Anda di halaman 1dari 10

PSIKOPATOLOGI

Oleh : Suponco , dr. SpKJ


I.

PENDAHULUAN

Psikopatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang


tanda dan gejala dari suatu gangguan jiwa ( mental disorder ).
Gangguan jiwa adalah sindroma atau pola perilaku atau psikologik seseorang,
yang secara klinis cukup bermakna, dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala
penderitaan (distress) dan hendaya ( impairment/diability ) di dalam satu atau
lebih fungsi penting dari manusia.
Tanda (sign) adalah temuan objektif yang diobservasi oleh dokter ( misalkan :
muka murung, sedih, dll ) sedang gejala ( symptom ) adalah pengalaman subjektif
yang digambarkan pasien ( misalkan : mood yang depresi, lemas dll ).
Simdroma ( syndrome ) adalah gabungan tanda dan gejala yang terjadi
bersama-sama sebagai suatu kondisi yang dapat dikenali yang mungkin kurang
spesifik dibandingkan dengan suatu gangguan atau penyakit yang jelas.
Dalam kenyataannya, sebagian besar kondisi psikiatrik adalah sindroma ,
sehingga ahli di dalam mengenali tanda dan gejala spesifik memungkinkan
seorang dokter dapat berkomunikasi dengan sejawat lain dengan jelas, membuat
diagnosa yang akurat, memberikan terapi yang tepat, memperkirakan prognosa,
menggali psikodinamika dan etiologi dari kondisi psikiatrik tersebut.
II. GANGGUAN KOGNISI
Kognisi adalah proses mental yang dengannya individu menyadari dan
mempertahankan hubungan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya.
Bagian bagian proses kognisi :
1. Sensasi dan persepsi
2. Perhatian
3. Ingatan
4. Asosiasi
5. Pikiran
6. Kesadaran
1. Gangguan Sensasi dan Persepsi
Sensasi adalah kesadaran akan adanya rangsang yang ditangkap oleh alat
indra.
Contoh gangguan sensasi :
- hiperestesia : peningkatan kepekaan terhadap rangsang
- anaesthesia : kehilangan kepekaan terhadap rangsang
Persepsi adalah pengindraan yang disertai pengertian atau proses
memindahkan stimulasi fisik menjadi informasi psikologis ( stimulasi sensoris
dibawa ke kesadaran ).
Gangguan Persepsi :
a. Ilusi
b. Halusinasi

a. Ilusi : persepsi yang salah ( misperception ) atau interpretasi persepsi yang


salah ( misinterpretation ) terhadap rangsang sensoris eksternal
Bentuk bentuk ilusi :
- ilusi lihat/ visual
- ilusi dengar/auditorik
- ilusi kecap/ gustatorik
- ilusi raba/taktil
- ilusi cium/olfaktorik
b. Halusinasi : persepsi sensoris yang palsu yang tidak berkaitan dengan
rangsang eksternal yang nyata.
Bentuk- bentuk halusinasi :
- halusinasi dengar/ auditorik : persepsi bunyi yang palsu; biasanya suara
tetapi dapat juga bunyi-bunyi lain.
- halusinasi lihat/visual : persepsi palsu tentang penglihatan yang berupa citra
yang terbentuk dan citra yang tidak berbentuk ( sering
pada gangguan organik.
- halusinasi cium / olfaktorik : persepsi bau yang palsu ( sering pada
gangguan organik ).
- halusinasi raba/taktil : persepsi palsu tentang perabaan atau sensasi
permukaan, seperti sensasi dari tungkai yang
diamputasi ( phantom limb ), sensasi adanya gerakan
pada kulit atau di bawah kulit ( formication ).
- halusinasi kecap/gustatoris : persepsi rasa kecap yang palsu ( sering pada
gangguan organik ).
- halusinasi somatik : persepsi palsu tentang sesuatu hal yang terjadi di dalam
tubuh atau terhadap tubuh, paling sering berasal dari
organ visceral.
- halusinasi hipnogogik : persepsi yang palsu terjadi saat akan tertidur ;
biasanya dianggap tidak patologis.
- halusinasi hipnopompik : persepsi yang palsu terjadi saat akan bangun dari
tidur ; biasanya dianggap tidak patologis.
2. Gangguan Perhatian
Perhatian /atensi adalah usaha yang dilakukan untuk memusatkan pada bagian
tertentu dari pengalaman ; kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada
satu aktivitas, kemampuan untuk berkonsentrasi.
Bentuk bentuk gangguan perhatian :
- Distraktibilitas
: ketidakmampuan untuk mempertahankan
perhatian ; mudah teralih kepada rangsang eksternal yang tidak
penting atau tidak relevan.
- Inatensi selektif : hambatan hanya terbatas pada hal-hal yang
menimbulkan kecemasan.
- Hipervigilensi : atensi edan pemusatan yang berlebihan pada
semua rangsang internal dan eksternal, biasanya sekunder dari
keadaan delusional atau paranoid.
- Trace : perhatian yang terpusat dan kesadaran yang berubah,
biasanya terlihat pada hipnosis , gangguan disosiatif, dan
pengalaman religius yang luar biasa.

