Anda di halaman 1dari 55

TEKNIK

PENYUSUNAN
ANGGARAN
DAERAH
(RKA-SKPD)
Disampaikan oleh
DR. Ahmad Yani, SH. AK.MM
Jakarta
1

PENYUSUNAN RANCANGAN APBD


(SESUAI PP 58/2005 DAN PERMENDAGRI 13/2006,59/2007)
RPJM

RPJMD

5 tahun

1 tahun

1 tahun

Renja
SKPD
1 tahun

5 tahun

5 tahun

Renstra
SKPD

RKPD

RKP

1 tahun

KUA

PPAS

Dibahas
bersama
DPRD

NOTA
NOTA KESEPAKATAN
KESEPAKATAN PIMPINAN
PIMPINAN
DPRD
DPRD DGN
DGN KDH
KDH

RKA-SKPD
RKA-PPKD

PEDOMAN
PEDOMAN
PENYUSUNAN
PENYUSUNAN
RKA
RKA

TAPD

RAPERDA
RAPERDA
APBD
APBD

1 tahun

TEKNIS
PENYUSUNA
N
KUA & PPAS
3

PENYUSUNAN KUA DAN PPAS


(UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, UU 33/2004)
RPJM

RPJMD
5 tahun

5 tahun

Renstra
SKPD
5 tahun

1 tahun

1 tahun

Renja
SKPD
1 tahun

RKPD

RKP

1 tahun

KUA

PPAS

Dibahas
bersama
DPRD

NOTA
NOTA KESEPAKATAN
KESEPAKATAN PIMPINAN
PIMPINAN DPRD
DPRD
NOTA
NOTA KESEPAKATAN
KESEPAKATAN
PIMPINAN DPRD
DPRD
DGN
DGN KDH
KDH PIMPINAN
DGN
DGN KDH
KDH

PENGERTIAN
KEBIJAKAN UMUM APBD
SASARAN DAN KEBIJAKAN DAERAH
DALAM SATU TAHUN ANGGARAN YANG
MENJADI PETUNJUK DAN KETENTUAN
UMUM YANG DISEPAKATI SEBAGAI
PEDOMAN PENYUSUNAN R-APBD

Penyusunan Kebijakan Umum APBD

Kepala daerah berdasarkan RKPD menyusun rancangan kebijakan umum APBD.


Berpedoman pada Pedoman penyusunan APBD yang ditetapkan oleh Menteri
Dalam Negeri setiap tahun.

KDH
Gub/Bup/Wkota
RKPD
Pedoman Mendagri
Rancangan
Kebijakan Umum
APBD

Penyusunan KUA
Mendagri

Pedoman
Penyusunan
APBD

ditetapkan
Setiap tahun

berpedoman
pada

RKPD

selambat-lambatnya
pertengahan Juni
th anggaran berjalan

berdasarkan

Kepala
Daerah

menyusun

Rancangan
Kebijakan
Umum APBD

menyampaikan
kepada

DPRD

dibahas bersama dalam pembicaraan


pendahuluaan RAPBD
disepakati

menjadi

Kebijakan
Umum APBD
7

PEDOMAN PENYUSUNAN RANCANGAN


KUA
PEDOMAN PENYUSUNAN
PEDOMAN PENYUSUNAN
APBD YG DIKELUARKAN
OLEH MENDAGRI

Pokok-pokok

kebijakan
yang memuat
sinkronisasi kebijakan
pemerintah dengan
pemerintah daerah
Prinsip dan kebijakan
penyusunan APBD
tahun anggaran
berkenaan
Teknis penyusunan
APBD
Hal-hal khusus lainnya

PEMERINTA
H DAERAH
(RKPD)

Rancangan
KUA

DPRD

Kepala daerah menyampaikan rancangan kebijakan umum


APBD tahun anggaran sebagai landasan penyusunan RAPBD
kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan bulan Juni
tahun anggaran berjalan.
Rancangan kebijakan Umum APBD yang telah dibahas kepala
daerah bersama DPRD dalam pembicaraan pendahuluan
RAPBD selanjutnya disepakati menjadi Kebijakan Umum
APBD.
Rancangan
Kebijakan Umum
APBD

PEMDA

DPRD
Kebijakan Umum
APBD
9

TEKNIS PENYUSUNAN KUA


Substansi KUA hanya mencakup kebijakan umum
APBD yang meliputi :

