Anda di halaman 1dari 78

K3 PEKERJAAN

KONSTRUKSI

SASARAN
PELATIHAN

1. MEMAHAMI PELAKSANAAN K3 PADA


BERBAGAI PEKERJAAN KONSTRUKSI
2. MAMPU MENGIDENTIFIKASI BAHAYA
PADA BERBAGAI PEKERJAAN KONSTRUKSI

Selintas Tentang Terjadinya

KECELAKAAN KERJA
KONSTRUKSI

Angka Kecelakaan Kerja


Di Beberapa Negara,
Tahun 2002
3
kategori
industri
penyumbang angka kecelakaan
fatal terbesar di tahun 2002 2005
General
Factories

33%

54%

13%
Ship
building and
Ship
Repairing

Construction

Country
/ Region
# Occupational
Death perOccupational
100,000 workers
Fatality Rate #
Sweden

1.2

United Kingdom

1.3

Australia

2.0

USA (2000)

2.2

EU15 Average

2.5

Japan

2.6

Singapore (2004)

4.9

Taiwan (2001)

6.9

Hong Kong SAR

8.6

Malaysia

10.8

Indonesia

JENIS-JENIS PENYEBAB
DARI 249 KEMATIAN
PEKERJA DI INDUSTRI
KONSTRUKSI
TAHUN
(1991 2000)

3 JENIS KECELAKAAN FATAL YANG UTAMA PADA


INDUSTRI KONSTRUKSI DI SINGAPURA
PERIODE 2002 - 2005

Construction
JATUH DARI
KETINGGIAN
TERBENTUR OLEH
BENDA JATUH
TERTIMPA,
MENABRAK,
TERBENTUR
BENDA
Sumber: MOM, sg

Pekerja Buruh

Konsultasi

Health and Safety


Representative

Identifikasi bahaya

Penilaian risiko
Pengendalian risiko
Eliminasi
Substitusi

SEKILAS
TENTANG
MANAJEME
N RISIKO
KONSTRUK
SI

Pengendalian
Rekayasa
Pengendalian
Administrasi
APD

Implementasi

Inspeksi
Review
Koreksi
Audit
Evaluasi

Identifikasi Bahaya Apakah Hazards atau Bahaya itu


?
Bahaya adalah suatu keadaan/sistem/objek
yang bersama kondisi lainnya dalam suatu
lingkungan sistem/objeknya, akan mengarah
ke suatu kecelakaan / kerugian yang sulit
dihindari.
Bahaya mempunyai 2 sifat penting :
(1) Keparahan (severity, atau kerusakan),
dan
(2) Kemungkinan atau kekerapan
terjadinya.
Identifikasi bahaya
adalah menandai,
mencatat dan membuat
daftar sistematis setiap
jenis bahaya pekerjaan
konstruksi sejak dari saat
perencanaan s/d

Keparahan Bahaya adalah kecelakaan dalam


kemungkinan terburuk yang dapat berasal dari
bahaya yang ada dalam lingkungannya dalam
keadaannya yang paling tidak nyaman.
Kombinasi dari keparahan (severity) dan
kemungkinan (likelihood) dari terjadinya
kecelakaan sering disebut tingkat bahaya
atau hazard level.

Penilaian / Analisis Risiko


CARA MELAKUKAN PENILAIAN RISIKO YANG
SEDERHANA

KEPARAHA
N

KEMUNGKINAN TERJADI
SULIT TERJADI

JARANG

SERING

SERIUS

SEDANG

TINGGI

TINGGI

SEDANG

RENDAH

SEDANG

TINGGI

RINGAN

RENDAH

RENDAH

SEDANG

Analisis Bahaya & Risiko adalah proses yang cerdas.!

