Anda di halaman 1dari 39

AIR CIRCUIT BREAKER

Kelompok 8 :
M Sidiq P

(4212101021)

Devi Samosir
Fadhil Clausthaldi

(4212101022)
(4212101023)

Hikari Qurata

(4213101043)

Dante Taufik

(4213101022)

OUTLINE
Introduction
Miniature Air Circuit Breakers
Moulded Case Air Circuit Breakers
Automatic Air Circuit Breakers

CIRCUIT BREAKERS
Circuit Breaker adalah alat pemutus arus listrik otomatis, dikarenakan
lebihnya
arus yang melewati circuit breaker tersebut
Macam dari Circuit Breaker yaitu:
1. MCB (Miniatur Circuit Breaker)
2. MCCB (Mold Case Circuit Breaker)
3. ACB (Air Circuit Breaker)
4. OCB (Oil Circuit Breaker)
5. VCB (Vacuum Circuit Breaker)
6. SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

SYARAT CIRCUIT BREAKERS


Mampu menyalurkan arus maksimum
sistem secara terus-menerus.
Mampu memutuskan dan menutup
jaringan dalam keadaan berbeban
maupun terhubung singkat tanpa
menimbulkan kerusakan pada pemutus
tenaga itu sendiri.
Dapat memutuskan arus hubung singkat
dengan kecepatan tinggi agar arus
hubung singkat tidak sampai merusak
peralatan sistem, membuat sistem
kehilangan kestabilan, dan merusak
pemutus tenaga itu sendiri.

AIR CIRCUIT BREAKERS


ACB adalah salah satu komponen dalam
sistem distribusi daya yang menghubungkan
Sumber
Power/listrik
dengan
equipment
consumer yang bisa kita sebut dengan LOAD.
ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis
circuit breaker dengan sarana pemadam busur
api berupa udara. ACB dapat digunakan pada
tegangan rendah dan tegangan menengah.
Udara
pada
tekanan
ruang
atmosfer
digunakan sebagai peredam busur api yang
timbul akibat proses switching maupun
gangguan.

AIR CIRCUIT BREAKERS


Fungsi Air Circuit Breakers:
1. Mengalihkan operasi selama keadaan saat normal dan maintenance
2. Mengalihkan operasi saat kondisi tidak normal seperti overcurrent atau short
circuit
ACB dapat digunakan sebagai:
3. Cabang circuit breakers pada AC 3-fase
4. Pengalihan arus dan perlindungan motor, generator, transformator, dan
kapasitor
5. Main switch semua jenis mesin
6. Emergency stop device, dilengkapi rilis undervoltage yang digunakan saat
keadaan darurat

KODE DI AIR CIRCUIT BREAKER


Ir: Pengaturan untuk thermal trip.
Isd: proteksi untuk short circuit. Magnetik trip.
Tr: Waktu delay untuk mentolerir besar arus saat motor start. Sehingga jika arus pada saat motor
start melebihi waktunya, maka CB akan trip.
Ir:adjustment of the long time (or thermal) setting. This is a multiplication coefficient of the
rating of the device. Role: protection against overloads.
tr: long time delay in seconds, enabling in particular the starting current of a motor to be
tolerated.
Isd: short time (magnetic or Im). This is a multiplier of the Ir setting, often 1.5 to 10 times
the Ir current. Role: protection against short circuits.
tsd: short time delay, enabling in particular the discrimination (time) to be increased with
downstream feeders and the magnetisation peaks of a transformer or a motor to be tolerated. It
is recommended that the It selector switch is set to the ON position.

AIR CIRCUIT BREAKER VIDEO

MINIATURE AIR CIRCUIT


BREAKERS
MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan
komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga
dilengkapi relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat.
MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa.
Range pemakaian biasanya sampai dengan 63 A.

KEUNTUNGAN MCB
Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :
1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung
singkat pada salah satu fasanya.
2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung
singkat atau beban lebih.
3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban
lebih.

Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan


menjadi 5 jenis ciri yaitu :
1. Tipe Z (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk pengaman
rangkaian semikonduktor dan trafo-trafo yang sen- sitif terhadap
tegangan.
2. Tipe K (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk
mengamankan alat-alat rumah tangga.
3. Tipe G (rating besar) untuk pengaman motor.
4. Tipe L (rating besar) untuk pengaman kabel atau jaringan.
5. Tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan

MOULDED CASE AIR CIRCUIT-BREAKERS


MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya
mem- punyai dua fungsi yaitu :
sebagai pengaman
sebagai alat untuk penghubung.
Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai:
- pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih.
Pada jenis tertentu pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan
yang
dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan
elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus
beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk
mengamankan jika terjadi hubung singkat.

Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan


thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan
(bimetal), pengamanan secara thermis memiliki kelambatan, ini
bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan, sedangkan
pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumpa- ran yang
dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.

MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa,
sedangkan un- tuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub
dengan tuas yang disatukan, sehingga apabila terjadi gangguan pada
salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus.

AUTOMATIC AIR CIRCUIT BREAKERS


ACB otomatis digunakan dalam tegangan rendah pembangkit listrik kapal
untuk mengalihkan ke generator karena beban yang tinggi dan
mematikannya . mereka dioperasikan baik oleh manual atau dioperasikan
oleh remote bermotor , yang dimasukkan sebagai bagian dari mekanisme
pemutus itu

FUNGSI
pemutus dasar dengan menggerakkan sistem kontak utama statis ,
pengisian mekanisme , penghilangan arus.
Mekanisme operasi bermotor.
menutup sistem selenoid digunakan untuk beralih pada Circuit Breakers.
proteksi arus dengan merubah arah selenoid.

Kontak tambahan untuk proses internal dan sinyal.


Tambahan relay.
Tambahan konektor.

KOMPONEN DAN FUNGSI


1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch OnOff dari MCB. Juga menunjukkan status dari MCB, apakah ON
atau OFF.
2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk
mengatur secara presisi arus trip dari MCB setelah pabrikasi
(MCB yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini, karena
tujuannya bukan untuk umum)
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip
dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi
pemutusan atau pengaliran kembali arus listrik.

PRASYARAT UNTUK MENUTUP ACB


Pada saat membuka maupun menutup air circuit breaker harus memenuhi kondisi
tertentu . Syarat saat mutup air circuit breaker yaitu :
-

Circuit breaker dalam keadaan off


Mekanisme penyimpanan tenaga diisi
Undervoltage release dalam keadaan terhubung
Shunt release dalam keadaan tidak terhubung
Solenoid tidak dalam keadaan terhubung
Interlock mekanik yang lain dalam kondisi tidak berhubungan
Interlocks yang lainnya tidak aktif

PENGATURAN PERLINDUNGAN DARI BAHAYA OVERLOAD DAN


SHORT CIRCUIT
Di bawah ini adalah grafik hubungan antara waktu dan current yang dihasilkan , kurva ini
digunakan untuk melihat besarnya arus yang mengalir , sehingga akan di ketahui apakah
breaker akan melakukan pemutusan arus atau tidak .

1.(0-4000 a ) arus normal


2.( perpindahan dari 400 a)
Proteksi akibat arus berlebih
3.(4kA-6kA) Waktu delay apabila
terjadi overload yang berlebihan
4. (Perpindahan 6KA) Proteksi
akibat short sircuit (hubungan
arus pendek )
5.(6kA ke 9kA) Waktu delay
apabila terjadi short circuit
6. (9 kA ke 20 kA )Instant short
circuit

1 . Delay LTD ( Dalam Second)/ tr : Fungsi delay digunakan untuk


memberikan ruang pada overcurrent yang tidak berbahaya atau normal
untuk tetap dapat mengalir. Misalnya arus inrush saat starting motor
atau saat energizing transformers tanpa menyebabkakn ACB trip/open.

