Anda di halaman 1dari 15

I.

Tujuan Praktikum
1. Menjelaskan peranan sistem respirasi dalam mempertahankan hoemostatis tubuh
2. Menjelaskan peran organ-organ yang terlibat dalam sistem respirasi
3. Menerapkan cara sederhana dalam mendeteksi adanya kelainan dalam sistem respirasi
II. Teori Praktikum
Untuk melangsungkan kehidupannya manusia memerlukan udara untuk membantu
menggerakkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Udara merupakan kebutuhan manusia
sehari-hari yang wajib didapatkan bagi setiap makhluk hidup. Udara yang didapatkan setiap
hari digunakan oleh tubuh sebagai material.
Respirasi sendiri berarti proses mobilisasi energi yang dilakukan makhluk hidup
melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi untuk digunakan dalam menjalankan fungsi
hidup. Istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah
pernapasan. Respirasi terjadi pada semua makhluk hidup. Apabila pernapasan biasanya
diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak selalu
melibatkan oksigen. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi
yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya,
berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari
kedua kelompok senyawa terakhir ini.
Udara yang masuk kedalam tubuh akan di proses melalui system respirasi atau system
pernapasan yang masuk ke dalam tubuh melalui rongga hidung, laring, faring, trakea, paruparu, bronkus, bronkeolus, alveolus.
Dalam paru-paru terdapat kapasitas untuk menampung udara yang banyak dikenal
sebagai volume udara pernapasan.
A. Respirasi
Pernapasan atau respirasi merupakan kegiatan menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan
CO2. Proses pengambilan udara masuk kedalam tubuh disebut inspirasi atau menarik napas.
Pengeluaran udara dari dalam tubuh disebut ekspirasi atau menghembuskan napas. Oksigen
digunakan untuk reaksi respirasi sebagai berikut.
C6H12O6 + 6O2 6H2O + 6CO2 + ATP
1

Oksigen yang diperoleh digunakan untuk memecahkan zat makanan berupa gula
menjadi energy dalam bentuk ATP. Produk sampingan dari proses pernapasan berupa air dan
karbon dioksida. Ada dua macam mekanisme pernapasan, yaitu :
1. Pernapasan Dada
Pernapasan Dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. Fase inspirasi : Fase ini berupa
berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan
dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang
kaya oksigen masuk. Fase ekspirasi : Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot
antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga
dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar
daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
2. Pernapasan perut (Diafragma)
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas
otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan
perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut. Fase Inspirasi : Pada fase ini
otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar
dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk. Fase Ekspirasi : Fase ekspirasi
merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang)
sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari
paru-paru.
B. Alat-alat Respirasi
Alat-alat respirasi manusia adalah rongga hidung, faring ,laring , trakea, paru-paru,
bronkus,bronkiolus, dan alveolus.

1. Rongga Hidung

Rongga hidung merupakan tempat pertama kali masuknya udara ke dalam


tubuh.Udara di saring oleh rambut rongga hidung dan di hangatkan di ruang nasal sesuai
dengan suhu tubuh.Bau udara yang masuk di kenali oleh inda pembau,kemudin udara masuk
ke faring.
2. Faring
Faring (tekak) merupakan daerah pertemuan saluran respirasi dan saluran pencernaan
makanan.Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut uvula atau anak
tekak.selanjutnya, udara masuk ke laring.
3. Laring
Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan.Laring terdiri atas kepingan
tulang rawan yang membentuk jakun.Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal
tenggorok (epiglotis).Pada pangkal tenggorokan inilah terdapat pita suara.
4. Trakea
Trakea ( batang tenggorokan ) merupakan saluran respirasi berbentuk pipa yang terdiri
atas gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm.
5. Paru-paru
Paru-paru di bungkus oleh selaput yang disebut pleura. Pleura terdiri atas selaput
dalam (pleura viseralis) dan selaput luar (pleura parietalis). Pada paru-paru kanan terdapat tiga
lobus, sedangkan paru-aru kiri dua lobus. Setiap lobus terbagi atas lobulus-lobulus dan
masing-masing lobulus memiliki bronkiolus dengan sejumlah alveolus.
6. Bronkus dan Bronkiolus
Bronkus dan Bronkiolus merupakan percabangan dari trakea. Bronkus bercabang
menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga
bronkiolus,sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.Masing-masing
pembuluh brokiolus berakhir pada alveous.
7. Alveolus
3