3. Gangguan Daya Ingat


Daya ingat ( memory) adalah fungsi di mana informasi disimpan di
otak dan selanjutnya diingat kembali ke kesadaran.
Ingatan adalah kesanggupan seseorang untuk mencamkan (registration),
menyimpan (storage ) dan memproduksi (recall) informasi yang diterima..
Bentuk-bentuk gangguan daya ingat:
1. Amnesia: ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau keseluruhan
pengalaman masa lalu; mungkin berasal dari gangguan organik atau proses
emosional.
a. anterograd (anterogade): amnesia untuk peristiwa yang terjadi
setelah suatu titik waktu.
b. Retrogad (retrogade): amnesia untuk peristiwa yang terjadi
sebelum suatu titik waktu.
2. paramnesia: pemalsuan ingatan akibat distorsi pengingatan.
a. fausse reconnaissance: pengenalan yang palsu.
b. Pemalsuan retrospektif: ingatan menjadi terdistorsi secara tidak
diharapkan (tidak disadari) saat disaring melalui keadaan
emosional, kognitif, dan pengalaman seorang individu saat ini.
c. Konfabulasi: pengisian kekosongan ingatan secara tidak disadari
oleh pengalaman yang dibayangkan atau tidak nyata yang
dipercayai seseorang tetapi tidak mempunyai dasar kenyataan;
paling sering berhubungan dengan patologi organik.
d. Deja vu: ilusi pengenalan visual di mana suatu situasi yang baru
secara keliru dianggap sebagai suatu pengulangan ingatan
sebelumnya.
e. Deja entendur: ilusi pengenalan auditoris.
f. Deja pense: ilusi bahwa suatu pikiran baru dikenali sebagai suatu
pikiran yang sebelumnya telah dirasakan atau diekspresikan.
g. Jamais vu: perasaan palsu ketidak kenalan terhadap situasi nyata
yang sesungguhnya telah dialami oleh seseorang.
h. Memory yang salah (false memory): rekoleksi dan kepercayaan
terhadap suatu peristiwa yang sesungguhnya tidak nyata terjadi.
3. hiperamnesia: peningkatan derajat penyimpanan dan pengingatan.
4. eidetic image: ingatan visual terhadap hampir semua halusinasi yang
gemblang.
5. screen memory: ingatan yang dapat ditoleransi secara sadar menutupi
ingatan yang menyakitkan
6. represi: suatu mekanisme pertahanan ditandai oleh pelupaan secara tidak
disadari terhadap gagasan atau impuls yang tidak dapat diterima.
7. letologikal: ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau
suatu kata benda yang tepat.
8. blackout: amnesia terhadap perilaku yang mereka telah lakukan ( dialami
oleh peminum alkohol) selama suatu kurun waktu meminum alkohol;
keadaan ini biasanya mengindikasikan telah terjadinya suatu kerusakan
otak yang masih bersifat reversible.
B. Tingkat daya ingat
1. Segera (immediate): reproduksi atau pengingatan hal-hal yang ditangkap
dalam beberapa detik sampai menit.

