Anda di halaman 1dari 25

MODUL II

Pengukuran Besaran Listrik

SISTEM - SISTEM SATUAN DAN


STANDAR PENGUKURAN

A.

Sistem-Sistem Satuan

2.1

Satuan Dasar dan Satuan Turunan


Untuk menyatakan dan melakukan kalkulasi besaran fisis, besaran-besaran
tersebut harus didefinisikan menurut jenis dan kebesarannya ( magnitudo ).
Standar ukuran untuk setiap jenis besaran fisis adalah satuan ( unit ) dan
banyaknya pengukuran, misalnya : jika dinyatakan satu jarak 200 meter, ini
menunjukkan bahwa meter adalah satuan panjang dan 200

menyatakan

jumlah satuan panjang.


Jadi, besaran fisis panjang didefinisikan oleh satuan meter, dan tanpa satuan,
jumlah pengukuran tidak mempunyai arti fisis.
Dalam ilmu pengetahuan dan teknik, dipakai dua jenis satuan, yaitu : satuan
dasar dan satuan turunan.
2.1.1

Satuan Dasar
Satuan dasar di dalam mekanika terdiri dari : ukuran panjang, masa dan
waktu.

Jenis - jenis satuan dasar tersebut apakah meter atau kaki, kilogram

atau pon, jam atau sekon, dapat dipilih agar memenuhi kondisi tertentu.
Besaran - besaran panjang, massa dan waktu ini, merupakan besaran besaran utama untuk kebanyakan besaran fisis lainnya, dan disebut sebagai
satuan-satuan dasar utama. Besaran - besaran fisis tertentu di dalam ilmu
termal, listrik dan penerangan, walaupun dinyatakan sebagai satuan - satuan
dasar, akan tetapi hanya digunakan jika kelompok- kelompok khusus tersebut
terlibat di dalamnya, dan dinyatakan sebagai satuan - satuan dasar pembantu.
2.1.2

Satuan Turunan
Semua satuan lain yang dapat dinyatakan dari satuan-satuan dasar, disebut
satuan-

satuan turunan, dan sebuah satuan turunan dapat dikenali dari

dimensi - dimensinya, yang biasa didefinisikan sebagai rumusan aljabar yang


lengkap untuk satuan yang diturunkan tersebut, sebagai contoh : Kg m / detik2
atau Newton dalam Sstem Internasional ( SI ).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

2.2

Sistem Sistem Satuan

2.2.1

Sistem Satuan Metrik


Sistem ini digunakan di Perancis dan pada tahun 1790 pemerintah Perancis
meminta para ilmuwan Perancis untuk mempelajari dan memberikan usulan
mengenai sistem berat dan sistem ukuran untuk menggantikan semua sistem
yang sudah ada.

Para ilmuwan Perancis memutuskan tiga dasar utama

dalam membuat sistem satuan matrik ini :


Dasar pertama : para ilmuwan memutuskan bahwa sebuah sistem yang umum
dari berat dan ukuran tidak harus bergantung pada standar - standar acuan
yang dibuat oleh manusia, akan tetapi sebaliknya didasarkan pada ukuranukuran permanent yang diberikan oleh alam.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dipilih :
sebagai satuan panjang adalah meter, yang didefinisikan : sepersepuluh juta
bagian dari jarak antara kutub dan khatulistiwa sepanjang meridian melewati
Paris.
sebagai satuan massa adalah gram, yaitu : massa 1 cm 3 air yang telah
disuling pada temperatur 40 C dan pada tekanan udara ( atm ) normal ( 760
milimeter air raksa,

mm Hg ).

Sebagai satuan waktu adalah detik, yaitu : 1 / 86400 hari matahari rata-rata.
Dasar kedua

diputuskan bahwa semua satuan-satuan lainnya akan

dijabarkan dari ketiga satuan dasar, yaitu panjang, massa dan waktu.
Dasar ketiga : semua pengalian dan pengalian tambahan dari satuan-satuan
dasar adalah dalam sistem desimal, dan dirancang sistem awalan-awalan yang
digunakan sampai sekarang., dan pada tabel 1, diberikan pengalian tambahan
persepuluhan

( desimal )

.
Tabel 1 Perkalian dan Perkalian Tambahan Desimal
NAMA

SIMBOL

EKIVALEN

exa

10 18

peta

10 15

tera

10 12

giga

10 9

mega

10 6

kilo

10 3

hecto

10 2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

deca

da

10 1

deci

10 -1

centi

10 -2

milli

10 -3

micro

10 -6

nano

10 -9

pico

10 -12

femto

10 -15

atto

10 -18

Pada tahun 1875 , sistem satuan metrik ini ditetapkan sebagai sistem satuan
resmi.
2.2.2

Sistem Satuan CGS ( Centimeter Gram Sekon )


Sistem ini digunakan di Inggris, sebagai satuan dasar untuk panjang adalah
centimeter,

sebagai satuan dasar untuk massa adalah gram, dan sebagai

satuan dasar untuk waktu adalah sekon.


