Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Udara sebagai komponen yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan
ditingkatkan sehingga dapat memberikan daya dukungan hidup yang optimal bagi
makhlik hidup. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan
penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesahatan manusia.
Ukuran partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada di udara sangat
tergantung kepada ukurannya. Ukuran partikulat debu yang membahayakan kesehatan
umumnya berkisar antara 0,1 mikron sampai dengan 10 mikron. Pada umumnya
ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat
langsung masuk kedalam paru-paru dan mengedap di alveoli. Partikulat yang lebih
besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi .
oleh karena itu diperlukan suatu alat pemisah partikulat.
Salah satu jenis pengontrol partikulat yang ada adalah baghouse filter.
Baghouse filter merupakan pengontrol partikulat yang memiliki efisiensi tinggi.
Baghouse filter menggunakan filtrasi untuk memisahkan partikulat dari gas.
Baghouse filter adalah Air Pollution Control Equipment (APC) yang didesain
untuk proses menangkap, pemisahan atau penyaringan partikulat debu dengan cara
filtrasi.
Baghouse berbentuk kain filter dan terbuat dari bahan felted cotton atau
woven, sintesis, atau fiberglass dalam bentuk silinder atau lembaran. Biasanya
digunakan untuk menyaring partikulat berdiameter lebih besar dari 20 mikron.
Baghouse bekerja dengan menjebak partikulat padat di permukaan kain, dimana udara
yang mengandung partikulat masuk dalam baghouse filter dan melewati fabric bags
yang berperan sebagai filter.

I.2

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan baghouse filter?
2. Bagaimana mekanisme kerja baghouse filter?
3. Bagaimana pertimbangan desain baghouse filter?
Baghouse Filter | 1

4. Apa kelebihan dan kerugian dari baghouse filter?


5. Apa contoh industri yang menggunakan baghouse filter?

I.3

Tujuan
Tujuan dengan disusunnya makalah ini yaitu :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan baghouse filter.
2. Mengetahui mekanisme kerja baghouse filter.
3. Mengetahui pertimbangan apa saja untuk mendesain baghouse filter.
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari baghouse filter.
5. Mengetahui industri mana saja yang menggunakan baghouse filter.

BAB II
Baghouse Filter | 2

PEMBAHASAN
II.1

Pengertian Baghouse Filter


Baghouse filter merupakan alat pengendali yang sangat baik untuk
diaplikasikan dalam penyisihan debu yang memiliki ukuran kecil dimana diinginkan
efisiensi penyisihan yang cukup tinggi. Bahan yang digunakan pada baghouse filter
biasanya berbentk tabung atau kantung.
Baghouse filter beroperasi dengan prinsip kerja yang hampir sama dengan
vacuum cleaner. Udara yang membawa debu partikulat yang ditekan melewati
kantung-kantung yang terbuat dari bahan yang spesifik. Sehingga ketika udara
melewati bahan tersebut, debu akan terakumulasi pada permukaan bahan tersebut,
menghasilkan udara yang bersih. Bahan yang digunakan berguna untuk menahan
debu. Namun lapisan debu yang terakumulasi di permukaan juga memiliki
keuntungan dalam menciptakan efisiensi yang tinggi dalam proses filtrasi partikel
yang leih kecil. Lapisan debu ini memiliki efek yang sangat penting bagi bahan yang
dirajut dibandingkan dengan bahan bulu kempa. Bahan yang diaplikasikan dalam
baghouse filter terlihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Bahan yang digunakan untuk baghouse filter

II.2

Mekanisme Proses Filtrasi


Baghouse Filter | 3

Baghouse filter biasanya digunakan untuk menghilangkan debu dan asap dari
aliran udara dengan menggunakan bahan yang memiliki serat serat dengan diameter
100 150 , dan ruang terbuka yang berada diantara serat tersebut antara 50 75
(Gambar 2.1). ruang ini dapat dilewati oleh debu yang sangat kecil. Sehingga ketika
pada saat awal alat baghouse filter diaplikasikan umumnya debu yang kecil akan lolos
dari bahan yang digunakan. Namun setelah terjadinya impkasi, intersepsi dan difusi,
maka partikel-partikel debu tersebut yang akan menutup celah-celah kecil tersebut.
Ketika celah kecil tersebut telah dipenuhi partikulat dan lapisan partikulat
dipermukaan bahan telah terbentuk maka efisiensi baghouse filter akan semakin
meningkat.
Efisiensi penggumpalan partikel debu dengan penggunaan baghouse filter
pada partikulat yang memiliki ukuran 1 mm atau kurang bisa mencapai 90%, proses
filtrasi secara jelas tidak hanyadengan mekanisme penyaringan biasa saja. Partikel
yang kecil pada awalnya akan tertangkap dan tertahan pada serat dari bahan karena
adanya intersepsi, impingement, difusi, peengendapan secara gravitasi, dan gaya tarik
elektrostatik. Setelah debu terkumpul, pengumpulan selanjutnya dilakukan dengan
metode penyaringan seperti telah disebutkan sebelumnya. Berikut ini adalah
penjelasan detail tentang mekanisme filtrasi yang terjadi pada baghouse filter.