2. baru saja (recent); pengingat peristiwa terhadap hal-hal yang telah lewat
beberapa hari.
3. Agak lama (recent past): pengingatan peristiwa terhadap hal-hal yang
telah lewat selama beberapa bulan.
4. Jangka lama (remote): pengingatan peristiwa terhadap hal-hal yang telah
lama terjadi
4. Gangguan Asosiasi
Asosiasi adalah : suatu keadaan dimana suatu pikiran, perasaan, ingatan dapat
menimbulkan pemanggilan kembali gambaran atau konsep lain yang sebelumnya
berhubungan dengannya.
Bentuk-bentuk gangguan asosiasi:
- blocking
: aosiasi pikiran berhenti karena reaksi emosional yang kuat.
- flight of ideas : pikiran melompat-lompat, isi pikiran dan pembicaraan mudah
beralih.
- inkoherensi : aliran asosiasi ter putus-putus tidak ada hubungan dengan
sebelumnya.
- Perseverasi : terus menerus mengulang-ngulang suatu ide / pikiran.
5. Gangguan Pikiran
Pikiran adalah tujuan yang terarah dari arus ide-ide, simbol dan hubunganhubngan yang ditimbulkan oleh suatu masalah / tugas yang mengarah ke
kesimpulan orientasi riil. dan ketika suatu urutan yang logis terjadi, berpikir
adalah normal.
Gangguan pikiran :
1. gangguan bentuk pikiran
2. gangguan jalan pikiran
3. gangguan isi pikiran
1. Gangguan bentuk pikiran:
Autistik : berfikir dipimpin/ dipengaruhi oleh hal-hal yang a sadar lepas dari
pengawasan logika atau terjadi hendaya dalam daya pikir realitas dan
terpreokupasi dengan dunia pribadinya.
Autistik tidak sama dengan melamun atau berkhayal.
Dereistik : aktivitas mental yang tidak sesuai dengan logika atau pengalaman.
Sering istilah ini digunakan agak sama dengan autistik.
Berpikir magik ( magical thinking ) suatu bentuk berpikir dereistik ; berpikir
yang menyerupai cara berpikir pada fase preoperasional pada masa anak - anak
( menurut Jean Piaget ), dimana pikiran, kata-kata atau tindakan seolah
mempunyai kekuatan. ( contoh : pikiran, kata-kata, atau tindakan dapat
menyebabkan atau mencegah suatu peristiwa ).
2. Gangguan jalan pikiran:
Jalan pikiran adalah cara dan lajunya proses asosiasi dalam pikiran.
Bentuk bentuk gangguan jalan pikiran :
- neologisme : kata baru yang diciptakan oleh pasien, sering kali
dengan mengkombinasikan suku kata dari kata-kata lain, untuk
alasan keanehan psikologis.

Word salad ( gado-gado kata) : campuaran kata dan frasa yang


inkoheren.
Sirkumstansialitas : bicara tidak langsung yang lambat dalam
mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai tujuan
yang diharapkan.
Tangesialitas : ketidakmampuan untuk mempunyai asosiasi pikiran
yang bertujuan ; pasien tidak pernah berangkat berpikir dari titik
awal menuju tujuan yang diharapkan.
Inkoherensi (Incoherence): pikiran yang biasanya tidak dapat
dimengerti; berjalan dengan pikiran dan kata kata dengan
hubungan yang tidak logis atau tanpa tata bahasa, yang
menyebabkan disorganisasi.
Perseverasi: respons terhadap stimuli yang sebelumnya menetap
setelah stimulus yang baru telah diberikan, sering berkaitan dengan
gangguan kognitif.
Verbigerasi: pengulangn kata-kata atau frasa-frasa spesifik yang
tidak mempunyai arti.
Ekolalia: pengulangan kata-kata atau frasa-frasa seseorang oleh
seseorang lain secara psikopatologis; cenderung berulang dan
menetap, dapat diucapkan mengejek atau intonasi terputus-putus.
Assosiasi longgar (loosening of assosiations): aliran pikiran dimana
gagasan-gagasan bergeser dari satu subyek ke subjek lain dalam
cara yang sama sekali tidak berhubungan; jika berat, pemicaraan
dapat menjadi inkoheransia
Loncat gagasan (Flight of ideas): verbalisasi atau permainan katakata yang cepat dan terus menerus yang menghasilkan terus
menerus dari satu ide ke ide lain; ide-ide cenderung dihubungkan,
dan dalam bentuk yang kurang parah seorang pendengar mungkin
masih mampu untuk mengikutinya.
Asosiasi bunyi (clang assosiations): asosiasi kata-kata yang mirip
bunyinya tetapi berbeda artinya; kata-kata tidak mempunyai
hubungan logis, dapat termasuk sajak dan permainan kata.
Penghambatan (blocking): terputusnya aliran berfikir secara tibatiba sebelum suatu pikiran atau gagasan diselesaikan ; setelah suatu
periode penghentian singkat, orang tersebut tampaknya tidak dapat
mengingat apa yang telah dikatakanya atau apa yang akan
dikatakan (juga dikenal sebgai pencabutan pikiran).

3. Gangguan isi pikiran:


a. Waham
: suatu keyakinan / pikiran salah yang bertentangan dengan
kenyataan dan dipertahankan, tidak dapat dibenarkan oleh fakta dan kenyataan
serta tidak berhubungan dengan kebudayaan setempat.
Macam-macam waham:
Waham aneh ( bizzare delusion ) ; keyakinan palsu yang aneh,
mustahil, dan sama sekali tidak masuk akal ( sebagai contohnya, orang
dari luar angkasa telah menanamkan suatu elektroda pada otak pasien).
Waham sistimatik ; keyakinan palsu yang digabungkan oleh suatu
tema atau peristiwa tunggal ( sebagai contoh : pasien merasa yakin sedang
dimata-matai oleh suatu agen rahasia yang dikirim oleh atasannya tempat
ia bekerja, setelah ia menerima sepucuk surat peringatan ).

Waham kebesaran ; gambaran kepentingan , kekuatan, atau


identitas seseorang yang berlebihan.
Waham nihilistik ; perasaan palsu bahwa dirinya orang lain, dan
dunia adalah tidak ada atau akan berakhir.
Waham kemiskinan ; keyakinan palsu bahwa pasien kehilangan
atau akan terampas semua harta miliknya.
Waham kejar, curiga ; keyakinan palsu bahwa pasien sedang
diganggu , ditipu, atau disiksa.
Waham dosa, depresif ; keyakinan yang palsu tentang penyesalan
yang dalam disertai rasa berdosa yang besar.
Waham hubungan ; keyakinan yang palsu sesuatu dihubungkan
dengan keadaan dirinya ( contoh : pasien merasa yakin bahwa orang
orang membicarakan dirinya ).
Waham pengaruh ; keyakinan yang palsu bahwa ada kekuatan luar
yang mengontrol pikiran, kemauan atau perasaan pasien.
waham somatik ; keyakinan yang palsu menyangkut fungsi tubuh
pasien ( sebagai contoh : jantung pasien sudah tidak ada )

b. Obsesi
: isi pikiran yang datangnya berulang-ulang, diketahui oleh
penderita sebagai irrasional, secara sadar tak diingini tetapi tidak dapat
dihilangkan.
c. Fobia
: rasa takut patologis yang persisten, irrasional, berlebihan, dan
selalu terjadi terhadap suatu jenis stimuli atau situasi tertentu ;
menyebabkan keinginan yang memaksa untuk menghidari stimuli yang
ditakuti.
Macam macam Fobia :
- fobia spesifik : rasa takut yang jelas terhadap objek atau situasi yang jelas
( contoh : takut kecoa, laba-laba dll).
- fobia sosial : rasa takut akan keramaian umum, seperti rasa takut
berbicara di depan publik, tampil di depan umum, menghadiri undangan,
berbicara di telepon umum, atau makan di tempat-tempat umum.
- akrofobia
: rasa takut terhadap tempat yang tinggi.
- agorafobia
: rasa takut pada tempat terbuka.
- algofobia
: rasa takut pada rasa nyeri.
- ailurofobia
: rasa takut pada kucing.
- klaustrofobia : rasa takut pada tempat tertutup.
- xenofobia
: rasa takut pada orang asing.
6. Gangguan Kesadaran
Dalam keadaan normal kesadaran disebut komposmentis, yaitu mengetahui
dan menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya dan dialami dirinya.
Penilaian kesadaran ada dua:
a. Kesadaran kwantitatif:
- Suf
: kesadaran menurun seperti pada orang yang mengantuk
- Somnolen : seperti orang yang sangat mengantuk, tidak mengacuhkan
sekelilingnya tetapi jika ditanya / dirangsang masih memberi
jawaban/ bereaksi.

- Sopor
- Koma

: seperti orang yang tidur sangat nyenyak, rangsang yang kuat


hanya membuat rangsang sedikit.
: dengan rangsang yang bagaimanapun kuatnya tak ada reaksi

b. Kesadaran kwalitatif:
- Stupor : Tidak bergerak-gerak, tidak bereaksi atas segala rangsang
yang dilakukan pada dirinya
- Delirium : suatu sindrom yang terdiri dari pengaburan kesadaran
ribut, gelisah , orientasi terganggu.
-Twilight state ( keadaan temaram ) : gangguan kesadaran dengan
halusinasi.
- Confusion (kebingungan ) ; gangguan kesadaran yang ditandai dengan
tidak sesuainya reaksi terhadap stimulus lingkungan ;
dimanifestasikan dengan adanya gangguan orientasi yang
berkaitan dengan tempat, waktu dan orang.
- Drowsiness (mengantuk) ; gangguan kesadaran yang berkaitan dengan
suatu keinginan atau kecenderungan untuk tidur.
- Sundowning ; sindroma pada lansia yang terjadi pada malam hari yang
ditandai dengan adanya gejala drowsiness, confusion,
ataksia, dan terjatuh sebagai akibat pemberian medikasi
yang mencetuskan rasa kantuk yang berlebihan, disebut
juga Sundowners syndrome.
III.

Gangguan volisi/kemauan
Kemauan adalah keinginan yang ber ulang-ulang dan kuat yang tetap
di bawah pengawasan/ kontrole orang yang bersangkutan.
Gangguan gangguan kemauan:
-Abulia
: kelemahan kemauan / inaktivitas karena tak sanggup untuk
memulai suatu tingkah laku
-Kompusif : terdorong untuk melakukan tindakan irrasional / tak ada
gunanya.

IV

Konasi ( motor behavior / perilaku motorik )


Konasi adalah kemampuan untuk memulai suatu gerakan dan meliputi
dorongan- dorongan, instink, harapan, motivasi dan idaman, yang
dinyatakan oleh tingkah laku atau aktivitas motorik.
Gangguan konasi:
- Echopraxia : peniruan pergerakan yang patologis seseorang pada
orang lain
- Katatonia : kelainan motorik dalam gangguan non organik.
- Furor katatonik (catatonic exitement)
:aktivitas motorik yang
terintegrasi, tidak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimuli
eksternal.
- Stupor katatonik : penurunan aktivitas motorik yang nyata,
seringkali sampai titik imobilitas dan tampaknya tidak menyadari
sekeliling.
- Rigiditas katatonik : penerimaan postur yang kaku yang disadari,
menuntun usaha untuk di gerakkan.

