Anda di halaman 1dari 34

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laporan ini kami buat setelah kami melakukan praktikum di Berbah.
Praktikum ini kami lakukan di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Praktikum ini
merupakan kelanjutan dari teori-teori yang diajarkan oleh Bapak/Ibu Guru
kepada siswa/siswi jurusan Geologi Pertambangan khususnya dalam pelajaran
Batuan dan Geologi Dasar. Dengan adanya praktikum di lapangan siswa/siswi
Geologi Pertambangan juga bisa mengetahui, mengamati, dan menerapkan
ilmu-ilmu yang didapat saat pelajaran teori. Kami juga bisa menggunakan
peralatan geologi secara langsung di lapangan. Kami juga lebih terampil dalam
membuat laporan untuk bekal kami kerja nanti.
Dengan semua dasar tersebut, kelas X Geologi Pertambangan A SMK N 2
Depok melakukan praktikum ke Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta mulai hari
Rabu tanggal 24 April 2013 sampai dengan tanggal 30 April 2013. Oleh karena
kami melakukan praktikum tersebut, kami membuat laporan praktikum di Patuk,
Gunung Kidul, Yogyakarta.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam laporan praktikum ini dapat dirumuskan beberapa masalah,
diantaranya sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bagaimana geologi regional daerah praktikum?


Jenis pola aliran yang terdapat pada daerah praktikum?
Berapa macam satuan geomorofologi daerah praktikum?
Apa saja struktur geologi yang terdapat di daerah praktikum?
Bagaimana hubungan antara struktur sedimen dengan arus turbidit?
Bagaimana geologi ekonomi di Terbah, Patuk, Gunung Kidul,
Yogyakarta?
7. Apa saja Morfologi di Terbah, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta?
8. Apa saja batuan sedimen yang ada di Terbah, Patuk, Gunung Kidul,
Yogyakarta?
9. Apa saja litologi batuan yang ada di Terbah, Patuk, Gunung Kidul,
Yogyakarta?
10.Berapa kedudukan batuan tiap singkapan batuan sedimen yang
ditemui?
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 1

11.Bagaimana urutan satuan batuan dari tua ke muda?


12.Bagaimana hubungan antar satuan batuan?
13.Apa nama formasi batuannya?
14.Bagaimana urutan satuan batuan dari tua ke muda?
15.Bagaimana sejarah geologi daerah praktikum?
16. Bagaimana cara menggambar data-data ke lajur?
17. Bagaimana cara memasukkan data ke lapopran?
18. Bagaimana cara membuat laporan yang baik?

1.3 Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan diadakannya praktikum ini, sebagai berikut :
1. Untuk mengukur kedudukan batuan (strike/dip) pada batuan
sedimen
2. Menambah pengetahuan siswa tentang genesa yang ada di Patuk,
Gunung Kidul, Yogyakarta
3. Mempraktikkan teori-teori yang dipelajari di sekolah, khususnya
pelajaran Batuan dan Geologi Dasar
4. Mengamati objek-objek yang ada di lapangan secara mendalam
5. Siswa lebih dini melakukan praktikum di lapangan

1.4 Manfaat pelaksanaan praktikum


Manfaat dari diadakannya praktikum tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mampu mengolah data lapangan menjadi suatu tabel menjadi lajur.
2. Mampu mengolah data lapangan menjadi laporan dengan tata cara
yang benar.
3. Menambah wawasan kami khususnya tentang batuan dan geologi
dasar
4. Menambah ketrampilan dalam menggunakan alat-alat geologi,
sehingga bisa menjadi bekal saat kerja
5. Menambah kerjasama dan solidaritas antar anggota kelompok
6. Melatih kemampuan dalam mengatasi masalah

1.5 Letak,Kesampaian Daerah, dan Waktu penelitian


Letak daerah penelitian
Letak daerah penelitian berada di Desa Terbah, Kecamatan Patuk,
Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesampaian Daerah

Lokasi praktikum berada di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.


Jarak dari SMK N 2 Depok ke tempat praktikum sekitar 35 km ke a
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 2

rah tenggara. Untuk menuju ke tempat praktikum dapat dicapai


menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Perjalanan
dari SMK N 2 Depok menuju daerah praktikum 45 menit, melalui
jalan Jogja-Wonosari. Namun untuk menuju ke tiap stasiun susah
untuk dijangkau dengan kendaraan, sehingga dilakukan dengan
berjalan kaki.

Waktu Praktikum
Waktu praktikum dimulai dari hari Rabu tanggal 24 April 2013
dengan kegiatan recognize (melihat medan praktikum secara
global). Lalu dimulai praktikum tanggal 26 April 2013. Praktikum
tidak dilakukan setiap hari. Praktikum dilakukan pada hari tertentu
diluar jam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

1.6 Aktifitas Kerja


Berikut merupakan aktifitas kerja dari dimulainya praktikum hingga
terselesaikannya laporan :
Aktifitas
24

26

April
27 28

Mei
29

Juni

Juli

Agustus

September

30

Praktikum
recognize
dengan bapak
Ir.
Mawardi
dan
kakak
kelas
Praktikum
tanpa bapak Ir.
Mawardi dan
kakak kelas
Menyusun data
lapangan dan
laporan
Konsultasi di
rumah bapak Ir.
Mawardi
Acc
peta
lintasan, peta
kontur plotting
lokasi,
peta
pola
aliran
sungai
di
rumah bapak Ir.
Mawardi
Acc Laporan
Recognize
Acc Laporan
Praktikum
Batuan dan
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 3

Oktober

Geologi Dasar
Acc Laporan
Measurement
Section
Acc lajur
stratigrafi
tanpa skala
Acc Lajur
Kelompok
Pengumpulan
Laporan dan
Lajur
stratigrafi di
rumah Bapak
Ir. Mawardi

Table 1.1 aktifitas kerja dimulai dari awal praktikum hingga terselesaikannya
laporan.