Timbul kesulitan ketika Sistem CGS ini, akan digunakan untuk pengukuranpengukuran listrik dan maknit, karena dibutuhkan minimal satu satuan lagi,
sehingga pada kenyataannya ada dua sistem yang secara bersamaan
digunakan, yaitu :
Sistem Elektrostatik CGSe :

disini satuan muatan listrik dijabarkan dari

centimeter, Gram dan sekon dengan menetapkan bahwa permissivitas ruang


hampa pada hukum Coulomb mengenai muatan listrik adalah satu.
Sistem Elektromaknetik CGSm : disini satuan-satuan dasar sama dengan
sistem CGSe dan satuan kutub maknit diturunkan dari satuan-satuan dasar
dengan menetapkan permeabilitas ruang hampa sebesar satu dalam rumus
yang menyatakan besarnya gaya antara kutub-kutub maknit.
Dalam sistem elektromaknetik satuan-satuan turunan untuk arus dan potensial
listrik, yaitu ; amper dan volt , digunakan dalam pengukuran-pengukuran
praktis.
Kedua satuan ini bersama salah satu dari satuan lainnya, seperti : coulomb,
ohm, henry, farad dan lain-lain digabungkan di dalam satuan ketiga yang
disebut sistem praktis.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

2.2.3

Sistem Satuan MKSA ( Meter-Kilogram-Sekon-Amper )


Sistem satuan ini dirintis oleh seoarang insinyur Italia bernama Giorgi, yang
menyatakan bahwa satuan-satuan praktis untuk arus, tegangan, energi dan
daya yang digunakan oleh para insinyur listrik disulitkan dengan penggunaan
sistem meter-kilogram-sekon.
Disarankannya agar sistem satuan metrik dikembangkan menjadi suatu sistem
koheren dengan menyertakan satuan-satuan listrik praktis.
Sistem MKSA ini, memilih amper sebagai satuan dasar keempat dan mulai
diterima pada tahun 1935.

2.2.4

Sistem Satuan Internasional


Sistem ini lebih dimengerti dan telah diterima pada tahun 1954 dan atas
persetujuan internasional ditetapkan sebagai sistem internasional.
Dalam sistem satuan ini digunakan enam satuan dasar, yaitu : meter, kilogram,
sekon, amper yang diambil dari sistem MKSA, dan sebagai sistem satuan
dasar tambahan adalah derejat ( Kelvin ) sebagai satuan temperatur, lilin
( Kandela ) sebagai satuan intensitas penerangan .
Keenam besaran dasar SI dan satuan-satuan pengukuran, beserta simbolsimbol satuannya diberikan pada tabel 2.
Tabel 2 Besaran- besaran dasar SI, satuan dan simbol

Panjang

SATUAN
meter

SIMBOL
m

Massa

kilogram

kg

Waktu

sekon

Arus Listrik

amper

Temperatur Termodinamik

derejat Kelvin

Intensitas Penerangan

lilin ( candela )

cd

KUANTITAS

2.3 Satuan Listrik dan Maknit


Sistem satuan CGS
Satuan-satuan listrik dan maknit praktis seperti volt, amper,ohm,henry, dan lainlain , Pertama-tama diturunkan dalam sistem-sistem CGS, yaitu :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Sistem Satuan elektrostatik CGS ( CGSe ) :

didasarkan pada hukum

coulomb, yang diturunkan secara eksperimental untuk gaya antara dua muatan
listrik, yaitu :
Q1 Q2
F = k ---------r2
dimana : F

gaya antara muatan-muatan, dinyatakan dalam satuan


gaya CGSe ( gram cm / sekon2 = dyne ).

konstanta.

Q1, Q2

muatan-muatan listrik , dinyatakan dalam satuan muatan


listrik CGSe ( statcoulomb ).

jarak antara muatan-muatan, dinyatakan dalam satuan


CGSe

( cm ).

Menurut Coulomb, faktor kesebandingan ( k ) bergantung pada media,


berbanding terbalik dengan permittivitas ( Faraday menyebut permittivitas
sebagai konstanta dielektrik ), sehingga bentuk hukum Coulomb menjadi :
1

Q1 Q2

F = --

----------

r2

, bergantung pada media, nilai permittivitas pada ruang hampa

0 = 1,

karenanya 0 didefinisikan sebagai satuan dasar keempat dari sistem CGS e .


Jadi hukum Coulomb

mengijinkan satuan muatan listrik Q dinyatakan oleh

keempat satuan dasar ini, menurut hubungan :


g cm

Q2

dyne = -------- = ---------------s2

( 0 = 1 ) cm2

Dengan demikian, perdefinisi :


Q = cm3/2 g1/2 s -1 , satuan muatan listrik CGSe disebut dengan StatCoulumb.
Satuan muatan listrik yang diturunkan dalam satuan CGSe , memungkinkan
untuk menentukan satuan listrik lainnya, berdasarkan persamaan-persamaan
yang mendefinisikannya, misalnya arus listrik ( I ) didefinisikan sebagai laju
aliran muatan listrik per detik, yaitu :
I = Q/t

( statCoulomb / sekon )

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Satuan aliran listrik dalam sistem CGSe disebut statampere dan dengan cara
yang sama kuat medan E, beda potensial

V, dan kapasitansi C, dapat

diturunkan dari persamaan-persamaan yang mendefinisikannya.


Sistem Satuan Elektromaknetik ( CGSm

) :

berdasarkan pada hukum

Coulomb, yang ditentukan secara eksperimental untuk gaya antara dua kutub
maknit, yaitu :
m 1 m2
F =

--------r2

Faktor kesebandingan k bergantung pada media dimana kutub-kutub tersebut


berada dan berbanding terbalik dengan permeabilitas maknetik dari media.
Untuk ruang hampa ( 0

permeabilitas ruang hampa

1 ), sehingga

1 / 0

= 1, sehingga

0 ditetapkan sebagai satuan dasar keempat ,

jadi satuan kutub elektromaknit ( m ) dinyatakan dalam keempat satuan dasar,


menurut hubungan :
m2

g cm

dyne = -------- = ------------------s2

( 0 = 1 ) cm2

Dengan demikian menurut dimensi :


m = cm3/2 g1/2 s -1
Satuan kutub maknit yang diturunkan dalam sistem CGSm, memungkinkan
untuk menentukan satuan-satuan maknit lainnya, berdasarkan persamaanpersamaan yang mendefinisikannya, misalnya kerapatan fluksi maksimum ( B )
yang didefinisikan sebagai kuat medan maknit dibagi satuan muatan kutub,
yaitu :
g cm / s2
B = F/m =

