Anda di halaman 1dari 18

ISOLASI KAFEIN DARI TEH

Penyaji:
Anisa Sekar P.
Chici Yuliana N.
Dhani Anisah
Ery Fendy N.

Tujuan
Memisahkan senyawa kafein dari daun teh

Data Pengamatan
No.

Perlakuan

1.

Memasukkan

Pengamatan

5 gr daun teh

Hitam

+ 2 gr serbuk kalsium karbonat

Putih

+ 100 ml air

Bening

Ke labu alas bulat


2.

Merefluks 20 menit, menyaring dengen corong Buchner

Massa kertas saring = 0,54 gram

3.

Mengekstraksi dengan dengan 10 ml diklorometan.

Banyak gas

Menggojok, mengambil lapisan bawah

Terbentuk lapisan atas: coklat tua dan


bawah:coklat muda

4.

Menggojok lapisan atas dengan 10 ml diklorometan,


mengambil lapisan bawah

5.

Menambah Na2SO4 anhidrat, menyaring, menguapkan

Larutan dingin

6.

Menambah aseton panas

Warna larutan coklat

Menyaring, menghitung rendemen

Rendemen berwarna hitam


Massa kertas saring+rendemen= 0,7 gram

PEMBAHASAN
Percobaan ini bertujuan untuk memisahkan senyawa
kafein dari daun teh.
Prinsip dasar percobaan ini adalah kafein akan
diekstrak dari daun teh dalam percobaan ini. Kafein yang
membuat sekitar 5% massa daun teh relatif larut dalam
air, oleh karena itu, mudah diekstrak dari struktur
kompleks daun teh dengan menggunakan air panas.
Kafein ini mudah dipisahkan dari senyawa larut air
lainnya yang ada dalam daun teh menggunakan
methylen chlorida (CHCl3) meninggalkan bahan
tambahan yang lebih larut dari dalam daun teh
penguapan kloroform atau methylen chlorida
menggunakan penguapan rotary evaporator
memberikan kafein hampir murni. Namun pada
percobaan ini menggunakan penguapan biasa.

Kafein apabila dikonsumsi terlalu


banyak dapat menyebabkan
interaksi atau keracunan kafein
yaitu mabuk. Dimana gejalanya
adalah keresahan, kerisauan,
insomnia, keriangan, muka
merah, kerap kencing, dan
gastrointestial.

Struktur Kafein

PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari percobaan ini
adalah memasukkan 5 gram
daun teh, 2,2 gram CaCO3, dan
50 ml akuades dalam labu alas
bulat. Warna daun teh kecoklatan
sedangkan warna serbuk kalsium
karbonat adalah putih. Kemudian
campuran tersebut direfluks
selama 20 menit.

Pada percobaan ini digunakan air panas sebagai


pengekstrak teh. Hal ini didasarkan pada
kelarutan kafein meningkat seiring
bertambahnya suhu yaitu sebesar 20mg/ml pada
25oC, 180 mg/ml pada 80oC dan 670 mg/ml pada
100 oC.
Fungsi penambahan kalsium karbonat adalah
untuk memisahkan tanin dari kafein. Hal ini
dikarenakan tanin merupakan senyawa
nukleofilik yang cukup asam maka akan terjadi
reaksi antara tanin dan kalsium karbonat dimana
produk yang terbentuk akan larut dalam air.

Kemudian

setelah direfluks selama


kurang lebih 20 menit, menyaring larutan
tersebut dengan vacum filter dan hirsch
funel (ketika larutan masih panas).
Kemudian larutan hasil penyaringan
didinginkan dengan es batu sampai suhu
kamar. Setelah larutan pada suhu kamar,
kemudian memasukkannya pada corong
pisah dan menambahkan 10 ml methylen
chlorida dan menggojognya sampai
terbentuk 2 lapisan.

Kemudian

mengambil lapisan bawah dan


menampungnya dalam gelas beker.
Setelah itu lapisan atas ditambah lagi
dengan methylen chlorida sebanyak 10 ml
dan menggojog kembali hingga terbentuk
2 lapisan dan lapisan bawah ditampung
kembali dalam gelas beker.
Fungsi penambahan methylen chlorida
adalah memisahkan antara air dan kafein
dimana methylen chlorida akan mengikat
kafein yang terdapat dalam filtrat tersebut.

Lapisan

bawah hasil penggojogan tersebut


dikeringkan dengan Natrium Sulfat
anhidrat, dimana fungsi Natrium Sulfat
anhidrat adalah mengikat air (drying
agent) karena sifatnya yang higroskopis.
Pada penambahan natrium sulfat anhidrat
terdapat endapan putih yang merupakan
natrium sulfat anhidrat, endapan coklat,
dan air. Kemudian menyarungnya dan
didapatkan larutan berwarna hijau muda.

Filtrat

yang didapat kemudian diupkan


dengan cara meletakkan larutan dalam
gelas beker kemudian dipanaskan
dengan kompor listrik. Setelah diuapkan,
larutan kemudian dengan aseton panas
dan kemudian ditetesi tetes demi tetes
Petrolium eter hingga keruh. Setelah itu
mendinginkan larutan tersebut
menggunakan es hingga terbentuk
hablur. Kristal yang terbentuk tersebut
disaring dan dikeringkan dalam eksikator.

Setelah

kering, kristal ditimbang.


Pada percobaan ini fungsi aseton
panas adalah untuk melarutkan
kafein dan zat pengotor yang
masih tertinggal, sedangkan
fungsi petrolium eter adalah
untuk membersihkan kristral
kafein dari zat-zay lain sehingga
diperoleh kafein yang lebih
murni.

Menghitung Rendemen
Dari

percobaan yang telah dilakukan diperoleh massa


kertas saring adalah 0,52gram, sedangkan massa(kertas
saring + kafein) adalah 1,33 gram. Sehingga diperoleh
massa kafein :
Massa Kafein = massa(kertas saring + kafein) massa
kertas saring
= 1,13 gram - 0,52 gram
= 0,79 gram
Sehinggan, Randemen yang didapatkan :
Randemen = massa kafein /massa the mula mula x 100 %
= 0,79/5 x 100%
= 15,8 %

KESIMPULAN
Ekstraksi

adalah metode pemisahan suatu


senyawa atau lebih dari 1 fase ke fase yaang
lain berdasarkan pronsip dasar kelarutan.
Ekstraksi dipengaruhi oleh sifat kelarutan dan
kepolaran dari senyawa-senyawa yang akan
diisolasi dan pereaksi yang digunakan
Jenis-jenis ekstraksi
Ekstraksi cair-cair : jika kedua fasa adalah zat cair
yang tidak saling bercampur.
Ekstraksi padat-cair : zat yang akan diekstraksi
dapat dalam fasa padat.
Ekstraksi asam-basa : berdasarkan sifat asam basa
senyawa prganik disamping kelarutannya

Semua

atom nitrogen kafein


pada dasarnya planar yang
menyebabka molekul kafein
bersifat aromatis. Struktur
Kafein :

Kafein

dapat disintesis dari dimetil


urea dan asam mulonat.
Kelemahan kafein
Jika dikonsumsi terlalu banyak
menyebabkan keracunan, keresahan,
kerisauan, insomnia, muka merah, kerap
kencing, dan masalah gastrointensial.
Berdasarkan

percobaan diperoleh
massa kristal kafein yaitu 0,79 gram
dan rendemen 15,8%

Fungsi Penambahan
Natrium

sulfat anhidrat : mengikat air


Kalsium karbonat : memisahkan tanin
dari kafein
Methylen Chlorida : untuk membersihkan
kristal kafein dari zat-zat lain sehinga
diperoleh kristal murni.
Petroleum eter : membersihkan kristal
kafein dari zat-zat lain sehingga diperoleh
kristal murni.
Aseton panas : melarutkan kafein dan zat
pengotor yang masih tertinggal.