehidupan. Sedangkan Ilmu Sosial menelaah tentang perilaku manusia baik
kelompok atau individual.
Ilmu Pengetahuan Alam dimulai awal abad ke-20 mengalami
perkembangan yang sangat mendasar yaitu dari Ilmu Pengetahuan Alam Klasik
menjadi Ilmu Pengetahuan Alam Modern. Konsep-konsep Ilmu Pengetahuan
Alam Klasik diturunkan dari sistem makroskopis yaitu sistem yang mempelajari
materi dalam skala besar seperti dalam konsep mekanika, termodinamika, listrik,
magnit, dan lainnya. Berlaku mekanika Newton atau mekanika klasik. Sedangkan
konsep Ilmu Pengetahuan Alam Modern diturunkan dari sistem mikroskopis yaitu,
sistem yang mempelajari dalam skala kecil, misalnya molekul, atom, elektron, dan
lainnya.

6
I.2. Sejarah Peradaban Manusia dan Perkembangan Teknologi.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, manusia telah banyak melakukan
pengamatan dan penyeledikan terhadap ruang angkasa luar. Banyak informasi yang
diperoleh melalui satelit. Pada tahun 1973 Skylab telah dilucurkan untuk
penyeledikan ilmiah mengenai kehidupan di ruang angkasa. Akibat pengaruh ruang
tanpa bobot dan kurangnya penggunaan anggota badan menyebabkan pembuluh
darah melembek, badan kekurangan cairan, kekurangan kalsium akan
menyebabkan tulang-tulang menjadi keras. Untuk menekan efek tersebut
antariksawan harus bersenam 30 menit tiap hari. Setelah dua minggu mengorbit,
jantung antariksawan mengerut 3 % dari keadaan normal. Sehingga untuk
mengorbit lebih lama harus melakukan senam yang lebih lama juga.
Pada tahun 1976 diperoleh data dari Viking I dan Viking II, bahwa di Mars
pernah terdapat banyak air, kabut kristal, adanya kegiatan vulkanis, tanpa
memperlihatkan tanda-tanda dari kehidupan.
Pada tahun 1981, pesawat ulang alik Columbia telah diluncurkan dengan
menggunakan roket buster tembakan setelah lepas landas. Pesawat ini dapat
meninggalkan tanah lebih aman karena gerakannya tidak menyentak, sehigga
setiap orang dapat menumpang dengan aman. Pesawat antariksa ulang alik
dirancang untuk melaksanakan pekerjaan dalam mengoperasikan laboratorium
serba guna “Space LAB”. Di sini dilakukan experimen dalam bidang Formakologi
sampai Kristalografi dalam keadaan tanpa bobot. Hal ini dimanfaatkan sebaik-
baiknya oleh para ilmuawan karena di bumi tidak memungkinkan untuk
mengadakan experimen tanpa bobot.
Salah satu contoh adanya hubungan tidak langsung ialah sejarah
penemuan mesin uap. Pada masa revolusi industri terjadi penerapan Ilmu
Pengetahuan Alam secara tidak langsung, khususnya dalam mekanika dan kimia.
Perkembangan teknologi banyak disokong ide-ide dari Ilmu Pengetahuan Alam,
tetapi tidak memberikan penuntun cara implementasinya, sedang pemecahan
masalah yang berhubungan dengan perkembangan teknologi datangnya dari para
ahli teknologi sendiri.

7
I.3. Manfaat dan Dampak Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Bagi
Kehidupan Sosial.

A. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi dalam Penyediaan


Pangan, Sandang dan Pangan.

1. Dalam Penyediaan Pangan.


Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi dalam bidang
penyediaan pangan melahirkan Panca Usaha Tani yang merupakan
program Pemerintah. Panca Usaha Tani meliputi varitas unggul, pupuk,
pestisida, pola tanam dan pengairan.
Varitas unggul adalah pilihan utama dari bibit yang pada penanaman
diharapkan akan diperoleh buah yang bermutu unggul pula.
Pupuk, yang merupakan bahan makanan pokok dari tanaman, yang
merupakan hasil dari perkembangan Ilmu Pengetahuna Alam dan
teknologi adalah Urea, Z.A, Superfosfat, Pupuk kompos, Pupuk kandang,
dan lain-lain.
Pestisida merupakan bahan kimia yang dipakai untuk memberantas
hama dan penyakit yang merusak tanaman sehubungan dengan usaha-usaha
mempertinggi hasil produksi. Beberapa pestisida antara lain : Insektisida,
Herbisida, Fungisida.
Pola tanam yang teratur akan mempermudah pengawasan dan
pemeliharaan terhadap tanaman. Adanya bendungan atau waduk
penampungan air beserta saluran primer, sekunder, dan drainase.

2. Penyediaan Sandang
Setelah adanya kamajuan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi,
telah dikembangkan jenis-jenis serat seperti nylon dan rayon, tetoron,
dakron, poliester, tetrek, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan serat-serat
sintesis dengan suatu katalisa yang cocok mempunyai sifat mekanik yang
tinggi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Penyediaan Papan
Dewasa ini, para ilmuwan berusaha untuk memanfaatkan lautan dan
ruang angkasa sebagai pemukiman. Mereka membuat pulau-pulau disertai
peternakan dan perkebunan laut. Sedangkan dalam jangka panjang,

8
pemukiman di antariksa sedang dalam penelitian, walaupun untuk
mewujudkan itu semua merupakan tantangan yang berat, namun mengingat
kemampuan dan usaha manusia yang tinggi, kemungkinan yang dipaparkan
di atas bukan lagi suatu impian kosong.

B. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Dalam Peningkatan


Kesehatan.

1. Ditemukannya mikroskop, sinar-X, antibiotik, obat-obat bius, transplantasi


vaksinasi bidang kedokteran dan pengobatan dalam rangka peningkatan
kesehatan masyarakat telah maju dengan pesat. Penemuan dalam bidang-
bidang tersebut telah membebaskan manusia dari bahaya maut, akibat
penyebaran wabah penyakit yang mengerikan seperti cacar, pes, malaria,
TBC, tumor, kanker, dan lain-lain.
2. Ditemukannya alat-alat pengganti organ tubuh manusia yang telah rusak.
Misalnya mata (baik mata buatan maupun donor mata), ginjal dan jantung.
3. Diketemukannya keahlian dalam bidang operasi plastik, sehingga hidung
yang pesek dapat menjadi mancung, dan lain-lain.
4. Diketemukannya tata menu makan setiap hari. Dengan diketemukannya
cara ini, sebagian besar masyarakat telah mengatur menu makan dengan zat
vitamin sehingga dapat memperlambat keausan setiap organ tubuh manusia
dengan begitu akan memberi kesempatan untuk lebih lama.
5. Diketemukannya peralatan untuk mengolah sampah dan limbah sehingga
sampah dan limbah tidak lagi mengganggu kelangsungan hidup manusia.

C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Dalam Penyediaan


Energi.

Energi dalam bentuk panas dapat diubah menjadi energi bentuk lain,
misalnya menjadi energi mekanik. Pengubahan ini dengan jalan mengubah air
menjadi uap. Uap panas akan menekan menggerakkan baling-baling suatu
turbin, sehingga turbin itu bergerak. Gerakan turbin ini dapat dipakai untuk
bermacam-macam keperluan.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi memanfaatkan
energi angin, pasang surut, matahari, dan lain-lain. Sumber alternatif lain yang
akan dikembangkan adalah biogas yang diperoleh dari fermentasi kotoran

9
manusia, hewan dan sampah organik dalam tangki-tangki pencerna, sistem
biogas yang diterapkan di pedesaan, selain untuk memenuhi kebutuhan rumah
tangga, juga berpengaruh positif terhadap kesehatan lingkungan.

D. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam Dalam Bidang Industri.


Revolusi Industri yang pertama lahir sebagai akibat harapan masyarakat
terhadap kesejahteraan ekonomi yang meningkat, terutama masyarakat Eropa
dan Amerika.
Revolusi Industri yang kedua lahir setelah ditemukannya transistor pada
zaman kendali otomatis, yaitu zaman pada saat mesin tidak lagi dijalankan oleh
manusia tetapi mesin dijalankan oleh tenaga mesin lainnya.

1.4. Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Masa Depan


A. Sumber daya energi nonkonvensional
Minyak bumi termasuk sumber daya energi yang konvensional. Minyak bumi
merupakan sumber daya energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia di
muka bumi, namun minyak bumi adalah sumber daya energi yang tidak dapat
diperbaharui dan jumlahnya pun terbatas. Sehingga suatu saat akan habis. Oleh
karena itu, untuk mempertahankannya manusia harus mencari sumber daya
energi alternatif pengganti minyak bumi. Sehingga kehidupan manusia di masa
mendatang dapat dipertahankan.
B. Sumber daya energi yang digunakan sebagai alternatif pengganti minyak bumi
adalah :
1. Energi Matahari
Dibedakan menjadi 3 macam :
a. Prinsip pemanasan langsung
Cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang
bergaris tengah ± 2 meter, sehingga terkumpul dalam satu fokus. Pada
fokus itu dipasang lempengan logam sehingga logam akan menjadi
panas sekali, kemudian di atas lempengan logam itulah kita memasak.
b. Konversi Surya Termis Elektris (KSTE)
Pada cara ini air yang dipanaskan akan tetapi panas yang terkandung
dalam air itu akan dikonversi menjadi energi listrik.
c. Konversi Energi Photovoltaik