Alveolus merupakan ujung dari saluran respirasi yang di bangun oleh epitel skuamosa
sederhana. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan elastis. Pada permukaan luarnya
terdapat banyak kapiler darah sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran O2 dan CO2
secara difusi.Pada paru-paru terdapat lebih kurang 300 juta alveolus
Jalannya Udara Pernapasan :
Udara masuk melalui lubang hidung melewati faring melewati laring melewati glotis
masuk ke trakea masuk ke percabangan trakea (bronkus) masuk ke percabangan
bronkus (bronkeolus) udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut
alveolus.

C. Volume Udara Pernapasan


Berikut ini adalah macam-macam volume udara pernapasan.
1. Volume pernapasan (volume tidal), yaitu udara yang keluar masuk paru-paru setelah
melakukan pernapasan biasa, volumenya 500 cc.
2. Volume udara komplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan ke
dalam paru-paru dengan cara inspirasi maksimum setelah inspirasi biasa. Volumenya
1.500 cc.
3. Volume udara cadangan atau udara suplementer, yaitu volume udara yang masih dapat
dikeluarkan dari dalam paru-paru dengan cara ekspirasi maksimum setelah melakukan
ekspirasi biasa. Volumenya 1.500 cc.
4

4. Volume udara residu (udara sisa), yaitu volume udara yang tersisa di paru-paru setelah
ekspirasi maksimal. Volumenya 1.000 cc.
5. Kapasitas vital paru-paru, yaitu udara maksimum yang dikeluarkan secara ekspirasi
maksimal setelah melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan
penjumlahan antara volume tidal, komplementer, dan suplementer. Volumenya 3.500
cc.
6. Kapasitas total paru-paru, yaitu volume udara yang masih dapat ditampung paru-paru
semaksimal mungkin. Kapasitas total merupakan penjumlahan kapasitas vital dengan
udara residu. Volumenya 4.500 cc.
Frekuensi atau cepat lambatnya pernapasan manusia dipengaruhi oleh beberapa factor,
baik dari luar maupun dalam, yaitu umur, jenis kelamin, aktivitas tubuh, suhu tubuh, dan
posisi tubuh. Makin banyak organ tubuh yang bekerja dan makin berat kerja organ tersebut,
makin tinggi kebutuhan energy yang diperlukan, sehingga laju metabolism dan irama
pernapasan semakin cepat.

D. Pertukaran gas di dalam tubuh


Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida tidak hanya terjadi pada paru-paru,
namun juga terjadi pada cairan jaringan.
a. Respirasi eksternal
Respirasi ekternal berhubungan dengan pertukaran gas antara alveoulus dengan
kapiler darah. Sebagian karbon dioksida yang diangkut plasma darah berupa ion bikarbonat,
sedangkan sisanya berupa karbon dioksida bebas yang segera berdifusi keluar tubuh. Setelah
mendapat ion hidrogen dari HHb, ion bikarbonat berubah menjadi asam karbonat.
Selanjutnya, asam karbonat terurai menjadi air dan karbon dioksida.
Darah yang masuk pada kapiler paru-paru mengandung sedikit oksigen. Sedangkan
pada ruang alveolus mengandung banyak oksigen. Oleh karena itu, oksigen segera berdifusi
dan masuk ke dalam sel darah merah dan diikat oleh hemoglobin menjadi oksihemoglobin.
b. Respirasi internal

Respirasi ekternal berhubungan dengan pertukaran gas antara kapiler darah dengan
cairan jaringan. Setelah karbon dioksida berdifusi kedalam darah, sebagian kecilnya terikat
oleh hemoglobin menjadi karboksihemoglobin. Kebanyakan karbon dioksida akan berikatan
dengan air membentuk asam karbonat. Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, asam
karbonat terurai menjadi ion hidrogen dan ion bikarbonat.
Ion bikarbonat yang terbentuk segera berdifusi keluar dari sel darah merah dan dibawa

oleh plasma darah. Selanjuntya oksihemoglobin akan melepaskan oksigen dan mengikat ion
hidrogen menjadi HHb.

III.

Alat dan Bahan


Spirometer
Stetoskop
Meteran

IV.

Prosedur Praktikum
1. Anatomi
Carilah di literatur dan gambarkan pada laporan anda organ-organ yang terlibat
dalam sistem respirasi serta cantumkan bagian-bagiannya.
2. Fisiologi
a) Proses inspirasi dan ekspirasi
Paru-paru dapat mengembang dan mengempis secara pasif sebagai respon
terhadap perubahan volume dan tekanan di dalam dada. Pada proses inspirasi
dan ekspirasi terjadi perubahan-perubahan dalam rongga dada/ toraks. Pelajari
perubahan-perubahan tersebut dan gambarkan secara sederhana pada laporan
anda (berdasarkan literatur).
Dengan menggunakan alat pengukur, ukurlah rongga dada rekan saudara pada
saat mengalami respirasi normal (inspirasi dan ekspirasi normal).
Ukur pula rongga dada rekan saudara saat menarik napas dalam (inspirasi
maksimun).
Catatan: bagian rongga dada yang diukur adalah daerah axila dan xiphoid.
Lengkapi tabel berikut:
Tabel
Komponen-komponen yang terlibat dan perubahan yang terjadi pada
proses ekspirasi dan inspirasi
Proses
Komponen yang terlibat Perubahan yang terjadi
Ekspirasi
Inspirasi
b) Bunyi Pernapasan
Tempatkan stetoskop pada berbagai posisi di punggung
Dengarkan bunyi pernafasan rekan saudara
Hitunglah frekuensi pernafasan (Jumlah pernafasan/menit)
Bahaslah kekuatan serta bunyi pernafasan rekan saudara
c) Menentukan perbandingan Volume Tidal (VT), Volume Ekspirasi
Cadangan (VEC), dan Volume Inspirasi Cadangan (VIC)
Dengan menggunakan spirometer, lakukan hal-hal berikut:
Lakukan inhalasi normal kemudian ekshalasi normal ke dalam spirometer. Catat
nilai yang tertera pada spirometer. Nilai yang diperoleh adalah nilai VT.
Lakukan ekshalasi normal. Setelah itu ekshalasikan sekuat-kuatnya ke dalam
spirometer. Catat nilai yang tertera pada spirometer. Nilai yang diperoleh adalah
nilai VEC.
7

Lakukan inhalasi sedalam mungkin. Setelah itu ekshalasikan sekuat-kuatnya ke


dalam spirometer. Catat nilai yang tertera pada spirometer. Nilai yang diperoleh
adalah nilai Kapasitas Viatal (KV).
Dari nilai KV ini dapat diperoleh nilai VIC sbb,
Karena KV=VT+VIC+VEC, maka
VIC=KV-(VT+VEC)
Tentukanlah perbandingan VT, VEC dan VIC.

V. Hasil Percobaan
a) Proses inspirasi dan ekspirasi

Hasil Pengamatan
Ekspirasi
Inspirasi

Keadaan Normal
82
85

Keadaan Maksimal
84
89

b) Bunyi pernafasan
Frekuensi pernafasan dalam hitungan per menit didapat 15x bernapas dalam 1 menit.
c) Perbandingan Volume Inspirasi dan Ekspirasi
Volume Tidal (VT)
: 300
Volume Ekspirasi Cadangan (VEC) : 800
Kapasitas Viatal (KV)
: 1900
VIC=KV-(VT+VEC)
=1900-(300+800)
=800
Perbandingan :
VT
300
1

:
:
:

VEC
800
3

:
:
:

VIC
800
3

VI. Pembahasan

Setiap makhluk hidup memerlukan energi. Setiap makanan manusia harus


menghasilkan energi. Energi itu berasal dari sari makanan. Agar sari-sari makanan itu dapat
diubah menjadi energi, maka makanan harus dioksidasi. Oksidasi ini berlangsung di dalam
sel. Hasil oksidasi adalah energi, dan sisa oksidasi berupa karbondioksida (CO2) dan uap air
(H2O). Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel,
dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus
berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer,
yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen
masuk ke dalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia,
alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran
gas.
Pernapasan (respirasi) merupakan peristiwa menghirup udara dari luar (lingkungan)
yang mengandung oksigen, serta menghembuskan udara yang banyak mengandung
karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar tubuh. Dengan bernapas, setiap sel dalam
tubuh menerima persediaan oksigennya dan pada saat yang sama melepaskan hasil
oksidasinya. Oksigen (O2) yang bersenyawa dengan karbon (C) dan hidrogen (H) dari
jaringan, memungkinkan setiap sel menjalankan kegiatan metabolismenya, yang berarti
kegiatan dan hasil buangan dalam bentuk karbondioksida dan air dibuang. Untuk itulah
diperlukan alat pernapasan yang berfungsi untuk melakukan pertukaran gas. Alat-alat (organorgan) pernapasan pada manusia terdiri dari hidung, saluran pernapasan (faring, laring, trakea,
bronchus, bronkeolus, alveolus), dan paru-paru.
Hidung (nasal), merupakan organ pertama yang dilalui oleh udara. Menpunyai dua
lubang (kavum nasi), dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). Di dalam rongga hidung
terdapat rambut-rambut dan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penyaring, penghangat,
dan pengatur kelembaban udara yang akan masuk ke paru-paru. Hidung terdiri dari beberapa
bagian yaitu; bagian luar dinding terdiri dari kulit, lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan
tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan
karang hidung (konka nasalis), yang berjumlah 3 buah yaitu: konka nasalis inferior (karang
hidung bagian bawah); konka nasalis media (karang hidung bagian tengah); dan konka nasalis
10

superior (karang hidung bagian atas). Saluran pernapasan (faring, laring, trakea, bronkhus,
bronkeolus, alveolus). Faring (tekak), adalah saluran sepanjang 12,5 13 cm yang merupakan
persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis
(anak tekak) berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.
Faring terbagi atas tiga bagian, yaitu: nasofaring, terletak di antara koane sampai langit-langit
lunak; orofaring, terletak di belakang rongga mulut, di antara langit-langit lemak sampai
tulang hioid, laringofaring; terletak di antara tulang hioid sampai belakang laring.
Laring, adalah pangkal tenggorokan yang terletak di depan bagian terendah faring yang
memisahkannya dari kolumna vertebra. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk
jakun dan di dalamnya terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) yang disebut glotis,
di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita suara
sehingga timbul bunyi.
Trakea (Batang Tenggorok), terletak di leher bagian depan kerongkongan yang berupa
pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan
tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan
epitelium bersilia. Adanya cincin tulang rawan menyebabkan trakea selalu terbuka, sehingga
kita dapat bernapas dengan leluasa setiap saat. Pada permukaan dalamnya terdapat bulu-bulu
halus yang berfungsi untuk menolak benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru.
Bronkhus, merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur
bronkhus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih
mendatar dibandingkan bronkhus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang
penyakit.
Bronkheolus, adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan
dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3,
percabangan

ini

akan

membentuk

cabang

yang

lebih

halus

seperti

pembuluh.

Alveolus, berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya


tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah. Alveolus berfungsi
sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup
untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
Paru-paru, merupakan alat pernapasan utama. Berjumlah sepasang dan terletak di
dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan
paru-paru kiri memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru terdapat alveolus yang
berjumlah 300 juta buah. Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apex
11

(puncak) di atas dan muncul sedikit lebih tinggi dari klavikula di dalam dasar leher. Jaringan
paru-paru adalah elastik, berpori dan seperti spon. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh
selaput pleura yang berguna untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas,
berlapis 2 dan berisi cairan. Terdapat dua jenis pernapasan, yaitu pernapasan dada dan
pernapasan

perut.