Penjelasan ringkas mengenai kondisi ekonomi makro


daerah meliputi perkembangan indikator ekonomi makro
daerah pada tahun sebelumnya dan rencana ekonomi
makro pada tahun perencanaan
Asumsi-asumsi dasar dalam penyusunan RAPBD TA yad
(laju inflasi, pertumbuhan PDRB, dan asumsi makro
lainnya seperti kenaikan gaji PNSD);
Kebijakan pendapatan daerah yang menginformasikan
total rencana pendapatan, meliputi jumlah PAD, Dana
Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang
Sah, serta strategi untuk mencapainya;
10

TEKNIS PENYUSUNAN KUA

Kebijakan belanja daerah menginformasikan


total rencana belanja daerah, dan langkahlangkah optimalisasi pelaksanaannya yang
disusun secara terintegrasi dengan kebijakan
dan prioritas pembangunan nasional yang akan
dilaksanakan di daerah;

Kebijakan pembiayaan daerah dalam rangka


menutupi
defisit
belanja
daerah
atau
memanfaatkan surplus APBD.
11

PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN


SEMENTARA (PPAS)
PROGRAM PRIORITAS DAN PATOKAN
BATAS ANGGARAN SEMENTARA YANG
DIBERIKAN KEPADA SKPD UNTUK
SETIAP PROGRAM DAN KEGIATAN
SEBAGAI ACUAN DALAM PENYUSUNAN
RKA-SKPD
PENENTUAN BATAS MAKSIMAL DAPAT
DILAKUKAN SETELAH

12

Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran


Sementara

Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati, pemerintah daerah dan DPRD membahas
rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara yang disampaikan oleh kepala daerah.
Pembahasan prioritas dan plafon anggaran sementara dilakukan sampai akhir bulan Juli tahun
anggaran sebelumnya.

RKPD & KUA

Kepala
Daerah
Prop/Kab/Kota

PEMDA

membahas

DPRD

Menyampaika
n

Rancangan
Prioritas & PAS

13

PROSEDUR PPAS
berdasarkan

RKPD dan
Kebijakan
Umum APBD

Pemerinta
h Daerah
Langkah-langkah
pembahasan PPAS
1. menentukan skala
prioritas dalam urusan
wajib & urusan pilihan
2. menentukan urutan
program dalam masingmasing urusan
3. menyusun plafon
anggaran sementara utk
masing-masing
program/kegiatan

membahas

Rancangan
PPAS

DPRD
paling lambat
pertengahan
bulan Juni tahun
anggaran
sebelumnya

disepakati
menjadi

PPAS

program prioritas dan patokan


batas maksimum anggaran
yang diberikan kepada SKPD
untuk setiap program/kegiatan
sebagai acuan dalam
penyusunan RKA-SKPD

14

PRIORITAS

PRIORITAS ADALAH SUATU UPAYA MENGUTAMAKAN


SESUATU DARIPADA YANG LAIN.

PRIORITAS MERUPAKAN PROSES DINAMIS DALAM


PEMBUATAN KEPUTUSAN YANG SAAT INI DINILAI
PALING PENTING DENGAN DUKUNGAN KOMITMEN
UNTUK MELAKSANAKAN KEPUTUSAN TERSEBUT.
PENETAPAN PRIORITAS TIDAK HANYA MENCAKUP
KEPUTUSAN

APA

YANG

PENTING

UNTUK

DILAKUKAN, TETAPI JUGA MENENTUKAN SKALA


ATAU

PERINGKAT

ATAU

PROGRAM

WEWENANG/URUSAN/ FUNGSI
DALAM

FUNGSI-FUNGSI

YANG

HARUS DILAKUKAN LEBIH DAHULU DIBANDINGKAN


PROGRAM ATAU KEGIATAN YANG LAIN.