------------------

= cm 1/2 gram1/2 sekon 1

cm3/2 g1/2 s -1
atau dyne sekon / abcoulomb cm ) = gauss.
Dengan cara yang sama, satuan-satuan lainnya dapat diturunkan dari
persamaan-persamaan yang mendefinisikannya, sehingga diperoleh satuan
untuk fluksi maknit

( ) adalah Maxwell, kuat medan ( H ) Oersted, dan

satuan beda potensial maknetik atau gaya gerak maknit, ggm adalah gillbert.
Kedua sistem CGSe dan CGSm dihubungkan bersama berdasarkan penemuan
Faraday, yaitu sebuah maknit dapat menginduksi suatu arus listrik didalam

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

sebuah konduktor, dan sebaliknya muatan listrik yang bergerak dapat


menghasilkan efek-efek maknetik.
Hukum Amper mengenai medan maknit yang menghasilkan arus listrik ( I ) ke
kuat medan maknit ( H ) secara kuantitatif menghubungkan satuan maknetik
dalam sistem CGSm ke satuan listrik dalam sistem CGSe.
Kedua sistem ini akhirnya membentuk suatu sistem satuan-satuan listrik praktis
yang secara resmi disetujui oleh Kongres Listrik Internasional.
Satuan-satuan listrik praktis yang diturunkan dari sistem CGSm belakangan
didefinisikan dalam pengertian yang disebut dengan sistem internasional ( SI ),
dan penetapan satuan-satuan praktis berdasarkan definisi sistem CGSe pada
masa itu masih terlalu sulit untuk diterapkan di laboratorium.
Dengan diperbaikinya teknik-teknik pengukuran, didapat
kecil antara satuan-satuan praktis CGSm

adanya perbedaan

yang diturunkan dengan Satuan

Internasional, diperinci sebagai berikut :


1 ohm internasional

1,00049

1 amper internasional

0,99985 A

1 volt

1,00034

1 coulomb internasional =

0,99984

1 farad internasional

0,99951

1 henry internasional

1,00049

1 watt internasioanl

1,00019

1 joule internasional

1,00019

internasional

ohm ( satuan praktis CGSm )

Satuan listrik dan maknit yang utama dan hubungan definisinya diberikan pada
tabel 3, dan faktor-faktor perkalian untuk perubahan ke satuan SI diberikan
dalam kolom CGCm dan CGSe .
Tabel 3

Satuan Listrik dan Maknit

Kuantitas dan Simbol

Satuan SI

Faktor pengubah

Nama dan Persamaan yang


Simbol mendefinisikan

CGSm
CGSe

Arus listrik , I

ampere, A

Fz

Gaya gerak listrik, E

volt, V

Potensial, V

volt, V

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

=10-7I

10

10/c

dN/dz

10 -8

10 -8 c

p = IE

10 -8

10 -8 c

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Tahanan, R

ohm,

p = IV

10 -9

10 -9 c

Muatan listrik , Q

coulomb, C

R =V/I

10

10/c
9

10 9 / c 2

Kapasitansi, C

kapasitansi, F

Q = it

10

Kuat medan listrik, E

-----, V / m

C =Q/V

10 -6

10 -6 c

Kerapatan fluksi listrik

-----, C / m2

E = V/I

10 5

10 5 / c

Permittivitas,

-----, F / m

D = Q/l2

---

10

Kuat medan maknit, H

-----, A / m

= D/E

10

Fluksi maknit,

weber, Wb

H dl = n l

10 -8

---

tesla, T

E = d / dt

10 -4

---

-9

---

Kerapatan

fluksi

maknit, B

henry, H

B = Q/l

10

Induktansi, L, M

------, H / m

M = Q/I

4 x 10

---

= B/H

-7

---

Permeabilitas,
N

11

= menyatakan integral Neuman untuk dua rangkaian yang masingmasing membawa arus I.

P
l

= menyatakan daya
= menyatakan luasan
= kecepatan cahaya dalam ruang hampa dalam cm / sekon =
2,997925 x 10 10 .

2.4 Sistem Satuan Internasional


Sistem ini menggantikan semua sistem lain di Negara yang menggunakan
sistem metrik. Keenam besaran dasar SI, diberikan pada tabel 2.
Satuan-satuan turunan dinyatakan dengan keenam satuan dasar tersebut
berdasarkan persamaan-persamaan yang mendefinisikannya.
Beberapa contoh persamaan yang memberikan arti daripada besaran-besaran
listrik dan maknit diberikan pada tabel 3.
Daftar yang diberikan pada tabel 4, bersama-sama dengan satuan dasar,
satuan satuan tambahan dan turunan dalam SI.

Tabel 4 Satuan dasar, satuan tambahan, dan satuan turunan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

/ 4 c

Kuantitas

Simbol

Dimensi

satuan

Simbol satuan

Dasar
Panjang

l ( el )

meter

Massa

kilogram

kg

Waktu

sekon

Arus Listrik

amper

Temperatur

derejat Kelvin

candela

cd

radian

rad

steradian

sr

termodinamik

Intensitas penerangan
Tambahan *
Sudut datar
Sudut masif

, ,

[L]0
2

[L]

Luas

L2

meter kuadrat

m2

Volume

L3

meter kubik

m3

Frekuensi

T -1

hertz

Hz ( 1/s )

kilogram per meter

kg / m 3

Turunan

-3

Kerapatan

Kecepatan

L T -1

Kecepatan sudut

kubik

m/s

meter per sekon

rad / s

-2

radian per sekon

m/s2

[L] T

Percepatan

LT

Percepatan sudut

[ L ] 0 T -2

meter per sekon

rad / s 2

Gaya

L M T -2

kuadrat

N ( kg m / s 2 )

