Anda di halaman 1dari 5

Bawang Putih (Allium Sativum)

1. Ilmiah Bawang Putih


Kingdom
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas
: Monocotyledonae
Bangsa
: Liliales
Suku
: Liliaceae
Marga
: Allium
Jenis
: Allium sativum
Nama umum : bawang putih
Nama daerah :
Sumatera : bawang putih (Melayu), lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna

(Batak), bacong landak (Lampung).


Jawa : bawang bodas (Sunda), bawang (Jawa), babang pole (Madura).
Kalimantan : bawang kasihong (Dayak).
Sulawesi : lasuna kebo (Makasar), lasuna pote (Bugis), pia moputi (Gorontalo).
Nusa Tenggara : Incuna.

2. Karakteristik dan Morfologi Bawang Putih


Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim
disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis
atau siung yang bersusun.
Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30 -75 cm,
mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya
mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabutserabut kecil yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah
anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih.
Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di
Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang
baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut.
3. Senyawa Yang Terkandung Dalam Bawang Putih
Kandugan kimia dari umbi bawang putih per 100 gram m yaitu :

Protein sebesar 4,5 gram


Lemak 0,20 gram
Hidrat arang 23, 1 0 gram
Vitamin B 1 0,22 miligram
Vitamin C 1 5 miligram
Kalori 95 kalori
Posfor 134 miligram
Kalsium 42 miligrain
Zat Besi 1 miligram dan - air 71 gram.

Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif
awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic
acid.
4. Manfaat Umum Bawang Putih
a. Membantu Daya Ingat
Khasiat bawang putih sebagai bahan pangan tradisional yang menyehatkan
telah lama menarik perhatian para ilmuwan. Dr. Saito, salah seorang peneliti Jepang
terkemuka mengenai proses penuaan, telah menemukan bahwa bawang putih dapat
memperpanjang rentang hidup tikus percobaan yang dipelihara di laboratorium.
Sebuah penelitian di Universitas Tokyo mencatat, bawang putih sangat baik
bagi kelompok orang usia lanjut. Tanaman ini mampu meremajakan otak dan
meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ekstrak bawang putih telah terbukti dapat menekan kerusakan sel neuron di
otak dan bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel-sel neuron baru. Dari percobaan
itu dibuktikan bahwa tikus tua yang diberi bawang putih mendapat nilai lebih baik
dalam pengujian ingatan dibandingkan yang tidak diberi bawang putih.
b. Menghindarkan Penyakit Kanker
Penelitian yang dilakukan di University of Minnesota juga menunjukkan
bahwa peluang terserang kanker turun 50 persen pada wanita usia lanjut yang
mengonsumsi bawang putih. Sel- sel kanker prostat hanya tumbuh seperempatnya
dari kecepatan normal bila penderitanya mengonsumsi bawang putih.
Pada tahun 1981, peneliti dari pusat riset obat-obatan di Tagore Medical
College, India, melaporkan efek bawang putih mentah dan goreng yang diujicobakan
pada 20 pasien yang punya riwayat penyakit jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa
kecenderungan penggumpalan darah pada pembuluh darah berkurang, yaitu
ditunjukkan oleh aktivitas fibrinolitik yang meningkat.
c. Penurun Kolesterol
Kehebatan konsumsi bawang putih sebagai penekan kolesterol juga tercatat
dalam beberapa penelitian. Konsumsi bawang putih setengah sampai satu siung sehari
selama sebulan mampu menurunkan kadar kolesterol sebesar 9 persen. Salah satu zat
antikolesterol yang paling kuat di dalam bawang putih adalah ajone, suatu senyawa
yang juga mencegah penggumpalan darah.
Penelitian yang dilakukan oleh Bordia dan dimuat dalam American Journal
ofClinical Nutrition pada tahun 1981 mengungkapkan bahwa bawang putih mampu
menurunkan kolesterol hingga 14 persen dan meningkatkan kolesterol baik HDL
(High Density Lipoprotein) sebesar 40 persen setelah enam bulan.
Sementara itu, penelitian epidemiologi mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat
yang mengonsumsi bawang putih 30-50 g seminggu mempunyai kadar kolesterol jauh
lebih rendah dibandingkan kelompok masyarakat yang tingkat konsumsinya tidak
sebesar itu.
d. Serangan Jantung
Bawang putih juga diketahui dapat mencegah serangan jantung. Penelitian
yang melibatkan 432 penderita penyakit jantung menunjukkan bahwa mereka yang
rajin mengonsumsi bawang putih (2-3 siung per hari) ternyata mampu bertahan hidup
lebih lama. Hal tersebut terjadi karena bawang putih mampu mengecilkan sumbatan-

sumbatan pada arteri jantung. Karena itu, penggemar menu daging perlu menyertakan
bawang putih (dalam bentuk bumbu atau acar) untuk mengurangi dampak buruk dari
lemak hewani. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga sangat
berkhasiat untuk membunuh parasit cacing di dalam tubuh. Artikel Garlic as an
Antinematodal agent di Aquarium Fish, November 1995, menunjukkan bahwa
bawang putih menghambat pdrtumbuhan nematoda (cacing) dalam saluran
pencernaan Pterophylum scalare.
e. Bawang Putih Sebagai Penurun Kolesterol
Salah satu penyakit yang membahayakan manusia adalah kolesterol , dalam
keadaan tubuh kolesterol tinggi tubuh akan cepat sekali lelah , untuk itu perlu
pencegahan agar penyakit ini tidak terlalu berbahaya. Makanan yang berlemak tinggi
menjadi salah satu faktor utama yang membuat penyakit ini timbul di tubuh manusia.
Dengan mengkonsumsi bawang putih setengah sampai satu siung sehari secara
kontinyu selama satu bulan mampu menurunkan kolesterol sebanyak 9%. Tetapi
dalam pengkonsumsiaannya harus diperhatikan dosisnya, jika terlalu banyak
tidak baik bagi kesehatan. Mengkonsumsi lebih dari tiga siung setiap hari dapat
menimbulkan diare, kentut, sebah, dan demam. Bahkan bisa memunculkan
perdarahan lambung.
Salah satu zat antikolesterol paling kuat pada bawang putih adalah ajoene.
Senyawa ini juga dapat mencegah penggumpalan darah. Meskipun bawang putih
dimasak, kandungan senyawa ini tidak rusak. Pada 1981, peneliti dari Pusat Riset
Obat-obatan di Tagore Medical College, India, melaporkan efek bawang putih mentah
dan goreng yang diujicobakan pada 20 pasien dengan riwayat penyakit jantung.
Menurut laporannya, terdapat pengurangan kecenderungan pembentukan bekuan
darah pada pembuluh darah mereka. Ini ditunjukkan oleh aktivitas fibrinolitik yang
meningkat. Penelitian juga mengemukakan, khasiat bawang putih sedikit berkurang
bila bawang digoreng. Jadi pandangan umum yang menyatakan bawang putih akan
kehilangan efeknya bila dimasak adalah salah.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.forumsains.com/artikel/manfaat-bawang-putih-untuk-mencegah-dan-mengobatipenyakit/
http://tipsku.info/tips-menurunkan-kolesterol/

http://fitri.net/kesehatan/manfaat-bawang-putih.html
http://www.forumsains.com/artikel/manfaat-bawang-putih-untuk-mencegah-dan-mengobatipenyakit/
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=130
bumbubumbuku.wordpress.com