15

TERPENUHINYA SKALA DAN LINGKUP


KEBUTUHAN

TUJUAN
PRIORITAS
MASYARAKAT YANG
DIANGGAP
PALING
PENTING
DAN PALING LUAS JANGKAUANNYA,
AGAR:
ALOKASI SUMBER-SUMBER DAPAT
DILAKUKAN SECARA EKONOMIS, EF
ISIEN DAN EFEKTIF,
MENGURANGI TINGKAT RESIKO DAN
KETIDAK-PASTIAN,
16

Langkah langkah dalam pembahasan

PRIORITAS &
PLAFON ANGGARAN SEMENTARA
Menentukan skala prioritas dalam
urusan wajib dan urusan pilihan;

Menentukan urutan program


dalam masing-masing urusan;

Menyusun plafon anggaran


sementara untuk masingmasing
program/kegiatan
17

PLAFON ANGGARAN
PLAFON ANGGARAN ADALAH BATAS TERTINGGI
JUMLAH RUPIAH YANG DAPAT DIANGGARKAN
OLEH TIAP-TIAP URS PEMERINTAHAN DAN ATAU
TIAP-TIAP SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH,
PLAFON ANGGARAN YANG DISEPAKATI OLEH
PEMERINTAH DAERAH DENGAN DPRD HARUS
DIJADIKAN
PEDOMAN
DALAM
PENYUSUNAN
RENCANA KERJA ANGGARAN SATUAN KERJA
PERANGKAT DAERAH (RKA-SKPD).

18

ANALISIS YANG DAPAT DIKEMBANGKAN


DALAM PENYUSUNAN PPAS
ANALISIS SWOT
LINGKUNGAN INTERNAL
FAKTOR KEKUATAN

FAKTOR KELEMAHAN

Seberapa Besar Faktor Faktor


Kekuatan Yang Dimiliki Dapat
Digunakan Untuk Mengatasi
Faktor-Faktor Kelemahan
LINGKUNGAN EKSTERNAL
FAKTOR PELUANG

FAKTOR TANTANGAN

Seberapa Besar Faktor Faktor


Peluang Dapat Digunakan
Untuk Menghadapi FaktorFaktor Tantangan
IMPLEMENTASI DALAM PENYUSUNAN PPAS
Dengan Pemberian Bobot Masing-Masing Faktor Yang
Tersebut Diatas

19

CONTOH PROSES PENENTUAN PRIORITAS


ANALISIS SWOT

Urusan
Pendidikan

INTERNAL

EKSTERNAL

FAKTOR
KEKUATAN

FAKTOR PELUANG

4+3 = 7

2+3 = 5

Program A
Program B

Dst
Urusan
Kesehatan
Program A
Program B
CONTOH
BOBOT 5 s/d

Urusan
Pendidikan

2+4=
6

1.Program A
(12)
1+ 2 = 3
2.Program B
(9)

1+2=
3
2+ 3 =
5
INTERNAL

2+3=
5
3+1=
4
EKSTERNAL

FAKTOR

FAKTOR
TANTANGAN

KELEMAHAN

3.Dst
Urusan
Kesehatan
1.Program B
(9)
2.Program A
(8)
20

TEKNIS PENYUSUNAN PPAS

Substansi PPAS lebih disederhanakan yaitu


menginformasikan prioritas pembangunan daerah
dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai, SKPD
yang akan melaksanakan, dan program yang
prioritas.

Menginformasikan plafon anggaran sementara


berdasarkan urusan dan SKPD, plafon anggaran
sementara berdasarkan program dan kegiatan
(Belanja Langsung), plafon anggaran sementara
Belanja Tidak Langsung dan plafon anggaran
sementara Pembiayaan.
21

PENYAMPAIAN KUA & PPAS

KUA dan PPAS disampaikan kepada DPRD dalam


waktu yang bersamaan. Hasil pembahasan kedua
dokumen tersebut ditandatangani pada waktu yang
bersamaan.

KUA dan PPAS masing masing dokumen ditanda


tangani oleh Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD

Format KUA > Permendagri 59/2007 Lamp A 10 a

Format PPAS > Permendagri 59/2007 Lamp A 11 a


22

FORMAT KUA DAN PPAS


KUA
(Permendagri 59/2007)
I.
II.
III.
IV.
V.