Tekanan, regangan

L -1 M T -2

radian per sekon

N/m2

Kerja, energi

L 2 M T -2

kuadrat

J(Nm)

newton

W(J/s)

newton per meter

C (As )

kuadrat

V ( W /A)

joule

V/m

watt

( V /A)

coulomb

F (As / V )

volt

Wb ( v s )

volt per meter

A/m

ohm

T ( Wb / m 2 )

farad

H ( V s /A)

weber

Daya

L MT

Kuantitas listrik

TI

Beda potensial
Kuat netom listrik

-3

-3

-1

-3

L MT
LMT

E,

Tahanan listrik

L MT

Kapasitansi listrik

L -2 M

Fluksi maknetik
Kuat medan maknit

-1

L MT

-1

-3

-2

Induktansi

M T -2 I -1

Gaya gerak maknit

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

-1

L MT

T4I

Kerapatan fluksi maknit

-1

-2

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

Fluksi cahaya

amper per meter

lm ( cd sr )

Luminasi

tesla

cd / m 2

Iluminasi

henry

lx ( lm / m )

amper
lumen
kandela

permeter

kuadrat
ln x

Kolom pertama menunjukkan satuan-satuan dasar, tambahan dan turunan.


kedua menunjukkan simbol persamaan untuk masing-masing besaran.
Kolom ketiga menunjukkan dimensi tiap satuan yang diturunkan, dan
dinyatakan dalam keenam dimensi dasar.
Kolom keempat menunjukkan nama tiap satuan dan kolom kelima adalah
simbol satuan. Sebagai catatan simbol satuan tidak boleh dikacaukan dengan
simbol persamaan, misalnya : untuk tahanan, simbol persamaan adalah ( R ),
simbol satuan adalah ohm.
2.5 Sistem Satuan Lain
Sistem satuan Inggris menggunakan kaki ( ft ), pon-massa ( pound-mass-lb ),
dan sekon ( s ), berturut-turut sebagai satuan dasar untuk panjang, massa dan
waktu.
Meskipun ukuran panjang dan berat merupakan warisan pendudukan Romawi
atas Britania, akan tetapi pendefinisiannya agak kurang baik, yaitu :
Satu inci sama dengan 1 / 12 kaki, telah ditetapkan tepat sama dengan 25,4
mm dan untuk pon ( lb ) tepat sama dengan 0,45359237 kilogram ( kg ).
Kedua bentuk ini mengijinkan pengubahan semua satuan dalam sistem Inggris
menjadi satuan-satuan SI.
Diawali dari satuan-satuan dasar, yaitu : kaki, pon, sekon, satuan-satuan
mekanik dapat diturunkan dengan mudah dengan menggantikannya kedalam
persamaan dimensional yang terdapat pada tabel 4, misalnya satuan kerapatan
dinyatakan dalam pon / kaki 3 dan satuan percepatan dalam kaki / sekon

( ft /

s ).
Beberapa faktor pengubah yang umum dari satuan Inggris ke satuan SI,
diberikan pada tabel 5.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

10

Tabel 5 Konversi satuan Inggris ke SI


Satuan Inggris

Simbol

Ekivalensi

Kebalikan

1 kaki

ft

metrik
30,48 cm

0,0328084

1 inci

in

25,44 mm

0,0393701

1 kaki kuadrat

ft 2

9,29030 x 10 2 cm 2

0,0107639 x 10 -2

1 inci kuadrat

in 2

6,4516 x 10 2 mm 2

0,155000 x 10 -2

Isi / Volume

1 kaki kubik

ft 3

0,0283168 m 3

35,3147

Massa

1 pon

lb

0,45359237 kg

2,20462

Kerapatan

1 pon per kaki

lb / ft 3

16,0185 kg / m3

0,062428

ft / s

0,3048 m / s

3,28084

Panjang
Luas

kubik
Kecepatan

1 kaki per
sekon

gaya

1 pondal

pdl

0,138255 N

7,23301

Kerja, energi

1 kaki pondal

ft pdl

0,0421401 J

23,7304

Daya

1 daya kuda

hp

745,7 W

0,00134102

Temperatur

Derejat

5 ( t - 32 ) / 9

Fahranheit

2.6 Pengubah Satuan


Pegubah kuantitas / besaran fisis dari suatu sistem ke sistem lainnya sering di
perlukan . pada buti 2.1, dinyatakan bahwa sebuah besaran fisis dinyatakan
oleh satuan dan besar ukurannya, jadi yang harus dirubah adalah satuannya
bukan besarnya ukuran.
Penggunaan persamaan-persamaan dimensional merupakan cara yang paling
efektif dalam melakukan pengubahan dari satu sistem ke sistem lainnya.
Cara yang digunakan dalam pengubahan tersebut, dapat dilihat pada contohcontoh berikut :
Contoh 1 : luas lantai ruangan = 5000 m2 , tentukan luas tersebut dalam ft 2 .
Penyelesaian :

untuk mengubah satuan m2 menjadi ft

harus mengetahui

hubungan antara keduanya. Pada tabel 5 ditunjukkan bahwa

1 ft = 30,48

cm atau 1 ft = 0,3048 m, maka :


1 kaki
A = 5000 m 2

[ -------------- ] 2 =

53.800 kaki 2

0.3048 m

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

11

Contoh 2 : luas luas lantai ruangan 30 kaki x 24 kaki , tentukan luas tersebut
dalam m 2 .
Penyelesaian :

dengan menggunakan tabel 5 diperoleh bahwa pengubahan

sebaliknya dari kaki ( ft ) ke cm adalah 0.0328084, maka 1 cm = 0.0328


kaki atau 1 m = 3,28 kaki, maka :
A = 30 ft x 24 ft = 720 ft 2 atau
1 m
A = 720 ft 2

