Anda di halaman 1dari 10

Indikator Sikap :

2.1.1 Menunjukkan sikap jujur, tanggung jawab, kritis, objektif, toleran, dan
teliti pada saat menyelesaikan permasalahan mengenai notasi ilmiah.
2.1.2 Menunjukkan sikap jujur, tanggung jawab, kritis, objektif, toleran, dan
teliti pada saat menyelesaikan permasalahan mengenai angka penting.
Indikator Pengetahuan :
3.1.1 Menjelaskan konsep notasi ilmiah.
3.1.2 Menuliskan operasi bilangan dengan notasi ilmiah.
3.1.3 Menjelaskan konsep angka penting.
3.1.4 Menuliskan operasi bilangan dengan aturan angka penting.
Indikator Keterampilan :
4.1.1 Menuliskan hasil diskusi berdasarkan notasi ilmiah.
4.1.2 Menuliskan hasil pengamatan berdasarkan aturan angka penting.
4.1.3 Melaporkan hasil diskusi berdasarkan notasi ilmiah.
4.1.4
4.1.5 Melaporkan hasil pengamatan berdasarkan aturan angka penting.

A. PENDAHULUAN

Gambar 1. Massa Planet Jupiter yang 11,2 Kali Lipat Massa Bumi (Sumber:
http://www.jawaban.com)
Dalam fisika, sering dijumpai bilangan yang sangat kecil atau sangat besar. Misalnya
massa elektron yang sangat kecil dan massa planet Jupiter yang 11,2 kali lipat massa Bumi.
Sebagai contoh, massa elektron kira-kira 0,000000000000000000000000000000911 kg dan
massa planet Jupiter 669.800.000.000.000.000.000.000.000.000 kg. Kita tentunya merasa
kesulitan jika harus menuliskan massa elektron dan planet Jupiter tersebut. Ada satu cara mudah
untuk menuliskan bilangan tersebut, yaitu dengan notasi ilmiah atau notasi baku.
1

Pernahkah kalian melakukan kegiatan pengambilan data? Proses pengukuran hingga


memperoleh data hasil pengukuran itulah yang dinamakan pengambilan data. Apakah hasil
pengukuran dapat memperoleh nilai yang tepat? Proses pengukuran banyak terjadi kesalahan.
Kesalahan bisa terjadi dari orang yang mengukur, alat ukur atau lingkungannya. Untuk memuat
semua keadaan itu maka pada hasil pengukuran dikenal ada angka pasti dan angka taksiran.
Gabungan kedua angka itu disebut angka penting.
A. NOTASI ILMIAH
Kita akan kesulitan jika harus menuliskan bilangan yang sangat besar, maupun bilangan
yang sangat kecil. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kita memerlukan suatu cara untuk
menyederhanakan bilangan-bilangan tersebut. Salah satu cara untuk menyederhanakan bilangan
tersebut adalah dengan notasi ilmiah. Notasi ilmiah adalah suatu cara menuliskan suatu
bilangan dalam bentuk sebagai berikut.
a, 10n
Keterangan:
a = bilangan asli dari 1 sampai 9 (bilangan penting)
n = pangkat, dengan n adalah bilangan bulat (orde)
Berdasarkan notasi tersebut, massa elektron dapat ditulis 9,11 10-31 kg sedangkan massa
Jupiter adalah 6,698 1029 kg. Untuk mencari a dan n, kita dapat mengikuti cara berikut.
a. Untuk bilangan 10, beri tanda koma desimal di akhir bilangan, kemudian pindahkan
tanda koma desimal ke kiri sampai tertinggal 1 angka (a,). Hitunglah angka yang
terlewati merupakan pangkat (n) dan bernilai positif (+).
b. Untuk bilangan 1, pindahkan tanda koma desimal ke kanan sampai ke satu angka yang
bukan angka nol. Hitunglah angka yang terlewati saat memindahkan anda koma tersebut.
Jumlah angka yang terlewati merupakan pangkat (n) dan bernilai negatif (-)

Contoh soal:

Soal :

Penyelesaian :

Tuliskan dengan notasi ilmiah hasil pengukuran

a. 1.230 m = 1,23 103m

berikut.

b. 0,000001257 Tm/A
= 1,257 10-6Tm/A

a. Jarak rumah Andi ke sekolah 1.230 m.


b. Dalam fisika, besar permeabilitas ruang

c. 300.000.000 m/s

hampa adalah 0,000001257 Tm/A.

= 3,0108 m/s

c. Kecepatan cahaya adalah 300.000.000 m/s.

d. 1.990.000.000.000.000.000.00

d. Massa matahari sebesar

0.000.000.000 kg

1.990.000.000.000.000.000.000.000.000.000
kg.