1.7 Metodologi
Dalam melakukan praktikum diperlukan metode-metode yang baik,
diharapkan mendapatkan hasil praktikum yang memuaskan. Metodologi
praktikum di bagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, studi pustaka,
tahap penelitian dan pengambilan data lapangan (daerah praktikum), kemudian
tahap terakhir adalah tahap analisa dan pembuatan laporan. Tahapan laporan
tidak terlepas dari bimbingan dan konsultasi dengan kakak-kakak Pembina dan
guru pembimbing.
Tahap persiapan
Tahapan persiapan dilakukan sebelum melakukan praktikum ke lapangan,
langkah paling awal yang dilakukan adalah penentuan lokasi praktikum, lokasi
praktikum ini telah ditentukan oleh guru pembimbing. Setelah menentukan
lokasi praktikum, dilakukan langkah selanjutnya yaitu studi literature. Studi
literature ini antara lain mengenai dasar-dasar metode mengenai praktikum
measurement section tersebut. Selain itu, dapat mengetahui tentang lithologi,
geologi, geomorfologi, stratigrafi, struktur, dan hal yang mendukung praktikum
measurement section tersebut. Sehingga saat di lapangan sudah memiliki
gambaran mengenai keadaan geologi yang berkembang di daerah praktikum.
Tahap Penelitian
Dalam tahapan penelitian lapangan melakukan pengumpulan data-data
lapangan, berupa pencarian lokasi pengamatan singkapan, pengukuran
kedudukan batuan, pengambilan foto singkapan, pengambilan sample batuan,
pengambilan azimuth foto, pengamatan morfologi, pengukuran data struktur
geologi (kekar). Pengambilan data tidak hanya menggunakan panca indra tetapi
juga menggunakan alat bantu, seperti kompas geologi, GPS, dan Palu geologi.
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 4

Tahap Analisis Data dan Penyusunan Laporan


Tahap analisis data ini dilakukan untuk mengetahui apasaja data-data
yang telah didapatkan dan juga data yang belum lengkap. Analisis data ini
sebagai acuan untuk pembuatan laporan. Pembuatan laporan tidak hanya berisi
data-data yang didapat di lapangan, tetapi dapat didapatkan dari studi literature
yang bisa didapat di internet dan buku.
TAHAP PERSIAPAN

Penentuan lokasi
praktikum
Studi literatur

TAHAP PENELITIAN

Pengumpulan data
lapangan

Mencari singkapan

Pengukuran kedudukan
batuan

Pengukuran perlapisan
batuan
Mengukur arah lintasan

Sampling batuan

TAHAP ANALISIS DATA

Pembuatan laporan

PENYUSUNAN
LAPORAN
peta lintasan

peta kontur

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 5

peta pola aliran sungai

Deskripsi batuan

penulisan laporan

Peta geomorfologi

penampang stratigraf

1.8 PERALATAN YANG DIGUNAKAN


Dalam melaksanakan praktikum lapangan, salah satu komponen
terpenting adalah alat. Hal itu seperti yang disampaikan pada bab metodologi
penelitian studi lapangan. Pada uraian di atas, disebutkan bahwa studi lapangan
dilakukan secara pengamatan visual langsung dan dibantu dengan
alat- alat geologi. Alat- alat yang dimaksud misalnya adalah kompas
geologi, palu, betel, hardboard, dan lain- lain. Berikut rincian alat- alat geologi
yang digunakan beserta fungsinya.
a. Kompas geologi, adalah komponen terpenting dalam praktikum
lapangan. Hal itu dikarenakan kompas memiliki banyak peran,
diantaranya untuk mengukur slope, plotting, dan azimuth.
b. Palu dan bettel, adalah alat yang dipergunakan untuk mengambil
sampel batuan yang kemudian dideskripsi.
c. Hardboard, yaitu alat bantu sebagai alas saat menggambar sketsa atau
mencatat data mentah lapangan.
d. Kertas HVS Folio, untuk mencatat data mentah lapangan dan
menggambar sketsa.
e. Alat tulis, terdiri dari pensil, bolpoin, penghapus, buku lapangan, dan
lain- lain.
f. Kamera, untuk mengambil foto litologi daerah telitian, morfologi,
sampel batuan, struktur geologi, dan lain- lain.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 6

g. Kantong sampel berbahan dasar kain (karung gandum), sebagai


wadah sampel batuan yang sudah diambil.
h. GPS yang digunakan untuk tracking dan plotiing lokasi.
i.

HCl yang digunakan untuk menguji kereaksikan mineral kalsit pada


batuan sedimen maupun beku yang kam jumpai di lapangan karena
akan mempengaruhi pada penamaan batuan.

1.9 KESELAMATAN KERJA


Hal terpenting dalam bekerja (praktikum lapangan) adalah keselamatan.
Jadi, dalam praktikum ini keselamatan kerjalah yang diutamakan.
1.9.1 Prinsip Dasar Keselamatan Kerja
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu usaha untuk dapat
melaksanakan pekerjaan tanpa kecelakaan dan penyakit, memberikan suasana
dan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat agar dapat dicapai hasil
yang optimal dan bebas dari segala bahaya.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 7

1.9.2 Tujuan
Tujuan

K3

adalah

pencegahan

agar

tenaga

kerja

tidak

mendapat

luka/cedera/sakit dan tidak terjadi kerusakan alat produksi dan kerugian


perusahaan dengan menghilangkan/meniadakan bahaya dan sumber penyakit.
K3 pada prinsipnya mengadakan pengawasan terhadap 4 M, yaitu Manusia,
Mesin, Material dan Metode Kerja:
1.9.3 Dasar-dasar Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja:
Kecelakaan yang terjadi karena disebabkan sesuatu. Bahwa kecelakaan dapat
terjadi tentu adanya penyebabnya. Dengan adanya penyebab kecelakaan maka
dimungkinkan dan harus dilakukan pencegahan dan dapat dihilangkan
penyebabnya untuk menghindari/menghilangkan kecelakaan tersebut. Setiap
pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan selamat dengan memahami terlebih
dahulu dan mengambil langkah langkah:
o Mengenal pekerjaan yang akan dilakukan
o Mampu melakukan pekerjaan dengan benar
o Mengetahui dan mampu mengenal bahaya yang akan terjadi pada pekerjaan
o
o
o
o
o

yang akan dilakukan.