Gambar 2.2 Mekanisme Proses Filtrasi pada Baghouse Filter


Intersepsi langsung
Dalam kondisi normal aliran pada udara filtrasi yang ada biasanya bersifat
laminer. Pada kondisi laminer ini, partikel yang memiliki gaya inersia yang kecil akan
bertahan pada suatu streamline. Apabila streamline tersebut melewati suatu halangan,
Baghouse Filter | 4

seperti serat dari bahan filter, dalam jarak yang sama dengan radius dari partikel,
partikel akan melakukan kontak dengan penghalang tersebut dan akan melekat karena
adanya gaya Van der Walls.
Impingement
Pada partikel yang memiliki kelembaman yang cukup besar, partikel ini tidak
akan mengikuti arah arus aliran ketika arah arus aliran membelok dari arah garis edar
ketika mendekati suatu halangan. Kemungkinan dari partikel untuk melakukan kontak
dengan permukaan penghalang yang ada bergantung pada ukuran penghalang tersebut
serta ukuran dan inersia dari partikel. Seperti yang juga terjadi pada keadaan
intersepsi langsung, penghalang yang kecil cenderung lebih efektif sebagai
pengumpul maka hal ini juga berlaku pada mekanisme impingement atau impaksi.
Kelembaman dari suatu partikel dapat diukur dengan stoppinh distance.
Stopping distance merupakan jarak yang ditempuh oleh suatu partikel sebelum
partikel sampai pada penghalang ketika arah arus aliran berpindah cepat sebesar 90o.
Impaksi bukan merupakan faktor yang penting dalam pengumpulan partikel yang
memiliki ukuran lebih kecil dari 1 mikron. Sedangkan impaksi merupakan hal yang
perlu untuk dipertimbangkan dalam pengumpulan partikel yang memiliki ukuran 2
mikron dan yang lebih besar.
Untuk mengumpulkan partikel secara efektif dengan memanfaatkan gaya
inersia, arah aliran aerosol harus berubah cepat terhadap suatu jarak tertentu dari
kolektor atau penghalang, yang diperkirakan akan berukuran sama atau kurang dari
stopping distance. Sehingga untuk mengumpulkan partikulat secara efektif perlu
mendesain kolektor dengan dimensi tegak lurus dengan arah aliran aerosol dengan
ukuran yang sama degan stopping distance. Pertimbangan teoritis menyatakan bahwa
efisiensi pengumpulan untuk ukuran partikel tertentu akan menurun apabila ukuran
alat pengumpul meningkat.
Kecepatan arah aliran sangat penting dalam proses impaksi. Efisiensi
pengumpulan akan meningkat sejalan dengan meningkatnya kecepatan, dengan
pertimbangan stopping distance juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya
kecepatan. Asumsi yang dinyatakan pada hal ini adalah kecepatan partikel sama
dengan kecepatan arah aliran udara, dimana hampir pada kenyataannya benar. Ketika
kecepatan udara sudah mulai berlebihan, bagaimanapun juga kecepatan isapan akan
meningkat secara bertahap, hal ini menyebabkan gaya rekat menjadi berlebihan dan
Baghouse Filter | 5