[ -------------- ] 2 =

67,3 m 2

3,28 ft
B

Standar Pengukuran
2.7 Pengelompokan Standar-Standar
Standar pengukuran merupakan pernyataan fisis dari sebuah satuan
pengukuran.
Dengan adanya satuan dasar dan turunan dalam pengukuran, maka standar
pengukuran dikelompokkan kedalam beberapa jenis, yaitu :
1. Standar Internasional ( International Standards )
2. Standar Primer
3. Standar Sekunder

( Primary Standards )
( Secondary Standards )

4. Standar Kerja
2.7.1

( Working Standards )

Standar-Standar Internasional
- Didefinisikan oleh perjanjian internasional, yang menyatakan satuan-satuan
pengukuran tertentu, sampai ketelitian terdekat yang mungkin diijinkan oleh
produksi dan teknologi pengukuran.
- Standar-standar ini secara berkala dinilai dan diperiksa melalui pengukuranpengukuran yang dinyatakan dalam satuan-satuan dasar ( tabel 2 ).
- Standar-standar ini dipelihara di International Bureau of Weight and
Measuremen ( IBMW ).
- Tidak tersedia untuk pemakai alat-alat ukur biasa, untuk tujuan pembanding
dan kalibrasi.

2.7.2

Standar-Standar Primer
Standar-standar ini :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

12

- Dipelihara oleh laboratorium-laboratorium stadar nasional di berbagai Negara


di dunia, misalnya

Physikalische-Technische Reichsanstalt ( PTR ) di

Jerman, National Bureau of Standards ( NBS ) di Washington, The National


Physical Laboratory ( NPL ) di Inggris.
- Mewakili satuan-satuan dasar, dan sebagian dari satuan mekanik dan satuan
listrik yang diturunkan.
- Dikalibrasi

tersendiri

berdasarkan

pengukuran-pengukuran

absolut

di

laboratorium nasional dan hasilnya dibandingkan satu sama lain .


- Tidak tersedia untuk digunakan di luar laboratorium nasional.
- Digunakan untuk memeriksa dan mengkalibrasi standar-standar sekunder.
2.7.3

Standar-Standar Sekunder
Standar-standar ini :
- Merupakan acuan dasar bagi standar-standar yang digunakan dalam
penguku-ran di laboratorium industri
- Dipelihara oleh industri khusus yang berkaitan dan diperiksa terhadap standar
acuan lain didaerah tersebut, dan tanggung jawab pemeliharan dan
kalibrasi dilakukan oleh industri itu sendiri.
- Dikalibrasi

secara berkala

di

laboratorium-laboratorium

nasional

dan

membandingkan terhadap standar primer dan setelah dikalibrasi diberikan


sertifikat.
2.7.4

Standar-Standar Kerja
Standar-standar ini :
- Merupakan alat utama bagi laboratorium pengukuran.
- Digunakan

untuk

memeriksa

dan

mengkalibrasi

instrumen-instrumen

laboratorium yang umum, biasanya mengenai ketelitian dan prestasi atau


untuk melakukan perbandingan dalam pemakaian di industri.
Dalam pengukuran listrik dan elektronik, kita berhubungan dengan standar
pengukuran listrik dan maknetik. Dapat dilihat bahwa satuan listrik dapat
ditelusuri kembali ke satuan panjang, massa dan waktu.
2.8.1

Standar Waktu dan Frekuensi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

13

- Standar waktu yang digunakan beberapa abad lamanya adalah : perputaran


bumi pada sumbunya mengelilingi matahari, ternyata perputaran tersebut
tidak teratur.
- Skala waktu didasarkan

pada waktu rata-rata matahari diperkirakan

memberikan skala waktu yang lebih teliti.


Hari matahari rata-rata adalah rata-rata dari semua hari yang kelihatan
selama satu tahun, dan sekon matahari rata-rata = 1 / 86400 hari matahari.
- Sistem waktu universal ( UT, Universal Time ) atau waktu matahari rata-rata
yang juga didasarkan pada perputaran bumi pada sumbunya. Sistem ini
dikenal dengan UT0 yang dipengaruhi oleh variasi-variasi berkala yang
berlangsung lama dan tidak teratur.
Korelasi terhadap UT0, menghasilkan dua skala waktu universal yang
berurutan, yaitu : UT1 dan UT2.
-

UT1 menyadari bahwa bumi dipengaruhi oleh gerakan kutub dan skala
waktunya didasarkan pada kecepatan sudut bumi sebenarnya yang
dikoreksi terhadap variasi perputaran bumi yang terjadi secara musiman.
UT2 dapat ditetapkan sampai ketelitian beberapa milisekon, namun tidak
bisa didistribusikan ke ketelitian tersebut dan waktu yang ditunjukkan oleh
sinyal-sinyal waktu gelombang radio standar dapat berbeda sampai 100
milisekon.

- Waktu yang sangat singkat ( ephemeris time, ET ), didasarkan pada


pengamatan gerakan bulan mengelilingi bumi. Tahun 1956 sekon sesaat
didefinisikan sebagai

1 / 31.556.925.9747 tahun tropis pada Januari

tanggal nol tahun 1900 pada ET 12 jam, dan diakui sebagai standar waktu
yang tidak berubah-ubah.
Kerugian penggunaan sekon sesaat ini, bahwa dia hanya dapat ditentukan
selama beberapa tahun dari seluruh pekerjaan yang harus dilakukan dan
juga hanya didasarkan pada pengamatan posisi matahari dan bulan.
- Sekarang ini, untuk pengukuran-pengukuran fisis, satuan selang waktu
didefinisikan berdasarkan standar atom.
Jam atom ( pengubahan frekuensi ) pertama yang didasarkan pada atom
cesium telah dioperasikan pada tahun 1955 dan selang waktu yang
diberikan oleh jam cesium lebih teliti dari yang diberikan oleh sebuah jam
yang dikalibrasi berdasarkan pengukuran astronomi.
- Satuan waktu atom, pertama-tama dikaitkan dengan UT, akan tetapi akhirnya
dinyatakan dalam ET dan sekarang ICWM ( International Committee of