Mengetahui dan mampu mengantisipasi dan menghilangkan bahaya tersebut.
Identifikasi Bahaya merupakan:
Awal tindakan pengendalian kecelakaan
Sebagai input untuk mengukur besarnya bahaya
Tindakan antisipasi pengelolaan bahaya dan koordinasi

1.9.4 Pendekatan Kontrol K3


Pedekatan Teknis
Dalam pencegahan kecelakaan harus dilakukan langkah-langkah teknis
baik dengan peraturan pemerintah maupun peraturan perusahaan
mengenai K3.
Pendekatan Psychologis
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 8

Tenaga kerja memiliki karater yang menentukan dalam pelaksanaan dan


kepatuhan terhadap K3.
Pendekatan Manajemen
Pada setiap kegiatan yang mengelolaan organisasi dan tenaga kerja, maka
peranan

manajemen

sangat

menentukan.

Setiap

perencanaan,

pengorganisasian pelaksanaan dan pengawasan K3 harus terintegrasi


dengan operasional tambang
1.9.5 Hubungan Keselamatan Kerja dengan Produksi
Keselamatan kerja adalah salah satu bagian dari produksi. Bagian
bagian produksi lainnya adalah: Jumlah Produk (kuantita) dan Mutu
Produk (kualita). K3 menentukan kuantita dan kualita produk. Oleh
karena itu, PRODUKSI adalah kualita + kuantita keselamatan kerja.
Untuk mencapai produksi secara efisien dan aman, maka perlu adanya
keselamatan kerja. Dalam pengertian bahwa pada setiap pekerjaan tidak
terjadi kecelakaan dengan cara-cara pencegahan kecelakaan dengan
pelaksanaan keselamatan kerja secara efektif.
Dengan pedoman bahwa Produksi adalah kuantita, kualita dan
keselamatan kerja, maka produksi berkurang/terganggu kalau terjadi
kecelakaan. Oleh karena itu, kecelakaan harus dicegah, dihindari atau
dihilangkan.
Pencegashan kecelakaan merupakan kunci penting bagi produksi, yaitu
terlaksanannya keselamatan kerja secara efektif. Oleh karena itu, jelas
bahwa keselamatan kerja menjadi penting bagi produksi.
1.9.6 Manfaat Keselamatan Kerja

Mengurangi atau menghilangkan biaya biaya tambahan.


Menjamin suatu hasil praktek yang memenuhi target
menjamin pekerjaan lancar tanpa hambatan.
Menyelamatkan siswa dari cedera, sakit dan kehilangan nafkah

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 9

Menyelamatkan

keluarga,

rekan

korban

dan

masyarakat

dari

kesedihan/derita.
1.9.7 Prinsip Dasar Kesehatan Kerja
Azas Dasar Kesehatan Kerja
Rekognisi
Rekognisi adalah usaha untuk mengenali atau menentukan adanya factor
berbahaya dalam lingkungan kerja. Memerlukan pengetahuan sifat bahaya pada
praktek lapangan. Mampu mendeteksi adanya bahaya.
Evaluasi
Mengetahui berapa besar pengaruh bahaya terhadapsiswa. Bila factor bahaya
adalah akibat kontaminasi udara, perlu diketahui jenis dan jumlah dibandingkan
dengan standar. Mengetahui jenis usaha apa yang perlu dilakukan untuk
mengendalikan bahaya tersebut. Harus ditemukan sumber bahaya atau
kontaminasi udara/kimia di lingkungan praktek.
Pengendalian
Melakuakan kontrol apabila tingkat bahaya dari kontaminasi udara/kimia
melebihi nilai ambang batas yang ditentukan. Cara yang dilakukan bias dengan
teknologi tepat guna, isolasi sumber bahaya, penggantian material/alat,
pemasangan alat proteksi alat dan alat proteksi diri siswa
Pengendalian Bahaya Kesehatan :
Substitusi (Peralatan Pengganti): Apabila terdapat peralatan yang memiliki
potensi besar terhadap gangguan kesehatan siswa dan masih ada peralatan lain
yang dapat menggantikannya, maka peralatan tersebut harus diganti dengan
yang memenuhi syarat. Peralatan penggati (substitusi) harus memiliki
karakteristik yang potansi bahayanya lebih kecil dari peralatan sebelumnya.
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 10

Eliminasi: Ada berbagai cara untuk mengeliminasi/mengurangi paparan yang


dapat menimbulkan bahaya kesehatan yang besar. Cara mengeliminasi paparan
tersebut antara lain dengan memindahkan peralatan, memasang komponen yang
dapat meredam/menahan bahaya tersebut, pada lokasi maupun pada alat itu
sendiri.
Sistem Ventilasi : Kondisi tempat kerja harus menjamin keamanan dan
kenyamanan siswa. Potensi bahaya dari suhu, debu dan kelembaban dapat
diatasi dengan membuat system ventilasi yang baik, sehingga potensi bahaya
dari material tersebut dapat dikurangi seminimal mungkin.
Housekeeping : Housekeeping memiliki peranan yang penting pada aspek
kesehatan saat praktek, terutama pada penempatan peralatan praktek dan bahan
bahan kimia yang termasuk bahan berbahaya. Housekeeping (penataan tempat
kerja) yang baik akan memudahkan mobilitas tenaga kerja.
Protective Devices : Apabila Kondisi lingkungan kerja sedemikian sulit untuk
dilakukan perbaikan agar memiliki keamanan dan keyamanan serta tidak dapat
dihindari potensi bahaya kesehatan bagi siswa, maka alat pelindung diri ( alat
proteksi diri) merupakan jalan terbaik untuk mengatasinya. Alat Pelindung Diri
(APD) inipun akan kurang bermanfaat apabila tidak memenuhi syarat yang
sesuai dengan kondisi potensi bahaya yang dihadapi, mutu yang baik,
perawatan, penggantian berkala, kepatuhan pemakaiannya.
General Check Up dan Perawatan Kesehatan : Pemeriksaan Kesehatan bagi
siswa harus dilakukan mulai awal kerja dan secara berkala sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Apabila siswa sudah terkena penyakit akibat bekerja,
maka harus dilakukan perawatan/pengobatan sampai tenaga kerja tersebut
kembali sehat seperti keadaan semula.
Monitoring : Untuk mengetahui kondisi tempat praktek yang memiliki potensi
bahaya kesehatan terhadap siswa, maka harus ditunjuk petugas yang melakukan
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 11

monitoring secara berkala. Hasil monitoring dicatat sebagai bahan evaluasi dan
tindakan tindakan yang harus dilakukan sehingga dapat menjaga keamanan
dan keyamanannya.
1.9.8 Anatomi Kecelakaan Tambang
Berdasarkan penyebab, kejadian dan akibat kecelakaan terbagi menjadi:

Pendorong Terjadinya Kecelakaan


Faktor Pengawasan
Intruksi tentang K3 tidak memadai
Peraturan K3 tidak ditekankan
K3 belum dianggap bagian dari pekerjaan
Komunikasi K3 tidak cukup
Faktor Mental Tenaga Kerja
Perhatian terhadap K3 masih kurang
Kurang kerjasama antara pekerja
Reaksi lamban dan tidak tepat
Emosional Pemarah
Gugup Nervous
Faktor Fisik
Terlalu lelah
Pendengaran kurang baik
Pandangan kurang jelas
Cacat jasmani

Tindakan Tidak Aman

Alat pelindung diri tidak dipakai


Berjalan pada jalur yang salah
Memperbaiki alat pada saat mesin/alat berjalan
Mengoperasikan alat dengan tidak benar/bukan wewenangnya

Kondisi Tidak Aman

Alat pelindung diri tidak memadai


Housekeeping tidak baik
Alat yang tidak laik jalan masih dipakai
Tidak ada pengaman mesin
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 12

Jalan licin
Jenis Kecelakaan

Terjatuh
Terbentur
Terpeleset
Terkena Ledakan
Terjepit
Terpapar bahan kimia, gas, debu, dll

Akibat Kecelakaan

1.8.9

Cedera
Mati
Kerugian
Keselamatan Pribadi

keselamatan pribadi adalah usaha yang sifatnya untuk melindungi sendiri agar
terhindar/mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Hal yang perlu dikenakan
seperti :
Wearpack
Wearpack ini adalah pakaian khusus yang dipakai jika praktek lapangan.
kegunaannya adalah
1. Melindungi kulit
2. Kotor tidak masalah
3. Sebagai identitas.
Sepatu
Sepatu kegunaan utamanya adalah melindungi kaki dari bahan-bahan yang
sekiranya bahaya jika dipijak.
Kacamata
Kacamata disini digunakan jika akan menyampel batuan agar pecahan-pecahan
batuan yang disampel tidak masuk ke mata.
Sarung Tangan
Sarung tangan disini berguna untuk melindungi tangan.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 13

Barang-barang tersebut sifatnya berjaga-jaga untuk mencegah kecelakaan kerja


saat melakukan praktek.

1.10 PESERTA
Kunjungan praktikum di Patuk ini diikuti oleh siswa kelas X
Geologi Pertambangan A yang berjumlah 14 orang, Bapak Ir. Mawardi selaku
guru mata pelajaran Batuan dan Geodas, kakak-kakak kelas pendamping.
Peserta praktikum :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.

Abeyasa Aufry TBM


Adji Dwi Nugroho
Ahmar Adji Awaludin
Ali Akbar Mustofa
An-Nisa Padma Mukhli
Antonius Ari Dwi Cahyo
Aprillia Erni Kadarwati
Arifky Kurniawan
Ary Pratama Putra
Azizan Nur Fathurohman
Aziz Yogo Utomo
Bagus Sri Adji Pamungkas
Briandika Yusni Pradana
Budi Hendri Wicaksono
Dedek Umar Bayan
Desmon Johan Siagian
Dimas Muhammad Fauzi
Erric Maulana Ibrahim
Fajar Syamsudin
Febri Prastowo
Febriansyah Fitri nugroho
Fitri nur aini
Hendri Tri Purnomo
Imam Sholichin
Indra Ayu Aninda Wibowo
Kurniawati
Lisna Tri Utami
Mahendra Krisna Satria
Maulana Risqon Fahroni
Mega Ayu Kusuma Putri

1.11 DATA DEMOGRAFI DAN GEOGRAFI


1.11.1 UMUM
Nama Camat

: Budi Hartono
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 14

Telepon

: (0274)7104910

Kecamatan Patuk teridiri 11 desa, 72 dusun, 129 RW, dan 325 RT, dimana
8 desa merupakan desa swadaya dan 3 desa swakarya.

