Anda di halaman 1dari 268

1,.'.

,
i
,r.
" l. I
J tirr
lr
,

7-
L,t t
ISTAKAAN
I.SIPAN .I ..,1
VA TIMUR .T

0
E
3
d IS{A ttAs$ ardtidl,logwsl l *-rs.s.
DAFTAR ISI

PRAKATA

BAB 1. PE]{DAHULUA]{

*, .:,;l,l B. Maksud dan Tujuan ..................,.....8


htli
44ed,
ry: C. Sumber Materi .....,.......,,...... a
O
.tr1 D. Metode pembahasan

ffi
t':r:.{!I&{
BAB 2.
A
FEloMEltA
A-^^t-
MAsyARAtGT
tf ^^l^^: h_r:r:r
......1r
^--

BAB 6. IGBUTUHAil FUI{GSI IIAI{ TIPOTOGI BA]IGUI{A]I 38


A.
B.
C.
D.
E.

griya kreasi
BAB 7. STUDI IGTAYAKA]T 45
A. Pemilik Bangu 45
B. Arsitek.... 46
C. Ekonomi 47
D. AhliHukum (Lawyer) 47
I E. AhliKonstruksi 48
F. Tenaga Spqsialis 48

BAB 8. rDEt{TtFrKASlFUilGSt (ilrF) 50


A. Garis Besar Fun9si............ ..............50
B. Ruang Lingkup Fungsi .................58
C.
D. Asumsiyang Akan Datang .........61

BAB 9. rDEilTrFrKASr roKASr (rDt) 64

C. Alternatif 1okasi................... ..................... 66

BAB 10. AIIALISIS 71


A. Analisis Nonfisik 73

BAB 11. SI]ITESIS 129

E. Konsep Sirkulasi
F. Konsep Orientasi Bangunan .....204
G. KonsepTitikTangkapBangunan(EyeCatcher).............................................2A7
H. Konsep As Bangunan Dan Kawasan ...............208

griya kreasi
l. Konsep Dimensi Bangunan.... ............................210
J. Konsep Bentuk Masa Bangunan.................. .............................211
K. Konsep Struktur Dan Konstruksi Bangunan ........_.................212
L. Konsep Utilitas Bangunan Dan Kawasan ......214

BAB 13. PERAI{GAIIGAII BA]IGU]IAT DAil KAWASAI{ 221

BAB 14. IAPORA]I PEBAIICAI{AA]{ 256

BAB 16. PEIIGGUIIAAI{ DA]I PEI{GEtOtAAil 265

BAB 17. PEI{GEMBAIIGAII FUilGSI. .....268

BAB 18. PE]IUTUP 270

IIAFTAR PUSIAIG

G[OSARIUM 274

TEIITA]IG PEI{UtIS 283

griya kreasi
A. LATAR BELAKANG Proses ini merupakan hasil interaksiantara
Manusia diciptakan Tuhan YME sebagai peradaban suatu kelompok manusia
makhluk sosial yang mempunyai cita dengan kelompok lain dalarn kurun waktu
rasa dan karsa. Manusia dikaruniaidaya yang panjang. Pada akhirnya lambat-laun
imaginasi, kreativitas, dan intelegensia terbentuklah kegiatan-kegiatan yang
yang meningkat dari masa ke masa. semakin kompleks dan diikuti pula dengan
Peradabannya dimulai dari pola hidup kemajuan kecanggihan teknologi sarana
sederhana dalam mempertahankan diri dan prasarananya.
dan kelompok dari kekuatan alam dan Perwujudan pola perilaku manusia
kelompok lain. Mereka menciptakan hunian untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan
yang disesuaikan dengan kondisi goegrafis tersebut merupakan bagian dari usahanya
dan kemampuan teknologinya. Begitu pula untuk memenuhi kebutuhan tempat
dengan cara mencari mata pencaharian berlangsungnya fungsi-fungsi. Dari fungsi
untuk kelangsungan hidupnya. yang paling sederhana sampai dengan
Dari kehidupan sederhana manusia fungsi yang kompleks dapat dilakukan bila
purba yang hidup dalam goa-goa, lama- ada wadahnya. Bentuk sarana ini dapat
kelamaan pola ini meningkat sehingga berupa ruang terbuka maupun ruang
terbentuklah pola kehidupan yang tertutup yang disesuaikan dengan jenis,
berkembang seperti keadaan sekarang. pela ku, sifat, dan sya rat-sya rat kegiata n nya.

griya kreasi
Sarana-sarana tersebut sangat banyak dan C. SUMBER MATERI
bervariasi sesuai dengan kondisi sosial, Materi buku inidiperoleh dari
ekonomi, dan budaya masyarakat setempat pengalaman penulis pada waktu melakukan
dan pada masa tertentu. Tempat dan wadah pekerjaan perancangan di lapangan sejak
dari fungsi serta kegiatan tersebut lazim tahun 1973 serta pada waktu menjadi
disebut dengan bangunan. asisten mahasiswa dan sebagai dosen
pengajar di perguruan tinggi sejak tahun
B. MAKSUD DAN TUJUAN 1986 yang setiap masa Perkuliahan
Maksud diterbitkannya buku ini adalah terjadi penyempurnaan materi sebagai
sebagai acuan bagi mahasiswa arsitektur akibat bertambahnya pengalaman dalam
untuk mengikuti mata kuliah Metode menyelesaikan pekerjaan di lapangan
Perencanoon dan Perancangan Arsitektur maupun studi literatur dari buku-buku yang
dan sebagai penunjang materi pada mata berkaitan dengan arsitektur.
kuliah Studio Perancangan Arsitektur. Selain Materi buku inisemula didasarkan
itu, buku inijuga dapat berguna untuk pada materitugas-tugas mata kuliah Studio
semua pihakyang ingin memperdalam dan Perencanaan don Perancangan Arsitektur
memahami tentang cara suatu bangunan yang diberikan mulai semester awal
dirancang dan dibangun. Dengan demikian, sampai semester akhir. Kebanyakan tugas-
diharapkan pembaca dapat mengenal, tugas tersebut diberikan atau ditugaskan
mengerti, dan pada akhirnya memahami (given) oleh dosen pengampu. Fungsi
tahap demi tahap dari uraian dan jabaran, ditentukan oleh dosen untuk seterusnya
yang merupakan kronologi atau urutan dikembangkan oleh mahasiswa.
proses cara merancang bangunan. Dari pengalaman-pengalaman tersebut
Buku ini bertujuan untuk meningkatkan mengalirlah memori yang lama terpendam
kemampuan merancang mahasiswa (brain drain), dari kata-kata menjadi kalimat
dengan mengikuti latihan-latihan dari serta dari kalimat-kalimat tertata menjadi
metode perencanaan dan perancangan pengertian pada bab-bab yang tersusun
arsitektur ini. Diharapkan pula pembaca sehingga menjadi urutan (kronologi) uraian
dapat mengetahui terbentuknya pola pikir proses perencanaan dan perancangan
kesarjanaan, yaitu tahapan penyusunan arsitektur dari tahap ke tahap berikutnya.
mengenai cara mendapatkan permasalahan Penyusunan materi dimulai dari saat
pokok, menguraikan dan menganalisis, penulis menganggap perlunya dibuat
menyimpulkan dan mengsintesiskan, serta pola pikir serta cara mendapatkan sistem
pada akhirnya mencarikan pemecahan dan perancangan untuk memulai pekerjaan
alternatif solusi yang berbentuk konsep- dari awal, seperti layaknya seorang arsitek
konsep perancangan. membuat proposal untuk diajukan ke
lik bangunan. Biasanya arsitek
MILIE
tlln fclrfsttlt"
drn Ec'aruiprn

griya kreasi

L -\
mengawalinya dengan duduk termenung, dapat menjadi bahan kajian perencanaan
kemudian memasuki dunia imajinasi alam arsitektur dan mendasari perancangan
maya dengan fenomena-fenomenanya. bangunan. Dengan berbekal memori
Untuk memperjelas uraia n, jabaran, dan kema mpuan kreativitasnya, arsitek
dan keterangan dari tahapan proses dapat menentukan dan menemukan
perencanaan dan perancangan di buku ini, konsep-konsep yang merupakan titik tolak
penulis memasukkan beberapa sketsa, hasil perancangan pada tahap berikutnya.
foto, dan gambar dari beberapa sumber Banyak metode atau cara arsitek untuk
tulisan lain sehingga memudahkan untuk menemukan ide dalam rangka menciptakan
dimengerti. rancangan bangunan sesuai dengan
fungsinya, seperti yang telah dilakukan
D. METODE PEMBAHASAN oleh manusia zaman dahulu melalui
Dalam menentukan fungsi dan pengalaman-pengalaman secara empiris.
mewujudkan sarana dan prasarana dari Dengan kearifan lokalnya, mereka dapat
kawasan dan bangunan, diperlukan menciptakan bangunan tempat tinggalnya
proses yang panjang dan berurutan. Hal sesuai dengan adat kebiasaan dan ramah
ini disebabkan oleh begitu kompleksnya dengan lingkungan alam sekitarnya.
permasalahan manusia dengan kemajuan Perkembangan untu k memperoleh
ilmu pengetahuan dan teknologi, pola bangunan dipengaruhi pula oleh kemajuan
perilaku adat istiadat, serta kondisi tapak ilmu pengetahuan dan industri material
lokasidan alamnya. bangunan. Kemajuan-kemajuan tersebut
Untuk mencapai tujuan tersebut, dapat dicapai karena pengaruh dari
diperlukan kajian dan pembahasan yang perkembangan modern isasi kehidupa n
mendalam dan mendetail sehingga masyarakat maupun berdasarkan
nantinya dapat dengan mudah dikenal, penelitian-penelitian akademis oleh sarjana
dimengerti, dan pada akhirnya dipahami arsitektur pada zaman sekarang. Dengan
akan permasalahan-permasalahan demikia n, terciptalah bangunan-bangunan
pokoknya. Penguraian dan penjabaran indah, megah, dan unik yang merupakan
permasalahan tersebut pada akhirnya dapat kolaborasi antara perpaduan beberapa ilmu
disimpulkan menjadi faktor-faktor yang multidisipliner.

griya kreasi
-.. \

asyarakat umum, baik Pemberian tugas dari pemilik


berbentuk perorangan, lembaga bangunan ini merupakan tahap pertama
pemerintah, maupu n swasta, yang dilakukan secara resmidengan
pasti memerlukan wadah sebagai tempat perjanjian yang saling mengikat. pihak-
untuk melakukan kegiatan-kegiatannya. pihak pemilik dan investor sebagai pemberi
I
I
*,J
Mereka sebagai pemilik maupun investor tugas dapat berbentuk pribadi atau instansi
akan berusaha memenuhi kebutuhan swasta maupun lembaga pemerintah.
tersebut. Untuk itu, perlu ditetapkan dan Tahap ini adalah proses awal arsitek dalam
dibangun sarana bangunan sesuai dengan merancang bangunan dari fungsi yang
fungsi yang dimaksudkan. Ada pemilik telah ditetapkan, atau masih mencarifungsi
maupun investor yang telah mampu yang dibutuhkan dengan tepat. Fungsi ini
menentukan dan mendapatkan fungsi harus disesuaikan dengan keinginan dan
bangunan yang mereka butuhkan. Akan prediksi kebutuhan di masa yang akan
tetapi, banyak juga kalangan-kalangan datang.
yang memerlukan bantuan pihak-pihak lain Sering kalidalam keadaan tertentu
untuk mendapatkan yang mereka inginkan. arsitek juga dapat mengusulkan fungsi-
Salah satu dari pihak-pihak tersebut adalah fungsi yang dibutuhkan masyarakat sebagai
arsitek, baik yang bekerja secara pribadi usaha untuk mendapatkan pekerjaan.
maupun yang tergabung dalam biro Proses ini dilakukan dengan membuat
konsultan perencanaan bangunan. kajian dan penelitian mendalam sehingga

griya kreasi I 1
dalam
Usulan seperti kebijaksanaan pemerintah
hasilnya berupa proposal proyek'
perdagangan, pariwisata, pertanian'
proyek ini diajukan dan ditawarkan kepada
rekreasi, olah raga, dan sebagainya'
pemerintah maupun investor swasta' pengertian
disetujui Keadaan tersebut mempunyai
Apabila usulan iniditerima dan
kerja bagi kehidupan ditingkat masyarakat kecil
maka akan dapat tercipta lapangan pedesaan
hingga masyarakat luas, di tingkat
bagi pihak-pihak yang berkepentingan'
arsitek maupun tingkat Perkotaan'
Untuk mempermudah pekerjaan juga
menggali Selain hal tersebut di atas'
dalam menemukan fungsi dan
fenomena diperlukan Pengkajian fenomena-
permasalahan-permasalahan dari dari
dipakai fenomena lain tentang pola perilaku
yang terjadidi masyarakat' dapat kegiatan'
dikenal tingkatan perekonomian pelaku
istilah-istilah yang telah ada dan
PerbedaannYa akan tamPak dalam
oleh masyarakat. Kajian pembahasan
kehidupan hirarki status sosial masyarakat'
proposal ini bersifat abstrak' Meskipun
dan tujuan baik dari golongan-golongan Yang
demikian, pada akhirnya maksud dan
berpenghasilan rendah, menengah'
proposal untuk mewujudkan sarana-sarana yang
atas. Dengan kajian dan pembahasan
fisik dari ruang lingkup bidang-bidang
komprehensif, diharapkan dapat ditemukan
kegiatan berkaitan dengan fungsi-fungsi aktual
fenomena kondisi masyarakat secara
yang diinginkan.
dan faktual Yang diPerlukan'
Di dalam sistem kehiduPan
kemasYarakatan negara RePublik
I ndonesia, dikenal istilah IPOLEKSOSBUD A. ASPEK IDEOLOGI DAN
IPTEK HANKAM. Ungkapan
dari kata-kata POLITIK
makna AsPek ini diartikan sebagai usaha
tersebut diambil karena mempunyai
dan arti yang tersirat dan dapat
dipakai untuk mendapatkan gambaran secara
sebagai cara untuk membantu
mengetahui umum dari kebijakan-kebijakan dan
yang pusat
garis besar keadaan atau fenomena peraturan-peraturan pemerintah
pada saat
sedang dan akan terjadi di masyarakat' maupun daerah yang berlaku
Masyarakat terdiri dari negara'
bangsa' itu. Kebijakan dan peraturan tersebut
merupakan cara pengelola negara
untuk
dan suku yang masing-masing memiliki
filosofi yang bersifat abstrak' Prinsip- mengatur keselarasan pembangunan dan
yang pengelolaan lingkungan' Ruang Iingkup
prinsip dari masing-masing kejadian
disepakati mengikat kelompok masyarakat pengaturan ini meliputi kelestarian
tersebut alam, kawasan binaan, samPai dengan
tersebut. Dari kesepakatan abstrak
politik' kehidupan sosial ekonomi budaya
dalam
terbentuklah kaidah-kaidah ideologi'
ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan' kemasYarakatan.
teknologi, pertahanan, dan keamanan' Fenomena-fenomena tersebut dapat
Ruang lingkuP istilah tersebut menjadi dasar pertimbangan arsitek
meliputi berbagai bidang kegiatan perencana dan pengelola pembangunan

12 griYa kreast
dalam merancang sarana dengan fasilitas_
perseorangan hingga lembaga perusahaan
fasilitas penunjang dan pelengkapnya.
swasta dan lembaga pemerintah bahkan
Dengan demikian, akan tercapai
negara. Kajian bidang perekonomian
keseimbangan lingkungan antara hidup
ini dimaksudkan untuk mendapatkan
dan kehidupan bagi manusia dengan alam
gambaran tentang kelayakan investasi yang
serta makhluk hidup lainnya.
akan dilaksanakan pada suatu lokasi, kota,
maupun negara.
B. ASPEK SOSIAL EKONOMI Pada era krisis perekonomian yang
Aspek ini diartikan sebagai usaha terjadi di lndonesia tahun 1 gg7 _2OOO,
untuk mendapatkan gambaran umum sekelompok investor justru membangun
tentang fenomena kondisi perekonomian perkantoran dan apartemen. Sarana-sarana
masyarakat lokal, regional, nasional, tersebut dipersiapkan dan ditujukan kepada
maupun internasional. Keadaan itu dapat para tenaga-tenaga asing yang diperkirakan
menunjukkan iklim perdagangan dan nanti akan bekerja di lndonesia. Taktik dan
perputaran roda kehidupan perekonomian strategi mereka ditujukan pada saat saat
di suatu negara. Kondisi tersebut juga iklim perdagangan dan perekonomian
memperlihatkan kemampuan fi nansial lndonesia diperkirakan membaik dan

f Tamansari Semanggi Apaflement, Jakarta $elatan

griya kreasi 13
r=
telah pulih kembali. Pada saat itu mereka lokal sehingga daPat memengaruhi
telah mempunyai aset properti yang penentuan perencanaan dan pelaksanaan
siap dipasarkan dan disewakan kepada pembangunan bangunan. Hal ini dimulai
masyarakat. Strategi dagang ini tentunya dari mencari penentuan letak dan lokasi
telah dipertimbangkan dengan masak- sampai dengan perletakan ruang dalam

masak. Fenomena sosial perekonomian bangunan. Begitu pula dalam menentukan


memang harus memprediksi keadaan yang dimensi ukuran dan arah orientasidan

akan datang sehingga aset propertinya sumbu bangunan. Masing-masing daerah


harus mempunyai nilaijual dan nilai mempunyai standar dan aturan yang harus

kompetisi tinggi. dilaksanakan oleh para warganya. Bahkan


Arsitek mau tidak mau juga harus banyak aturan yang terkadang tidak masuk

memahami halini. Dia PunYa Peran akal. tetapi dapat diterima dengan nalar

penting dalam memberikan informasi atau logika.


yang berkaitan dengan tipologi bangunan Sebagai contoh yang hampir terjadi

dengan nilai-nilai ekonomi bangunannya' di seluruh pelosok dunia, terutama bagian


Selain itu, bangunan penggunaannya timur apalagi di lndonesia, bahwa di setiap
diperuntukkan pada masa akan datang, daerah mempunyai kebiasaan dan tradisi
bukan hanya untuk saat ini. Untuk itu, untuk memulai pekerjaan proyek dengan
diperlukan perhitungan dengan asumsi melakukan upacara doa sesuai tradisi
dari ekonomi teknik dari anggaran biaya setempat. Hal ini dimaksudkan agar dalam
bangunan. proses pelaksanaan maupun penggunaan
bangunan akan diperoleh keselamatan dan
i

r keuntungan, baik langsung maupun tidak


I

langsung. Dipercaya atau tidak, pengaruh


C. ASPEK SOSIAL BUDAYA
acara ritual inidapat memengaruhi
Sosial budaya di sini diartikan sebagai
kejiwaan pekerja, terutama pekerja lokal
usaha untuk mendaPatkan gambaran
dan bahkan tidak sedikit pula dipercaya
umum tentang pola perilaku dan adat
oleh pekerja asing.
istiadat yang terjadi di masyarakat
Perlu pengkajian tentang pola adat
tingkat pusat maupun daerah. Data-data
kebiasaan masyarakat yang terjadi pada
tersebut kemungkinan dapat dipakai
golongan ekonomi bawah, menengah,
sebagai pertimbangan yang tidak saja
dan atas. Terdapat perbedaan perilaku
dalam perencanaan dan perancangan
kehidupan sehari-hari sesuai dengan
kawasan dan bangunan, tetapi juga yang
t:

cita rasanya. Semakin tinggi status sosial i


dapat memengaruhi proses pelaksanaan
pembangunan maupun Penggunaan ekonomi seseorang maka orang tersebut
akan semakin menuntut kehidupan pribadi
fasilitas yang dihasilkannya.
yang terjaga dan bersifat lebih tertutup.
Pada daerah tertentu sering
Hal ini disebabkan oleh golongan atas yang
dijumpai keyakinan-keyakinan dari tradisi

14 griya kreasi
Surnb*r: rinaldiinunir.vtardpre: ; .-

Eumah Sad*ng, ruqrah,tinggal adat tidinangkabau.

sudah mencapai titik kemampuan untuk dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih
memenuhi kebutuhan primernya, bahkan bersifat terbuka dan saling membutuhkan
sekunder, tersier, dan seterusnya. pola antara satu dengan lainnya. pada umumnya
kehidupannya lebih bersifat individualistis mereka mempunyai kebiasaan berkumpul
karena mereka dapat memenuhi kebutuhan untuk mengobrol, bergaul, tukar-menukar
sehari-harinya. Kondisi tersebut juga pengalaman, bermain, dan sebagainya.
berlaku bagi sebagian besar golongan Budaya yang terjadidi masyarakat
menengah. terbentuk dari pola perilaku penduduk
Hal itu berbeda dengan apa yang setempat dalam kurun waktu cukup
terjadi pada golongan ekonomi bawah. lama. Adat dan tradisi yang ditemukan
Untuk mencukupi kehidupan dalam kondisi oleh leluhur mereka diwariskan turun-
finansial yang terbatas, mereka dapatkan temurun, karena bukan halyang mudah
dari penghasilan mata pencahariannya. mendapatkan tradisi ini.
Sering kali mereka masih membutuhkan Perenungan, penelitian, dan penerapan
pertolongan dan dukungan dari pihak_ dengan melihat gejala-gejala alam,
pihak luar atau tetangga untuk dapat lama-kelamaan didapatlah tradisi dan
memenuhi kebutuhan pokoknya. Akibatnya, kepercayaan yang sesuai dengan kondisi

griya kreasr 15
geografis setempat.ltu pun akan lebih Keadaan tersebut sudah tidak

berkembang lagi dengan masuknYa mungkin lagidibendung dan sulit untuk


pendatang-pendatang dari daerah lain. dipertahankan. Kemajuan rekayasa industri
Mereka juga melakukan adat istiadat yang dan teknologi telah memPersemPit
biasa dilakukan oleh masyarakat asalnya. jarak dan waktu untuk berkomunikasi.

Akibatnya, terjadilah saling pengaruh- Dampaknya sangat luar biasa berpengaruh


memengaruhi, isi-mengisi, dan mencoba terhadap eksistensi budaya lokal. Mulailah
menawarkan hal-hal yang dianggapnya era globalisasidi segala bidang melanda

baik. Timbullah kebudayaan baru hasil dunia.


perkawinan adat dan kebiasaannya. Hal ini Bagi sementara orang, mereka mau

sering terjadi pada daerah sepanjang pesisir dan mampu menjalankan kehidupan baru
pantai. Di lokasi seperti ini kapaldagang ini. Paling tidak mereka menggabungkan
pada waktu itu menjadi alat transportasi dan mempertemukan keduanya. Namun,
utama. Berbeda dengan daerah pedalaman, tidak sedikit pula yang berusaha untuk
mereka lebih konservatif didalam menjaga mempertahankan adat istiadat warisan
adat istiadatnYa. leluhurnya.

f " :nimalr tinggat, modern' {Arsitek Le Corrbusie4


Sumber: biufffon.edu

16 griya kreasi
D. ASPEK ILMU kemampuan ini arsitek dapat memprediksi

PENGETAHUAN DAN cara membangun serta memakai material


yang tepat. Penemuan-penemuan bahan
TEKNOLOGI
bangunan baru untuk struktur dan
Pemahaman dan kemampuan arsitek
finishing sangat memengaruhi kecepatan
tentang perkembangan dan kemajuan
membangun dengan penerapan teknologi
ilmu pengetahuan dan teknologi sangat
dan rekayasa industri bangunan dan
menentukan kredibilitasnya. Dengan
properti. Arsitek harus selalu memperbarui
pengetahuannya tentang hal-hal tersebut
E

{] agar dapat bersaing dalam dunia profesi


'!
kearsitekturan.
$
-{: Untuk hasil rancangan, arsitek harus
x memenuhi persyaratan teknologi yang
E
q
sangat kompleks. Hal ini dimaksudkan
*L
a{l untuk memenuhi harapan dan image
r kejiwaan masyarakat, di antaranya ialah
pewarnaan identitas lingkungan dan
bangunan, kecepatan dan ketepatan
metode membangun yang mutakhir, dan
kesesuaian tersedianya danar Kemampuan
arsitek dalam mendiskripsikan prospek
fungsi kegiatan dan cara membangun dapat
mengoptimalkan sumber-sumber daya
yang berkaitan, baik manusia, peralatan,
dan anggaran yang tersedia.

IKI bangunan bergerak di Dubai

Drdm PcrPustekur
den KcrrsiPen
hoptml Jrwr fimur griya kreasi 17
r

E. ASPEK KETAHANAN DAN memengaruhi fluktuasi harga material serta


tersedianya tenaga kerja dan pengguna
KEAMANAN
bangunan. Dengan demikian, daPat
Aspek ini diartikan sebagai usaha untuk
diperkirakan bahwa proyek yang sedang
dapat memprediksi fenomena kondisi
dalam tahap perancangan dapat dilaksanakan
ketahanan perekonomian masyarakat
dengan baik, aman, dan lancar. Hal ini bisa
dan stabilitas politik dan keamanan'
dibaca dari pemberitaan media elektronik dan
Gejolak-gejolak yang terjadi pada kurun
media cetak tentang kondisi pemerintahan
waktu tertentu akan memengaruhi
dan perekonomian di masyarakat. Dengan
pelaksanaan proyek, seperti sering tidaknya
demikian, dapat diprediksi kemungkinan dan
demonstrasi dan pergolakan politik pada
alternatif-alternatif yang dapat diambil untuk
suatu daerah maupun perkotaan' Hal ini
memperkecil pengaruh proses pelaksanaan
sangat diperhitungkan oleh para investor
pembangunan ProYek.
karena ketenangan dalam berusaha akan

18 griya kreasi
FE
R

Dalam fenomena arsitektur ini, kita juga


ahap ini dilakukan untuk
harus melihat kebutuhan fungsi bangunan,
mendapatkan kejelasan mengenai
baik dari sudut owners maupun arsiteknya
gambaran dari fungsi-fungsi Yang
itu sendiri. Data-data yang diperlukan dapat
masih harus dicariatau Yang sudah
dicaridari studi literatur maupun studi
ditetapkan oleh pihak pemilik' Hal-hal
pengamatan.
yang telah diuraikan dan didapatkan pada
tahap Fenomena Masyarakat perlu diuraikan
lebih detail dan lebih fokus dalam bidang A. ASPEK PERATURAN DAN
kearsitekturan. KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kajian-kajian dalam tahaP Sebagai konsekuensi logis pengelolaan
fenomenologi masyarakat masih bersifat daridaerah mauPun kawasan, Pihak
abstrak akan lebih diperjelas dan dijabarkan pemerintah daerah mempunyai kekuasaan
dalam ruang lingkup arsitektural. Halini dan kewenangan untuk mengatur,
dibahas secara nonfisik maupun fisikyang menata, dan menetaPkan Peraturan-
meliputi bangunan maupun kawasan. peraturan. Tingkatan kewenangan tersebut
Dengan demikian, pihak-pihak terkait disesuaikan dengan luasan areanya, baik
akan lebih mudah membaYangkan dan di tingkat kawasan, perkotaan, kabupaten,
membahas tahaP berikutnYa. propinsi, hingga tingkat pemerintah

20 griya kreasi
pusat. Untuk itu, sudah sewajarnya bila GSB (Garis Sempadan Bangunan),
pengelola pemerintah daerah sampai pusat
GSJ (Garis Sempadan Jalan),
mempunyai program dan kebijakan untuk
GSS (Garis Sempadan Sungai),
menata, mengatur, dan mengembangkan
GSP (Garis Sempadan Pantai),
daerah dalam lingkup wilayah
kekuasaannya. KDB (Koefisien Dasar Bangunan),

Keputusan-keputusan tersebut KLB (Koefisien Luas Bangunan),


tertuang dalam suatu peraturan dan Tinggi Bangunan,
ketetapan pemerintah yang dinamakan
DAS (Daerah Aliran Sungai),
peraturan daerah (perda). Beberapa contoh
Daerah Hutan Lindung,
peraturan daerah antara lain
Bangunan Cagar Budaya,
. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),
dan sebagainya.
. RTRK (Rencana Tata Ruang Kota),

I Contoh rencanatata ruang kota (HTRK)

t Contoh rencaaa lokasl

I Contoh rencana tata ffang wilayah iRTRW) : Contohrencanatapak

griya kreasi 21
Sebagai contoh, Pemerintah daerah bangunan pemerintah diwajibkan membuat

di Bali membuat peraturan daerah bahwa atap yang memiliki unsur khas Minang, yaitu
bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pohon atap gonjong, begitu pula pada atap penutup

kelapa. Hal ini dilakukan berkaitan dengan kanopinya.


Selai n kebijakan-kebijakan pemerintah
kepercayaan agama Hindu di Bali. Meskipun
demikian, dalam perkembangannya juga dibidang fisik, juga terdapat kebijakan-
ditemukan bangunan-bangunan di Bali yang kebijakan bidang nonfisik seperti ekonomi,

mulai berlantai banyak. Halinitentu saja budaya, hukum, pendidikan, kesehatan,

sudah melalui pembicaraan yang lama dan keamanan, dan lai n-lain. Kebijakan-kebijakan

mendalam. tersebut dalam pelaksanaannya ada yang


Demikian juga dengan daerah-daerah dapat berdiri sendiri dan ada juga yang

lain di lndonesia. Seperti bangunan di saling terkait antara peraturan yang satu

Sumatera Barat, pihak pemerintah daerah dengan lainnya, baik antarkementerian

menetapkan bahwa nuansa Minang maupun antara pemerintah pusat dengan

harus tetap terasa. ltulah sebabnya setiap


pemerintah daerah.

kx* ffi{ b
Iq.
r: brd
'Y
'}e.hrl'ti
^.we{& I *.d*.*

* #.{n.xie!.s.rr,

-- ,Mk,t*'&&,

a
I Contoh gambar Peta
'rra&d.'
*t:;:'"1:* ::i.j.'{fl1.!I,X*l kawasan DAS
ff

22 griYa kreasi
It proses pembelajaran tentang ekonomi
B. ASPEK PEREKONOMIAN,
u bangunan, juga diajarkan melalui mata
ANGGARAN, DAN kuliah lain. Bagaimanapun mahasiswa tetap
rp
PENDANAAN harus mengerti keterkaitan antara bangunan
Kebanyakan pekerjaan dan proyek dengan pendanaan dan anggarannya.
harus mempertimbangkan aspek ini Dalam melakukan kajian fenomena
karena seluruh pembangunan dan proyek arsitektur di bidang ekonomi, juga harus
memerlukan dana. Diperlukan ketelitian diperhatikan kondisi perekonomian
dan kejelian pada waktu menentukan negara dan pengaruhnya di daerah lokasi
prospek fungsi dan jenis bangunan. perlu yang direncanakan. penyebabnya ialah
dipertimbangkan potensi-potensi yang bangunan dibangun untuk kurun waktu
saling memengaruhi di suatu kawasan yang panjang sehingga nilai ekonomi tanah
maupun lokasi, sehingga akan terjadi harus diprediksidan dikaitkan dengan nilai
sinergi yang saling melengkapi dari ekonomi dari fungsi.
fungsi-fungsi tersebut. Data-data tersebut Sebagai contoh, dalam memilih lokasi
didapatkan dari hasil-hasil survei yang untuk fungsi pendidikan tentu tidak
dilakukan di lapangan yang disesuaikan diletakkan pada daerah komersial. Begitu
dengan studi literatur. Dengan demikian, pula museum tidak diletakkan di daerah
dapat ditentukan fungsi-fungsi yang tepat pemukiman. Dengan demikian, ruang
sesuai kebutuhan masyarakat setempat di lingkup pelayanan dari fungsi juga akan
masa yang akan datang. menentukan tepat tidaknya lokasi dan
Kajian-kajian tersebut dilakukan oleh kawasan.
arsitek. Namun, pada kasus-kasus tertentu Faktor efisiensi dan efektivitas
juga harus diikutsertakan ekonom maupun
bangunan tidak selalu menjadi
tenaga-tenaga ahli lain yang memahami pertimbangan ekonomi teknik bangunan.
permasalahan bidang pekerjaan yang akan Beberapa bangunan justru mempunyai
dilaksanakan. bentuk-bentuk unik dengan ruang-ruang
Berbeda dengan di perguruan sisa yang tidak efektif, misalnya bentuk
tinggi, proyek dan tugas diberikan segitiga atau bulat serta penggunaan
oleh dosen jurusan arsitektur kepada bahan materialyang mahal untuk
mahasiswa, masalah besar-kecilnya menunjukkan kebonafi tannya, seperti
anggaran biaya bangunan terkadang tidak gedung kantor sewa, hotel bintang lima,
dipermasalahkan. Hal ini dimaksudkan gedung pertunjukan, dan sebagainya. Hal
untuk melatih mahasiswa agar ini disebabkan bangunan tersebut harus
memfokuskan diri dalam pembentukan mempunyai daya tarik yang kuat, sehingga
daya kreativitasnya, sehingga tidak diperlukan kelengkapan elemen-elemen
menghambat proses pengerjaan tugas- khusus yang berbeda dengan bangunan lain
tugas distudio. Meskipun demikian, dalam di sekitarnya.

griya kreasi
Demikian juga untuk bangunan- oleh arsitek dan investor. Bila diabaikan,
bangunan yang mempunyai sifat hal inidapat menjadi permasalahan dalam
monumental seperti bangunan masjid, pelaksanaan proyek dan penggunaan dari

gereja, pura, dan bangunan religi lainnya. fungsi tersebut. Pada akhirnya, akan terjadi
Fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat revisi dari perencanaan dan perancangan

membangun rasa agung dan megah arsiteknya.

dengan skala besar dan bukan lagi dalam lndonesia mempunyai berbagai
skala manusia. Nuansa dan suasana jenis budaya yang sangat beragam dari

diciptakan sedemikian rupa sehingga masing-masing daerah. Bahkan dari satu


manusia merasa kecil di hadapan Tuhannya. pulau dapat saja terdapat daerah-daerah
yang mempunyai adat istiadat Yang
berbeda, meskipun perbedaannya tidak
I l\4asiid Agung di Palembang, Sumatera Selatan
terlalu mencolok. Salah satu perwujudan
secara fisik dari adat istiadat dan budaya
masyarakat dapat tercermin melalui
bangunan tradisional nya. Perwujuda n t
ini dapat dilihat dari bentuk dan denah b

bangunan, bahan bangunan, sistem tt

struktur dan konstruksinya, serta ornamen u

dan ukirannya yang mempunyai lambang r(

dan arti tertentu. k

Aturan-aturan tersebut terdiri dari le

susunan peruntukan fungsi bangunan n


pada tapak serta dimensi dari denah ruang. n
Ukuran-ukuran dan besarannya disesuaikan rY

dengan postur dan dimensi anggota b


Surnber tvis,itanes,a.rcm
badan dari kepala keluarga penghuni- o
C. ASPEK BUDAYA DAN penghuninya. Kepercayaan dan keyakinan Pt

TRADISI ini menunjukkan adanya harmonisasi antara B]

Untuk perencanaan dan perancangan hubungan kehidupan manusia dengan d

arsitektur pada fungsi yang kegiatan- hunian dan lingkungannya serta antara di

kegiatannya menyangkut pelestarian adat hubungan kehidupan mikro dan makro al

istiadat yang harus dipertahankan dan kosmos. Bi

dikembangkan, diperlukan penelitian Sebagai contoh, ukuran-ukuran rumah ci

mendalam tentang adat kepercayaan dari di Bali menunjukkan keterkaitan antara m

penduduk dan masyarakat setempat yang ukuran tubuh kepala keluarga dengan ke

merupakan warisan budaya leluhurnya. Hal rumahnya. Jika ukuran pintunya ramping, ini br

ini tidak dapat dikesampingkan begitu saja berarti kepala keluarganya memiliki ukuran pr

24 griya kreasi
D. ASPEK TEKNOLOGI
Para ahli konstruksi selalu ditantang
untuk menghitung dan menentukan sistem
struktur dan konstruksi dari rancangan
arsitek. Mereka dihadapkan pada dinamika
pelaksanaan bangunan yang terkadang rumit,
bahkan muskil. Namun, hal ini sebenarnya
akan memperkaya kemampuan mereka dalam
berkarya dan berinovasisebagai bagian dari
bidang keilmuannya. Dalam kenyataannya
terkadang mereka dapat menemukan sistem
perhitungan-perhitungan struktur baru yang
merupakan perkembangan dalam rekayasa
I Bangunan budaya rumah Betawi.
industri konstruksi bangunan.
Perkembangan teknologi ini juga akan
tubuh kurus. Jika ukuran pintunya lebar, ini
diikutioleh temuan baru di bidang bahan
berarti kepala keluarganya memiliki ukuran
material bangunan, baik untuk konstruksi
tubuh gemuk. Demikian pula dengan standar maupun finishing yang meliputielemen dan
ukuran rentang tangan (depa), setengah
komponen bangunan yang cukup banyak
rentangan (hasta), nyari, ujung jempol dan jenis dan ragamnya. Pihak arsitek perencana
kelingking, rentang telapak tangan (kilan), pun harus selalu mengikuti kemajuan-
lebar jempol, dan lain-lain. Mereka juga
kemajuan industri ini. Dengan kemampuan
menerapkan sistem Tri Hita Karana yang
dan pengetahuan yang dimilikinya, arsitek
menjaga keseimbangan antara ketuha nan,
dapat menciptakan dan mengusulkan
manusia, dan alam. Standar ukuran tersebut
rancangan yang selalu mengikuti ramuan
bukan hanya ada di Bali, tetapijuga dimiliki
dari perkembangan ilmu pengetahuan dan
oleh bangunan hunian tradisional di daerah
teknologi.
Pulau Penyengat di daerah Kepulauan Riau.
Eila standar tersebut diperhatikan dan dapat I Contolr sistem struktur modsrn pada Stadion

dilaksanakan oleh pihak yang berkaitan maka 0lympiade Beiiing, China

diharapkan pada masa yang akan datang


akan tercapai keharmonisan lingkungan.
Bila dilakukan oleh semua pihak maka cita-
cita tersebut merupakan bentuk kearifan
rnanusia dalam menjaga dan melestarikan
keseimbangan serta kehidupan alam secara
berkesinambungan dengan pembangunan
proyek.

5 u m b p r: be ij i n Ea ! y m y: i t sbicg. files. r,vrrdprls. mfi-l

griya kreasi
Untuk para investor dan Pemilik Dilihat dari pihak akademisi di
bangunan, mereka dituntut untuk berani perguruan tinggi arsitektur, fenomena-
mengambil keputusan yang tepat dengan fenomena tersebut diberikan sebagai cara
dilandasi oleh pemikiran jangka panjang. pembelajaran dan pelatihan mahasiswa.
Sikap ini akan menentukan keberhasilan Tujuannya adalah untuk mendapatkan
untuk menunjukkan status dan identitas kemampuan dalam mengembangkan
investor dari citra penampilan bangunannya. kreativitas dan pengetahuan yang
Masyarakat pengguna bangunan tersebut komprehensif. Mereka mampu
akan melakukan penilaian-penilaian memahami proses seorang arsitek dalam
yang disesuaikan dengan sudut pandang menemukan judul fungsi dari tugas
kebutuhan dan status sosialnya. Tanggapan perencanaan dan perancangan bangunan
positif dari pengguna bangunan tersebut dan kawasan. lni dapat terjadi pada
merupakan keberhasilan secara menyeluruh tugas-tugas yang judul fungsinya belum
dari pihak-pihak penentu kebijakan, baik ditentukan oleh dosen pembimbingnya.
pihak arsitek perencana, konstruktoL Dengan latihan-latihan semacam ini
maupun pemilik bangunan. Kesemuanya nantinya diharapkan para mahasiswa
pada akhirnya menunjukkan kemampuan akan mempunyai kemampuan untuk
daya saing darifungsidan nilai bangunan memproses materi dari hal-hal yang
tersebut dengan properti-properti lain yang abstrak, dapat mewujudkanya dalam
sejenis, terutama pada bangunan-bangunan bentuk nyata dan riil sesuai dengan bobot
yang bersifat komersial. lugas silaby dari kurikulum.

Sumber: Makalah Kuliah Umum


Dasen Tamu Trag System
Ars, FTUP 25 November 2A11

,l
fe\l.<*lHtrffil o u"l
:-:ffiffi
*ffi=FE#l ,,o:
oi
-il--tJllUllXLJIi
*---x-]r_18
*t .1 "

I a qH|l#t!r]u,I]I_-E ('i ol
k@

:t'oi
ta. a

oii ol

f Gambar struktur rangka

26 griya kreasi
E. ASPEK KEAMANAN Keamanan sangat terkait dengan
keselamatan. Keselamatan para pekerja pada
DAN KELENGKAPAN
proyek besar diantisipasi dengan memakai
BANGUNAN
kelengkapan berupa topi proyek, sepatu,
Keamanan merupakan faktor yang
dan tali pengaman. Kelengkapan tersebut
harus diperhatikan pada saat dimulainya
harus disediakan kontraktor lengkap dengan
pelakanaan proyek ataupun saat bangunan
petunjuk cara pemakaian serta arah evakuasi
telah selesai dibangun. Hal ini diperlukan
apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
karena keamanan sedikit banyak akan
Faktor keamanan lain yang perlu
memengaruhi kelangsu ngan proses
diperhatikan adalah sistem struktur dan
pembangunannya, baik ketenangan
konstruksi dari bangunannya, di samping
pekerja-pekerjanya maupun kelancaran
faktor kelengkapan utilitas bangunan. Faktor
masuknya material bangunan.
ini harus teruji melalui penelitian instansi
Keamanan ini juga perlu diantisipasi
terkait.
sejak awal dengan mengaitkan kondisi
- Kesimpulan dari fenomena arsitektur
negara atau daerah dari peristiwa huru-
adalah telah ditentukannya judul proyek
hara akibat gejolak di masyarakat yang
atau tugas akhir lengkap dengan topik dan
bisa terjadi. Kalau terjadi pada saat proyek
tema dari perencanaan dan perancangan
sedang berjalan maka keadaan tersebut
bangunan dalam proposal yang diajukan
dinamakan keadaan darurat atau force
oleh arsitektur profesional atau mahasiswa
majeure. Pernyataan ini diperlukan karena
semester akhir untuk diteruskan pada tahap
tidak hanya menyangkut keselamatan dan
selanjutnya. Tulisan ini dilengkapi dengan
keamanan, tetapijuga jadwal proyek akan
alasan-alasan yang melatarbelakangi kenapa
terganggu.
diambil judul tersebut.

KOMENTAR DAN CATATAN

griya kreasi
ebelum dilanjutkan pada Setiap karya arsitek yang berwujud
pembahasan lain tentang proses bangunan dan kawasan dalam lingkungan
perencanaan dan perancangan binaan akan berpengaruh secara langsung
arsitektur, perlu diuraikan terlebih maupun tidak langsung baik fisik maupun
dahulu cara seorang arsitek mempunyai nonfisik pada lingkungan di sekitarnya.
kemampuan menuangkan daya Untuk mendapatkan kemampuan
kreatiVitasnya dalam rancangan. Dimulai tersebut, arsitek membutu hka n waktu
I
dari memori-memori yang tersimpan dalam yang cukup lama. Keahlian inididapat
I
otaknya, mereka dirangsang dengan tugas melalui proses pembelajaran yang urut,
t
dan permasalahan dari pemberi tugas. dimulai dari mengenal, mengetahui,
Kemampuan memecahkan
t
mengerti, memahami, menyikapi,
s
permasalahan yang inovatif merupakan dan pada akhirnya menemukan
F
ramuan antara memoridan kejelian pemecahan dan solusi perancangan.
h
kreativitasnya dengan memberika n Bagi mahasiswa, tugas-tugas yang
k
sepercik nilai-nilai tambah arsitektu r. Sol usi diberikan dosen merupakan media untuk
p
ini diharapkan sesuai dan memenuhi bisa mendapatkan ilmu merancang
k
permintaan pemilik bangunan dan harapan bangunan. Bagi arsitek, proyek
masyarakat luas. yang ditugaskan pemilik bangunan

28 griya kreasi
maupun investor kepadanya harus bisa
A. STUDI PENGAMATAN
dipertanggu ngjawabkan, tidak hanya
Studi pengamatan adalah pengalaman
kepada pihak-pihak yang bersangkutan
yang dialamiarsitek pada waktu
juga kepada Tuhan Yang Maha
saja, tapi
menjalankan kehidupannya sehari-hari,
Pengasih Lagi Maha Penyayang. lni
baik dalam perjalanan dari suatu tempat ke
disebabkan rancangannya dapat menjadi
tempat lain maupun sewaktu melakukan
manfaat bagialam dan masyarakat pengamatan secara khusus. Dalam
penggunanya atau justru malah sebaliknya.
kenyataannya, mereka menemukan sesuatu,
Proses pembelajaran yang tidak habis-
baik dengan sengaja maupun tidak sengaja
habisnya melalui kajian dalam studi-studi
melalui apa yang dilihat dan diamatinya.
yang dilakukan dari bangku kuliah sampai
Secara otomatis peristiwa tersebut terekam
pada waktu berprofesi sebagai konsultan
dalam pikirannya. Pada kesempatan lain dia
perencana secara profesional terkadang
dapat menceritakan kembali, baik secara
merupakan tambahan ilmu kearsitekturan garis besar maupun hingga mendetail
setelah predikat sarjana arsitektu rnya
sesuaidengan kemampuan daya rekam
didapat. lni suatu pengenalan ilmu yang
memorinya.
memperkaya memori dalam pikiran dan
Apalagi pengamatan tersebut
imajinasinya. Pekerjaan dan tugasnya
dilakukan secara sengaja, segala sesuatu
mengharuskan arsitek mempunyai yang ditargetkan tentu dengan persiapan-
pola pikir yang bersifat komprehensif.
persiapan yang matang. Peristiwa semacam
Kemampuan ini diperoleh dengan cara
ini dapat dialaminya dblam bentuk yang
menyatukan antara akaldan rasa. lni
berbeda, baik berkaitan dengan keadaan,
merupakan bentuk kearifannya sebagai peristiwa, waktu, maupun kegiatan-
seorang pakar dalam bidang perencanaan
kegiatan lainnya. Bila studi pengamatan
dan perancangan kawasan dan bangunan.
ini dilakukan arsitek yang bertujuan untuk
Secara kejiwaan, proses inijuga mendapatkan target dan hasil tertentu
berlaku bagi ahli dan pakar dalam bidang maka bentuk dari peristiwa ini merupakan
keilmuan yang lain. Pengetahuan yang
bagian dari penelitian terhadap kasus-
terekam merupakan proses yang urut kasus atau proyek yang memang sedang
tahap demitahap. Dengan demikian, dikerjakan.
seseorang dapat diberi predikat ahli,
Terkadang permasalahan ditemu kan
pakar, atau empu pada zaman dahulu.
secara tidak sengaja. Ketika sedang
Kemampuan tersebut diperoleh karena
melakukan kegiatan pengamatan, arsitek
kecepatannya merespon dan memecahkan
tersebut terkadang melihat suatu yang
permasalahan secara menyeluru h/
menarik perhatiannya. Tanpa sadar hal
komprehensif.
itu terekam dalam memori pikirannya.
Adapun urutan proses pemahaman
Sebagai contoh, pada saat sedang dalam
tersebut adalah sebagai berikut. perjalanan, mereka melihat bangunan

griya kreasi 29
Cukup banyak informasi yang bisa
didapatkan dari studi literatur ini, dari
yang bersifat teoritis sampai dengan
hal-hal teknis maupun dari kebijakan
pemerintah, peraturan daerah tertentu,
peraturan membangun, standar
kegiatan, ukuran furnitur, struktur dan
konstruksi, utilitas bangunan, ilmu inter-
disipliner yang terkait, dan sebagainya.
Apabila arsitek menginginkan lebih
detail dari kedalaman materiyang
diinginkan maka ia dapat melanjutkan
temuan-temuannya tersebut dalam
penelitian lanjutan.
I Gambar contoh pengamatan oleh orang awam Studi literatur ini sangat diperlukan
oleh siapa saja yang ingin mempunyai
wawasan luas dari berbagai ilmu.
yang unik dengan bentuk dan warna lain
Sebagai contoh, adanya buku
dariyang lain. Pada saat itu juga dalam
kepustakaan mengenai ekonomi
waktu sekejap, pikiran mereka bekerja dan
bangunan akan menambah wawasan
menilai bangunan tersebut sesuai dengan
arsitek tentang berjenis-jenis material
permasalahan yang sedang dihadapinya.
dan harganya. Buku mengenai
Otomatis objel< tersebut akan terekam
antropologi kebudayaan akan diketahui
dalam memori pikirannya.
pegaruh budaya terhadap tata letak (

ruang dalam "rumah panjang" di


B. STUDI LITERATUR I
Kalimantan. Secara tidak disadari akan ini
Di dalam mencari dan melengkapi rasa r
akan mempermudah dan mempercepat r
keingintahua nnya untuk mendapatkan
pengambilan keputusan. Paling tidak n
detail yang lebih jelas dari pengamatannya,
data-data tersebut akan menambah p
arsitek bisa mendapatkannya melalui
perbendaharaan memorinya dan dapat 5(
informasidan data akurat dari hasiltemuan
dipergunakan dalam memecahkan
pihak-pihak lain. lnformasi tersebut telah
permasalahan pada kesempatan lain. p(
dicetak dan diperbanyak dalam buku-
buku kepustakaan. Dari kepustakaan ha

inilah arsitek dapat mencocokkan dan C. STUDI LAPANGAN te1

membuktikan bahwa temuan dari studi Studi lapangan merupakan kegiatan Ap

pengamatan tentang hal-hal yang arsitek untuk mendapatkan kepastian sua

dimaksudkan tersebut benar atau justru data dan informasi tentang hal-hal yang kor

berbeda. ditemukan pada saat studi pengamatan bel

30 griya kreasi
dan studi literatur. Studi ini harus dilakukan
D. STUDI BANDING
karena arsitek perlu mendapatkan
Di dalam proyek, arsitek harus dapat
kepastian tentang elemen dan komponen
mewujudkan rencana dan rancangannya
kegiatan maupun ekspresi bangunan yang
secara nyata. Rancangannya akan
terkadang tidak dapat ditemukan pada
dilaksanakan secara konkrit dan sesuai
saat melakukan tahap-tahap sebelumnya.
dengan prediksi kebutuhan pada masa yang
Itulah sebabnya sangat diperlukan data
akan datang. Untuk itu, diperlukan studi
yang akurat di lapangan dari bangunan-
untuk mendapatkan informasi-informasi
bangunan sejenis.
penunjang dari fungsi bangunan-bangunan
Hal tersebut dapat terjadi bila fungsi-
sejenis yang pernah dibangun sebelumnya.
fungsi tersebut merupakan fungsi yang
Data-data tersebut dipakai sebagai bahan
jarang ditemukan dan dilaksanakan. Sering
pertimbangan dan informasi untuk
kalisarana dan prasarananya dibuat khusus
memperkecil kesalahan yang mungkin saja
dan merupakan perkembangan dari fungsi-
dapat terjadi di kemudian hari.
fungsiyang telah ada.
Tahap studi banding inidilakukan
Sebagai contoh, rumah sakit emergensi
melalui studi perbandingan dari tipologi
yang menangani pasien-pasien yang sakit
bangunan sejenis. Hal-hal yang diperlukan
akibat kecelakaan, kebakaran, keracunan,
adalah jenis fungsi, jenis kegiatan, dimensi
atau sebab-sebab di luar prediksi medis
ruang dan bangunan, penampilan tampak,
tentunya akan mempunyai fungsi sebagai
teknologi, dan sebagainya. Data-data
pelayanan darurat. lni tentu merupakan
tersebut dipilih dan dianggap perlu untuk
pengembangan salah satu bagian dari
dipertimbangkan pada bangunan yang
rumah sakit umum, yaitu bagian gawat
akan dirancang. Studi ini dapat dilakukan
darurat atau emergensi. Begitu pula dengan
dari kawasan atau bangunan yang telah
fasilitas-fasilitas lain yang merupakan
ada dan dianggap berhasil secara teknis
proyek-proyek vital dari kota bahkan
maupun nonteknis. Bangunan yang dipillh
negara, misalnya pembangkit listrik tenaga
minimal memiliki dua fungsi sejenis. Data
nuklir, rumah tahanan narkoba, kompleks
yang diperoleh merupakan kelengkapan
penampungan pencari suaka politik, dan
informasi, baik dari studi lapangan dan studi
sebagainya.
literatur.
Ada pula rencana dari pelaksanaan
Daristudi banding ini harus
pembangunan suatu proyek, tidak cukup
disimpulkan dalam bentuk pernyatabn
hanya melihat darigambar prarencana saja,
tentang kepastian kelayakan fu ngsi,
tetapi juga perlu recheking di lapangan.
program ruang, prosentase perbandingan
Apakah tanah di sekitarnya sudah dibangun
luas denah, masing-masing bagian dari
suatu gedung atau belum atau masih tanah
fungsi, ekspresi bangunan dari tipologi
kosong. Paling tidak hal ini dapat melalui
fungsi, dan lain-lain yang dianggap sangat
beberapa foto lapangan.
diperlukan.

