Anda di halaman 1dari 6

ORGANISASI PEMBIAYAAN

PENGERTIAN ORGANISASI PEMBIAYAAN


Organisasi adalah tempat atau wadah dimana orang-orang berkumoul, secara rasional dan
sistematis dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan),
sarana prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk
mencapai tujuan organisasi.
Pembiayaan atau financing yaitu pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak
lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun
lembaga. Atau dalam arti lainnya pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi
yang telah direncanakan.
Organisasi pembiayaan adalah suatu wadah atau tempat dimana orang-orang saling
berhubungan antara yang satu dengan yang lain yang memiliki tanggung jawab dan
wewenang untuk mencapai visi dan misi yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam
kegiatan pendanaan/pembiayaan.

PERANGKAT ORGANISASI PEMBIAYAAN


Bank dituntut untuk memiliki perangkat organisasi untuk mendukung kegiatan pembiayaan
yang sehat dan penerapan unsur pengendalian intern mulai dari tahap awal sampai selesai
pelunasan. Dalam dunia perbankan konvensional disebut dengan Komite Kebijaksanaan
Pembiayaan/KKP dan Komite Pembiayaan lainnya. Dalam penerapannya bank
menambahkan adanya pemisahan berdasarkan bidang tugasnya, yaitu:

Bagian RM (Relationship Management)


Bertanggung jawab atas credit relationship dan pengembalian pinjaman

Bagian CRM (Credit Risk Management)


Bertanggungjawab atas pengendalian risiko pembiayaan dan manajemen portofolio
pembiayaan

STRUKTUR ORGANISASI PEMBIAYAAN PADA BANK SECARA HIRARKI DAN


TANGGUNG JAWABNYA
1. Dewan Komisaris Bank
a. Bertugas memberikan persetujuan atas pedoman pembiayaan
b. Meminta pertanggungjawaban direksi bila terdapat penyimpangan pelaksanaan
c. Menyetujui rencana kerja ekspansi pembiayaan tahunan
d. Mengawasi keputusan-keputusan yang diambil oleh Komite Pembiayaan dalam
pembiayaan dalam proses pemberian pembiayaan diatas jumlah tertentu dan
sebagainya.
2. Direksi Bank
a. Bertugas bertanggung jawab atas penyusunan Pedoman Kebijakan Pembiayaan
b. Memastikan pedoman kebijakan pembiayaan diterapkan secara konsekuen dan
konsisten
c. Bertanggung jawab atas penyusunan rencana kerja ekspansi pembiayaan tahunan
memastikan ketaatan pejabat bank terhadap ketentuan perundangan-undangan dan
peraturan yang berlaku dibidang pembiayaan
d. Menetapkan anggota Komite Kebijakan Pembiayaan dan Komite Pembiayaan
e. Memberikan persetujuan pembiayaan macet selanjutnya melaporkan dan
mempertanggungjawabkan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
f.

Melaporkan secara berkala kepada komisaris atas langkah-langkah yang telah,


sedang dan akan dilakukan berkaitan dengan perkembangan dan kualitas
portofolio pembiayaan

g. Melaporkan hasil evaluasi dan efektifitas program penyelesaian pembiayaan


bermasalah pada Bank Indonesia dan sebagainya

3. Komite Kebijakan Pembiayaan (KKP)


Kumpulan pejabat dibidang pembiayaan dikantor pusat bank yang diterapkan direksi
untuk membantu direksi memutuskan suatu kebijakan mengawasi pelaksanaan
kebijakan, memantau perkembangan dan kondisi portofolio pembiayaan serta
memberikan saran-saran langkah perbaikan dan sebagainya