Desa

Dusun

RW

RT

Ket

kepala desa

Semoya

10

24

swadaya

Suhardi

Pengkok

14

29

swadaya

Badrudin

Beji

13

30

swadaya

Edi Sutrisno

Bunder

14

28

swadaya

Kabul Santosa

Nglegi

13

33

swadaya

Aripin

Putat

18

39

swakarya

Rusbandi

Salam

13

28

swadaya

Drs.Sudjido

Patuk

11

29

swakarya

Suwardiyono

Ngoro-oro

40

swakarya

Sagiran

Nglanggeran

11

23

swadaya

Senen

Terbah

12

24

swadaya

Gunawan Riyanto,S.Sn

Table 1.2 Nama Desa, Jumlah dusun, RW, dan RT yang ada di Kecamatan Patuk

1.11.2 KONDISI GEOGRAFI


Batas wilayah:
Utara : Kecamatan Gedangsari

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 15

Selatan: Kecamatan Playen


Timur : Kecamatan Gedangsari
Barat : Kecamatan Piyungan, Bantul

1.11.3 LUAS WILAYAH


1.11.3.1 Luas Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Gunung Kidul mempunyai luas 1.485,36 km2, dengan
perincian sebagai berikut :

LUAS
JUML
WILA JUML
N KECAM
AH
YAH AH
ATAN
DUSU
DESA
(KM
N
2)

1. Panggang 99,80

44

2. Paliyan

58,07

50

3. Tepus

104,91

85

4. Rongkop

83,46

101

5. Semanu

108,39

106

6. Ponjong

104,49

11

119

80,12

104

8. Wonosari 75,51

14

104

9. Playen

13

101

7.

Karangm
ojo

105,26

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 16

1
0.
1
1.
1
2.
1
3.

Patuk

72,04

11

72

Nglipar

73,87

53

Ngawen

46,59

66

Semin

78,92

10

116

68,14

60

Saptosari

87,83

67

Girisubo

94,57

82

71,63

71

Purwosari 71,76

32

144

1.431

1 Gedangsa
4. ri
1
5.
1
6.

1 Tanjungs
7. ari
1
8.

1.485,3
6
1.11.3.2 Luas Kecamatan Patuk

Kecamatan Patuk mempunyai luas 7203,3 Ha, dengan perincian sebagai


berikut :
Des T. T. Ba H H L T
a Sa K ng t t ai ot
w eri un R N nn al
ah ng an a e ya

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 17

k g
y ar
at a
Se
mo
ya

75
.1

38
1.
2

Pen 11 19
gko 5. 0.
k

Beji

8 2

36
.1

Bun 67
der .5

Ngl
egi

27
0.
5

22
1.
4

18 47
0. 6.
3 8

5
92. 1.

26 7

8 0

.6 6.
7
4

12

29 5

2.6

.4 8.
0
1

5
13

4 29

4.4

0. .8
0

0
1
0.
8

11

5 39 9

3.4

0. .5 1.
0

16
9.3

8
10
4.
4

9
3
0.
8

Put 11 35 22

24 7

at 5. 1. 6.3

.1 1

0 4

6.
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 18

Sal 53
am .2

Pat 16
uk .0

32
5.
8

16
1.
8

Ng 18 38
oro- 4. 2.
oro 2 1
Ngl
ang 67
gera .0
n

Ter
bah

44
7.
1

16 28
8. 8.
9 9

5
13

11 2

0.4

.6 1.
0
2

95.

17 9

.6 1.
0
7

13

48 5

8.6

.9 3.
8
7

20

41 6

7.6

.1 2.
8
5

95.

37 8

.0 9.
8

Table 1.3 luas setiap lahan yang ada di tiap Desa di Kecamatan Patuk
1.11.4 SISTEM PENGAIRAN
System pengairan di Kecamatan Patuk menggunakan sistem sederhana
untuk sawah seluas 707.3 Ha, dan tadah hujan 371.8 Ha.

1.11.5 DEMOGRAFI
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 19

Jumlah penduduk
Penduduk Kabupaten Gunungkidul berdasarkan hasil proyeksi Sensus
Penduduk 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus 2005 tahun 2007 berjumlah
685.210 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan dan 144 desa, dengan jumlah
penduduk terbanyak yaitu Kecamatan Wonosari dengan 75.517 jiwa. Secara
keseluruhan jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk lakilaki, yaitu 349.799 perempuan dan 335.411 laki-laki.
Dilihat dari status pekerjaan utama, sebagian besar penduduk Kabupaten
Gunungkidul bekerja sebagai pekerja keluarga sekitar 36,56% dari jumlah
penduduk yang bekerja. Sedangkan yang berusaha dengan dibantu buruh tetap,
masih sangat sedikit yaitu sekitar 0,80 %.
Untuk penduduk berdasarkan usia tahun 2007 sesuai dengan proyeksi SP
2000 - SUPAS2005 & Proporsi Susesnas 2006 adalah sebagai berikut Usia 0-4
Tahun ( balita ) sebanyak 41.935 orang, 5-9 Tahun sebanyak 46.041 orang , Usia
10-14Tahun adalah sebanyak 53.143 Jiwa sedangkan usia 15-19Tahun
sebanyak 49.730 jiwa, usia 20-24 tahun sebanyak 32.508 Jiwa, usia 25-29
sebanyak 40.984 jiiwa, usia 30-34 sebanyak 46.246 jiwa, usia 35-39 sebanyak
52.502 jiwa, usia 40-44 yaitu 49.255 jiwa, 44.398 jiwa usia 45-49, 44.409 jiwa
usia 50-54 tahun, dan 44.984 jiwa berusia 55-59 tahun, sedangkan usia 60+
sebanyak 139.075 jiwa.
Jumlah penduduk 33.768 jiwa dan 8787 KK (sumber: Kecamatan Patuk
Dalam Angka 2008) dengan rincian perdesa sbb :

No

Desa

Jumlah Penduduk
Laki-laki

Perempuan

KK
Total

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 20

Semoyo

1264

1467

2731

718

Pengkok

1624

1516

3140

861

Beji

1322

1646

2968

719

Bunder

1406

1486

2892

895

Nglegi

1591

1613

3204

751

Putat

1933

2043

3976

1009

Salam

1540

1512

3052

786

Patuk

1329

1295

2624

705

Ngoro-oro

1821

1874

3695

932

10 Nglanggeran

1222

1296

2518

687

11 Terbah

1453

1515

2968

724

Table 1.4 jumlah penduduk tiap desa di Kecamatan Patuk


Jumlah KK miskin
Banyaknya keluarga miskin di Kecamatan Patuk berdasarkan Kecamatan
Patuk Dalam Angka 2008 yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten
Gunungkidul yaitu :

KK
Desa

Miski
n

Jumla
h Jiwa

Semoya

317

1067

Pengkok

232

782

Beji

303

992

Bunder

211

738

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 21

Nglegi

399

1498

Putat

428

1491

Salam

167

558

Patuk

228

769

Ngoro-oro

179

611

260

829

Terbah

220

746

Jumlah

2944 6025

Nglanggera
n

Table 1.5 Data jumlah Keluarga Miskin yang ada di Kecamatan Patuk
Sarana Pendidikan
Desa

SLT SLT

TK

SD

Semoya

Pengkok

Beji

Bunder

Nglegi

Putat

Salam

Patuk

Ngoro-oro

Nglanggeran

Terbah

1
1

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 22

Jumlah

26

31

Table 1.6 Data Sarana Pendidikan yang ada di setiap desa di Patuk

. Mata Pencaharian Penduduk


No

Mata Pencaharian

Jumlah
Laki-laki

Perempuan

Total

PNS

307

Pertanian

4.165

Pertambangan

Indutri Pegolahan

996

Bangunan

747

Perdangangn

1.041

Angkutan

97

Keuangan

TNI/POLRI

79

tabel 1.7 Data Mata Pencaharian penduduk dan jumlah jiwa


1.11.6 PENDAPATAN REGIONAL
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gunungkidul atas
dasar harga berlaku tahun 2007 sebesar 4.872.123 juta rupiah dengan kontribusi
terbesar diberikan oleh sektor pertanian yaitu sebesar 34,03% kemudian disusul
sektor jasa-jasa dengan sumbangan sebesar 18,25 %.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 23

PDRB Kabupaten Gunungkidul atas dasar harga konstan 2000 pada tahun
2007 sebesar 2.941.288 juta rupiah atau naik sekitar 110.705 juta rupiah.
Sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan 2000 penduduk
Kabupaten Gunungkidul pad atahun 2007 sebesar 4.292.535 rupiah. Dan PDRB
per kapitas atas dasar harga berlaku penduduk Kabupaten Gunungkidul pada
tahun 2007 sebesar 7.110.408 rupiah.

Keluarga Berencana

PUS (Pasangan Usia Subur)

6.134 Jiwa

Jumlah Peserta KB

4.969 Jiwa

Jumlah KB mandiri

....... Jiwa (.......%)

Pemerintahan dan social budaya


Jumlah Perangkat kecamatan 30 orang terdiri dari 23 laki-laki
4 orang perempuan dengan status PNS dan 3 orang tenaga kontrak.
Pada tahun 2007 di Kabupaten Gunungkidul hanya terdapat 1 RSU
Pemerintah, 1 RS swasta dan 140 puskesmas. Dari 140 Puskesmas dapat
dikategorikan 13 Puskesmas Perawatan, 16 Puskesmas Non Perawatan dan 111
Puskesmas Pembantu. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan porgram KB
jumlah akseptor aktif di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2007 mencapai
107.307 orang. Pada umumnya aksektor tersebut memilih menggunakan alat
kontrasepsi suntik, IUD dan pil, masing-masing 45.298, 25.262 dan 20.291
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 24

orang atau ketiga kontrasepsi tersebut dipilih oleh sekitar 84,66 % dari seluruh
akseptor aktif.
Untuk sektor budaya, Kondisi kehidupan dan aktivitas budaya dan
kesenian di Kabupaten Gunungkidul secara umum masih berjalan baik, terlihat
dari

upaya

dan

kegiatan

masyarakat

untuk

mempertahankan

dan

mengembangkan budaya dan kesenian yang ada. Bahkan juga tampak adanya
upaya untuk menggali kembali budaya dan kesenian yang hampir punah, serta
upaya kaderisasi kepada generasi muda
Perkembangan pembangunan di bidang spiritual dapat dilihat dari
banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama. Tempat peribadatan umat
Islam, Kristen, Kholik, Hindu dan Budha masing-masing 2.541 unit, 96 unit, 28
unit, 14 unit dan 8 unit. Ditinjau dari jumlah pemeluk agama, pada tahun 2007
di Kabupaten Gunungkidul tercatat 732.701umat Islam, 12.795 umat
Kristen, 10.142 umat Katholik, 2.776 umat Hindu, dan 626 umat Budha.

Nama Kantor
No

Jumlah
Sarana Kesehatan

1 Poliklinik

2 Puskesmas

Puskesmas
pembantu

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 25

4 PKD/Polondes

5 Posyandu

11

6 Dokter

7 Apoteker

8 Mantri

10

9 Bidan

10 Ahli Gizi

11 Dukun bayi

20

12 Apotik/toko obat

Sarana dan Prasarana Kantor:


No
1

Jenis
Tanah bangunan

Luas Bangunan
(M)2

Kondisi

2.700

Baik

574.5

Baik

3 Gedung PKK

18

Baik

4 Kantor PKK/DW

18

Baik

tipe 46/100

Baik

18

Baik

kantor
Gedung kantor
kecamatan

5 Rumah dinas camat


6 Ruang komputer
Potensi Alam

Kabupaten Gunung Kidul mempunyai beragam potensi perekonomian


mulai dari pertanian, perikanan dan peternakan , hutan, flora dan fauna, industri,
tambang serta potensi pariwisata.
Pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah
lahan kering tadah hujan ( 90 %) yang tergantung pada daur iklim khususnya
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 26

curah hujan. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah
tadah hujan. Sumberdaya alam tambang yang termasuk golongan C berupa :
batu kapur, batu apung, kalsit, zeolit, bentonit, tras, kaolin dan pasir kuarsa.
Kabupaten Gunungkidul juga mempunyai panjang pantai yang cukup luas
terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, membentang
sepanjang sekitar 65 Km dari Kecamatan Purwosari sampai Kecamatan
Girisubo. Potensi hasil laut dan wisata sangat besar dan terbuka untuk
dikembangkan.
Potensi lainnya adalah industri kerajinan, makanan, pengolahan hasil
pertanian yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan.

