Anda di halaman 1dari 4

Hakikat Lembaga Dakwah Kampus

Sebagai Ujung Tombak Kemenangan Dakwah


Oleh : Muhamad Baiul Hak
Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Mataram
Hakikat Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan intra
kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini bergerak
dengan Islam sebagai asasnya dan sebagian besar berada di perguruan tinggi di Indonesia.
Kadang mereka menyebut dirinya sebagai Sie Kerohanian Islam, Forum Studi Islam,
Lembaga Dakwah Kampus, Badan Kerohanian Islam, dan sebagainya.
Lembaga Dakwah Kampus adalah lembaga yang bergerak di bidang dakwah Islam ini
menjadikan kampus sebagai inti kekuatannya, dan warga civitas akademika adalah obyek
utamanya. Ditinjau dari struktur sosial kemasyarakatan, mahasiswa dan kampus merupakan
satu kesatuan sistem sosial yang mempunyai peranan penting dalam perubahan sosial perikepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan dari potensi manusiawi, mahasiswa
merupakan sekelompok manusia yang memiliki taraf berpikir di atas rata-rata. Dengan
demikian, kedudukan mahasiswa adalah sangat strategis dalam mengambil peran yang
menentukan keadaan masyarakat di masa depan. Perubahan masyarakat ke arah Islam terjadi
apabila pemikiran Islam telah tertanam di masyarakat itu. Dengan berbagai potensi strategis
kampus, maka tertanamnya pemikiran Islam di dalam kampus melalui dakwah Islam
diharapkan dapat menyebar secara efektif ke tengah-tengah masyarakat.
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan sumber rekruitmen generasi Islam
Intelektual-Mandiri yang secara tidak langsung mendukung suksesnya perkembangan Islam,
Ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk mencapai kejayaan islam.

Kompetensi Ideal Lembaga Dakwah Kampus


"Tarbiyah Islamiyah dengan demikian dimaknai sebagai seni "mencipta" manusia
sehingga ruh, akal dan jasadnya bergerak sesuai dengan tuntunan Islam", ujar Anis Matta1.
Konsep dasar dalam penbinaan Lembaga Dakwah Kampus harus mengoptimalkan
pembinaan jiwa islami (Ruhyah), peningkatan Ilmu Pengetahuan (akal) dan pembentukan
raga yang prima (Jasadiyah).
1

Dalam acara Multaqo Tarbawi Nasional 14-17 Februari 2013

Tarbiyah islamiyah adalah seni untuk membentuk karakter manusia yang mampu
berkontribusi pada ruang dan waktu yang dimiliki, untuk menyusun peristiwa demi peristiwa
yang dapat membentuk sebuah sejarah.
TIGA proses utama dalam Tarbiyah Islamiyah, yakni :
1. Tarbiyah adalah proses belajar berkesinambungan,
2. Tarbiyah adalah proses pendakian yang terus-menerus untuk menjadi lebih baik,
3. Tarbiyah adalah proses

yang berkontribusi dalam

ruang dan waktu

secara

berkesinambungan

Kinerja LDK untuk Kemenangan Dakwah


Lembaga Dakwah Kampus bertujuan untuk melahirkan kader-kader dakwah yang
militant, yang mampu berkontribusi untuk mencetak sejarah. Untuk menyiapkan kader-kader
yang berjiwa besar dan berakhlak mulia, LDK harus memiliki sistem tarbiyah atau
pendidikan seperti apa yang dirumuskan oleh Imam Hasan Al-Banna 2 . Disiplin tarbiyah
yang sering kali disebut dengan al-Iltizamu al-Kamil atau tingkat kedisiplinan yang
sempurna.
Ada beberapa kriteria yang harus dibangun oleh Lembaga Dakwah Kampus dalam
mencetak kader terbaik, antara lain:
Paham
Setiap kader Lembaga Dakwah Kampus harus memulainya dari tangga kepahaman.
Tanpa memahami ajaran dan pesan-pesan besar yang diturunkan Allah dalam Islam
melalui Rasul-Nya, tak ada perubahan besar yang akan terjadi. Perubahan hanya bisa
terjadi dan dilakukan, jika para pelaku, pendukung, dan pemimpinnya memahami apa
tujuan hidup dalam Islam.
Ikhlas
Tahap berikutnya adalah ikhlas. Pemahaman yang sempurna dan baik akan melahirkan
jiwa-jiwa yang ikhlas untuk mewujudkan cita-cita. Rela berkorban apa saja untuk
kemuliaan mimpi-mimpi agung manusia. Keikhlasan itu bisa terwujud nyata dan
tercermin dari amal, perbuatan, ucapan, dan pemikiran yang hanya memiliki satu tujuan,
yaitu ridha Allah, Sang Pencipta.

