Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tubuh manusia merupakan suatu kesatuan yang kompleks, yang tersusun dari
berbagai macam organ yang memiliki fungsi yang berbeda – beda. Organ merupakan
suatu kumpulan jaringan – jaringan yang memiliki fungsi / tugas tertentu dalam system
tubuh manusia. Sistem organ manusia bermacam – macam tergantung dari fungsi yang
dimilikinya.
Contoh sistem organ manusia, seperti ; sistem rangka, sistem pencernaan, sistem
pernafasan dan salah satunya adalah sistem indra. Sistem indra manusia terbagi menjadi;
indra penglihatan, indra pengecap, indra kulit dan pendengaran.

B. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui bagian – bagian penyusun telinga, kulit dan mata.
2. Mengetahui fungsi masing – masing bagian tersebut (Anatomi dan Fisiologi) melalui
pengamatan terhadap alat peraga (telinga, kulit dan mata).
TELINGA DAN PENDENGARAN

Telinga adalah organ pendengaran. Saraf yang melayani indera ini adalah saraf cranial
kedelapan atau nervus auditorius. Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga
tengah dan rongga telinga dalam.
A. Bagian-bagian Telinga
1. Telinga Luar
Telinga luar terdiri atas aurikel atau pinna, yang pada binatang rendahan berukuran
besar serta dapat bergerak dan membantu mengumpulkan gelombang suara; dan meatus
auditorius externa yang menjrok ke dalam menjauhi pinna, serta menghantarkan
getaran suara menuju membran timpani.
Aurikel berbentuk tidak teratur serta terdiri dari tulang rawan dan jaringan fibrus,
kecuali pada ujung paling bawah, yaitu cuping telinga, yang terutama terdiri dari lemak.
2. Telinga Tengah
Telinga tengah atau rongga timpani adalah bilik kecil yang mengandung udara. Rongga
itu sempit serta memiliki dinding tulang dan dinding membranosa, sementara pada
bagian belakangnya bersambung dengan antrum mastoid dalam prosesus mastoideus
pada tulang temporalis, melalui sebuah celah yang disebut aditus.
Tulang-tulang pendengaran adalah tiga tulang kecil yang tersusun pada rongga telinga
tengah seperti rantai yang bersambung dari membrane timpani menuju rongga telinga
dalam. Tulang sebelah luar adalah malleus, berbentuk seperti martil dengan gagang
yang terkait pada membrane timpani, sementara kepalanya menjulur ke dalam ruang
timpani.
Tulang yang berada di tengah adalah inkus atau landasan, sisi luarnya bersendi dengan
malleus, sementara sisi dalamnya bersendi dengan sisi dalam sebuah tulang kecil, yaitu
stapes.
Stapes atau tulang sanggurdi, yang dikaitkan pada inkus dengan ujungnya yang lebih
kecil, sementara dasarnya yang bulat panjang terkait pada membrane yang menutup
fenestra vestibule, atau tingkap jorong. Rangkaian tulang-tulang ini berfungsi untuk
mengalirkan getaran suara dari gendang telinga menuju rongga telinga dalam.
Prosesus Mastoideus adalah bagian tulang temporalis yang terletak di belakang telinga;
sementara ruang udara yang berada pada bagian atasnya adalah antrum mastoideus
yang berhubungan dengan rongga telinga tengah.
3. Rongga Telinga Dalam
Rongga telinga dalam terdiri dari berbagai rongga yang menyerupai saluran-saluran
dalam rongga temporalis. Rongga-rongga itu disebut labirin tulang, dan dilapisi
membrane sehingga membentuk labirin membranosa.
Labirin tulang terdiri dari tiga bagian :
a. Vestibula yang merupakan bagian tengah, dan tempat bersambungnya bagian-bagian
lain.
b. Saluran setengah lingkaran bersambung dengan vestibula. Ada tiga jenis saluran-
saluran itu, yaitu saluran superior, posterior dan lateral. Pada salah satu ujung setiap
saluran terdapat penebalan yang disebut ampula.
c. Kokhlea adalah sebuah tabung berbentuk spiral yang membelit dirinya laksana
sebuah rumah siput. Belitan-belitan itu melingkari sebuah sumbu berbentuk kerucut
yang memiliki bagian tengah dari tulang, dan disebut modiulus.
Dalam setiap belitan ini, terdapat saluran membranosa yang mengandung ujung-ujung
akhir saraf pendengaran. Ada dua tingkap dalam ruang melingkar ini.
1. Fenestra vestibule (yang juga disebut fenestra ovalis, lantaran bentuknya yang bulat
panjang) ditutup oleh tulang stapes.
2. Fenestra kokhlea (yang juga disebut fenestra rotunda, lantaran bentuknya bundar)
ditutup oleh sebuah membrane.
Adanya tingkap-tingkap ini dalam labirin tulang bertujuan agar getaran dapat dialihkan
dari rongga telinga tengah, guna dilangsungkan dalam paralimfe. Getaran dalam
paralimfe dialihkan menuju endolimfe, dan dengan demikian merangsang ujung-ujung
akhir saraf pendengaran.
Nervus Auditorius (saraf pendengaran) terdiri dari dua bagian. Salah satu daripadanya
pengumpulan sensibilitas dari bagian vestibuler rongga telinga dalam, yag mempunyai
hubungan dengan keseimbangan. Serabut-serabut saraf ini bergerak menuju nucleus
vestibularis yang berada pada titik pertemuan antara pons dan medula oblongata, lantas
kemudian bergerak terus menuju serebelum. Bagian kokhlearis pada nervus auditorius
adalah saraf pendengar yang sebenarnya. Serabut-serabut sarafnya mula-mula
dipancarkan kepada sebuah nucleus khusus yang berada tepat di belakang thalamus,
lantas dari sana dipancarkan lagi menuju pusat penerima akhir dalam kortex otak yang
terletak pada bagian bawah lobus temporalis.
B. Mekanisme Mendengar
Suara ditimbulkan oleh getaran atmosfer yang dikenal sebagai gelombang suara, yang
kecepatan dan volumenya berbeda-beda. Gelombang suara bergerak melalui rongga
telinga luar yang menyebabkan membrane timpani bergetar. Getaran-getaran tersebut
selanjutnya diteruskan menuju inkus dan stapes, melalui malleus yang terkait pada
membrane itu. Karena gerakan-gerakan yang timbul pada setiap tulang ini sendiri, maka
tulang-tulang itu memperbesar getaran, yang kemudian disalurkan melalui fenestra
vestibuler menuju perilimfe. Getaran perilimfe dialihkan melalui membrane menuju
endolimfe dalam saluran kokhlea, dan rangsangan mencapai ujung-ujung akhir saraf
dalam organ Corti, untuk kemudian diantarkan menuju otak oleh nervus auditorius.