PENDAHULUAN
KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH
ASUMSI-ASUMSI DASAR PENYUSUNAN RAPBD
KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA & PEMBIAYAAN
PENUTUP

PPAS
(Permendagri 59/2007)
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

PENDAHULUAN
RENCANA PATDA & PENERIMAAN PEMBIAYAAN
PRIORITAS BELANJA DAERAH
PLAFON ANGG SEMENTARA BERD. URUSAN PEMERINTAHAN & PROG/KEG
RENCANA PEMBIAYAAN
PENUTUP

23

MATRIKS PPAS (1)

Target Pendapatan Daerah:


- PAD
- dana perimbangan
- Lain-lain Pendapatan Yang sah
- Hibah
- Dana Darurat
- Dana Bagi Hasil Pajak dari Prov.
- Dana Penyesuaian
- Bantuan Keuangan dr Prov/Pemda lainnya
JUMLAH PENDAPATAN
Target Penerimaan Pembiayaan :
- SiLPA
- Pencairan Dana Cadangan
- Hasil penjualan Kekayaan Daerah yg dipisahkan
- Penerimaan Pinjaman
- Penerimaan kembali pemberian Pinjaman
- Penerimaan piutang
JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN

(Catatan: agar pencantumannya disertai dasar hukum)

_____________

_______________
24

MATRIKS PPAS (2)

Prioritas Belanja Daerah (berisi urutan prioritas yg dituangkan dlm anggaran


belanja)

NO.
1.

Prioritas
Pembangunan
Contoh :
Penanggulangan
Kemiskinan

Sasaran
Contoh :
Meningkatnya
kesejahteraan
penduduk miskin
sehingga
prosentase
penduduk miskin
dapat mencapai
14,4% pada akhir
tahun 2007

SKPD yang
melaksanakan
Contoh :
1. Dinas Sosial;
2. Dinas PMD;
3. Dinas
kesehatan;

Nama Program
Contoh :
Pemberdayaan
Fakir Miskin

2.
Dst.
JUMLAH

Catatan:
Catatan:
Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban daerah, baik
Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban daerah,25
baik
urusan wajib maupun urusan pilihan yang dipilih oleh daerah ybs.
urusan wajib maupun urusan pilihan yang dipilih oleh daerah ybs.

MATRIKS PPAS (3)

Plafon Anggaran Sementara (menurut Urusan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah)
URUSAN/SKPD

NO

PLAFON
ANGGARAN
SEMENTARA (RP)

KET.

URUSAN WAJIB
1

Pendidikan

1.1

Dinas/Badan/Kantor

1.2

Dst

Kesehatan

2.1

Dinas/Badan/Kantor

2.2

Dst

Pekerjaan Umum

3.1

Dinas/Badan/Kantor

26

MATRIKS PPAS (4)

Plafon Anggaran Sementara (menurut uraian program / kegiatan )

Urusan :

SKPD :
.

NOMOR

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN

TARGET

PLAFON
ANGGARAN
SEMENTARA
(Rp.)

01

Program A
- Kegiatan .
- Kegiatan .

02

Program B
- Kegiatan .
- Kegiatan .
27

MATRIKS PPAS (5)

Plafon Anggaran Sementara (menurut Belanja Tidak Langsung)

NO.

PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA (Rp.)

URAIAN

Belanja Pegawai

Belanja Bunga

Balanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Bantuan Sosial

Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota


dan Pemerintahan Desa

Belanja Bantuan Keuangan Kepada


Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

Belanja Tidak Terduga

JUMLAH
28

MATRIKS PPAS (6)

Rencana Pembiayaan Daerah


URAIAN

NO.

PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA (Rp.)

PEMBIAYAAN DAERAH
1

Penerimaan pembiayaan

1.1

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran


sebelumnya (SiLPA)

1.2

Pencairan dana cadangan

1.3

Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

1.4

Penerimaan pinjaman daerah

1.5

Penerimaan kembali pemberian pinjaman

1.6

Penerimaan piutang daerah


Jumlah penerimaan pembiayaan

Pengeluaran pembiayaan

2.1

Pembentukan dana cadangan

2.2

Penyertaan modal (investasi) daerah

2.3

Pembayaran pokok utang

2.4

Pemberian pinjaman daerah


Jumlah pengeluaran pembiayaan

29

Penyampaian Rancangan KUA &


PPAS
PEMERINTAH DAERAH
KDH

KOORDINATOR TAPD
TAPD
RKPD
Rancangan
KUA&PPAS

Paling lambat
Akhir Bulan
Juli

Sekda
selaku
Koordinato
r
TAPD
Rancangan
KUA&PPAS

Disampaik
an
kepada
KDH
paling
lambat
Minggu
I
Juni
Rancangan
KUA & PPAS

Rancangan KUA&PPAS
dibahas bersama

Nota Kesepakatan

DPRD
Disampaikan
Paling lambat pada
Pertengahan bulan
Juni

Rancangan
KUA& PPAS

Badan
Anggara
n
DPRD
30

NOTA KESEPAKATAN KUA & PPAS

KUA dan PPAS disampaikan kepada DPRD dalam waktu


yang bersamaan. Hasil pembahasan kedua dokumen
tersebut ditandatangani pada waktu yang bersamaan.