4. Komite Pembiayaan (KP)


Dapat dibentuk ditingkat kantor pusat, wilayah dan cabang. Komite ini bertugas
sebagai komite operasional pada tingkatnya masing-masing yang membantu direksi
mengevaluasi atau memutuskan permohonan pembiayaan untuk jumlah dan jenis
pembiayaan tertentu yang ditetapkan direksi.
Berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya, pejabat pembiayaan dapat dibagi menjadi:
a. Pejabat pemrakarsa/penganalisa pembiayaan bagian RM
b. Pejabat pemrakarsa/penganalisa pembiayaan bagian CRM
c. Pejabat perekomendasi pembiayaan bidang RM
d. Pejabat perekomendasi pembiayaan bidang CRM
e. Pejabat pemutus pembiayaan bidang RM
f. Pejabat pemutus pembiayaan bidang CRM

5. Pejabat Pendukung Pembiayaan


Bertugas memberikan dukungan dalam setiap proses putusan pembiayaan, dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Pejabat adminitrasi pembiayaan
Bertugas dan bertanggungjawab membantu pejabat pembiayaan lini/komite
pembiayaan melaksanakan tugasnya, mengusahakan agar persyaratan pembiayaan
dipenuhi, dan mengawasi proses pemberian putusan pembiayaan.
b. Pejabat penyelamat pembiayaan
Bertanggungjawab dalam kegiatan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi
program penyelamatan dan penyelesaian pembiayaan dengan kolektibilitas macet
dan ekstrakompatibel.

Hal yang membedakan struktur bank syariah dengan bank konvensional adalah
dalam bank syariah diharuskna adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang
mengawasi operasional bank dan produk-produknya agar tetap sesuai dengan
prinsip-prinsip syariah.
DPS biasanya diletakan pada posisi setingkat dengan dewan komisaris pada setiap
bank. Hal ini untuk menjamin efektifitas dari setiap opini yang diberikan oleh
DPS. Karena itu, biasanya penetapan anggota DPS dilakukan oleh RPUS, setelah
anggota DPS tersebut mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional
(DSN).

A. DEWAN PENGAWAS SYARIAH


Ulama berperan mengawasi jalannya operasional bank sehari-hari agar selalu
sesuai dengan ketentuan syariah. Hal ini penting karena transaksi yang ada
dalam perbankan syariah merupakan transaksi yang sangat khusus jika
dibandingkan dengan bank konvensional.
DPS juga membuat anual
report/laporan tahunan bahwa bank yang diawasnya telah berjalan sesuai
dengan ketentuan syariah. Mekanisme kerja DPS dapat dilihat pada alur
gambar berikut:

B. DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN)


DSN dibentuk oleh MUI sebagai dewan yang membawahi seluruh lembaga
keuangan bertugas untuk:

Mengawasi produk LKS agar sesuai dengan syariah

Meneliti dan memberi fatwa bagi produk-produk yang dikembangkan


oleh LKS

Memberikan rekomendasi para ulama yang akan ditugaskan sebagai


DSN pada suatu LKS

Memberikan teguran pada LKS yang menyimpang dari garis panduan


syariah yang ada. Selanjutnya jika LKS yang bersangkutan tidak
mengindahkan teguran yang diberikan, maka DSN dapat mengusulkan
pada otoritas yang berwenang (BI dan Departemen Keuangan) untuk
selanjutnya diberikan sanksi

STRUKTUR ORGANISASI
Dalam proses penyusunan struktur organisasi, perlu adanya pengorganisasian
yang meliputi aspek utama yaitu departementalisasi dan pembagian kerja.
Departementalisasi adalah pengelompokan kegiatan dalam suatu kegiatan
kerja yang sejenis dan terkait, sehingga dapat dikerjakan bersama-sama.
Sedangkan pembagian tugas adalah perincian tugas pekerjaan, sehingga setiap
petugas dapat melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya.
Langkah-langkahnya adalah:
1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai
tujuann bank
2. Membagi seluruh beban kerja ke dalam kelompok-kelompok kegiatan
yang dapat dilaksanakan oleh pegawai
3. Mengembangkan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan

menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis