Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


SISTEM KARDIOVASKULAR

OLEH :
Nur Syamsiyah

1301061
DOSEN PEMBIMBING :
Mira Febrina M.Sc, Apt
ASISTEN :
Evira Yuni Puspita Rani
Khazanatul Khair
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

PEKANBARU
2015

SISTEM KARDIOVASKULAR
I.
TUJUAN
1. Mengenal anatomi system peredaran darah dan beberapa karakteristik darah
manusia.
2. mengenal fungsi fungsi peredaran darah, baik darah sendiri maupun organ
yang terlibat pada system ini.
3. menyadari peran jantung dan darah dalam menjaga homeostatis.

II.

TINJAUAN PUSTAKA
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ

yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong
stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan
sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan juga
bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler)
dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh
metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan
fisiologis cairan tubuh.
Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida
dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). Kedua, yang diangkut dari nutrisi
yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan
dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan
mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat)
yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan

usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh
dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
Peredaran darah terdiri dari:

Peredaran darah terbuka


Peredaran darah tertutup

Darah dari jantung dibawa melalui tubuh dengan jaringan kompleks


pembuluh darah. Arteri mengambil darah dari jantung. Arteri utama adalah aorta
yang bercabang menjadi arteri besar lainnya, yang mengambil darah ke anggota
tubuh yang berbeda dan organ. Pembuluh nadi utama termasuk arteri karotis,
yang mengambil darah ke otak, arteri brakialis, yang mengambil darah ke lengan,
dan arteri dada, yang mengambil darah ke dada dan kemudian ke hati, ginjal, dan
arteri lambung masing-masing untuk hati, ginjal, dan perut. Arteri iliaka
mengambil darah ke anggota tubuh bagian bawah. Arteri utama menyimpang ke
arteri kecil, dan kemudian ke pembuluh yang lebih kecil disebut arteriol, untuk
menjangkau lebih banyak ke dalam otot-otot dan organ-organ tubuh.
Darah dari jantung dibawa melalui tubuh dengan jaringan kompleks
Pembuluh darah. Diagram ini menggambarkan arteri dan vena utama manusia
dari tubuh manusia. Arteriol bercabang menjadi bed kapiler. Bed kapiler berisi
sejumlah besar (10 sampai 100) dari kapiler yang bercabang antara sel-sel dan
jaringan tubuh. Kapiler adalah tabung dengan diameter sempit yang dapat masuk
sel darah merah dalam saluran beriringan dan merupakan situs untuk pertukaran
nutrisi, limbah, dan oksigen dengan jaringan pada tingkat sel. Cairan juga
menyeberang ke ruang interstitial dari kapiler. Kapiler menyatu lagi ke venula
yang terhubung ke pembuluh darah kecil, yang terhubung ke pembuluh darah
utama yang membawa darah tinggi karbon dioksida kembali ke jantung.
Pembuluh darah utama mengalirkan darah dari organ-organ dan anggota badan

yang sama dengan pasokan arteri utama. Cairan juga dibawa kembali ke jantung
melalui sistem limfatik.
Struktur dari berbagai jenis pembuluh darah mencerminkan fungsi atau
lapisan mereka. Ada tiga lapisan yang berbeda, atau tunik, yang membentuk
dinding pembuluh darah. Bagian dalam, tunica intima adalah lapisan halus, dalam
sel-sel endotel yang berada dalam kontak dengan sel-sel darah merah. Tunik ini
kontinu dengan endokardium jantung. Tidak seperti pembuluh darah dan arteri,
kapiler hanya memiliki satu tunik, lapisan tunggal dari sel adalah lokasi difusi
oksigen dan karbon dioksida antara sel-sel endotel dan sel darah merah, serta situs
pertukaran melalui endositosis dan eksositosis. Pergerakan material di lokasi
kapiler diatur oleh vasokonstriksi, penyempitan pembuluh darah, dan vasodilatasi,
pelebaran pembuluh darah, hal ini penting dalam regulasi tekanan darah secara
keseluruhan.
Vena dan arteri keduanya memiliki dua tunik lebih lanjut yang mengelilingi
endotelium: Bagian tengah, tunika media terdiri dari otot polos, sedangkan tunika
eksterna luar adalah jaringan ikat (kolagen dan serat elastis). Serat elastis,
jaringan ikat yang dapat meregang dan mendukung pembuluh darah, sedangkan
lapisan otot polos membantu mengatur aliran darah dengan mengubah resistensi
pembuluh darah melalui vasokonstriksi dan vasodilatasi.
Arteri memiliki otot polos dan jaringan ikat tebal selain pembuluh darah
untuk mengakomodasi tekanan yang lebih tinggi dan kecepatan darah yang barudipompa. Pembuluh darah yang berdinding tipis untuk tekanan dan laju aliran
yang jauh lebih rendah. Selain itu, pembuluh darah secara struktural berbeda
dengan arteri dalam pembuluh darah yang memiliki katup untuk mencegah aliran
balik darah. Karena pembuluh darah harus bekerja melawan gravitasi untuk
mendapatkan darah kembali ke jantung, kontraksi otot rangka membantu dengan
aliran darah kembali ke jantung.