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

14

Weight and Measures ) mendefinisikan sekon berdasarkan frekuensi


peralihan cesium, dengan menetapkan nilai sebesar 9192631770 Hz untuk
peralihan atom cesium yang paling baik tanpa diganggu / dipengaruhi
medan-medan luar.
- Definisi atom untuk sekon memberikan kenyataan suatu ketelitian yang jauh
lebih besar daripada yang dicapai berdasarkan pengamatan astronomi, dan
menghasilkan dasar waktu yang lebih seragam dan memuaskan.
- Penentuan selang waktu saat ini, dapat dilakukan dalam beberapa menit
pada ketelitian yang lebih besar dari pengukuran astronomi yang
memerlukan waktu beberapa tahun untuk melengkapinya.
- Sebuah jam atom dengan ketepatan yang melebihi satu mikro sekon ( S )
setiap hari beroperasi dan merupakan standar frekuensi primer di NBS,
Dan sebuah skala waktu atom yang diberi nama NBS- A dirawat bersamasama dengan jam ini
2.9

Standar Listrik

2.9.1

Amper Absolut
- Satuan Standar internasional ( SI ) mendefinisikan amper ( satuan dasar
untuk arus listrik ) sebagai arus konstan, jika dipertahankan dalam dua
konduktor

lurus

sejajar

yang

panjangnya

tidak

berhingga

dan

penampangnya diabaikan, dan kedua konduktor tersebut ditempatkan pada


jarak 1 meter di dalam ruang hampa, akan menghasilkan gaya diantara
keduanya sebesar 2 x 10 -7 persatuan panjang.
- Sebelumnya,

pengukuran

amper

absolut

dilakukan

dengan

cara

kesetimbangan arus, yaitu mengukur gaya antara dua konduktor sejajar,


akan tetapi pengukuran ini agak kasar, sedang yang diperlukan adalah
memperoleh standar yang lebih praktis dan dapat diproduksi untuk
kepeluan laboratorium nasional.
- Nilai amper internasional didasarkan pada endapan elektrolit perak dari
larutan perak nitrat, yang didefinisikan sebagai arus yang mengendapkan
perak pada laju kecepatan 1,118 miligram per sekon dari suatu larutan
perak standar.
- Pada tahun 1948 amper internasional diganti dengan amper absolut dan
penentuannya juga didasarkan pada kesetimbangan arus, yaitu : mengukur
gaya yang dihasilkan oleh dua kumparan pembawa arus.
memberikan suatu harga amper yang lebih baik dari sebelumnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

15

Cara ini

- Amper absolut menjadi satuan dasar arus listrik dalam SI.


2.92

Standar Tahanan
- Nilai ohm absolut dalam sistem SI didefinisikan dalam satuan-satuan dasar
panjang, massa dan waktu.
Pengukuran ohm absolut dilakuka IBWM dan laboratorium standar nasional
dan keduanya merawat sekelompok standar primer 1 ohm yang secara
berkala diperiksa satu sama lain dan kadang-kadang diverifikasi terhadap
standar absolut.
- Tahanan standar ; sebuah kumparan kawat terbuat dari paduan mirip
manganin yang memiliki tahanan jenis ( resistivitas ) listrik yang tinggi dan
koefisien tahanan temperatur yang rendah. Kumparan tersebut ditempatkan
di dalam sebuah bejana berdinding rangkap dan disegel untuk mencegah
perubahan tahanan karena kondisi uap air di udara luar ( gambar 1 ).
- Standar sekunder dan standar kerja dibuat oleh beberapa pabrik instrumen
dalam rangkuman yang lebar, umumnya dalam perkalian 10 ohm. Tahanantahanan ini dibuat dari paduan dari paduan kawat tahanan, seperti
manganin atau Evanohm.
- Nilai yang tepat dari tahanan pada setiap temperatur dapat ditentukan
berdasarkan
Rt = R250C + ( t - 25 ) + ( t - 25 ) 2
Dimana : Rt = tahanan pada temperature sekeliling ( t )
R250C = tahanan pada temperatur 25 0 C
dan = koefisien-koefisien temperatur

Gambar 1

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

16

2.9.3

Standar Tegangan
- Standar primer untuk tegangan untuk pemeliharaan volt adalah sel Weston
normal atau saturasi / jenuh ( NBS ).
- Sel Weston memiliki sebuah elektroda positif air raksa dan elektroda negatif
cadmium amalgam ( 10 % Cd ), elektrolitnya suatu larutan cadmium sulfat ,
dan komponen-komponen ini ditempatkan dalam sebuah bejana berbentuk
H

( gambar 2 ).

Gambar 2

- Sel Weston terdiri dari dua jenis, yaitu :


a. Sel jenuh ( saturasi ), dimana elektrolit dibuat saturasi pada semua
temperatur oleh kristal-kristal kadmium sulfat yang menutupi elektrodaelektroda. Sel ini mempunyai variasi tegangan dengan kenaikan 40

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

17

V per 1 0 C, namun memiliki kemampuan reproduksi yang lebih baik dan


lebih stabil dari sel yang tidak saturasi.
b. Sel tidak jenuh ( unsaturated ), dimana konsentrasi kadmium sulfat
sedemikian hingga menghasilkan saturasi pada temperatur 4

C, dan

sel ini mempunyai koefisien tegangan temperatur yang dapat diabaikan


pada temperatur ruangan normal.
2.9.4

Standar Kapasitansi
- Satuan tahanan dinyatakan dengan tahanan standar dan satuan tegangan
oleh sel Weston, maka banyak satuan-satuan listrik dan maknit dinyatakan
dalam standar-standar tersebut.
- Satuan kapasitansi ( farad ) dapat diukur dengan menggunakan jembatan
Maxwell, yang diberi sumber arus searah, dimana kapasitansi ditentukan
dari lengan-lengan jembatan yang resistif dan dari frekuensi komutasi dc.
- Rangkain jembatan ditunjukkan pada gambar 3, dimana kapasitas C secara
bergantian dimuati dan dikosongkan melalui kontak komutasi dan tahanan
R. Kesetimbangan jembatan diperoleh dengan mengatur R3 , memberikan
penentuan yang tepat bagi nilai kapasitansi yang dinyatakan dengan
konstanta- konstanta lengan jembatan dan frekuensi komutasi.

