P. 1
Pedoman Analisis Data

Pedoman Analisis Data

4.0

|Views: 12,233|Likes:
Dipublikasikan oleh hatipenala

More info:

Published by: hatipenala on Jan 23, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2014

pdf

text

original

Pedoman
Analisis
Data

i

Daftar akronim, istilah, singkatan

Ad-hoc

Sementara; jangka pendek

Akademik

Ilmiah; terkait dengan penelitian sebagai proses menemukan
pengetahuan

Analisis

Proses sistematik penyimpulan dari data dengan menggunakan
logika/ teori tertentu

Asfiksia

Gangguan suplai oksigen sehingga terjadi kesulitan bernafas

BBLR

Bayi berat lahir rendah

Bumil

Ibu hamil

Bulin

Ibu bersalin

Bufas

Ibu nifas; kurun waktu dalam 40 hari setelah persalinan

Data

Sekumpulan nilai pengamatan/ pengukuran pada sampel

Deduktif

Penyimpulan dari hal umum ke hal yang lebih spesifik

Denominator

Populasi sasaran; dalam rate atau persentase, pembilang disebut
numerator dan penyebut disebut denominator

Diare

Mencret; buang air besar lebih dari 3 kali per hari dengan feses
cair atau lembek

Disabilitas

Tidak mampu melakukan kegiatan fisik yang normal

DTPS

District Team Problem Solving; Pendekatan Tim dalam pemecahan
masalah di tingkat kabupaten; sebagai alat bantu dalam proses
perencanaan kesehatan

Efektif

Berhasil guna; suatu program disebut efektif apabila program
tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan

Efektivitas

Keberhasilan suatu program

Eklamsia

Komplikasi kehamilan/ persalinan/ nifas yang ditandai dengan
hipertensi (tekanan darah tinggi), edema (pembengkakan) tungkai,
dan kejang

Emerjensi

Gawat-darurat; situasi yang mengancam jiwa

Empirik

Pengalaman; berdasar fakta atau data

Fatalitas

Kematian kasus; angka fatalitas kasus (case fatality rate) penyakit
D adalah jumlah kematian di antara jumlah kasus penyakit D.

HIV/AIDS

Human Immuno Defficiency Virus adalah virus perusak sistem
kekebalan tubuh, sedangkan Acquired Immuno Defficiency Syndroms
adalah penyakit akibat hilangnya kekebalan tubuh

Hipotermia

Keadaan dengan temperatur tubuh kurang dari 37º Celsius

HSP

Health Services Program; Program kesehatan ibu, bayi baru lahir dan
anak yang tahun 2005-2008 yang didanai USAID

Ibu maternal

Ibu hamil, bersalin dan nifas

Immpact

Organisasi internasional penelitian kematian ibu yang
berkedudukan di University of Abeerden, United Kingdom

Induktif

Penyimpulan dari hal-hal yang spesifik menjadi suatu hal yang lebih
umum

Infeksi

Masuknya kuman dalam tubuh manusia

Inferensial

Estimasi terhadap nilai dalam populasi (parameter) berdasarkan
nilai dalam sampel (statistik atau data)

ii

Informasi

Hasil pengolahan data menjadi fakta yang relevan dengan
kebutuhan

Infra-struktur

Sarana dan pra-sarana

Insidensi

Insidensi suatu penyakit didefinisikan sebagai jumlah kasus baru
penyakit tersebut dalam suatu kurun waktu tertentu. Rate
insidensi merupakan insidensi per population at risk-nya, yaitu
jumlah lama waktu "sehat" dalam tahun yang dijalani bersama oleh
semua anggota penduduk dari awal sampai akhir kurun waktu
pengamatan. Dalam praktek, population at risk diperkirakan
dengan jumlah penduduk tengah-kurun waktu.

Institusi

(lihat : Kelembagaan)

Ispa

Infeksi Saluran Pernafasan Akut; penyakit/infeksi pada saluran nafas
karena bakteri dengan gejala batuk, demam, dan sesak nafas

Kelembagaan

Institusi; sistem; menyangku banyak sistem; hubungan antar sistem

K1

Kunjungan pelayanan antenatal minimal sekali triwulan pertama

K4

Kunjungan pelayanan antenatal minimal sekali triwulan pertama,
minimal sekali triwulan kedua, dan minimal dua kali triwulan ketiga

KB

Keluarga Berencana

KIA

Kesehatan Ibu dan Anak

KIBBLA

Kesehatan Ibu, Bayu baru lahir, dan Anak

KN1

Kunjungan pelayanan neonatal yang pertama

Konfiden

Yakin; percaya diri

Kontrasepsi

Pencegahan konsepsi/ kehamilan

Kos-efektivitas

hasil yang diperoleh sepadan dengan biaya yang dikeluarkan

Kredibilitas

Dapat dipercaya

Juklak

Petunjuk pelaksanaan

Juknis

Petunjuk teknis

Legal

Resmi, mempunyai dasar hukum

Logistik

perbekalan

Mampu-laksana

Dapat dilaksanakan dalam situasi nyata

Misi

Tugas strategik yang harus dikerjakan untuk mencapai visi

Morbiditas

Data kesakitan

MS-Excell

Microsoft excel untuk mengolah data

Nakes

Tenaga kesehatan

Neonatal

Bayi baru lahir umur 0 sampai dengan 28 hari

Numerator

pembilang

Obstetri

Ilmu kebidanan

Operasi Cesar

Persalinan dengan pembedahan

Opsi

Pilihan

Optimal

Maksimal dalam konteks keterbatasan

Parameter

ukuran

Perinatal

Masa dari janin usia 28 minggu sampai bayi baru lahir umur 1
minggu

PONED

Pelayanan obstetri neonatal emerjensi dasar

PONEK

Pelayanan obstetri neonatal emerjensi komprehensif

Populasi

Jumlah dan struktur penduduk

iii

Praktis

Mudah atau dapat diukur sesuai dengan keterbatasan sumber daya yang
ada (tidak meninggalkan unsur penting yang legal).

Pre-eklamsi

Tanda awal keracunan kehamilan

Premis mayor

Pernyataan pokok yang dianggap benar

Premis minor

Pernyataan turunan yang dianggap benar

Prevalensi

Prevalensi "point" merupakan suatu ukuran sensus atau survei, yaitu
frekuensi suatu penyakit pada suatu saat tertentu. Rate prevalen
"point" suatu penyakit merupakan proporsi penduduk yang pada saat
itu menderita penyakit. Pembilang adalah semua orang yang
menderita penyakit tanpa memandang kapan penyakit dimulai, dan
penyebut adalah semua penduduk baik yang menderita maupun yang
tidak menderita penyakit.
Prevalensi "period" merupakan suatu ukuran yang menunjukkan
jumlah kasus penyakit baik lama maupun baru selama kurun waktu
tertentu. Prevalensi "period" merupakan jumlah antara prevalensi
"point" (jumlah kasus saat awal kurun waktu) dan insidensi (jumlah
kasus baru selam kurun waktu tersebut).

Pro-empirik

Mengandalkan pada data/ angka

Pro-fenomenologis

Mengandalkan pada sifat

Proporsi

Besaran bagian yang diukur terhadap keseluruhannya.

Puska-UI

Pusat penelitian kesejahteraan keluarga Universitas Indonesia

PWS-KIA

Pemantauan Wilayah Setempat-Kesehatan Ibu dan Anak

Rate

Perbandingan suatu keadaan dengan konstanta tertentu

Realistik

Sesuai dengan dunia nyata

Relevan

cocok

Reliabel

Konsisten, hasil pengukuran tidak berbeda walaupun dikerjakan
oleh orang lain atau pada waktu yang berbeda

Sampel

Jenis dan jumlah tertentu yang mewakili suatu populasi

SDKI

Survei Demografi Kesehatan Indonesia

SKDN

Indikator yang dipakai untuk program Peningkatan Gizi
Masyarakat: S=jumlah seluruh Balita; K=jumlah KMS yang
diberikan pada balita; D=jumlah balita yang datang untuk ditimbang
dalam bulan bersangkutan; N=jumlah balita yang naik berat
badannya dalam bulan bersangkutan.

Silogismus

Pola berfikir dalam penalaran deduktif

SP2RS

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Rumah Sakit

SK

Surat Keputusan

SP2TP

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas

Sistem

Suatu mekanisme proses mengolah ’input’ menjadi ’output’

Stakeholder

Pemangku Kebijakan

Statistik

Data pada sampel

Susenas

Survei Sosial Ekonomi Nasional

Strategik

Efektif dan dapat dilaksanakan dalam situasi nyata

Surveilans

Pengamatan yang menggunakan kaidah epidemiologi untuk
mendeteksi perubahan yang terjadi

iv

SWOT

Strengths, weaknesses, opportunities, threats; analisis yang menilai
kekuatan dan kelemahan dari penyelenggaraan pelayanan dan
peluang dan tantangan yang ada di dalam masyarakat penerima
pelayanan

Template

Model petunjuk sebagai acuan

TT1

Pemberian tetanus toxoid pertama

TT2

Pemberian tetanus toxoid kedua

TT3

Pemberian tetanus toxoid ketiga

Transformasi

Perubahan bentuk

Tupoksi

Tugas pokok dan fungsi

UNFPA

United Nations Funds for Population Activities; Dana persatuan
bangsa-bangsa untuk program kependudukan

Valid

Sahih

Visi

Gambaran keadaan yang ingin dicapai

v

Daftar Isi

halaman

Daftar Akronim/ istilah/ singkatan
Kata Pengantar
Pendahuluan

1

0.1 Latar belakang

1

0.2 Tujuan

2

0.3 Sasaran

2

0.4 Lingkup

2

Bagian 1. Konsep dasar

3

1.1 Data sebagai fondasi kebijakan

3

Pengertian data

3

Cara pengumpulan/ sumber data

5

Pengolahan data

6

Penyajian data

7

Indikator

7

Memilih Indikator

8

Keterbatasan Indikator

9

Analisis Data

9

Cara analisis

9

Analisis kuantitatif

9

Analisis kualitatif

10

1.2 Memahami fungsi pokok Organisasi Kesehatan

11

Fungsi pokok 1 : Asesmen

12

Fungsi pokok 2 : Pengembangan kebijakan

13

Fungsi pokok 3 : Jaminan kualitas pelaksanaan kebijakan

13

Bagian 2. Analisis Data dalam Kontks Kebijakan

14

2.1 Identifikasi masalah prioritas

14

Pengertian masalah prioritas

14

Masalah Kesehatan Ibu

15

Masalah Kesehatan Bayi Baru Lahir

15

Masalah Kesehatan Bayi dan Anak

16

Masalah Program KB

16

Parameter masalah prioritas

16

Metode identifikasi masalah prioritas

17

Analisis situasi

17

Analisis besaran dan tren masalah kesehatan

18

Analisis diferensial masalah kesehatan

20

2.2 Pengembangan solusi

21

Efektifitas suatu solusi

21

Analisis masalah

22

Kemampu-laksanaan suatu solusi

25

2.3 Pelaksanaan solusi

25

Jaminan kualitas pelaksanaan

25

vi

Monitoring dan evaluasi

26

Bagian 3. Contoh analisis data

27

Contoh analisis besaran : Cakupan pemeriksaan ibu hamil
dan persalinan

28

Contoh analisis besaran dan tren : Penolong dan tempat
persalinan

29

Contoh analisis besaran dan diferensial : Perilaku menyusui

30

Contoh analisis besaran dan diferensial : akses pelayanan
KIA dan perilaku mencuci tangan pakai sabun

31

Contoh analisis besaran, tren dan diferensial: akses
pelayanan obstetri emerjensi

32

Contoh analisis diferensial : distribusi bidan di desa

33

Daftar tabel

1.1 Rumusan indikator

8

1.2 Kriteria pemilihan inikator : akademik vs praktis

9

1.3 Kekuatan dankelemahan analisis kuantitatif

10

2.1 Contoh masalah prioritas dalam program KIA-KB

15

2.2 Pertanyaan pokok dalam analisis situasi

18

2.3 Template analisis besaran dan tren status KIA

19

2.4 Template analisis besaran dan tren akses dan kualitas pelayanan
KIA

19

2.5 Template analisis besaran dan tren akses pelayanan gizi

20

2.6 Template analisis besaran dan tren akses dan kualitas pelayanan
KB

20

2.7 Template analisis diferensial

21

2.8 Solusi efektif masalah kematian ibu menurut bukti hasil kajian

22

2.9 Solusi efektif masalah kematian bayi baru lahir menurut bukti hasil
kajian

22

3.1 Menyusui dan pemberian dini makanan kepada bayi menurut
propinsi

30

3.2 Akses pelayanan KIA menurut kota-desa dan pendidikan

30

vii

Lampiran 1

• Cakupan kunjungan K1
• Cakupan kunjungan K4
• Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes)
• Ibu hamil resiko tinggi / komplikasi yang tertangani
• Neonatus resiko tinggi / komplikasi yang tertangani
• Cakupan Kunjungan Neonatus (KN1)
• Cakupan Kunjungan Bayi
• SKDN
• Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang ditangani
• Cakupan Bayi dan Balita Mendapat Kapsul Vitamin A Sebanyak 2 kali

per tahun
• Cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe
• Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif
• Vitamin A Nifas
• Cakupan Peserta KB Aktif
• Komplikasi KB
• Kegagalan KB
• Cakupan Pelayanan KB pasca salin

35
36
37
38
39
40
41
42
43

44
45
46
47
48
49
50
51

Lampiran 2 Contoh Pengolahan Data PWS-KIA dengan program
Komputer Excel

52

Kata Pengantar

Puji dan syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah berhasil disusun Pedoman Analisis
Data yang diharapkan dapat membantu para penanggung jawab dan pengelola program
Kesehatan dalam upaya perbaikan pelayanan. Sejalan dengan desentralisasi kesehatan,
kebutuhan analisis data terutama yang berhubungan kesehatan ibu dan anak semakin
diharapkan. Analisis data diperlukan untuk membantu mengenali masalah prioritas bidang
kesehatan, merencanakan suatu pendekatan program yang sesuai, memonitor kemajuan
program, dan mengevaluasi manfaat dan dampak program tersebut bagi kesehatan ibu dan
anak.

Buku ini dirancang sebagai pelengkap Buku Pedoman DTPS (District Team Problem Solving)
dalam membantu Kabupaten/ Kota merencanakan program kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan analisis data terutama diperlukan dalam mengenali masalah prioritas kesehatan.

Walaupun ditujukan kepada para penanggung jawab dan pengelola program kesehatan ibu
dan anak di kabupaten/ kota, buku ini dapat juga digunakan oleh penanggung jawab
program di semua tingkatan. Upaya untuk membuat buku pedoman yang praktis telah
dilakukan, tetapi beberapa istilah teknis dan konsep analisis tidak dapat dihindari. Dengan
demikian, saran dan masukan masih diperlukan untuk perbaikan Buku Pedoman.

Jakarta, September 2007

Penyusun.

1

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->