Pernapasan

dada

dan

perut

terjadi

secara

bersamaan.

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya
dapat dibedakan sebagai berikut: Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot
antartulang rusuk sehingga rongga dada mengembang. Pengembangan rongga dada
menyebabkan volume paru-paru juga mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada
menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk;
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi ataukembalinya otot antartulang rusuk ke
posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil.
Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan
di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Hal tersebut menyebabkan
udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Pernapasan perut merupakan
pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi
rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua
fase, yaitu: Fase inspirasi. Fase ini merupakan kontraksi otot diafragma sehingga
mengembang, akibatnya paru-paru ikut mengembang. Hal tersebut menyebabkan rongga dada
membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil dari pada tekanan udara luar
sehingga udara luar dapat masuk ke dalam; Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi
otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara
di dalam paruparu lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paruparu.
Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara
pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu: udara
pernapasan biasa (volume tidal). VT merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada
saat pernapasan biasa, volume udara yang masuk dan keluar sebanyak kurang lebih 500 ml;
udara cadangan inspirasi (udara komplementer). UK merupakan udara yang masih dapat
dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal,
besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml; udara cadangan ekspirasi (udara
suplementer). US merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara
maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa, besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300
ml; udara residu. UR merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk
12

menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang, besarnya adalah 1200 ml;
kapasitas vital. KV merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal
setelah melakukan inspirasi secara maksimal; dan kapasitas total. KT merupakan udara yang
dapat

tertampung

secara

maksimal

di

paru-paru

secara

keseluruhan.

Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml. Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350
ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan. Jumlah oksigen yang
diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc. Frekuensi pernapasan adalah intensitas
memasukkan atau mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas pernapasan pada
manusia berkisar antara 16 - 18 kali. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan
frekuensi pernapasan, yaitu: usia. Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat
dibandingkan manula, semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun;
jenis kelamin. Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan;
suhu tubuh. Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin
cepat; posisi tubuh. Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan
posisi diam, frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk,
frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap;
aktivitas. Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat. Proses
inspirasi dan ekspirasi
Pada proses inspirasi dan ekspirasi pada percobaan ini merupakan respirasi dada
karena mengukur perubahan ukuran dada ketika melakukan proses inspirasi dan ekspirasi.
Pada percobaan, ketika proses inspirasi dan ekspirasi dilakukan dan dilakukan pengukuran
pada dada tepat di daerah axila dan xiphoid (daerah yang lurus dengan ketiak), maka hasil
yang didapat ukuran dada ketika melakukan inspirasi lebih besar daripada ekpirasi. Hal ini
disebabkan oleh proses inspirasi dan ekspirasi itu sendiri. Pada proses inspirasi dan ekspirasi
komponen organ yang terlibat sama, tetapi berbeda pada komponen organ yang berbeda.
Proses inspirasi merupakan proses memasukkan udara ke dalam tubuh. Fase ini berupa
berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan
dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang
kaya oksigen masuk ke dalam tubuh. Ketika memasukkan udara ke dalam tubuh, rongga dada
membesar, tulang rusuk tertarik ke atas dan otot diafragma lurus. Sedangkan pada proses
ekspirasi merupakan proses mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Fase ini merupakan fase
relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya
tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil dan otot diafragma melengkung. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga
13

udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. Bunyi pernafasan
Pada percobaan ini, jumlah frekuensi pernafasan yang di dapat sebanyak 20 x per menit.
Sedangkan kekuatan dan bunyi pernafasan tidak terlalu kuat dan tidak terdapat suara yang
asing, artinya pernafasan pada orang yang diuji tidak terjadi gangguan atau penyakit. Jika
pada saat mendengarkan bunyi suara terdapat bunyi yang asing seperti pengikan, besar
kemungkinan proses pernafasan terganggu atau mengidap penyakit asma. Sedangkan jumlah
frekuensi pernafasan melebihi jumlah frekuensi pernafasan normal yaitu 12 x permenit, ini
disebabkan tidak terlalu terdengarnya bunyi pernafasan dan suasana yang rame sehingga
kemungkinan terjadi kesalahan dalam pendengaran atau ketika dipriksa orang yang diperiksa
tidak teratur dalam mengatur pernafasannya atau orang tersebut sedang kelelaha sehingga
mempengaruhi frekuensi pernafasan. Menentukan perbandingan volume tidal (VT), volume
ekspirasi

cadangan

(VEC),

dan

volume

inspirasi

cadangan

(VIC)

