Anda di halaman 1dari 43

Gangguan Gaster

Dr.Endah Meliza

Anatomi dan Fisiologi

Anatomi
organ yang terletak di peritoneum,
regio epigastrium dan berbentuk
seperti huruf J.
Gaster terbagi atas fundus, korpus,
dan antrum pilorikum atau pilorus
Kapasitas normal lambung 1 sampai
2 liter

Vascularisasi gaster berasal dari:


A. gastrica sinistra (curvatura minor)
A. gastrica dextra (cabang a. hepatica,
beranastomose dengan a. gastrica sinistra)
A. gastrica brevis (fundus)
A. gastroepiploica sinistra (cabang a.
lienalis, beranastomose dengan a.
gastroepiploica dextra)
A. gastroepiploica dextra

Fisiologi
1. Fungsi motorik
a) Fungsi reservoir
Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit
demi sedikit dicernakan dan bergerak pada saluran cerna.
b) Fungsi mencampur
Memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan
mencampurnya dengan getah lambung melalui kotraksi
otot yang mengelilingi lambung.
c) Fungsi pengosongan lambung
Diatur oleh pembukaan sfingter pilorus dipengaruhi oleh
viskositas, volume, keasaman, aktifitas osmotik, keadaan
fisik, serta oleh emosi, obat-obatan, dan kerja.

2. Fungsi pencernaan dan fungsi sekresi


a) Pencernaan protein
Pencernaan protein oleh pepsin dan HCI dimulai
di sini; pencernaan karbohidrat dan lemak oleh
amilase dan lipase dalam lambung kecil
peranannya.
b) Sintesis dan pelepasan gastrin
Sintesis dan pelepasan gastrin dipengaruhi oleh
protein yang dimakan, peregangan antrum,
alkalinisasi antrum, dan rangsangan vagus.

c) Sekresi faktor intrinsik


Sekresi faktor intrinsik
memungkinkan absorbsi vitamin B12
dari usus halus bagian distal.
d) Sekresi mukus
Membentuk selubung yang
melindungi lambung serta berfungsi
sebagai pelumas sehingga makanan
lebih mudah diangkut.

Gangguan Makan

Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa diartikan sebagai sebagai
suatugangguan makanyang terutama menyerang
wanita muda dan ditandai oleh penurunan berat
badan yang ekstrim dan disengaja oleh diri sendiri
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang
mengancam
jiwa
yang
ditandai
dengan
penolakanklien untuk mempertahankan berat
badan normal yang minimal, gangguan persepsi
yang bermakna tentang bentuk atau ukuran tubuh
atau menolak untuk mengakui bahwa ada
masalah.

Kebanyakan orang dengan AN melihat diri


mereka sebagai orang dengan kelebihan berat
badan,
walaupun
sebenarnya
mereka
menderita kelaparan atau malnutrisi.
Makan, makanan dan kontrol berat badan
menjadi suatu obsesi
Seseorang dengan AN akan sentiasa mengukur
berat badannya berulang kali, menjaga porsi
makanan dengan berhati- hati, dan makan
dengan kuantiti yang sangat kecil dan
terhadap pada sebagian makanan

Etiologi
Etiologi gangguan tetap tidak jelas.Terdapat
komponen pisikologis yang jelas,dan
diagnosis terutama didasarkan pada kriteria
pisikologis dan prilaku
Faktor predisposisi
1.Biologis
2. Perkembangan
3. Lingkungan
4.Psikologis
5. Sosiokultural

Manifestasi Klinis
Gangguan tidur timbul pada beberapa penderita
anoreksia dan terdapat gerakan mata yang cepat,
seperti yang sering terdapat pada penderita depresi.
Tidak mau makan dengan sengaja karena ketakutan
yang berlebihan akan kenaikan berat badan.
Pengidap memiliki Body Mass Index kurang dari 18,5
Terganggunya siklus menstruasi.
Cenderung tidak mengakui bahwa ia mengidap
anoreksia
Kulit penderita AN kering dan sering tampak rambut
lanugo

Penatalaksanaan
Treatment untuk anoreksia nervosa
dilakukan dengan 3 tahap;
1.Mengembalikan berat badan
kembali normal.
2.Terapi psikologi
3. Mengurangi atau menghapuskan
perilaku atau pemikiran yang awalnya
mengarah ke makan tidak teratur
4. Psikofarmakologi

Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa merupakan satu
gangguan
fungsi
makan
yang
ditandai oleh episode nafsu makan
yang lahap tanpa dapat dikendalikan,
diikuti
dengan
muntah
yang
disengaja atau upaya pencahar lain
yang
dimaksudkan
untuk
mencegahmeningkatnya berat badan