Posturing katatonik : penerimaan postur yang tidak sesuai atau


aneh yang disadari, biasanya dipertahankan dalam waktu yang
lama.
Cerea flexibilitas( fleksibilitas lilin): seseorang dapat diatur dalam
suatu posisi yang kemudian dipertahankannya ; jika pemeriksaan
menggerakkan anggota tubuh pasien, anggota tubuh terasa seakan
terbuat dari lilin.
Akinesia, berkurangnya pergerakan fisik, sebagaimana dapat di
temukan pada skizofrenia katatonia yang mengalami imobilitas
ekstrim, dapat juga terjadi sebagai suatu efek samping extra
piramidal akibat pemberian obat anti psikotik.
Negativisme : tahanan tanpa motivasi terhadap semua usaha untuk
digerakan atau tahanan tanpa motivasi terhadap semua intruksi
Aktif
: melakukan sebaliknya dari apa yang diperintahkan
Pasif
: tidak melakukan apa yang disuruh
Katalepsi : hilangnya tonus otot dan kelemahan secara sementara
yang dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional.
Stereotipik : pola tindakan fisik atau bicara yang terfiksasi dan
berulang.
Mannerisme : pergerakan tidak disadari yang mendarah daging dan
kebiasaan.
Otomatisme : tindakan atau tindakan-tindakan yang otomatis yang
biasanya mewakili suatu aktivitas simbolik yang tidak disadari.
Otomatisme perintah: otomatisme mengikuti sugesti (juga disebut
kepatuhan otomatik).
Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural
Hipoaktivitas (hipokinesis) : penurunan aktivitas motorik dan
kognitif , seperti pada retardasi psikomotor, perlambatan pikiran,
pembicaraan dan pergerakan yang terlihat.
Mimikri : aktivitas motorik tiruan dan sederhana pada anak-anak.
Astasia abasia : ketidakmampuan untuk berdiri atau berjalan dalam
suatu gaya yang normal, sekalipun gerakan kaki yang normal dapat
dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring. Gaya erjalan
terkesan aneh dan tidak terkesan adanya lesi organik yang spesifik.
Dapat dijumpai pada gangguan konversi.
Coprolalia : bicara kotor, memakan kotoran .
Twirling : gerakan yang terus menerus memutarkan kepala
menurut arah kemana kepala tersebut menoleh, suatu tanda pada
anak autisme.
Overaktivitas: terbagi menjadi :
a. Agitasi psikomotor : overaktivitas motorik dan kognitif
yang berlebihan, biasanya tidak produktif dan sebagai
respons dari ketegangan dari dalam (inner tension.).
b. Hiperaktivitas ( hiperkinesis) : kegelisahan, aktivitas
destruktif, sering kali berhubungan dengan patologis otak.
c. Tidur berjalan / sonambulisme : aktivitas motorik saat
tidur.
d. Kompulsi : impul yang tidak terkontrol untuk melakukan
suatu tindakan secara berulang-ulang , misal :
- dipsomania : kompulsi untuk minum alkohol

- kleptomania: kompulsi untuk mencuri


- nimfomania : kompulsi untuk melakukan hubungan sek
dan kompulsi pada seorang wanita
- satiriasis : kompulsi untuk melakukan hubungan sek dan
kompulsi pada laki-laki.
- trikotilomania : kompulsi untuk mencabut rambutnya
sendiri.
IV.

Gangguan emosi
Emosi adalah suatu komplek keadaan perasaandengan komponen
psikis, somatik, dan perilaku yang berhubungan dengan mood dan afek.\
Mood adalah suatu emosi yang meresap dan dipertahankan , yang
dialami secara subjektif dan dicetuskan oleh dirinya sendiri dan terlihat
oleh orang lain.
Afek
: nada perasaan yang menyenangkan / tidak yang menyertai
suatu pikiran dan biasanya berlangsung lama, kurang disertai komponen
fisiologik.
Gangguan emosi:
a. Emosi yang menyenangkan:
Euphoria : gembira yang menyenangkan dan berlebihan
Elasi
: euphoria yang disertai oleh tingkah laku motorik
yang agak berlebihan, labil, mingkin tidak sesuai
dengan realitas orang bersangkutan.
Eksaltsi
: elasi yang berlebih-lebihan, sering disertai waham
kebesaran.
Ekstasi
: kegairahan yang luar biasa.
Perasaan sentausa,sejahtera, merasa hidup baru .
kembali.
b. Emosi yang menurun :
Depresi : perasaan kesedihan yang patologis
Anhedonia : hilangnya minat dan menarik diri terhadap semua
aktivitas rutin dan aktivitas yang menyenangkan ,
sering pada depresi
Apati
: berkurangnya emosi terhadap semua hal dan disertai
rasa tidak peduli
c. Emosi yang lain :
Mood disforik : mood yang tidak menyenangkan
Mood yang meluap-luap ( expansive mood ) : ekspresi perasaan
seseorang tanpa pembatasan , sering kali dengan penilaian yang
berlebihan terhadap kepentingan atau makna.
Mood iritabel : mood yang dengan mudah diganggu atau dibuat
marah.
Mood yang labil : pergeseran yang cepat dan tiba-tiba antara
euforia dan depresi
Mood yang tinggi (elevated mood ) : suasana kepercayaan diri dan
kesenangan yang tinggi
Afek yang tidak sesuai ( inappropriate affect ) : ketidak
harmonisan antara irama perasaan emosional dengan gagasan,
pikiran, atau pembicaraan yang menyertainya.

Afek yang tumpul ( blunted affect ) : penurunan yang berat pada


intensitas irama pearasaan yang diungkapkan keluar.
Afek yang datar ( flat affect ) : tidak ada atau hampir tidak adanya
tanda ekspresi afek ; suara yang monoton, wajah yang tidak
berubah.
Afek yang labil ( labile affect ) : perubahan irama perasaan yang
cepat dan tiba-tiba dan tidak berhubungan dengan stimuli
eksternal.
Kecemasan : perasaan ketakutan yang disebabkan oleh dugaan
bahaya , yang mungkin berasal dalam atau luar .
Ambivalensi : terdapatnya secara bersamaan dua impuls yang
berlawanan terhadap hal yang sama , pada waktu yang sama pula.
Abreaksional : pelepasan emosional setelah mengingat
pengalaman yang menakutkan .
Melancholia : suatu keadaan depresi berat .
V.

Gangguan Pembicaraan
Pembicaraan adalah gagasan , pikiran, perasaan yang diekspresikan
melalui bahasa ;atau komunikasi melalui penggunaan kata-kata dan
bahasa.
Gangguan bicara :
- Banyak bicara ( logorrhea ) : bicara banyak sekali, koheren dan
logis.
- Kemiskinan bicara ( poverty of speech ) : pembatasan jumlah
bicara yang digunakan ; jawaban mungkin hanya satu kata.
- Kemiskinan isi bicara : bicara adekuat dalam jumlah tetapi sedikit
mengandung informasi.
- Diprosodi : kehilangan irama bicara yang normal
- Disartia
: kesulitan dalam artikulasi, bukan dalam penemuan
kata atau tata bahasa.
- Bicara yang keras atau lemah berlebihan : hilangnya modulasi
volume bicara normal.
- Gagap ( stuttering ) : gangguan kepasihan bicara yang jelas
- Cluttering ( kekusutan/kekacauan) : bicara yang berpindah-pindah
dan disritmik, yang mengandung semburanyang cepat dan
menyentak.

VI.

Gangguan intelegensi

VII.

Gangguan tilikan

VIII. Gangguan Pertimbangan


IX.

Gangguan kognitif lainnya