Untuk menentukan VT, VEC, dan VIC dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang
disebut spirometer. Volume tidal merupakan volume udara pada waktu inspirasi atau ekspirasi
secara normal. Nilai VT bisa diperoleh dengan cara melakukan inhalasi secara normal dan
kemudian ekshalasi ke dalam spirometer. Pada percobaan nilai VT di dapat 500 mL. VEC
merupakan jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan berekspirasi sekuat-kuatnya
pada saat akhir ekspirasi normal. Pada percobaan VEC didapat 1300 mL. Sedangkan VIC
merupakan volume ekstra udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal sebagai
volume udara tambahan terhadap volume-volume tidal. VIC dapat diperoleh dari persamaan :
KV = VT + VEC + VIC
VIC = KV (VT + VEC)
KV merupakan kapasitas vital, yaitu jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan
seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum. Nilai KV dapat diperoleh dari alat
spirometer dengan cara melakukan inhalasi sedalam mungkin dan ekshalasikan sekuatkuatnya ke dalam spirometer. Pada percobaan nilai KV di dapat 3200 mL. Setelah
mendapatkan nilai KV maka kita dapat mengetahui nilai VIC. Maka nilai VIC sebesar 1400
mL. Setelah mengetahui nilai VT, VEC, dan VIC, kita dapat mengetahui apakah pernafasan
pada orang yang diuji normal atau tidak dengan cara membandingkan nilai VT, VEC, dan
VIC. Pada pernafasan normal nilai perbandingan VT, VEC, VIC sebesar 1 : 2 : 6. Maka
perbandingan nilai VT, VEC, dan VIC pada orang yang diuji adalah 1 : 2,6 : 2,8.
Setelah mengetahui perbandingan VT, VEC, dan VIC tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pernafasan pada orang tersebut tidak normal (menurut alat spirometer). Ketidak normalan
tersebut dapat dipengaruhi oleh cara melakukan inhalasi dan ekshalasi yang tidak tepat,
14

ukuran alat pernafasan, kemampuan dan kebiasaan bernafas, serta kondisi kesehatan.

VII. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Organ-organ yang menyusun sistem pernapasan adalah rongga hidung, faring, laring,
trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.
2. Struktur dari sistem pernapasan yaitu struktur internal paru-paru, struktur potongan sagital
dari leher dan kepala, struktur kontrol kimiawi dan persarafan.
3. Fungsi sistem pernapasan yaitu sebagai pertukaran

gas

O2

dan

CO2.

4. Respirasi; pertukaran gas O2 dan CO2. Ventilasi; tempat pergantian udara O2 dan CO2.
Inspirasi; penghirupan udara. Ekspirasi; penghembusan udara.
5. Pengendalian secara kimia pada sistem pernapasan meliputi; frekuensi kecepatan dalam
gerakan pernapasan.
6. Pertukaran gas dalam alveoli dan jaringan yaitu gas yang masuk ke jaringan tergantung
pada jumlah yang masuk ke dalam paru-paru, pertukaran gas yang cukup pada paru-paru,
aliran darah ke jaringan dan kapasitas pengangkutan O2 dalam darah. Pernapasan dapat
dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah
pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler,
sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler
dengan sel-sel tubuh.
7. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan
pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu
pernapasan dada dan pernapasan perut.
8. Proses inspirasi merupakan proses berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga
dada membesar dan diafragma lurus, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih
kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
9. Proses ekspirasi merupakan proses relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke
posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil dan
diafragma melengkung. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar
daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
10. Pada proses inspirasi dan ekspirasi, komponen organ yang telibat adalah tulang rusuk,
rongga dada, dan otot diafragma.

15

Beri Nilai