Anda di halaman 1dari 37

PENGANTAR ARSITEKTUR

MATA KULIAH WAJIB


Semester 1
2 Sks
Icha Anggriani, ST

BAGIAN
BAGIAN 1
1
ASAL
ASAL MULA,
MULA, TEORI,
TEORI, DAN
DAN PERILAKU
PERILAKU

Bab 1
Asal Mula Budaya
Arsitektur
(Amos Rapoport)

Leang-Leang terletak di Dusun Panaikung


Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung,
Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
http://kekunaan.blogspot.co.id/2013/07/rumah-informasi-taman-prasejarah-leang.html

Bangunan-bangunan pertama dan


yang diperlukan adalah tempat
bernaung. Namun tempat
bernaung/tempat tinggal bukan lah
fungsi satu-satunya.
Lingkungan buatan (built
environtment) mempunyai
bermacam-macam kegunaan :
melindungi manusia dan kegiatankegiatannya serta harta miliknya
dari elemen-elemen, dari dari
musuh-musuh berupa manusia dan
hewan, dan dari kekuatan-kekuatan
adikodrati, membuat tempat,
menciptakan suatu kawasan aman
yang berpendudukdalam suatu dunia
fana dan cukup berbahaya;
menekankan identitasi sosial dan
menunjukkan status; dan
sebagainya.

Pembedaan
Ruang

Harimau

Panda

Kelinci

Koala
Hewan/Binatang dengan Lingkungannya

Merpati

Hominid dan Manusia

http://2.bp.blogspot.com/-uKIJG-EKBOI/UkHsD2rH-yI/AAAAAAAAAeQ/aepBKLZBA6I/s1600/Untitled.png

Hominid dan manusia memerlukan tempat


untuk saling bertemu, untuk berbagi
makanan, dan utk digunakan sebagai
daerah kekuasaan pribadi. Hubungan
ruang dan sosial tidaklah acak tetapi
teratur, perbedaan (insting manusia
berbeda dan perbedaan itu) dilukiskan
manusia melalui bahasa dan
menyatakannya lewat bangunan. Bahasa
dan arsitektur bertalian (berhubungan);
keduanya mengekspresikan proses kognitif
utk membedakan tempat.
Menandai tempat menjadi lebih penting
ketika hominid-hominid pertama
meninggalkan pohon-pohon lalu mulai
pindah melintasi padang rumput terbuka,
dan pada waktunya ketika kebutuhankebutuhan kognitif dan simbolik serta
kemampuan bertambah sementara
peranan alat dan bahasa dalam proses ini
telah dipelajari, peranan bangunan sebagai
cara mengkiaskan bagan dan tempat
kognitif dalam bentuk fisik nyaris tidak
mendapatkan perhatian sama sekali.
Kenapa ?

Rumah Bapang Betawi

http://rumahnusa.blogspot.co.id/search/label/Rumah%20Tradisional

Pembedaan antara ruangruang dan tempat-tempat


sejak zaman purbakala kita
diharapkan lebih daripada
hewan. Hominid dan manusia
memerlukan tempat untuk
saling bertemu, untuk
membagi-bagikan makanan,
dan digunakan sebagai daerah
kekuasaan pribadi.
Jadi hubungan ruang dan
sosial tidaklah acak tetapi
teratur.
Perbedaan yang pertama
diketahui, manusia
melukiskan melalui bahasa
dan menyatakannya lewat
bangunan. Arsitektur
mengekspresikan proses
kognitif untuk membedakan
tempat.