- Kapasitor-kapasitor standar umumnya dibuat dari susunan pelat-pelat logam


dengan menggunakan udara sebagai bahan dielektrik. Luas

dan jarak

Gambar
3
antara pelat-pelat tersebut harus
diketahui
dengan tepat dan dengan

demikian kapasitansi kapasitor udara dapat ditentukan dari dimensi-dimensi


dasar ini.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

18

- Standar-standar kerja kapasitansi dapat diperoleh dalam suatu rangkuman


yang sesuai, dimana nilai yang lebih kecil umumnya adalah kapasitorkapasitor udara, sedangkan kapasitor yang lebih besar menggunakan
bahan dielektrik padat.
- Kapasitor yang terbuat dari perak-mika merupakan standar kerja yang sangat
baik.
2.9.5

Standar Induktansi
- Standar primer untuk induktansi diturunkan dari ohm dan farad daripada
menurunkannya dari induktor-induktor yang ukuran geometrisnya besar
yang digunakan untuk penentuan nilai ohm absolut.
- Standar Campbell dipilih sebagai standar primer untuk induktansi bersama
dan induktansi diri
- Standar kerja untuk induktansi secara komersial, tersedia dalam suatu
rangkuman yang lebar dengan nilai-nilai praktis yang tetap dan berubahubah.
- Suatu standar induktansi yang tetap, mempunyai nilai dari 100 H sampai 10
H dengan ketelitian garansi sebesar 0,1 % pada suatu frekuensi operasi
yang telah ditetapkan.
- Ketelitian induktansi bersama adalah dalam orde 2,5 % dengan nilai
induktansi antara 0 200 mH
- Kapasitansi yang terdistribusi terdapat antara gulungan-gulungan induktor,
dan kesalahan yang diakibatkannya harus diperhitungkan.

2.10.

Standar Maknit

2.10.1 Pengukuran Balistik untuk Pengukuran Fluksi ( )


Untuk mengukur fluksi maknit digunakan galvanometer balistik, dimana
galvanometer ini bekerja menggunakan

prinsip d Arsonval dan dirancang

khusus untuk pemakaian selama 20 30 sekon dengan kepekaan tinggi.


Pada pengukuran balistik ini, kumparan menerima suatu impuls arus sesaat,
mengakibatkan kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali berhenti
dalam gerakan berosilasi.
Jika impuls arus berlangsung singkat, maka defleksi mula-mula dari posisi
berhenti berbanding lurus dengan kuantitas pengosongan muatan listrik melalui

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

19

kumparan. Nilai relatif impuls arus yang diukur dalam defleksi sudut mula-mula
dari kumparan adalah :
Q
Q = K

K = -----

(1)

..

Dimana : Q = muatan listrik ( coulomb )


K = kepekaan galvanometer ( coulomb / radian defleksi )
= defleksi sudut kumparan ( radian )
Pengukuran Kepekaan galvanometer ( K )
Harga kepekaan ( K ), dipengaruhi oleh redaman dan besarnya diperoleh
secara eksperimental, melalui pemeriksaan kalibrasi pada kondisi pemakaian
yang nyata.
Untuk mengkalibrasi galvanometer, digunakan beberapa metoda, yaitu :
1. metoda kapasitor
2. metoda solenoida
3. metoda induktansi bersama
Metoda induktansi bersama :
Pada metoda ini, sumber arus di rangkaian primer dikopel melalui ke
galvanometer, melalui pengujian induktansi bersama ( M ).
Rangkaian yang digunakan dalam metoda ini, ditunjukkan pada gambar 4

Gambar 4

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

20

Jika arus primer ( I ) arahnya dibalik ( dari + I menjadi - I ), akan terjadi


penyimpangan galvanometer

( ) sebanding dengan konstanta-konstanta

rangkaian dan kepekaan galvanometer ( K ).

Akibat perubahan arah arus ini, besar muatan total di dalam rangkaian adalah :
2MI
Q

--------

.( 2 )
Dimana : M =
R =

coulomb )

induktansi bersama ( Henry atau H )


tahanan total rangkaian ( ohm atau )

Subsitusikan harga pada persamaan ( 2 ) kedalam persamaan ( 1 ), maka


diperoleh harga K, yaitu :
Q
K

2MI/R
-------

2 MI

-------------

----------

...

( 3 )

Pengukuran fluksi ( ) yang dihasilkan maknit permanent


Pengukuran fluksi menggunakan galvanometer balistik yang sudah dikalibrasi,
ditunjukkan pada gambar 5.

Gambar 5

Dari gambar 5, dapat dilihat bahwa galvanometer balistik dihubungkan seri


dengan sebuah tahanan variabel dan sebuah kumparan yang melilit maknit
permanent yang akan ditentukan fluksinya.
Tahanan variabel diatur untuk menghasilkan redaman kritis bagi galvanometer.
Prinsip pengukuran :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

21

Jika maknit permanen

dilepas dengan cepat dari kumparan, maka akan

dihasilkan suatu impuls arus yang menyebabkan galvanometer menyimpang.