griya kreasi 31
Dari uraian sebelumnya dapat dalam percaturan kehidupan di masyarakat
dikatakan bahwa kompilasi data merupakan umum maupun pada kegiatan-kegiatan
pengumpulan data yang terekam dalam profesional dalam kelompok keahliannya.
memori arsitek, baik yang berkaitan dengan Dengan demikian, ruang lingkup
proyek yang akan dilaksanakan maupun kompetensi tersebut mencakup kegiatan-
dapat dalam arti yang luas. kegiatan yang dapat meliputi kejadian-
Penambahan pengetahuan ini berlaku kejadian pada tingkat nasional maupun
bagi siapa saja yang ingin lebih eksis, baik internasional.

w
S#"
''tC{ ,ffi:.**.
"r,ff'1','
4tf"G
fa' J,r

ffi
1I
Er'
S'- * s:E-
VfI *:*.* q*.!.$
H;i-* !
*
:"r&;";i;;-;x,:& ,.f
Np*@1**
&**l
d;rffit
I Sketsa memori orang yang mampu mengatasi segala permasalahan

32 griya kreasi

I
lnternational Stadium Yokohama, Jepang

I Gambar contoh studi banding bangunan sejenis

KOMENTAR DAN CATATAN

griya kreasi 33
alam proses perencanaan dan Begitu pula dalam perancangan rumah
perancangan arsitektur sering tinggal, selera masing-masing anggota
ditemukan kesulitan dalam mencari keluarga dapat berbeda. Kehendak ibu
ide yang sesuai dengan permintaan sering mendominasi karena dialah yang
maupun keinginan pihak pemilik bangunan paling banyak di rumah. Kehendak bapak
atau investor, apalagi pemilik tersebut juga terkadang cukup menonjol karena dia
berbentuk lembaga penentu kebijaksanaan merupakan simbol kepala rumah tangga,
yang terdiridari beberapa orang. Sering membiayai, dan berperan dalam pelaksanaan
kali masing-masing pribadi mempunyai bangunan. Anak-anak pun biasanya
pendapat dan persepsi yang berbeda- mengajukan selera dan persyaratan untuk
beda. Untuk mempermudah proses ruang pribadinya.
perencanaan dan perancangan bangunan, Perbedaan-perbedaan persepsi tersebut
pihak pemilik bangunan maupun investor memerlukan kematangan berpikir dari
dapat diwakili oleh arsitek owners yang arsitek perencana. Dialah yang harus dapat
bertindak sebagai media dan k,:erdinator menerjemahkan dan mengakomodasi
proyek. Arsitek owners dapat menjembatani keinginan-keinginan tersebut.
kehendak pemilik bangunan karena arsitek Kemampuannya berpikir secara makro akan
inidiharapkan dapat merangkum dan dipersempit ke dalam pola pikir mikro dari
menyimpulkan kebutuhan. kasus dan tugas yang dihadapinya.

34 griya kreasi
Dari berbagai permintaan dan
tuntutan para pengguna, diperlukan
pendekatan-pendekatan untuk
mempersempit ruang lingkup
perancangan. Dengan adanya topik dan
tema, diharapkan akan diketemukan
koridor pembahasan yang lebih efektif
dan efisien.

A. PENENTUAN TOPIK
Topikadalah isu umum yang
dinyatakan dalam kalimat tidak lengkap
sebagai sumber pemikiran dalam
menyelesaikan permasalahan arsitektura l.

Dengan demikian, ruang lingkup


pembahasan tugas perancangan tersebut
akan disesuaikan dengan judul topik.
Topik merupakan isu konseptual yang
diambil dari prinsip-prinsip arsitektur dan
dari permasalahan-permasalahan yang
diangkat dari tahap fenomena arsitektur.
sehingga bisa dijaring topik-topik menarik.
Topik tersebut merupakan I Beberapa contoh jenis bangunan arsitektur

pendekatan perancangan. Formulasinya


adalah untuk mendapatkan ruang Topik ini harus didahulukan oleh
lingkup permasalahan yang lebih uraian-uraian yang melatarbelakangi
fokus dan menyempit pada hal-hal keadaan dan fenomena yang terjadi
mendetail. Dengan demikian, hal iniakan sebagai dasar alasan. Hal ini merupakan
mengurangi bias pada saat memasuki rangkuman permasalahan yang diperoleh
tahap pembahasannya, misalnya dari pemba hasan fenomena arsitektur.
. arsitektur analogi, Topik tidak muncul begitu saja dari
. arsitektur metafora, benak arsitek tanpa pertimbangan-

. arsitektur organik,
pertimbangan, tetapi merupakan strategi
arsitek untuk mempersempit fokus tugas
. arsitektur tradisional,
dan konsentrasinya dalam melakukan
. arsitektur vernakuler,
tahap-tahap perencanaan dan perancangan
. green architecture, arsitektur. Tahap ini memudahkan arsitek
. dan sebagainya. melakukan pendekatan perancangan

griya kreasi 35
kawasan dan bangunan. Hal ini dilakukan dengan tahap perancangan. Meskipun
sebagai cara untuk mempercepat waktu pada masing-masing tahap uraian bahasan
dan proses pekerjaannya. dan susunan kata-katanya bisa berbeda,
tetapi terdapat kesamaan dalam pengertian
B. PENENTUAN TEMA maknawinya.
Tema adalah suatu pernyataan dari Pada tahap awal, topik dan tema

arsitek berupa kalimat lengkap yang telah dimunculkan sesudah fenomenologi


merupakan uraian penegasan topik arsitektur. Bentuknya masih bersifat
sehingga dapat mempertajam esensi pengertian-pengertian fi losofi s. Kemudian
pengertiannya dalam perencanaan dan pada tahap identifikasi fungsi, topik dan
perancangan arsitektur. Dengan cara ini tema sudah mulaidijabarkan dalam
arsitek terbantukan untuk tetap fokus dalam pengertian lebih detail. Selanjutnya pada
melakukan presentasi hasil perencanaan tahap konsep dan tahap perancangan topik
dan perancangannya. Pemilik bangunan dan tema, sudah dinyatakan dalam bentuk
juga tidak lepas kontrol dari koiidor yang wujud yang realistis dan nyata.
membatasinya. Dengan demikian, pewarnaan topik
Misalnya dari fenomena arsitektu r dan tema telah ditetapkan di setiap tahap
d idapatka n topik g ree n architectu re. perancangan, sehingga bisa tetap menjaga
Pembahasan selanjutnya adalah keberadaan dan konsistensi pendekatan
memperdalam dan mempersempit perancangan dari awal sampai terwujudnya
pengertiannya. Pada akhirnya didapatkan bangunan. Awalnya, pendekatan ini terasa
tema perancangan dengan uraian mempersempit ruang gerak arsitek dalam
judul yang lebih mendetail, yaitu green berkreativitas, terutama arsitek yang
orchitecture dalam mengatasi pengaruh belum memilikigaya dan style bangunan
klimatologi bangunan perkantoran. rancangannya. Namun, setelah biasa
Dengan contoh tersebut arsitek dipraktikkan, lama-kelamaan mulai terasa
hanya membahas istilah-istilah dan manfaat dari pola perancangan tersebut.
pengertian dari yang dimaksud dengan
green architecture, ruang lingkup pengaruh
klimatologi, dan jenis-jenis tipologi
perkantoran. Topik dan tema ini dalam
aplikasinya mempunyai bentuk dan
ungkapan yang berbeda di setiap tahap
perencanaan dan perancangan arsitektur.
Perbedaan-perbedaan tersebut dinyatakan
dalam bentuk kalimat yang berbeda pula.
Ada beberapa materi pembahasan
tentang topik dan tema yang dimunculkan
dalam tahap proses perencanaan sampai

36 griya kreasi
fi [$

w {
i""'i:.:'.!]'
,,.:,il
Ii;:;,16;q::,
:i1':.ait,i$i:iE&;
l!':ii1:it::i.,;:':,r' l.r:i,

::t.,rr.:l:rffii

ari banyaknya kegiatan dan fungsi tempat mewadahi kegiatan-kegiatan dari


yang dilakukan dan digunakan fungsi. Mereka adalah investor-investor
manusia dan masyarakat, tentu yang hendak menanamkan modalnya pada
harus dipilih salah satu diantaranya. lahan yang dimiliki atau masih harus dicari.
Kemungkin an owners sejak awal sudah Pemilik berkedudukan sebagai pemrakasa
memiliki pilihan fungsi sendiri sehingga dan penentu dari rencana samPai
arsitek hanya melakukan Proses terlaksananya pembangunan bangunan
pendalaman berikutnya. Namun, tidak ada dan fasi itas-fasi litas ya ng henda k d idirika n.
I

salahnya arsitek melakukan pengecekan Dengan potensi-Potensi Yang


u lang untuk memastikan ketepatannya. dimilikinya, pemilik terkadang telah
Untuk menemukan fungsiyang tepat sesuai mempunyai beberapa pilihan. Mereka
dengan keinginan dan kepentingan pemilik dengan kemampuan yang dimilikinya telah
serta investor, diperlukan pertimbangan- dapat mengkaji situasi dan kondisi yang
pertimbangan dan kajian-kajian melalui berkaitan dengan rencananya. Hal-hal yang
proses yang panjang. harus mereka perhatikan adalah kelayakan
bangunan yang disesuaikan dengan
A. PANDANGAN PEMILIK keperluan, kebutuhan, dan kemampuan
fi nansialnya dengan memprediksi keadaan
BANGUNAN
yang akan datang. Namun, banyakjuga
Pemilik bangunan adalah pihak yang
di antara mereka yang tidak mempunyai
berkepentingan dari adanya sarana sebagai

38 griya kreasi
kemampuan untuk menentukan fungsi kecilnya untuk mendapatkan keuntungan
yang sesuai dengan tapaknya. Untuk itulah ya ng sebesa r-besa rnya.
mereka mengundang arsitek konsultan lnstansi swasta adalah perusahaan
untuk membantu memilih dan memikirkan milik swasta yang diwakili oleh beberapa
investasi bangunan yang sesuai dengan pejabat terasnya. Mereka merupakan
kebutuhannya. suatu tim yang bekerja sama untuk
Pemilik bangunan dapat berbentuk membahas, memprediksi, merencanakan,
individu atau pribadi maupun sekelompok dan menentukan fungsi-fungsi yang
orang didalam lembaga atau instansi diperlukan oleh perusahaan. Dengan
swasta maupun pemerintah. pemilik yang selalu berorientasi untuk mendapatkan
berbentuk pribadi biasanya mempunyai keuntungan yang sebesar-besarnya,
ruang lingkup pekerjaan kecil, misalnya mereka terkadang lebih menekankan
rumah tinggal, villa, atau renovasi dan kepada efi siensi anggaran.
perbaikan rumah. Meskipun tidak Pada saat sekarang investasi ini
menutup kemungkinan mereka pun dilakukan dengan memperhitungkan
merupakan pribadi yang mempunyai daya saing dan tingkat pelayanan kepada
kemampuan berinvestasi dengan pelanggan dengan sebaik-baiknya.
pendanaan yang cukup besar. pribadi Dengan demikian, penampilan fasilitas-
adalah individu-individu yang mempunyai fasilitas yang dimiliki menunjukkan daya
dana pribadi untuk membiayai bangunan tarik, sebagai bentuk profesionalitas dan
dengan fungsi-fungsi yang dikehendaki. bonafiditas tinggi. Terkadang juga hal
Mereka mempunyai otoritas yang tinggi itu menunjukkan evoria dari egoisme
dan terkadang bersifat absolut dalam kebesaran perusahaannya.
menentuka n keingina n-keinginannya. Hal itu berbeda dengan fungsi
Meskipun demikian, ada pula pemilik dari lembaga pemerintah. lnstansi
yang mempunyaicita rasa dan intelektual pemerintah merupakan pengelola negara
yang tinggi. Biasanya mereka cukup yang menentukan kebijakan-kebijakan
kooperatif dalam menentukan sikap dan pemerintah di segala bidang pelayanan.
keputusannya. Tugas-tugas tersebut meliputi pengadaan
Pihak pemilik yang lain merupakan sarana dan prasarana untuk kepentingan
instansi swasta. Kebanyakan mereka u mum demi meningkatkan kesejahteraan
berkeinginan untuk mendapatkan masyarakat. Lembaga ini mempunyai
rancangan bangunan sebagai sarana SDM yang cukup berpengalaman dalam
tempat usaha dan bersifat komersial, menentukan kebutuhan fungsi-fungsi
sehingga keinginan mereka lebih yang diperlukannya. Pola kerjanya
ditujukan untuk memperoleh keuntungan, juga telah mempunyaisistem yang
seperti berlakunya prinsip bisnis usaha, terkoordinasi antarbidang. Begitu pula
yaitu mengeluarkan investasi sekecil- pola penentuan kebijakan yang solid dan

griya kreasi 39
terkoordinasi, baik secara internal dalam B. PANDANGAN ARSITEK
satu lembaga maupun dengan pihak-pihak Arsitek sebagai pihak yang ditugaskan
di uar kementeriannYa.
I merancang bangunan pasti sangat dan
I nstansi pemerintah meruPakan harus memahami fungsi-fungsi yang tepat
instansi yang bertujuan mengayomi untuk dibangun pada suatu lokasi yang
dan mengoordinasikan segala kegiatan dimiliki pihak investor. Arsitek harus bekerja
pelayanan untuk kepentingan masyarakat secara urut semenjak awal dengan pola
luas. Mereka terdiridari beberapa tenaga pikir yang komprehensif. Arsitek harus
ahli dengan kompetensi yang berbeda. memadukan antara satu data dengan data
Bahkan untuk proyek-proyek tertentu, lain, menganalisis dan mengkaji, serta pada
mereka mewakili instansi dari kementerian akhirnya mencari solusi dan pemecahannya.
terkait. Mereka lebih mengutamakan Dari hasil kajian dan pembahasan pada
fungsi-fungsi yang tepat guna dan berhasil tahap fenomena arsitektur, sebenarnya
guna. Kebijakan pemerintah mempunyai sudah dapat ditentukan perkiraan fungsi
kecenderungan kurang menitikberatkan yang dianggap sesuai dengan keinginan
pada keindahan maupun estetika. Hal ini pemilik. Namun, penentuan tersebut
lebih disebabkan untuk mencapai efisiensi memerlukan kajian yang lebih mendalam,
dan efektivitas dari anggaran yang terbatas. tidak hanya untuk kebutuhan pada masa

@
W
1

t
I
r
n

d
lr
lY

s(

I Proses pengajuan ProPosal iudul sr,

10 griya kreasi
sekarang, tetapi justru diperuntukan bagi
C. TIPOLOGI BANGUNAN
kebutuhan pada masa yang akan datang.
Penentuan usulan jenis bangunan
Beberapa fu ngsi dapat dikelompokkan
diambil dari 12 kelompok fungsi tipologi
dalam tipologi bangunan menurut
bangunan. Penentuan dan pemilihan
jenis, sifat, karakter, dan garis besar
bangunan didapat dari rincian persyaratan
kegiatannya. Dengan demikian, hal itu akan
yang lebih mendetail, yaitu dalam kegiatan-
mempermudah pemilik dan arsitek dalam
kegiatan yang sesuaidengan ruang lingkup
menentukan fungsi yang dibutuhkan. pelayanan dan radius pencapaian bagi
Arsitek membuat bangunan sesuai pengguna dan pemakainya. Penentuan ini
kebutuhan owners. Dengan demikian,
mempertimbangkan keberadaan potensi-
artistek harus dapat melihat kemampuan potensi yang ada kaitannya dengan fungsi
owners di bidang ekonomi, khususnya
yang dipilih, dalam radius pelayanan yang
dalam masalah pendanaan. Jangan sampai
dimaksudkan.
perkiraan-perkiraan yang dibuat arsitek
Penentuan fungsi ini dititikberatkan
melampaui kemampuan anggaran dan pada niat dan keinginan plhak owners
pendanaan yang dimiliki owners. Dalam
terlebih dahulu. Dialah yang mengetahui
membangun bangunan harus diperhatikan
rencana dan kemampuan fi nansialnya.
tiga aspek, yaitu dana, lahan, dan
Namun, tidak menutup kemungkinan
kebutuhan.
bahwa yang dimaksudkan tersebut telah
Untuk mencapai dan membahas
sesuai dengan situasi dan kondisi dari
permasalahan tersebut arsitek harus
berbagai keadaan. Disinilah tim konsultan
bisa melakukan prediksi hal-hal yang
berperan untuk memberikan masukan-
berhubungan dengan permasalahan
masukan yang dibutuhkan sebagai bahan
teknis dan nonteknis, dengan cara pembanding. Dalam situasi dan kondisi
mempersonifikasi, yaitu suatu sikap dan
seperti ini pada akhirnya tetap saja owners-
cara arsitek dengan membayangkan
lah yang berperan sebagai penentu
dirinya sebagai pelaku kegiatan pada setiap
keputusan.
posisi, baik nyata maupun secara imajiner.
Keputusan pemilihan fungsi oleh
Arsitek harus dapat membayangkan
owners tersebut dapat saja diajukan dari
pola perilakunya, baik sebagai owners,
alternatif yang terdirihanya satu fungsi
masyarakat pemakai dan pengamat,
atau beberapa fungsi. Hal ini diambil untuk
sebagai staf atau manajer, pembeli atau
mendapatkan hasil yang lebih optimal
penjual, atau semua pihak yang berkaitan
dengan mengangkatnya dalam forum yang
dengan bangunan yang dirancangnya.
lebih luas dalam tahap studi kelayakan yang
lmajinasinya dilakukan dengan cara
anggotanya terdiri dari tenaga ahli dan
membayangkan cita rasa pada masalah profesional.
sosial dan kejiwaan, antara citra nuansa dan
Kelompok fungsi dan kegiatan dalam
suasana bangunan.
tipologi bangunan tersebut antara lain

griya kreasi 41
5un:&er: r,vrfirl-itsuse. roril
Pendidikan:TK, SD, SMB SMA, akademi,
universitas, dan sebagainYa;
: Hunian: rumah tinggal, rumah susun,
apartemen;
i. Kesehatan: poliklinik, puskesmas, balai
kesehatan, rumah sakiu
-1. Pemerintahan: kelurahan, kecamatan,
kabupaten, gubernuran;
5. Komersial: pasar, Pertokoan,
perbelanjaan, hotel;
6. Religi: masjid, gereja, wihara, pura;
7. Rekreasi: taman hiburan, kebun binatang,
gedung pertunjukan;
8. Olahraga: stadion, kebugaran, gedung
olahraga;
9. Transportasi: bandara, terminal bus,
pelabuhan laut, stasiun kereta api;
10. lndustri: pabrik;
I Bangunan mengikuti:lapal {alling watcr '

11. Pertanian, peternakan, Perikanan:


gudang padi, pembiakan ternak; dimensi dan bentuk rancangan bangunan
12. Budaya: museum, gedung pertunjukan. agar sesuai dengan lingkungan dan letak
masa. Perlu dipertimbangkan pula rencana
Pengelompokan ini memudahkan arsitek peruntukan tapak yang akan datang serta

untuk mengetahui sifat, kesan dan karakter perda (peraturan daerah)yang berlaku. Hal ini

bangunan, serta mengekspresikan citra diperlukan agar di kemudian hari tidak tejadi

nuansa serta suasananYa. pembongkaran dan bangunan dapat berusia


lama.

D. IDE BANGUNAN
Setelah diketahui dan ditentukan fungsi E. PROPOSAL PENGAJUAN
yang tepat, selanjutnya dipilih bangunan JUDULTUGAS AKHIR
yang sesuai dengan maksud dan tujuan Pelaksanaan dari tahaP ini daPat
perancangan tersebut. Hal ini pasti sudah dikerjakan dalam waktu setengah semester.
mendapat persetujuan dari pemberi tugas Namun, ada pula sementara perguruan tinggi
dengan memperhatikan dimensi, letak, dan yang menerapkan penyelesaian pengerjaan
potensi-potensi tapak di sekitarnya, baik proposal tugas akhirnya dalam satu semester.
berupa bangunan yang sudah dibangun Di kalangan akademisi, samPai Pada
terlebih dahulu maupun masih berupa tahap ini, sikap dosen yang memberi
lahan kosong. Apakah lokasi tapak tersebut tugas mata kuliah Studio Perenconaan dan
terletak di pusat, di tengah, di pinggir, atau Peran cangan Arsitektu r kepada ma hasiswa
di luar kota? Pertimbangan-pertimbangan dapat saja terjadi perbedaan. Beberapa
ini diperlukan untuk memperhitungkan kalangan perguruan tinggi jurusan arsitektur

42 griya kreasi
mempunyai kebijakan-kebijakan sendiri. Ada Surnler: rifimewa
yang diberi (given) atau mahasiswa mencari
sendiri, terutama dalam rangka menentukan
judulTugas Akhir untuk mahasiswa yang
akan menyelesaikan studinya pada semester
terakhir.
Judul Ti polog i Bang unan dapat diusulkan
oleh mahasiswa atau ditentukan oleh panitia
ujian. Judul tugas di tahap ini disebut dalam
proposal, dengan menyebutkan alasan dan
latar belakangnya.