PENGENDALIAN RISIKO
Alternatif Tindakan Pengendalian

Eliminasi :
Peniadaan
dan tindakan berbahaya

Substitusi
:
Penggantian
suatu kondisi, bahan dan tindakan
yang berbahaya, dengan yang
lebih aman dan sehat

Rekayasa :
Penggunaan
teknologi dan metode kerja paling
tepat untuk meminimalisir risiko

Administratif :
Penggunaan
sistem dan prosedur ijin
kerja yang ketat dan
terkoordinasi

Perlindungan

kondisi

Penggunaan

PERMENAKER
PERMENAKERNO.
NO.01/Men/1980
01/Men/1980
K3
K3PADA
PADAKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBANGUNAN
BANGUNAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

KETENTUAN UMUM
TEMPAT KERJA DAN ALAT-ALAT KERJA
PERANCAH
TANGGA
ALAT-ALAT ANGKAT
KABEL BAJA, TAMBANG, RANTAI DAN PERALATAN BANTU
MESIN-MESIN
PERALATAN KONSTRUKSI BANGUNAN
KONSTRUKSI DI BAWAH TANAH
PENGGALIAN
PEKERJAAN MEMANCANG
PEKERJAAN BETON
PEKERJAAN LAINNYA
PEMBONGKARAN
PENGGUNAAN PERLENGKAPAN PENYELAMAT DAN PERLINDUNGAN DIRI
KETENTUAN PERALIHAN
KETENTUAN LAIN-LAIN
KETENTUAN HUKUMAN
PENUTUP
Latar belakang diterbitkannya Permenaker No
Per.01/Men/1980 : Karena belum ditanganinya pengawasan K3
secara mantap dan menyeluruh pada pekerjaan konstruksi

BAB
BAB II PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

PENGERTIAN
a. Pekerjaan konstruksi
b. Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi
c. Masyarakat Jasa Konstruksi ( MJK )

BAB
BAB II PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

a. Pekerjaan konstruksi mencakup :


-

Struktural, arsitektural
Sipil
Mekanikal
Elektrikal
Tata lingkungan

BAB
BAB II PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Pekerjaan konstruksi berdasarkan peruntukannya :
Bangunan Gedung

Perkantoran, komersial, hunian, rumah sakit, pasar,

Termasuk pekerjaan pembongkaran, renovasi, perbaikan,


pemeliharaan
Bangunan Prasana dan sarana (sipil) umum

Pelabuhan udara, pelabuhan laut, terminal, stasiun KA dsb

Bendungan,bendung,irigasi,drainage,saluran air,terowong dsb

Jalan raya, tol, jalan KA, jembatan, subway, fly-over dsb

Pembangkit LIstrik (PLTA, PLTU, PLTG, PLTGU, PLTN, dsb)


Bangunan Industri & Pertambangan

Pabrik, workshop dsb.

Konstruksi tambang, penyulingan mi-gas dsb.

BAB
BAB II PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

b. Penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi
Tahapan kegiatan konstruksi :
- tahap perencanaan
- tahap pelaksanaan
- tahap pengawasan

Penyelenggaraan pekerjaan
memenuhi syarat-syarat :
- keteknikan
-

konstruksi

keamanan
keselamatan dan kesehatan kerja

harus

BAB
BAB 11 PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
c. Masyarakat Jasa Konstruksi ( MJK )
Masyarakat yang mempunyai kepentingan yang
berhubungan dengan usaha & pekerjaan konstruksi, yaitu :
- Pengguna jasa

- Penyedia jasa
- Pekerja
Pekerjaan jasa konstruksi mencakup :
- layanan jasa konsultasi perencanaan

- layanan jasa pelaksanaan


- layanan jasa konsultasi pengawasan.

BAB
BAB 22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAAN TANAH
TANAH

BAB
BAB 22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAAN TANAH
TANAH

1. Umum
a. Tanah / lahan merupakan pondasi alami dari
konstruksi yang berdiri diatasnya. Pengetahuan
mengenai sifat-2 fisik tanah, sangat berguna
dalam
menentukan
metoda
pencegahan
terhadap bahaya yang mungkin akan terjadi
b. Pada dasarnya pekerjaan tanah terdiri dari :
pekerjaan galian , pekerjaan timbunan &
pemadatan , dan pekerjaan bawah tanah .