menyebabkan partikel yang terkumpul akan terbang kembali dan efisiensi


pengumpulan akan menurun.
Ukuran serat atau bahan filter pada umumnya dibandingka dengan ukuran
partikel yang akan dikumpulkan. Contohnya serat pada katun dan wool memiliki
ukuran diameter bukan antara 10 sampai 20 mm. Serat semacam ini cenderung terlalu
besar untuk digunakan menjadi instrumen pengumpul yang efektif untuk menyisihkan
partikel yang memiliki ukurang yang kecil sekali.
Efisiensi peyisihan untuk debu halus dan asap pada awal pengaplikasian
memiliki efisiensi yang rendah sampai pada saat lapisan terlah terbentuk dipermukaan
filter. Hal ini dinyatakan berdasarkan beberapa eksperimen sebelumnya. Untuk waktu
yang pendek ketika kantung baru dipasang, atau seketika saat baru digunakan untuk
pembersihan terdapat partikel yang lolos dari bahan.
Difusi
Pada partikel yang berukuran sangat kecil, dengan ukuran yang hampir sama
dengan ukuran intermolecular, atau dapat dikatakan memiliki diameter kurang atau
sekitar 0.1 sampai 0.2 mikron, difusi menjadi mekanisme yang paling dominan terjadi
pada proses deposisi. Partikel yang memiliki ukurang sekecil ini akan mengikuti arah
aliran akibat timbulnya kolisi dengan molekul gas, hasil dari gerak random Brown
yang meningkatkan lemungkinan kontak antara partikel dan permukaan pengumpul/
ketika beberapa partikel telah terkumpul, konsentrasi gradien akan menjadi lebih
sempurna yang akan menjadi gaya pendorong peningkatan kecepatan deposisi.
Kecepatan udara yang randah dapat meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan
waktu kontak dan menghasilkan kemungkinan kontak yang lebih lama dengan
permukaan kantung filter. Pengumpul atau halangan yang lebih kecil juga dapat
meningkatkan efisiensi pengumpulan.
Elektrostatik
Selama elektrostatik dengan tidak diragukan lagi memegang peranan dalam
penangkapan dan menyimpan partikel debu oleh baghouse filter, bukti ini tidak cukup
untuk menyatakan mekanisme ini secara kuantitatif. Berdasarkan Frederick (1961),
elektrostatik tidak hanya akan membantu proses filtrasi dengan menyediakan gaya
tarik antara debu dan bahan, tetapi juga memiliki efek dalam aglomerasi partikel,
kemampuan pemberishan bahan, dan efisiensi pengumpulan. Gaya ini memiliki sifat
Baghouse Filter | 6

memberikan dorongan muatan menjadi efek friksi, menyatakan polaritas, intensitas


muatan, dan kecepatan disipasi muatan baik pada debu dan media filter, dan
hubungan antara keduanya dapat meningkatkan atau menghalangi proses filtrasi.
Gaya ini hanya menyatakan perbedaan kualitatif saja. Sebagai contoh, bahan A
mungkin lebih baik daripada bahan B pada debu X, dimana bahan B lebih baik
daripada bahan A untuk debu Y. Gaya ini memberikan beberapa triboelektrik bahan
filter yang akan berguna untuk menjadi panduan dalam pemilihan bahan dengan sifat
elektrostatiknya.

II.3

Pertimbangan Desain Baghouse Filter


Baghouse filter merupakan alat pengendali yang memiliki efisiensi
pennyisihan yang tinggi. Dalam mendesain baghouse filter terdapat beberapa
pertimbangan desain yang termasuk didalamnya optimasi dari kecepatan filtrasi V.
Optimasi kecepatan filtrasi dapat diperoleh dengan menyeimbangkan antara biaya
kapital (ukuran baghouse filter) berbanding dengan biaya operasi (kehilangan tekan).
Dalam pemilihan kecepatan filtrasi faktor utama yang menjadi pertimbangan awal
adalah berdasarkan percobaan awal dengan debu yang hampir sama, karakteristik
bahan, karakteristik partikel dan karakteristik aliran udara.
1. Kecepatan filtrasi
Kecepatan filtrasi atau filter rasio didefinisikan sebagai rasio dari gas yang
terfiltrasi (ft3 /menit) pada suatu area filter media (ft3) tertentu. Unit dari filter
rasio adalah cfm/ft2. Secara fisik kecepatan filtrasi atau filter rasio,
menggambarkan kecepatan rata-rata dimana gas melewati bahan tanpa
mempertimbangkan berapa area yang dibutuhkan oleh serat dan bahan apa yang
digunakan. Berdasarkan alasan ini, bentuk superficial face velocity sering
digunakan.
Kecepatan filtrasi merupakan faktor penting dalam proses filtrasi. Apabila
filter rasio terlalu besar akan menyebabkan kehilangan tekan yang berlebihan,
mengurangi efisiensi pengumpulan, penyumbatan.
Clement (1961) menekankan bahwa filter rasio tidak boleh terlalu rendah
dari sudut pandang operasional. Hal ini dinyatakan berdasarkan pertimbangan
ekonomis dimana sangat dihindari desain yang terlalu berlebihan. Berikut ini pada
Baghouse Filter | 7

Tabel 2.1 yang menyatakan filter rasio maksimum pada jenis debu tertentu. Nilai
ini dapat menggambarkan hasil yang telah disetujui oleh para ahli yang
menunjukkan nilai optimum untuk meminimalisasi biaya, baik pada perawatan,
dan juga pada pertimbangan pembiayaan awal.
Tabel 2.1 Nilai kecepatan filtrasi maksimum dan kecepatan minimum oada debu
dan asap
Jenis debu dan

Kecepatan filtrasi maksimum,

asap
(cf/ft2 cloth area)
Alumina
2.75
Asbestos
2.75
Carbon
2
Charcoal
2.25
Cocoa
2.25
Chocolate
2.25
Ceramics
2.5
Clay
2.25
Cotton
3.5
Cosmetics
2
Flour
2.5
Glass
2.5
Gypsum
2.5
Rock
3.25
Soap
2.25
Sugar
2.25
(Sumber: Danielson, 1967)

Kecepatan pada cabang


pipa (fpm)
4500 (c,f)
3500 4000
4000 4500
4500 (a,g,h)
4000 (a,e,g,h)
4000 (a,e,g,h)
4000 4500
4000 4500
3500 (a,b,c,f)
4000
3500 (a,h)
4000 4500
4000
4500
3500 (a,b)
4000 (a)

Keterangan :
a. Pressure relief,
b. Flame-retardant cloth,
c. Cyclone type cleaner,
d. Spark arrester,
e. Sprinklers,
f. Special hoppers, gates and valves,
g. Grounded bags,
h. Special electrical,
i. Insulate casing.

Baghouse Filter | 8

Filter rasio yang direkomendasikan diatas digunakan hanya sebagai


panduan saja. Nilai desain aktual mungkin membutuhkan beberapa penyesuaian
seperti, nilai perlu dikecilkan bila ukuran partikel yang dominan akan disisihkan
memiliki ukuran yang kecil.
2. Media filtrasi
Media filter yang digunakan pada baghouse filter harus disesuaikan
dengan temperatur dan pH dari gas buang (Tabel 2.2). Setiap tipe dari serat
memiliki spesifikasi tersendiri.
Tabel 2.2 Ketahanan bahan terhadap temperatur dan zat kimia
Ketahanan terhadap bahan kimia
Asam
Basa
maksimum (F)
Dynel
160
Baik
Baik
Cotton
180
Buruk
Baik
Wool
200
Baik
Buruk
Nylon
200
Buruk
Baik
Polypropylene
200
Sangat baik
Sangat baik
Orlon
260
Baik
Cukup
Dacron
275
Baik
Cukup
Nomex
400
Cukup
Baik
Teflon
400
Sangat baik
Sangat baik
Glass
550
Baik
Baik
(Sumber: Kraus, 1976; Buonicore and Davis, 1992)
Bahan

Temperatur

3. Mekanisme pembersihan
Debu yang terakumulasi di media filter, akan menyebabkan meningkatnya
kehilangan tekan sampai batas tertentu. Setelah batas tersebut tercapai maka perlu
dilakukan pembersihan untuk mengurangi kehilangan tekan yang ada. Siklus
pembersihan ini bisa dilakukan secara manual, semi otomatis, ataupun
sepenuhnya otomatis. Dari seluruh metode yang ada terdapat dua metode
pembersihan pada baghouse filter yang telah digunakan secara luas yaitu reverse
air, dan shaker baghouse filter. Pada kedua alat ini terdapat kriteria dalam
mendesain yaitu kecepatan maksimum filtrasi yang sangat berhubungan dengan
jenis industri apa yang akan ditangani.

Baghouse Filter | 9

Tabel 2.3 Kecepatan maksimum fitrasi pada jenis debu tertentu pada shaker
baghouse atau reverse air baghouse
Dusts
Activated charcoal, Carbon black, Detergents,
Metal fumes
Alumunium Oxide, Carbon, Fertilizer, Graphite,
Iron Ore, Lime, Paint, Pigments, Fly ash, Dyes
Alumunium, Caly, Coke, Charcoal, Cocoa, Lead
oxides, Mica, Soap, Sugar, Talc
Bauxite, Ceramics, Chrome ore, Feldspar, Flour,
Flint, Glass, Gypsum, Plastics, Cement
Asbestos, Limestone, Quartz, Silica
Cork, Feed an Grains, Marble, Oyster, Shell, Salt
Leather, Paper, Tobacco, Wood
(Sumber: Danielson, 1973; Turner et al., 1987)