No

Potensi Alam

Letak

Bahan Galihan

Terbah, Ngoro-oro, Nglanggeran

2 Tambang

Terbah, Ngoro-oro, Nglanggeran

Goa-Goa wisata

Tidak ada

Wisata pegunungan

Gunung Nglangeran

Wisata Kerajinan

Bobung desa Putat

Curah hujan rata-rata Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2007


sebesar 1720,86 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 115 hari per
tahun. Bulan basah 4 6 bulan, sedangkan bulan kering berkisar antara 4 5
bulan. Musim hujan dimulai pada bulan Oktober Nopember dan berakhir pada
bulan Mei-Juni setiap tahunnya. Puncak curah hujan dicapai pada bulan
Desember Pebruari.Wilayah Kabupaten Gunungkidul Utara merupakan
wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan
selatan, sedangkan wilayah Gunungkidul selatan mempunyai awal hujan paling
akhir.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 27

Suhu udara Kabupaten Gunungkidul untuk suhu rata-rata harian 27,7 C,


Suhu minimum 23,2C dan suhu maksimum 32,4 C. Kelembaban nisbi di
Kabupaten Gunungkidul berkisar antara 80 % - 85 %. Kelembaban nisbi ini bagi
wilayah Kabupaten Gunungkidul tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi tempat,
tetapi lebih dipengaruhi oleh musim. Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan
Januari Maret, sedangkan terendah pada bulan September.
Di Kabupaten Gunungkidul terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu
Opak Oyo dan Dengkeng. Masing-masing DAS itu terdiri dari beberapa Sub
DAS.
Potensi Kerajinan
No

Potensi Alam

Letak

1 Kerajinan Makanan

Salam, Ngoro-oro, Terbah, Patuk, Semoyo

2 Kerajinan Industri

Putat, Patuk, Terbah, Bunder


Semoyo, Pengkok, Beji, Bunder, Nglegi

3 Kerajinan Lain-lain Salam, Putat, Ngoro-oro, Nglanggeran, Terbah,Patuk

1.11.7 POTENSI PERTAMBANGAN DAN BAHAN GALIAN


Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah kabupaten di
provinsi D.I.Yogyakarta dengan luas 1.485,36 Km2 yang terdiri atas 18
Kecamatan. Potensi pertambangan bahan galian terdapat hampir seluruh
kecamatan tersebut, yang dikelompokkan menjadi 12 kelompok bahan galian
tambang, baik di zona utara (Perbukitan Baturagung), zona tengan (Ledok
Wonosari), dan zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu).

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 28

Secara bertahap kegiatan usaha pertambangan bahan galian diarahkan ke


zona utara dan tengah, dengan tetap memperhatikan kaidah atau arahan dalam
rencana tata ruamg yang berlaku. Bahan galian pertambangan potensial yang
terdapat di zona utara dan tengah meliputi : batupasir tufan, breksi batuapung,
zeolit, batugamping kalkarenit, serta kaolin dan feldspar. Kelima jenis bahan
galian tersebut mempunyai potensi dan prospek yang baik, terutama untuk
mendukung kegiatan industri, kerajinan, dan bahan bangunan.
Zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu) merupakan salah satu
warisan dunia yang keberadaannya sangat langka, dan rencananya akan
dicanangkan oleh pemerintah pusah sebagai kawasan konservasi. Pada kawasan
karst ini menyimpan berbagai potensi, antara lain : air sungai bawah tanah, gua,
telaga, keanekaragaman hayati, dan mineral (bahan tambang). Salah satu upaya
pengendalian kerusakan fungsi lingkungan pada ekosistem karst Kabupaten
Gunungkidul adalah penataan dan penertiban kegiatan usaha pertambangan. Hal
ini bertujuan untuk mendukung fungsi ekosistrm karst yang berpotensi untuk
dikembangkan sebagai Kawasan Geowisata.
Kegiatan usaha pertambangan bahan galian di Kabupaten Gunungkidul
saat ini dilakukan oleh sebagian besar penambang rakyat dan beberapa
pengusaha. Dalam rangka mewujudkan kegiatan usaha pertambangan yang
berwawasan lingkungan, telah diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten
Gunungkidul Nomor 11 tahun 2003 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian.

BATUGAMPING KALKARENIT
Jenis bahan galian ini merupakan bahan bangunan ringan dan bahan
industri kerajinan bantuan (ornamen). Jumlah cadangan untuk seluruh
Kabupaten Gunungkidul sebesar 308.884.509 m2. Bahan galian ini banyak
dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung dan Ledon Wonosari, yaitu :
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 29

- Kecamatan Semin (Desa Candirejo, Sumberejo, Kalitekuk, Kemenjing, dan


Bendung)
- Kecamatan Ngawen (Desa Beji, Kampung, Watusigar, Jurangjero, dan
Sambirejo)
- Kecamatan Nglipar (Desa Kedungkeris, Nglipar, dan Katongan)
- Kecamatan Karangmojo (Desa Bejiharjo, Ngawis, dan Jatiayu)
- Kecamatan Wonosari (Desa Wunung, Mulo, Duwet, Karangrejek, Gari,
Karangtengah, Baleharjo, Wareng, Siraman, Pulutan, dan Piyaman)
- Kecamatan Semanu (Desa Pacarejo, Semanu, dan Ngeposari)

BATU PASIR TUFAN


Bahan galian ini merupakan bahan pondasi bangunan ringan, perkerasan
jalan, dan industri kerajinan batuan (ornamen, batu hias, patung atau relief
dinding). Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar
3.777.269.241 m3.Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan
Baturagung dan Ledok Wonosari, yaitu :