10
Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversi menjadi energi
listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah
dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon / bahan-bahan
semikonduktor lainnya.
Keuntungan-keuntungan dari konversi energi photovltaik adalah :
1) Tidak ada bagian-bagian yang bergerak
2) Usia pemakaian dapat melampaui 100 tahun sekalipun efisiensinya
sepanjang masa pemakaian akan menurun
3) Pemeliharaan tidak menurun
4) Mudah disesuaikan
2. Energi Panas Bumi
Dapat dimanfaatkan saat ini adalah magma. Magma adalah batuan cair /
panas yang terdapat dalam kerak bumi. Magma dapat merembes ke
permukaan bumi yang disebut lava.
3. Energi Angin
Energi angin dimanfaatkan untuk memutar turbin dan akan diperoleh energi
listrik.
4. Energi Pasang Surut
Di daerah pasang surut dipasang bendungan yang dilengkapi generator
listrik maka akan dihasilkan energi listrik yang selanjutnya dapat
digunakan.
5. Energi Biogas
Dapat dimanfaatkan menjadi pengganti bahan bakar minyak bumi.
6. Energi Biomassa
Energinya untuk memanaskan air, uapnya untuk memutar turbin yang
dilengkapi generator listrik

II. Perkembangan Teknologi


II.1. Bioteknologi

Tidak banyak diragukan lagi bahwa biologi modern merupakan ilmu


pengetahuan yang isinya paling beraneka ragam di antara semua Ilmu
Pengetahuan Alam. Bioteknologi memperlihatkan suatu rangkaian yang
mengagumkan dari berbagai subdisiplin ilmu seperti mikrobiologi, ilmu anatomi
tumbuhan dan hewan, morfogenesis, ilmu sistematika, ekologi, palaeobotani,
11
genetika dan banyak lainnya. Keanekaragaman yang semakin meningkat pada
biologi modern terutama berasal dari pengenalan pasca perang terhadap
pengetahuan biologi dalam disiplin ilmu lainnya. Seperti fisika, kimia, serta
matematika.
Bioteknologi (teknologi hayati) mempunyai beraneka ragam bentuk
definisi namun hakekatnya definisi itu melibatkan penggunaan enzim atau sel-sel
mikrobiologi, hewan serta tumbuhan untuk proses sintesis, penguraian ataupun
perubahan materi. Hal ini memerlukan perpaduan antar ilmu biokomia, biologi,
mikrobiologi, ilmu teknik kimia dan proses teknik. Sehingga pemanfaatan potensi
dari berbagai disiplin ilmu tersebut terlaksana secara optimal. Bioteknologi sendiri
bukan merupakan produk ataupun cakupan produk seperti pengetahuan
mikroelektronika. Sebaliknya secara bermakna dalam beberapa sektor industri.
Bioteknologi merupakan suatu teknologi dalam upaya mencari berbagai
penerapan baru dan keguanaanya yang utama terletak di masa mendatang. Proses-
proses bioteknologi yang baru, dalam sebagian besar keadaan, akan berfungsi pada
suhu yang rendah, memakai sedikit energi dan terutama akan bergantung pada
substract yang relatif tidak mahal bagi biosintesis.
Beberapa definisi tentang bioteknologi.
- Penerapan berbagai organisme, sistem atau proses biologis pada industri
manufakturing dan jasa.
- Penggunaan secara terpadu Ilmu Pengetahuan biokimia, mikrobiologi, dan teknik
dalam upaya untuk menghasilkan suatu penerapan teknologi (industri) dari
kemampuan mikroorganisme, sel-sel kultur jaringan dan bagian-bagiannya.
- Suatu teknologi dengan menggunakan fenomena biologi untuk mencontoh dan
membuat berbagai jenis substansi yang bermanfaat.
- Penerapan prinsip-prinsip Ilmu Pengetahuan dan teknik dalam pengolahan materi
oleh unsur-unsur biologis untuk menghasilkan barang dan jasa.
- Ilmu pengetahuan tentang berbagai proses produksi yang berdasarkan pada kerja
mikroorganisme serta komponen aktifitasnya dan pada proses yang melibatkan
penggunaan sel dan jaringan dari organisme hidup dan komponennya dalam
proses pertanian, industri pangan serta berbagai proses industri lainnya.
- Bioteknologi tidak lebih dari sebuah nama yang diberikan kepada seperangkat
teknik.

12
Bioteknologi adalah suatu bidang penerapan biosains dan teknologi yang
menyangkut penerapan praktek organisme hidup atau komponen sub selulernya
pada industri jasa dan manufaktur serta pengelolaan lingkungan / bioteknologi
memanfaatkan bakteri ragi, kapang alga, sel tumbuhan atau sel jaringan hewan
yang dibiakkan sebagai konstituen berbagai proses industri. Penerapan
bioteknologi yang berhasil hanya akan mungkin tercapainya bila dilakukan
pengintegrasian berbagai disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi, termasuk
mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler kimia, serta rekayasa proses
dan teknik kimia.
Proses bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa
transformasi kimia yang diinginkan. Transformasi kimia tersebut lebih lanjut dapat
dibagi ke dalam dua sub bagian yaitu :
1. Pembentukan suatu produk akhir yang diinginkan (contoh : enzim, antibiotika,
asam organik, steroid).
2. Penguraian suatu bahan baku yang diberikan (contoh : buangan limbah,
destruksi buangan industri, atau tumpahan minyak).
Reaksi yang terjadi pada proses bioteknologi bersifat katabolik yaitu bila
senyawa kompleks diuraikan menjadi senyawa lebih sederhana (glukosa menjadi
etanol) atau bersifat anabolik atau biosintesis yaitu bila molekul sederhana
dibangun menjadi molekul labih kompleks (sintesis antibiotika). Reaksi katabolik
selalu eksergonik, sedangkan raksi anabolik umumnya endergonik.

II.2. Sejarah Perkembangan Bioteknologi.


Futuris Amerika, Alvin Toffler (1980) membuat pragnosa dalam buku
gelombang ketiga (The Third Wave) yang sangat terkenal. Pragnosa itu berisi
tentang empat teknologi yang akan sangat berperan dalam kebudayaan manusia di
abad 20-21. Keempat teknologi tersebut adalah mikroelektronika, teknologi energi
alternatif, aeronautika, dan bioteknologi.
Revolusi biologi yang diawali dengan penemuan struktur sulur ganda
(heliks) molekul DNA (Asam Deoksiribo Nukleat) oleh Watson dan Crick (1953)
melejit pesat di pertengahan tahun 1970-an dengan berkembangnya rekayasa
genetika.
Perkembangan ini menjadikan bioteknologi sebagai bidang antar disiplin
yang memberi harapan untuk memecahkan problem yang dihadapi manusia.

13
Padahal penerapan proses-proses bioteknologis sebenarnya telah berabad-abad
lamanya dikenal dan dibudidayakan oleh umat manusia. Di penghujung abad ke-
20 bioteknologi telah menjadi salah satu penopang kegiatan industri terutama di
negara-negara maju. Sebaliknya upaya pengembangan dan penerapannya di
negara-negara berkembang masih banyak menghadapi masalah dan dilema. Hal ini
karena bioteknologi memerlukan banyak modal untuk penelitian dan
penerapannya. Selain itu juga memerlukan dukungan sumber daya manusia berupa
pakar dan insinyur yang berkhayalan tinggi.
Pengetahuan manusia tentang bioteknologi berawal dari pembuatan
makanan dan minuman secara fermentasi. Seni pembuatan pangan terfermentasi
tersebut telah dikenal oleh masyarakat Babilonia sejak 6000 tahun SM, jauh
sebelum Louis Pasteur mencetuskan temuannya tentang peran mikroba/jasad renik
dalam fermentasi (mulai dari bir, anggur, hingga roti, keju, antibiotika, dan
vaksin), pengelolaan air dan sampah. Sebagian bioteknologi pangan dan juga
berbagai penerapan baru yang terus bertambah mulai dari biomedis hingga daur
ulang logam dari batuan mineral berkualitas rendah. Sehubungan keragamannya,
bioteknologi akan mempunyai pengaruh dasar dalam berbagai proses industri dan
secara teoritis hampir semua bahan organik dapat dibuat melalui metode
bioteknologi. Perkiraan pasaran hasil bioteknologi yang potensial di seluruh dunia
pada tahun 2000 ditaksir mendekat 65 milyar dollar Amerika.
Sebagian besar teknik yang diterapkan dalam bioteknologi cenderung
lebih ekonomis lebih sedikit dalam pemakaian energi dan lebih aman bila
dibandingkan dengan proses tradisional yang ada sekarang. Di samping itu,
sebagian besar proses bioteknologi menghasilkan residu yang dapat terurai secara
biologis serta tidak beracun dalam jangka panjang. Bioteknologi memberikan suatu
harapan atas pemecahan berbagai persoalan, khususnya yang berhubungan dengan
obat-obatan, produksi pangan, dan pengendalian polusi dan pengembangan sumber
energi baru.

Sejarah Evolusi Bioteknologi


Bioteknologi bukan suatu hal baru. Tetapi ada empat fase perkembangan
utama yang dapat diidentifikasi hingga mencapai sistem bioteknologi modern.

14
1. Produksi bioteknologi makanan dan minuman
Kegiatan sperti membakar kue, membuat bir serta anggur sudah diketahui
sejak ribuan tahun yang lalu. Orang Somaria dan Babilonia kuno sudah minum bir
sejak 6000 tahun SM, orang Mesir sudah membuat adonan kue asam sejak tahun
4000 SM. Sedangkan Timur dekat, anggur dikenal pada waktu munculnya buku
genesis. Kesadaran bahwa terjadinya berbagai proses tersebut diakibatkan oleh
organisme hidup (ragi) belum dijabarkan hingga abad ke-17 oleh Anton van
Leewenhoek. Bukti pasti atau kesanggupan mikroorganisme melakukan fermentasi
timbul dari studi permulaan atas Pasteur antara tahun 1875 dan 1876. Pasteur
dapat dianggap sebagai bapak bioteknologi. Proses lain yang didasari aktivitas
mikroba seperti produksi susu fermentasi contohnya keju dan yoguhrt dan berbagai
macam makanan Asia contohnya kecap dan tempe dapat dianggap sama-sama
sebagai bioteknologi masa lampau. Penerpan lebih baru adalah budidaya jamur
yang mungkin sudah dilakukan beratus-ratus tahun yang lalu.