1.
Umum

BAB
BAB 22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAAN TANAH
TANAH

c.Jenis tanah umumnya dibedakan seperti :


- tanah lempung basah, tanah lempung kering
-tanah cadas
-tanah pasir basah , tanah pasir kering
-tanah krikil
-tanah lumpur
d.Sedangkan jenis tanah diberbagai daerah di Indonesia
diantara
nya dengan komposisi yang mempunyai
kedalaman umumnya :
- lempung lembek, abu abu muda
: 0 2 meter
-lempung lembek, abu abu kuning
: 2 3 meter
-lempung agak keras, coklat kemerahan : 3 7 meter
-lempung keras, abu abu tua
: 7 10 meter
-pasir batu
: 10 11 meter
-pasir sedang padat
: 11 12 meter

1.
Umum

BAB
BAB 22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAAN TANAH
TANAH

e. Alat kerja :
- alat ringan seperti: cangkul, blencong, sekop, ganco dll
- alat berat,misal : doser,loader,alat bor/drill,dump truk dll
f. Tingkat potensi bahaya yang berbeda-beda
g. Untuk hal ini dibutuhkan tenaga operator yang
terdidik dan
terlatih dalam bidang K3
h. Pengaman dalam pekerjaan galian :
- dinding penahan , perancah dan tangga kerja
- pagar pengaman
- sirkulasi udara yang cukup
- penerangan yang cukup
- sarana komunikasi

KASUS
KASUSKECELAKAAN
KECELAKAANPADA
PADA
PEKERJAAN
PEKERJAANTANAH
TANAH
Kecelakaan terjadi pada
pekekerjaan perataan
tanah. Operator sedang
membelakangi korban,
korban terlindas

Kecelakaan pada
pekerjaan timbunan,
truk pengangkut
tanah urug
terperosok di tepian.
Kesalahan pengemudi

BERAPA HARGA PERALATAN INI ?

DILARANG
MENGOPERASIKAN
ALAT DI BAWAH
TANAH YANG
MENGGANTUNG

DILARANG BERPUTAR PADA POSISI


TANJAKAN ATAU TURUNAN

DILARANG MENGOPERASIKAN ALAT


PADA TEBING DI TEPI LUBANG TANAH

TABEL REKOMENDASI PERKUATAN TEBING


GALIAN

(Tabel ini tidak berlaku untuk kondisi tanah yang kompleks)

JENIS TANAH

HUMUS,
LEMPUNG-BERLUMPUR, BATU LEPAS,
DAN PASIR

KEDALAMAN GALIAN

0,00 M
S/D
1,60 M

1,60 M
S/D
4,60 M

DI
ATAS
4,60 M

SEMUA BATU &


PASIR DIBAWAH
MUKA AIR

HUMUS PADAT

LEMPUNG KERAS

SEDIKIT BERSEMEN
ATAU BATU & PASIR
YANG KOMPAK

A*

A*

LAPISAN
BATU/CADAS

KETERANGAN

A:

MENUNJUKAN TAK ADA


TOPANGAN / PERKUATAN
YANG DIPERLUKAN.

B:

MENUNJUKAN BAHWA HARUS


DIGUNAKAN SHEET PILE
(TABIR PERLINDUNGAAN TERBUKA (OPEN SHEETING)

C:

MENUNJUKAN BAHWA HARUS


DIGUNAKAN TABIR PERLINDUNG
AN TERTUTUP (CLOSE
SHEETING)

*:

Tabir perlindungan terbuka, tertutup atau sheet Pile mungkin


diperlukan jika kondisi site tidak
menguntungkan.

Apa cara yang dilakukan untuk menahan kelongsoran pada metoda sheetpile di tanah pasir yang mengandung
air tinggi : Kurangi tekanan ke arah retaining wall/sheetpile dan daya dorong yang akan terjadi

PONDASI
RUMAH, ADA
TEKANAN KE
ARAH
RETAINING WALL

KONDISI
KONDISIPEKERJAAN
PEKERJAANTANAH
TANAH
YANG
YANGMEMBAHAYAKAN
MEMBAHAYAKAN
TANAH
BERPASIR

PROYEK PASOPATI

Dinding penahan roboh, pekerja terkubur

SOLUSI: KURANGI TEKANAN KEARAH RETAINING


WALL, PASANG PENOPANG HORISONTAL

TANAH BERPASIR, TEPI GALIAN


TIDAK
DIBERI
TABIR
PELINDUNG
(SHEETPILE),
BAHKAN DIDIRIKAN TIANG PIPA
PENYANGGA
HOIST
U/
MENURUNKAN PIPA, TERJADI
TEKANAN KE SAMPING ----->
TERJADI LONGSORAN TANAH,
MENGUBUR 2 PEKERJA YANG
ADA
DI
DALAM
LUBANG
GALIAN

