Anda di halaman 1dari 2

Contoh Teks Eksposisi Ekonomi

Peran dan Manfaat WTO


Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional,
salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu
upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak
dari

dinamika

ekonomi

internasional

yang

semakin

mengglobal

ini.

Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar


dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama
perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia.
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan
satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah
perdagangan antar negara. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui
suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional
sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara
anggota.
Jika Anda masih butuh teks eksposisi di bidang ekonomi, simak contohnya di bawah ini:
Dampak Negatif Aksi Mogok Buruh
Aksi mogok nasional buruh tidak hanya membuat perusahaan mengalami
kerugian, tetapi juga membuat para investor asing merasa tidak nyaman.
Bahkan beberapa investor sempat menyatakan akan hengkang dari Indonesia.
Dalam wacana dan dalam pembicaraan, ada investor yang komplain dan berniat
untuk keluar dari Indonesia.
Aksi mogok nasional buruh tidak hanya membuat perusahaan mengalami
kerugian, tetapi juga membuat para investor asing merasa tidak nyaman.
Bahkan beberapa investor sempat menyatakan akan hengkang dari Indonesia.
Dalam wacana dan dalam pembicaraan, ada investor yang komplain dan berniat
untuk keluar dari Indonesia
Aksi mogok nasional buruh ini banyak merugikan berbagai pihak. Baik buruh
sendiri, pengusaha, investor, pemerintah dan masyarakat, karena situasi yang
tidak nyaman. Bagi buruh, aksi yang mereka lakukan telah membuat sejumlah
perusahaan tidak beroperasi. Sedangkan bagi pemerintah kerugian yang dialami
adalah masalah stabilitas, sehingga bisa membuat para investor merasa trauma.

Diposkan oleh puspita gita purnama di Sabtu, Maret 08, 2014


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook