Anda di halaman 1dari 3

Manajemen sumber daya material

Dalam hal manajemen sumber daya material, material harus dikelola


dengan sebaik-baiknya agar kebutuhannya mencukupi pada waktu dan tempat
yang di inginkan. Oleh karena itu, dikenal dengan istilah Just In Time dimana
pemesanan, pengiriman, serta ketersediaan material saat di lokasi sesuai
dengan jadwal yang di rencanakan. Sebagai contoh, istilah ini di pakai dalam
pekerjaan beton dimana pengiriman material dari batching plant ke proyek
selalu menemui kendala waktu. Mutu material juga menurun dikarenakan
kemacetam lalu lintas di sepanjang jalan menuju proyek.
Kebutuhan material biasanya di sediakan oleh pemasok yang hubungan
kontrak nya berlangsung dengan kontraktor pelaksana dan telah di setujui
dengan pemilik proyek melalui wakilnya. Dalam pengelolaan di butuhkan
beragam informasi, diantaranya :

Kualitas material yang dibutuhkan menggunakan tipe tertentu


dengan mutu harus sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi
proyek.
Spesifikasi material, merupakan dokumentasi persyaratan teknis
material yang direncanakan dan menjadi acuan untuk pemenuhan
kebutuhan.
Lingkup penawaran yang diajukan oleh beberapa pemasok adalah
dengan memilih harga yang paling murah dengan kualitas material
yang terbaik.
Waktu pengiriman / delivery , menyesuaikan dengan jadwal
pemakaian material.
Pajak penjualan material dibebankan kepada pemilik proyek yang
telah di hitung dalam harga satuan material atau dalam harga
proyek keseluruhan.
Termin pembayaran logistik material harus disesuaikan dengan
cash flow proyek agar liquiditas keuangan proyek tetap aman.
Pemasok material adalah rekanan terpilih, telah bekerja sama
dengan baik dan memberikan pelayanan yang memuaskan pada
proyek sebelumnya.
Gudang penyimpanan material harus cukup menampung material
yang siap dipakai, sehingga kapasitas dan lalu lintas material harus
diperhitungkan.
Harga material dapat naik sewaktu waktu saat proyek di
laksanakan, sehingga eskalasi harga harus di masukan dalam
komponen harga satuan.
Jadwal penggunaan material harus sesuai antara kebutuhan proyek
dan waktu pengiriman material dari pemasok. Oleh karena itu,
penggunaan subschedule yang untuk tiap tiap item pekerjaan
mutlak dilakukan agar tidak mempengaruhi ketersediaan material
dalam proyek.

Perencanaan Penggunaan Material


Perencanaan terhadap material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan
penggunaan material menjadi efisien dan efektif serta tidak terjadi masalah

akibat tidak tersediaanya material pada saat di butuhkan. Oleh sebab itu banyak
sekali pekerjaan proyek terhenti karna perencanaan atau pengadaan
penggunaan material yang kurang baik.
Dalam pelaksanaan proyek, penggunaan material diawasi dengan ketat
baik kualitas maupun kuantitas, sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan yang
telah ditetapkan.
Berikut adalah beberapa prosedur dalam pengelolaan material :

1. Prosedur Penerimaan Material


Material yang dipesan dan tiba di lokasi proyek, di periksa dan
diawasi oleh bagian logistik dan pengawas mutu dengan memeriksa
kuantitas, kualitas, kelengkapan dokumen dan spesifikasi material.
Bila dalam pemeriksaan terjadi penyimpangan, spesifikasinya tidak
sesuai, maka pengawas mutu dan bagian logistik dapat menolak
permintaan yg disesuaikan dengan peraturan.
Bagian logistik membuat daftar penerimaan material dan laporan
material balance untuk menyesuaikam kebutuhan dan
pemakaian, mengontrol setiap barang yang keluar dan masuk.
Tempat material harus aman, terlindung untuk barang-barang yang
tidak tahan cuaca, tempat penyimpanan terbagi atas kelompok
jenis material yang tidak tumpang tindih.
Bagian teknis

Konfirmasi spesifikasi
dan harga

Pelaksanaan
lapangan

Bagian
Permintaan material logistik

Survei harga
pasar
Dokumentasi material

pengiriman material
ke lapangan

gudang
penyimpanan
material

Pemasok
material
pengiriman material

2. Prosedur Pengadaan Material


Dari master schedule, dibuatkan subschedule untuk meterial yang
sesuai dengan item-item pekerjaan.
Membuat rencana kebutuhan material serta rincian pemakaian dan
volume yang digunakan, sehingga di dapatkan prioritas
penggunaan material di lokasi proyek untuk diajukan ke bagian
logistik.
Bagian logistik melakukan klarifikasi kebutuhan material terhadap
spesifikasi, volume, dan item pekerjaan. Bila klarifikasi sesuai,
bagian logistik memproses pengadaan material.

Agar lebih jelas, penjelasan diatas diberikan suatu diagram alir


prosedurpenggunaan material yang dikendalikan oleh bagian logistik dan
dibantu oleh bagian teknis, untuk memastikan material yang dibeli dan di
pakai sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Survei harga pasar
harus dilakukan dengan cermat agar penyeleksian pemasok material
dapat dilakukan dengan baik.
Agar alur pemakaian material tersebut sesuai dengan jadwal
kebutuhan di lapangan, maka perlu dibuat sub-jadwal penggunaan
material. Sub-jadwal ini disesuaikan dengan master schedule.
Seperti contoh ini :

Sub-Jadwal penggunaan material