Maximum filtering velocity


Ft/min or cfm/ft2
1.5
2
2.25
2.5
2.75
2.0 3.25
3.5

Namun nilai V (kecepatan maksimum) sangat bergantung pada muatan


dari debu, kehalusan dari debu, dan faktor lainnya. Sebagai contoh, pada beberapa
keadaan perlu dilakukan pengurang nilai yang ada di tabel dari V antara 10 15%
untuk muatan debu yang lebih besar dari 40gr/ft 3, dan beberapa perlu ditingkatkan
sebesar 20% untuk muatan debu yang kurang dari 5gr/ft3. Hal ini juga terjadi pada
partikulat dengan ukuran kurang dari 3m (atau lebih besar dari 50m), nilai yang
ada di tabel menunjukkan bahwa nilai dar V harus dikurangi (atau dinaikkan)
sebesar lebih kurang 20%. Nilai V yang terlalu besar dapat menyebabkan
penetrasi partikel yang berlebihan, menutup pori-pori bahan dan bahkan dapat
menurunkan umur bahan.
Bahan yang dipilih (termasuk jenis rajutan) merupakan salah satu
pertimbangan yang penting berdasarkan pada kemampuan melepaskan diri
partikel dari bahan. Bahan yang digunakan harus benar-benar cocok dengan
karakteristik dari aliran gas, dan juga dengan tipe partikulat. Bahan yang biasa
untuk digunakan memiliki kemampuan yang berbeda, hal ini berhubungan dengan
temperatur operasi dan kandungan zat kimia yang ada pada aliran gas. Hal ini
dapat terlihat pada Tabel 2.1

Baghouse Filter | 10

Reverse air baghouse dan shaker baghouse memiliki konstruksi dengan


beberapa kompartemen. Pada saatnya untuk membersihkan kantung, salah satu
kompartemen akan terisolasi dari aliran udara yang mengandung debu.

Shaker baghouse
Metode shaker baghouse ini memiliki dua metode yaitu mechanical
shaker dan pneumatic shaker.
Mechanical shaker adalah metode pembersihan kantung dengan
menggunakan alat motor elektrik yang berguna untuk mengguncang kantung.
Terdapat eccentric translates yang memiliki gerakan memutar dari motor
menjadi osilasi. Kantung dapat berguncang secara vertikal maupun horizontal.
Merupakan hal yang penting untuk mempertahankan agar tidak ada tekanan
didalam tabung filter selama kegiatan pengguncangan dilakukan. Tekanan
yang sangat kecil untuk dideteksi oleh manometer masih dapat mengganggu
proses pengguncangan.
Pneumatic shaker adalah salah satu metode yang memanfaatkan udara
untuk mengoperasikan motor udara yang dapat menghasilkan getaran dengan
frekuensi tinggi pada kerangka suspensi dari kantung. Walaupun frekuensinya
tinggi, namun amplitudonya rendah. Metode ini kurang efektif untuk materi
yang sukar lepas dari kantung, karena jumlah total energi yang diberikan
terhadap kantung cukup rendah.

Baghouse Filter | 11

Gambar 2.3 Shaker Baghouse (U.S Army Corps of Engineer)

Reverse air baghouse


Pada sistem reverse air, udara bersih akan dialirkan melalui kantung
pada kompartemen yang terisolasi dengan arah aliran yang berlawanan dengan
aliran yang biasa. Dalam kedua keadaan tersebut, debu yang telah
teraglomerasi di bahan akan meluruh dan jatuh ke hopper yang berada
dibawah kompartemen. Debu akan secara periodik dikeluarkan dari hopper
dan dibuang atau digunakan kembali sesuai dengan kebutuhan.
Secara umum, debit aliran pembersihan berukuran sedang tetapi
terkadang kurang efektif dalam membersihkan kantung filter. Namun pada
beberapa bahan, terutama bahan fiber glass, peregangan akibat debit
pembersihan yang disertai dengan guncangan dapat mengakibatkan kerusakan
pada bahan.