Slrrn&er, jsfifiIsr,yr

J,, Bangunan OtAhraga (Siadion,&r* we,st); !, I ,, ,


J, Bangunan 8a*dara{Bandara Soe&fi0-Hatk); ?I

fllB4ngunalr Keseirahtr {R! Mitra&luarga 0qpak}; 3

J ;, Gedung fundid,ikan ilempus'Up),'4, ...,,' .,,


1.,: Bangunan ftmerinl$.{Ag,lernuran kopinsi Riau), S

griya kreasi 43
sulan proyek yang telah ditetapkan Merekalah yang mengetahui kesesuaian
perlu dikajilebih mendalam dari fungsi yang diusulkan dengan kebutuhan
berbagai pihak menyangkut yang diperlukan. Namun, mereka harus
bidang-bidang keahlian yang terkait. mempertimbangkan pendapat dari tim
Dengan demikian, diharapkan hasil yang penentu lain dari kelayakan judul proyek.
ditetapkan dapat lebih optimal dengan Seperti telah dijelaskan pada pembahasan
pertimbangan-pertimbangan yang sebelumnya bahwa status pemilik dapat
komprehensif. Tujuan dari studi kelayakan berbentuk pribadi maupun lembaga atau
(feosibility study) adalah untuk memastikan
instansi pemerintah maupun swasta.
bahwa proyek atau tugas layak diteruskan Merekalah yang mengetahui kemampuan
atau tidak, ataupun diganti dengan judul finansialnya dan merupakan penentu akhir
lain yang lebih layak (feosibte). Beberapa dari studi kelayakan ini.
pihak yang berperan dalam tahap
Permasalahan-permasalahan yang
pengkajian lebih lanjut mengenai layak sering muncul adalah apabila pemilik
tidaknya fungsi proyek yang diusulkan terdiri dari beberapa orang penentu
antara lain sebagai berikut. kebijaksanaan. Bahkan dalam satu keluarga
saja dapat terjadi perbedaan keinginan
A. PEMILIK BANGUNAN untuk merancang rumah tinggal. Keinginan
Pemilik adalah pihak yang sangat antara bapak, ibu, dan anak masing-masing
berkepentingan dan berperan dalam mempunyai otoritas dalam menentukan
menentukan judul usulan proyek te dari ruangannya.
MI["IK
Dnden Fcrprshkur
dm Keardpan
hoplml Jere Timm griya kreasi 45
Begitu pula yang terjadi Pada bentuk pendapat tentang fungsi, garis besar
rapat-rapat koordinasi dengan lembaga dimensi luas lantai, estetika bangunan, dan
maupun instansi pemerintah dan swasta. lain-lain. Begitu pula keuntungan proyek,
Kesepakatan-kesepakatan yang dicapai baik langsung maupun tidak langsung, secara
dapat menjadi mudah bila mereka telah finansial maupun dalam bentuk lain seperti
memilikiacuan dan Panduan dalam ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan
menentukan keputusan. Masukan informasi bagi pengguna, interaksi fungsi dengan
dan pertimbangan-pertimbangan mereka bangunan sekitarnya, dan sebagainya.
lebih rasionaldalam penajaman ide untuk Dengan demikian secara faktual dapat
memecahkan persoalan. Acuan ini bisa saja dipertanggungjawabkan, baik secara teknis
sudah ditentukan oleh owners ataupun maupun nonteknis.
bersama-sama tim yang telah dipilih owners Dengan kemamPuan memori Yang
sejak ide dimunculkan. dimilikinya, arsitek dapat memprediksi
Kebutuhan fungsi tersebut bisa berasal keadaan dan keinginan masyarakat pada

dari usulan internal instansi, lembaga, atau masa yang akan datang, garis besar

perusahaan, yaitu divisi atau departemen. perencanaan dan perancangan fungsi dan
Dapat pula kebutuhan fungsi berasaldari bangunan, maupun penggunaannya secara
proposalyang diajukan oleh biro konsultan. optimal maupun bertahap sesuai kebutuhan
Lembaga Pemerintah Yang dibentuk dan kemampuan pendanaan' Dengan
sering disebut proyek pembangunan yang demikian, diharapkan umur bangunan dapat
dipimpin oleh pimpinan proyek (pimpro). mencapai masa penggunaan yang panjang.
Sementara perusahaan swasta sering Arsitek dapat melakukan tugasnYa
kali membentuk lembaga manajemen secara perorangan maupun kelompok.

konstruksi (MK) untuk menangani proyek- Kelompok dapat terdiri dari beberapa
proyek besarnya. Personal lembaga ini orang yang bekerja dalam bentuk tim dari
direkrut dari kalangan sendiri ataupun suatu konsultan perancangan.Tidakjarang
berasal dari perusahaan-perusahaan pula mereka mempunyai tenaga-tenaga
MK. Mereka membawahi bidang-bidang ahli di bidang lain, seperti konstruktor,
pekerjaan seperti arsitek, konstruktor, meka n i kal elektri kal, i nterior desa i ner, ba h ka n

ekonom, ahli hukum, dan ahli-ahli lain penghitung anggaran biaya bangunan.
sesuai dengan bidangnYa. Mereka dapat mengerjakan seluruh pekerjaan
proyek bersama-sama secara keseluruhan.
Mereka pun dapat menghadapi masing-
B. ARSITEK
masing proyek yang berbeda sendiri-sendiri.
Arsitek bertugas memberikan
Dengan demikian, biro konsultan tersebut
pendapat dan masukan tentang fungsi
merupakan lembaga yang besar, dilengkapi
yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan-
dengan divisi-divisi bidang pekerjaan yang
kebutuhan di masa yang akan datang. Peran
berbeda.
arsitek adalah memberikan masukan dalam

46 griya kr*asi
C. EKONOMI peraturan yang berlaku. Ruang lingkup
Ekonom sangat berperan dalam setiap tugas mereka adalah memberikan berbagai
pekerjaan, dari pekerjaan yang bersifat masukan dalam kaitannya dengan hukum
nonfisik sampai dengan fisik. lni disebabkan dan peraturan yang perlu diperhatikan
I
semua proyek membutuhkan perhitungan- pada tahap perancangan dan pelaksanaan
I
perhitungan dari sisi perekonomian dan proyek. Tugas tersebut juga dapat I
khususnya pendanaan. Merka harus dapat berbentuk pengurusan perizinan seperti i
memprediksi fenomena perekonomian, lzin Mendirikan Bangunan (lMB)dan lzin I
perdagangan, dan perniagaan pada masa Usaha, serta mencari peraturan-peraturan
I
yang akan datang dari kondisi kehidupan bangunan yang terkait dengan proyek. I

makro maupun mikro di masyarakat, baik Mereka juga melakukan perjanjian


1

dalam skala nasional maupun internasional. ,i


kerja dengan pihak-pihak yang i
;i
Dengan mempertimbangkan pendapat ahli berkepentingan. ltulah sebabnya mereka
.l
lain, ekonom harus menentukan kelayakan harus memahami hukum perburuhan.
iiii
nilai ekonomis harga proyek. Peraturan-peraturan perburuhan tersebut 1l
',

Khusus pada perencanaan dan dapat berupa peraturan yang ditetapkan l

perancangan bangunan, di tahap ini oleh instansi pemerintah pusat maupun


ekonom bertugas memberikan masukan pemerintah daerah.
tentang prospek ekonomis bangunan, Lawyer bertugas diawali dengan
apalagi bila bangunan tersebut termasuk melaku ka n kesepa kata n-kesepa kata n
tipologi bangunan komersial. Mereka harus akan adanya pekerjaan konsultasi antara
dapat memperkirakan dengan kajian- pemberi tugas dengan konsultan (MoU),
kajiannya dalam bidang perhitungan dilanjutkan dengan pemberian tugas
fi nansial dari suatu proyek. Dia harus bekerja (LOl) kepada pihak-pihak yang
mengetahui garis besar perkiraan anggaran berkepentin gan. Lawyer dapat merupakan
biaya dari pelaksanaan masing-masing item bagian dari owners atau dari biro konsultan.
proyek, mulaidari harga dan nilaitanah, Pada kasus-kasus tertentu mereka
anggaran pelaksanaan bangunan, besaran tidak hanya menguasai hukum di
sewa dan nilai jual, perpajakan, break even negara kita, tetapijuga menguasai
point investasi dan permodalan, sampai hukum dan peraturan dari negara lain.
pada besaran upah tenaga kerja kasar dan Hal ini diperlukan apabila proyek yang
staf administrasi. bersangkutan memakai tenaga ahli dan
peralatan yang didatangkan dari luar
D. AHL| HUKUM (LAVWER) negeri. Begitu pula bila proyek tersebut
Ahli hukum bertugas memberikan akan dibangun atau terletak di negara lain.
masukan tentang bidang-bidang yang Mereka mempunyai buku-buku peraturan
berkaitan dengdn hukum dan legalitas tentang teknis membangun gedung di
proyek yang didasarkan atas peraturan- negara yang bersangkutan.

griya kreasi 47
E. AHLI KONSTRUKSI dan biaya bangunan, suplaier peralatan
Ahli konstruksi bertugas memberikan yang akan dipergunakan, dan sebagainya.
masukan tentang cara pelaksanaan fisik Mereka dilibatkan sebagai tenaga ahli yang
proyek. Mereka juga memberikan informasi bersifat pribadi maupun mewakili lembaga
tentang permasalahan-permasalahan atau instansi pemerintah maupun swasta.
pelaksanaan yang diperkirakan akan Pendapat dan argumentasi Yang
muncul di lapangan, terutama meliputi disampaikan pihak-pihak tenaga ahli
sumber daya manusia Yang akan dalam tahap studi kelayakan ini akan
dipekerjakan dalam proyek, peralatan- dipertimbangkan oleh pemilik bangunan.
peralatan yang akan dipergunakan, dan Hal itulah yang menjadi kewenangannya
ketersediaan bahan material bangunan untuk menentukan diterima atau tidaknya
lokal maupun yang harus didatangkan masukan yang diusulkan tersebut'
dari luar negeri. Mereka juga melakukan Sebaliknya, proposal dapat saja harus dikaji
konsultasi garis besar perhitungan- ulang dengan perbaikan pengurangan dan
perhitungan sistem konstruksi dan penambahan. Bahkan bisa saja proposal
teknologi dari bangunan Yang akan tersebut tidak diterima atau malahan
dirancang arsitek. dibatalkan sama sekali.
Demikian pula di kalangan perguruan

F. TENAGA SPESIALIS tinggijurusan arsitektur, tim yang dibentuk


Tenaga ahlidan Para sPesialis
untuk menentukan judul dari mahasiswa
peserta Tugas Akhir melakukan penilaian
diperlukan untuk proyek tertentu, terutama
pada proyek yang membutuhkan keahlian atas proposal usulan judulTugas Akhir yang
telah diajukan oleh mahasiswa. Jadi, setelah
khusus. Mereka dilibatkan sejak awal
dirapatkan dalam tim, proposal mahasiswa
karena keahliannya dapat memberikan
pertimbangan-Pertimbangan dan dapat diterima, diubah, ataupun ditolak.
Merekalah Pihak-Pihak Yang
dapat memengaruhi perencanaan dan
perancangan bangunan, dengan fungsi- mengetahui bobot tugas akhir mahasiswa.
Penilaian mereka ikut menentukan
fungsi khusus dan spesifik. Pertimbangan
apakah kompleksitas judul proposal
dan masukannya dapat menjadi acuan
memenuhi persyaratan, sehingga cukup
arsitek dalam perancangan bangunan.
layak diberikan kepada mahasiswa. Pada
Keahlian para tenaga spesialis dapat
perguruan tinggi tertentu, judul ditentukan
meliputi bidang-bidang sistem operasional,
oleh tim jurusan untuk melatih mahasiswa
baik untuk fungsi dan Pengelolaan
mengerjakan tugas seperti di dalam
bangunan, sistem pelaksanaan keamanan,
pemeliharaan material, estetika dari masyarakat atau konsultan menerima
proyek tanpa Pilih-Pilih.
eksterior dan interior bangunan, perizinan

48 griya kreasi
'""1 1

.I
t'-

l-

c$;

ada tahap ini arsitek sudah A. GARIS BESAR FUNGSI


mulai melakukan pendalaman Garis besar fungsi adalah penguraian
pembahasan darifungsi yang telah secara garis besar tentang fungsi dari
diterima dan ditetapkan oleh owners. judul yang ditetapkan, yaitu berupa pokok
Ketetapan tersebut merupakan garis besar permasalahan agar lebih jelas pengertian
permasalahan yang dipakai sebagai acuan dan cakupan artinya. Hal inidimaksudkan
untuk melakukan pengkajian kegiatan- untuk mempermudah pemahamannya
kegiatan lebih lanjut.Tahap inisering kali oleh pihak-pihak yang berkepentingan,
dikatakan dengan identifikasi fungsi (lDF). yaitu arsitek sebagai ketua tim leader
Hal inidisebabkan hasildari IDF merupakan perancangan dengan anggota-anggotanya
referensi dan acuan pendalaman materi yang akan berkomunikasi dalam konsultasi
permasalahan yang akan dibahas dari dan presentasi dengan pemilik bangunan.
fungsi pada tahap berikutnya. Hasil dari
tahapan inijuga bisa dikatakan sebagai
term of reverence (TOR). Permasalahan
1. PENGERTIAN
Bahasan ini sebagai uraian pengertian
pokok fungsi tersebut akan diuraikan
dari judul fungsi yang merupakan batasan-
dalam materi-materi yang lebih rinci
batasan pengertian yang didapat dari
dan mendetail. Adapun permasalahan-
literatur atau kepustakaan yang dibuat oleh
permasalahan pokok dari fungsi tersebut
para ahli bahasa. Ada pula istilah-istilah
sebagaiberikut.
pengertian teknis lain yang dibuat oleh

50 griya kreasi
pakar-pakar dalam bidang yang sesuai kesehatan lainnya. Menurut WH O lWorld
dengan ruang lingkup judul. Pengertian Health Organization), rumah sakit adalah
dan penjelasan fungsi tersebut meliputi bagian integral darisuatu organisasi sosial
arti dan detail kegiatannya, baik jenis, dan kesehatan dengan fungsi menyediakan
pelaku, sifat, dan syarat. Penjelasan dari pelayanan paripurna (komprehensif ),
pengertian tersebut juga dapat diambil penyembuhan penyakit (kuratif ), dan
dari beberapa penguraian para ahli pencegahan penyakit (preventif) pada
sehingga menguatkan teori maupun masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang
batasan-batasan yang telah ditemukan No.44Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,
sebelumnya. yang dimaksudkan dengan rumah sakit
Di dalam aturan pelaksanaannya, adalah institusi pelayanan kesehatan yang
pemahaman pengertian tersebut menyelenggarakan pelayanan kesehatan
harus menyebutkan narasumber sesuai bagi perorangan secara menyeluruh dan
dengan etika penulisan. Dari uraian paripurna dengan menyediakan pelayanan
para narasumber tersebut, arsitek rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
dapat menyimpulkan artidan nilai- Kesimpulan dari rumah sakit ibu dan
nilai yang terkandung di dalamnya dan anak adalah rumah sakit untuk melayani
menyatakannya dengan istilah-istilah lain. dan merawat kesehatan ibu yang sakit
Pengertian-pengertian tersebut bisa kandungan dan kehamilan yang dilengkapi
didapatkan dari berbagai narasumber. dengan fasilitas untuk melahirkan,
Masing-masing data terkadang pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan
memperhatikan sisi yang berbeda, tetapi kesehatan ibu dan anak, serta berada di
saling melengkapi. Dengan demikian, bawah pengawasan dokter.
kesimpulan-kesimpulan tersebut menjadi
lebih lengkap dan mudah dipahami, yaitu
mencakup pengertian yang lebih luas dan I RSIA Tambak, Jakarta

.&.
mendetail.
Pengertian judul fungsi tersebut
selanjutnya dikumpulkan dan disimpulkan,
kemudian menjadi kelengkapan dan
merupakan bagian dari kompilasi data
judul proyek atau tugas yang akan
dikerjakan.
Contohnya pengertian dari rumah
sakit ibu dan anak. Rumah sakit adalah
sebuah institusi perawatan kesehatan
profesional yang pelayanannya dilaku kan
oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli
Silr:*er: rancr n-:ia. ro*:

griya kreasi 5l
2. FILOSOFI FUNGSI
Filosofi fungsi adalah nilai-nilai
dari hal-hal yang bersifat abstrak yang
mendasari adanya latar belakang dari
fungsi. Filosofi fungsi menunjukkan sifat
dan karakter dari suatu kegiatan yang
terjadi dan menimbulkan kesan tertentu
dari suatu keadaan. Filosofi fungsi
merupakan pernyataan bentuk dan kesan
dari keadaan. Contohnya penampilan dari
fungsi yang menunjukkan kesan terbuka-
tertutup, megah-sederhana, agung-biasa,
kuat-normal dari suatu bangunan. Semua
ekspresi keadaan dari kegiatan tersebut
mendasari adanya filosofi fungsi.
Azas-azas yang muncul diakibatkan
oleh akaldan budi manusia yang
merupakan hasil perenungan, penghayatan,
dan pemikiran yang cukup lama. Filosofi
fungsi dirasakan berdasarkan ungkapan
pernyataan langsung atau tidak langsung
f Fasilitas pada HSIA Tambak, Jakarta
dari seseorang atau sekelompok orang
yang pada akhirnya dapat diterima oleh
individu ataupun kelompok lain di dalam Demikian pula dengan pandangan
masyarakat. filosofi fungsi dan bangunan yang
Segala hasil rekayasa yang terjadi diungkapkan oleh fi lsuf Yunani terkenal,
didunia diakibatkan oleh keadaan Vitruvius. Disebutkan bahwa pada waktu itu
yang bersifat azasi dari fitrah manusia. perancangan dan pelaksanaan bangunan
Manusialah yang mempunyai cita rasa arsitektur harus terkandung adanya tiga
dan karsa. Dasarnya adalah penyatuan unsur, yaitu fungsi, kukuh, dan estetika.

keinginan dan kehendak dalam kehidupan Di kemudian hari pendapat tersebut

manusia yang dipengaruhi oleh pikiran dilengkapi dengan istilah ekonomis untuk
dan perasaan serta disesuaikan dengan dibangun (feosible). Hal ini dikarenakan
keseimbangan antara pertimbangan akal beberapa tipologi bangunan teruama
dan rasanya. Dengan demikian, nalar bangunan komersial, pada saat sekarang,
dan logika manusia akan memengaruhi harus memperhitungkan nilai ekonomis

imajinasi dan gerak perilakunya. atau untung-rugi dari bangunan.

52 griya kreasi
Dengan demikian, pengertian fi losofi Namun, sesuai dengan perkembangan
fungsi bisa didapatkan dari korelasi, zaman, terjadi perubahan dari anggapan
hubungan, atau kaitan antara dasar-dasar ini. Tampak bangunan tidak semata-mata
pokok sifat kegiatan darijudul fungsi yang harus menunjukkan fungsi di dalamnya.
ditetapkan. Munculah gaya bangunan dengan
Jadi, filosofi fungsi merupakan hal- pengolahan bahwa fungsi mengikuti
hal tersirat yang melatarbelakangi adanya bentuk bangunan (function follows form).
fungsi. Filosofi fungsi bersifat maya yang Ekspresi bangunan dapat dilihat,
berkecamuk dalam imajinasi manusia dan ditangkap, dan dirasakan oleh indra mata
harus tercermin dari gambaran serta persepsi serta indra cita rasa dari pengamat dan
arsitek dalam rancangannya. pengguna. Memori-memori yang terekam
oleh pengguna pada pengalaman-
a. Citra pengalaman sebelumnya akan menjadi
Citra adalah ekspresi dari penampilan faktor pembanding dalam pikirannya. Dari
kulit luar bangunan. Citra merupakan wujud situlah mereka akan menentukan jenis
dari sampul penutup bangunan (envelope).
Sebagai tahap awal bagian bangunan yang
dapat dilihat masyarakat umum adalah
,I Beberapa erntoh llustrasir orang melihai bangunan
tampak luar bangunan. Bagian inidiharapkan .: yang menjadi stimulus timbulnya memori

merupakan ekspresi dari pelingkup


bangunan dan dapat menunjukkan ciri-
ciri kegiatan di dalamnya. Tampilan dari
t
!.
bangunan akan menimbulkan kesan dan 3
pesan bagi masyarakat yang beranggapan k
t-

;#
bahwa tampilan harus sesuaidengan
fu ngsinya (for m fol lows fu n ctio n).
Sebagian arsitek perancang mempunyai
pendapat bahwa pertama kaliorang melihat
bangunan adalah dari tampilan luarnya.
Selain diwarnaioleh ekspresi kesan fungsi,
bangunan juga dipengaruhi oleh keadaan
lingkungan sekitarnya, yaitu berupa bentuk,
tipe, ketinggian, dan as dari bangunan-
bangunan di sekelilingnya, begitu pula
kondisigeografi dan topografi dari lokasi
tapak. Dengan demikian, arsitek tersebut
lebih mengutamakan pengolahan tampak
luar dan pelingkup bangunan.

griya kreasi 53
:tr,:*cgr -;mgs*- Penihian ini dipengaruhi antara fungsi satu dan lainnya. Sebagai
SLIE alieh brapa besar prosentase dari contoh lstana Negara. Untuk membentuk
lQ, EQ dan 5Q yang dimiliki pengguna, nuansa yang memadai, segala sesuatu
sehingga akan mengakibatkan perbedaan yang terletak di sekitar bangunan istana
penilaian masing-masing individu dari harus bisa mendukung kemegahan dan
tampak dan ekspresi bangunan yang sama- monumentalitas istana tersebut. Salah
sama dilihatnya. satunya adalah pengolahan sirkulasi
Pendekatan-pendekatan perancangan manusia dan kendaraan. Pencapaian dari
bangunan tersebut dapat dinyatakan pintu gerbang (main gate) menuju pintu
bahwa cara-cara tersebut sah-sah saja. masuk (main entrance) bangunan diolah
Sepanjang hal tersebut didasarkan pada sedemikian rupa sehingga tamu dan
pola pemikiran, arsitek harus konsisten dan pengunjung berjalan dan mempunyai
konsekuen dengan titik tolak perancangan, waktu yang cukup untuk menikmati
yaitu topik dan tema perancangan. Dengan kebesaran dan keagungan istana.
demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa Berbeda dengan bangunan lain yang
citra bangunan merupakan pernyataan juga mempunyai sifat monumentalitas,
dari ' jati diri bangunan" yang terekspresi seperti bangunan religi (masjid, gereja,
dalam pengolahan bentuk, warna, maupun wihara, dan pura) sebagai tempat ibadah
material tampak bangunan. masing-masing umat beragama. Mereka
juga mempunyai nuansa keagungan
b. Nuansa yang tinggi. Perbedaannya adalah nuansa
Nuansa adalah keadaan yang istana negara berkaitan dengan kebesaran
ditimbulkan oleh lingkungan di sekeliling kekuasaan duniawi, sedangkan kebesaran
bangunan sehingga memperkuat citra dan keagungan bangunan religi adalah
bangunannya. Nuansa merupakan
lingkungan penghantar keadaan yang
menunjang dan memperkuat ekspresi dari
bangunan. Pengolahan tapak di sekeliling
bangunan diharapkan dapat terjadi
I

kesesuaian tampilan dengan persyaratan


I
fungsinya. Dengan demikian, keserasian
s
dan harmonisasi antara bangunan dan
r
lingkungan dapat saling menunjang dan
memenuhi. Keadaan tersebut merupakan
c
kesatuan antara citra dan nuansa bangunan
n
yang dapat mendukung keberadaan fungsi.
d
Bentuk dari nuansa bangunan tersebut
k
mempunyai ciri khas yang berbeda Istana Negaa bangunan bernuanu kebesaran kkuavan duniawi
st

54 griya kreasi
jy:nber. 8'si ts'-'dn*y Apera hcr",..
berkaitan dengan kemahakuasaan dari
Yang Maha Tinggi, berkaitan dengan rasa
ketuhanan seseorang.
Masing-masing kekuasaan ini terdapat
perbedaan dalam mengolah kesan dari
nuansanya. Istana adalah tempat tertinggi
dari penguasa negara, sedangkan tempat
ibadah adalah tempat untuk menghadap
dan sujud kepada Yang Maha Kuasa.
Kesan tersebut dapat ditunjukkan
dengan adanya halaman yang luas, jumlah
anak tangga yang cukup banyak, serta
material penutup yang cukup mahal dan
mewah seperti marmer atau granito.

c. Suasana b
Suasana adalah keadaan yang dapat
dirasakan pengunjung di dalam ruangan,
yang terdiridari perpaduan kesan antara
tampilan dinding, plafon, lantai, lampu,
furnitur, dan aksesori lain sesuai dengan
yang diinginkan oleh arsitek interior. Begitu
pula harapan agar terjadi keserasian dan ! lnterior dan eksterior gedung Sydney 0pera House

kesinambungan antara nuansa di luar


bangunan dan suasana di dalam ruang.
3. JENIS FUNGSI
Keadaan tersebut merupakan manifestasi
Di dalam setiap bangunan yang
konsep perancangan dari interaksi urutan
dirancang oleh arsitek selalu berdasarkan
kegiatan-kegiatan pengunjung, baik di
pada fungsi-fungsi dengan kegiatan-
luar miupun di dalam gedung. Bentuk
kegiatan yang terjadi di dalamnya.
hubungan kegiatan ini sangat bervariatif
Kelompok dari kegiatan-kegiatan tersebut
sesuai dengan sifat kegiatan utama,
memerlukan ruang dengan persyaratan
penunjang, dan pelengkapnya.
tertentu. Begitu pula kelompok ruang-
Perlu ada kesesuaian kesan antara
ruang akan disatukan sesuaidengan sifat
citra atau penampilan bangunan dengan
kegiatannya sehingga membentuk gugusan
nuansa lingkungan bangunan dan suasana
ruang. Gugusan ruang tersebut bisa
didalam bangunan. Namun, dari beberapa
menjadi bagian dari bangunan atau bahkan
kasus, fungsi tidak selalu demikian. Bisa saja
dapat menjadi bangunan yang utuh dan
suasana interior lain coraknya.
berdirisendiri.

griya kreasi 55
Dengan melihat dimensi dari lokasi
$*bagai cer*tef!: Bagian utama
tapak dan kompleksitas kebutuhan dari rumah sakit adalah ruang rawat
fungsidan kegiatan dalam program inap yang dilengkapi dengan ruang
ruang, akan diketahui apakah bangunan pengelola, manaiem en offtce, ruang
tersebut cukup mempunyai masa tunggal poliklinik, ruang unit gawat darurat,
atau bangunan dengan masa majemuk. ruang operasi, dan sebagainya
Perletakan bangunan-bangunannya E
a
menunjukkan tingkatan status dari b
C:

fungsinya, begitu pula dengan kegiatan- rs


qft
kegiatan yang terjadi di dalamnya. C

0
Untuk mengetahui perletakan dari {a
CL
kelornpok fungsi sesuai dengan status {o
.q
E
hirarki dan persyaratan-persyaratannya, :
diperlukan penggolongan kegiatan
dari fungsi-fungsi tersebut. Pembagian
golongan ini disesuaikan dengan tingkatan I Ruang MRt, salah satu hagian utama rumah sakit

status pelaku kegiatan, baik jumlah maupun


jenisnya. Dengan demikian, fungsi dapat bangunan. Begitu pula bila fungsi utama
dibedakan dengan kegiatan pokok maupun tersebut merupakan bangunan maka
kegiatan pendukung. penempatannya dalam tapak dan lokasL
Secara keseluruhan fungsi-fungsi berada pada zona strategis. Kemudahan
tersebut dapat dibagi dalam kelompok- pencapaian atau accesibllitos harus
kelompok antara lain sebagai berikut. diperhatikan. Hal ini disebabkan pelaku
kegiatan utama terjadi pada bagian ini.
a. FungsiUtama Pengolahan dan perancangan penampilan
Fungsi utama adalah fungsi pokok tampak bangunannya diharapkan cukup
yang ruang-ruang dalam bangunan menunjukkan fungsi utama, serta dapat
dipergunakan oleh sebagian besar menjadikan ciri dan identitas penampilan
kelompok pelaku kegiatan. Fungsi utama fungsi sesuai dengan ekspresi tipologi
merupakan pemikiran logis bahwa kegiatan bangunan.
utama dan terbesar tersebut harus ada.
Fungsi ini menjadi cerminan darijudul tugas b. Fungsi Penunjang
atau proyek. Hal ini dapat dilihat darijumlah Fungsi ini merupakan penunjang dari
pelaku, dimensi ruang yang dibutuhkan, kegiatan-kegiatan fungsi utama. Dengan
maupun letaknya dalam bangunan. Fungsi- kegiatan-kegiatan dari fungsi ini maka
fungsi utama ini mempunyai persyaratan fungsi pokok dapat terselenggara dengan
untuk penentuan tempat, sehingga baik, aman, dan nyaman. Dengan kata lain,
perletakannya harus tepat dan benar dalam kegiatan-kegiatan dari fungsi penunjang

56 griya kreasi
ini harus ada. Hubungan kegiatan fungsi c. FungsiPelengkap
penunjang dengan fungsi utama dapat Fungsi ini merupakan fungsiyang
bersifat langsung maupun tidak langsung, melengkapi kegiatan-kegiatan yang sudah
sehingga perletakan fungsi penunjang ini ada. Karena fungsi ini hanya sebagai fungsi
pun tidak selalu berdekatan dengan fungsi tambahan maka keberadaannya pun tidak
utama. Namun, terdapat kemudahan dalam harus ada dan tidak selalu terkait dengan
pencapaian (accesibilitos) dari kedua fungsi fungsi utama dan penunjang. Hal inijuga
tersebut. disebabkan oleh jenis dari kegiatannya
hanya merupakan kelengkapan dari fungsi
Sebagai contoh: Rumah sakit utama dan penunjang. Penentuan fungsi-
mempunyai fungsi penuniang seperti fungsi pelengkap tersebut tergantung pada
Iaboratorium, ruang CSSD, dapur, kemampuan arsitek dalam memprediksi
laundry, ruang mayat, dan ruang
kebutuhan masyarakat di masa yang akan
penunjang medis lainnya
datang.
Kenyataannya, meskipun fungsi ini
merupakan fungsi tambahan, perannya
ffiE justru diharapkan dapat menjadi faktor
daya tarik lain bagi pengguna dan pemakai
fungsi. Jadi, peranannya merupakan
penambah nilaifungsi dan ikut menentukan
keberhasilan fungsi-fungsi lain.