Epidemiologi
Bulimia
nervosa
lebih
sering
ditemukan pada wanita dibandingkan
pada laki-laki,tetapi onsetnya lebih
sering
pada
masa
remaja
dibandingkan pada masa dewasa
awal.Diperkirakan bulimia nervosa
terentang dari 1-3 persen wanita
muda

Etiologi
1. Faktor Biologis
2. Faktor Sosial
3. Faktor Psikologis

Faktor resiko

Perempuan > laki-laki


Perasaan rendah diri
Tuntutan Pekerjaan
Diet

Manifestasi Klinis
Makan dalam jumlah yang berlebihan.
Terobsesi dengan makanan dan kalori.
Melakukan perangsangan muntah dan
cuci perut.
Sering menghilang ke kamar mandi
bila selesai makan, untuk mengeluarkan
makanan-makanan yang telah ditelan.
Bersikap penuh rahasia.
Merasa kehilangan kontrol

Penatalaksanaan
PSIKOTERAPI
TERAPI PERILAKU KOGNITIF
Terapi perilaku kognitif harus dipertimbangkan
sebagai acuan ,tetapi linipertama bulimia
nervosa :
Menghentikan siklus perilaku makan berlebihan
dan diet yang dipertahankan sendiri.Mengubah
kognisi
dan
keyakinan
seseorang
yang
mengalami disfungsi mengenai makanan , berat
dan bentuk tubuh , serta konsep diri
secarakeseluruhan

FARMAKOTERAPI
Antidepresan, termasuk tetrasiklik (Tofranil),
Serotonin spesipik reptake inhibitor (SSRI
bermamfaat untuk mengobati depresi
padabuklimia nervosa. Semua obat itu
digunakan sebagai bagian dari suatu
program therapi yang menyeluruh dengan
psikotherapi. Khusus bagi pasien dengan
cemas danagitasi dapat diberikan
lorazepam (Ativan) 1-2 mg per oral atau IM.

Obesitas
Obesitas adalah penumpukan lemak
yang berlebihan ataupun abnormal
yang dapat mengganggu kesehatan

Tipe Obesitas
Tipe buah apel (Adroid) ditandai
dengan pertumbuhan lemak yang
berlebih dibagian atas seperti dada,
pundak, leher dan muka
Tipe buah pear (Genoid) ditandai
penimbunan lemak berlebih
dibagian bawah seperti perut,
pinggul, paha dan bokong.

Etiologi
Banyak hal yang dapat menyebabkan
seseorang memiliki berat badan berlebih atau
obesitas diantaranya :
Ketidakseimbangan antara asupan kalori dari
makanan dengan penggunaan kalori sebagai
energi pada aktivitas fisik.
Lingkungan tempat tinggal dan tempat bekerja.
Faktor genetik.
Faktor lain seperti obat (steroid jangka panjang )

Penatalaksanaan
1) Mengubah perilaku
-Membiasakan makan di satu tempat, misalnya diruang makan
-Menghindari tempat yang banyak makanan/ dapur dan restoran
dengan makanan tinggi energi.
-Membiasakan jalan/naik tangga
-Merencanakan menu setiap hari, dll.
2) Mengatur Diet
-Mengurangi asupan makanan (diet)
-Banyak makan sayur dan buah segar
-Hindari makanan berlemak/berminyak
-Minum minimal 6-8 gelas air sehari
-Makan makanan berserat
3) Latihan Fisik
Meningkatkan kegiatan sehari-hari
Olahraga teratur, terutama yang bersifat aerobik

Gastritis
Gastritis adalah proses inflamsi pada
lapisan mukosa dan sub mukosa
lambung. Secara histopastologi
dapat dibuktikan dengan adanya
infiltarsi sel-sel radang pada daerah
tersebut

Klasifikasi
Gastritis akut
merupakan iritasi mukosa lambung
diakibatkan karena diet yang tidak teratur.
Dimana individu makan terlalu banyak atau
terlalu cepat atau makan makanan yang
terlalu berbumbu atau mengandung
mikroorganisme penyebab. sering ditemukan
biasanya jinak dan dapat sembuh dengan
sendirinya, merupakan respon mukosa
lambung terhadap berbagai iritasi lokal.

Gastritis Kronik
Merupakan iritasi lambung yang
dapat disebakan oleh ulcus benigna
atau maligna dari lambung. Gastritis
kronik dapat dikalsifikasikan sebagai
tipe A (Gastritis Autoimun) (Brunner
and Suddarth, 2002 : 1062)

Etiologi
Gastritis Akut
Enkokrin bakteri dari stopylococus
E.Colly atau salmanela (masuk
setelah makanan terkontaminasi)
Obat-obat NSAID (Indometosin,
libiprofen, haproksen) sulfanamida,
steroid dan digitalis.