PENINGGALAN ARSITEKTUR

sejak kapankah dalam sejarah umat manusia dapat ditemukan bukti


adanya bangunan? Sedini mana dapat ditemukan bukti-bukti adanya
pembedaan?...

http://www.austehc.unimelb.edu.au/tia/331.html

Untuk mengulas sejarah asal mula, australia dengan para arkeolog


menentukan tempat-tempat permukiman yang digunakan sepanjang kurun
waktu yang sangat lama dan ada kalanya bahkan lokasi masing-masing
gubuk untuk mengungkap asal mula.

cone-shape, rectangular shape, dome shape, wigmam frame


Wigwams (atau wetus) adalah rumah asli Amerika digunakan oleh Algonquian India
di daerah hutan. Wigwam adalah kata untuk "rumah" di suku Abenaki, dan wetu
adalah kata untuk "rumah" di suku Wampanoag. Kadang-kadang mereka juga dikenal
sebagai rumah birchbark. Wigwams adalah rumah-rumah kecil, biasanya 8-10 kaki.
Wigwams terbuat dari bingkai kayu yang ditutupi dengan tikar anyaman dan lembar
kulit pohon birch. Frame dapat berbentuk seperti kubah, seperti kerucut, atau seperti
persegi panjang dengan atap melengkung. Setelah kulit pohon birch adalah di tempat,
tali atau strip dari kayu yang melilit wigwam untuk menahan kulit di tempat

what-items-are-tax-deductible-In-australia-for-investmentproperty-owners.jpg

APAKAH ARSITEKTUR ITU ?

Tokoh dunia tentang arsitektur :


William Morris : The moulding and altering to human needs of the very face of
the earth it self = pembentukan dan perubahan permukaan bumi akibat
kebutuhan umat manusia.
Le Corbusier : The masterly correct and magnificent play of masses brought
together in light = kebenaran hakiki dan permainan massa yang menakjubkan
kemudian dihadirkan ke dalam kenyataan.
John Ruskin : An art for all to learn because all are concerned with it = suatu
seni untuk dipelajari oleh semua orang karena peduli.
Mies van der Rohe : The will of the epoch translated into space = keinginan
dari suatu epoh yang diterjemahkan ke dalam ruang.
Sir Henry Wooton : Commodity, Firmness, and Delight = komoditas,
kekokohan, dan kesenangan.
Von Schelling : Frozen Music = Musik yang dibekukan.
Hitler : Stone Documents and Expression of the unity and power of the nation =
dokumen dan ekspresi kesatuan dan kekuatan bangsa dalam wujud batu.

PENATAAN LINGKUNGAN
Sistem Penataan

Tata Lingkungan merupakan penampilan fisik dari sistem dan bagan penataan, suatu
sifat dasar dari alam pikiran manusia. Proses ini selalu sama, walaupun bentuk khas
penataan dan cara yang digunakan untuk menampilkannya secara budaya adalah khas.

Indonesia, Candi Borobudur

Milan,Cathedral Italy

Saudi Arabia, Makkah

BANGUNAN-BANGUNAN SUCI DAN DUNIAWI


Sistem Penataan

Tata Lingkungan merupakan penampilan fisik dari sistem dan bagan penataan, suatu
sifat dasar dari alam pikiran manusia. Proses ini selalu sama, walaupun bentuk khas
penataan dan cara yang digunakan untuk menampilkannya secara budaya adalah khas.

TUJUAN ARSITEKTUR ?

what-items-are-tax-deductible-In-australia-for-investmentproperty-owners.jpg

Sistem Rumah-Permukiman
Perbedaan-perbedaan dalam sistem rumah-permukiman ini,
hubungan antara unsur-unsur gaya tinggi dan matriks asli pribumi,
dan perbedaan-perbedaan dalam bagan juga mengarah pada
kesadaran bahwa sangatlah penting untuk memperhatikan segala
sesuatu secara lintas-budaya daan secara sejarah, atau mengapa kita
seyogyanya memperhatikan asal mula budaya arsitektur.

PELAJARAN LINTAS-BUDAYA DAN PELAJARAN DARI SEJARAH


Bila manusia sebagai suatu spesies memiliki ciri-ciri tertentu, dan bila mereka telah
melakukan hal-hal tertentu selama waktu yang sangat lama, maka mungkin terdapat
alasan-alasan yang sangat tepat bagi perancangannya. Pola-pola demikian dpat
membantu menghadapi masalah kesinambungan dan perubahan yang akan menuntun
perancangan. Kebudayaan menekankan perubahan sampai pada tingkat yang tak
terhingga. Keragaman yang merupakan suatu penampilan proses-proses untuk
melakukan hal yang berbeda namun tetap sama.

