Anda di halaman 1dari 2

MUWAAFAQATUL AQWAAL BIL AFAL

(Keselarasan Kata dan Perbuatan)


Muwaafaqat aqwal bil afal (integritas)
Muwaafaqat = selaras
Afal= perkataan (statement)
Aqwal = perbuatan (action)
arti keseluruhan adalah keselarasan yang baik antara perkataan/ucapan dan amal yang
diperbuat.
Hai orang orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah SWT, bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak
kamu perbuat. (QS. As Shaff : 2 3)
Ayat ini bukan mengancam orang yang berdakwah kepada sesuatu padahal ia belum
mampu melakukannya. Mengajak orang lain kepada kebaikan adalah baik, terlepas dari
sudah mampu atau belum. Kebaikan harus didakwahkan.
Ayat di atas mencela orang yang sengaja berbicara bahwa ia melakukan suatu
kebaikan dan ia mampu, namun tidak melakukannya. Padahal tidak ada uzur. Ia hanya
sekedar mengatakan kepada orang lain saja. Sikap demikian menjadi indikator kedustaannya,
sedangkan dusta merupakan dosa besar dalam Islam.
Tarbiyat al-Aqwal is the tarbiyah of words.
Tarbiyat al-Af`al is the tarbiyah of action and is done by doing a big act.
In fact, Dakwah adalah Wajib, baik dengan lisan atau perbuatan.
But Beware, ketidakselarasan perkataan dan perbuatan bisa menggolongkan kita pada
orang-orang munafik,
Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. Pada orang
munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik tulen memiliki ketiga-tiganya. Ketiga ciri
tersebut adalah
1. Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap
perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan
hatinya.
2. Bila berjanji, tidak ditepati. Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan
perbuatannya
3. Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan.
Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.

Kebenaran dan kejujuran atau shiddiq adalah hal paling mahal dalam Islam, kejujuran
adalah landasan iman. Di antara ciri kejujuran adalah keserasian antara ucapan dengan yang
ada di hati. Jujur, keserasian antara ucapan dan perbuatan. Orang yang mengatakan akan
melakukan sesuatu tapi sengaja tidak melakukannya, dan tidak ada tekad melakukannya,
maka ia telah berdusta kepada Allah SWT dan manusia.
Islam sangat menekankan penjagaan lisan. Kebanyakan orang tersungkur di neraka
karena lisannya, dusta dalam berkata, tidak menepati janjinya. Kalau lisan seseorang tidak
bisa dipercaya, apa lagi yang mendasarinya untuk dipercaya orang lain?
Rasulullah SAW bersabda :
Tidak ada iman kalau tidak ada amanah, dan tidak ada dien (agama) bagi orang yang tidak
bisa dipegang janjinya. (HR. Ahmad)
Keselarasan yang baik antara perkataan/ucapan dan amal yang diperbuat berbuah
kepercayaan dan keteladanan.
Keteladanan adalah cara berdakwah yang paling hemat karena tidak menguras enerji
dengan mengobral kata-kata. Bahkan bahasa keteladanaan jauh lebih fasih dari bahasa
perintah dan larangan sebagaimaana pepatah mengatakan: Lisaanul hal afshahu min lisaaanil
maqaaal, bahasa kerja lebih fasih dari bahasa kata-kata. Dalam ungkapan lain keteladanan
ibarat tonggak, dimana bayangan akan mengikuti secara alamiah sesuai dengan keaadaan
tonggak tersebut, lurusnya, bengkoknya, miringnya, tegaknya, bagaimana bayangan akan
lurus bila tonggaknya bengkok.
Manfaat jika sukses membangun kepercayaan:
1. Jika bisa dipercaya maka kita akan banyak mendapat peluang dan kesempatan.
2. Memiliki banyak relasi atau network.
3. Mudah memperoleh mitra dan modal usaha.
4. Mendapat dukungan dan sinergi yang maksimal dari teamwork.
5. Mendorong keyakinan dan rasa percaya diri yang lebih positif.
6. Menerima respek dan penghargaan dari orang lain.