= 1,99 3030 kg
e. 0,00000000000000000016 C
=1,610-19 C

e. Muatan elektron adalah


0,00000000000000000016 C

Untuk menyederhanakan suatu bilangan yang sangat besar maupun sangat kecil, selain
dengan notasi ilmiah, kita juga bisa menggunakan awalan-awalan untuk bilangan 10 n seperti
pada Tabel 1.
Tabel 1. Tabel Awalan-Awalan dalam SI
Faktor
Awalan
Simbol
1
10
deka (deca)
Da
2
10
Hekto
H
3
10
Kilo
K
106
Mega
M
109
Giga
G
12
10
Tera
T
1015
Peta
P
18
10
eksa (exa)
E
Sumber: Halliday & Resnick 1995 hal 6

Faktor
10-1
10-2
10-3
10-6
10-9
10-12
10-15
10-18

Contoh soal

Awalan
desi (desi)
senti (centi)
mili
mikro
nano
piko (pico)
femto
Atto

6 10 3
kg 6kg
10 3
6 10 3

6 10 5 kg
2
10
3
3. 1MV 10 kV 10 6 v 10 9 mV
2. 6 10 3 g

101
dam 1dam
101
101
6 m 105m
10

1. 101 m

Simbol
D
C
M

N
P
F
A

B. ANGKA PENTING
Pande dan 4 orang temannya sedang mengukur panjang buku tulis. Mereka mengukur 10
buku tulis menggunakan mistar. Dari hasil pengukuran, mereka mendapatkan 5 buku tulis yang
mempunyai panjang, yaitu 30,20 cm. Perhatikan Gambar 2.

Gambar 2. Pande Sedang Mengukur Buku Tulis yang Panjangnya 30,2 cm


Dari cerita tersebut, kalian menemukan angka 4 orang, 10 buku, dan 5 buku. Angka 4, 10,
dan 5 di atas disebut angka eksak yaitu angka yang sudah pasti nilainya dan tidak diragukan lagi.
Bilangan eksak didapatkan dari perhitungan, bukan hasil pengukuran. Contohnya: 5 jeruk, 15
pensil, 7 orang, 4 kelas, dan sebagainya.
Gambar 2. memperlihatkan hasil pengukuran panjang buku tulis adalah 30,20 cm. Angka
30,20 dari hasil pengukuran ini disebut angka penting. Angka 30,2 adalah angka yang dapat
kalian baca dari skala mistar disebut angka pasti, sedangkan 0,00 disebut angka taksiran (tidak
pasti) karena angka ini tidak dapat dilihat atau dibaca. Angka penting adalah semua angka yag
diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.

a. Aturan Angka Penting


Hasil pengukuran pada gambar 2 mempunyai 4 angka penting, yaitu 3 angka pasti dan 1
angka taksiran. Untuk mengetahui jumlah angka penting pada suatu bilangan, kalian
dapat mengikuti aturan angka penting sebagai berikut.
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh : 12,55 mempunyai 4 angka penting.

2. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh 4050,04 mempunyai 6 angka penting.
3. Angka nol disebelah kanan angka bukan nol tanpa desimal adalah bukan angka
penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah/atas).
Contoh: 502.000 mempunyai 3 angka penting
502.000 mempunyai 4 angka penting
502.000 mempunyai 5 angka penting
4. Angka nol di sebelah kanan tanda desimal, dan di sebelah kiri angka bukan nol
adalah bukan angka penting.
Contoh : 0,0034 mempunyai 2 angka penting.
5. Semua angka di sebelah kanan tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol
adalah angka penting.
Contoh 12,00 mempunyai 4 angka penting
0,004200 mempunyai 4 angka penting
Contoh soal

Soal :

Penyelesaian:

Berapakah jumlah angka penting pada hasil

a. 456,2 m mempunyai 4 angka penting.

pengukuran di bawah ini?

b. 8000 s mempunyai 1 angka penting.

a. Sudana berjalan sejauh 456,2 m.

c. 1310,06

b. Pelari itu telah berlari selama 8000 s.

mempunyai

angka

penting.
d. 3,0 108 m/s mempunyai 2 angka

c. Massa mobil truk 1310,06 kg.


d. Kecepatan cahaya adalah 3,0 108

penting.
e. 0,00250C

m/s.
e. Suhu di kutub utara dapat mencapai

mempunyai

angka

penting.

hingga 0,00250C.

f. 0,50 ampere mempunyai 2 angka

f. Kuat arus listrik yang dihasilkan

penting.

sebuah baterai sekitar 0,50 ampere.


b. Operasi Angka Penting

Untuk menyelesaikan operasi bilangan yang melibatkan angka penting, diterapkan


beberapa aturan yang sedikit berbeda dengan operasi bilangan biasanya. Sebelum
membahasnya lebih lanjut, kita harus tahu prinsip pembulatan angka terlebih dahulu.
1. Pembulatan angka
Pembulatan angka ini sering digunakan dalam materi-materi selanjutnya. Aturan
dalam pembulatan angka penting adalah sebagai berikut.
a. Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5
dihilangkan.
Contoh: 456,67 dibulatkan menjadi 456,7
456,64 dibulatkan menjadi 456,6
b. Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya angka
ganjil, dan dihilangkan jika angka sebelumnya angka genap
Contoh: 456,65 dibulatkan menjadi 456,6
456,55 dibulatkan menjadi 456,6
2. Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting
Operasi penjumlahan dan pengurangan angka penting mengikuti aturan:
Penulisan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan mengikuti jumlah angka
taksiran yang paling sedikit dan pembulatan dilakukan sekali saja.
Contoh Soal
Soal :

Penyelesaian:

a. Berapakah jumlah dari 16,256 g; 17,19 g;

a. 16,256 + 17,19 + 9,3 = 42,7

dan 9,3 g?
b. Seorang pendaki telah menempuh jarak
dari kaki hingga puncak gunung dengan
waktu

121.234,3233

s.

Jika

berapa

lamakah

(3 angka taksiran)

17,19

(2 angka taksiran)

9,3

(1 angka taksiran)

selama

perjalanan pendaki beristirahat selama


2.563,98

16,256

42,7

pendaki

(1 angka taksiran)

b. 121.234,3233 s 2.563,98 s =

tersebut berjalan?

118.670,35 s

3. Perkalian dan Pembagian Angka Penting


Operasi perkalian dan pembagian mengikuti aturan sebagai berikut.
a. Jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah angka
penting yang paling sedikit.
b. Untuk perkalian dan pembagian angka penting dengan angka eksak, hasil
akhir mengikuti jumlah angka penting tersebut.
Contoh Soal
Dengan menggunakan aturan angka penting,
hitunglah soal berikut.
a. Berapakah

luas

sebuah

Penyelesaian:
a. 0,548

(3 angka penting)

0,2

(1 angka penting)

bidang

berukuran 0,548 m 0,2 m?

b. Jika satu kantong pupuk mempunyai

0,1196

massa 8,31 kg, berapakah massa 41

maka hasilnya cukup ditulis 0,1 m2

kantong pupuk?

(mempunyai 1 angka penting)

c. Pak Made membeli 150,6 kg apel. Apel

b. 8,31

tersebut dimasukkan ke dalam 15

41

karung.

Berapakah

massa

setiap

(3 angka penting)
(angka eksak)

karung?

341
ditulis 341 kg (3 angka penting)
c. 150,6 : 15 = 10,04
ditulis 10,04 kg (4 angka penting).

UJI KOMPETESI
1. Tuliskan dengan notasi ilmiah dan awalan-awalan hasil pengukuran berikut.
a. Jarak rata-rata bumi ke matahari adalah 149.000.000.000 m.
b. Tetapan Stefan Boltzman adalah 0,00000005669 W/K4m2.

c. Bilangan Avogadro adalah 602.300.000.000.000.000.000.000 mol/gram.


d. Nilai visikositas air pada suhu 00C adalah 1.010 Ns/m2.
e. Waktu paruh dari 84Po214 adalah 0,00016 s.
2. Tentukan jumlah angka penting hasil-hasil pengukuran di bawah ini.
a. Cepat rambat bunyi pada kaca adalah 5.170 m/s.
b. Indeks bias air adalah 1,333.
c. Luas sebuah bidang yang berukuran 2,74 m 10,4 m.
d. Konstatanta Planck adalah 6,63 10-34 Js.
e. Waktu paruh dari 84Po214 adalah 0,00016 s.
f. Tetapan Stefan Boltzman adalah 0,00000005669 W/K4m2.
g. Bilangan Avogadro adalah 602.300.000.000.000.000.000.000 mol/gram.
h. Nilai visikositas air pada suhu 00C adalah 1.010 Ns/m2.
3. Pada perlombaan lari estafet, satu tim terdiri dari 4 orang. Pelari pertama memerlukan
waktu 18,45 s untuk sampai di pelari ke dua. Pelari kedua memerlukan waktu 20,2 s untuk
sampai di pelari ketiga. Pelari ketiga memerlukan waktu 19,39 s untuk sampai di pelari
keempat, dan pelari terakhir memerlukan waktu 17,33 s untuk sampai di garis finish.
Berapa waktu yang dibutuhkan pada perlombaan lari estafet tersebut? (Gunakan aturan
angka penting)
4. Putri membeli beberapa perhiasaan emas. Ia membeli gelang 6,38 g, cincin 3,768 g, dan
kalung 10,5 g. Berapa gram emas yang telah dibeli ibu tersebut? (Gunakan aturan angka
penting)
5. Sebuah balok mempunyai panjang 1,54 m, lebar 0,643 m, dan tinggi 0,6 m. Berapakah
volume balik tersebut?
6. Lengkapilah titik-titik di bawah ini.
a. 1000 m = cm = dm = dam = hm = km.
b. 2 103 g = mg = kg = hg.
c. 1 cm2 = mm2 = dm2 = kg2.
d. Untuk V = volt, 1 PV = TV = Gv = MV = kV = V
e. 1 cm = dm = mm = m = nm = m = m.

DAFTAR PUSTAKA
Halliday, D. & Ressnick, R. 1995. Fisika jilid 1 edisi ke 5. Jakarta: Erlangga.
Handayani, S. & Damari, A. 2009. Fisika 1 : Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Nufus, N. & As, A. 2009. Fisika SMA/MA kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.

2015. Planet Jupiter. Tersedia pada: http://www.jawaban.com. Diakses pada tanggal


11 Maret 2015.

10