$ebagai s6ntsh:
Rumah sakit dilengkapi dengan,
toko souvenfu restoran, ruang
I Beceptionist atau ruang inlormasi rumah sakit
fotocopy, penginapan yang
disewakan untuk penunggu pasien
rawat inap, dan sebagainya

l; :l

L:{

_'
!-;

fi

.i

I Buang admi*istrasi rumah sakit salah satu {ungsj pelengkap rurnah $akit

griya kreasi 57
Menurut tatanan kehidupan sosial
B. RUANG LINGKUP
perekonomian, masyarakat dapat
FUNGSI
dikelompokkan menjadi tiga golongan
Semenjak awal suatu bangunan
besar, yaitu golongan berpenghasilan
dirancang arsitek telah diprediksi
rendah, sedang, dan tinggi. Masing-
dan ditentukan siapa Yang akan
masing golongan memPunyai selera
mengg unakannya. Pengg una-pen gguna
dan cita rasa yang berbeda, sehingga
ini mempunyai pola kehidupan sehari-
menciptakan lingkungan kehidupan
hari sesuai dengan adat istiadat dan pola
yang bertingkat-tingkat dan bervariasi.
perilaku dari tingkat penghasilannya'
Permasalahan-permasalahan ini harus
Jadi, yang dimaksud dengan ruang
menjadi pertimbangan arsitek saat
lingkup di sini adalah penggolongan
merancang lingkungan binaan, baik
tingkat dan status perekonomian dari
mencakup kawasan maupun bangunan.
pemakaidan pengguna fungsi. Hal ini
Ketepatan dalam membuat perencanaan
dapat dilihat dari besaran nilai rupiah
dan perancangannya, akan menciptakan
dari tingkat penghasilan setiap hari,
keadaan yang nyaman, sehingga tidak
minggu, bulan, dan tahun. KemamPuan
terjadi konflik sosial bagi para pelakunya.
finansial tersebut secara logika dapat
Dengan demikian, akan terjadi peningkatan
memengaruhi pola perilakunya sehari-
harkat derajat serta martabat manusia dan
hari. Semakin besar pendapatannya
masyarakat.
maka akan semakin terpenuhi kebutuhan
Pembagian golongan ini sebenarnya
primer, sekunder, tersier, dan seterusnya.
tidak terdapat pemisahan yang jelas di
Dari uraian-uraian tersebut Pada
antara levelsatu dengan level lainnya"
dasarnya arti pengertian ruang lingkup
Hal inidisebabkan oleh kualitas posisi
fungsi sudah bisa disimpulkan, yaitu
dan kondisi perekonomian Pemakai,
bahwa golongan masyarakat yang mana
sulit dibedakan dengan suatu garis
dan siapa saja pengguna dan pemakai
pemisah yang jelas. Pola hidup dan cita
dari fungsi tersebut, sesuai dengan
rasanya dapat diprediksi, meskipun hal ini
besaran fi nansial yang didapatkannya.
masih bersifat relatif dari sudut pandang
pengamatnya. Pada umumnya semakin
T!NGKAT PENGHASILAh' tinggi penghasilannya maka semakin tinggi
PENGGUNA pula tuntutan cita rasanya, begitu pula
Untuk memudahkan dalam sebaliknya. Sikap kesederhanaan menerima
menentukan pemakai fasilitas ini maka apa adanya disebabkan oleh keterbatasan
secara garis besar dapat dibedakan kemampuan fi nansialnya. Hal ini jelas
dalam tingkatan kemamPuan akan memengaruhi dimensi dan kualitas
perekonomian. bangunannya.

58 griya kreasi
Sehag*i eeent*fu : Penampilan
C. RADIUS PELAYANAN
apartemen untuk golongan atas akan
Radius pelayanan adalah jarak
berbeda dengan penampilan rumah
pelayanan fungsi dan bangunan yang
susun (rusun) untuk golongan bawah.
dapat dijangkau oleh pemakai fungsi
Dimensidan ukuran pada apartemen,
tersebut. Jangkauan tersebut dapat
meskipun mempunyai keterbatasan,
menunjukkan arah perjalanan pengguna
masih dapat digolongkan lebih
bangunan. Apakah mereka dari luar masuk
besar dibanding rusun. Hal ini bisa
mendatangi bangunan, seperti bangunan-
dimaklumi karena apartemen berharga
bangu nan perkantoran, perdagangan,
jual lebih tinggi sehingga tidak banyak
pertokoan, hotel, museum, dan sebagainya,
devel opment yang tertarik membangun
ataukah mereka keluar dari bangunan,
rusun. Penyediaan sarana ini menjadi
seperti rumah tinggal, rumah susun, flat,
tugas pemerintah.
atau apartmen yang penghuninya keluar
dari bangunan tersebut
I Apartemen Sudirman. Jakarta,
Capaian tersebut berkaitan erat dengan
jenis dan ruang lingkup fungsi, yaitu
tipologi bangunan dan golongan tingkat
sosial perekonomian dari pengguna atau
pemakai fungsi (golongan berpenghasilan
bawah, menengah, maupun atas).
Tingkatan radius pelayanan ini merupakan
cerminan kemampuan dari potensi fungsi
yang akan bersinggungan dengan potensi
lain, baik sejenis maupun yang berbeda. Hal
ini merupakan interaksi fungsi yang dapat
menjadi sinergi bertautan maupun yang
berlawanan. Dalam arti bahwa potensi-
potensi terdekat, baik sejenis maupun
tidak sejenis, dapat saling mengisi atau
justru terjadi kontradiksi kepentingan.
Contohnya, kedekatan antara letak hotel
dengan shoping mall dapatmenjadi saling
menguntungkan, berbeda bila shoping moll
dekat dengan SMA.
Cakupan area yang dapat dilayanioleh
potensi fungsi ini meliputi sebagai berikut.
I Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta.

griya kreas'i

I
1. PELAYANAN SEKITAR TAPAK diperlukan sebuah perkotaan. Unsur-unsur
lni merupakan sarana pelayanan bagi waktu, kemacetan, jenis transportasi, dan
masyarakat yang dapat dicapai dengan penyebaran sarana perlu dipertimbangkan.

berjalan kaki, meliputi beberapa RT atau Adanya jalan arteri maupun jalan kelas I

sekitar 400 m, sepertiTK, SD, warung, kantor dan kelas ll menjadijalan penghubung
RW. Sarana lingkungan ini biasanya terdapat antardaerah seperti universitas, perkantoran,
di kompleks perumahan yang berupa fasilitas shoping mall.

umum (fasum) maupun fasilitas sosial (fasos)


untuk tingkat lingkungan. 5. PELAYANAN TINGKAT
REGIONAL/PROPINSI
2. PELAYANAN TINGKAT Penentuan perletakan fasilitas pelayanan
LINGKUNGAN tersebut membutuhkan pertimbangan
lni merupakan pelayanan yang dapat yang cukup karena memerlukan keahlian

dilakukan dengan berjalan kakidan sepeda dari berbagai disiplin ilmu. Pelayanan
motor. Pencapaian dari sarana ini meliputi barang dalam jumlah besar disediakan
masyarakat dari beberapa RW atau sekitar dengan mempertimbangkan letak dan
radius 1 km. Fasilitas tersebut merupakan jarak capai dari luar kota. Hal ini dengan

kebutuhan pokokdan mendasar bagi memperhitungkan bahwa kelak di kemudian


masyarakat, seperti SMB SMA, kelurahan, hari tidak menimbulkan kemacetan akibat

pasar tradisional. menumpuknya kendaraan pengangkut seperti


truk dan mobil boks. Termasuk pelayanan ini
antara lain pasar grosir, departemen store,
3. PELAYANAN TINGKAT
hotel bintang 4.
WILAYAH
lni merupakan tingkat pelayanan
masyarakat yang hanya dapat dicapai 6. PELAYANAN TINGKAT
minimal dengan sepeda motor atau INTERNASIONAL
kendaraan umum. Radius pelayanan tersebut Pelayanan in i merupakan fungsi-fungsi

berjarak sekitar 5 km yang merupakan bangunan yang mempunyai asesibilitas


sarana-sarana umum dan fasiltas-fasilitas dengan bandara atau pelabuhan samudera.
yang mencakup bagian wilayah kota, lni terletak pada jalan protokol atau pada
meliputi fasilitas umum, pemerintahan, jalan kelas lsehingga mudah pencapaiannya.
sosial ekonomi, dan sosial budaya seperti Fasilitas ini biasanya banyak digunakan oleh

kecamatan, ruko, rukan, gedung pertemuan. orang asing, baik untuk turis, pebisnis, atau
tamu pemerintah yang sedang melakukan
tugas kenegaraan. lni mencakup hotel
4. PELAYANAN TINGKAT KOTA
bintang 5 dan konvensi, kantor di sentra
Untuk pelayanan tingkat kota ini
bisnis, dan kantor pemerintahan. Pencapaian
meliputi masyarakat tingkat kota. Pelayanan
dan interaksi fungsi akan menimbulkan
ini menyangkut fasilitas-fasilitas yang

60 griya kreasi
Pcta skala besar/kota, letak fungsi radius pelayanan

berbagai permasalahan lain yang perlu


Bentuk dari kesuksesan ranca ngannya
mempertimbangkan hal-hal berkaitan,
dapat berupa rasa nyaman, aman,
misalnya peruntukan daerah dan wilayah,
senang, bahagia di dalam kesimbangan.
tingkat kepadatan penduduk, peraturan
Keserasian tersebut dapat dicapai
pemerintah daerah, perencanaan
bila komposisi antara bentuk, ukuran,
jenis dan klasifi kasi jalan, termasuk
dimensi, material, warna, dan hubungan
sistem transportasi. Dengan demikian,
ruang dirancang secara proposional.
pemecahan nya harus bersifat menyeluruh
Kemampuan arsitek untuk
dan kompleks.
menciptakan sarana dan prasarana
yang tadinya tidak ada menjadi ada
D. ASUMSIYANG AKAN dapat mengurangi kesenjangan dan
DATANG kesalahan asumsi yang akan datang
Perancangan arsitektur merupa kan dan membutuhkan daya imaginasidan
suatu proses meramu antara elemen kreativitas yang tinggi dengan didukung
dan komponen bangunan dengan oleh kemampuannya memprediksi
fungsinya. Kemampuan arsitek dengan kondisi dan situasi perkembangan-
berbekal kreativitas dan imaginasinya perkembangan yang nantinya akan
mampu menghasilkan produk sarana terjadidi masyarakat.
dan prasarana bangunan yang sesuai Asumsi atau perkiraan ini didapat
dengan permintaan dan keinginan pemilik dari pengalaman bertahun-tahun,
bangunan maupu n investor. diiringi dengan ketelitian dalam
Keberhasilan rancangan ini baru mengkaji fenomena-fenomena yang
dapat dirasakan pemakai bila bangunan terjadi di masyarakat maupun fenomena
ini telah diselesaikan pembangunannya dalam bidang kearsitekturan masa lalu,
dan telah digunakan oleh masyarakat. sekarang, dan akan datang.

griya kreasi 61
I. FUNGSI harus disesuaikan dengan asumsi harga
Keberadaan bangunan tersebut jualdan besaran sewa yang ditawarkan
akhirnya dapat dinikmati dan kepada masyarakat. Kesemuanya
dipergunakan oleh masyarakat. Bahkan tersebut merupakan kemampuan dalam
rancangan arsitek dapat memengaruhi memprediksi dengan perhitungan-
sikap dan pola kehidupan masyarakat perhitungan yang dikaitkan dengan kondisi
penggunanya. Baik disadari maupun tidak dan keadaan di masa yang akan datang.
disarari, secara tidak langsung diperoleh
keuntungan-keuntungan psikologis 2. TAPAK
dalam mendidik masyarakat. Hal tersebut Mem prediksi kemu ngkinan
juga menyangkut mengenai memprediksi berkembangnya lokasi dan tapak dikaitkan
pemilihan fungsiyang tepat pada tapak dengan peruntukan daerah baru menjadi
dan lokasi yang sesuai di masa akan pertimbangan tepat-tidaknya fungsi
datang. yang akan dibangun. Salah satu usaha
Pada perancangan bangunan- menangkap fenomena-fenomena tersebut
bangunan yang bersifat sosial adalah dengan cara mempersonifi kasi
budaya menuntut ketepatan arsitek sebagai pelaku kegiatan. Kemampuan
menempatkannya pada sebuah kawasan, arsitek mengondisikan diri dengan cara
mengekspresikan penampilan, hubungan menghilangkan ego pribadinya. Dia
antarruang, detail-detail yang diterapkan, memasuki rasa dan perasaan dari pelaku-
serta harus dikaitkan dengan adat istiadat pelakunya yang nantinya melakukan
budaya setempat. Selain itu, perlu dicari kegiatan-kegiatan di setiap rancangan ruang
dari bangunan-bangunan yang bersifat dan bangunan dalam imaginasinya.
komersial. Keuntu ngan-keuntu ngan
fi nansial bangunan-bangunan tersebut
harus mengutamakan pertimbangan-
pertimbangan yang berkaitan dengan
nilai ekonomi bangunan. Ketepatan
asumsinya dimulai dari proses memilih
lokasi pada kawasan yang bersifat
komersial.
Begitu pula ketepatan dalam
menentukan penampilan dan ekspresi
bonafi ditas bangunan, pemilihan sfyle
dari tampak, luas lantai yang efektif dan
efisien, serta penggunaan peralatan
yang serba canggih. Di samping itu, juga
perlu diingat bahwa harga bangunan
I Asumsi yang akan datang untuk lokasi dan kawasan
Kabah Al Mukaromah

62 griya kreasi
Dengan demikian, keberhasilan Rancangan ini harus membawa
rancangan arsitek dapat dicapai karena dampak positif bagi lingkungan,
sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan masyara kat, penggu na, pemilik,
keinginan pengguna maupun pemiliknya. atau investornya. Dengan demikian,
Disamping itu, juga disesuaikan dengan penggunaan bangunan ini diharapkan
kemampuannya mewarnai rancangan dapat berumur panjang serta dapat
dengan kreativitas yang orisinal dan menjadi land mark lingkungan
genuine. maupun trade mark bagi arsiteknya.

KOMENTAR DAN CATATAN

griya kreasi
erkaitan dengan lokasi perancangan, permasalahan yang didapat pada tahap
pemilik bangunan maupun investor identifi kasi fu ngsi (lDF).
terkadang sudah mempunyai tapak Lokasi adalah kawasan atau area yang
untuk dibangun sarana maupun prasarana luas, baik yang terletak di bagian wilayah
yang diinginkan. Pada kasus-kasus yang perkotaan, pinggir kota, maupun luar kota.
tapaknya telah dimiliki, tidak perlu lagi Sementara tapak adalah kavling tanah yang
dilakukan proses pemilihan tapak. Arsitek dibatasioleh pagar pembatas dan terletak
tinggal melanjutkan tahap berikutnya disuatu lokasi maupun kawasan
dengan melakukan analisis dan sintesis Proses pencarian lokasi dan tapak ini
dari tapak tersebut. Pada tahap ini akan termasuk dalam tahapan yang dinamakan
diketahui permasalahan-permasalahannya, identifikasi lokasi (lDL). Permasalahan-
baik kelebihan dan kekurangan dari tapak permasalahan lokasi dan tapak sangat
tersebut. penting untuk dibahas karena seluruh
Tidak sedikit pula ada investor yang bangunan yang ada didunia ini pasti
belum memiliki lahan, tetapi sudah terletak di atas permukaan tanah. Untuk
mempunyai rencana dan program untuk itu, letak dan kondisi geografis permukaan
menginvestasikan modalnya. Untuk itu, tanah harus dipahamioleh arsitek.
perlu dicarikan lokasi dan tapak yang Pada tahap ini akan dibahas tentang
dimaksudkan. Pada tahap iniakan dilakukan proses pencarian lokasi dan tapak untuk
pemilihan lokasi dan tapak sesuai dengan dipilih dan ditentukan. Proses inidilakukan
persyaratan dari fungsi serta permasalahan- secara bertahap dan urut, dimulaidari

64 griya kreasi
penentukan kriteria dan syarat tapak,
alternatif tapak, dan akhirnya penentuan
B Luas tapak memadaidan sebanding
dengan citra dan penampilan
tapak.
museum.
tr Tapak sesuai dengan RTRW dan RTRK
A. KRITERIA PENENTUAN yang ditentukan oleh pemerintah
LOKASI DAN TAPAK daerah.
Sebelum penentuan tapak dilakukan, tr Syarat-syarat lain sesuai dengan jenis
dlperlukan acuan dan pedoman pemilihan museum dan keinginan yang diminta
lokasi terlebih dahulu. Tahapan tersebut oleh pemilik. \
dilakukan agar pada masa yang akan Syarat-syarat dari krit\ria penentuan
datang tidak terjadi konfl ik-konfl ik lokasi dan tapak ini diperlukan agar fungsi
kepentingan dan interaksi negatif antara dari bangunan yang akan dirancang
fungsi dengan potensi-potensi fungsi di sesuai dengan ketepatan peruntukan dari
sekitar tapak maupun lingkungannya. perda. lni disebabkan antara tujuan dan
Acuan permasalahan-permasalahan fungsi bangunan harus sejalan dengan
tersebut didapat dari identifikasi fungsi perkembangan potensi kota, sehingga
(lDF), yaitu garis besar kegiatan, ruang bangunan-bangunan tersebut dapat saling
lingkup, radius pelayanan, dan asumsi melengkapi serta menambah kekayaan
yang akan datang. Acuan tersebut harus lingkungan. Selain itu, juga dapat
berkaitan dengan fungsi maupun keadaan menambah aset, potensi-potensi, dan
yang diinginkan. ldentifi kasi ini merupakan keindahan arsitektu r kota.
persyaratan yang akan digunakan sebagai
item-item kriteria penentuan lokasi dan
B. POTENSITERKAIT
tapak.
Setiap fungsi yang dibangun pasti
Sebagai contoh, syarat dan kriteria
akan berinteraksi dengan potensi-potensi
pemilihan lokasidan tapak untuk museum
lain. Potensi tersebut dapat terletak di
antara lain sebagai berikut.
samping kiri-kanan di sekitar tapak dan
D Lokasi tidak boleh dekat dengan daerah juga di tingkat lingkungan, wilayah,
kumuh yang mudah terbakar. maupun kota. Bahkan sering kaliterdapat
tr Tanah harus kering dan tidak berair potensi-potensi di dalam tapak yang
karena kelembapan akan merusak juga perlu dipertimbangkan dalam
benda koleksi. perancangan.
tr Lokasi mudah dicapaidengan Secara keseluruhan keterkaitan
kendaraan umum, karena posisi dari fungsi bangunan tersebut
pengunjungnya terdiri dari seluruh
dengan potensi-potensi dalam radius
lapisan masyarakat daridalam dan luar pelayanannya diharapkan dapat saling
negeri. mengisi dan saling membutuhkan.

griya kreas: 65
Fungsi dari fasilitas dan potensi yang C. ALTERNATIF LOKASI
dirancang tersebut dapat merupakan fungsi baru Dari kriteria persyaratan-persyaratan
atau pengembangan fungsiyang telah ada.Tapak penentuan tapak, dapat diperkirakan
dapat terletak di suatu kompleks dan kawasan letak lokasi dan tapak yang sesuai. Hal
dengan fungsi-fungsi yang variatif. Untuk itu, ini dapat dilihat dari garis besar fungsi
masih diperlukan penyesuaian-penyesuaian sejenis pada lokasi-lokasi di dalam
fungsi dalam perencanaan dan perancangannya. peta kota, kepadatan penduduk, dan
Untuk memastikan fungsi dan potensi yang kerapatan letak bangunan, termasuk
akan dibangun dapat memengaruhi pemilihan keterkaitannya dengan fungsi-fungsi
tapak, diperlukan data-data aktual yang lain serta jarak capaiannya. Dengan
terletak pada suatu kawasan. Data-data ini bisa demikian, dapat ditentu kan beberapa
didapatkan dari peta kawasan maupun tingkat alternatif lokasi dan tapak dengan
kota. kesetaraan kualitas fungsi. Alternatif-
Dari kebijakan-kebijakan pemda telah alternatif lokasi tersebut akan dipakai
ditentukan peruntukan dari lokasi dan tapak sebagai penguji dan pembanding.
di dalam RTRW dan RTRK. Di dalam peta-peta Dengan demikian, hasil akhirnya
tersebut terlihat peneta pa n peruntu kan daerah diharapkan dapat terpilih lokasi yang
dan lokasi di tingkat kelurahan dan kecamatan memenuhi persyaratan dari fungsi.
dengan kode-kode sebagai berikut.

66 griya kreasi
D. PENENTUAN TAPAK Beberapa kasus nyata di lapangan

Untuk menentukan tapak yang tepat menunjukkan bahwa sudah ada


dari alternatif-alternatif lokasi yang telah kesepakatan dengan pihak-pihak tertentu
dipilih, perlu dilakukan langkah-langkah sehingga proses pemilihan lokasidan tapak
dengan menggunakan matriks pemilihan. tidak murni lagi. Dalam dunia pendidikan
Keterkaitan antara kriteria penentuan sering kalimahasiswa melakukan hal ini
tapak dengan alternatif-alternatif hanya untuk mengambiljalan pintas dan

tapak tersebut dilakukan melalui tabel untuk mempercepat pengerjaan tugasnya


pemilihan. saja.

Proses ini harus dilakukan dengan Sebagai kelanjutan penentuan dari

adil dan jujur, tanpa ada pretensi pada pemilihan lokasidan tapak, perlu ditetapkan
lokasi-lokasi yang diusulkan. Namun, lebih dulu ukuran dan nilai-nilai pemilihan.
terkadang ada arsitek yang sebelumnya Penilaian ini dilihat dari tingkat kualitas

sudah terpengaruh oleh anggapan atau lahan yang dinyatakan dalam angka antara

kecdndongan pada tapak tertentu, apalagi lain

kalau ada kepentingan-kepentingan tr angka 1: buruk;


yang tersembunyi sehingga secara tr angka 2: sedang;
sadar maupun tidak sadar sudah ada tr angka 3: cukup;
keberpihakan untuk memilih tapak yang tr angka 4: baik;

dimaksudkan. o angka 5: sempurna.