SOLUSI
SOLUSITERHADAP
TERHADAPKONDISI
KONDISISLOPE
SLOPE
YANG
YANGBERBAHAYA
BERBAHAYA

Slope Stabilization at Alpine Way Thredbo,


Snowy Mountains. (substitusi material)

BAHAYA
BAHAYAYANG
YANGHARUS
HARUS
DIPERHATIKAN
DIPERHATIKANUNTUK
UNTUKPEKERJAAN
PEKERJAAN
DI
DIBAWAH
BAWAHTANAH
TANAH

1. Terperangkap dan terhirup gas beracun


2. Ada gas bertekanan tinggi yang mudah terbakar
3. Kurangnya kadar oksigen untuk pernafasan
(defisiensi)

K3
K3KETIKA
KETIKABEKERJA
BEKERJADI
DI
RUANG
RUANGBAWAH
BAWAHTANAH
TANAH
Perhatikan
ventilasi udara
pekerja yang
bekerja diruang
bawah tanah

Perhatikan alat
komu-nikasi
pekerja di dalam
ruang bawah
tanah

Perhatikan fasilitas
K3 dan APD
Memadamkan api dengan APAR
di ruang tertutup / di bawah

HAL-HAL
HAL-HALYANG
YANGHARUS
HARUS
DIPERHATIKAN
DIPERHATIKANPADA
PADAPEKERJAAN
PEKERJAAN
SUMURAN
SUMURAN

Saat melakukan
pekerjaan yang
menggunakan
tenaga listrik,
lingkungan
pekerjaan harus
kering & bersih

VENTILASI UDARA
KEBUTUHAN O2
ALAT KOMUNIKASI
IDENTIFIKASI GAS BERACUN
PEMADAM KEBAKARAN
ANTISIPASI KEADAAN DARURAT

BAB
BAB22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAANGALIAN
GALIAN
TANAH
TANAH

2. Potensi Sumber Bahaya


a. Pekerja tertimbun longsoran

b.

c.
d.
e.
f.
g.
h.

Kondisi tanah : geologis, topografis, jenis tanah, lereng


galian

Pengaruh air : air tanah, air permukaan, sumber air, piping


dll

Alat berat / kendaraan yang digunakan : beban, getaran

Pekerja tenggelam / terkena air banjir


Pekerja terkena sengatan aliran listrik
Pekerja menghirup gas beracun
Pekerja menghrup debu / kotoran
Pekerja tertimpa alat kerja /material
Pekerja terjatuh kedalam galian
Dll

BAB
BAB22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAANGALIAN
GALIAN
TANAH
TANAH

3. Persyaratan Rencana Penggalian


a. Lakukan penelitian terhadap :
- keadaan tanah
- air tanah
- jaringan utilitas dibawah tanah (listrik, air, gas )
b. Tenaga kerja harus dilindungi dari bahaya tertimbun tanah
c. Lampu & ramburambu dipasang untuk mencegah orang
terjatuh

BAB
BAB22 K3
K3 PEKERJAAN
PEKERJAANGALIAN
GALIAN
TANAH
TANAH

4. Persyaratan Umum Pekerjaan Galian Tanah

a. Untuk tempat kerja di bawah tanah, setiap pergantian shift kerja


lakukan pemeriksaan.
b. Lakukan pemeriksaan seminggu sekali untuk
- mesin-mesin
- peralatan
- penyangga
- jalan keluar dll
c. Daerah kerja dibawah tanah yang berbahaya hrs dipagari
d. Buat sistem komunikasi ( sambungan telpon )
e. Gunakan APD ( pakaian water proof, sepatu boot )
f. Semua yang masuk terowongan harus dicatat dan diidentifikasi
g. Buat ventilasi udara

