Anda di halaman 1dari 13

MATERI DAN ENERGI

1. Materi

Materi adalah apa saja yang mempunyai massa dan menempati suatu ruang,
baik yang berbentuk padat, cair, dan gas. Semua materi dapat dipecah
menjadi bagian yang sangat kecil yang disebut molekul. Molekul masih
memiliki sifat-sifat materi, misalnya molekul gula adalah bagian terkecil dari
gula yang masih mempunyai sifat-sifat gula.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sebuah molekul dapat dipecah lagi


menjadi bagian lebih kecil yang disebut atom. Molekul gula tebu dapat
dipecah menjadi 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen.
Atom-atom tersebut dipersatukan sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk
molekul gula. Akan tetapi, bila atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen
tesebut dipersatukan kembali dengan susunan yang berbeda akan dapat
membentuk molekul materi yang berbeda, misalnya alkohol atau zat pati.
Dari contoh-contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa atom-atom
disebut pula unsur dasar yang menyusun suatu materi.

Semua materi mempunyai sifat sendiri-sendiri. Apabila terjadi suatu


perubahan karena sesuatu, sifatnya akan berubah dan sifat itu menjadi ciri
bagi materi tersebut. Perubahan suatu materi dibedakan atas dua kelompok,
yaitu :

a. Perubahan materi secara fisika adalah perubahan materi yang tidak


disertai terjadinya materi jenis baru, misalnya sebagai berikut.

 Penguapan air : kalau air dipanaskan akan berubah menjadi


uap.

 Pembekuan air : air didinginkan pada 00 C menjadi es.

 Gula dilarutkan dalam air : tidak mengubah warna tetapi manis.

Jadi, perubahan materi secara fisika termasuk perubahan tingkat wujud


materi, seperti menguap, membeku, melarut dan menghablur.

b. Perubahan materi secara kimia adalah perubahan yang menghasilkan


satu atau beberapa materi yang jenisnya lain, misalnya sebagai berikut.
 Besi berkarat : sepotong besi yang dibiarkan dalam keadaan
lembab dan karena reaksi udara beberapa waktu akan timbul karat
yang merupakan materi baru hasil reaksi.

 Pembakaran : sepotong kayu dinyalakan dan terbakar


menghasilkan abu.

 Magnesium ditaruh pada nyala api : akan tampak kabut putih dengan
nyala menyilaukan, setelah dingin idak tampak potongan magnesium
tersebut.

Atom adalah partikel yang paling kecil dari suatu unsur kimia. Partikel
didefinisikan sebagai atom bila masih memiliki sifat-sifat atom tersebut.

Menurut John Dalton (1766 - 1844), seorang ahli kimia Prancis,


mengajukan hipotesis tentang substansi dasar materi. Ternyata prinsip
hipotesis tersebut dapat bertahan, sehingga dikenal sebagai Teori Dalton.
Atom menurut Dalton tersusun sebagai berikut :

1) Atom merupakan partikel-partikel terkecil dari unsur yang tidak dapat


dipecahkan lagi.

2) Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai sifat sama, sebaliknya


atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula.

3) Kumpulan atom sejenis dapat membentuk unsur, sedang kumpulan


atom berlainan jenis akan membentuk senyawa.

4) Atom-atom yang saling mengikat secara kimiawi akan membentuk


molekul.

Kemajuan pesat di dunia ilmu pengetahuan alam dalam abad XX


menimbulkan perbedaan pendapat tentang konsep teori atom dan molekul.
Saat ini batasan untuk atom adalah partikel yang terkecil dari suatu unsur
yang dapat mengambil bagian dalam perubahan-perubahan kimia.

Rutherford (1817 - 1937) mengemukakan teori tentang struktur atom


dan mengatakan bahwa :

Sebuah atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan dibungkus
oleh kulit atom yang mengandung elektron-elekron yang bermuatan negatif.
Atom tidak akan bermuatan listrik (menjadi netral) bila jumlah muatan
negatif sama dengan jumlah muatan positif.
J. Chadwick (1891 - 1994) menemukan bahwa partikel jenis ketiga ini
tidak bermuatan listrik dan mempunyai massa tepat sama dengan massa
proton. Partikel ini disebut neutron yang bersama-sama dengan proton di
dalam nukleus.