2. Proses bioteknologi semula dikembangkan pada kondisi tidak steril.


Banyak senyawa industri penting etanol, asam asetat, berbagai asam
orgnik, butanol, dan aseton dihasilkan pada akhir abad ke-19 dengan menggunakan
metode fermentasi yang terbuka terhadap lingkungan. Pengendalian terhadap
kontaminasi mikroorganisme dapat dilakukan dengan memanipulasi lingkungan
ekologis secara hati-hati, bukan melalui penggunaan rekayasa yang rumit. Namun
dengan munculnya zaman minyak bumi yang menyebabkan berbagai senyawa
tersebut dapat diproduksi.

3. Pengenalan sterilisasi dalam proses bioteknologi


Suatu arah baru dalam bioteknologi muncul pada tahun 1940-an melalui
pengenalan teknik rekayasa yang rumit pada kultivasi massa mikroorganisme
untuk menjamin bahwa proses biologis tertentu dapat berlangsung tanpa
kontaminasi mikroorganisme lainnya. Jadi dengan terlebih dahulu melakukan
sterilisasi media dan bioreaktor, serta menggunakan perlengkapan rekayasa yang
dapat menghindari kontamin yang mungkin masuk. Maka hanya biokatolis yang
diinginkan saja yang ada dalam raktor.

4. Dimensi baru dan kemungkinannya untuk industri bioteknologi.


Dalam dekade terakhir ada beberapa perkembangan terkenal dalam
biologi molekuler dan pengendalian proses yang menciptakan kesempatan baru
15
dan mencengangkan. Perkembangan ini tidak hanya menimbulkan dimensi baru,
melainkan juga meningkatkan efisiensi dan ekonomi industri bioteknologi yang
sudah ada. Sebagian besar penemuan tersebut adanya pernyataan optimis tentang
peran bioteknologi di masa depan terhadap perekonomian dunia.
Bioteknologi mempunyai dua ciri karakteristik. Hubungannya dengan
aplikasi praktis dan kerja sama inter disipliner. Para ahli bioteknologi akan
menggunakan berbagai teknik yang berasal dari bidang kimia, mikrobiologi,
genetika, biokimia, teknik kimia, dan ilmu komputer. Sedangkan sasaran utama
mereka adalah inovasi, pengembangan, dan optimasi operasi. Suatu proses katalis
biokimia mempunyai peran penting yang tidak dapat diganti. Bioteknologi
bukanlah suatu disiplin ilmu baru, tetapi merupakan suatu aktivitas bagi para
spesialis dari berbagai bidang disiplin ilmu guna memberikan kontribusinya.
Perbedaan nyata antara biosains dan bioteknologi harus digambarkan
dengan jelas. Biosains berhubungan dengan pengenalan pengetahuan biologi.
Sedangkan bioteknologi berhubungan dengan aplikasi pengetahuan biologi. Dalam
banyak kasus proses bioteknologi terjadi pada suhu rendah, akan memerlukan
bahan baku yang murah sebagai substratnya.
Para ahli biosains teknik dari berbagai disiplin ilmu masing-masing akan
memberikan kontribusinya pada bioteknologi. Istilah bioteknologi telah masuk ke
dalam perbendaharaan kata kita sebagai suatu deskripsi yang mencakup seluruh
ilmuwan/ahli teknik yang bekerja sama menerapkan keahlian dan pengetahuanny a
pada pengolahan bahan biologis. Namun penggunaan istilah ini hendaknya tidak
diteruskan karena hanya akan menimbulkan kebingungan.

II.3. Rekayasa Genetika dan Bioetika


Rekayas genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan yang
berusaha mengubah atau memanipulasi bahan/materi genetik organisme secara
invitro dengan menambah, mengganti, mengurangi atau memodifikasi gen
sehingga didapatkan ciri-ciri kemampuan yang baru. Penambahan gen-gen
dilakukan dengan teknologi rekombain DNA.
Semua makhluk hidup mewariskan sifat-sifat menurun dari generasi ke
generasi. Karena adanya gen-gen yang mengendalikan sifat-sifat tersebut. Unit
yang berperan dalam menurunkan sifat adalah gen yang terdapat pada kromosom.

16
A. Pola Pewarisan Sifat
1. Percobaan Mendel
Sifat-sifat hereditas pertama kali dianalisa oleh Gregor Mendel pada awal
tahun 1860-an (1822-1884) dengan menyilangkan tanaman ercis (pisium sativum)
dari berbagai morfologi. Hal yang terpenting ialah ia tidak hanya mencatat
penampilan sifat-sifat khusus pada keturunan generasi pertama, tetapi juga
mempelajari persilangan antara keturunan-keturunan tersebut, maupun antara
keturunan dengan tanaman induk asalnya. Beberapa alasan Mendel menggunakan
kacang ercis untuk percobaan genetika adalah karena :

1) Mudah tumbuh dan siklus hidupnya tidak lama.


2) Dapat mengadakan penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang.
3) Memiliki beberapa sifat yang mencolok, antara lain batangnya yang
tinggi dan rendah, buah yang penuh dan berkerut serta umumnya
berwarna kuning atau hijau, biji yang bulat dan kisut serta berwarna
kuning dan hijau, bunga yang letaknya aksilat dan termiral serta
warnanya ungu dan putih.
Percobaan Mendel ini membawanya pada kesimpulan bahwa banyak sifat
ercis yang dikendalikan oleh dua faktor tertentu (yang kemudian disebut gen), yang
berasal dari induk jantan dan induk betina. Selanjutnya Mendel mencatat bahwa
berbagai sifat yang dipelajari tidak tersusun bersama sehingga dapat disimpulkan
bahwa sifat tersebut berasal dari unit-unit hereditas yang terpisah. Hal yang
penting juga adalah bahwa Mendel membedakan berbagai penampilan fisik suatu
organisme, yaitu genotipnya. Mendel menyadari bahwa gen-gen tertentu (dominan)
dapat mewujudkan diri jika mereka hanya terdapat dalam satu kopi saja, sedangkan
gen-gen lainnya (gen-gen resefis) memerlukan dua kopi untuk dapat mewujudkan
diri.
Dalam salah satu percobaannya, Mendel menyilangkan ercis varietas biji
bulat dengan varietas biji keriput. Generasi ini disebut parental (tetua atau induk).
Biji yang dihasilkan dari persilangan ini adalah bulat-bulat (tidak ada bentuk
pertengahan) dan disebut generasi hibrid (organisme yang dihasilkan oleh tetua
yang secara genetik berlainan) atau F1.
Kemudian Mendel menyilangkan sesama F1 dan menghasilkan generasi F2
yang berbiji bulat dan keriput dengan perbandingan 2,96 : 1. Fakta ini

17
menunjukkan bahwa bila ercis biji bulat disilangkan dengan ercis biji keriput,
maka biji bulat meneruskan suatu faktor pengendali kepada keturunannya (F1).
Munculnya kembali ercis keriput pada generasi F2 menunjukkan bahwa F1 juga
mengandung suatu faktor keadaan biji keriput. Ciri-ciri yang diteruskan tanpa
perubahan kepada generasi F1 disebut dominan, sedangkan ciri-ciri yang
tersembunyi dalam F1 tetapi muncul kembali pada F2 disebut resesif.

2. Hukum Mendel
Hukum Mendel I disebut juga Hukum Segregasi yang berlaku untuk
persilangan Monohibrid, menyatakan bahwa alel memisah (bersegresi) satu dari
yang lain selama pembentukan gamet-gamet (sel-sel kelamin). Alel ialah pasangan
gen yang terdapat pada lokus yang sama dalam kromosom homolog.
Hukum Mendel II disebut juga Hukum Pemisahan dan Pengelompokan
secara bebas (independent assortment), mengemukakan bahwa pasangan gen
berbeda yang sedang bersegresi akan berpadu atau mengelompok secara bebas.
Jika parental bisa bulat mengandung dua gen identik untuk biji bulat yang
ditentukan sebagai RR dan parental biji keriput mengandung dua gen biji keriput
yang ditentukan sebagai rr, maka kedua parental itu disebut homozigot bagi
sifatnya masing-masing. Dalam pembentukan gamet-gamet, gen-gen itu berpisah.
Nukleus sperma atau telur yang manapun (gamet) dari parental biji bulat akan
membawa alel R, sedangkan gamet dari biji keriput akan membawa alel r.

3. Persilangan Monohibrid
Disilangkan antara kacang ercis bunga ungu (MM) yang dominan dengan
bunga putih (mm) yang resesif.
P : MM (ungu) x mm (putih)
Gamet : M m
F1 : Mm(ungu)
Jika F1 (bunga ungu) disilangkan dengan F1 (bunga ungu)
Mm x Mm
Gamet : M,m M,m
F2 : ♂ M m

M MM (Ungu) Mm (Ungu)
m Mm (Ungu) Mm (Putih)

18
Ratio Fenotipe : Ungu : Putih =3:1
Ratio Genotipe : MM : Mm, Mm : mm =1:2:1

4. Uji Silang (Testcross)


Testcross ialah perkawinan antara individu F1 dengan induk homozigot
resesif. Misalnya disilangkan kacang ercis bunga ungu (MM) dominan dengan
bung putih (mm) yang resesif. Semua tanaman F1 berbunga ungu. Jika diuji silang
tanaman F1 dengan induk homozigot resesif, generasi F2-nya adalah sebagai berikut
:
P : MM (ungu) x mm (putih)
Gamet : M m
F1 : Mm(ungu)
Testcross
Mm x Mm
Gamet : M,m M,m
F2 : ♂ M m

m Mm (Ungu) Mm (Putih)
Ratio Fenotipe : Ungu : Putih =1:1
Ratio Genotipe : Mm : mm =1:2
5. Sifat Intermediet
Contoh, disilangkan tanaman bunga pukul empat (mirabilis jalapa). Jika
serbuk sari berasal dari tanaman homozigot berbunga merah (MM) dan putik yang
berasal dari tanaman homozigot berbunga putih (mm). Generasi F1-nya adalah
tanaman heterozigot merah muda (Mm). Jika tanaman F1 disilangkan sesamanya
menghasilkan generasi F2 dengan perbandingan fenotipnya merah : merah muda :
putih = 1 : 2 : 1
P : ♂ MM (merah) x ♀ mm (putih)
Gamet : M m
F1 : Mm(merah muda)
F1 + F2 : Mm (merah muda) x Mm (merah muda)
Gamet : M dan m M dan m
F2 : ♂ M m

M MM (merah muda) Mm (merah muda)
m Mm (merah muda) Mm (Putih)

19
Ratio Fenotipe : Merah : Merah muda : Putih =1:2:1
Ratio Genotipe : MM : Mm : mm =1:2:1

6. Persilangan Dihibrid
Contoh persilangan dihibrid ialah antara kacang ercis berbiji warna kuning
berbentuk bulat (KKBB) sebagai parental yang mempunyai sifat-sifat dominan,
dengan kacang ercis yang bijinya hijau dan keriput (kkbb) sebagai resesif.
P : KKBB (kungin bulat) x kkbb (hijau keriput)
Gamet : KB kb
F1 : KkBb (kuning bulat)
Jika F1 (kuning bulat) disilangkan dengan F1 (kuning bulat)
KkBb x KkBb
Gamet : KB, Kb, kB, kb KB, Kb, KB, kb
F2 ♂
KB Kb KB kb

: KKBB KKBb KkBB KkBb
KB
(kuning bulat) (kuning bulat) (kuning bulat) (kuning bulat)
Kb KKBb KKbb KkBb Kkbb
(kuning bulat) (kuning bulat) (kuning bulat) (kuning bulat)
kB KkBB KkBb kkBB kkBb
(kuning bulat) (kuning bulat) (hijau bulat) (hijau kisut)
kb KkBb Kkbb kkBb kkbb
(kuning bulat) (kuning kisut) (hijau bulat) (hijau bulat)
Atau :
1KKBB 1KKbb 1kkBB 1kkbb
2KKBb 2Kkbb 2kkBb
2KkBB

1KkBb

9 K–B 3 K – bb 3 kk – B 1 kkbb
9 kuning bulat 3 kuning keriput 3 hijau bulat 1 hijau keriput

7. Penurunan Sifat yang Terpaut Kelamin


Terdapat dua jenis kromosom pada manusia, yaitu :
1. Autosom (kromosom tubuh) yang tidak berhubungan dengan jenis
kelamin, misalnya pada manusia terdapat 22 autosom.
2. Kromosom kelamin yang merupakan kromosom penentu jenis kelamin,
misalnya pada manusia, wanita memiliki 46 kromosom yang terdiri atas :
22 pasang autosom dan 1 pasang kromosom, sehingga berjumlah 23

20
pasang. Kelainan-kelainan pada manusia yang disebabkan oleh gen yang
terpaut kelamin misalnya buta warna dan bemofilia. Contoh :
h
P : XH X X XHY
h
Gamet : XH, X XH , Y
h h
X H XH XHY XHX XY
♀ normal ♂ normal ♀ carrier ♂ hemofilia
Jadi semua anak wanita Carrier, semua anak Pria normal.

B. Sifat Kimiawi Gen


Secara struktural, komponen utama dari gen adalah asam-asam nukleat,
yaitu DNA. Dua komponen utama kromosom yaitu :
1. Asam Deoksiribonukleat (DNA)
2. Suatu kelas protein kecil yang bermuatan positif, yaitu histoa yang bersifat
basa sehingga menetralkan keasaman DNA.
Pada akhir abad ke-19 telah ditemukan bahwa sel mempunyai suatu asam
nukleat. Jenis kedua yaitu asam ribonukleat (RNA). Berbeda dengan DNA yang
secara spesifik berlokasi pada kromosom, RNA ditemukan dalam sitoplasma
maupun nukleus. Di dalam nukleus, RNA terpusat sebagai beberapa butiran padat
yang melekat pada kromosom. Setiap DNA dan RNA tersusun dari unsur
pembangunan asam nukleat yaitu nukleorida. Setiap nukleiorida mengandung satu
gugusan fospat, satu gula, dan sebuah basa purin atau pirimidin (molekul
berbentuk cincin pipih) yang mengandung karbon dan nitrogen. Basa purin terdiri
atas adenin (A) dan guanin (G), sementara Basa Pirimidin terdiri dari sitosin (C)
dan timin (T). Terdapat sifat DNA yang menarik yaitu bahwa berapapun jumlah
adenin yang terdapat dalam hidrolisis DNA suatu organisme, terdapat pula timin
dalam jumlah yang sama. Demikian pula berapapun jumlah sitosin akan sama
dengan jumlah guanin. Nukleofida-nukleofida dari DNA terpaut satu sama lain
oleh ikatan fosfodiester 5’ – 3’ yang teratur.
Model tiga dimensi DNA pertama kali ditemukan oleh James Natson dan
Francis Crick pada tahun 1953. Model yang dikembangkan oleh kedua ilmuwan
ini dapat menggambarkan fungsi DNA untuk menyimpan dan mengadakan
informasi. Pada model Watson-Crick, molekul DNA memiliki dua rantai
polinukelorida yang masing-masing terdiri dari gugus fosfat dan gula yang saling

21
bersilangan. Gugus fosfat yang terikat pada atom karbon 5’ dari satu gula terikat
secara kovalen pada atom karbon 3’ dari gula berikutnya. Kedua rantai tersebut
saling terpilin seperti tangga spiral ganda. Sehingga disebut heliks ganda (double
helix) dengan arah kedua rantai yang saling berlawanan. Perbedaan DNA dan RNA
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Komponen Utama DNA (Deoksiribo Nucleic Acid) dan RNA (Ribo Nucleic Acid)
Asam
Nukleat DNA RNA
Faktor Pembeda
Struktur Pita ganda berpilin Pita tunggal (single strand)
(double helix)
Susnan kimia Gula : Deoksiribosa Gula : Ribosa
Basa : Timin (1) Basa : Urasil (U)
Lokasi / Letak Umumnya terdapat pada mRNA : Terdapat pada nukleus dan
kromosom sitoplasma
rRNA : Terdapat pada ribosam
tRNA : Terdapat pada sitoplasma
Fungsi Memberikan informasi mRNA : Menerima informasi gentik
gentik dengan dari DNA dan
peranannya sebagai membawanya ke ribosom
autokatalis yaitu dapat untuk sintesis protein
mensintesis dirinya rRNA : Membantu proses sintesis
sendiri dan sebagai protein yang terjadi di
baterokatalis yaitu dapat ribosom
mensintesis RNA dan tRNA : Mengikat asam amino yang
protein telah bernergi dan
membawanya ke ribosom
untuk pembentukan protein

Dogma sentral Biologi molekuler merupakan salah satu konep penting


untuk menyelesaikan kerja gen dalam membentuk rantai polipeptida, yaitu :
- DNA membawa kode untuk pembentukan RNA melalui proses yang
disebut transkripsi.
- RNA dengan kode tertentu membentuk protein melalui proses translasi.
- Protein yang telah terbentuk tidak menyusun suatu kode untuk
pembentukan protein, RNA ataupun DNA.
Gambaran tentang fungsi pemeliharaan dan transfer informasi genetik oleh
dan dari DNA, ke RNA dan selanjutnya ke Protein, yang meliputi proses-proses
aplikasi, transkripsi dan translasi.

C. Rekapitulasi DNA

22
Penggandaan kromosom dimulai dari proses pembentukan rantai dua
polinukleorida dari satu polinuklerida sebelumnya dalam proses replikasi DNA.
Dalam proses ini masing-masing utas pada double helix menjadi cetakan (template)
untuk membentuk utas komplementernya pada prinsipnya, replilkasi DNA
mempunyai beberapa karakteristik :
1. Seni Koservatif
2. Dimulai pada titik-titik tertentu sepanjang DNA, disebut titik-titik asal
replikasi (replication origin)
3. Mempunyai dua arah (bidirectional)
4. Arah pembentukan utas baru selalu dari 5’ ke 3’
5. Secara sebagian tidak sinambung (semi discontinious)

Replikasi DNA dimulai dari titik-titik tertentu sepanjang kromatin yang


disebut titik-titik asal replikasi. Panjang DNA yang direplikasi mulai dari satu titik
asal replikasi disebut replikon. Dari setiap titik asal replikasi dua utas DNA mulai
terpisah (membentuk bubble). Pembentukan dua utas baru DNA dari titik ini ialah
dua arah masing-masing menjauhi titik asal replikasi, sehingga terbentuk dua garpu
replikasi. Pada molekul DNA eukariotik terdapat banyak titik asal, sedangkan pada
prokariotik hanya ada 1 titik asal replikasi, replikasi akan berjalan ke dua arah (dwi
arah), sampai terbentuk DNA baru. Mekanisme replikasi DNA terdiri dari 3 tahap :
inisiasi (awal), pemanjangan, dan terminasi (akhir).