Proses yang digambarkan


mendapati bahwa bentuk yang
tampaknya tidak bertalian dan
cara-cara melakukan segala
sesuatu yang tampaknya
berbeda ada;ah setara, dalam
arti bahwa mencapai tujuann
yang sama, hasil dari proses
mental yang serupa, atau
pertukaran bentuk satu sama
lain. Sarana-sarana ini untuk
mencapai bagaimana
arsitektur itu dirancang.
Semua lingkungan
mencerminkan skema dan
penataan, proses anti entropi
dari kelompok kelompok
sesuai dengan penciptaan
lingkungan dari kebudayaanstruktur keluarga, gaya hidup,
hirarki atau tidak adanya
hirarki, dan ritual serta
kepercayaan.

BAB 2
TEORI, KRITIK, DAN SEJARAH ARSITEKTUR
WAYNE O. ATTOE
Teori dan sejarah selalu amat penting untuk menelaah dan
memahami arsitektur. Teori dalam arsitektur membicarakan
tentang apakah arsitektur itu, apa yang harus dilakukannya,
dan bagaimana merancangnya.

Teori

Ungkapan umum tentang apakah


arsitektur itu, apa yang harus
dicapai dengan arstiektur, dan
bagaimana cara yang paling baik
untuk merancang.

Teori Vitruvius:

Marcus Vitruvus Pollio, arsitek


dan insinyur Romawi Abad 1M.
Menyatakan bahwa di zamannya
arsitektur dan desain secara
umum telah dinyatakan dalam
pengertian suatu keseluruhan
yang merupakan gabungan dari
tiga unsur sebagai berikut :
Utilitas = komoditas = fungsi
Firmitas = kemantapan = teknologi
Venustas = kesenangan = keindahan

Teori berguna bagi para arsitek


ada berbagai tahap dalam proses
perancangan dan dapat diterapkan
pada banyak tipe bangunan.

Apa sebenarnya arsitektur itu?


Teori-teori tentang apakah
sebenarnya arsitektur itu
meliputi identifikasi variabelvariabel penting seperti
ruang, struktur, atau prosesproses kemasyarakatan yang
dengan pengertian demikian
bangunan seharusnya di lihat
atau dinilai.
Umpamanya, Bruno Zevi
menganjurkan suatu teori
arsitektur di mana ruang
merupakan unsur pokok :
Memahami ruang, mengetahui
bagaimana melihatnya,
merupakan kunci untuk
mengerti bangunan.

1. Analogi Matematis
Beberapa ahli teori berpendapat bahwamatematika dan geometri
merupakan dasar penting bagi pengambilan keputusan
dalamarsitektur. (Bangunan-bangunan yang dirancang
dengan bentuk-bentuk murni, ilmu hitung dan geometri
sepertigoldensection).
Arsitektur adalah permainan massa yang luar biasa, tepat, dan
dahsyat dalam cahaya. Mata kita diciptakan untuk melihat bentukbentuk dalam cahaya ; cahaya dan bayangan mengungkapkan
bentuk-bentuk ini; kubus, kerucut, bulatan, silinder, atau piramida
adalah bentuk-bentuk primer utama yang diungkapkan cahaya
hingga terlihat dengan baik; citra banda-benda ini jelas dan nyata
di dalam diri kita dan tanpa keragu-raguan. Karena alasan itulah
bentuk-bentuk ini merupakan bentuk-bentuk yang indah, bentukbentuk yang paling indah.

Rudolf Doernach, ia bekerja di AS , dengan struktur shell ringan dan


mengambang rumah plastik, Buckminster Fuller

2. Analogi Biologis
Membangun adalah proses Biologis membangun bukanlah proses
estetis. Teori yang didasarkan atas analogi biologis mempunyai dua
bentuk. Yang satu sangat umum dan memusatkan perhatian pada
hubungan antara bagian-bagian bangunan bangunan atau antara bangunan
dan ronanya.
Mengikuti rintisan Frank Lloyd Wright, hal ini umum disebut organik.
Bentuk lain dari analogi ini yang lebih khusus disebut biomorfik, yang
memusatkan perhatian pada proses pertumbuhan dan kemampuan
pergerakan yang berkaitan dengan organisme.