PERATURAN
PERATURANPERUNDANGAN
PERUNDANGANK3
K3
BIDANG
BIDANGKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBANGUNAN
BANGUNAN
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA
NO. PER. 01/MEN/1980
TENTANG K3 KONSTRUKSI BANGUNAN

SKB MENAKER DAN MENPU No. 174 / 1986


DAN No. 104/KPTS/1986 TENTANG K3 PADA TEMPAT
KEGIATAN KONSTRUKSI BESERTA PEDOMAN PELAKSANAAN K3
PADA TEMPAT KEGIATAN KONSTRUSKSI
Latar belakang :
belum ditanganinya
pengawasan secara
menyeluruh pada
pekerjaan konstruksi
bangunan

KEPUTUSAN MENTERI PU No.384/KPTS/M/2004


TENTANG
PEDOMAN
K3
PADA
PROYEK
BENDUNGAN

WAJUB
WAJUBLAPOR
LAPORPEKERJAAN
PEKERJAAN
KONSTRUKSI
KONSTRUKSIPROYEK
PROYEK

KONTRAKTOR
LAPORAN ::
LAPORAN
NAMA&&ALAMAT
ALAMATPERUSAHAAN
PERUSAHAAN
NAMA
NAMA&&PEMILIK
PEMILIKPERUSAHAAN
PERUSAHAAN
NAMA
NAMA&&ALAMAT
ALAMATPELAKSANA
PELAKSANA
NAMA
KONSTRUKSI
KONSTRUKSI
PROGRAMK3
K3PELAKSANA
PELAKSANAKONSTRUKSI
KONSTRUKSI
PROGRAM
KEGIATANK3
K3PELAKSANAN
PELAKSANAN
KEGIATAN
KONSTRUKSI
KONSTRUKSI
PESAWAT/INSTALASI/PERALATANYANG
YANG
PESAWAT/INSTALASI/PERALATAN
DIGUNAKAN.
DIGUNAKAN.
FASILITASK3
K3
FASILITAS
JAMINANSOSIAL
SOSIALTENAGA
TENAGAKERJA.
KERJA.
JAMINAN
PESAWAT//INSTALASI
INSTALASIYG
YGTERPASANG
TERPASANG
PESAWAT
PADA BGN
BGNTEMPAT
TEMPATKERJA
KERJA&&
PADA
SUBKONTRAKTORYG
YGMELAKSANAKAN.
MELAKSANAKAN.
SUBKONTRAKTOR

WAJIB LAPOR PEKERJAAN


KONSTRUKSI
(Bila proyek > 6 bulan )

IPK3
KABUPATEN/
KOTA

EVALUASI

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

1. Pekerjaan Bekisting
2. Pekerjaan Pembesian
3. Pekerjaan Beton
4. Pekerjaan Shotcrete
5. Pekerjaan di Tempat Tinggi

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR
Giant TC
Topbelt Cranes

City Cranes
Portable Cranes
TC untuk Bangunan Air

Passenger Hoist

KECELAKAAN
KECELAKAANTOWER
TOWERCRANE
CRANE

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

1. Pekerjaan Bekisting
a. Rute aman harus disediakan pada tiap bagian dari
bangunan
b. Bagian bentuk perancah dari pendukung rangkanya
bekisting yang menyebabkan tergelincir harus
ditutup rapat dengan papan
c. Bentuk sambungan rangka bekisting menara harus
direncanakan mampu menerima beban eksternal
dan factor keselamatan harus diperhitungkan,
d. Titik-titik penjangkaran perancah gantung yang
mendukung bekisting harus terpancang dan
mempunyai daya tahan yg kuat
e. Perancah gantung yang digunakan pada bagian
luar bangunan yang berbentuk cerobong harus
dijangkarkan untuk menahan kekuatan angin

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

POTENSI
POTENSIBAHAYA
BAHAYAPEKERJAAN
PEKERJAAN
STRUKTUR
STRUKTUR

POTENSI
POTENSIBAHAYA
BAHAYAPEKERJAAN
PEKERJAAN
STRUKTUR
STRUKTUR

POTENSI
POTENSIBAHAYA
BAHAYAPEKERJAAN
PEKERJAAN
STRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

2.
a.

b.

c.
d.

Pekerjaan Pembesian-1
Pemasangan besi beton yang panjang harus dikerjakan oleh
pekerja yang cukup jumlahnya, terutama pada tempat yang
tinggi, untuk mencegah besi beton tersebut meliuk /
melengkung dan jatuh
Pada waktu memasang besi beton yang vertical, pekerja
harus berhati-hati agar besi beton tidak melengkung
misalnya dengan cara mengikatkan bambu atau kayu
sementara
Memasang besi beton di tempat tinggi harus memakai
perancah, dilarang keras naik / turun melalui besi beton
yang sudah terpasang
Ujung-ujung besi beton yang sudah tertanam harus ditutup
dengan potongan bambu atau lainnya, baik setiap besi
beton masing-2 atau secara kelompok batang besi, untuk
mencegah kecelakaan fatal

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

2.
e.

f.
g.

Pekerjaan Pembesian-2
Bila menggunakan pesawat angkat ( kran / crane ) untuk
mengangkat atau menurunkan sejumlah besi beton, harus
menggunakan alat bantu angkat yang terbuat dari tali kabel
baja ( sling ) untuk mengikat besi beton menjadi satu dan pada
saat pengangkatan atau penurunan harus dipandu oleh
petugas ( misal dengan memakai peluit )
Pengangkatan atau penurunan ikatan besi beton harus
mengikuti prosedur operasi pesawat angkat ( crane )
Semua pekerja yang bekerja di tempat tinggi harus dilengkapi
dan menggunakan sabuk pengaman, sarung tangan, sepatu
lapangan , helm dan alat pelindung diri lain yang diperlukan

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

Permenakertrans No.
Per.01/MEN/1980
Pemasangan pagar
pengaman diwajibkan
untuk setiap lantai
perancah
berketinggian lebih dari
2m

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

3. Pekerjaan Beton-1
Secara umum, sebelum melakukan pekerjaan pembetonan , ada beberapa
hal yang harus dilakukan / diperhatikan oleh pekerja antara lain :
a.

Pemeriksaan semua peralatan dan mesin yang akan digunakan

b.

Pemeriksaan semua perancah / steiger , stut-2, ikatan penyangga dll

Apabila menggunakan peralatan concrete pump, antara lain :

memeriksa dan memastikan bahwa semua pipa yang sedang


digunakan sudah cukup kuat / mampu dan hubungan satu pipa
dengan pipa lainnya cukup kuat dan aman

mencegah kemungkinan pergerakan pipa arah horizontal dan


beberapa tempat harus diikat dengan kuat. Ikatan tidak boleh
dengan bekisting atau besi beton yang pengecorannya sedang
dilakukan

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

3. Pekerjaan Beton-2
d. Pada proses pelaksanaan penuangan beton sebagai berikut :
komando atau perintah yang jelas harus diberikan pada
saat pompa bekerja : kapan harus mulai, berhenti
sementara dan kapan mulai lagi. Alat komunikasi yang
komunikatif, kalau perlu gunakan handy-talky
pekerja yang tidak berkepentingan dilarang berada tepat
di ujung pipa pada saat pompa sedang bekerja
pekerja dan siapapun berdiri di dekat boom concrete
pump pada saat pompa bekerja
peralatan seperti : vibrator, pipa-pipa, penerangan dll,
harus selalu dirawat oleh petugas yang berpengalaman
sebelum dan sesudah penuangan beton

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

3. Pekerjaan Beton-3
e.

Menara atau tiang yang dipergunakan untuk mengangkat


adukan beton
( concrete bucket towers ) harus dibangun
dan diperkuat sedemikian rupa sehingga terjamin
kestabilannya

f.

Usaha pencegahan yang praktis harus dilakukan untuk


menghindarkan terjadinya kecelakaan selama pekerjaan
persiapan dan pembangunan konstruksi beton, antara lain :

g.

kejatuhan benda-benda atau bahan yang diangkut


dengan ember,

singgungan langsung kulit terhadap semen, adukan


atau kapur

Sewaktu beton dipompa atau dicor, pipa-pipa termasuk


penghubung atau sambungan dan penguat harus kuat

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

3. Pekerjaan Beton-4
h.

Sewaktu proses pembekuan beton ( setting concrete )


harus terhindar dari goncangan dan bahan kimia yang
dapat mengurangi kekuatan

i.

Sewaktu lempengan ( panel ) atau lembaran beton ( slab )


dipasang pada dudukannya, harus digerakkan dengan
hati-hati terhadap :

melecutnya ujung besi beton


sewaktu ditekan atau direnggang

getaran sewaktu menjalankan vibrator

yang

mencuat

j.

Setiap ujung-ujung ( besi, kayu, bambu dll ) yang


mencuat, harus dilengkungkan atau ditutup

k.

Proses pengecoran harus dilakukan dengan hati-hati


untuk menjamin bekisting dan perancah dapat memikul /
menahan seluruh beban sampai beton mengeras

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

3. Pekerjaan Beton-5
m.

Untuk melindungi tenaga kerja sewaktu melakukan pekerjaan


konstruksi, harus dibuatkan lantai kerja sementara yang kuat

n.

Tenaga kerja harus dilindungi terhadap bahaya paparan /


singgungan langsung anatar kulit dengan semen atau adukan
beton, bahan pengawet kayu dan bahan kimia lainnya

o.

Apabila bahan-bahan yang mudah terbakar digunakan untuk


keperluan lantai, permukaan dinding dan pekerjaan lainnya,
harus dilakukan tindakan pencegahan terhadap :

kemungkinan adanya api yang terbuka, timbulnya


bunga api pada pekerjaan pengelasan

sumber api lainnya yang dapat menyulut uap yang


mudah terbakar yang timbul ditempat kerja
dan
daerah sekitarnya

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

4. Pekerjaan Shotcrete
a.

Pekerja yang bertugas mengoperasikan alat penyemprot


harus memakai APD yang cukup antara lain : masker
pelindung pernafasan, kaca mata pelindung debu, sarung
tangan dan sepatu karet

b.

Campuran semen dapat menyebabkan penyakit kulit. Iritasi


dan alergi dapat disebabkan oleh adanya kontak langsung
dengan semen basah, dan apabila paparan dalam waktu
yang lama dapat menyebabkan kulit terbakar.

c.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pekerja


antara lain :

sedapat mungkin harus dihindari bernafas dalam keadaan berdebu


tanpa menggunakan masker pelindung pernafasan

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

5. Pekerjaan ditempat Tinggi-1


Dalam pelaksanaan pekerjaan ditempat ketinggian ( >2m)
beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.

Menggunakan perancah ( scaffolding ) atau tangga besi


permanen
Dilengkapi APD yang sesuai ( sabuk pengaman / safety belt )
untuk menjamin agar tidak terjatuh. Tali sabuk pengaman harus
cukup pendek agar tinggi jatuh bebas tidak melebihi 1,5 meter
Harus dipersiapkan jalur yang aman sebelum memulai pekerjaan
Harus dipastikan tempat dudukan tangga tersambung aman dan
papan dudukannya terpasang rapat untuk mencegah orang
tersandung dengan barang-barang yang jatuh
Harus dipastikan bahwa daerah dibawahnya bersih dari
reruntuhan dan barang-2 lain yang tidak diperlukan

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

5. Pekerjaan di tempat Tinggi-2

Jaring pengaman harus digunakan dan dipasang untuk


mengantisipasi jatuhnya benda-2 yang dapat menimpa orang
di bawahnya
Tangga harus dipasang dan dipastikan sudah terikat kuat dan
aman pada bagian atasnya untuk mencegah pergerakan
Jangan memakai tangga yang dibuat sendiri yang tidak dapat
dijamin mengenai kekuatan dan keamanannya
Jangan sekali-kali menggunakan tangga susun dan
sejenisnya yang belum pernah diperiksa oleh petugas K-3
dan jika masih ragu-ragu, segera tanyakan kepada petugas K3
Pasang pagar pembatas pada sekitar area kerja agar jangan
ada orang yang tidak berkepentingan masuk / berada pada
area kerja

BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

JARING PENYELAMAT
(Safety Net)
BAB
BAB33 K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANSTRUKTUR
STRUKTUR

JARING
PENYELAMAT
(SAFETY NET)