Nota Kesepakatan KUA dan Nota Kesepakatan PPAS


ditanda tangani oleh Kepala Daerah dan Pimpinan
DPRD.

Format Nota Kesepakatan KUA > Lamp A 12 1 a

Format Nota Kesepakatan PPAS > Lamp A 12 2 a

31

SURAT EDARAN KDH


Perihal Pedoman Penyusunan RKASKPD/RKA-PPKD

Prioritas pembangunan daerah dan


program/kegiatan yang terkait;
Alokasi plafon anggaran sementara
untuk setiap program/kegiatan SKPD;
Batas waktu penyampaian RKA-SKPD
kepada PPKD;
Dokumen sebagai lampiran meliputi
KUA, PPAS, analisis standar belanja dan
standar satuan harga.
32

TEKNIS
PENYUSUNA
N
RKA
33

Bagan Alir Pengerjaan RKA-SKPD


Kode

Nama Formulir

RKA-SKPD

Ringkasan Anggaran
Pendapatan, Belanja
SKPD

RKA-SKPD
1

Rincian Anggaran
Pendapatan SKPD

RKA-SKPD
2.1

Rincian Anggaran
Belanja Tidak Langsung
SKPD

RKA-SKPD
2.2

Rekapitulasi Rincian
Anggaran Belanja
Langsung menurut
Program dan Kegiatan
SKPD

RKA-SKPD
2.2.1

Rincian Anggaran
Belanja Langsung
menurut Program
dan Per Kegiatan SKPD

34

Bagan Alir RKA-PPKD


Kode

Nama Formulir

RKA-PPKD

Ringkasan
Anggaran
Pendapatan, Belanja
dan Pembiayaan PPKD

RKA-PPKD.
1

Rincian
Pendapatan
selaku BUD

RKA-PPKD
2.1

Rincian
Anggaran
Belanja Tidak Langsung
PPKD selaku BUD

RKA-PPKD
3.1

Rincian
Penerimaan
Pembiayaan
Daerah
PPKD selaku BUD

RKA-PPKD
3.2

Rincian
Pengeluaran
Pembiayaan
Daerah
PPKD selaku BUD

Anggaran
PPKD

35

PENYUSUNAN RKA-SKPD

Memenuhi ketentuan perundang-undangan :


Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, pendekatan
penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan
keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam
perspektif
lebih
dari
satu
tahun
anggaran
dengan
mempertimbangkan implikasi biaya akibat keputusan yang
bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam
prakiraan maju
Prakiraan Maju (forward estimate), perhitungan kebutuhan
dana untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun yang
direncanakan guna memastikan kesinambungan program dan
kegiatan yang telah disetujui dan menjadi dasar penyusunan
anggaran tahun berikutnya.
Anggaran
berbasis
prestasi
kerja,
pendekatan
penganggaran yang mengutamakan keluaran/hasil dari
kegiatan yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan
penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yg
terukur.
Penganggaran terpadu (unified budgeting), penyusunan
rencana keuangan tahunan yang dilakukan secara terintegrasi
untuk seluruh jenis belanja guna melaksankan kegiatan

36

ANGGARAN BERBASIS PRESTASI


KERJA

SUATU SISTEM ANGGARAN YANG MEMPERHATIKAN


KETERKAITAN
ANTARA
PENDANAAN
DENGAN
KELUARAN YANG DIHARAPKAN DARI KEGIATAN DAN
HASIL
SERTA
MANFAAT
YANG
DIHARAPKAN
TERMASUK EFISIENSI DALAM PENCAPAIAN HASIL
DAN KELUARAN TERSEBUT

37

PENDEKATAN
KINERJA
SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN
UPAYA PENCAPAIAN OUTPUT DARI INPUT YANG
DITETAPKAN

OUTPUT (KELUARAN) MENUNJUKKAN BARANG ATAU JASA


YANG DIHASILKAN OLEH KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN SASARAN DAN TUJUAN
PROGRAM DAN KEBIJAKAN

INPUT (MASUKAN) ADALAH BESARNYA SUMBER DAYA BAIK


YANG BERUPA PERSONIL, BARANG MODAL TERMASUK
PERALATAN DAN TEKNOLOGI, DANA, ATAU KOMBINASI
DARI BEBERAPA ATAU KESEMUA JENIS SUMBERDAYA YANG
DIGUNAKAN UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN

KINERJA/PRESTASI KERJA ADALAH KELUARAN/HASIL DARI


KEGIATAN/PROGRAM YANG AKAN ATAU TELAH
DICAPAI
SEHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ANGGARAN DENGAN
KUANTITAS DAN KUALITAS YANG TERUKUR
38

ANALISIS STANDAR BELANJA


(ASB)
DALAM SISTEM ANGGARAN KINERJA SETIAP
USULAN
PROGRAM,
KEGIATAN
DAN
ANGGARAN DINILAI KEWAJARANNYA
ANALISIS
STANDAR
BELANJA
ADALAH
STANDAR ATAU PEDOMAN YANG DIGUNAKAN
UNTUK MENGANALISIS KEWAJARAN BEBAN
KERJA ATAU BIAYA SETIAP PROGRAM ATAU
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN DALAM SATU
TAHUN ANGGARAN
PENILAIAN
KEWAJARAN
DALAM
ASB
MENCAKUP DUA HAL : KEWAJARAN BEBAN
KERJA DAN KEWAJARAN BIAYA
39

PENILAIAN
KEWAJARAN
KAITAN LOGIS ANTARA
PROGRAM/KEGIATAN/ANGGARAN
BEBAN KERJAYANG
DIUSULKAN DENGAN KUA DAN PPAS

KESESUAIAN ANTARA PROGRAM/KEGIATAN/


ANGGARAN YANG DIUSULKAN DENGAN TUGAS
POKOK DAN FUNGSI SKPD YANG
BERSANGKUTAN
KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK
MELAKSANAKAN
PROGRAM/KEGIATAN/ANGGARAN PADA TINGKAT
PENCAPAIAN YANG DIINGINKAN DAN DALAM
JANGKA WAKTU SATU TAHUN ANGGARAN
40

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA


KAITAN
ANTARA
BIAYA
YANG
DIANGGARKAN
DENGAN
TARGET
PENCAPAIAN
KINERJA
(STANDAR
BIAYA)
KAITAN
ANTARA
STANDAR
BIAYA
DENGAN HARGA YANG BERLAKU
KAITAN
ANTARA
BIAYA
YANG
DIANGGARKAN, TARGET PENCAPAIAN
KINERJA DENGAN SUMBER DANA
41

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA


PROGRAM

KEGIATAN
KINERJA

ANGGARAN BELANJA
BIAYA

TARGET

STANDAR

HARGA YANG BERLAKU


42

CONTOH
KEGIATAN
KINERJA
TOT BINTEK PENYUSUNAN
PROGRAM DAN ANGGARAN
DAERAH

ANGGARAN BELANJA
BELANJA PEGAWAI
BELANJA BARANG/JASA

TARGET
100 PESERTA TERLATIH

TANDAR BIAYA
BELANJA RATA-RATA PER
PESERTA

HARGA YANG BERLAKU


HONOR FASILITATOR
BIAYA MAKAN & MINUM
BIAYA PENGGANDAAN
43

STANDAR BIAYA
pengertian
:
HARGA SATUAN UNIT BIAYA YANG
BERLAKU
BAGI MASING-MASING DAERAH
tujuan :
ALOKASI ANGGARAN BELANJA
SETIAP PROGRAM/KEGIATAN
44

DASAR PENILAIAN
KINERJA
MASUKAN

BESARAN SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN


UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM ATAU
KEGIATAN

KELUARAN
BARANG ATAU JASA YANG DIHASILKAN DARI
PROGRAM ATAU KEGIATAN

HASIL

SEGALA SESUATU YANG MENCERMINKAN


BERFUNGSINYA KELUARAN DARI KEGIATANKEGIATAN DALAM SUATU PROGRAM ATAU
KEGIATAN
45

Rencana
Rencana Kerja
Kerja Anggaran
Anggaran Satuan
Satuan Kerja
Kerja Perangkat
Perangkat
Daerah
Daerah
(RKA
(RKA SKPD)
SKPD)

Kode

Nama Formulir

RKA SKPD

Ringkasan
Anggaran
Pendapatan,
Belanja dan Pembiayaan Satuan Kerja
Perangkat Daerah