Arsitektur organik FL Wright mempunyai 4 karakter sifat ;

a. Berkembang dari dalam ke luar, harmonis terhadap sekitarnya dan tidak


dapat dipakai begitu saja.
b. Pembangunan konstruksinya timbul sesuai dengan bahan-bahan alami,
apa adanya (kayu sebagai kayu, batu sebagai batu, dll).
c. Elemen-elemen bangunannya bersifat terpusat (integral).
d. Mencerminkan waktu, massa, tempat dan tujuan.

Analogi Romantik
Arsitektur harus mampu
menggugah tanggapan
emosional dalam diri si
pengamat. Hal ini dapat
dilakukan melalui dua cara,
yaitu dengan menimbulkan
asosiasi (mengambil rujukan
dari bentuk-bentuk alam, dan
masa lalu yang akan
menggugah emosi pengamat)
atau melalui pernyataan yang
dilebih-lebihkan (penggunaan
kontras, ukuran, bentuk yang
tidak biasa yang mampu
menggugah perasaan takut,
khawatir, kagum dan lainlain).

Analogi Linguistik
Analogi linguistik menganut pandangan bahwa bangunan-bangunan dimaksudkan
untuk menyampaikan informasi kepada para pengamat dengan salah satu dari tiga
cara sebagai berikut :
a. Model Tata bahasa
Arsitektur dianggap terdiri dari unsur-unsur (kata-kata) yang ditata menurut aturan
(tata bahasa dan sintaksis) yang memungkinkan masyarakat dalam suatu kebudayaan
tertentu cepat memahami dan menafsirkaa apa yang disampaikan oleh bangunan
tersebut. lni akan tercapai jika bahasa yang digunakan adalah bahasa umum/publik
yang dimengerti semua orang (langue).
b. Model Ekspresionis
Dalam hal ini bangunan dianggap sebagai suatu wahana yanng digunakan arsitek
untuk mengungkapakan sikapnya terhadap proyek bangunan tersebut. Dalam hal ini
arsitek menggunakan bahasanya pribadi (parole). Bahasa tersebut mungkin
dimengerti orang lain dan mungkin juga tidak.
c. Model Semiotik
Semiologi adalah ilmu tentang tanda-tanda. Penafsiran semiotik tentang arsitektur
menyatakan bahwa suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi
mengenai apakah ia sebenarnya dan apa yang dilakukannya. Sebuah bangunan
berbentuk bagaikan piano akan menjual piano. Sebuah menara menjadi tanda bahwa
bangunan itu adalah gereja.

Terminal Dulles International Airpot,


oleh Eero Saarinen

Stiles dan Morse College, Yale University, oleh Eero Saarinen

Analogi Mekanik
Menurut Le Corbusier, sebuah
rumah adalah mesin untuk
berhuni merupakan contoh
analogi mekanik dalam
arsitektur. Bangunan seperti
halnya dengan mesin hanya
akan menunjukkan apa
sesungguhnya mereka, apa
yang dilakukan, tidak
menyembunyikan fakta
melalui hiasan yang tidak
relevan dengan bentuk dan
gaya-gaya, atau dengan kata
lainkeindahan
adalahfungsiyang akan
menyatakan apakah mereka
itu dan apa yang mereka
lakukan.

Rumah Piano (An Hui, China)

Analogi Pemecahan Masalah


Arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran daripada
ilham, dan lebih banyak pengetahuan faktual daripada semangat (Borgnis,
1823). Pendekatan ini sering juga disebut dengan pendekatan rasionalis,
logis, sistematik, atau parametrik. Pendekatan ini menganggap bahwa
kebutuhan-kebutuhan lingkungan merupakan masalah yang dapat
diselesaikan melalui analisis yang seksama dan prosedur-prosedur yang
khusus dirumuskan untuk itu.
Gambaran tentang perancang yang rasional, atau sistematik, mirip sekali
dengan komputer manusia, yaitu seseorang yang hanya beroperasi
berdasarkan informasi yang diberikan kepadanya, dan mengikuti
sepenuhnya serangkaian langkah dan daur-daur analitis, sintesis, dan
evaluatif yang direncanakan hingga ia mengenali yang terbaik dari semua
pemecahan yang mungkin dilakukan.