Baghouse Filter | 12

Gambar 2.4 Reverse Air Baghouse (U.S Army Corps of Engineer)

Pulse-jet baghouse
Pulse-jet

baghouse,

merupakan

jenis

baghouse

filter

yang

penggunaanya telah berkembang dalam 20 25 tahun terakhir. Metode


operasional pada jenis pulse-jet baghouse adalah metode filtrasi eksterior
dimana udara yang akan difiltrasi dialirkan melewati kantung-kantung, dimana
aliran udara bergerak dari bagian luar kantung menuju ke dalam. Sehingga
debu yang akan disisihkan tertahan pada permukaan bahan. Pada pulse-jet
baghouse terdapat kerangka yang berada didalam kantung yang berguna untuk
mempertahankan kantung agar tidak jatuh.
Metode pembersihan pada kantung-kantung filter menggunakan udara
yang memiliki aliran udara cepat (30 100 millisecond), dengan tekanan
udara yang besar (90 100 psi). Getaran udara ini dialirkan melalui solenoid
valve sehingga membentuk gelombang udara yang tiba-tiba, yang membuat
kantung menjadi meregang sehingga partikel yang tertahan di permukaan
kantung akan meluruh. Waktu pembersihan kantung cenderung lebih singkat
Baghouse Filter | 13

dari metode-metode lainnya dan baghouse tidak terbagi-bagi ketika


pembersihan dengan pulse jet berlangsung.
Pulse-jet baghouse secara umum hanya membutuhkan ukuran setengah
dari ukuran reverse-air baghouse, yang merupakan pertimbangan yang cukup
penting bagi area yang terbatas. Luas area yang tidak terlalu besar disebabkan
karena pada system pulse-jet baghouse tidak terdapat kompartemen dan juga
tidak terdapat kantung ekstra yang dibutuhkan oleh sistem-sistem lainnya.
Berdasarkan percobaan, sistem pembersihan pada pulse-jet baghouse
dapat menyisihkan debu hingga hanya meninggalkan konsentrasi debu 1% di
permukaan kantung. Namun dalam sistem pembersihan kantung pulse-jet
baghouse, yang berlangsung ketika proses filtrasi terus berlanjut, dapat
menyebabkan kantung yang digunakan menjadi mengkerut yang dalam hal ini
dapat mengurangi efisiensi dari filtrasi itu sendiri.
Tabel 2.4 Kecepatan filtrasi pada variasi debu atau asap pada pulse-jet
baghouse
Dusts or fumes

Maximum filtering velocity


ft/min or cfm/ft2

Carbon, Graphite, Metallurgical, Fumes,

56

Soap, Detergents, Zinc Oxide


Cement (Raw), Clay (Green), Plastics, Paint
Pigments, Starch, Sugar, Wood Flour, Zinc

78

(Metallic)
Alumunium Oxide, Cement (Finished), Clay
(Vitrified), Lime, Limestone, Gypsum,

9 11

Mica, Quartz, Soybean, Talc


Cocoa, Chocolate, Flour, Grains, Leather
Dust, Sawdust, Tobacco
(Sumber: Danielson, 1973; Theodore and Buonicore, 1976)

12 14

Baghouse Filter | 14

Gambar 2.5 Pulsejet baghouse (U.S Army Corps of Engineer)


Dalam pengoperasian baghouse filter hal lain yang penting adalah
adanya kompresso untuk mengalirkan udara balik pada kantung. Pada
umumnya dalam pengoperasian pulse-jet baghouse, aliran volumetrik dari
udara kompresor setara dengan 0.2% 0.8% dari aliran udara filtrasi dimana
keduanya memiliki hubungan yang erat terhadap temperatur dan tekanan.
Berikut ini merupakan faktor yang penting dalam mendesain dan
mengoperasikan tekanan pembersihan pada baghouse filter.

Lokasi dan luas area untuk penempatan pulse-jet baghouse harus ditentukan.

Kantung filter harus fleksibel, ringan dan tidak terlalu elastis untuk
memungkinkan pengoperasian pembersihan kantung dengan kecepatan yang
besar. Bahan yang digunakan harus memiliki bobot yang cukup (contoh:
Baghouse Filter | 15

jumlah serat per unit area) sehingga terdapat banyak titik target untuk
menangkap dan mengumpulkan debu. Struktur pori harus seragam.

Area casing dari baghouse dan volume hopper yang cukup besar dapat
meminimasi kehilangan tekan tambahan akibat adanya tekanan oleh proses
pembersihan dan juga dapat memperbesar besarnya tekanan pembersihan
tersebut.

Aliran balik melalui filter pada filter dapat membantu proses pembersihan
kantung.

Tekanan yang dikirim kedalam bag harus berlangsung secara tiba-tiba, dengan
aliran yang cukup untuk membersihkan kantung sampai bagian bawah
kantung dengan peningkatan secara tiba-tiba.