Sesuai Permanaker No. 01 / MEN / 1980,


PAGAR PELINDUNG / PENGAMAN
DIWAJIBKAN PEMASANGANNYA UNTUK
SETIAP LANTAI PERANCAH YANG
TINGGINYA LEBIH DARI 2 (DUA) METER

Pagar pelindung pada tiap


lantai perancah yang tingginya >2 M

Pagar pelindung pada tiap tepi


lantai struktur beton

>2M

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANPEMBONGKARAN
PEMBONGKARAN

6. Pekerjaan pembongkaran bangunan


Pada setiap pekerjaan pembongkaran (khususnya
penghancuran gedung lama) di tengah pemukiman yang
padat, maka unsur-unsur K3 yang harus menjadi
perhatian dan secara konsisten harus diterapkan, adalah
: Pola pembongkaran yang jelas, dengan memperhatikan
faktor lingkungan dan tidak membahayakan

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANPEMBONGKARAN
PEMBONGKARAN

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

7. Pengetahuan dasar Konstruksi Baja


a. Pekerjaan konstruksi baja meliputi semua jenis pekerjaan
merangkai, merakit. Dan mendirikan semua jenis kerangka
baja, seperti tower, rangka batang crane, dsb
b. Klasifikasi struktur baja dibagi 2 jenis, konstruksi rangka
baja saja (murni), atau rangka baja beton. Unuk merangkai
diperlukan sistem dan metode penyambungan
c. Sistem sambungan dan bentuk rangka baja terdiri dari :
i. Tipe penyambungan antara kolom dan beam
ii. Tipe pengikat (bracket), las di tempat, dengan plat gusset
iii. Tipe sambungan antar kolom
iv. Tipe splice, pengelasan & dasar kolom

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

7. Pengetahuan dasar Konstruksi Baja


d. Metode penyambungan:
i. Metode penyambungan baut
ii. Metode penyambungan baut tegangan tinggi dan
iii. Metode penyambungan las.
e. Bentuk-bentuk perakitan dan erection struktur baja:
i. Metode horisontal
ii. Metode vertikal
iii. Metode lainnya.
f. Pencegahan bahaya
perakitan dan erection

kecelakaan

dilakukan

selama

proses

g. Karakteristik struktur bahaya kecelakaan ambruk: (i) Bahaya


dengan ketinggian > 20 m, (ii) Kurangnya persiapan rangka baja di
lingkungan kerja, (iii) Mempunyai bentang dengan rasio 1:4, dan
(iv) Lokasi sambungan las.
h. Perkuatan kerangka baja

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

Dalam pekerjaan konstruksi baja, pada


tahap erection hal-hal yang perlu
mendapatkan
perhatian
pada
saat
melakukan
pemindahan
material
menggunakan pesawat angkat adalah :
Beban yang diangkat dan kestabilan
pengangkatan
termasuk
pesawat
angkatnya.

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

Crane

Headache Ball

Choker

Multiple Lift
Rigging

Multi-Lift
Rigging
Procedure
(MLRP)
menggunakan

Pada pekerjaan ereksi konstruksi baja, banyak


penyambungan antar beam dan kolom dengan menggunakan
baut tegangan tinggi. Yang perlu diperhatikan pada pemasangan
baut tersebut adalah :
a. Terjadinya gaya berlebihan pada gaya eksternal dan gaya
geser (bearing force)
b. Batasan kekuatan pengunci mur baut (torque control)
c. Step/tahap penguncian mur-baut (sequence)

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

SAFETY
NET

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

PENGGUNAAN
APD DAN SAFETY
HARNESS

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA

K3
K3PEKERJAAN
PEKERJAANKONSTRUKSI
KONSTRUKSIBAJA
BAJA::
YANG
YANGHARUS
HARUSDIPERHATIKAN
DIPERHATIKANDALAM
DALAM
ERECTION
ERECTIONDENGAN
DENGANALAT
ALATANGKAT
ANGKAT

Beban yang diangkat


Kestabilan alat angkat
Alat angkat laik pakai ( SIA )
Kompetensi operator ( SIO )
Tahapan kerja

SURAT IJIN OPERATOR