Analogi Adhocis
Pandangan seorang
tradisionalis mengenai
arsitektur akan menyatakan
bahwa tugas perancang adalah
memilih unsur-unsur yang
layak dan membentuknya
untuk memperkirakan suatu
cita-cita.
Untuk menggunakan bahanbahan yang mudah diperoleh
tanpa membuat rujukan atau
mengacu pada suatu cita-cita,
tidak ada pedoman baku dari
luar untuk mengukur
rancangan tersebut.
Berdasarkan Analisis, Sintesis,
Evaluasi, berdasarkan
Informasi dan
mengoptimumkan ketiganya.

Drag
Drag picture
picture to
to placeholder
placeholder or
or
click
click icon
icon to
to add
add

Ad Hocism, Charles Eames House

Analogi Bahasa Pola


Manusia secara biologis adalah
serupa, dan dalam suatu
kebudayaan tertentu terdapat
kesepakatan-kesepakatan
untuk perilaku dan juga untuk
bangunan. Jadi arsitektur
harus mampu mengidentifikasi
pola-pola baku kebutuhankebutuhan agar dapat
memuaskan kebutuhankebutuhan tersebut.
Pendekatan tipologis atau pola
menganggap bahwa hubungan
lingkungan perilaku dapat
dipandang dalam pengertian
satuan-satuan yang
digabungkan untuk
membangun sebuah bangunan
atau suatu rona kota.

Koleksi Rumah Eames, pada pertengahan abad ke California


desain, Living In A Way modern,

Analogi Dramaturgi
Kegiatan-kegiatan manusia dinyatakan sebagai teater dimana seluruh
dunia adalah panggungnya, karena itu lingkungan buatan dapat dianggap
sebagai pentas panggung. Manusia memainkan peranan dan bangunanbangunan merupakan rona panggung dan perlengkapan yang menunjang
pagelaran panggung. Analogi dramaturgi digunakan dengan dua cara, dari
titik pandang para aktor dan dari titik pandang para dramawan. Dalam hal
pertama arsitek menyediakan alat-alat perlengkapan dan rona-rona yang
diperlukan untuk memainkan suatu peranan tertentu. Dari titik pandang
para dramawan, arsitek dapat menyebabkan orang bergerak dari satu
tempat ke tempat lain dengan memberikan petunjuk-petunjuk visual.
Pemanfaatan analogi dramaturgi ini membuat sang arsitek yang bertindak
hampir seperti dalang, mengatur aksi seraya menunjangnya.

Jika kita amati perkembangannya (berdasarkan teori dan


pandangan-pandangan di atas), masalah arsitektur adalah masalah
yang berkaitan dengan fungsi, komunikasi dan keindahan. Mana
yang paling penting, fungsi atau keindahan dan komunikasi sebagai
sarana pemuasan emosional ,atau kedua-duanya? Setiap orang
berhak untuk mengambil sikap atas pertanyaan ini. Cara pandang
pemakai, pengamat dan arsitek seringkali tidak sama bahkan
bertentangan. Oleh pemakai, arsitektur pada awalnya hanya
dipandang sebagai obyek/produk/hasil yang muncul karena
kebutuhan semata (untuk melindungi diri dari alam). Selanjutnya
arsitektur dianggap harus memiliki nilai-nilai lain seperti
komunikasi dan keindahan yang merupakan sarana pemuasan
emosi (bagi pemakai, pengamat, atau arsitek?). Masalah fungsi,
komunikasi dan estetika selalu menjadi perdebatan sejak jaman
Barok, Renaissance sampai ke jaman arsitektur Post Modern.
Persepsi nilai-nilai ini sangat berbeda sesuai dengan perbedaan
budaya, masyarakat, tempat, teknologi, dan waktu.