C. Keseimbangan
Nervus vestibularis yang tersebar hingga kanalis semisirkuleris, mengantarkan impuls-
impuls menuju otak. Impuls-impuls itu dibangkitkan dalam kanal-kanal tadi, karena
adanya perubahan kedudukan cairan dalam kanal atau saluran-saluran itu. Hal ini
mempunyai hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. Apabila
seseorang sekonyong-konyong di sorong kea rah satu sisi, maka kepala itu cenderung
untuk miring kea rah lain (berlawanan dengan arah badan yang didorong) guna
mempertahankan keseimbangan, berat badan diatur, posisi berdiri dipertahankan, dan
jatuhnya badan dapat dihindarkan. Perubahan kedudukan cairan dalam saluran
semisirkuler inilah yang merangsang impuls, yang segera dijawab badan berupa gerak
reflex, guna memindahkan berat badan serta mempertahakan keseimbangan.

D. Kelainan pada Telinga


a. Infeksi pada telinga
Meatus auditorius externa adalah daerah yang dapat terserang furunkulosis, sebuah
bisul atau bisul-bisul multiple dalam liangnya, yang membawa rasa sakit yang hebat
sekali.
b. Otitis media
Infeksi telinga tengah dapat terjadi setelah seseorang diserang influenza, campak dan
sinusitis.
c. Mastoiditis akut
Dapat terjadi setelah otitis media, prosesus mastoideus menjadi lembek, bengkak, yang
disertai rasa sakit, sementara suhu badan meninggi dan denyut nadi bertambah cepat.
d. Labirintitis
Disebabkan oleh menjalarnya infeksi dari telinga tengah, dan sering kali symptom-
simptom berupa pening, muntah-muntah dan tuli, lama kelamaan menghilang.
e. Penyakit meniere
Gejala berupa timbulnya serangan pusing mendadak disertai tuli dan tinnitus.
f. Keseimbangan
Kadang-kadang terganggu sementara setelah adanya operasi tertentu pada telinga,
sperti stapedektomi; dan akibat mabuk perjalanan.
g. Pengaruh kegaduhan
Beberapa ketegangan mental yang disebabkan oleh kegaduhan, akan mengakibatkan
bertambah cepatnya denyut nadi serta hipertensi.
h. Ketulian
KULIT