III.

IV.

ALAT dan BAHAN


Stopwatch
Spignomamometer air raksa
Spignomamometer digital
Stetoskop
Matrar
Tali

CARA KERJA
System raba
Siapkan stopwatch
Raba bagian tubuh yang terasa denyut jantungnya (pergelangan

tangan)
Nyalakan stopwatch (1 menit)
Hitung denyut nadi selama waktu yang di tentukan pada saat
duduk, berdiri, berbaring, berbaring dengan kaki diangkat 90

derajat, kerja otak dan gerak badan selama 1 menit.


Catat hasil pada tabel.
Dengan spignomamometer digital
Balutkan lengan atas dengan balitan alat
Tekan tombol start
Tunggu sampai angka berhenti
lakukan pada saat duduk, berdiri, berbaring, berbaring dengan kaki
diangkat 90 derajat, kerja otak dan gerak badan selama 1 menit.
Catat hasil pada tabel.
Dengan spginomamometer manual
Balutkan lengan bagian atas dengan alat
Selipkan stetoskop pada denyut nadi yang terasa
Buka katup ball pompa
Pompa sampai skala tertentu
Amati tekanan darah siastolik dan diastolic

Lakukan pada saat duduk, berdiri, berbaring, berbaring dengan


kaki diangkat 90 derajat, kerja otak dan gerak badan selama 1

menit.
Catat hasil pada tabel.
Hyperemia
Ikatkan seutas benang diatas sendi kedua pada sebuah jari tangan.
Biarkan beberapa menit.
Amati perubahan warna, ukuran dan suhu.
Rendam jari yang terikat pada air panas.
Amati lagi warna, ukuran, dan suhu dari jari.

V.

HASIL

MANUAL

N
O

POSISI
TUBUH

POSISI TUBUH

P/
W

I
V
V
80
80 80 80
80
4
I

P
1

DUDUK
W

II

RAT
ARAT
A

III

70 83 60 94 25

TEKANAN DARAH

I
80
66,4

RATA
RATA

120/
80
101/
69

II

III

120/ 120/
80
80
100/ 110/
80
80

IV
120/
80
110/
80

V
120/
120/80
80
100/ 106,2/
70
75,8

BERBA
RING
BERBA
RING
KAKI
90%
TUBUH
BERDIR
I

KERJA
OTAK
GERAK
BADAN
SELAM
A1
MENIT

70 70 70 70 70

70

70 80 65 97 40

70,4

73 73 73 73 73

73

72 70 70 97 46

71

87 87 87 87 87

87

49 90 72

76 76 76 76 76

58 79 74

P
W

10
47
4

10
49
0
10 10 10 10 10
4 4 4 4 4
44 99 85

11
61
0

72,4
76
72
104
79,8

120/
80
102/
48
130/
70

120/ 120/
80
80
120/ 110/
70
70
130/ 130/
70
70

120/
80
110/
70
130/
70

120/
120/80
80
90/6 106,4/
0
63,8
130/
130/70
70

90/5
2

120/ 120/
80
80

110/
100

110/
70

120/
70
113/
80
120/
70
100/
51
130/
70

120/
70
110/
90
120/
70
110/
70
130/
70

120/
70
100/
75
120/
70
120/
85
130/
70

120/
70
110/
70
120/
70
110/
90
130/
70

120/
70
110/
80
120/
70
100/
80
130/
70

119/
63

110/
80

130/
90

130/
99

120/
80

110/76
,4
120/70
108,6/
79
120/70
108/75
,4
130/70
121,8/
82,4

DIGITAL

N
O

POSISI
TUBUH

P
1

DUDUK
W

BERBA
RING

P
W

RATA
RATA

POSISI TUBUH

P/
W
I

II

III

IV

118/
73
105/
59
129/
60
121/

118/
73
96/5
0
129/
60
104/

118/
73
102/
62
129/
60
106/

118/
73
103/
66
129/
60
110/

TEKANAN DARAH

II

III

118/
118/73 75 75 75
73
113/ 104,4/
82 82 84
68
61
129/ 120/6
63 63 63
60
0
90/5 106,2/ 87 83 87