\J" 'l
.i&

! :Lokasi
tapak allernatif 1 I llkasi tapak alternatit2

griya kreasi
E. PEMILIHAN TAPAK
BANGUNAN DISEKITAR
LOKASI PENCAPAIAN ARUS KENDARAAN NILAI
LOKASI

Lokasi 1 Lokasi yang Padat pada jam Terdapat wilayah 6


(Jl. Setiabudi strategis karena berangkat kerja, Kotamadya Jakarta
Utara 1, Kec. sering dilalui makan siang, dan Selatan, Kecamatan
Setiabudi, kendaraan yang pulang kerja Setiabudi, Wisma
Jakarta ingin menuju +/1 lndocemen, fasum, dan
Selatan) kantor di daerah fasos yang ada
tersebut dan ++ /2
dilaluioleh
kendaraan umum
+++/3
Lokasi 2 Lokasistrategis Padat pada pagi Terdapat wilayah Kota- 9
(Jl. Dr. Saharjo, karena sering dan sore haridan madya Jakarta
Kec. Tebet, dilalui kendaraan arus kendaraan Selatan, Kecamatan
Jakarta yang ingin menuju tidak terlalu macet Tebet, bangunan toko-
Selatan) kantor dan toko di ++ l2 toko, kantor, Setasiun
daerah tersebut. Manggarai, fasum, fasos
Lebih dapat dica- yang ada
paidengan semua +++/3
kendaraan, seperti
mobil, motor, dan
kereta api
++++ / 4

tepat
Proses pemilihan ini akan lebih merupakan pekerjaan yang tidak mudah
dan teliti bila angka penilaiannya semakin dan kompleks. Hal ini menyangkut
kecil, dariangka 1 sampaidengan 10 pemindahan hak jual beli lahan dengan
sehingga perbedaan kriterianya semakin pihak-pihak lain yang terkait.
tipis, tetapi lebih teliti. Sementara untukyang berkaitan
Dari contoh pemilihan tapak tersebut dengan tugas-tugas pada mata kuliah
pada akhirnya dapat dipastikan tapak Studio Perancangan Arsitektur di lingkungan
tersebut telah sesuai dengan persyaratan- perguruan tinggi, mereka dapat langsung
persyaratan. Di kalangan pebisnisproperti, masuk pada tahap berikutnya, yaitu Analisis
kelanjutan proses tahap berikutnya Nonfisik dan Anolisis Fisik.

68 griya kreasi
Apabila telah disetujui maka secara
F. KESIMPULAN IDF DAN
formil dan sah proyek ini dapat diteruskan
IDL pada tahap perencanaan dan perancangan
Telah diketahui permasalahan-
bangunan berikutnya. Proses ini tentu
permasalahan pokok dari garis besar fungsi
disesuaikan dengan MoU dan Lolyang telah
dan tapak yang telah dipilih dari tahap IDF
disepakati antara pemberi tugas dengan
dan lDL. Hasil pengkajian ini disebut term of
arsitek perancang.
reference (ToR).
Demikian pula dalam dunia akademik dan
Dalam proyek-proyek nyata di lapangan
perkuliahan, pada tahap ini mahasiswa telah
dapat dimulai proses pekerjaan berikutnya.
mendapatkan pegangan untuk melanjutkan
Salah satunya ialah pengurusan perizinan
tugasnya. Memasuki tahap berikutnya berupa
kepada insta nsi-instansi terkait, seperti
penguraian dan pembahasan atau analisis.
pemda, Badan Pertanahan Nasional,
Analisis nonfisik sebagai kelanjutan identifikasi
Kementerian Perdagangan, Kementerian
fungsi dan analisis fisik untuk pembahasan
Lingkungan Hidup, dan sebagainya.
berikut dari identifikasi lokasi.

I Contoh tapak terpilih

griya kreasi 69
etelah acuan tugas atau TOR Telah disebutkan sebelumnya bahwa
didapatkan, pekerjaan diteruskan fasilitas yang akan dibangun merupakan
dengan tahap analisis. Tahap ini sarana yang akan dipergunakan masyarakat
merupakan kelanjutan dari proses IDF pada masa mendatang.lni berarti bahwa
dan lDL. Analisis merupakan pembahasan hal-hal yang akan diungkapkan dalam
pengenalan dan pendalaman lebih lanjut kegiatan-kegiatan permasalahan pokok
dari permasalahan pokok. Pembahasan ini harus bersifat futuristik.
akan menunjukkan detail permasalahan Aspek kegiatan utama harus
yang akan diuraikan lebih rinci.ldentifikasi dimunculkan dan akan terancang dengan
fungsidan identifikasi lokasi akan baik apabila ditunjang dan dilengkapi
dijabarkan ke dalam hal-halyang lebih dengan aspek kegiatan-kegiatan Iain.
mendetail secara berurutan. Kronologi Dengan demikian, secara keseluruhan
hasil dari tahap satu akan dipakai untuk fungsi merupakan keterpaduan kegiatan
membantu menguraikan materi pada tahap yang kompleks dan terpadu.
berikutnya. Aspek-pspek ini merupakan penentu
Permasalahan-permasalahan dalam perencanaan. Pada fungsi-fungsi
fungsi merupakan hal-hal yang harus tersebut juga akan menunjukkan status
dipahami dan dimengerti sampai pada pelaku da lam kegiatan-kegiatannya.
tingkat kedalaman yang dibutuhkan. Pada umumnya di setiap fungsi, manusia
Ruang lingkupnya disesuaikan dengan merupakan pelaku pokoknya. Merekalah
kompleksitas kegiatan yang akan yang mempunyaicita rasa dan karsa
berlangsung pada masa yang akan datang. sehingga semua standar bangunan

griya kreasi 71
I Gambar imajinasi arsitek
melihat lahan tapak (riil)
ada bangunan di atasnya
(abstrak)

*
,9

didasarkan pada postur tubuh dan selera yang bersifat fisik, wujud, dan nyata. Pada
manusia. tapak yang telah ditetapkan akan dilakukan
Uraian dan jabaran ini termasuk pembahasan dan pengkajian yang rinci
dalam ruang lingkup analisis nonfisik. Hal dan mendalam. Analisis tapak ini akan
ini disebabkan oleh segala sesuatu yang menambah pengenalan dan pemahaman
akan dibahas merupakan permasalahan arsitek atas kondisi tanah, sehingga segala
yang bersifat abstrak. Kondisi pembahasan sudut dari lokasi dan tapak tersebut
tentang fungsi dinyatakan dengan dapat diketahui baik kelebihan serta
istilah-istilah kata kerja, kata ganti orang kekurangannya.
dengan status simbolnya, kata sifat, dan Dengan demikian, arsitek dapat
kata keterangan. Begitu pula kondisi mengolah tapak dan meramu kegiatan-
perekonomian seseorang maupun kegiatan dalam bangunan sesuai dengan
masyarakat ikut menentukan sederhana persyaratan fungsi, topik, dan tema yang
maupun megahnya pemampilan bangunan. telah ditetapkan. Pembahasan ini bertujuan
Hal lain yang perlu dimunculkan adalah untuk memudahkan arsitek dalam
nilai-nilai kejiwaan seseorang dengan menentukan perletakan bangunan dalam
segala persepsi manusiawiannya. tapak. Dimensidan ukuran bangunan akan
Untuk mengetahui dan menentukan didapat dari perhitungan pola perilaku
bentuk dan letak bangunan serta dan modul gerak para pelaku-pelakunya.
pelaksanaan pembangunan dengan Dengan demikian, akan dihasilkan besaran
perletakannya dalam tapak, akan dilakukan dari pelingkup bangunan maupun sistem
pembahasan lebih lanjut pada tahap struktu rnya serta dapat ditentukan
analisis fisik. Uraian dan jabaran analisis ini pemakaian bahan material konstruksi dan
pada umumnya berkaitan dengan hal-hal fi nishi ng bangunan tersebut.

72 griya kreasi
A. ANALISIS NONFISIK sifat, dan peranannya. Pengelompokan
Tahap ini dimaksudkan untuk tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi
melakukan penguraian dan penjabaran utama, penunjang, dan pelengkap. Di
dari hal-hal yang bersifat nonfisik dan dalam masing-masing kelompok terdapat
abstrak. Dari tahap identifikasi fungsi telah kegiatan-kegiatan yang saling terkait dan
ditetapkan tentang ruang lingkup fungsi. berhubungan.
Dengan demikian, akan didapat hal-hal Bagi arsitek yang telah berpengalaman,

yang berkaitan dengan jenis dan sifat penguraian iniakan mengalir begitu saja
kegiatan dari pelaku pengguna bangunan. dari memori yang dimilikinya. Kemampuan
Hasil yang didapat merupakan penjabaran inididapat dari proses kompilasidata yang
darijudul fungsi dengan segala ruang telah dilakukan dalam jangka waktu cukup
lingkupnya. lama.

Bila dicermati, kehidupan manusia Pada kasus-kasus tertentu, arsitek harus

mempunyai aneka ragam tingkat mencari informasi dan data tambahan


perekonomian dari kegiatan-kegiatan sebagai kelengkapan data yang telah
pelakunya. Pola perilaku manusia dapat didapatkannya, baik dari perpustakaan
ditandai dan dilihat dari tingkat status maupun nara sumber lain. Namun, apabila
sosial, adat istiadat, latar belakang masih sulit menemukan rincian yang lebih
pendidikan, dan letak geografi snya. mendetail, arsitek harus melalui tahapan-
Dari kesimpulan analisis tersebut akan tahapan pendataan seperti dalam proses
ditemukan pola-pola kegiatan yang menjadi kompilasidata.
acuan seorang arsitek dalam mendeteksi
garis besar kegiatan dalam fungsi. Begitu a. Jenis Kegiatan
pula kegiatan kelompok pengguna sampai Untuk mengetahuiapa saja kegiatan
dengan kegiatan yang lebih bersifat yang terjadi dalam fungsi, perlu ditelitijenis
individual secara mendetail dan rinci. kegiatan-kegiatannya. Dari kompilasi data
Untuk dapat menyaring dan memilah- yang dimiliki arsitek, sebaiknya didapatkan
milah permasalahan fungsi tersebut maka terlebih dulu jenis kelompok kegiatan
dapat diuraikan menjadi beberapa tahapan utama, kegiatan penunjang, dan kegiatan
sebagai berikut. pelengkap. Sesudah itu, diuraikan lagi
pada jenis kegiatan yang lebih mendetail.
Biasanya kegiatan tersebut dinyatakan
1. ANALISIS FUNGSI DAN
dalam ungkapan kata kerja.
KEGIATAN
Sebagai contoh, perencanaan dan
Pada tahap identifikasi fungsi, telah
perancangan hotel akan didapat
didapatkan pengertian-pengertian yang
menjadi batasan ruang lingkup fungsi.
tr kelompok tamu menginap (room),

Fungsi yang ditetapkan akan diuraikan


D kelompok yang menerima tamu (front
of the house-FOH),
dan dikelompokkan sesuai dengan hirarki,

griya kreasi
: kelompokyang melayanitamu (backof b. Pelaku Kegiatan
the house-BOH), Masing-masing kegiatan yang telah
:r kelompok yang mengelola hotel ditetapkan dapat terjadi karena ada
(management office), sejumlah pelaku-pelaku di dalamnya, yang
I kelompokfungsi-fungsipenunjang disebut dengan kata gantiorang. Dari studi
(function room), banding dan studi kelayakan yang telah
I kelompok yang melayani (service), dilakukan, dapat ditentukan jumlah dan
f, dan sebagainya. status jabatan pelaku dari masing-masing

Dari kelompok-kelompok kegiatan kegiatan. Hal ini harus dilakukan untuk


tersebut, dapat diuraikan lagi menjadi mendapatkan standar ukuran kegiatan
kegiatan-kegiatan yang lebih rinci dan maupun tingkat kenyamanan sesuai
mendetail. Sebagai contoh, jenis-jenis dengan status sosialnya.
kegiatan tersebut antara lain Dengan diketahuinya jumlah pelaku
tr menginap, kelas standar, khusus, kegiatan beserta status dan jabatannya,
istimewa; dapat ditentukan dimensi ruang, kualitas
tr menerima tamu, cekin/cekout, keamanan, dan kenyamanan yang
membayar, titipan barang berharga, dipersyaratkan.
komplain kehilangan barang; Pada fungsi-fungsi tipologi bangunan
tr melayanitamu,menyiapkanmakanan, komersial, harus dapat dicapai efektivitas
menyimpan makanan dan minuman dan efisiensi kegiatan. Hal iniakan
digudang, membersihkan ruang dan berpengaruh pada perhitungan nilai
kamar, mencuci pakaian; ekonomidari luas lantaiyang akan dijual
tr mengelola hotel, kerja pimpinan, staf, maupun disewakan. Nilai-nilai tersebut akan
karyawan.; berbeda bila diperuntukkan bagi tipologi
o melayanitamu untuk makan, membeli bangunan yang lain. Sebagai contoh, untuk
barang-barang, rapat besar dan kegiatan pengelola hotel diperlukan
kecil pelanggan, konggres lembaga tr general manager 1 orang dengan ruang
pemerintah dan swasta, penyewaan 40 m2, meja kerja besar, sofa tamu,
ruang-ruang, kegiatan-kegiatan pesta meja;

dan santai, tr kursi rapat kecil, meja makan;

tr dan sebagainya. tr direktur 1 orang dengan ruang kerja


Kesemua kegiatan tersebut merupakan seluas 30 m2, meja kerja sedang, sofa

kegiatan-kegiatan utama dan penunjang. tamu;


Selain itu, terdapat pula kegiatan lain yang tr staf direksi masing-masing tiga orang

merupakan bagian dari kegiatan pelengkap memerlukan meja kerja biasa;


yang dianggap dapat menjadi ciri dan tr dan sebagainya.
nilai tambah pelayanan sehingga dapat Dengan cara demikian, berlaku pula
menambah daya tarik bagi para pengunjung. pembahasan untuk perhitungan pada

14 griya kreasi
bagian-bagian lain. Dengan demikian, akan lantai. Tingkatan tersebut merupakan
diketahui jumlah pelaku pada masing- bentuk hubungan pribadi antara pelaku
masing kegiatan. Pada akhirnya, akan kegiatan dalam fungsi dengan pihak-pihak
diketahui pula jumlah karyawan secara lain yang berkaitan.
keseluruhan dan status pegawai yang
bekerja pada instansi bersangkutan. 7000
1575 2125 3300
2-100 4300

c. Sifat Kegiatan
hO
a
ryi
Jenjang keadaan dan kondisi pelaku-
E*
pelaku kegiatan dalam suatu fungsi dapat [:
tr
membedakan urutan sifat kegiatan. Peran I

fi
r
yang dilakukan oleh pelaku-pelaku tersebut :ts
,.. N

akan memperlihatkan posisi dan letak a


&
kegiatannya dalam bangunan. :
E

o
o
Apabila telah diketahui sifat dari -ts N
N N
masing-masing jenis dan pelaku kegiatan,
akan memudahkan dilakukan peletakan
ruang-ruang dalam perancangan denah
bangunan. Keadaan dan kondisi kegiatan
tersebut dinyatakan dalam kata sifat.
Adapun sifat-sifat dari kegiatan-kegiatan
tersebut antara [ain
1. umum (publik): semua orang dapat
melakukan,
2. semiumum(semipublik):sebagian
orang dapat melakukan, I Contoh denah rumah iinggal

3. semipribadi (semiprivat): hanya orang-


orang tertentu yang dapat melakukan,
4. pribadi (privat): hanya yang Di samping kondisi dan bentuk
bersang kutan dapat melakukan, hubungan dari keadaan-keadaan tersebut,
5. pelayanan(servis):kegiatanpenunjang. terdapat pula sifat-sifat kegiatan dalam
Kedudu kan kegiatan-kegiatan tersebut pengertian yang lain, yaitu
merupakan urutan penempatan ruang di - ramai - tenang,
dalam bangunan. Pengertian dari istilah - meriah - sepi,
tersebut dikatakan dengan hirarki kegiatan - megah - biasa,
atau tingkatan kegiatan. Dengan demikian, - intim - umum,
ruang-ruang akan diletakkan sesuai dengan - monumental-sederhana,
sifat kegiatannya dalam denah disetiap - terbuka - tertutup

griya kreasi 75
SLrrr:ber: rumah -mifi irnr/is-:

I lnteriar bangunan

Kondisi dan situasi yang ditunjukkan - terang - gelap,


oleh keadaan tersebut akan sangat - dingin - panas,
memengaruhi keputusan arsitek dalam - hening - ramai,
menentukan citra, nuansa, dan suasana - formil- informil,
perancangan bangunan berkaitan dengan - dan sebagainya.
keadaan eksterior maupun interior Semua keadaan tersebut dinyatakan
bangunan. lni disebabkan sifat-sifat dalam kata keterangan. Keadaan-keadaan
kegiatan tersebut akan berkaitan langsung ini dapat dirasakan oleh pancaindera
dengan rasa kejiwaan pelaku-pela ku manusia, yaitu pengaruh dari sinar, suara,
kegiatan. Dalam keadaan ini kondisicita dan suhu. Dengan demikian, persyaratan
rasa manusialah yang akan dipengaruhi tersebut pada umumnya meliputi keadaan
oleh sifat-sifat ruang tersebut. yang diinginkan berkaitan dengan utilitas
bangunan.
d. Syarat Kegiatan Pada fungsi-fungsi tertentu, diperlukan
Pelaku dan pengguna sebuah fungsi di syarat kegiatan yang lebih ketat. Biasanya
dalam melakukan kegiatannya memerlukan diterapkan pada fungsi-fungsi khusus
suasana dan kondisi tertentu. Keadaan ini yang memerlukan tingkat keamanan
dapat dilakukan apabila memenuhi syarat kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan,
fungsi dan kegiatan yang ditetapkan, kebakaran, ketelitian bekerja, dan lain-lain..
sehingga segala kegiatan dapat dilakukan Tujuan dari pengondisian ini adalah
pengguna dengan rasa aman dan nyaman. untuk mendapatkan kenYamanan dan
Keadaan inidinYatakan dalam kata kelancaran dalam menjalankan kehidupan
keterangan sePerti sehari-hari.

76 griya kreasi
e. Standar Kegiatan dan seterusnya, yang kesemuanya
Setiap gerak manusia memerlukan dinyatakan dalam ukuran. Dari ukuran-
ruang yang disesuaikan dengan postur ukuran kegiatan manusia, terakhir dapat
tubuh dari pengguna dan pemakaifungsi. ditentukan ukuran rata-rata dari furnitur/
Kegiatan-kegiatan manusia pada umumnya meubel, peralatan dan perlengkapan
ditentukan oleh jenis, pelaku, sifat, dan dari kegiatan, serta pola perilaku
syarat kegiatan yang telah didapatkan dari kehidupan nya. Dalam penerapa nnya,
proses sebelumnya. Dengan demikian, diperuntukkan sebagai standar ukuran,
akan didapat pola gerak dari setiap pelaku baik untuk hunian, pekerjaan, rekreasi,
kegiatan tersebut. dan sebagainya.
Apabila dilhat dari ilmu ergonomi, Semua ukuran atau dimensi dari
yaitu pengetahuan tentang bentuk postur kegiatan manusia dan benda-benda
dan dimensi tubuh manusia, telah diambil penunjangnya telah dibuat dalam buku
rata-rata ukuran dari penduduk suatu suku standar arsitektur. Ukuran dan dimensi
bangsa tertentu. Ukuran-ukuran ini diambil tersebut telah dibukukan dan disesuaikan
dari perilaku manusia dengan segala posisi dengan postur tubuh orang lndonesia,
geraknya, yaitu pada waktu berdiri, duduk, yaitu Data Arsitektur.
tidur, berjalan, berlari, membaca, menulis, Sementara buku standar dari luar
dan sebagainya. negeri didapatkan dari Building Types
Begitu pula jumlah pelaku, apakah karangan De Chiara sefta Architecture Data
dalam keadaan sendiri, berdua, bertiga, karangan Neufert.

PELAKU SIFAT STANDAR


JTNIS KEGIATAN 5YARAT KEGIATAN
KTGHTAN KEGIATAN KEGIATAN

Kegiatan utama Ukuran furnitur


Privat/
memimpin Direktur Tenang besar eksklusif,
Tertutup
perusahaan 1 org

Kegiatan penunjang
Resepsionis Semipublik Mudah dilihat Meja counter
menerima tamu

Kegiatan pelengkap Meja kursi


Karyawan Publik Bersih dan teratur
kantin makan

I Contoh tabel analisis fungsi dan kegiatan

griya kreasi 77
2. ANALISIS SOSIAL EKONOMI dan perbelanjaan. Daerah jalur hijau dan
Kehidupan manusia yang terjadidi taman-taman kota mulai berkurang dan
dalam masyarakat sangat dinamis dan dibangun sarana komersial. Daerah-daerah
kompleks yang meliputi segala jenis fungsi yang dulunya diperuntukkan sebagai lokasi
dan kegiatan. Manusia sebagai pelaku- perkebunan dan persawahan berubah
pelakunya terdiri dari berbagai status sosial, menjadi permukiman yang nyaris tanpa
baik dilihat dari latar belakang pendidikan, kendali. Perubahan peruntukan ini akan
pekerjaan, suku bangsa, bahasa, dan membingungkan masyarakat dalam
sebagainya. Begitu pula dengan berbagai memilih dan menentukan tempat hunian
sistem pola perilaku dan kekerabatan, dan usahanya. Semua tergantung kepada
baik bersifat pribadi, kelompok, maupun kebija ksanaan pejabat-pejabat pemerintah
lembaga. Kesemuanya akan saling daerah yang memegang tampuk
pengaruh-memengaruhi, terutama dalam pengelolaan pada waktu itu.
kehidupan sosial ekonomidi lokasi kegiatan Ada juga pemerintah daerah yang
tersebut berlangsung. Perekonomian berusaha mengembalikan fungsi tapak
dan perdagangan merupakan jantung dan lokasi seperti fungsi-fungsi yang telah
kehidupan masyarakat. Di situ terjadi direncanakan semula. Mereka menyadari
berbagai transaksi dan produk dari para bahwa tanah dan kawasan akan diwariskan
pelakunya. kepada generasi pendatang. Tanggung
Pemerintah daerah bersama- jawab sebagai pengelola tidak hanya
sama dengan DPRD telah menetapkan pada masyarakatnya, tetapi juga kepada
peruntukan setiap tapak dan lokasi, baik Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai dengan
pada tingkat Rencana Tata Ruang Kota sumpah jabatannya. Dengan demikian,
(RTRK) maupun tingkat Rencana Tata semua kebijaksanaannya akan selalu
Ruang Wilayah (RTRW). Masing-masing mengacu kepada kepentingan umun dan
tapak dan lokasi mempunyai fungsi yang keseimbangan ekologi, antara daya dukung
saling mengisi sehingga harus dapat tanah dengan bangunan dan fungsi-fungsi
dipilih fungsi-fungsi yang sesuai dengan di atasnya.
nilai ekonomi tapaknya. Bentuk dan sikap Di sepanjang zaman, manusia
ketetapan da ri kebijaksanaan pemeri nta h menjalankan kehidupannya dengan
tersebut sudah harus mempertimbangkan bekerja untuk mendapatkan rezeki dari
masak-masak dan mengacu pada kondisi mata pencaharian. Keadaan perekonomian
yang akan datang. Pelaksanaannya bersifat dan perdagangan di masyarakat sangat
tetap dan konsisten, tidak berubah-ubah. memengaruhi tingkat status sosial
Sebagai contoh, masih terjadi daerah pribadi dan individu masyarakat, baik di
yang dahulunya ditetapkan sebagai daerah tingkat lokal maupun regional. Akibatnya,
permukiman dan perumahan bergeser terbentuklah golongan-golongan di
fungsinya menjadi daerah pertokoan masyarakat bila dilihat dari penghasilannya.