Kulit merupakan pembungkus yang elastik yang melindungi tubuh dari pengaruh
lingkungan. Kulit juga merupakan alat tubuh yang terberat dan terluas ukurunya, yaitu 15
persen dari berat tubuh dan luasnya 1,50 – 1,75 m². Rata-rata tebal kulit 1 – 2 mm. Paling
tebal (6 mm) terdapat di telapak tangan dan kaki dan yang paling tipis (0,5 mm) terdapat di
penis.

A. Bagian-bagian Kulit Manusia


Kulit terbagi atas tiga lapisan pokok, yaitu epidermis, dermis atau korium, dan jaringan
subkutan atau subkutis.
1. Epidermis
Epidermis terbagi atas empat lapisan.
a. Lapisan basal atau stratum germinativium.
b. Lapisan malpighi atau stratum spinosum.
c. Lapisan granular atau stratum granulosum.
d. Lapisan tanduk atau stratum korneum.
Epidermis mengandung juga : Kelenjar ekrin, kelenjar apokrin, kelenjar sebaseus,
rambut dan kuku. Kelenjar keringat ada dua jenis, ekrin dan apokrin. Fungsinya
mengatur suhu, menyebabkan panas dilepaskan dengan cara penguapan. Kelanjar
ekrin terdapat disemua daerah kulit, tetapi tidak terdapat diselaput lendir. Seluruhnya
berjumlah antara 2 sampai 5 juta yang terbanyak ditelapak tangan. Sektretnya cairan
jernih kira-kira 99 persen mengandung klorida,asam laktat,nitrogen dan zat lain.
Kelenjar apokrin adalah kelenjar keringat besar yang bermuara ke folikel rambut,
terdapat di ketiak, daerah anogenital, puting susu dan areola. Kelenjar sebaseus
terdapat diseluruh tubuh, kecuali di tapak tangan, tapak kaki dan pungung kaki.
Terdapat banyak di kulit kepala, muka, kening, dan dagu. Sekretnya berupa sebum
dan mengandung asam lemak, kolestrol dan zat lain.
2. Dermis
Dermis atau korium merupakan lapisan bawah epidermis dan diatas jaringan
subkutan. Dermis terdiri dari jaringan ikat yang dilapisan atas terjalin rapat (pars
papillaris), sedangkan dibagian bawah terjalin lebih lebih longgar (pars reticularis).
Lapisan pars retucularis mengandung pembuluh darah, saraf, rambut, kelenjar
keringat dan kelenjar sebaseus.
3. Jaringan Subkutan (Subkutis atau Hipodermis)
Jaringan subkutan merupakan lapisan yang langsung dibawah dermis. Batas antara
jaringan subkutan dan dermis tidak tegas. Sel-sel yang tyerbanyak adalah liposit yang
menghasilkan banyak lemak. Jaringan subkutan mengandung saraf, pembuluh darah
dan limfe, kandungan rambut dan di lapisan atas jaringan subkutan terdapat kelenjar
keringan. Fungsi dari jaringan subkutan adalah penyekat panas, bantalan terhadap
trauma dan tempat penumpukan energi.

B. Fungsi Kulit
Kulit mempunyai fungsi bermacam-macam untuk menyesuaikan tubuh dengan
lingkungan. Fungsi kulit adalah sebagai berikut :
1. Fungsi proteksi. Melindungi bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik maupun
mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan kimiawi, seperti zat-zat
kimia iritan (lisol, karbol, asam atau basa kuat lainnya), gangguan panas atau dingin,
gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet, gangguan kuman, jamur, bakteri atau
virus.
2. Fungsi Absorpsi. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal, tipisnya kulit,
hidrasi, kelembaban udara, metabolisme dan jenis vehikulum zat yang menempel di
kulit. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, saluran kelenjar atau saluran keluar
rambut.
3. Fungsi Ekskresi. Kelenjar-kelenjar pada kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak
berguna atau sisa metabolisme dalam tubuh. Produk kelenjar lemak dan keringat di
permukaan kulit membentuk keasaman kulit pada pH 5 – 6,5.
4. Fungsi Pengindra (Sensori). Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis
dan subkutis. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah erotik.
5. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh. Kulit melakukan peran ini dengan mengeluarkan
keringat dan otot dinding pembuluh darah kulit.
6. Fungsi pembentukan Pigmen. Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) terletak di
lapisan basal epidermis. Jumlah melanosit serta jumlah dan besarnya melanin yang
terbentuk menetukan warna kulit.
7. Fungsi Keratinasi. Proses keratinasi sel dari sel basal sampai sel tanduk berlangsung
selama 14 – 21 hari. Proses ini dilakukan agar kulit dapat melaksanakan tugasnya
dengan baik. Pada beberapa macam penyakit kulit proses ini terganggu, sehingga
kulit akan terlihat bersisik, tebal, kasar dan kering.
8. Fungsi Produksi Vitamin D. Kulit juga dapat membuat vitamin D dari bahan baku 7-
dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari.
9. Fungsi Ekspresi Emosi. Hasil gabungan fungsi yang telah disebut di atas
menyebabkan kulit mampu berfungsi sebagai alat untuk menyatakan emosi yang
terdapat dalam jiwa manusia.

C. Saraf pada Jaringan Kulit


Jika kulit diberi rangsangan listrik maka elemen-elemen kontraktil akan memendek atau
kulit akan berinteraksi. Rangsangan ini berasal dari pusat kesadaran (otak) dan
disalurkan melalui serabut saraf pengerak menuju serabut-serabut kulit. Seperti diketahui
kulit berkontraksi menurut rangsangan yang datang, bila tidak ada rangsangan unit
pengerak dalam keadaan istirahat (relax) dan otot dalam keadaan lemas (flaccid).
Pengiriman rangsangan dari saraf ke serabut kulit dilakukan melalui sambungan yang
dinamakan junction neuromuscular. Pada akhir ujung saraf ini masih terletak diluar
selaput tipis pembungkus serabut kulit. Dibagian akhir ini ditemukan butiran-butiran
halus yang disebut kuhme atau gelembung-gelembung asetilkolin. Asetilkolin
merupakan hormon yang dikeluarkan oleh bagian saraf akhir dengan tujuan untuk
merangsang serabut kulit. Karena rangsangan ini membuat permeabilitas sel-sel kulit
berubah sehingga ia dapat meneruskan rangsangan tadi keseluruh bagain kulit.
Akibatnya kulit berkontraksi.

D. Penyakit Kulit
1. Eksema Infantil Masa Kanak-Kanak
Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar yang khas
dengan adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama pada berbagai
fase resolusi. Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan vaskuler kulit.
Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan erupsi. Ini
berasal dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan skuama tetepi
seringkali terdapat vesikula dan keadaan basah (weeping wells).
Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh sepanjang
hidup. Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu alergi didefinisikan
sebagai perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu pada paparan terhadap bahan
yang dalam jumlah yang sama, tidak menimbulkan apa-apa pada yang lain).
Mekanisme yang terlibat diduga adalah sebagai berikut :
 Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang menyebabkan
kontraksi otot polos, dilatasi kapiler dan penurunan tekanan darah
 Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin
 Reaksi antara alergen dan suatu antibodi
Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian kasus
hilang secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering terjadi pada
bayi yang diberi makanan buatan dibanding pada bayi yang diberi ASI.
 Gambaran Klinik
Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga
ditemukan pada permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya mereka
menyebar pada seluruh permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan sebagian besar
perubahan kulit timbul akibat menggaruk, menggosok dan ekskoriasi.
2. Impetigo
Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang mengering
dengan cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi yang mertah basah.
Pada neonatus ditemukan sebagai pemfigus neonatorum yang nyata bulosa. Pemfigus
neonatorum merupakan penyakit yang harus dilaporkan di Inggris.
3. Psoriasis
Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit fungsional
yang cenderung diwariskan.
 Gambaran Klinik :
Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh
tumpukan sisik keperakan. Terutama mengenai siku-siku, lutut dan kulit kepala,
tetapi dapat terjadi dimanapun. Kondisi ini dapat dicetuskan oleh infeksi seperti
tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari sebagai faktor predisposisi.
4. Scabies
Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang
dalam lapisan tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap hari yang
menetas mengeluarkan banyak pinjal muda yang makan dalam orifisium dari glandula
skretoris. Sarang tampak sebagai garis putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir
sarang ini terdapat tempat pinjal. Sarang ditemukan pada lipatan, antara jari-jari, pada
genitalia dan pada muka bayi. Kondisi ini ditularkan oleh kontak yang intim dan
cenderung mengenai seluruh keluarga.
 Gambaran Klinik :
Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan
ditemukan. Garukan menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih dengan
penyakit ini. Dan dapat menular ke orang lain.
5. Akne
Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai glandula
sebasea yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari glandula sebasea
terblokir oleh sumbat tanduk (blackheads) dan terdapat retensi dari sebum yang
diubah oleh organisme yang menimbulkan inflamasi pada jaringan sekitarnya.
Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul dan abses yang menyebabkan parut.
Kondisi ini mempengaruhi remaja muda sehingga menyebabkan perasaan malu dan
tidak senang.
6. Kelainan Kongenital
Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain
timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena.
Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini
dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada
dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian,
nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk :
a. Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan
kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol
diberikan dengan alat yang runcing.
b. Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan
dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga
melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk
hal ini, tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik.
c. Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai
nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler
maupun vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit
yang kendor dan jarang sekali diperlukan terapi.
MATA DAN PENGLIHATAN

A. Definisi mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling
sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau
gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

B. Fungsi mata
Fungsi mata adalah sebagai indera penglihatan yaitu untuk nengatur cahaya yang masuk
kedalam mata lalu dibiaskan sehingga dapat melihat

C. Organ mata
Organ mata manusia dibagi 2 yaitu organ dalam dan organ luar.
Organ luar terdiri dari :
a. Bulu mata
Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari kelopak mata yang
berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya
debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata. Rambut mata
merupakan rambut yang sangat lembut.
b. Alis mata
Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di
atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis mata
berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari
bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.
c. Kelopak mata
Kelopak mata adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi mata
Organ dalam terdiri dari
a. Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
b. Pupil dan Iris
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang
masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan
yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi
oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai
bagian yang berwarna pada mata.
c. Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa
mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning
retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan
menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa
mata akan menebal.
d. Retina
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina
yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
e. Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

D. Otot mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot
rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus
berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya
adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).

E. Mekanisme menglihat
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu
waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan
terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik
kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Praktikum


Tempat : Laboratorium anatomi fisiologi manusia, Farmasi UHAMKA
Waktu : 1 April 2010

B. Alat dan Bahan


1. Alat peraga organ telinga
2. Alat peraga kulit
3. Alat peraga organ mata

C. Prosedur Kerja
1. Praktikan menyiapkan alat peraga
2. Amati masing – masing bagian pada alat peraga (terutama yang diberi tanda nomor)
3. Identifikasi masing – masing bagian
4. Tulislah hasil pengamatan tersebut pada lembar kerja yang tersedia.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil praktikum
1. TELINGA
Dari hasil pengamatan yang dilakukan maka diperoleh :
No Nama Bagian Telinga No Nama Bagian Telinga
1 Daun telinga 11 Malleus dan incus
2 Fasa antihelix 12 Stapes / tulang sanggurdi
3 Antihelix 13 Common canal
4 Conca 14 Kokhlea / rumah siput
5 Fasa ofhelix 15 Ujung saraf pendengaran
6 Liang telinga 16 Skala timpani
7 Tingkap bundar 17 Lateral canal
8 Selaput gendang telinga 18 Common crus
9 Kartilago 19 Superior canal
10 Tuba eustachius 20 Interior canal