I
V

RAT
ARAT
A

75 75

75

88 58

78,8

63 63

63

97 77

86,2

BERBA
RING
KAKI
90%
TUBUH
BERDIR
I

P
W
P
W
P

KERJA
OTAK

GERAK
BADAN
SELAM
A1
MENIT

P
W

48
56
70
134/ 134/ 134/
68
68
68

72
134/
68

2
134/
68

59,6
134/6
8

111/
65

101/ 122/
69
81

97/5
8

112/
69

108,6/
68,4

104/
62
110/
60
113/
64
124/
77
115/
64

104/
62
93/5
7
113/
64
108/
77
115/
65

104/
62
113/
75
113/
64
109/
8
115/
64

104/
62
113/
64
113/
64
128/
99
115/
64

104/ 104/6
95 95
62
2
113/ 108,4/
98 95
59
63
113/
113/64 78 78
64
109/ 115,6/
76 99
71
81
115/
11 11
115/64
64
1 1

125/ 107/ 123/


46
64
70

130/
100

112/
74

119,4/
70,8

81 81 81 81 81

81

97 84 95 94 86

91,2

91 92

95 95 95
97

10
86
3

78 78 78
11
75
1
11 11 11
1 1 1

94

12 11
98
4 5

Hyperemia
Kelompok

Pengaruh

Setelah
diikat

Sebelum
diikat

Warna
Ukuran

Normal
Normal

Merah
Membesar

Sebelum di
rendam air
panas
Merah
Bengkak

Suhu
Warna
Ukuran
Suhu
Warna

Dingin
Ungu
Bengkak
Dingin
Merah

Dingin
Ungu
Bengkak
Dingin
Merah

Ukuran
Suhu
Warna

Normal
Normal
Normal
Normal
Agak
merah
Normal
Normal
Agak

Setelah di
rendam air
panas
Ungu
Membengka
k
Panas
Ungu pucat
Bengkak
Panas
Ungu

Bengkak
Dingin
Merah

Bengkak
Dingin
Merah

Bengkak
Dingin
Ungu

95
95,8
78
91
111
104

VI.

Ukuran
Suhu
Warna

merah
Normal
Normal
Merah

Ukuran
Suhu

Normal
Normal

Bengkak
Bengkak
Dingin
Dingin
Merah ungu Merah
ungu
Normal
Normal
Normal
Normal

Bengkak
Dingin
Merah ungu
abu-abu
Membesar
Agak pucat

PEMBAHASAN

Praktikum kali ini berjudul system kardiovaskular, dimana praktikan akan


mengukur dan membandingkan dari masing masing kelompok tekanan nadi dari
praktikan. Percobaan dilakukan pada pria dan wanita pada tiap-tiap kelompok.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan perabaan, spignomamometer raksa dan
digital. Dari percobaan tersebut dapat dilihat baik pada pria atau wanita maka denyut
jantung akan berkontraksi semakin cepat apabila melakukan kegiatan. Pada saat
relaksasi maka denyut jantung akan turun atau melambat. Pada praktikum kali ini
denyut jantung pria lebih cepat dibandingkan dengan wanita,mungkin di karenakan
pria lebih banyak melakukan aktivitas dan lebih semangat dibandingkan dengan
wanita.
Tekanan darah akan berubah-ubah sesuai dengan kegiatan dan posisi orang coba.
Tekanan darah pada saat rileks atau santai akan lebih baik atau normal karena pada
saat itu tekanan darah berjalan dengan normal tanpa ada faktor yang dapat
mengganggu tekanan darah tersebut
Pada percobaan hyperemia dapat dilihat pada tiap-tiap kelompok pada saat awal
semua keadaan jari normal/biasa. Setelah diikat ujung jari memberikan respondengan
merubah warna ukuran dah suhu pada jari. Respon akan semakin terasa sensitive

apabila jari dimasukan kedalam air panas, maka jari akan memberikan respon yang
berbeda umumnya membesar dari yang biasanya dan terasa agak panas.