Berat proton dibandingkan dengan berat electron adalah 1840 kali lebih
besar. Massa atom unsur-unsur lain tergantung pada massa inti atom unsur
tersebut dan hal ini tergantung pada massa neutronnya. Misalkan, massa
atom oksigen adalah 16, berarti pada oksigen terdapat 8 proton dan 8
neutron di dalam inti atomnya.

Niels Bohr (1885 - 1962) mengajukan teori yang menyatakan bahwa


atom merupakan system matahari yang terkecil (miniatur). Inti atom sebagai
matahari dan elektron-elektron sebagai planet yang beredar mengelilingi
inti. Elektron-elektron beredar melintasi garis edar berbentuk elips dengan
kecepatan cahaya. Niels Bohr menemukan bahwa lokasi-lokasi electron
tertentu dan terbatas. Electron dapat terlempar ke luar orbit dan menjauhi
intinya, kadang-kadang malah memasuki orbit lebih dekat ke inti
mempunyai energi lebih kecil daripada electron yang jauh dari inti. Untuk
memindahkan electron dari lintasan yang dekat ke inti ke lintasan yang lebih
jauh dari inti diperlukan tambahan energi. Sebaliknya, electron dari lintasan
luar yang jauh ke lintasan dalam yang dekat inti melepaskan energi. Energi
yang dilepas maupun ditambahkan merupakan jumlah tertentu yang disebut
kuantum.

Neils Bohr gagal mengadakan percobaan dengan atom lain kecuali


hydrogen, tetapi kegagalan tersebut diperbaiki oleh Schrodinger sehingga
teori Bohr dapat dimantapkan.

 Kulit I hanya dapat diisi 2 elektron

 Kulit II hanya dapat diisi 8 elektron

 Kulit III hanya dapat diisi 18 elektron

 Kulit IV hanya dapat diisi 32 elektron

Symbol atom modern dirintis oleh Jacob Berzelius pada tahun 1813 dengan
mengambil singkatan dari huruf pertama nama atom yang kadang-kadang
diikuti oleh salah satu huruf berikutnya. Huruf pertama ditulis dengan huruf
besar, sedang huruf berikutnya ditulis dengan huruf kecil. Sebagai contoh :

Nama Atom Simbol


Hydrogen H

Oksigen O

Calsium Ca

2. Energi

Energi atau tenaga ialah kemampuan untuk melakukan kerja. Dalam IPA
yang dimaksud kerja ialah usaha gerak melawan hambatan. Seseorang yang
mengangkat sebuah benda ke atas, berarti melakukan usaha gerak melawan
gaya tarik bumi atau gravitasi. Energi dapat memindahkan materi dari suatu
tempat ke tempat lain. Bermacam-macam bentuk energi antara lain gerak,
cahaya, panas, tenaga kimia, dan tenaga atom.

Energi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Peristiwa
ini disebut transformasi energi. Sebagai contoh, kayu yang dibakar
menghasilkan energi panas.

Energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak
dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut hukum
kekekalan energi. Albert Einstein mengemukakan pendapatnya tentang
hukum kekekalan materi dan energi, bahwa pada waktunya orang dapat
mengubah unsur menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi unsur
kembali. Para ahli menegaskan pendapat Einstein dengan mengemukakan
bahwa unsur dan energi adalah dua macam bentuk yang berlainan, maka
tetap berlaku hukum kekekalan. Bahwa untuk energi dapat diubah dari yang
satu ke yang lain, tetapi jumlah akhir adalah tetap. Bagan di bawah ini
memperlihatkan secara skematis energi asal radiasi surya maupun buatan
manusia diubah bentuknya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.

Pada proses I : Sinar matahari ditangkap oleh daun tumbuh-tumbuhan,


dikumpulkan dalam bentuk kayu dan biomassa sebagai kayu bakar atau
biomassa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Pada proses II : menunjukkan pada radiasi surya yang memanasi


atmosfer, sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar.

Pada proses III : lautan dipanaskan, terjadi dua hal, yang pertama air naik
sebagai uap menjadi awan dan turun lagi ke bumi dalam bentuk hujan.
Hujan yang turun di gunung dan air mengalir di sungai merupakan potensi
tenaga air. Kedua, lautan dipanaskan, lapisan laut sebelah atas lebih panas
daripada lapisan bawah. Panas ini merupakan potensi energi yang dapat
dimanfaatkan dengan cara konversi energi panas laut (KEPL).