Intensitas dari tekanan balik harus serendah mungkin untuk menghemat udara
pengkompres (dan menghemat kebutuhan energi) tapi cukup tinggi untuk
mempertahankan kesetimbangan proses pembersihan.

Waktu penginjeksian tekanan harus secepat mungkin.

Udara yang digunakan adalah udara kering, dan bebas minyak.

4. Susunan kantung filter


Kantung filter perlu disusun dengan baik sehingga terdapat ruangan yang
cukup antara kantung filter yang memungkinkan aliran udara dapat secara bebas
masuk kedalam filter dan meminimalkan berbagai hambatan aliran udara yang
menyebabkan kehilangan tekanan yang besar selama proses filtrasi berlangsung.
Penyusunan kantung filter ini juga penting agar antara kantung filter itu
sendiri tidak saling bergesekan satu sama lain, terutama pada saat pembersihan.
Apabila terlalu sering terjadi gesekan hal ini dapat menyebabkan peningkatan
frekuensi penggantian kain filter, yang menyebabkan biaya operasi dan
pemeliharaannya meningkat.
Untuk berbagai variasi panjang filter, ruangan minimum antara kantung
filter adalah 2 inchi atau 5 cm. Namun khusus untuk panjang filter yang memiliki
panjang lebih dari 10 12 ft maka ruangan antara filter harus lebih dari 2 inch.
Selain ruangan antara kantung filter, ruangan antara kantung dengan casing juga
perlu diperhitungkan.
Baghouse Filter | 16

Gambar 2.6 Susunan kantung sejajar

Gambar 2.7 Susunan kantung zig-zag


5. Efisiensi penyisihan debu pada baghouse filter
Penyisihan debu dengan menggunakan baghouse filter terdapat dua
mekanisme yang memiliki peranan penting, yaitu mekanisme difusi dan
intersepsi. Kedua mekanisme ini memiliki peran yang dominan dalam
menentukan efisiensi penyisihan debu pada baghouse filter terutama pada debu
yang memiliki ukuran relatif kecil.

Baghouse Filter | 17

II.4

Kelebihan dan Kekurangan Baghouse Filter


Kelebihan baghouse filter yaitu :
1. Memiliki pressure drop yang rendah.
2. Terdapat beberapa ruang filter dalam satu alat sehingga ketika satu ruang dalam
proses pembersihan, lainnya berjalan normal.
3. Ideal untuk aplikasi pada industri makanan karena menggunakan kecepatan
bertahap dari proses pembersihan.
4. Dapat beroperasi dengan berbagai tipe kandungan debu tanpa harus mengubah
kecepatan udara bertekanan tinggi.
5. Dapat beradaptasi dengan berbagai kandungan debu. Memendekkan filter untuk
udara dengan kandungan debu banyak dan memanjangkan filter untuk udara
dengan kandungan debu sedikit.
6. Memiliki efisiensi yang tinggi walau untuk partikel yang sangat kecil.
7. Dapat dioperasikan melebihi rentang volumetrik flow rate yang ada.
8. Membutuhkan kehilangan tekan yang cukup.
Kekurangan baghouse filter yaitu :
1. Biaya perawatan yang tinggi karena alat ini mempunyai banyak internal moving
parts. Alat ini juga berukuran besar karena mempunyai air to cloth ratio rendah.
2. Pemakaian terbatas dan biaya yang dibutuhkan besar untuk kipas dengan tekanan
dan rate udara tinggi.
3. Tidak didesain untuk temperatur tinggi atau tahan korosi.
4. Membutuhkan jumlah filter bag yang cukup banyak.
5. Tidak dapat dgunakan untuk partikulat yang memiliki tingkat kelembaban /
humidity yang tinggi.
6. Membutuhkan area yang besar.
7. Memiliki kemungkinan yang sangat tinggi terhadap terjadinya kebakaran.

II.5

Contoh Kegunaan Baghouse Filter


Baghouse filter umumnya digunakan di industri carbon black dan semen serta
industri lain yang menangani powder-powder yang jika dibiarkan akan menyebabkan
pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan yang paling utama yaitu
pencemaran udara berupa partikulat (debu). Mengingat debu yang dihasilkan dari
Baghouse Filter | 18