VII.

KESIMPULAN
sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi

memindahkan zat ke dan dari sel.


Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan

sistem peredaran darah tertutup


Jantung terdiri dari 2 buah atrium dan 2 buah ventrikel.
Kerja jantung pria lebih cepat daripada wanita.
Kerja jantung akan semakin cepat saat seseorang melakukan aktivitas.
Tekanan darah akan berubah-ubah sesuai dengan kegiatan dan posisi
orang coba. Tekanan darah pada saat rileks atau santai akan lebih baik atau
normal karena pada saat itu tekanan darah berjalan dengan normal tanpa
ada faktor yang dapat mengganggu tekanan darah tersebut

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Aidam, J.M.F. 2000. Klasifikasi dan kriteria diagnosis diabetes melitus

yang baru. Cermin Dunia KedokteranNo. 127.


Corwin, EJ. 2009. Buku Saku Patofisiologi, 3 Edisi Revisi.

Jakarta: EGC
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Informatorium Obat
Nasional Indonesia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Pharmaceutical Care
untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Dirktorat Bina Farmasi Komunitas dan
Klinik. Jakarta.

Mansjoer, A dkk. 2007. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1


edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius

PERTANYAAN
1. Sebutkan 2 kelainan klep jantung yang dapat menimbulkan bunyi yang
abnormal
2. Sebutkan perbedaan antara struktur ateri dan vena
3. Bila katub bicuspidus memperlihatkan kebocoran, bagaimana pengaruhnya
terhadap tekanan sistolik? Apa alasanya?
4. Gaya apa yang menyebabkan darah tetap mengalir pada saat ventrikel dalam
keadaan ralaks?
5. Bahgaimana tekanan darah dalam keadaan shock anafilatic dan toksemia
kehamilan ? mengapa demikian?
6. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan darah pada posisi
duduk, berdiri, berbaring, berbaring kaki 90% tubuh, gerak badan selama 1
menit dan otak sedang bekerja.
Jawaban :
1. 1. Stenosis katup. Ini terjadi ketika pembukaan katup jantung lebih
kecil dari normal karena sel ebarankaku atau menyatu. Pembukaan
yang menyempit dapat membuat jantung bekerja sangat keras untuk
memompadarahm melaluinya.Hal ini dapat menyebab kan gagal
jantung dan gejalalainnya. Semua empat katup dapat pulmonalis
(mengeras, membatasialirandarah), kondisi stenosis tricuspid di sebut
stenosis pulmonal, stenosis mitral atau stenosis aorta
2. Insufisiensikatup. Jugadisebut regurgitation, ketidakmampuanatau
katupbocor , ini terjadi ketika katup tidak menutup rapat. Jika katup
tidak segel, darahakanbocormundur di katup. Jantung harus bekerja
keras untuk menebus katup bocor, dan kurangdarah mengalir
keseluruh tubuh.
2.

3. Stenosis katup. Hal ini terjadi ketika membuka katup jantung lebih
kecil dari normal karena selebaran kaku atau menyatu. Pembukaan
menyempit dapat membuat jantung bekerja sangat keras untuk
memompa darah melalui itu. Hal ini dapat menyebabkan gagal jantung
dan gejala lainnya
4. Relaksasi isovolumetrik vertikel adalah periode selama vertikel rileks
dan katup AV dan katup memaruh bulan masih tertutup. Volume
ventrikel tidak berubah selama periode ini (isovolumetri).
5. Shock anaphylactic adalah suatu syndroma klinis yang ditandai
dengan adanya hipotensi, tacycardia, kulit yang dingin, pucat basah,
hiperventilasi, perubahan status mental, penurunan produksi urine
yang diakibatkan oleh reaksi anafilaksis. Reaksi anafilaksis merupakan
sindrom klinis akibat reaksi imunologis (reaksi alergi) yang bersifat
sistemik, cepat dan hebat yang dapat menyebabkan gangguan
respirasi, sirkulasi, pencernaan dan kulit. Jika reaksi tersebut cukup
hebat sehingga menimbulkan syok disebut sebagai syok anafilaktik
yang dapat berakibat fatal
6. Tekanan darah akan berubah-ubah sesuai dengan kegiatan dan posisi
orang coba. Tekanan darah pada saat rileks atau santai akan lebih baaik
atau normal karena pada saat itu tekanan darah berjalan dengan normal
tanpa ada faktor yang dapat mengganggu tekanan darah tersebut