Pada proses IV : panas matahari dimanfaatkan secara langsung


sebagaimana terjadi pada menjemur pakaian, menjemur ikan kering, dll.

Pada proses V, VI, dan VII : pemanfaatan panas matahari dilakukan


dengan kolektor buatan manusia, dimaksudkan sebagai alat untuk
penangkap dan pengumpul sinar matahari.

RADIA
SI
SURYA

Massa Atmosfer Lautan Langsung Kolektor Buatan Manusia


Bio

Kayu Energi Tenaga Pasif Thermal Photovoltai Satelit


Tumbuh- Angin Air k Surya
tumbuha
n Energi Panas

ENERGI YANG DIMANFAATKAN

Berbagai macam cara kerja menerima energi yang tidak sama, maka dapat
dibedakan berbagai jenis energi atas dasar kerja tersebut.

a. Energi Sinar Matahari

Pada proses fotosintesis yang dilaksanakan oleh klorofil daun, terjadi


pembentukan gula dari air dan gas asam arang. Pada peristiwa ini terjadi
pembentukan zat organik dari zat-zat organik yang disebut asimilasi karbon
sebagai berikut :

6 H2O + 6 CO2 Sinar Matahari


C6H12O6 + 6 O2
b. Energi Kimia

Dalam reaksi kimia tiap atom sifatnya tetap, yang berubah hanya pasangan
atom dalam bentuk molekul baru.

Dalam alam, pada umumnya atom-atom tidak berdiri sendiri, melainkan


bergabung menjadi molekul-molekul, yaitu atom-atom sejenis bergabung
menjadi satu membentuk molekul unsur kimia dan atom-atom berlainan
jenis bergabung menjadi satu membentuk molekul senyawa kimia.

Energi yang menyatukan atom-atom menjadi molekul adalah energi kimia.


Proses perubahan ikatan-ikatan molekul yang menggunakan energi kimia
disebut reaksi kimia. Reaksi kimia yang memerlukan panas disebut reaksi
endoterm, sedangkan reaksi kimia yang mengeluarkan atau menghasilkan
panas disebut reaksi eksoterm. Pada suhu tinggi reaksi berlangsung cepat,
sedang pada suhu rendah berlangsung lambat, dan pada titik beku reaksi
kimia relative berhenti.

c. Energi Magnet

Pada zaman dahulu, orang-orang magnesia di Turki telah mengenal


“batu ajaib” yang dapat menarik sepotong besi. Mereka heran pula apabila
batu ajaib digantung pada seutas tali akan mengambil sikap utara selatan.
Pada abad XX orang-orang Cina menggunakan batu ajaib sebagai kompas
dalam dunia pelayaran. Batu tersebut dibawa dari Magnesia, namun nama
tempat di Asia Kecil itu dipatrikan sebagai nama magnet.

William Gilbert (1544 - 1603), orang Inggris pertama yang


menemukan sifat magnet, antara lain mengatakan bahwa kutub magnet
sejenis akan tolak-menolak dan kutub magnet berlainan jenis tarik-menarik.
Yang disebut kutub adalah ujung-ujung sebuah magnet. Yang mengambil
sikap utara disebut kutub utara dan yang mengambil sikap selatan adalah
kutub selatan. William Gilbert menyatakan bahwa bumi adalah magnet
raksasa.

d. Energi Listrik

Benda-benda di alam mengandung muatan listrik yang terjadi sebagai akibat


gesekan benda-benda tersebut. Saat udara sangat kering, pada beberapa
benda dapat terjadi penimbunan muatan listrik. Dalam keadaan lembab
muatan listrik dapat dinetralisir oleh uap air yang membawa pergi.
Dikenal ada dua muatan listrik, yaitu muatan listrik positif yang terdapat
pada gelas dan muatan listrik negatif yang terdapat pada rambut.

Berdasarkan teori terbaru tentang listrik, yaitu Teori Elektron, benda netral
ialah benda yang tidak bermuatan listrik karena jumlah muatan positif sama
banyak dengan muatan negatif. Muatan negatif disebut electron dan muatan
positif disebut proton.

Pada tahun 1800 Alexander Volta berhasil membuat sel listrik dengan
menggunakan lempengan-lempengan seng dan tembaga yang disusun
sejajar dan disisipi kertas sebagai separator. Susunan yang dikenal dengan
elektroda-elektroda tersebut dimasukkan dalam larutan garam. Elektroda
yang bermuatan positif kemudian disebut anoda dan yang bermuatan
negatif disebut katoda, sedangkan larutan garam disebut elektrolit. Aliran
listrik timbul karena ada perbedaan potensial dalam sel listrik dan sekarang
dikenal dengan baterai atau aki.

e. Energi Nuklir

Inti atom (nukleus) mengandung proton dan neutron yang terikat satu sama
lain. Proton bermuatan positif, sedang neutron tidak bermuatan dan di
sekelilingnya bergerak electron yang bermuatan negatif. Proton dan neutron
terikat kuat oleh timbunan tenaga ikat. Enrico Fermi dari Italia secara
kebetulan berhasil memecahkan inti atom dan menghasilkan tenaga yang
luar biasa besarnya dalam bentuk radiasi. Tenaga yang sangat kuat tersebut
merupakan kumpulan energi yang disebut energi nuklir.

Energi nuklir dapat dimisalkan sebagai suatu timbunan tenaga pegas


raksasa. Apabila kunci pegas dibuka mendadak, maka akan terjadi ledakan
dahsyat dengan kekuatan merusak yang hebat. Akan tetapi, bila pelepasan
berlangsung pelan akan merupakan energi yang sangat berguna. Unsur
radioaktif adalah unsur yang terus-menerus melepaskan sinar radioaktif.
Radiasi sinar-sinar radioaktif alfa mengakibatkan inti atom pecah. Unsur
radioaktif uranium bila ditembak dengan neutron yang sangat cepat akan
pecah dan mengeluarkan neutron lain disertai energi yang sangat besar.
Neutron baru tersebut akan menembak atom uranium berikutnya dan
seterusnya, sehingga terjadi reaksi berantai yang sangat cepat dengan
energi yang luar biasa.
SUMBER DAYA ENERGI NONKONVENSIONAL

Minyak bumi termasuk sumber daya energi yang konvensional. Minyak bumi
adalah sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya
pun terbatas, sehingga suatu saat akan habis. Oleh karena itu, untuk
mempertahankan eksistensi manusia di muka bumi ini, harus dicari sumber
daya energi alternatif pengganti minyak bumi, sehingga kehidupan manusia
di masa mendatang dapat dipertahankan. Adapun sumber daya energi
nonkonvensional yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti minyak
bumi adalah sebagai berikut :

1. Energi Matahari

Dalam hal ini dikaitkan dengan pemanfaatan energi matahari yang


berasal dari pancaran sinar matahari secara langsung ke bumi. Dalam
pelaksanaan pemanfaatannya dapat dibedakan atas 3 macam cara, yaitu
sebagai berikut :

a. Prinsip Pemanasan Langsung

Dalam hal ini sinar matahari memanasi langsung benda yang akan
dipanaskan atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang
akan dipanaskan, menjemur pakaian, dan sebagainya. Dengan cara
pemanasan langsung ini, suhu yang akan diperoleh tidak akan
melampaui 100o C. Cara ini dapat lebih efektif bila mempergunakan
pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari
dikonsentrasikan dengan kolektor ini pada suatu tempat sehingga
diperoleh suhu yang lebih tinggi.

b. Konversi Surya Termis Elektris (KSTE)

Pada cara ini yang dipanaskan adalah air juga, tetapi panas yang
terkandung dalam air itu akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pada
prinsipnya, KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik untuk
pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang
dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, alat untuk menyerap
energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah
mesin yang agak konvensional untuk pembangkit tenaga listrik.

c. Konversi Energi Photovoltanik

Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversikan menjadi


energi listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus
searah dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon atau
bahan-bahan semikonduktor lainnya.

Keuntungan-keuntungan dari konversi energi photovoltanik adalah


sebagai berikut :

 Tidak ada bagian-bagian yang bergerak.