2. KULIT
Dari hasil pengamatan yang dilakukan maka diperoleh :
No Nama Bagian Kulit No Nama Bagian Kulit
1 Lapisan tanduk 13 Akar rambut
2 Epidermis 14 Gelembung rambut
3 Lapisan bening 15 Reseptor tekanan
4 Reseptor nyeri 16 Jaringan adiposa
5 Reseptor dingin 17 Otot penegak rambut
6 Pembuluh rambut 18 Kelenjar sebasea
7 Puting rambut 19 Sel rambut
8 Pembuluh vena 20 Jaringan ikat
9 Lapisan dasar 21 Ujung saraf peraba
10 Kelenjar keringat 22 Reseptor panas
11 Tangkai rambut 23 Saluran keringat
12 Selaput luar akar rambut 24 Ujung pori – pori rambut

3. MATA
Dari hasil pengamatan yang dilakukan maka diperoleh :
No Nama Bagian Mata No Nama Bagian Mata
1 Kornea 12 Otot lurus mata dalam
2 Sklera 13 Otot lurus mata atas
3 Pupil 14 Otot serong mata bawah
4 Iris 15 Otot serong mata atas
5 Lapisan koroid 16 Saraf penglihatan
6 Retina 17 Saraf optik
7 Lensa 18 Kelenjar air mata
8 Badan bening / fitrous humor 19 Rongga dahi
9 Bintik buta 20 Otot dahi
10 Otot lurus mata bawah 21 Tulang dahi
11 Otot lurus mata luar

B. Pembahasan
 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telinga memiliki tiga bagian, yaitu telinga
luar, telinga tengah dan rongga telinga dalam. Telinga luar dari daun telinga (tulang
rawan) dan liang telinga. Pendengaran tengah terdiri dari rongga gendang yang
berhubungan dengan teknik melalui tabung pendengar eustachius. Pada bagian dalam
terdiri dari tulang martil, landasan san sanggurdi. Pendengaran dalam terdiri dari
rumah siput yang didalamnya terdapat cairan bening endolimfe. Dalam rumah siput
terdapat alat cartel untuk pendengaran dan berhubungan dengan saraf vestibular dan
koklear.
 Kulit merupakan pembungkus yang elastik yang melindungi tubuh dari pengaruh
lingkungan. Pada kulit terdapat indera perasa dan peraba disebut tago resptor, tersebar
di seluruh permukaan kulit, sehingga kulit dapat merasakan rangsangan berupa panas,
dingin, halus, kasar, dan lain – lain. Diantara fungsi kulit yaitu fungsi proteksi, fungsi
absorbsi, fungsi ekskresi, fungsi persepsi dan fungsi pengaturan suhu tubuh.
 Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya, yang dilakukan mata yang
paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah
terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan
pengertian visual. Mata dibagi kedalam 2 organ, yaitu organ dalam dan organ luar.
Mata berfungsi sebagai indera penglihatan yaitu dengan mekanisme sinar yang masuk
ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui
konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar
terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik
kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
BAB V
KESIMPULAN

 Dari hasil pengamatan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa telinga merupakan
organ pendengaran merupakan alat keseimbangan karena adanya cairan dalam saluran
semisirkuler yang dapat merangsang impuls sehingga dapat mempertahankan
keseimbangan. Telinga memiliki tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan rongga
telinga dalam.
 Kulit merupakan lapisan terluar dari tubuh manusia, yang sebagian besar ditumbuhi
rambut, baik rambut halus maupun rambut kasar dan panjang, yang membungkus seluruh
permukaan tubuh manusia yang bersifat kedap air dan melindungi tubuh, mengandung
ujung-ujung saraf sensible (perasa) dan membentuk pengaturan suhu.
 Mata merupakan organ penglihatan yang mendeteksi cahaya yang terdiri dari Selaput
bening, Selaput keras, Selaput koroid, Selaput jala, Bilik mata, Selaput pelangi, Lensa,
Badan bening, Puting saraf, Otot lurus mata bawah, Otot lurus mata luar, Otot lurus mata
dalam, Otot lurus mata atas, Otot serong mata bawah, Otot serong mata atas, Saraf
penglihatan, Iris, Kelenjar air mata, Rongga dahi, Otot dahi dan Tulang dahi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Diktat Praktikum Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : Universitas Prof. DR
HAMKA

Evelyn, Pearce, C. 2000. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Alih bahasa
Mohammad. Gramedia : Jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_kulit#Terminologi_Pada_Kondisi_Dermatologis

http://www.slideshare.net/guest36f60b/anatomi-kulit-presentation