78 griya kr*asi
Hasilnya, terbentuklah daerah dan kawasan tidak memerlukan persyaratan hidup
yang ditempati oleh masyarakat tertentu yang melebihi kebutuhannya. Namun,
sesuai dengan tingkat dan statusnya. dalam kenyataannya, kehidupan berjalan
seperti apa adanya karena hidup serba
a. Tingkat Penghasilan Pengguna kekurangan. Akibatnya, di dalam kehidupan
Di samping itu, pelaku-pelaku kegiatan sehari-harinya mereka tumbuh menjadi
dari fungsi tersebut akan menuntut suatu masyarakat yang mempunyai sifat saling
keadaan yang tidakjauh berbeda dengan tolong-menolong, tergantu ng satu
pola kehidupannya sehari-hari. Mereka sama lain. Hal ini mengakibatkan kondisi
akan merasa nyaman dan aman didalam kekerabatannya bersifat lebih terbuka dan
lingkungan yang sesuai dengan strata hampir tidak ada pemisahnya.
sosialnya. Dengan demikian, akan terbentuk Disamping itu, berkembang pula sifat
daerah-daerah tempat hunian dan tempat negatif, karena rasa ketidakpuasan dan
bekerja sesuai ruang lingkup bidang keadilannya terhadap kondisi mereka yang
pekerjaannya. serba kekurangan. Keadaan ini memaksa
Menurut tatanan kehidupan sosial mereka tinggal ditempat kumuh, sehingga
perekonomian, masyarakat dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap
dikelompokkan menjadi tiga golongan kehidupan mereka yang serba minim.
besar, yaitu golongan berpenghasilan Tempat tinggal dan tempat bekerjanya
rendah, sedang, dan tinggi. Masing-masing juga mencerminkan kehidupannya yang
golongan mempunyaiselera dan cita rasa serba pas-pasan. Mereka lebih banyak
yang berbeda, sehingga tercipta lingkungan bergerak dalam bidang informal, sehingga
kehidupan yang bertingkat-tingkat dan menutup rasa sungkan dan malu dalam
bervariasi. Permasalahan-permasalahan hidupnya yang hampir tidak ada.
ini harus menjadi pertimbangan arsitek di
dalam merancang lingkungan binaan, baik 2) TINGKATBERPENGHASILAN

mencakup kawasan maupun bangunan. MENENGAH (MIDLELEVEL)

Ketepatan dalam membuat perencanaan dan Golongan ini kehidupannya relatif


perancangan akan menciptakan keadaan lebih baik dibandingkan dengan golongan
yang nyaman, sehingga tidak terjadi konflik berpenghasilan rendah. Dengan tingkat
sosial bagi para pelakunya. Hasilnya, akan kebutuhan hidup yang lebih mapan,
terjadi peningkatan harkat, derajat, dan mereka bisa lebih memperhatikan
martabat manusia dan masyarakat. kebutuhan-kebutuhan yang bersifat
sekunder, seperti tercermin dalam
1) TINGKAT BERPENGHASILAN BAWAH (totlv kehidupan sosialnya. Mereka sempat
LEVEL) melakukan rekreasi ke tempat hiburan,
Golongan inipada umumnya masih baik ke taman-taman kota yang terbuka
harus memikirkan dan mengusahakan untuk umum maupun shopping ke mall
kebutuhan pokoknya (prime0. Mereka atau ke pameran lukisan. Bagi mereka,

griya kreasi 79
seolah-olah hal itu sudah menjadigaya b. Anggaran Biaya
hidup yang menjadi keharusan, terutama Pada tahap analisis perekonomian ini
bagi golongan mudanya. Keadaan tersebut termasuk perkiraan perhitungan ekonomis
berkecenderu ngan menjadi trend yang bangunan, harus diprediksikan dalam
harus diperhitungkan, terutama bagi arsitek pertimbangan teknik pelaksanaannya, baik
dalam merancang kawasan. berkaitan dengan keuntungan fi nansial

Golongan ini biasanja menjadi pegawai secara langsung maupun keuntungan sosial
negeri sipil, karyawan atau manager sebuah kemasyarakatan.
perusahaan swasta, Prediksi garis besar biaya
pembangunan dimulai dari fee konsultan
3) TINGKAT BERPENGHASILAN ATAS perancangan, perizinan-perizinan, anggaran
(H|GH LEVEL)
fisik pelaksanaan, pajak, besaran investasi
Golongan ini pada umumnya telah permodalan, dan sebagainya. Jumlah ini
tercukupi kebutuhan primer, sekunder, akan diperhitungkan dengan nilaijual atau
dan tersiernya, sehingga segala sesuatu sewa bangunan sehingga investor akan
yang berkaitan dengan bangunan sudah mendapat gambaran masa breok event point
pada taraf yang tidak memperhitungkan
dan profit yang akan diperoleh.
biaya lagi. Semuanya didasarkan pada
kepuasan dan keindahan, baik pengolahan
bentuk masa bangunan dan pemakaian
materialnya.
Pada gedung komersial terlebih lagi,
dari bentuk masa bangunan dan pemakaian
material cenderung memanjakan pemakai
bangunan. Bangunan berlomba-lomba
untuk menunjukkan jati dirinya, dengan
memperlihatkan ciri-cirinya.

I Conloh sara*a hunian. furancangannya harus

J tlustrasi sarana:hunian ilntuk golongan mempertimbangkan faktor efektivitas, efisiensi,


keindahan, monumental itas, dan komersial itas
berpenghasilan atas

80 griya kreas!

t L
Anggaran biaya pada umumnya seperti keindahan, monumentalitas, serta
didapat dari owners yang sudah komersialitas yang akan memengaruhi
menganggarkan untuk proyek. Dari bentuk dan pemakaian material dan
sejumlah anggaran tersebut kemudian pelaksanaan. Pada akhirnya hal tersebut
dihitung jumlah prosentase untuk akan memengaruhianggaran biaya di
perancangan, pelaksanaan, pengawasa n seluruh pekerjaan pelaksanaannya.
bangunan, lalu kemudian dihitung lebih Seperti pada perancangan dan
mendetail. Pada pelaksanaan bangunan, pelaksanaan Gedung Sidney Opera
awalnya anggaran dihitung secara garis House, yang terjadi perubahan rancangan
besar dengan cara membagi harga per konstruksi yang memakan waktu bertahun-
meter persegi harga perkiraan bangunan. tahun, hingga arsiteknya Yohrn Utson harus
Dengan demikian, akan diketahui besaran digantikan oleh asistennya.
proyeknya.
d. Ekspresi
(. Efektif dan Efisien Penampilan atau ekspresi bangunan
Kemajuan teknologi pun ikut menunjukkan sifat, bentuk, dan karakter
menyemarakkan fenomena perekonomian fungsi. Terbuka atau tertutup, ke luar atau
dalam rangka mendapatkan harga ke dalam, maupun kukuh atau ringan,
bangunan. Cukup besar biaya semua tergantung pada fungsi kegiatannya.
pembangunan yang harus disediakan Ekspresi juga dapat diakibatkan dari
untuk penyiapan sarana dan prasarana, material strukturnya, apakah ringan atau
mulaidari harga tanah sampai harga berat, tergantung dari filosofi fungsinya.
barang materialyang makin lama semakin Ekspresi bangunan menunjukkan
meningkat sesuai dengan perkembangan penampilan tipologi bangunan. Hal ini
dan pengembangan lokasi dan tapak serta mensyaratkan bahwa setiap penampilan
biaya pelaksanaan pembangunan. bangunan mempunyai ciri-ciri spesifik yang
Sementara u ntuk perencanaan membedakan ekspresi bangunan satu
bangunan dengan tenologi modern, dengan lainnya.
dibutuhkan kondisi yang memungkinkan
mencapai bentuk-bentuk yang unik dan
2" ANALISIS SOSIAL BUDAYA
spektakuler. Namun, hal tersebut tidak
a. Pola Perilaku
dapat dicapai hanya dengan bentuk
Jenis kegiatan yang termasuk dalam
perancangan yang biasa, tetapi terkadang
ruang lingkup kebudayaan adalah
harus dibantu dengan beberapa maket
kesenian tari, musik, lukis, patung, sastra,
studi sehingga terlihat detailnya.
dan termasuk seni bangunan arsitektur.
Perancangan pada bangunan tertentu
Selain itu, juga kepercayaan spiritual
tidak hanya mempertimbangkan segi efektif
dari seni bangunannya. lni terlihat dari
dan efisien saja, tetapijuga segi-segi lain
cara masyarakat dalam menentukan tata

griya kreasi 81
letak rumah tinggal, teknik membangun, yang masih dianut secara kuat oleh warga
pemilihan bahan material, pengolahan dan masyarakatnya. Diperlukan kajian yang
ornamen, serta penetapan sarana dan mendalam tentang budaya lokal tersebut,
prasarana umum dari lingkunganya. karena keyakinan ini sudah mendarah
Semua kegiatan budaya dilakukan daging dan masih dilakukan dalam
oleh masyarakat secara bersama-sama, kehidupan mereka sehari-hari secara turun-
bergotong royong, bersinergi da lam temurun dari leluhurnya. Pada akhirnya
memegang tradisi turun-temu run. adat istiadat ini menjadi aturan atau pakem
Adat istiadat inidipimpin oleh tetua yang berlaku untuk pribadidan masyarakat,
adat atau orang-orang yang menguasai dan masih berlaku hingga pada zaman
bidang-bidangnya seperti para empu, sekarang.
undagi, dan budayawan-budayawan
lain. Adat istiadat yang berorientasi pada c. Tradisi
keseimbangan ekologi meru pakan kearifan Di daerah tertentu, tradisi dan budaya
lokal yang sangat mempertimbangkan masyarakatnya sudah menjadi ciri khas
kehidupan jangka panjang. yang menjadi daya tarik bagi wisatawan

o-
domestik dan mancanegara. Tentu perlu
F-
LL diteliti aspek-aspek apa saja yang harus
d
q dipertahankan dan dilestarikan serta hal-
hal apa saja yang dapat dikembangkan
\a
:( tanpa menghilangkan makna dan artidari
a
Y
t nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
aa
:t Budaya lokal ini merupakan potensiyang
hanya dimiliki dan dipunyai oleh penduduk,
masyarakat, dan bangsa di negara tersebut.
Banyak daerah yang masih kuat
memegang tradisi yang boleh dikatakan
terdapat di seluruh propinsi di lndonesia,
tidak terkecuali di daerah perkotaan yang
mulai berhadapan dengan teknologi
modern. Namun, telah terjadi pergeseran-
pergeseran kebudayaan akibat pengaruh
f '0*amen tradisional Bali
modernisasi dan intervensi budaya asing.
Perubahan pola perilaku manusia dari
b. Adat lstiadat dominasi kepercayaan, cita rasa hati,
Perancangan bangunan pada daerah- dan perasaan mulai berpindah pada
daerah tertentu perlu mempertimbangkan kemampuan pola berpikir analisis sintesis
dan mengantisipasi adat istiadat tradisi dan rasional dengan globalisasinya.

82 griya kreasi
Sumber: XAKA 2A12 Ars. FTTJP

I Pemakaman adat Toraja (afas) dan I Candi Borobudur (at s) dan Canti Prambanan
Pen gem ban gan rumah trad i s i onal Toraja (bawah) (bawah)

Tidak dapat dipungkiri bahwa Dengan demikian, keberadaan dan


keberhasilan dari kemajuan teknologi eksistensi potensi setempat dapat menjadi
mutakhir menghasilkan gedung-gedung modaldalam pertukaran budaya dan akan
I
pencakar langit. Namun, juga perlu menambah kekayaan negara.
d

r
diperhatikan dan dipertimbangkan
l
dampak-dampaknya terhadap pola perilaku d. Kepercayaan
masyarakat modern yang mengutamakan Kepercayaan masyarakat bahwa segala
intelegensia otak. Dalam jangka panjang, sesuatu mempunyaijiwa yang hidup,
juga perlu dicarikan solusi perkawinan yang mengawasi dan menjaga hidup dan
antara budaya lokal dengan kemajuan kehidupannya. Keyakinan ini tidak saja
teknologi. dijalankan oleh penduduk yang mempunyai
Sebagian besar negara-negara di dunia pola perilaku paling sederhana saja, tetapi
bahkan telah menyadari betapa pentingnya juga masih dianut oleh beberapa orang
peranan budayanya. Tidak hanya sebagai yang tinggal di lingkungan masyarakat
ciri dan identitas bangsa, tetapijuga perkotaan dengan tata cara kehidupan
budaya sebagai penghasil devisa negara. modern dan kompleks. Mereka tetap
Potensi-potensi tersebut merupakan aset yakin dan percaya bahwa adat istiadat dari
yang tidak ternilai harganya, sehingga leluhurnya merupakan garis kehidupan yang
kebijakan-kebijakan pemerinta h daerah dan harus dijalani, meskipun mereka juga masih
pusat harus berorientasi pada usaha-usaha menjalankan kegiatan ibadah dari agama
pelestarian aset tersebut. dunia atau samawiyang dianutnya.

griya kreasi
Keberhasilan ini telah ditunjukkan oleh Manusia diciptakan Tuhan yME
masyarakat Bali yang tetap melaksanakan berbangsa-bangsa di dunia. Masing-
dan menjalankan Nawa Sanga dengan Hasta masing hidup selama bertahun-tahun
Kosala Kosalinya. Masyarakat Jawa juga di permukimannya. Berabad-abad
tetap merawat adat kebiasaan ritual dan mereka telah beradaptasi dengan alam
bangunan dalam kehidupan di keraton dan dan lingkungan binaannya, sehingga
pedesaannya. Bangsa Jepang juga masih terbentuklah sifat dan karakter yang
meletakkan tatami di gedung-gedung tinggi. menjadikan keinginan-keinginannya
Masyarakat dan bangsa-bangsa di Eropa beraneka ragam. Mereka saling pengaruh
dan Timur Tengah menjaga keberadaan memengaruhi, mengisi, serta membentuk
bangunan-bangunan dan situs kuno dengan sistem dan temuan-temuan baru secara
riwayat bersejarahnya. Mereka dapat hidup terus-menerus. Namun, tidak tertutup pula
berdampingan satu dengan yang lain tanpa mereka mengintervensi pihak lain.
merasa terganggu dalam kebersamaan Manusia dengan akalnya dapat
kehidupan modern. menciptakan lingkungan yang serasi,
harmonis, seimbang, dan berkelanjutan.
3. ANALISIS KEJIWAAI{
a. Persepsi E
a
tr
Selama didunia masih ada makhluk
yang namanya manusia, selama itu pula qi
-a
segala hal akan tersngkut dan terkait dengan :
E
tn
cipta, cita rasa, dan karsanya. Permasalahan
tersebut merupakan bagian yang tidak dapat
dipisah-pisahkan dan akan selalu menjadi
pertimbangan-pertimbangan pokok dalam
melengkapi sarana serta prasarana bangunan
dan lingkungannya.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah
I flustrasi slum city, Mumbai, lndia
rc
SWT yang mempunyai derajat paling tinggi 3
ql
E
dibandingkan dengan makhluk-makhluk r:
.I
t
lain didunia. Semua yang diperbuatnya SJ
&
t
akan menentukan baik buruknya keadaan Ltt

lingkungan alam maupun lingkungan


binaan. Dengan kreativitasnya, mereka bisa
menciptakan lingkungan untuk ditata dan
diatur menjadi sarana yang indah dan dapat
dinikmati dan dipergunakan oleh masyarakat,
atau malahan sebaliknya. I llustrasi grcen city, Curitiba, Brazil

84 griya kreasi
Namun, juga masih banyak manusia yang untuk meresponnya. Karya arsitek merupakan
tidak dapat mengendalikan dirinya, sehingga hasil kerja banyak pihak yang terlibat.
mengakibatkan kerusakan dan disharmoni Namun, arsiteklah yang merencanakan dan
dalam sistem hidup dan kehidupan dari merancang. dari tidak ada menja_di ada. Hanya
tata nan masyara katnya. dialah yang bertanggung jawab terhadap
Dari hal-hal tersebut di atas dapat hasil akhir bangunan.
diambil kesimpu lan bahwa faktor-faktor
kejiwaan manusia sangat memengaruhi sikap c. Reaksi
dan responsnya terhadap keadaan di sekitar Penampilan atau ekspresi bangunan
tempatnya berada. Timbal-balik dari keadaan menunjukkan fungsi kegiatannya. Ribuan
yang dirasakan merupakan reaksi dari apa- ekspresi diakibatkan oleh sifat fungsinya
apa saja telah mereka ciptakan sendiri. Sikap yang menimbulkan berbagai reaksi positif
ini dapat dirasakannya secara disadari atau dan negatif. Semua berlatar belakang
tanpa disadari, baik secara naluriah maupun kejiwaan yang berasaldari pendidikan dan
dengan tingkat intelegensianya. akan memengaruhi responnya, baik bentuk,
material, dan warna.
b. Stimulus
Untuk itu, seorang arsitek harus memiliki d. Tingkatan(Leveling)
kepekaan dan kemampuan untuk dapat ikut Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat
merasakan apa yang akan dirasakan orang pendidikan dan mata pencaharian akan
lain terhadap karyanya. Cita rasa ini berasal memengaruhi pola kehidupan seseorang
dari pemilik, pengguna, ataupun pemakai maupun sekelompok masyarakat. Ketepata n
bangunan, bahkan masyarakat luas. menganalisis dan menilai arsitek harus
Kemampuannya tersebut disebut berdasarkan pada pemahaman bahwa untuk
dengan mempersonifi kasi, yaitu siapa bangunan tersebut dirancang, baik latar I

imaginasinya yang menganggap sebagai belakang maupun pola perilakunya.


pelaku kegiatan dan membayangkan dirinya Oleh karena itu, ada perbedaan kualitas :

berada di setiap titik rancangan bangunan untuk suatu fasilitas sosial dan umum dari segi i
i
yang nantinya dilaksanakan. Rasa tersebut material besaran dan dimensinya. I
i
dapat berkaitan dengan gerakan badan,
I
I

dimensi, warna, ukuran, dan skala. Bahkan Sketsa arsitek mempersonifikasi ekspresi pelaku i
I
I

juga pengaturan sistem yang terdapat i


I
dalam bangunan seperti pencahayaan, I
l
pengudaraan, keamanan, dan kenyamanan ^t
I1

utilitasnya.
Hal-hal tersebut menjadi daya tarik
atau rangsangan (stimulus) bagi masyarakat il
IJ
pengguna, terutama bagi kritikus arsitektur r{

I
I
{

fl

griya kreasr 85 1
direncanakan dan dibangun diatas maupun
B. ANALISIS FISIK
Tahap analisis fisik meruPakan
didalam air laut, begitu pula didalam tanah
sik beru pa seperti yang telah dilaksanakan di negara-
pengenalan aspek-aspek fi
negara maju.
penguraian dan penjabaran hal-hal
Penguraian dan penjabaran teknologi
yang bersifat wujud dan nyata. Sebelum
bangunan merupakan bagian dari fisik
memasuki tahap merancang, arsitek harus
bangunan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
memahami terlebih dahulu keadaan tapak
Analisis ini menyangkut sistem struktur,
dan teknologi bangunan.
konstruksi lengkap dengan modul-modul,
Permasalahan kawasan, lokasi,
utilitas, dan material bangunan. Pemahaman
maupun tapak yang telah ditentukan
arsitek yang mendalam dari permasalahan-
pada tahap identifikasi lokasi perlu
permasalahan ini akan mempermudah
diuraikan secara detail dan mendalam.
merancang kawasan, lokasi, tapak, dan
Hal ini diperlukan karena bangunan yang
bangunan. Kondisi fisik ini harus benar-benar
dirancang pada umumnya terletak di atas
merasuk dalam benak dan imaginasinya.
tapak. Oleh karena itu, posisi dan keadaan
Di dalam analisis fisik juga
tapak haruslah dijiwai arsitek, terkecuali
dipertimbangkan hasil yang dicapai oleh
pada kasu s-kasus tertentu, ba ng u na n

I Gambar pela kota {kiri); Gambar peta wilayah, peta tingkungan, peta tapak dan sempadan bangunan {kanan atas-bawah}

85 griya kre*s'i
analisis nonfisik. Data-data dan materi a. Analisis Dimensi
tentang jenis fungsi serta kegiatannya Analisis dimensi yang juga termasuk
sangat memengaruhi hal-hal yang akan dalam istilah advis planinq merupakan
dibahas dalam analisis fisik. Misalnya, berkas surat-surat tanah yang sudah harus
tipologi fungsi yang bersifat komersial dilengkapi dengan rencana kota yang
akan berbeda materi bahasannya dengan akan datang. Rencana tersebut berupa
bangunan budaya. Dengan demikian, batas-batas pagar tapak, luas tapak, jenis
analisis tapak dilakukan setelah dilakukan dan lebar jalan, nama pemilik tanah sekitar
analisis fungsi dan kegiatan. tapak, garis edar matahari, dan garis
Kreativitas proses meramu aspek-aspek sempadan bangunan yang pertama kali
terkait akan menjadikan kesempurnaan harus diketahui dari analisis tapak ini.
rancangan yang komprehensif eksklusif
menyatu dengan lingkungannya. 1) DIMENSI DAN BENTUK UKURAN TAPAK
Semua gambar tapak dibuat secara
1. ANALISIS TAPAK skalatis sesuai dengan keadaan yang
Dari tapak yang telah ditentukan oleh sebenarnya. Gambar dengan skala ini
pihak pemilik dan arsitek, perlu diuraikan nantinya akan dipakai secara terus-
dan didalami permasalahan-permasalahan menerus untuk menganalisis tapak pada
yang ada diatasnya. Masing-masing tapak tahap-tahap berikutnya. Penjiwaan arsitek
mempunyai kondisi berbeda, baik bentuk, didapat dengan kepastian bentuk dan
besaran dimensi, lingkungan, maupun dimensi tapak yang dilakukan berulang kali
peraturan yang berlaku yang ditetapkan yang akan terekam didalam memorinya,
oleh pemerintah pusat maupun daerah. Hal sehingga dapat dihasilkan desain yang
inijuga disebabkan oleh semua bangunan optimal. Hal ini harus dilakukan karena
pasti didirikan di atas tanah dan tapak kepastian bentuk tapal batas pekarangan
terpilih. Penguraian ini akan mempermudah dan kontur yang sesuai dengan kenyataan
arsitek dalam memahami dan meletakkan akan masuk secara otomatis ke dalam image
fu ngsi-fungsinya sesuai dengan jenis, dan memoriarsitek. Luas kaveling termasuk
sifat, karakter, dan penampilan bangunan dalam dimensidan ukuran tapak, sehingga
dengan kegiatan-kegiatan di dalamnya. termasuk dalam penghitungan KDB, KLB
Penguraian dan penjabaran dan tinggi bangunan.
permasalahan tapak akan dilakukan Data-data tersebut ada kalanya sudah
secara urut sesuai dengan kronologi dimiliki oleh pihak owners melalui surat-
pemahaman melalui materi bahasan yang surat tanah yang dimilikinya. Namun,
saling berkaitan. Hal inidisebabkan oleh sering kalidata yang dibutuhkan masih
beberapa materiyang telah dianalisis akan kurang lengkap. Kelengkapan data harus
dipergunakan untuk menganalisis materi didapatkan dari instansi-instansi terkait
bahasan berikutnya. seperti kantor sudin (suku dinas) pemetaan,

griya kreasi 87
sudin tata kota, sudin PU di pemerintah mengenai bentuk permukaan tanah
daerah,juga dari Badan Pertanahan serta letak dan as bangunan. Apalagi bila
Nasional (BPN). bentuk tanahnya berkontur dan terdapat
perbedaan ketinggian cukup besar. Dalam

D GARIS KONTURTANAH keadaan dan kondisiseperti ini perlu

Sering kali berkas tersebut belum dibuatkan maket studi tapak, agar arsitek
dilengkapi garis permukaan tanah. Bila dapat membayangkan bentuk permukaan
demikian keadaannya, perlu dilakukan tanah dan mudah meletakkan masa
pengukuran ulang atau dicarikan peta bangunannya.
kontur di Bakorstranas ( Badan Koordinasi Dari analisis fungsi sudah didapatkan

Strategi Nasional), demikian pula dengan dimensi bangunannya. Dengan demikian,


perencanaan pengembangan kota dari sudah dapat diperkirakan bangunan

kantor dinas pemetaan propinsi. tersebut bermasa tunggal atau majemuk


yang cukup kompleks.

3) ARAH DAN GARIS EDAR MATAHARI g


AJ

lni untuk mengetahui letak lokasi E


,u
terhadap sinar dan garis edar matahari {
Ar
JI
dan pengaruhnya terhadap as bangunan. E
(a
Di daerah tropis seperti di lndonesia,
sinar matahari sangat memengaruhi
bukaan bangunan danjuga kapasitas
dari pendingin ruang (AC). Panas pagi
mengandung sinar ultraviolet yang
menyehatkan, sedangkan pada sore hari
mengandung sinar inframerah yang cukup
panas dan dihindari masuk ke dalam ruang. I Contoh petatapakdan lingkungan

q RENCANA DAN JENIS JALAN


Rencana pengembangan kawasan
dan jalan perlu diketahui secara akurat.
Hal ini perlu diketahui agar nantinya dapat
diantisipasi letak bangunan di dalam
tapak, terutama terhadap GSB, sehingga
perencanaan dan perancangan bangunan
nantinya tanpa takut kena pelebaran jalan.
Dengan analisis dimensi tapak, arsitek
bisa mendapatkan gambaran lebih jelas I rContoh
bentuk dan dimensitapak

88 griya kreasi
b. Analisis Peraturan Daerah (perda) agar mudah untuk dikontrol dan dibaca, yang
Untuk menjaga keindahan, keamanan, menunjukkan perbandingan antara kepadatan
dan keseimbangan lingkungan perkotaan, h u nia n denga n fasi I itas-fasi litas kawasa n ya n g
pihak pemerintah daerah bersama DpRD
akan dipergunakan oleh masyarakat. Untuk
meneta pkan peraturan daerah (perda). memudahkan pengecekan maka fasilitas-
Perda ini berkaitan dengan peruntukan dan fasilitas tersebut dibuat dengan istilah-istilah
penggunaan tapak yang akan dipergunakan dan kode gambar pada contoh peta rencana
oleh pihak-pihak pengembang sebagai pola ruang daratan Provinsi DKlJakarta.
acuan dan panduan dalam penempatan
bangunan dengan fungsi-fungsinya. 2) RENCANATATA RUANG WILAYAH (RTRW)
Peraturan daerah tersebut meliputi hal-hal RTRW merupakan peruntukan tapak
yang bersifat nonteknis dan teknis seperti dan lingkungan untuk tingkat lingkungan
tersebut berikut ini. RTatau RW dan tingkat kelurahan. Dahulu
RTRW ini disebut dengan Rencana Bagian
1) RENCANATATA RUANG KOTA (RTRK) Wilayah Kota (RBWK). Peraturan iniditetapkan
RTRK merupakan peruntukan yang sebagai usaha dari pemerintah daerah dalam
meliputi lokasi dan kawasan untuk tingkat menjaga fungsi lingkungan agar tetap terjaga
kecamatan dan kota. Dahulu RTRK disebut keseimbangannya antara daya dukung tanah
dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). dengan perbandingan jumlah dan jenis fungsi-
Peruntukan-peruntukan ini ditetapkan fungsi di atasnya.