 Usia pemakaian dapat melampaui 100 tahun sekalipun efisiensinya


sepanjang masa pemakaian akan menurun.

 Pemeliharaan tidak sulit.

 Sistem ini mudah disesuaikan pada berbagai jenis pemanfaatannya.

2. Energi Panas Bumi

Energi panas bumi sudah lama digunakan manusia. Orang-orang


Romawi menggunakan sumber air panas bumi untuk mengisi kolam
pemandian panas bagi kesehatan lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Tenaga panas bumi pada umumnya tampak di permukaan bumi berupa


air panas, fumarol (uap panas), geiser (semburan air panas), dan sulfatora
(sumber belerang). Dengan jalan pengeboran, uap alam yang bersuhu dan
tekanan yang tinggi dapat diambil dalam bumi dan dialirkan ke generator
turbo yang selanjutnya menghasilkan tenaga listrik.

Pada prinsipnya bumi merupakan pecahan yang terlempar dari


matahari. karenanya, bumi hingga kini masih mempunyai suatu inti panas
sekali yang meleleh. kegiatan-kegiatan gunung berapi di banyak tempat di
permukaan bumi merupakan bukti dari teori ini. Magma yang menyebabkan
letusan-letusan vulkanis juga menghasilkan sumber-sumber uap dan air
panas pada permukaan bumi.

Bila dilakukan pemboran di daerah ini, maka akan terjadi perbedaan


yang besar antara tekanan udara luar yang hanya 1 atmosfer itu, sehingga
terjadilah semburan yang kuat sekali. Bila yang menyembur keluar itu uap
panas, maka dapat langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin uap yang
dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Dengan demikian kita akan
mendapatkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam
keperluan. Bila yang keluar adalah air panas, maka dapat pula digunakan
untuk pembangkit listrik, tetapi tidak secara langsung. air panas itu
digunakan untuk menguapkan amonia. Gas amonia inilah yang digunakan
untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit
tenaga listrik, sehingga akan didapatkan energi listrik. Di samping untuk
mendapatkan energi listrik, air panas juga dapat dimanfaatkan untuk
keperluan lain, misalnya untuk penyaringan lumbung padi atau disalurkan
untuk keperluan rumah tangga.

3. Energi Angin

Perahu-perahu layar menggunakan energi angin untuk melewati


perairan. Pada abad XV, Christopher Colombus memakai kapal layar besar
untuk menemukan Benua Amerika.

Kincir angin telah digunakan untuk menggiling tepung di Persia dalam


abad VII. Kincir angin di negeri Belanda dipakai untuk menggerakkan pompa
irigasi dan untuk menggiling tepung hingga kini masih terkenal, walaupun
pada saat ini banyak berfungsi sebagai obyek wisata.

Pada dasarnya angin terjadi karena adanya perbedaan suhu antara


udara panas dan udara dingin. Di daerah khatulistiwa yang panas, udaranya
menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan, naik ke atas dan bergerak
ke daerah yang lebih dingin, misalnya daerah kutub. Sebaliknya, daerah
kutub yang dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke bawah. Dengan
demikian terjadi suatu perputaran udara berupa perpindahan udaradari
kutub-kutub. Utara ke garis khatulistiwa menyusuri permukaan bumi dan
sebaliknya, suatu perpindahan udara dari khatulistiwa kembali ke kutub
utara, melalui lapisan udara yang tinggi. Perpindahan udara seperti itu
dikenal sebagai Angin Pasat.

Penggunaan tenaga angin dapat dilakukan untuk keperluan-keperluan


sebagi berikut :

 Menggerakkan pompa-pompa air untuk irigasi ataupun untuk


mendapatkan air tawar bagi ternak.

 Menggiling padi untuk mendapatkan beras.

 Menggergaji kayu.
 Membangkitkan tenaga listrik.

Jadi, prinsipnya, angin ditangkap oleh kincir angin sehingga kincir angin
berputar. Perputarannya diteruskan untuk memutar suatu generator
pembangkit listrik. kemudian diperlukan sebuah tegangan dikarenakan
kecepatan angin yang berubah-ubah, sehingga tegangan juga berubah-ubah.