pabrik semen sebenarnya merupakan produk juga (hanya belum sempurna), maka
debu yang tertangkap alat pengendali partikulat akan dikembalikan lagi ke proses
hingga diperoleh produk dengan kehalusan yang sesuaia. Sedangkan untuk
pencemaran air dan tanah tidak terlalu berdampak pada lingkungan.
Di industri carbon black, alat ini digunakan untuk produk keluaran reaktor
furnace (fluffy black) merupakan padatan tersuspensi dengan ukuran partikel yang
sangat kecil (sekitar 0.3 mikron). Efektivitas pemisahan pada baghouse filter adalah
sebesar 99 99.9%. lapisan debu atau dust cake yang terkumpul dalam kain
baghouse filter sangat berkontribusi pada besarnya efisiensi pemisahan alat ini. Cake
tersebut, menjadi pembatas dengan pori melengkung yang menyaring partikel selama
melewati cake. Temperatur gas hingga 260oC hingga 288oC masih dapat ditangani
dengan konfigurasi tertentu. Pressure drop yang terjadi pada sistem penyaringan alat
ini adalah sekitar 5 20 inch H2O. Batasan pada penggunaan baghouse filter adalah
karakteristik gas (temperatur dan korosivitas) dan karakteristik partikel (tingkat
kelengketan) yang berpengaruh pada kain dan operasi pemisahan yang terjadi.

Gambar 2.8 Skema Baghouse Filter


Keistimewaan pada pengoperasian baghouse filter ini yang membedakan
dengan yang lain adalah kemampuan untuk melakukan penyaringan ulang secara
periodik dengan adanya mekanisme gas cleaning. Filter lain pada umumnya seperti
High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter, High Efficiency Air Filter (HEAF), dan
Baghouse Filter | 19

automotif induction air filter adalah contoh dari beberapa alat penyarig udara yang
bag penyaringnya harus dibuang stelah lapisan cake terakumulasi dipermukaan bag
secara signifikan.
Proses yang terjadi dalam baghouse filter diawali dengan pengaliran produk
reaksi berupa campuran antara carbon black dengan gas hidrogen, metan, CO2, dan
lain-lain. Pengaliran campuran gas ini (fluffy black) dibantu dengan menggunakan
fan. Fan tersebut ada yang dipasang pada saluran gas kotor (positive pressure
baghouse) ada juga yang dipasang pada saluran gas bersih (negative pressure
baghuse). Fluffy black selanjutnya melewati baghouse filter dan partikel carbon black
tertahan pada permukaan kain atau serat. Setelah disaring pada selang waktu tertentu,
aliran gas masuk compartment pertama dihentikan dan fluffy black dilewatkan melalui
compartment lain.
Baghouse filter yang telah jenuh selanjutnya dibersihkan dengan mekanisme
tertenu sesuai dengan tipenya yaitu reverse-air, shaking, dan pulse-jet. Disamping itu
pula terdapat metode sonic fibration yakni dengan menggunakan gelombang
frekuensi rendah untuk menggetarkan baghouse filter. Periode pembersih ini sangat
singkat berkisar 0.3 120 sekon untuk tiap compartment. Gas keluaran baghouse
filter tersebut selanjutnya memasuki unit operasi lainnya, sedangkan karbon yang
terkumpul di bagian collection hopper dipindahkan dengan menggunakan screw
conveyor.

BAB III
Baghouse Filter | 20

PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Baghouse filter merupakan pengontrol partikulat yang memiliki efisiensi
tinggi. Baghouse filter menggunakan filtrasi untuk memisahkan partikulat dari gas.
Baghouse filter adalah Air Pollution Control Equipment (APC) yang didesain untuk
proses menangkap, pemisahan atau penyaringan partikulat debu dengan cara filtrasi.
Baghouse berbentuk kain filter dan terbuat dari bahan felted cotton atau
woven, sintesis, atau fiberglass dalam bentuk silinder atau lembaran. Biasanya
digunakan untuk menyaring partikulat berdiameter lebih besar dari 20 mikron.
Baghouse bekerja dengan menjebak partikulat padat di permukaan kain, dimana udara
yang mengandung partikulat masuk dalam baghouse filter dan melewati fabric bags
yang berperan sebagai filter.
Baghouse filter umumnya digunakan di industri carbon black dan semen serta
industri lain yang menangani powder-powder yang jika dibiarkan akan menyebabkan
pencemaran lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
Baghouse Filter | 21

http://www.iaea.org/inis/collection/NCLCollectionStore/_Public/40/004/40004011.pdf
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8878-2305100018-Chapter1.pdf
http://latarmarif.weblog.esaunggul.ac.id/wpcontent/uploads/sites/1079/2013/05/PEMBERSIH-UDARA.pdf
https://agushoe.wordpress.com/2009/03/12/perancangan-bag-house-filterfabric-filter/

Baghouse Filter | 22