RKA SKPD 1

Rincian Anggaran Pendapatan Satuan


Kerja Perangkat Daerah

RKA SKPD
2.1

Rincian
Anggaran
Belanja
Tidak
Langsung Satuan Kerja Perangkat
Daerah

RKA SKPD
2.2

Rekapitulasi
Anggaran
Belanja
Langsung Berdasarkan Program dan
Kegiatan

RKA SKPD
2.2.1

Rincian Anggaran Belanja Langsung


Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat
46
Daerah

FORMULIR RKA-SKPD
Logo
Daerah
Provinsi/Kabupaten/Kota *)
RENCANA KERJA ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
(RKA - SKPD)
TAHUN ANGGARAN .
Urusan Pemerintahan

: x.xx. ..

Organisasi

: x.xx.xx. .

Pengguna Anggaran :
Nama

: ..

NIP

: ..

Jabatan

: ..
Kode

Nama Formulir

RKA - SKPD

Ringkasan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA - SKPD 1

Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA - SKPD 2.1

Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA - SKPD 2.2

Rekapitulasi Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA - SKPD 2.2.1

Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

47

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir
RKA - SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota .
Tahun Anggaran
Urusan Pemerintahan

: x.xx. ...............................

Organisasi

: x.xx.xx. .
Ringkasan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan
Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kode
Rekening

Uraian

Jumlah
(Rp)

Surplus/ (Defisit)

..,tanggal..
..,tanggal..
Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.

48

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir
RKA-SKPD 1

Provinsi/Kabupaten/Kota .
Tahun Anggaran
Urusan Pemerintahan

: x.xx.

Organisasi

: x.xx.xx.
Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rincian Penghitungan

Kode
Rekening

Uraian

xx

xx

xx

xx

volume

satuan

Tarif/
Harga

Jumlah
(Rp)
6 = (3 x 5)

Jumlah
..,tanggal
..,tanggal
Kepala SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)
NIP.
Keterangan
Tanggal Pembahasan
Catatan Hasil Pembahasan

:
:
:

1.
2.
Dst.
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

Nama

NIP

Jabatan

Tandatangan

1
2
dst

49

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir
RKA-SKPD 2.1

Provinsi/Kabupaten/Kota
Tahun Anggaran
Urusan Pemerintahan

: x.xx.

Organisasi

: x.xx.xx.
Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah
Tahun n

Kode
Rekening

Uraian

xx

xx

xx

xx

volume

satuan

Harga satuan

Jumlah
(Rp)

6=(3x5)

Tahun
n+1
7

Jumlah
..,tanggal..
..,tanggal..
Kepala SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)
NIP.
Keterangan

Tanggal Pembahasan

Catatan Hasil Pembahasan

1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

Nama

NIP

Jabatan

Tanda Tangan

1
2
dst

50

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir
RKA-SKPD 2.2

Provinsi/Kabupaten/Kota
Tahun Anggaran ...........
Urusan Pemerintahan

: x. xx.

Organisasi

: x. xx. xx.

Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

Kode
Program

Kegiata
n

xx

Uraian

Lokasi
Kegiatan

Target
Kinerja
(Kuantitatif)
5

Jumlah
Tahun n
Belanja
Pegawai

Barang &
Jasa

Modal

Jumlah
9=6+7+
8

Tahun
n+1
10

Program .
xx

Kegiatan .

xx

Kegiatan .

xx

dst .

xx

dst .
xx

dst .
Jumlah
..,tanggal..
Kepala SKPD
(tanda tangan)

51

52

FORMAT R K A
RKA

SKPD PERMENDAGRI
NO 59 TAHUN 2007
(LAMP.A.14.1a)
RKA PPKD PERMENDAGRI
NO 59 TAHUN 2007
(LAMP.A.14.2a)
53

Penyiapan Raperda APBD


RKA-SKPD/PPKD
dibahas
oleh
anggaran pemerintah daerah.

tim

Pembahasan dilakukan untuk menelaah


kesesuaian
antara
RKA-SKPD/PPKD
dengan KUA, PPAS, prakiraan maju,
capaian kinerja, indikator kinerja, ASB,
standar satuan harga, dan SPM.
PPKD menyusun RAPERDA tentang APBD
berikut dokumen pendukungnya (nota
keuangan, dan rancangan APBD)

TEUKU ALIMAN
55