2. Pick Up STPU (Ampere) / Isd /51(ANSI CODE) : Digunakan


jika terjadi hubung singkat/short circuit yang nilainya kecil.
Setting STPU lebih tinggi dibandingkan LTPU. Bekerja
berdasarkan funsgi inverse dimana semakin besar arus maka
semakin cepat waktu trippingnya. Selain itu untuk menjaga
selektivitas sistem proteksi adalah dengan memberikan setelan
waktu yang pendek agar memberikan kesempatan pada CB sisi
downstream untuk mengisolasi gangguan sehingga tidak
mentripkan CB sisi upstream. Ring setting pada contoh switch
trip unit dibawah ini adalah antara 1.5 10 kali Ir.

3 .Delay STD ( dalam second) / tsd : Settingan waktu


tsd terkait dengan settingan arus pick up STPU diatas
untuk menjamin selektivitas koordinasi antara CB.

4. I : Instantaneous / Ii/ 50 (ANSI CODE) :


digunakan untuk mentripkan CB tanpa waktu
tunda dengan ring 2 40 kali Ir. Interupsi
seketika ini terjadi ketika arus lebih short circuit
yang sangat besar terjadi, sehingga
meminimalisasikan dampak kerusakan pada
sistem elektrikal dan peralatan (motor, kabel,
CB, Switchgear).

UNDERVOLTAGE RELEASE
Undervoltage release merupakan sebuah komponen dari ACB , fngsi dari Undervoltage
release yaitu untuk mentripkan circuit breaker saat tegangan kontrol jatuh berada di
bawah batas yang telah ditntukan . Gamabra di bawah ini adalah voltage release MN
buatan schneider dengan tegangan suplai koil MnN AC adalah 280 V dan AC 380 V

Prinsip kerja dari undervoltage release


yaitu bila UVT diisi tegangan maka coil
akan bekerja menarik tuas mekaniknya
,sehingga ACB bisa bekerja secara normal
close (ON) tanpa hambatan .Namun saat
terjadi gangguan tegangan maka tuas
mekanik akan kembali normal melepas
dan megunci sistem mekanik pada CB
sehingga ACB akan trip (bila posisi
sebelumnya ON)sehingga tidak bisa
dioperasikan .

UNDERVOLTAGE RELEASE
APPLICANTIONS

UNDERVOLTAGE RELEASES BIASA


DIGUNAKAN:
Emergency stops di power plant
Main switchboard/emergency switchboard
Generator Protection
Emergency stop for crane starters
Emergency stop for Thrusters
Emergency stop untuk feeding circuit-breakers
pada :
Boiler
Fuel transfer dan circulating pumps
Oil transfer dan circulating pumps

UNDERVOLTAGE RELEASES BIASA DIGUNAKAN:

Emergency stops di power plant

Main switchboard/emergency switchboard

Generator Protection

Emergency stop for crane starters

Emergency stop for Thrusters

Emergency stop untuk feeding circuit-breakers


pada :
Boiler
Fuel transfer dan circulating pumps
Oil transfer dan circulating pumps

SHUNT OPENING/CLOSING
RELEASE
shunt release adalah sebuah selenoid yang memicu breaker

secara otomatis. Shunt release dalam keadaan terbuka. Kontak


akan tertutup apabila breaker bekerja

C1

C2

OVERCURRENT RELEASE
Alat dimana apabila arus yang berlibahan terdeteksi maka overcurrent release
akan bekerja . Kelebihan beban juga bisa ditangani oleh alat ini

Overcurrent Release komponen


1. current transormator
2. overcurrent release
3. tripping selenoid
4. mechanical re-closing lockout
5. tripped signal aux contact

Sinyal daro overcurrent terhubung dengan tripping


selenoid
Overcurrent release system

FUNGSI DAN KOMPONEN ACB


1. Remote control
Shunt opening release
Shunt closing release
Geared motor for automatic charging
2. Automatic opening of circuit breaker due to voltage
Instant or time delay voltage release
Contact for signalling undervolage energised

3. Automatic switching of power supplies

Mechanical interlock between two or three circuit breaker

4. Remote opening for various needs.


Shunt opening or undervoltage release
5. Mechanical safety locks for maintenance
Key lock in open position
Padlock device in open position
Keylock and padlockdevice is connected

AIR CIRCUIT BREAKER CONTROL


DIAGRAM