Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

SISTEM RESPIRASI

Oleh :
Nama

: Noviyanti Nurlaily Musyafaah

NIM

: 140210103081

Kelas

: B Reguler

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

I. JUDUL
Sistem Respirasi
II. TUJUAN
1. Mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru
III. TINJAUAN PUSTAKA
Respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O2) dari udara oleh organisme
hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan menghasilkan karbon
dioksida (CO2) yang harus dikeluarkan karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Setiap makhluk
hidup melakukan pernapasan untuk memperoleh oksigen O2 yang digunakan untuk
pembakaran zat makanan di dalam sel-sel tubuh. Alat pernapasan setiap makhluk hidup
tidaklah sama, pada hewan invertebrata memiliki alat pernapasan dan mekanisme pernapasan
yang berbeda dengan hewan vertebrata (Waluyo,2010:219).
Secara khusus organ respirasi merupakan media pertukaran O2 dan CO2 dari dalam
dan luar tubuh. Organ ini pada ujungnya merupakan suatu bentuk membran yang sangat tipis,
sehingga memungkinkan pross difusi antara lingkungan luar dengan dalam tubuh (Tim Dosen
Pembina,2014:23).
Pernapasan merupakan proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan
gas yang ada di lingkungannya. Sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan
oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran karbon dioksida (CO 2) disebut
respirasi. Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut juga respirasi aerob sedangkan
respirasi yang tidak membutuhkan oksigen disebut respirasi aaerob (Rahmat,2007:189).
Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dibedakan menjadi 2
jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara
yang terjadi antara udara dalam alveolus denga darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan
dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh
(Yatim,1990:170).
Peran sistem respirasi adalah untuk mengelola pertukaran oksigen dan karbon dioksida
antara udara dan darah. Untuk melakukan pertukaran gas, sistem kardiovaskular bertanggung
jawab untuk perfusi darah melalui paru-paru sedangkan sistem pernapasan melakukan dua
fungsi terpisah yaitu ventilasi dan respirasi (Handoko,2001:30).
Sistem respirasi terdiri atas organ-organ yang berfungsi dalam aktivitas metabolisme
khususnya produksi atau perubahan dari energi kimia yang terikat dalam materi organik
menjadi energi siap pakai (ATP) dalam sel. Hewan umumnya memiliki organ respirasi yang

bermacam-macam tergantung pada habitat dan pola adaptasinya. Selain itu, tingkatan evolusi
juga menentukan macam organ respirasinya (Tim Dosen Pembina,2014:23).
Pada prinsipnya, pertukaran gas yang terjadi di jaringan tubuh dan paru-paru terjadi
secara difusi mengikuti perbedaan tekanan. Udara yang sampai alveoli memiliki tekanan O 2
yang lebih tinggi dan tekanan CO2 yang lebih rendah dibandingkan dengan darah dalam
pembuluh arteri yang melewati alveoli. Jika tekanan udara 1 atmosfer (760 mmHg) dan
volume O2 adalah 21%, tekanan parsial O2 (PO2) di udara bebas adalah 0,21 x 760 mmHg,
yaitu sekitar 160 mmHg. Sementara itu, tekanan parsial CO 2 (PCO2) diketahui adalah sekitar
0,23 mmHg. Akibatnya O2 dari udara berdifusi melewati epitel alveoli dan kapiler ke dalam
darah di dalam kapiler (Campbell,1998:845).
Sistem pernafasan dapat dibagi menjadi dua yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut.
Pernafasan dada adalah pernafasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Fase inspirasi, otot tulang rusuk berkontraksi, sehingga rongga dada membesar,
akibatnya tekanan udara dalam rongga dada lebih kecil dapat masuk membawa
oksigen.
b. Fase ekspirasi, otot antar tulang rusuk kembali ke posisi semula (relaksasi),
sehingga rongga dada kembali mengecil, akibatnya tekanan dalam rongga dada
lebih besar dibanding udara luar sehingga udara didalam rongga dada yang kaya
akan karbondioksida keluar.
Pernafasan perut adalah pernafasan yang melibatkan otot difragma.
Mekanismenya dapat dibedakan menjadi :
a. Fase inspirasi, otot diafragma berkontraksi sehingga rongga dada membesar,
akibatnya tekanan dalam rongga dada mengecil dan udara diluar masuk.
b. Fase ekspirasi, otot diafragma relaksasi sehingga rongga dada mengecil, akibatnya
tekanan dalam rongga dada membesar dan udara dalam rongga dada keluar dengan
membawa karbondioksida (Wiwi,2006:72).
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara ini
dikenal sebagai kapasitas total udara pernafasan manusia. Walaupun demikian, kapasitas vital
udara yang digunakan dalam proses bernafas mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa
udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi paru-paru (Waluyo,2006:93).
Cepat lambatnya pernapasan dipengaruhi oleh :
a. Umur
Semakin tua maka pernapasannya pun makin lambat karena hanya membutuhkan
sedikit energi
b. Jenis kelamin
Laki-laki lebih membutuhkan banyak energi dibanding perempuan

c. Suhu tubuh
Suhu tubuh turun, maka oksigen semakin banyak dibutuhkan untuk meningkatkan
metabolisme
d. Posisi tubuh/aktivitas
Makin aktif tubuh, makin banyak tubuh membutuhkan oksigen (Waluyo,2006:257264)
IV. METODE PERCOBAAN
4.1. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
a.
b.
c.
d.
e.

Bak Besar
Botol besar bervolume 5 liter
Pipa plastik
Timbangan berat badan
Alat ukur (Meteran baju)

BAHAN :
a. Kapas steril
b. Air secukupnya
c. Manusia
4.2. CARA KERJA
Membuat skala pada botol besar dari 0-0,25-0,5-0,75-1-1,25-1,5- dan seterusnya,
menggunakan gelas ukuran untuk membuat skala

Mengisi botol besar lalu membaliknya

Memasang pipa plastik seperti pada gambar dalam modul

Orang percobaan menarik napas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas


sekuat-kuatnya (maksimal) lewat mulut yang dihubungkan dengan pipa plastik

Membaca volumenya dan menuliskan pada lembar pengamatan

Menyuruh orang percobaan melakukan gerak badan misalnya berlari mengelilingi


lapangan atau ruangan

Menarik nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas sekuat-kuatnya


(maksimal) lewat mulut yang dihubungkan dengan pipa plastik

Membandingkan kapasitas vital sebelum dan setelah olahraga

V. HASIL PERCOBAAN
Umur

Jenis
kelami
n (L/P)

Tinggi
badan
(cm)

Berat
badan
(kg)

Lingka
r dada

Diam

Lari

Army

19

160

46

79

2000

1500

Elok

18

153

36

78

2250

1500

Bagus

18

162

83

105

2250

1750

Fertiangga

18

173

61

85

1600

1500

Elma

18

152

41

79

2500

1500

Anis

20

165

46

77

1750

1250

Deki

18

163

65

84

2750

1500

Ubait

17

168

43

77

2500

1750

N
o

Nama
Probandus

Kapasitas Vital

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini membahas tentang sistem respirasi yang tujuannya adalah untuk
mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru. Dalam percobaan kali ini dilakukan 2 perlakuan
namun sebelum itu para probandus dicatat nama, umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat

badan dan terakhir diukur lingkar dada. Perlakuan pertama yakni bernafas tanpa melakukan
gerakan (berlari) sedangkan perlakuan kedua bernafas setelah probandus berlari.
Langkah-langkah dalam percobaan kali ini adalah membuat skala pada botol besar dari
0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 dan seterusnya dengan menggunakan gelas ukuran
untuk membuat skala kemudian mengisi botol besar lalu dibalik lalu memasang pipa plastik
seperti gambar pada modul. Pada perlakuan pertama probandus (orang percobaan) menarik
napas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas sekuat-kuatnya (maksimal) lewat mulut
yang dihubungkan dengan pipa plastik kemudian membaca volumenya dan mencatat pada
hasil pengamatan. Perlakuan kedua yakni probandus (orang percobaan) melakukan gerak
badan misalnya lari-lari mengelilingi lapangan atau ruangan kemudian probandus menarik
napas sedalam-dalamnya dan hembuskan napas sekuat-kuatnya (maksimal) lewat mulut yang
dihubungkan dengan pipa plastik lalu membaca volumenya dan mencatat pada hasil
pengamatan. Setelah itu membandingkan kapasitas vital sebelum dan setelah berlari.
Dari hasil praktikum kali ini dapat kita ketahui bahwa respirasi adalah proses pengambilan
oksigen (O2) serta pengeluaran karbondioksida (CO 2) dari dalam ke luar tubuh maupun
sebaliknya. Jika dikaitkan dengan dasar teori ini benar karena menurut buku Biology Umum
karangan Joko Waluyo tahun 2010 bahwa respirasi adalah suatu proses pertukaran gas
oksigen (O2) dari udara oleh organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme
yang akan menghasilkan karbon dioksida (CO 2) yang harus dikeluarkan karena tidak
dibutuhkan oleh tubuh. Setiap makhluk hidup melakukan pernapasan untuk memperoleh
oksigen (O2) yang digunakan untuk pembakaran zat makanan di dalam sel-sel tubuh.
Pada praktikum kali ini kita dapat membandingkan umur, jenis kelamin, tinggi badan,
berat badan dan lingkar dada terhadap kapasitas vital sebelum berlari. Jika dikaitkan dengan
dasar teori pengaruh umur dengan kapasitas vital pada paru-paru seseorang adalah semakin
bertambah usia seseorang, maka semakin rendah frekuensi pernapasannya. Namun dalam
praktikum ini tidak terbukti karena pada probandus Fertiangga kapasitas vitalnya lebih rendah
dari pada Anis yang memiliki umur lebih tua.
Dari dasar teori diketahui pengaruh jenis kelamin dengan kapasitas vital pada paru-paru
yakni laki-laki umumnya bernafas lebih pelan dari pada perempuan ini dikarenakan volume
paru-paru laki-laki lebih besar dari pada perempuan. Namun kadar O 2 yang dibutuhkan lakilaki lebih besar dari pada perempuan, ini karena pada umumnya laki-laki lebih banyak
bergerak dari pada perempuan. Jika dikaitkan dengan praktikum kali ini memang benar
seperti kapasitas vital pada probandus yakni deki yang lebih besar kapasitas vitalnya dari
Army.

Tinggi badan dan berat badan juga mempengaruhi kapasitas vital paru-paru seseorang.
Jika dikaitkan dengan teori, semakin ideal berat badan dengan tinggi badan seseorang maka
kapasitas vitalnya juga semakin besar karena orang yang ideal akan dapat lebih aktif bergerak
dari pada orang yang kurang ideal. Namun itu tidak sesuai dengan hasil praktikum yang
didapat bahwa probandus yang tidak ideal pun memiliki kapasitas vital yang hampir mirip
dengan probandus yang ideal contohnya seperti pada probandus kelompok 3 yakni Bagus.
Lingkar dada seseorang mempengaruhi besar kecilnya paru-paru seseorang. Perbedaan
yang tampak jelas adalah lingkar dada pada pria dan wanita. Pada hasil pengamatan yang
dilakukan terhadap probandus pria dan wanita yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama,
ternyata volume vital paru-paru lebih besar dibandingkan dengan wanita. Sehingga pada pria
yang memiliki lingkar dada besar dapat diartikan bahwa pria tersebut memiliki paru-paru
yang lebih besar.
Kapasitas vital paru-paru merupakan banyaknya volume udara yang keluar dari paru-paru
setelah melakukan inspirasi dan ekspirasi secara maksimum. Volume vital pernapasan terdiri
dari berbagai bagian, diantaranya volume tidal, volume cadangan inspirasi dan volume
cadangan ekspirasi dan volume total paru-paru. Volume tidal adalah volume udara yang dapat
kita hirup dalam keadaan normal atau bisa dikatakan merupakan volume udara pernapasan.
Besarnya kurang lebih adalah 500 cc. Volume cadangan inspirasi adalah volume udara yang
dapat kita hirup setelah melakukan inspirasi tidal. Besarnya kurang lebih adalah 1500 cc.
Volume cadangan ekspirasi adalah volume udara yang dapat kita hembuskan secara maksimal
setelah melakukan ekspirasi tidal. Besarnya kurang lebih 1500 cc. Volume vital paru-paru
adalah volume total udara yang dapat dikeluarkan paru-paru setelah melakukan inspirasi
maksimal. Jadi dapat dikatakan volume vital paru-paru merupakan penjumlahan dari volume
tidal, cadangan inspirasi dan cadangan ekspirasi. Besarnya kurag lebih 3500 cc. Selain itu
juga terdapat volume udara sisa atau residu. Volume udara residu adalah volume udara sisa
yang masih tertampung di paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal. Besarnya adalah
kurang lebih 1000 cc.
Sedangkan volume total merupakan volume udara yang dapat ditampung oleh paru-paru
yang merupakan penjumlahan dari volume udara tidal, cadangan inspirasi, cadangan ekspirasi
dan residu. Jadi paru-paru kita dapat menampung udara hingga volume kurang lebih 4500 cc.
Hasil pengukuran kapasitas vital paru-paru probandus sebelum dan sesudah belari
menunjukkan perbedaan. Kapasitas vital paru-paru probandus setelah berlari semuanya
mengalami penurunan dari sebelum berlari. Hal ini dibuktikan dengan turunnya volume air
didalam botol besar yang skalanya menunjukkan angka lebih rendah dibandingkan sebelum
berlari. Jadi, volume udara yang masuk dalam botol menjadi lebih sedikit daripada sebelum

berlari. Jika dikaitkan dengan dasar teori seharusnya kapasitas vital paru-paru setelah
melakukan aktivitas mengalami peingkatan karena saat beraktivitas mengalami atau
membutuhkan energi yang banyak sehingga meningkatkan laju metabolisme yang akan
dihirup jauh lebih banyak daripada sebelum melakukan aktivitas. Namun, dalam praktikum
kali ini tidak dibenarkan demikian.
Dalam praktikum kali ini menggunakan alat yang sederhana yakni spirometer. Spirometer
ini terdiri dari sebuah drum yang dibalikkan diatas bak air dan drum tersebut diimbangi oleh
suatu beban. Dalam drum terdapat gas untuk bernapas, biasanya udara atau oksigen dan
sebuah pipa atau selang yang berfungsi untuk menghubungkan mulut dengan ruang gas dalam
jerigen/drum. Apabila seseorang bernafas dari dan ke dalam ruang ini, drum akan naik turun
dan kita bisa membaca volumenya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas vital paru-paru pada manusia antara lain :
a. Umur
Semakin bertambahnya umur seseorang maka frekuensi pernafasannya semakin
lambat.
b. Jenis kelamin
Kapasitas vital paru-paru pada laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan. Hal ini
disebabkan karena laki-laki pada umumnya lebih banyak melakukan aktivitas
dibandingkan perempuan.
c. Tinggi badan dan berat badan
Jika lingkar dada seseorang semakin besar, maka kapasitas paru-paru akan semakin
besar pula karena rongga dada yang besar akan memaksimalkan pengembangan paruparu saat fase inspirasi, sehingga oksigen akan semakin banyak yang dihirup. Jika
lingkar dada kecil, maka oksigen yang dihirup juga akan semakin sedikit.
d. Lingkar dada
Semakin besar lingkar dada berarti volume paru-parunya semakin besar sehingga
kapasitas vitalnya juga semakin besar.
e. Aktivitas tubuh
Semakin aktif tubuh seseorang maka kapasitas vitalnya semakin besar pula.
f. Suhu tubuh
Pengaruh suhu tubuh berhubungan dengan proses metabolisme tubuh. Semakin tinggi
suhu tubuhnya semakin tinggi pula frekuensi pernapasannya.
Dalam praktikum ini pula volume jerigen yang digunakan dari angka 250-4000 karena
volume total dari kapasitas vital paru-paru seseorang merupakan volume udara yang dapat
ditampung oleh paru-paru yang merupakan penjumlahan dari volume udara tidal, cadangan
inspirasi, cadangan ekspirasi dan residu sehingga dapat menampung udara hingga volume
kurang lebih 4500 cc.

VII. PENUTUP
7.1. Kesimpulan
Respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O2) dari udara oleh makhluk
hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan menghasilkan karbon
dioksida (CO2). Kapasitas vital paru-paru adalah volume udara maksimum yang dapat
dikeluarkan dari paru-paru setelah terlebih dahulu mengisi paru-paru secara maksimum.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas vital paru-paru adalah jenis kelamin,
umur, berat badan, tinggi badan, lingkar dada dan aktivitas seseorang.

7.2. Saran
-

Diharapkan praktikan lebih teliti lagi dalam membaca volume kapasitas vital paru-

paru seseorang dalam jerigen.


Diharapkan setelah praktikum kali ini praktikan dapat mengetahui kapasitas
pernapasan paru-paru pada manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell,Neil.1998.Biology.Jakarta:Erlangga.
Handoko.2001.Sistem Pernapasan Manusia.Jakarta:Esis.
Rahmat.2007.Biologi Universitas.Jakarta:Gramedia.
Tim Dosen Pembina.2014.Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.Jember:Universitas Jember.

Waluyo,Joko.2006. Anatomi Manusia.Jember:Jember University Press.


Waluyo,Joko.2010.Biologi Umum.Jember:Universitas Jember.
Wiwi,Isnaini.2006.Biologi.Jakarta:Erlangga.
Yatim,Wildan.1990.Biologi Modern Histologi.Bandung:Tarsito.

LAMPIRAN GAMBAR PRAKTIKUM


Gambar alat pada percobaan :

Volume udara probandus tanpa berlari :

Volume udara probandus setelah berlari :