D. Jenis-Jenis RNA
1. Mesengger RNA (mRNA) atau RNA duta.
RNA ini merupakan molekul yang menjadi model proses sintesis
protein. RNA ini dinamakan RNA duta karena merupakan perantara antara
DNA dan protein yang berfungsi sebagai pembawa pesan berupa informasi
genetik dari DNA ke protein dalam translasi nantinya. Rangkaian nukleorida
mRNA diterjemahkan menjadi rangkaian asam amino pada protein di dalam
sel. mRNA tidak terdapat secara permanen, tetapi akan dibentuk bila sel
memerlukan protein dan setelah sintesis protein berakhir mRNA akan terurai
menjadi nukleorida-nukleorida penyusunan (mononukleorida).

2. Transfer RNA (tRNA) atau RNA pemindah.

23
Molekul RNA ini berfungsi sebagai pemindah atau penterjemah
pesan genetik yang dibawa mRNA menjadi rangkaian asam amino. Molekul
ini mempunyai bentuk 3 dimensi yang tercipta melalui pelipatan molekul
linear dan terjadi ikatan hidrogen antara basa-basa komplementer. Secara
umum struktur molekul tRNA memiliki bentuk dasar seperti daun semanggi
(tangkai dengan 3 jari). Tangkai dan jari tersebut terbentuk dari molekul
primer yang berpasangan dan pada ujung ke-3 jari terdapat simpul yang
terbentuk dari lengkungan rantai primer yang basanya tidak berpasangan.
Ketiga simpul tersebut adalah simpul TYC (TPC), simpul Antikodon dan
simpul Dihidrouridin. Pada simpul antikodon terdapat 3 basa berurutan yang
nantinya akan berpasangan dengan 3 basa pada molekul mRNA.

3. Ribosomal RNA (rRNA) atau RNA ribosom


Molekul ini yang menyusun kerangka ribosom bersama-sama dengan
protein pada bakteri E. Colli. Setiap ribosom disusun atas 2 bagian yaitu
bagian 30 S (mengandung rRNA 16 S) dan bagian 50 S. Ribisom merupakan
tempat berlangsungnya proses sintesis protein. Pada saat proses sintesis
protein akan berlangsung, kedua bagian ribisom (30 S dan 50 S) akan
bergabung menghasilkan ribisom 70 S.

Translasi (Sintesis protein)


Sitesis protein terjadi pada ribisom. Sintesis sebenarnya merupakan kerja
sama antara tiga komponen utama, yaitu mRNA yang membawa informasi
pengurutan asam-asam amino, tRNA yang membawa asam-asam amino ke tempat
sintesis, serta ribisom yang merupakan lokasi sintesis protein. Di samping itu, tidak
berlangsungnya proses ini diperlukan berbagai enzim dan energi. Sintesis protein
terdiri dari 4 tahap. Yaitu : tahap aktivasi, inisiasi, pemanjangan, dan terminasi
serta sandi genetik.

E. Teknologi Rekombinan DNA


Teknologi rekombinan DNA atau sering disebut kloning gen, memberikan
kesempatan yang tak terbatas bagi terbentuknya kombinasi baru dari gen yang
tentunya dihasilkan dengan cara memasukkan molekul-molekul asam nukleat ke
dalam plasmid atau sistem vektor lainnya, selanjutnya vektor yang telah bermuatan
DNA / gen asing tersebut ditransformasikan ke dalam jasad inang vektor yang
sesuai. Dari definisi tersebut maka transfer gen alamiah tidak mungkin menjadi
24
mungkin dengan teknik transfer gen in vitro. Agar molekul asam nukleat (DNA,
gen) asing dapat mengekspresikan diri dalam jasad inangnya, maka teknik transfer
dan ekspresi gen memerlukan pengetahuan dasar tentang penyediaan fragmen
DNA. Enzim yang digunakan untuk fregmentasi DNA ialah endonuklease restriksi
dengan urutan nukleorida tertentu sebagai sasaran untuk memotong DNA.
Potongan-potongan tersebut dapat dipisahkan dan urutannya ditentukan. DNA
rekombinan yaitu molekul DNA baru yang mengandung kombinasi potongan
DNA.

II.4. Aplikasi Bioteknologi Dalam Berbagai Bidang


Proses bioteknologi dapat dipandang pada baris volume dan nilainya. Jadi,
volume besar dengan produk/jasa bernilai rendah mencakup pemurnian air,
pengolahan limbah cair (efluen) dan sampah, produksi metan, etanol, biomas dan
makanan ternak. Kemudian volume relatif besar dengan produk bernilai menengah
mencakup asam amino dan asam organik, produk makanan, ragi kue, aseton,
butanol, dan polimer tertentu. Sedangkan volume rendah dengan produk bernilai
tinggi termasuk antibiotika, interferon, vaksin, monoklonal, antibodi, enzim dan
vitamin.

A. Pengolahan Bahan Pangan


1. Membuat roti
Pada pembuatan roti, biji serelia dipecah dahulu untuk membuat
terigu. Terigu ditambah air untuk mengaktifkan enzim emilase lalu
menghidrolisis tepung menjadi maltosa lalu menjadi glukosa. Lalu khamir
saccharomyces cervisiase ditambahkan agar membentuk karbondioksida yang
menjadi gelembung terperangkap pada adonan roti agar roti bertekstur ringan
dan mengembang.

2. Pengolahan hasil susu


a. Keju
Dalam pembuatan keju bakteri yang digunakan adalah asam laktat yang
biasa digunakan adalah 2 jenis yaitu lactobacillus dan strepto coccus.
Susu dipanaskan 90O C lalu didinginkan 30O C kemudian kultur bakteri
asam laktat dinokulasikan (ditanam). Akibat aktivitas bakteri PH
menjadi turun dan mengakibatkan susu terpisah menjadi dadih padat
kemudian ditambahkan enzim khimosin. Dadih yang terbentuk
25
dipanaskan 32 – 42O C ditambah garam, setelah itu ditekan untuk
membuang air dan disimpan agar matang. Penyimpanan ini bertujuan
agar mikroorganisme dan enzim bekerja menghasilkan cita rasa keju.

b. Yoghurt
Dalam pembuatan yoghurt susu dipasteurisasi dahulu lalu sebagian
lemak dibuang. Mikroorganisme yang digunakan asam laktat
lactobacullus bulgaricus dan streptoccus thermophillus. Lalu disimpan
dalam suhu 45O C selama 5 jam dalam penyimpanan PH turun 4, 0.
Setelah itu susu didinginkan dan bisa ditambahkan cita rasa buah jika
diinginkan.
c. Mentega
Pada pembuatan mentega, mikroorganisme yang digunakan adalah
streptococcus lactis dan leuconostoc cremoris yang membantu proses
pengasaman. Setelah itu ditambah cita rasa tertentu kemudian lemak
mentega dipisahkan.

B. Bioteknologi di bidang kedokteran


1. Pembuatan antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu
sumber tunggal atau sel klon yang hanya mengenal satu jenis antigen.
Pembentukan antibodi monoklonal dilakukan dengan bantuan kelinci, atau
tikus. Kegunaan antibodi monoklonal cukup beragam. Para ilmuawan
berharap agar dapat menggunakan antibodi monoklonal dalam pengobatan
kanker. Beberap jenis sel kanker membuat antigen yang berbeda dengan
protein yang dibuat sel-sel sehat. Kegunaan antibodi monoklonal adalah
berikut ini :
1. Untuk mendeteksi kandungan hormon korionik ganadotropin dalam
urin wanita hamil.
2. Mengikat racun dan menonaktifkannya.
3. Mencegah penolakan jaringan terhadap hasil transplantasi jaringan lain.

C. Pembuatan Vaksin
Belum lama ini para ilmuwan telah berhasil mengkultur sel-sel
vertebrata berbagai ukuran. Proses dimulai dengan memperlakukan jaringan
yang sesuai dengan enzim preteolitik. Misalnya tripsin untuk memisahkan sel-
sel. Lalu dipindah ke nutrisi tertentu untuk melekatkan sel ke dasar wadah dan
26
akan membelah secara mitosis membentuk satu lapis sel. Sel ini digunakan
untuk membentuk kultur sekunder.

D. Pembuatan Antibiotika.
Antibiotika pertama yang dipakai untuk mengobati penyakit seperti
tirosin. Antibiotika diperoleh dari bacilus brevis. Antibiotik telah dikenal sejak
lama, yakni melawan berbagai infeksi mikroorganisme patogen. Antibiotik
dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu.
Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran pada
perang duni ke-2. Antibiotika dibuat saat pertumbuhan mikroorganisme
penghasil antibiotika agak turun dibanding saat pertumbuhan maksimum. Pada
saat tersebut mikroorganisme berlangsung lebih lama daripada metabolisme
primer.

II.5. Generasi Komputer Masa Depan


Komputer generasi pertama mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Komponen yang dipergunakan adalah tabung hampa udara (Vactum tube)
untuk sirkuitnya.
2. Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin (machine language).
3. Menggunakan konsep stored-program dengan memori utamanya adalah
magnetic core storage.
4. Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan magnetik disk.
5. Ukuran pisik komputer besar, memerlukan ruangan yang luas.
6. Cepat panas, sehingga diperlukan alat pendingin.
7. Prosesnya kurang cepat.
8. Simpanannya kecil.
9. Membutuhkan daya listrik yang besar.
10. Orientasinya terutama pada aplikasi bisnis.

Komputer generasi kedua mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ini.


1. Komponen yang dipergunakan adalah transistor untuk sirkuitnya, dikembangkan
di Bell Laboratories oleh John Bardeen, William Shockley dan Walter Brattain
pada tahun 1974.
2. Program dapat dibuat dengan bahasa tingkat tinggi (high livel language) seperti
misalnya FORTRAN, COBOL, ALGOL (the Alogarithmic Language).

27
3. Kapasitas memori utama sudah cukup besar dengan pengembangan dari
magnetic core storage, dapat menyimpan puluhan ribu karakter.
4. Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan magnetic disk yang
berbentuk removable disk atau disk pack.
5. Mempunyai kemampuan proses read-time dan time-sharing. Real-time
dapat dilakukan karena menggunakan simpanan luar yang sifatnya direct access.
Seperti misalnya magnetic disk. Sehingga informasi yang dibutuhkan, seketika
dapat dihasilakan. Sedang time-sharing memungkinkan beberapa pemakai
menggunakan komputer secara bersama-sama dan komputer akan membagi
waktunya (time-sharing) untuk tiap-tiap pemakai.
6. Ukuran pisik komputer lebih kecil dibandingkan komputer generasi
pertama.
7. Proses operasi sudah cepat, dapat memproses jutaan operasi per-detik.
8. Membutuhkan lebih sedikit daya listrik.
9. Orientasinya tidak hanya pada aplikasi bisnis, tetapi juga ke aplikasi
teknik.

Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)


Komputer generasi ketiga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Komponen yang dipergunakan adalah IC (Integrated Circuits), yang berbentuk
hybrid integrated circuits dan monolithic integrated circuits. Hybrid integrated
circuit atau solid logic tehnology (SLT) adalah transistor dan dioda yang
diletakkan secara terpisah dalam satu tempat.
Monolithic integrated circuits atau monolithic system technology (MST) adalah
elemen-elemen sirkuit (transistor, resistor dan dioda) semuanya diletakkan
bersama-sama dalam suatu chip. MST lebih kecil tetapi mempunyai kemampuan
yang lebih besar dari LST. IC disebut juga dengan instruments dan Fairchild
semiconductor.
2. Peningkatan dari softwarenya.
3. Lebih cepat dan lebih cepat. Kecepatannya hampir 10000 kali dari komputer
generasi pertama. Ukuran kecepatannya adalah microseconds (jutaan operasi
perdetik), bahkan sampai nanoseconds (milyard operasi perdetik).
4. Kapasitas memori komputer lebih besar, dapat menyimpan ratusan ribu karakter.

28
5. Menggunakan penyimpanan luar yang sifatnya random acces (dapat masuk
record data secara random), yaitu disk magnetik yang berkapasitas besar (jutaan
karakter).
6. Penggunaan listrik lebih hemat dibandingkan komputer generasi sebelumnya.

2.6. Aplikasi Dunia Teknologi Informasi


Dalam dunia teknologi informasi, terutama yang terkait dengan hak cipta
piranti lunak, terdapat istilah lunak proprietaray dan piranti lunak open source.
Piranti lunak pertama mengacu kepada suatu piranti lunak yang dikembangkan
oleh vendor dimana kode programnya (source code) tertutup dari pengguna.
Sedangkan piranti lunak yang kedua adalah piranti lunak yang dikembangkan oleh
komunitas yang bekerja secara volkutir dan kode programnya dapat dilihat oleh
pengguna.

A. Piranti Lunak Open Source


1. Sejarah piranti lunak open source
Sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke
belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium komputer di
Universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley. Carnegie Mellon and MIT
pada tahun 1960-an dan 1970-an awalnya tumbuh dari suatu komunitas
pempogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa
bertukar kode program. Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh
Ricchard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak
aplikasi di komputer DEC PDP -10. Awal tahun 1980-an komunitas
hacker di MIT dan Universitas lain tersebut bubar kerena DEC
menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di
PDP-10 banyak jadi kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan
68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun peranti
lunak bebas, pengguna harus menandatangani nondisclosure agreement
untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem
operasi ini.

B. Terminologi Open Source


Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin
meningkat juga minat terhadap piranti lunak yang bebas untuk disharing

29
seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk
mendefinisikan jenis piranti lunak tersebut. Akan tetapi terminologi free yang
dimaksud oleh FSF tidaklah mudah dipahami oleh kebanyakan orang.
Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL.
Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” (1998) juga
mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative).

III. KERUSAKAN LINGKUNGAN


3.1. Umum

Masalah lingkungan hidup dewasa ini makin memerlukan perhatian. Negara kita
mempunyai menteri yang bertugas menangani lingkungan hidup, yaitu Menteri
Lingkungan Hidup.
Manusia memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungannya untuk
hidup. Kita mengambil makanan dari apa yang tumbuh dan hidup di darat dan di air. Kita
menghirup oksigen dari udara. Kita menggunakan batu bara, minyak, dan bahan alam
lainnya untuk menghasilkan energi ataupun untuk menjalankan pabrik-pabrik. Pabrik-
pabrik itu menghasilkan barang-barang yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup
dan kesejahteraan manusia.
Kepada lingkungan, manusia mengembalikan limbah sisa-sisa pemakaiannya.
Sisa makanannya dibuang sebagai kotoran manusia. Sisa kegiatan sehari-hari dibuang
sebagai sampah. Setelah mengambil oksigen dari udara, manusia mengembalikan karbon
dioksida ke udara. Demikian pula manusia mengeluarkan karbon dioksida dalam jumlah
besar dari pembakaran bahan bakar di pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor.
Semua limbah itu diterima oleh lingkungan dan diolah kembali oleh alam
menjadi zat-zat berguna. Kotoran manusia dan hewan ternak didekomposisi dan menjadi
pupuk yang menyuburkan tanah untuk memproduksi makanan lagi bagi manusia. Karbon
dioksida diserap oleh tumbuh-tumbuhan yang dengan bantuan klorofil dan sinar matahari
diubah kembali menjadi karbohidrat yang berupa gula, pati, serat, dan kayu. Benda-
benda yang dihasilkan itu digunakan untuk makanan, pakaian, perumahan, dan bahan
bakar bagi manusia.
Di daerah pedalaman yang berpenduduk tidak padat, kegiatan industri belum
banyak, dan pohon-pohon hijau masih menutupi sebagian besar permukaan bumi,
sehingga masih didapati keseimbangan antara pembuangan limbah dan kemampuan alam

30
mengolahnya kembali. Dengan kata lain terdapat keseimbangan antara kegiatan manusia
dan daya dukung lingkungan. Akan tetapi, bagaimana di daerah perkotaan yang
berpenduduk makin padat akibat urbanisasi, kegiatan industri yang makin banyak, lalu
lintas makin padat, dan pohon-pohon makin sedikit? Keseimbangan di sini terganggu,
pembuangan limbah melebihi batas kemampuan alam untuk mengolahnya kembali. Di
mana-mana akan terlihat limbah-limbah berserakan yang belum sempat diolah oleh alam.

3.2. Kerusakan Tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh berbagai limbah rumah tangga, industri,


pertanian, dan atau buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganisme.
Tanah sangat penting dalam menunjang kehidupan di muka bumi. Sebagaimana
kita ketahui, rantai makanan bermula dari tumbuhan. Hewan hidup dari tumbuhan,
selanjutnya manusia hidup dari tumbuhan dan hewan. Walaupun tumbuhan dan hewan
ada juga yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari
permukaan tanah. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah kita menjaga kelestarian tanah
sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana
halnya pencemaran udara dan air, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.
Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah rumah tangga dan industri, limbah pertanian
atau buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
(nonbiodegradable).
1. Limbah rumah tangga dan industri
Di daerah perkotaan, limbah padat yang menggunung atau berserakan di
mana-mana akan mengganggu pemandangan. Limbah padat itu berasal dari rumah
tangga, pertokoan, perkantoran, rumah makan, pembangunan perumahan, bengkel
dan pabrik. Limbah padat dapat berupa kertas bekas, sisa-sisa makanan, potongan-
potongan kain, ban bekas, kantong-kantong plastik, bangkai mobil, puing-puing
bangunan, potongan-potongan logam dan lain sebagainya. Selain mengganggu
pemandangan, sampah atau limbah padat juga mengganggu karena menutupi
permukaan tanah sehingga tidak dapat digunakan untuk keperluan lainnya.
Penanganan Sampah
Sampah perkotaan yang berjumlah sangat banyak itu memerlukan
penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Pertama, sampah tersebut kita
kelompokkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraiakan oleh mikroorganisme

31
(biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
(nonbiodegradable), seperti sampah sintetik, karet, atau gelas. Karena itu, sangatlah
bijaksana jika setiap rumah tangga dapat memisahkan sampah atau limbah atas dua
bagian tersebut, selanjutnya sampah organk yang terbiodegradasi dapat ditangani
sebagai berikut :
a. Dijadikan bahan urukan, kemudian ditutupi dengan tanah sehingga terdapat
permukaan yang dapat dipakai kembali.
b. Dijadikan kompos.
c. Khusus untuk kotoran hewan dapat digunakan untuk membuat biogas.
d. Sampah organik dapat juga dibakar untuk memperoleh panasnya. Panas tersebut
dapat digunakan, misalnya untuk pembangkit listrik.
Sampah-sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, biasanya
lebih sukar penanganannya. Cara yang terbaik adalah pendauran bahan.
2. Limbah Pertanian
Limbah-limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk atau pestisida. Pertanian
yang intensif banyak menggunakan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk
pemberantasan hama. Penggunaan pupuk yang terus-menerus akan mengubah
struktur tanah, sehingga pada akhirnya kesuburan tanah berkurang dan tidak daapt
ditanami jenis tanaman tertentu. Selain itu, seperti telah dijelaskan pada bagian
terdahulu, sebagian dari sisa pupuk itu akan hanyut terbawa air sehingga mencemari
air sungai atau danau.
Pestisida haruslah digunakan secara hati-hati, sebab peptisida ini bukan saja
mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorganisme yang berguna, termasuk
mikroorganisme dalam tanah. Padahal kesuburan tanah bergantung pada jumlah
mikroorganisme di dalamnya. Selain itu, penggunaan pestisida yang terus-menerus
akan mengakibatkan serangga kebal (resistence) terhadap pestisida tersebut.
Beberapa bahan kimia yang digunakan sebagai pemberantasan hama
(insektisida) tidak mudah musnah, tetapi banyak juga yang dapat diuraikan oleh
mikroorganisme. Misalnya, DDT, bahan kimia ini tidak mudah dibiodegradasi, dan
mengumpul dalam tetumbuhan dan hewan yang memakan tumbuhan itu, akhirnya
masuk ke dalam tubuh manusia yang memakan tumbuhan atau hewan itu. Di antara
yang mudah mengalami biodegradasi ialah aldrin dan malation.
3. Buangan Bahan-Bahan yang Tidak Terbiodegradasi

32
Bahan-bahan seperti plastik, karet, kaca, serat sintetik maupun logam-logam,
tidak dapat terbiodegradasi. Meskipun bahan-bahan itu pada umumnya tidak beracun
tetapi dapat ditembus akar tanaman dan tidak tembus air. Oleh karena itu, bahan-
bahan tersebut akan mengganggu peresapan air ke dalam tanah, dengan demikian
juga mengganggu masuknya mineral-mineral yang menyuburkan tanah. Selain itu,
bahan-bahan tersebut juga mengganggu aliran udara ke dalam tanah, sehingga
memepengaruhi jumlah mikroorganisme dalam tanah tersebut.
Limbah yang tidak terbiodegradasi ini haruslah ditangani secara baik. Cara
yang terbaik adalah mendaur ulang. Akan tetapi hingga proses daur ulang ini masih
belum berhasil dengan baik. Namun demikian usaha-usaha/penelitian ke arah itu
harus tetap dilanjutkan. Jika dijadikan bahan urukan juga tidak baik, karena banyak
di antaranya seperti plastik dan karet sintetik, sama sekali tidak terbiodegradasi.
Limbah plastik dan karet juga tidak boleh dibakar, karena hasil pembakarannya akan
menimbulkan pencemaran udara.
Salah satu cara untuk mengurangi limbah plastik adalah mengurangi
penggunaannya atau menciptakan plastik yang dapat mengalami biodegradasi.
Dewasa ini penggunaan plastik begitu luas. Hal ini disebabkan oleh karena jenisnya
yang bermacam-macam sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai
dari kantong-kantong plastik hingga komponen pesawat terbang. Untuk mengurangi
penggunaan plastik, maka dianjurkan untuk kembali menggunakan bahan-bahan
alam jika masih memungkinkan. Misalnya, pasar-pasar tradisional dapat
menggunakan daun pisang atau daun jati sebagai pembungkus.

3.3. Pencemaran Air


1. Pengertian Air Bersih
Air sangat penting bagi kehidupan, baik manusia, hewan maupun
tumbuhan. Seluruh proses kimia (metabolisme) dalam tubuh makhluk hidup
berlangsung dalam media (pelarut) air.
Air merupakan pelarut yang baik. Air alam mengandung berbagai zat
terlarut maupun tidak larut. Air alam juga mengandung mikroorganisme.
Apabila kandungan air itu tidak mengganggu kesehatan manusia, maka air itu
dianggap bersih. Sementara itu air yang tidak layak untuk diminum, masih dapat
digunakan untuk keprluan lain, seperti irigasi, atau untuk industri.

33
Air dinyatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kualitas air
sehingga air tidak dapat digunakan untuk tujuan penggunaannya. Air tercemar
karena masuknya makhluk hidup, zat, atau energi ke dalam air oleh kegiatan
manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Berdasarkan
peruntukannya, air (tidak termasuk air laut) dibagi dalam 4 golongan, yaitu :
1) Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara
langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
2) Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk air
minum.
3) Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan
peternakan.
4) Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dan
dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, pembangkit listrik
tenaga air.
Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO)
Air mengandung oksigen terlarut. Oksigen terlarut itu berasal dari udara dan
dari hasil fotosintesis tumbuhan air. Oksigen itu diperlukan oleh makhluk
hidup di dalam air, misalnya ikan, udang, kerang, dan binatang air lainnya.
2. Sumber pencemaran air
Sumber pencemaran air yang paling umum adalah limbah industri,
pertanian, dan pemukiman.
a. Limbah industri
Pada umumnya limbah industri dapat mencemarkan air. Oleh karena
itu, limbah industri harus diproses dan tidak boleh langsung dibuang ke
saluran umum/sungai. Jenis limbah bergantung pada jenis industrinya,
misalnya, zat warna dari pabrik tekstil, sampah organik dari pabrik
pulp/kertas, dan merkuri dari industri kosmetik tertentu.
Limbah industri yang paling berbahaya adalah logam-logam berat
seperti raksa (merkuri). Limbah merkuri dapat berasal dari industri obat-
obatan, industri batu baterai, industri kosmetik, industri plastik atau
pengolahan logam. Di Jepang antara tahun 1953 samapai 1960, tercatat 111
orang meninggal atau cedera karena makan ikan yang berasal dari teluk

34
Minamata. Perairan telum Minamata tercemar merkuri yang berasal dari
sebuah pabrik plastik. Kejadian itu terkenal dengan tragedi Minamata.
b. Limbah pertanian
Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari
air. Limbah pupuk akan menyuburkan tumbuhan air, seperti ganggang dan
eceng gondok, sehingga dapat menutupi permukaan air. Hal itu menghambat
masuknya sinar matahari ke dalam air dan seterusnya akan mematikan
fitoflankton dalam air. Akibat lanjut sampah organik dari ganggang dan
enceng gondok itu akan menghabiskan oksigen terlarut sehingga ikan-ikan
tidak dapat hidup. Sementara itu, sisa pestisida dapat membunuh ikan-ikan
atau diserap oleh mikroorganisme lalu masuk ke dalam rantai makanan.
c. Limbah pemukiman
Limbah pemukiman yang paling potensial untuk mencemarkan air
adalah detergen. Dewasa ini detergen telah menggeser fungsi sabun sebagai
bahan pencuci. Padahal limbah detergen sangat sukar diuraikan oleh
mikroorganisme sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama, bahkan
sampai tahunan. Oleh karena itu, buih detergen sering menutupi permukaan
air sungai atau danau. Selain itu, detergen juga mengandung senyawa fosfat
yang merangsang pertumbuhan ganggang dan enceng gondok. Seperti telah
dijelaskan di atas, pertumbuhan yang tidak terkendali dari tumbuhan air ini
dapat mengganggu ekosistem air.

3.4. Pencemaran Udara

1. Karbon Dioksida (CO2)


Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca. Sebelum era industrialisasi,
kadar karbon dioksida di udara masih rendah, yaitu hanya 280 ppm (0,0280 %) pada
tahun 1860. Semakin banyaknya pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam
berakibat kadar gas meningkat hingga 315 ppm pada tahun 1960. Batu bara terdiri
atas sebagian bersar karbon, kalau dibakar akan bereaksi dengan oksigen
menghasilkan karbon dioksida.

C (s) + O2 (g) → CO2 (g)

35
Gas alam dan minyak bumi termasuk senyawa hidrokarbon. Pembakaran gas
alam dan minyak bumi menghasilkan karbon dioksida dan uap air.
Contoh : pembakaran oktana, yang merupakan salah satu komponen bensin.

2C8H18 (l) + 25O2 (g) → 16CO2 (g) + 18H2O (g)

Kayu dan tetumbuhan merupakan senyawa karbohidrat. Demikian juga nasi,


ubi, roti, gula dan lain-lain. Karbohidrat terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen,
dan oksigen.
Dengan semakin luasnya pembabatan hutan, pemanfaatan kembali CO2 dari
udara dan pengubahannya menjadi O2 pun makin berkurang.
Ada tiga sebab utama yang menjadikan kadar CO2 di udara meningkat, yaitu
(1) pertambahan penduduk, (2) industrialisasi, dan (3) pembabatan hutan.
Karbon dioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kada CO2
di udara telah mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Fenomena
inilah yang disebut efek rumah kaca (green house effect).
Sinar matahari dapat menembus atap kaca, tetapi sinar inframerah tidak bisa
menembusnya. Sinar matahari yang tidak bisa keluar terperangkap di dalam rumah
kaca dan mengakibatkan suhu di dalam rumah kaca meningkat. Seperti itu pula
karbon dioksida di udara. Akibatnya suhu di permukaan bumi naik jika kadar CO 2 di
udara naik. Kenaikan suhu global dapat mencairkan sungkup es di kutub. Akibat
selanjutnya adalah kenaikan permukaan laut sehingga dapat membanjiri kota-kota
pantai di seluruh dunia.

2. Karbon Monoksida (CO)


Karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin dalam darah.
Udara yang bersih praktis tidak mengandung karbon monoksida. Adanya
pembakaran biasanya menghasilkan karbon monoksida di samping karbon dioksida.
Apabila pembakaran batu bara berlangsung tidak sempurna maka reaksi oksidasinya
berlangsung sebagai berikut :

2C (s) + O2 (g) → 2CO (g)

Karbon monoksida dalam udara terutama bersumber dari pembakaran tak


sempurna bahan bakar dalma kerndaraan bermotor. Gas buangan hasil pembakaran
bensin dari kendaraan bermotor mengandung 10.000 sampai 40.000 ppm CO.
36
Gas karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau, kehadirannya tidak
segera diketahui. Gas itu bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata,
saluran pernapasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernapasan,
CO bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentuk COHb
(karboksihemoglobin).