Makanan yang berbumbu seperti


lada, cuka, mustard
Kafein, alkohol, asipirin
Makanan yang masuk dalam
lambung meningkat dan mengiritasi
mukosa lambung
Keracunan zat korosit yang asam
atau bassa

Gastritis Kronik
Bakteri helicobacter pylori
Ulcus beningna atau maligna dari
lambung
Faktor predisposisi (Kafein,
alkohol,aspirin)

Tanda dan Gejala


Adanya keluhan abdomen tidak jelas,
seperti anoreksia dan mual
Sakit kepala
Mengalami ketidaknyamanan, malaise
Nyeri epigastrium
Muntah dan cegukan
Pendarahan
Hematemesis
Beberapa pasien asimtomatik

Penatalaksanaan
Gastriris Akut
Menghindari makanan dan minuman yang
meningkatkan sekresi asam lambung
Pemakaian penghambat HO2 (seperti ranitidin
untuk mengurangi sekresi asam, sukrafat atau
antacid dapat mempercepat penyembuhan)
Obat-obat anti muntah dapat membantu
menghilangkan mual dan muntah.
Jika terjadi muntah perlu keseimbangan cairan
dan elektrolit dengan memberikan infus vena
Lavase jika terjadi korosif yang luas atau berat

Gastritis Kronik
Memodifikasi diet pasien, meningkatkan
istirahat, mengurangi stres dan memulai
farmako terapi.
Helicobacter pylori diatas dengan antibiotik
(seperti tetraciklin atau amoksilin)
Menghindari alkohol dan obat-obatan yang
mengiritasi mukosa lambung
Vh B 12 dan terapi yang sesuai lainnya
diberikan pada anemia pernisiosa

Ulkus Peptikum
Ulkus peptikum adalah ekskavasi
(area berlubang) yang terbentuk
dalam dinding mukosa lambung,
pilorus, duodenum, atau esofagus.
Ulkus peptikum sering disebut
sebagai ulkus lambung, duodenum
atau esofagus tergantung pada
lokasinya.

Tanda dan Gejala

Bersendawa
Darah di dalam muntah
Kehilangan selera makan
Menderita Rasa Panas Dalam Perut
Mual
Muntah-muntah
Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
Perut kembung
Sakit perut

Pemeriksaan Penunjang
Endoskopi
Tes untuk helicobacter pylori
Radiolgi dengan kontras barium

Penatalaksanaan
1.Terapi Non Farmakaologi
Pasien dengan tukak harus mengurangi stress,
merokok dan penggunaan NSAID (termasuk
Aspirin), Jika NSAID tidak dapat dihentikan
penggunaannya, maka harus dipertimbangkan
pemberian dosis yang lebih rendah atau diganti
dengan Acetaminophen.
Walaupun tidak ada kebutuhan untuk diet khusus,
pasien harus menghindari makanan dan minuman
yang menyebabkan dispepsia atau yang dapat
menyebabkan penyakit tukak seperti; makanan
pedas, kafein, dan alkohol.

2. Terapi Farmakologi
untuk pertolongan pertama,
umumnya pasien diberi Obat
Antasida atau dengan obat
PPI(Pompa Proton Inhibitor)
selanjutnya cari penyebab ulkus dan
berikan obat-obat yang sesuai
dengan penyebab.

Ca Gaster
Karsinoma gaster merupakan tumor ganas
lambung yang paling banyak tergolong
adenokarsinoma
Karsinoma gaster merupakan bentuk
neoplasma gastrointestinal yang paling sering
terjadi dan menyebabkan sekitar 2,4 %
kematian akibat kanker.
Karsinoma gaster merupakan mutasi sel gaster
yang kebanyakan menyerang antrum gaster
dan merupakan kanker adenokarsinoma.

Etiologi
Penyebab karsinoma gaster(kanker
lambung) tidak diketahui secara
pasti, tetapi dikenal faktor-faktor
predisposisi tertentu.
Faktor genetik berperan penting,
Faktor lain yang turut mempengaruhi
antara lain seperti makanan, alkohol,
aklorhidria, dan merokok.

Manifestasi Klinis
Pada stadium awal, karsinoma lambung sering
tanpa gejala sebab lambung masih dapat
berfungsi normal. Gejala biasanya timbul
setelah massa tumor cukup besar.
Kalau massa tumor sudah besar, keluhan
epigastrium biasanya samar-samar seperti rasa
berat dan kembung. Akhirnya terjadinya
anoreksia, cepat kenyang dan penurunan berat
badan.
Karsinoma di dekat pilorus dapat memberikan
tanda obstruksi.

Pemeriksaan Penunjang
Foto Rontgen
Gastroskopi dengan biopsi

Penatalaksanaan
Pembedahan dilakukan operasi
radikal yaitu gastrektomi (subtotal
atau total) .
Kemoterapi
Kombinai memberikan perbaikan 3040%