- Kecamatan Gedangsari (Desa Ngalang, Sampang, Serut, Hargomulyo, dan


Mertelu)
- Kecamatan Semin (Desa Candirejo, Pundungsari, Rejosari, Kemenjing,
Kalitekuk, Karangsari, Bulurejo, Semin, Sumberejo dan Bendung)
- Kecamatan Nglipar (Desa Pilangrejo dan Natah)
- Kecamatan Ngawen ( Desa Kampung, Tancep, Jurangjero, dan Watusigar0
- Kecamatan Karangmojo (Desa Karangmojo)
- Kecamatan Ponjong (Desa Tambakromo dan Sawahan)

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 30

BREKSI BATUAPUNG
Jenis bahan galian yang satu ini mempunyai banyak fungsi, yaitu :
* Bahan beton struktur ringan;
* Bahan batubata ringan dan genteng;
* Bahan tahan api, kondensasi, jamur, dan panas;
* Bahan pemoles, penggosok, pembersih, dan abrasif;
* Bahan isolator temperatur tinggi;
* Bahan industri cat, kimia, logam, plastik, kosmetik, meubel, pasta gigi,
karet, kulit, kaca, elektronik, dan keramik;
* Bahan aditif dan subtitusi pada tanah pertanian;
* Bahan untuk urug;
* Bahan perkerasan jalan;
* Bahan ornamen;
* Bahan membuat arca, tegel, giring, dan umpak;
* Bahan saringan air; serta
* Bahan penjernih minyak goreng, pencuci pada industri konveksi, dan
bahan penggosok.

Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar


2.050.024.291 m3. Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan
Baturagung dan Ledok Wonosari, yaitu :
- Kecamatan Gedangsari (Desa Sampang dan Serut)
- Kecamatan Patuk (Desa Ngoro-oro dan Terbah)
- Kecamatan Ngawen (Desa Kampung, Watusigar, dan Sambirejo)
- Kecamatan Semin (Desa Karangsari, Semin, Pundungsari, dan Kalitekuk)
- Kecamatan Karangmojo (Desa Karangmojo, Gedangrejo, dan Jatiayu)
- Kecamatan Ponjong ( Desa Umbulrejo)
LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 31

KAOLIN & FELSPAR


Kaolin dan felspar merupakan jenis bahan galian untuk industri keramik,
industri cat, dan industri kosmetik. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten
Gunungkidul sebesar 4.840.500 m3.
Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung,yaitu
:
- Kecamatan Semin (Desa Karangsari, Pundungsari, dan Candirejo)
ZEOLIT
Zeolit merupakan jenis bahan galian yang mempunyai banyak kegunaan, yaitu :

- Bahan pondasi bangunan, perkerasan jalan, dan pengganti batubata;


- Bahan campuran pakan ternak;
- Bahan pengikat kotoran dalam pengolahan limbah;
- Bahan industri semen puzzoland;
- Bahan ornamen atau batu hias, dan ubin;
- Bahan untuk meningkatkan keasaman tanah;
- Penyerap, penukar kation, dan katalis dalam bentuk tepung dan butiran; serta
- Bahan pengembang dan pengisi dalam industri kertas, karet, plastik, cat
maupun lem.
Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 55.000.000
m3. Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayan perbukitan Baturagung, yaitu
:
- Kecamatan Gedangsari (Desa Hargomulyo, Watugajah, Mertelu, dan
Tegalrejo)
- Kecamatan Ngawen (Desa Tancep)

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 32

1.11.8 PERIZINAN PERTAMBANGAN


Dasar Hukum
Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11 tahun 2003 tentang
Usaha Pertambangan Bahan Galian.
Jenis Izin
Izin usaha pertambangan terdiri atas :
- Izin Pertambangan Rakyat; dan
- Pemberian Kuasa Pertambangan.
Prosedur Permohonan Izin
Permohonan Izin Pertambangan Rakyat atau Kuasa Pertambangan
diajukan secara teknis kepada Kepala Dinas Perekonomian Kabupaten
Gunungkidul, dengan mengisi formulir yang telah disediakan serta dilengkapi
persyaratan yang diperlukan, yang selanjutnya diserahkan kepada Petugas
UPTSA.
Persyaratan Permohonan Izin
1. Syarat-syarat permohonan Izin Pertambangan Rakyat :
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon
- Peta lokasi pertambangan dengan skala sekecil-kecilnya 1 : 10.000
bagi kegiatan eksploitasi
- Daftar nama anggota kelompik apabila diusahakan secara berkelompok
- Informasi mengenai lingkungan lokasi pertambangan
- Surat pernyataanpersetujuan pemilik tanah, apabila tanah lokasi
pertambangan

tersebut bukan milik sendiri

- Fotokopi Izin Gangguan apabila kegiatannya berupa pengolahan,

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 33

pemurnian atau penjualan


- Rekomendasi dari Dinas Teknis apabila lokasi pertambangannya di sungai.

2. Syarat-syarat permohonan Kuasa Pertambangan Eksploitasi


- Salinan akta pendirian perusahaan dan perubahan-perubahannya bagi
Badan Hukum
- Fotokopi Kartu Tanda Pendududk (KTP) pemohon
- Referensi Bank Pemerintah dan/ atau Fiskal
- Surat Pernyataan kesanggupan tenaga ahli
- Peta wilayah pertambangan yang dimohon dengan skala sekecil-kecilnya
1:10.000
- Fotokopi bukti kepemilikan tanah
- Surat pernyataan persetujuan pemilik tanah apabila taanah lokasi
pertambangan tersebut bukan milik sendiri
- Persetujuan pengelolaan lingkungan hidup (AMDAL) atau UKL/UPL
- Studi kelayakan kegiatan eksploitasi.

LAPORAN PRAKTIKUM MEASUREMENT SECTION | 34