CO + Hb → COHb

Hemoglobin ini seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi O2Hb


(oksihemoglobin) dan membawa oksigen yang diperlukan ke sel-sel jaringan tubuh.

O2 + Hb → O2Hb

CO berkaitan sangat kuat dengan Hb sehingga menghalangi fungsi vital Hb


untuk membawa oksigen bagi tubuh.
Batas CO di udara adalah 20 ppm. Udara dengan kadar CO lebih dari 100
ppm akan menimbulkan sakit kepala dan gangguan pernapasan. Kadar lebih tinggil
lagi dapat menimbulkan kematian. Salah satu cara mencegah peningkatan gas CO di
udara yaitu dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

3. Oksida Belerang (SO2 dan SO3)


Oksida belerang menyebabkan hujan asam
Bahan bakar seperti batu bara dan minyak mengandung belerang.
Pembakaran bahan bakar itu akan menghasilkan oksida-oksida belerang. Reaksinya
adalah sebagai berikut :

S (s) + O2 (g) → SO2 (g)

Selain bahan bakar, sumber lain dari oksida belerang adalah industri
pengolahan logam, yaitu pemanggangan bijih logam yang berupa sulfida.

2ZnS(s) + 3O2 (g) → 2ZnO (s) + 2SO2 (g)


Sebagian kecil dari belerang dioksida mengalami oksidasi lebih lanjut
membentuk belerang trioksida.

2SO2 (g) + O2 (g) → 2SO3 (g)

Oksida-oksida belerang ini terlarut dalam air dan membentuk asam.

37
SO2 (g) + H2O (l) → H2SO3
Asam Sulfat

Daerah yang tercemar oksida belerang dapat mengalami hujan asam, dimana
pH air hujan dapat turun sampai 5 atau lebih rendah. Hujan asam merusak
tetumbuhan, menimbulkan korosi pada logam-logam, merusak bangunan yang
terbuat dari batu pualam/marmer.

4. Oksida Nitrogen (NO dan NO2)


Oksida nitrogen menimbulkan absut (smog)
Sumber utama oksida nitrogen adalah pembakaran bahan bakar dalam
industri dan kendaraan bermotor. Nitrogen dan oksigen tidak bereaksi pada suhu
rendah, akan tetapi pada suhu yang tinggi.

N2 (g) + O2 (g) → 2NO (g)


Sekitar 10 % dari gas NO dihasilkan teroksidasi lebih lanjut membentuk NO2 :
2NO (g) + O2 (g) → 2NO2 (g)

Campuran NO tidak berwarna sedangkan NO2 sebagai pencemar udara biasa


ditandai dengan lambang NO1. Ambang batas NOx di udara adalah 0,05 ppm. NOx di
udara tidak beracun (secara langsung) pada manusia, tetapi NOx ini bereaksi dengan
bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena absut (asap-kabut).
Asbut adalah campuran yang rumit yang terdiri atas berbagai gas dan
partikel-partikel zat cair dan zat padat. Asbut dihasilkan dari serentetan reaksi
fotokimia.

NO2 (g) + sinar matahari → NO (g) + O (g)


Atom O bergabung dengan molekul O2 membentuk ozon, O3.
O (g) + O2 (g) → O3 (g)
Bila tidak ada zat pencemar lain, ozon bereaksi dengan NO menghasilkan NO2 dan O2
O3 (g) + NO (g) → NO2 (g) + O2 (g)

5. Pencemaran Butiran
Pencemar butiran mengganggu kesehatan dan daya pandang.
Di antara pencemar butiran, yang paligng mencolok adalah asap dan butir-
butir karbon sisa pembakaran. Bahan pencemar itu dapat berasal dari pusat
pembangkit listrik, industri, dan kendaraan bermotor (mobil, kereta api, dan pesawat

38
terbang). Pencemar butiran yang lain dapat berupa debu yang ditiup angin atau debu
industri, misalnya pabrik semen.
Pencemar butiran dapat mengganggu pernapasan. Efek yang ditimbulkan
bergantung pada besar butiran, sifat kimia dan bahan kimia pencemar lain yang
terserap di dalam butiran. Selain memberikan dampak pada kesehatan, pencemar
butiran itu bersifat menebarkan dan menyerap sinar matahari sehingga menimbulkan
gangguan pada daya pandang. Selain itu, pencemar butiran ini juga mendorong
pembentukan awan, turunnya hujan, dan dapat mempengaruhi cuaca.
6. Pencemaran timbal di Udara
Timbal meinimbulkan kerusakan permanen pada otak.
Timbal merupakan pencemar udara yang berasal dari gas buangan kendaraan
bermotor. Untuk menghasilkan pembakaran yang baik dan meningkatkan efisiensi
motor bakar, bensin diberi zat tambahan, yaitu Pb (C2H5)4 atau tetraetil timbal (TEL
= tetraethyl lead).
Setelah mengalami pembakaran di dalam motor, timbal dilepas ke udara
dalam bentuk oksida timbal. Timbal merupakan racun keras yang bila menumpuk di
dalam tubuh akan menimbulkan kerusakan permanen pada otak, darah, dan organ
tubuh lainnya. Dewasa ini kebanyakan negara di dunia membatasi penggunaan
senyawa timbal di dalam bensin dan banyak pula yang menggunakan bensin tanpa
timbal sama sekali.
7. Masalah Lapisan Ozon
Lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi ultraungu.
Di dalam lapisan stratosfer, kira-kira 30 km di atas permukaan bumi terdapat
lapisan ozon yang menyilimuti bumi. Lapisan ozon itu berfungsi menyerap sebagian
sinar ultraungu dan matahari yang menuju ke bumi.
Lapisan ozon itu dapat rusak oleh bahan kimia, khususnya keluarga
klorofluorokarbon (CFC) yang banyak dipakai sebagai pendingin untuk lemari es,
pendingin kamar, dan juga bahan penyemprot seperti pada semprot rambut, semprot
pewangi badan, dan pewangi ruangan. Bahan klorofluorokarbon yang banyak
dikenal adalah triklorofluorometana (Freon-11) diklorodifluorometana (Freon-12),
dan banyak dikloromonofluorometana (Freon-21), dan beberapa macam yang lain
lagi.

C1 C1 C1 F C1 CL
C1 C F C1 C F C1 C H C1 C F F C C F
39
C1 F F H F F
Triklorofluoro- Diklorodifluoro- Diklorofluoro- Monoklorodifluro- 1,2 dikloro-1,1,2,2-
metana metana metana metana tetrafluorometana
(Freon-11) (Freon-12) (Freon-21) (Freon-22) (Freon-114)
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Awal dari Ilmu Pengetahuan Alam dimulai pada saat manusia
memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya dan mempelajarinya. Pengetahuan
yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang
ada. Kemudian bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil
pemikirannya. Akibat peningkatan kemampuan daya pikirnya, manusia ingin
melakukan percobaan-percobaan untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari
suatu pengetahuan. Kemampuan berpikir manusia berkembang terus sehingga
manusia mampu memadukan kemampuan penalarannya dengan percobaan-
percobaan. Cara mencari pengetahuan dengan cara memadukan kemampuan
penalaran dengan percobaan pada saat ini. Sekarang dikenal dengan nama metode
ilmiah, yaitu :
- Merumuskan masalah
- Menyusun kerangka teoritis dan mengajukan hipotesis
- Metodologi penelitian
- Menarik kesimpulan
Dari berbagai penelitian yang dilakukan terjadi perkembangan dalam dunia
Ilmu Pengetahuan Alam yaitu biologi klasik menjadi biologi modern yang
merupakan Ilmu Pengetahuan yang isinya paling beraneka ragam di antaranya
semua Ilmu Pengetahuan Alam. Seiring perkembangan biologi modern
menghasilkan suatu teknik yang menyangkut penerapan praktek organisme hidup
pada industri jasa atau manufaktur yang disebut bioteknologi. Bioteknologi dapat
dimanfaatkan untuk masa mendatang dengan memanfaatkan bakteri, ragi, kapang
alga, sel tumbuhan, dan sel hewan sebagai konstituen dalam proses industri.
Seiring perkembangan biologi modern maka semakin besarnya pencemaran
yang dihasilkan dari pemanfaatan jasa maupun manufaktur yang tidak dapat
dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang dapat digunakan dalam kehidupan
manusia. Pencemaran tersebut meliputi seluruh yang ada di muka bumi baik tanah,
udara, maupun air yang menjadi sumber utama kehidupan manusia ke depan.

40
2. Saran
Kita sebagai manusia harus bisa mengolah lebih baik sisa dari jasa dan
manufaktur yang dihasilkan seiring perkembangan teknologi. Jika tidak, maka dapat
menyebabkan pencemaran dan kerusakan di muka bumi.

41
DAFTAR PUSTAKA

Pratiwi D.A, Maryati Sri, Srikin, Suharno, dan S. Bambang. 1999. Biologi SMU Kelas 3.
Jakarta : Erlangga.

Hariyatmi. 2005. Biologi SLTP dan MA. Surakarta : CV. Mediatama.

Hartono Jogiyanto, MBA, PH.D. 1988. Pengenalan Komputer : Andi Yogyakarta

Prasetyo Tri Joko dan Hartono. 1991. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : Bina Ilmu.

Smith, E. Jhon. 1995. Prinsip Bioteknologi Edisi 2 : Buku Kedokteran EGC.

Smith, E. Jhon. 1990. Prinsip Bioteknologi Edisi 1. Jakarta : PT. Gramedia

42