- Kuantitas muatan melalui galvanometer balistik berbanding lurus dengan
fluksi total ( ) maknit permanen dan jumlah lilitan kumparan ( N ) dan
berbanding terbalik dengan tahanan total rangkaian ( R ), dan secara
matematis :
N
Q

---------

( coulomb )

( 4 )
R
Subsitusikan harga pada persamaan ( 4 ) kedalam persamaan ( 1 ), diperoleh
defleksi galvanometer ( ) :
Q

N/R

= ------- = ----------- =

N
--------

.( 5 )
K

KR

Dari persamaan ( 5 ) untuk suatu harga Q , dapat diperoleh harga yang


besarnya :
KR

--------

weber

( 6 )
N
Catatan : Faktor kepekaan K harus dievaluasi terhadap tahanan rangkaian
yang digunakan pada setiap pengukuran.
2.10.2 Standar Fluksi Maknit
Untuk mengukur fluksi standar yang dihasilkan oleh maknit-maknit standar,
digunakan metoda pengukuran pada gambar 5 diatas.
Maknit-maknit ini dipelihara sebagai standar fluksi maknit ( magnetic flux
standards ).
Standar Maknit Hibbert
Standar maknit ini, merupakan sumber fluksi standar yang tidak bergantung
pada arus eksitasi dari luar, dan konstruksinya ditunjukkan pada gambar 6.
Kontruksi dari standar maknit Hibbert antara lain terdiri dari :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

22

- maknit permanent yang dibungkus didalam sebuah bejana yang terbuat dari
besi lunak yang mempunyai celah udara berbentuk lingkaran yang sempit.
- Sebuah silinder kuningan digantungkan didalam celah udara, dan pada
silinder dililitkan sebuah lilitan kawat terisolasi yang terbuat dari tembaga.
Prinsip kerja :
Jika pemegang dilepas, maka silinder kuningan akan jatuh melalui fluksi di
dalam celah udara, dan akan diinduksikan arus listrik di dalam lilitan kawat
sebanding dengan laju fluksi maknit yang dipotong oleh lilitan kawat yang
terjatuh tersebut

Gambar 6

- gaya yang bekerja pada lilitan kawat hanya medan gravitasi setempat, maka
laju dimana fluksi terpotong adalah konstan, dan ini berarti bahwa arus
induksi berbanding lurus dengan fluksi di dalam celah udara.
Standar maknit Hibbert merupakan standar sekunder dan harus dikalibrasi
terhadap metoda induktansi bersama.
2.11

Standar Temperatur dan Intensitas Penerangan


Salah satu besaran Si adalah temperatur termodinamika dan satuannya adalah
derejat Kelvin ( 0 K ).

Skala Dasar ( fundamental scale ) :


-

Skala dasar temperatur adalah ; skala termodinamika Kelvin, yang


merupakan acuan untuk semua temperatur. Temperatur dalam skala ini
dinyatakan dengan derejat Kelvin (

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

K ), dengan simbol T.

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

23

Besar derjat Kelvin (

K ) ditetapkan dengan mendefinisikan : temperatur

termodinamika dari titik tripel air ( temperatur keseimbangan antara es,


air dan uap air ) pada temperatur sebesar 273,15

K.

Skala Praktis Internasional / Derejat Celcius :


-

Disababkan pengukuran pada skala termodinamika sulit, maka pada tahun


1927 di konfrensi umum ke 11 mengenai berat dan ukuran , disetujui
skala praktis yang termodifikasi beberapa kali dan disebut sebagai skala
praktis inter- nasional untuk temperatur ( International Practical scale of
temperature ).

Temperatur-temperatur pada skala ini dikenal sebagai derejat Celcius (

C ), yang diberi simbol t .


-

Skala Celcius mempunyai dua temperatur dasar tetap, yaitu :


1. Titik didih air yang tetap , besarnya 100 0 C
2. Titik tripel air yang besarnya 0,01 0 C,
Keduanya ditetapkan pada tekanan atmosfer.

- Temperatur-temperatur, antara lain : titik didih oksigen ( - 182,97

C ), titik

didih belerang ( 446 0 C ), titik beku perak ( 960,8 0 C ) dan titik beku emas
0

( 1063

C ) telah ditetapkan diatas dan dibawah kedua temperatur dasar

diatas.
- Konversi antara skala Kelvin dan Celcius, dinyatakan sebagai berikut :
t

Ta

.( 7 )
dimana : Ta = 273,15 derejat
Termometer Standar Primer
- Merupakan sebuah termometer tahanan platina dengan konstruksi khusus,
sehingga kawat platina tidak dipengaruhi oleh regangan.
- Nilai-nilai yang diinterpolasi antara temperatur dasar yang nilai tetap dan
temperatur primer yang nilainya tetap pada skala yang ditentukan oleh
rumus-rumus yang didasarkan pada sifat-sifat tahanan dari kawat platina
tersebut.
Standar Primer Intensitas Penerangan (Standards of Luminous Intensity)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

24

- adalah sebuah radiator sempurna ( radiator benda hitam atau Planck ), pada
temperatur pembekuan platina ( 2042

K ).

- Lilin ( candela ) didefinisikan sebagai : 1 / 60 intensitas penerangan setiap


sentimeter kuadrat ( cm 2 ) radiator sempurna.
- Standar sekunder untuk intensitas penerangan adalah : lampu-lampu khusus
yang filamennya terbuat dari wolfram, beroperasi pada temperatur yang
menyebabkan distribusi daya spektral di dalam daerah yang dapat dilihat
sepadan dengan standar dasar.
- Standar sekunder secara berkala harus dikalibrasi kembali terhadap standar
dasar.

Daftar Pustaka
1.

Wiliam D. Cooper, Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB


Ir. S.O.D. Limbong

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

25