Hasan Al-Banna adalah seorang arsitek sebuah peradaban. Pendiri Gerakan Islam Ikhwanul
Muslimin
2

Amal
Keikhlasan pada akhirnya akan mengantarkan setiap kader pada amal yang maksimal.
Tanpa keikhlasan, amal hanya menjadi beban yang memberatkan. Amal yang ditandai
keikhlasan akan selalu menjadi amal yang paling baik. Karena, keikhlasan memintanya
untuk melengkapi amal berlandaskan ilmu.
Amal pun dirumuskan pada beberapa tahapan dan tingkat, antara lain:
1) Memperbaiki diri sendiri
2) Memperbaiki lingkungan trekecil dari masyarakat, yakni keluarg,
3) Membentuk masyarakat Islami,
4) Membebaskan tanah air dari cengkraman penjajah,
5) Memperbaiki pemerintahan dan Negara,
6) Mempersiapkan seluruh aset yang dimiliki untuk kebaikan kaum Muslim.
7) Menegakkan kepemimpinan umat di seluruh dunia dan menyebarkan dakwah Islam
yang mulia.
Jihad
Dalam agama yang mulia ini, tidak ada amalan yang paling mulia kecuali berjihad di
jalan-Nya. Berjihad dengan hati, lisan, tangan, dan akal. Jihad dengan kata-kata, tulisan,
kekuasaan, dan paling tinggi adalah jihad dengan jiwa dan raganya.
Taat
Kader yang baik dalam Ikhwanul Muslimin adalah kader yang mampu memupuk ketaatan
kepada pemimpin dan kebenaran. Dan, satu-satunya syarat ketaatan adalah dalam rangka
beribadah kepada Allah. Tidak ada ketaatan jika bertujuan maksiat kepada Allah.
Tsabat
Bersungguh-sungguh meniti dan mewujudkan cita-cita dan tujuan mulia juga merupakan
hasil yang ingin dicapai dalam sistem tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Tanpa kesungguhan,
tidak akan ada cita-cita yang bisa dicapai dengan sempurna. Setiap tujuan selalu meminta
upah dan bayaran, satu di antara upah yang harus kita berikan adalah kesungguhan hati
dan tekad jiwa.
Tajarrud
Setiap perjalanan selalu menyimpan aral dan rintangan. Dan terkadang, aral tersebut
adalah godaan-godaan cara berpikir dan bersikap pada sesuatu hal. Karena itu, hasan AlBanna ingin para kadernya selalu membersihkan diri dari godaan-godaan yang bersifat
paham dan pemikiran selain Islam. Kader Ikhwanul Muslimin harus terbebas dari

belenggu berpikir orang-orang ternama dan individu-individu, kecuali dalam rangka taat
kepada Allah.
Ukhuwah
Perjalanan yang panjang menuju cita-cita yang mulia selalu berat dan terjal. Karena itu,
satu-satunya yang bisa menjadi lampu pertolongan dalam perjalanan ini adalah tongkat
ukhuwah dan persaudaraan yang menyejukkan. Setiap Muslim adalah saudara yang selalu
siap memberi pertolongan kepada saudaranya.
Tsiqah
Tidak ada pertolongan yang lebih indah seperti pertolongan yang diberikan atas dasar rasa
kepercayaan. Kepercayaan bahwa kita berada di jalan yang sama dan menuju titik akhir
yang sama pula. Kepercayaan akan melahirkan rasa cinta, saling menghargai, dan
penghormatan, bahkan pengorbanan.

LDK Untuk Kemenangan Dakwah

Kinerja
LDK
Fokus
Ruhiyah
Akal
Jasadiyah

Karakter Pendidikan Tarbiyah


Paham, Ikhlas, Tajarrud, Ukhuwah
Amal, Jihad , Taat, Tsabat, Tsiqah

Kinerja LDK yang Fokus dalam pembinaan Ruhiyah, Akal, dan Jasadiyah akan
membentuk karakter dalam pendidikan tarbiyah antara lain Paham, Ikhlas, Tajarrud,
Ukhuwah, Amal, Jihad, Tsabat, dan Tsiqah serta hal ini akan melahirkan kader dakwah LDK
yang Berjiwa Besar dan Berakhlak Mulia untuk menyambut Kemenangan Dakwah.