4. Energi Pasang Surut

Banyak gaya dan kekuatan yang mempengaruhi lautan di permukaan


bumi. Salah satu kekuatan yang bekerja terhadap air bumi adalah pengaruh
massa bulan yang mengakibatkan adanya gaya tarik, sehingga menjelma
menjadi suatu gejala yang dikenal sebagai pasang dan surut laut yang
terjadi secara teratur, meskipun bulan terletak lebih dari 400.000 km dari
bumi. Bilamana mengelilingi bumi, maka air laut akan ditarik ke atas karena
gaya tarik gravitasi bulan.

Selain itu, benda langit lain, yaitu matahari, juga mempunyai pengaruh
yang besar, meskipun terletak lebih jauh, yaitu 150 juta kilometer dari bumi.
Namun, karena ukurannya yang besar sekali (garis tengahnya ± 1,5 juta
km), maka pengaruh matahari terhadap gejala pasang surut di bumi sebesar
pengaruh bulan.

Dengan demikian, maka gaya tarik gravitasi akan terbesar bilamana


matahari dan bulan ada pada sisi yang sama terhadap bumi. Di lain pihak,
bilamana bulan dan matahari berada pada sisi yang berlainan, maka
pengaruh gaya tarik gravitasi kurang karena akan saling menghapus.

5. Energi Biogas

Sejak berabad-abad tinja binatang maupun tinja manusia dimanfaatkan


untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan kesuburan dan produktivitas
tanah.

Untuk proses fermentasi tinja tidak diperlukan suatu bahan tambahan


kecuali air, yaitu untuk tiap empat bagian tinja ditambah lima bagian air.
Perlu dikemukakan bahwa sisa tinja setelah diambil biogasnya tidak
kehilangan nilai sebagai pupuk alam. Selanjutnya dapat dicatat pula bahwa
biogas tidak berbau. Demikian pula sisa tinja yang akan dipakai sebagai
pupuk tidak berbau.

6. Energi Biomassa
Di Negara-negara yang telah maju, dengan berkembangnya industry,
peranan biomassa sebagai sumber energi makin berkurang dan diganti
dengan energi komersial, mula-mula batu bara, kemudian minyak bumi.
Pada saat ini Negara-negara industry praktis tidak lagi menggunakan energi
yang berasal dari biomassa. Pola energi Negara-negara tersebut boleh
dikatakan seluruhnya terdiri atas energi komersial.

Lain halnya adalah situasi Negara-negara berkembang, di Negara-


negara tersebut biomassa masih merupakan komponen yang besar dalam
pola pemakaian energi. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa pemakaian
energi yang berasal dari biomassa, terutama pemanfaatan kayu bakar,
limbah pertanian, dan tinja hewan, mencapai 60% dari seluruh konsumsi
energi.

Pemanfaatan biomassa untuk keperluan energi dapat dilakukan dengan


berbagai cara. Pemanfaatan kayu bakar dan limbah pertanian secara
langsung sebagai bahan merupakan contoh klasik yang masih banyak
dipakai.

Biomassa untuk Bahan Bakar Transpor

Kecuali kapal-kapal laut besar yang dapat memakai energi nuklir sebagai
tenaga penggerak dan kereta api yang dapat mempergunakan tenaga listrik,
pada umumnya alat-alat pengangkutan, seperti truk dan mobil, tergantung
pada minyak sebagai bahan bakar. Dengan kian meningkatnya harga
minyak bumi dan kesadaran akan terbatasnya sumber daya energi ini,
banyak usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu sumber energi
alternative sebagai bahan bakar transport.

Salah satu kemungkinan yang banyak menarik perhatian adalah pembuatan


alcohol, khususnya etanol dari biomassa, sebagai calon pengganti minyak
untuk bahan bakar transport. Etanol dapat dihasilkan dari bahan-bahan baku
biomassa berikut :

1) Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk


gula, seperti tebu dan nipah.

2) Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk zat


tepung, seperti ubi jalar, kentang dan sagu.
3) Bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk
molekul yang lebih kompleks, seperti kayu.

Proses pembuatan etanol pada asasnya terdiri atas langkah-langkah


berikut :

1. Konsentrasi hidrat arang menjadi gula yang dapat dicairkan dalam air.

2. Fermentasi gula menjadi etanol.

3. Pemisahan etanol dari air dan komponen-komponen lain dengan cara


destilasi.