RENCAI{A TATA RUANG WUYAH


. .- 3y:-'.?9*_"*_--- C.1

E
**
#* ** * -:::::: .9
ffiff;*** ij
so
F
* tui@dhwesitulre
tun&'@Je&x,arrfr'*irw..:

5!hJr@rtu@!{tur
-.6$dstu{r&HE

Ia-ry'*e
:,:::esate*s!@!
Itu6.q{riet@

I(.{stuij$mh@R6x!
:at ies k*h. tu,e@iF6,ir l}l*
&xes*e
::.];e*M*
Xe*'!'@&&,@
1(ssr&b 6 nar

l
4-T

J. 0ontoh peta,reneana pola ruang daratan provinsi Dl( Jakarta

griya kreasi 89
3) KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB) Semakin sedikit ketersediaan air tanah
KDB ditentukan untuk mencari Luas tersebut disebabkan oleh penyedotan
Dasar Bangunan (LDB) mdksimum (building pompa air secara berlebihan dan tidak
coverage) yang diizinkan pihak Pemda. terkendali. Selain terjadi penetrasi air laut H
Ep
KDB merupakan angka koefisien yang ke darat, haltersebut juga mengakibatkan TI
dinyatakan dengan prosentase (0/o). LDB penurunan permukaan air tanah jauh
didapatkan dari perkalian antara Koefisien lebih dalam sehingga terjadi penurunan
Dasar Bangunan dengan luas tapak permukaan tanah yang akan menimbulkan
keseluruhan (KDB x luas tapak = LDB). permasalahan baru yang lebih besar. Hal
Maksud dari ketentuan iniadalah ini telah terjadi sepanjang daerah Jakarta
agar di daerah tertentu masih mempunyai Utara. Air payau merusak pondasi beton
luas pekarangan terbuka, sehingga dapat yang pada akhirnya badan bangunan turun
dijadikan selain sebagai tempat resapan dan amblas ke dalam tanah.
air hujan juga menambah keindahan Prosentase KDB untuk daerah
lingkungan dan keamanan terhadap bahaya pinggiran kota ditentukan mulai dari
kebakaran. Dengan demikian, hal inidapat 1 0-40o/o. Peneta pa n besa ra n prosentase
turut menjaga keseimbangan ketersedlaan tersebut dimaksudkan untuk menjaga
air di dalam tanah, apalagi ditanami dengan keseimbangan ketersediaan air tanah dan
pepohonan sehingga juga berfungsi juga sebagai daerah penjaga suhu kota.
sebagai peneduh dan penjaga kelembapan Untuk daerah DKI Jakarta, Pemda
dan suhu lingkungan. menggalakkan adanya sumur-sumur
Kawasan di luar kota sampai resapan (biopori) yang memperlambat air
ters
pegunungan ditetapkan sebagai area hujan mengalir ke dalam parit dan selokan dalt
perkebunan, persawahan, dan hutan riol kota. Hal iniakan membantu kestabilan Hal
lindung, KDB ditetapkan sebesar 00/o. air tanah. Selain itu, juga dibangun waduk- ditr
Daerah ini diperuntukkan sebagai daerah waduk untuk mengatasi kemungkinan keg
yang tidak berpenduduk dan dirancang banjir. met
sebagai daerah penangkap air hujan Sementara KDB hingga 100o/o
KDt
(catchment area) yang bertujuan untuk ditetapkan untuk daerah di pusat kota.
menjaga ketersediaan air tanah untuk Hal ini disebabkan harga tanah di daearah 4)
suatu daerah perkotaan di dataran rendah inicukup mahaldan mempunyai nilai
seperti kota Jakarta. Hal ini membantu ekonomi tinggi, seperti kaveling-kaveling unt
kestabilan tersedianya air tanah sehingga di sepanjang Jl. Gajah Mada, Jl. Hayam ber
dapat mengimbangitekanan air laut di Wuruk, Pecenongan di Jakarta Pusat, me
daerah pesisir pantai. Dengan demikian, dan didaerah bisnis lain. Didaerah ma
akan berkurang penetrasi air laut ke darat tersebut telah menjadi tempat transaksi, dae
dan terbatasi adanya air payau di daerah baik di pusat perdagangan, pertokoan, per
pemukiman dekat pantai. perekonomian, dan perkantoran. Kegiatan der

90 griya kreasi
rn

tn
I
["***** -* J
tr
r--l
"-****&*'lf"* -**
1""-
t-lE-Gtrr--l
r'-lL-m*ffir]]:mr*ffi.-ltffi**&l[&Li.- -- |

I llustrasi potongan wilayah pantai hingga psgunungan

tersebut berlangsung setiap hari, baik tanah = LTB). Cara ini dipakai untuk mencari
n dalam transaksi berskala kecildan besar. luas bangunan yang bersifat komersial.
tn Hal ini mengakibatkan daerah dan tapak Dengan didapatkannya luas lantai
(-
di tempat tersebut sangat cocok untuk maksimum maka pihak pemilik bangunan
kegiatan-kegiatan komersial. Pemda pun dapat menjual atau menyewakan lantai
menetapkan di daerah tersebut mempunyai secara optimal. Dengan demikian, pemilik
KDB 1000/o. bangunan akan mendapatkan keuntungan
besar sesuai dengan yang diharapkannya.
4) KOEFISIEN LUAS BANGUNAN (KLB) Hal tersebut berbeda dengan fungsi-
KLB merupakan faktor perhitungan fungsi nonkomersial, baik untuk bangunan
,I untuk mencari luas lantai bangunan dalam pemerintah, bangunan sosial, budaya, dan
bentuk angka, mulai dari 1-10 untuk religi. Perhitungan luas lantai bangunannya
mendapatkan luas total bangunan (LTB) tidak menggunakan cara tersebut. Mereka
I maksimum yang diizinkan pemerintah hanya membutuhkan Iuas lantai seperti
I daerah. Perhitungan ini merupakan luas ruang dan bangunan yang dihasilkan
I perkalian antara Koefisien Luas Bangunan dari program ruang. Penyebabnya ialah
A"ngun luas tapak keseluruhan (KLB x luas
I mereka tidak mencari keuntungan secara
I
I
II
I
griya <reas' 9t
Ir
I
xI
finansial, tetapi yang menjadi targetnya efi siensi potensi dari fasilitas-fasilitas
adalah keuntungan sosial dan kekayaan bangunannya. Sebagai contoh, gedung
mental budaya. Kebanyakan jenis bangunan pertemuan disewakan untuk perkawinan
ini terdapat di proyek-proyek pemerintah serta pusat pelatihan disewakan untuk
atau lembaga sosial masyarakat (LSM), kursus dan seminar. Kebijaksanaan
seperti panti jompo (tempat penampungan ini diambil dengan pertimbangan-
manusia lanjut usia atau manula), Palang pertimbangan tanpa meninggalkan unsur
Merah lndonesia (PMl), dan sebagainya. kewibawaan pemerintah sebagai pengelola
Namun, pada masa sekarang dan pengayom masyarakat.
telah terjad i pergeseran-pergeseran Dengan demikian, perhitungan luas
pengelolaan bangunan di kalangan gedung lantai bangunan semacam inidapat
pemerintahan, terutama terjadi pada menggunakan LTB maksimum sesuai
instansi-instansi pemerintah yang tidak dengan Perda, sehingga bangunan
perlu mempunyai faktor-faktor keamana n pemerintah tersebut dapat menjadi
tinggi. Untuk mencapai penghematan bangunan dengan fungsi campuran (mx
anggaran, perawatan bangunan didapatkan use).

dengan cara swadaya, yang sekaligus


bertujuan untuk mengoptimalkan dan 5) KOEFISIEN DAERAH HIJAU (KDH)
KDH merupakan angka prosentase
e
perbandingan antara luas keseluruhan
=
c.l

ruang terbuka di luar bangunan gedung


i
!
ar yang diperuntukkan bagi pertamanan atau
tr
: penghijauan dengan luas tanah perpetakan
atau daerah perencanaan yang dikuasai.
Besaran dari KDH adalah 40olo dari luas
tapak. Penetapan peraturan ini dengan
mempertimbangkan perkembangan
pembangunan pemukiman di daerah
perkotaan yang sedemikian pesat serta
untuk menjaga keseimbangan ekologi
lingkungan, terutama suhu udara di wilayah
perkotaan

6) KOEFISIEN TAPAK BASEMENT (KTB)


KTB merupakan angka prosentase
perbandingan antara luas tapak dengan
basement dari luas tanah perpetakan atau
! Contoh bangunan BUMN: Gedung Pertamina,
daerah perencanaan yang dikuasai oleh
Jakarta

92 griya kr*asi
pengembang dan investor. penetapan
seoptimal mungkin. Namun, tidak semua
peraturan ini diakibatkan oleh semakin
ba ngunan menyesuaikan ketinggiannya
banyaknya bangunan-bangunan tinggi
dengan Perda.lni berlaku pada fungsi-fungsi
didaerah perkotaan yang mempunyai
bangunan yang mempunyai sifat kegiatan
basement, untuk menjaga stabilitas dan publik, yaitu setiap pengunjung dapat
kelancaran aliran dari ketinggian air tanah,
mencapai lantai teratas bangunan, seperti
serta kepadatan permukaan tanah.
shopping mall, shopping centre, art gallery,
Koefisien ini berlaku untuk kota-kota dan museum. Bangunan inimempunyai
besar di lndonesia dan belum diberlakukan jenis sirkulasi walk up,yaitu seluruh lantai
di kota-kota kecil. Hal inidisebabkan oleh
bangunan dapat dicapai dengan berjalan
belum banyak bangunan tinggi yang
kaki dan digunakan untuk kegiatan publik.
dibangun di kota-kota kecil. Namun, untuk
Untuk mendapatkan ketinggian dan
menjaga hal-hal yang tidak diinginkan di
KLB sesuai Perda maka bangunan tersebut
kemudian hari, KTB inisebaiknya mulai
dirancang dengan fungsi mix use,yaitu
diterapkan. podium untuk fungsi bangunan walk up dan
tower untuk perkantoran atau hotel.
7) TINGGIBANGUNAN
Tinggi bangunan dinyatakan
Perda dalam jumlah lantai. penentuan 3q
i'1
ketinggiannya dilakukan dengan i5
I t-J
mempertimbangkan peringkat jalan, ft
c_
potensi lingkungan, keindahan kota, serta I
nilai ekonomi lokasi dan tapak. Ketinggian
u
(,
bangunan-bangunan pada suatu kawasan -o
f,
3
akan membentuk shilouettetinggi-
rendahnya bangunan dan merupakan
dinamika ruang kota vertikalyang terjadidi
antara bangunan-bangunannya.
Suatu daerah semakin mempunjai
KDB dan KLB bernilaiekonomitinggi
maka semakin besar pula nilai ketinggian
bangunan di daerah tersebut. Apalagi
tipologi bangunan komersial yang
memperhitungkan luas efektif dan efisien,
dalam mempertimbangkan luas lantai,
termasuk jumlah ketinggian lantainya.
Hal ini sesuai dengan motto bisnis, yaitu
dapat menjual atau menyewakan lantainya
: Contoh bangunan di daerah Jafan Thamrin

griya kreasi 93
B) GARIS SEMPADAN BANGUNAN (GSB) persis di pagar depan maka sangat jarang
GSB merupakan garis batas Yang dilakukan pembahasan dalam perancangan.
dinding bangunan bagian depan rumah Pembahasan dilakukan apabila akan
dan bangunan boleh didirikan. Hal ini dilakukan penentuan pelaksanaan
dimaksudkan untuk memberikan jarak pelebaran jalan oleh Pemda dan
pandang, ruang terbuka, keamanan, begitu pemasangan patok batas halaman apabila
juga penghijauan. Dengan demikian, hal direncanakan halaman tidak memakai
iniakan membantu dan menambah daerah pagar pembatas.
penangkap air hujan. Jarak GSB dengan
pagar jalan ditentukan setengah lebar jalan. 1O) GARIS SEMPADAN SUNGAI (GSS)

Jadi, semakin lebar suatu jalan maka akan Penentuan garis batas ini didasarkan

didapat pekarangan depan yang semakin pada usaha Pemda untuk menjaga daerah

lebar pula. aliran sungai (DAS). Tujuannya agar lebar


Namun, pada daerah-daerah tertentu sungai tetap terjaga sehingga aliran air
sungai lancar ke arah muara. GSS juga
yang tapaknya mempunyai nilai ekonomi
tinggi, seperti daerah pusat perdagangan, diharapkan untuk menjaga daerah resapan
pertokoan, maupun daerah perniagaan, ai (catchment area).Jarak GSS dengan

GSB pada Iokasi tersebut ditetapkan 0,00 m, badan sungai sebesar 1 x lebar sungai serta

mepet dengan garis batas pagar atau Garis hingga dengan 50 meter dari bibir sungai
Sempadan Jalan (GSJ), sehingga dinding untuk daerah di luar kota.
etalase toko (show room) bagian depan Pada kasus-kasus sungainya memasuki

langsung mepet dengan pedestrian atau daerah perkotaan yang lokasinya tersebut
trotoar atau kaki lima. mempunyai nilai ekonomi tinggi, untuk
menjaga lebar badan sungai tetap terjaga
( maka di samping kiri-kanan badan sungai
*
t!
E dibuatkan jalan inspeksi. Dengan demikian
.u
e GSS yang berlaku adalah GSB darijalan
{1
E
f inspeksi tersebut.
tl)
Di samping itu, pada daerah-daerah
yang tidak dimungkinkan untuk dibuat
jalan inspeksi maka pinggiran sungai
dipasang tembok turap atau sheet pileyang
Contoh gambr garis sempadan bangunan dipancang sepanjang tepi sungai. Untuk
pengendalian banjir pada waktu musim
9) GARIS SEMPADAN JALAN (GSJ) hujan, menjaga debit air, dan sebagai
Garis sempadan ini adalah batas jalan resapan air maka dibuatlah beberapa situ t

yang berhimpit dengan pagar pekarangan atau waduk untuk menampung limpahan t

bagian depan. Oleh karena garis initerletak air sungai di sepanjang DAS. c

94 griya kreasi
ITC Cipulir c. Analisis Potensi
{3 Tahap ini adalah pembahasan,
tu penjabaran, serta penguraian tentang
E
.T fungsi-fungsi yang ada kaitannya dengan
ql
-1: fungsi yang dirancang arsitek. Potensi dari
c
fungsi akan berinteraksi dengan potensi
eksisting, baik di dalam tapak, di sekitar
tapak, maupun dalam radius yang mampu
dilayani fungsi. Jenis potensi tersebut dapat
memengaruhi fungsi dan bangunan yang
akan dibangun di tapak terpilih.
Sering kaliterjadi di dalam dan di
sekitar tapak terdapat potensi-potensi
eksisting yang perlu dipertimbangkan dalam
Jl. Raya Cileduk Sungai Pesanggrahan perencanaan dan perancangan, apalagi
kalau potensi tersebut mempunyai nilai-nilai

f Gambar peta daerah aliran sungai pesanggrahan tambah arsitektur, seperti sebagai berikut.

11) GARIS SEMPADAN PANTAI (GSP)


Sebagai usaha Pemda untuk menjaga
pantai dari abrasi air laut maka ditetapkan
garis batas 50-100 m dari garis pantai, yaitu
pertengahan lebar garis pantai air pasang
sampai garis pantai air surut.
I
Daerah sepanjang pantai adalah daerah rc
? 3
llr
yang bersifat umum (publicarea) karena .=

masyar.akat iuas dapat menggunakannya, ,q-


o
apalagi bila pantai tersebut termasuk -a
ia
daerah yang dikembangkan dan
diperuntukkan sebagai obyek wisata
bahari. Hal ini diharapkan wisatawan akan
berkunjung untuk berekreasi ke tempat
tersebut.
Pada kasus-kasus tertentu, beberapa
hotel wisata menginginkan areal tang
berbatasan dengan pantai sebagai wilayah
cperasionalnya. Untuk itu, diperlukan izin
Samhat potdnsan,u6yi3,,Seflts*dan pantai
dispensasi khusus dari pemda.

griya kreasi 95
1. Potensi olom, adalah benda-benda 1 . Bongunan dengon potensi seienis,
yang berasal darialam, misalnYa perlu dicarikan fungsi-fungsi lain
vegetasi berupa pepohonan Yang yang belum mereka miliki untuk
telah berumur tua maupun rumPun dimasukkan ke dalam program ruang,
perdu, padang rumput dan jenis sehingga tidak terjadi persaingan dan
tanaman yang dapat menjaga tumpang tindih fungsi. Kedua fungsi
keseimbangan ekologi dan temperatu r a kan mempunyai fasilitas-fasilitas

udara, batu karang, sungai, danau, yang saling melengkapi. Apabila tidak
laut,lembah. dimungkinkan maka solusinya adalah
dengan penampilan bentuk dan gaYa
2. Potensi buoton, adalah benda-benda
yang berbeda.
buatan manusia, misalnYa bangunan,
plaza, lapangan, parkir, jalan, taman, 2. Bangunon dengan potensi berbeda,
situs purbakala, saluran air irigasi. tetapi mosih berkaitan dengan
Potensi-potensi tersebut Perlu fungsi eksisting, maka dengan kerja
dipertahankan karena memPunYai sama dari pengelola bangunan
nilai-nilai sejarah berupa peninggalan tetangga, dapat dilakukan bukaan
situs sejarah. Juga bangunan lama pada pagar pembatas yang daPat
yang termasuk'cagar budaya dan akan menjadi kemudahan accesibilitas
dikembangkan dengan bangunan dari pengunjung kedua potensi,
baru yang mempunyai Peruntukan sehingga menjadi usaha yang saling
fungsi yang sama. Bangunan tersebut menguntungkan.
dapat menjadi nilaitambah Pada 3. Bangunondenganpotensiberbeda
fungsi utama, penunjang, mauPun don tidak odo kaiton fungsinya, maka
pelengkap. dapat dilakukan pemisahan secara

Begitu pula respons terhadap potensi- tegas ataupun dengan bukaan-bukaan

potensi di luar tapak, terutama potensi sehingga merupakan fasilitas-fasilitas


yang saling mendukung.
dan fungsi di sekitar tapak. Secara fisik,
bangunan di sekitar tapak bersinggungan Pengaruh terbesar dalam perancangan

langsung dengan bangunan yang sedang bentuk bangunan adalah dari potensi di
dirancang. Bentuk, tata letak, dan material sekitartapak. Hal ini merupakan interaksi
bangunan di sekitar akan memengaruhi langsung dari bangunan terdekat.
perancangan ruang antara pada kedua Meskipun fungsi sama, bentuk bangunan

bangunan tersebut. Untuk fungsi sejenis bisa berbeda di setiap tapak, karena

maupun berbeda, tetap perlu direspons tergantung dari jenis dan bentuk bangunan
dalam perancangan bangunan. Potensi dari potensi-potensi di sekitar tapak.

lain yang perlu disikapi adalah fungsi Bermacam-macam sikap diambil arsitek

bangunan di sekitar tapak, dengan contoh dalam perancangan bangunannya, bisa

sebagaiberikut. mengikuti lingkungan atau kontras dengan

96 griya kreasi
a
*
A.r

E
i:
.e
A.r
ri
E
(n
Romindo Primavetcom

*
u
,:: 8*. fl""
!q.'

;l
\cr ,,

I Contoh gambar potensi di sekitar tapak

lingkungan. Namun, dapat saja terjadi instansi tersebut mempunyai tingkat


perbedaan desain dari pengembangan pelayanan berbeda. Dengan demikian,
potensi bangunan, misalnya antara BRI l
masyarakat mudah mengenali bank tersebut
dengan BRI 2 didaerah Jembatan Semanggi, di setiap tempat dan kota.
Jakarta.
Perlu diperhatikan dari potensi bangunan
Ada pula gaya bangunan yang dirancang adalah kebutuhannya harus berorientasi
untuk dapat menunjukkan ciri khas instansi pada keadaan yang akan datang, baik standar
yang sama, meskipun terletak di kawasan
maupun inovasigaya baru. Hal ini disebabkan
berbeda. Hal ini untuk memberikan pesatnya kemajua n perkembangan kota
kemudahan imoge kepada masyarakat dalam maupun pertambahan penduduk. Namun,
mengenali profil instansi tersebut. Sebagai hal ini dapat saja diasumsikan dari data-data
contoh, bentuk dan detail tampak dari Bank yang ada, sehingga penyesuaian antara sifat
Danamon dengan finishing memakai pola dan kondisi lokasi tapak dengan ekspresi
dinding dan warna materialyang sama, penampilan sifat fungsi utama bangunan
dibangun disemua tempat di berbagai kota
akan mengurangi friksi-friksi dalam
di lndonesia, meskipun masing-masing perancangan.

griya kreasi 97
d. AnalisisKlimatologi mengangkat lantai rumah dengan tiang-tiang
Pada tahap ini akan dilakukan pengkajian tinggi. Bahkan ada juga hunian yang dibuat di
terhadap keadaan iklim setempat pada suatu atas pohon-pohon besar. Selain karena alasan
lokasi dan tapak yang telah ditentukan. keamanan dari serangan musuh dan hewan
Pemantauan keadaan iklim ini dilakukan liar, juga demi kesehatan sebagai faktor untuk
sepanjang tahun, sehingga dapat dipastikan merespons kelembapan udara.
perbedaan dan kesamaan keadaaan serta
fi
pengaruhnya di setiap saat, terutama 3
tu
c
.i:
perpindahan musim.
L
Pembahasan ini meliputi beberapa *tr
ql

3
hal yang berkaitan dengan keadaan cuaca
dan perubahan udara, karena iklim sangat
berpengaruh pada pengolahan kulit
gedung yang diakibatkan oleh pengaruh
dampak fi sika bangunan. Dampak tersebut
termasuk dimensi ketebalan bangunan, arah
c
o
menghadap, as atau poros dan orientasi d
bangunan, serta material pelingkup (:
*
bangunan. Pembahasan tentang pengaruh ig
0
klimatologi iniakan dibahas lebih dalam di E
CJ

mata kuliah Fisika Bangunan. Berikut antisipasi &


:
E
pertimbangan-pertimbangannya.

1) IKLIM
Secara geografi s, lndonesia terleta k I Gambar rumah panggung kampung naga dan
pada daerah beriklim tropis dan merupakan rumah paniang Kalimantan

negara kepulauan yang terdiridari pulau-


pulau di kelilingi lautan. Koordinat kawasan Selain daerah berkelembapan tinggi,
lndonesia adalah lintang selatan-utara dan terdapat pula daerah yang berkelembapan
bujur timur-barat, sehingga secara umum bisa rendah. Oleh karena itu, diperlukan
dikatakan iklim di lndonesia termasuk daerah penyesuaian dalam meletakkan posisi ruang
tropis lembap. Kelembapan udara ini kadang dalam bangunan. Daerah yang mempunyai
begitu tinggi sehingga memengaruhi kualitas iklim kering seperti lndonesia Bagian Timur,
material bangunan yang akan dipakai, begitu terutama Nusa Tenggara Timur yang terletak
pula dengan pengondisian udara dalam di daerah bayangan hujan, maka bentuk dan
pengaturan suhu dan kelembapan udara pengolahan bangunannya berbeda dengan
ruangan. tempat lainnya.
Para leluhur pada zaman ddhulu pun Pada zaman modern sepertisekarang

telah mengantisipasi kelembapan dengan ini, teknologi telah dapat mengatasi


membuat bangunan panggung yang permasalahan pengondisian udara secara
1l

ilr

I
98 griya kreasi
l
I
i,
menyeluruh. Dapat dikatakan bahwa lntensitas sinar matahari yang dlterima
secara teknis hampir tidak ada masalah lagi kulit bangunan, baik bidang padat dan kaca,
dengan pengondisian udara. permasalahan perlu diantisipasi. Radiasi panasnya akan
sekarang adalah bagaimana bangunan menjalar ke dalam dan mengakibatkan
dapat mengurangi pengaruh radiasi panas suhu ruang meningkat. Akibatnya, beban
matahari sekecil mungkin, terutama terhadap pengondisian udara meningkat dan
permukaan pelingkup bangunan atau fasad, membutuhkan kemampuan mesin pendingin
sehingga biaya operasional dapat ditekan AC yang lebih besar, sehingga biaya
seminimal mungkin. operasionalnya pun meningkat.
Dalam perancangan bangunan, garis edar
2) GARIS EDAR MATAHARI
matahari akan memengaruhi penentuan as
lndonesia terletak di daerah garis
dan kulit penutup bangunan. pada bangunan
katulistiwa, yaitu letak matahari relatif tegak
yang mempunyai bentuk masa memanjang,
lurus di atas permukaan darat dan laut.
as bangunannya diusahakan sejajar dengan
Garis edarnya bergeser ke utara dan selatan
garis edar matahari, sehingga bidang fasad
sehingga terjadi pergantian musim, yaitu
yang melebar tidak terkena sinar matahari
setengah tahun musim kering atau kemarau
langsung. Dengan demikian, ruang-ruang di
dan setengah tahun musim hujan.lni
dalamnya tidak begitu panas.
diakibatkan oleh poros bumisetiap setengah
Apabila hal tersebut tidak mungkin
tahun bergeser ke utara dan selatan.
dilakukan maka fasadnya perlu dilakukan
Pengaruh sinar matahari pada pagi
penanganan perancangan khusus, yaitu
hari mengandung sinar ultraviolet yang
dengan memberikan kisi-kisi pada jendela,
menyehatkan badan dan ruang.Tidak
memakai kaca film atau kaca rayband,
demikian dengan sinar infra merah pada sore
maupun memakai sun screen.
hari. Radiasi sinarnya sangat kuat dan akan
Berbeda dengan di daerah-daerah yang
berpengaruh terhadap daratan, makhluk
bercuaca dingin sepertidi pegunungan, di
hidup, dan bangunan.
sinijustru diperlukan panas matahari untuk
p?co4fr..

r-
PIREDARANMAIABABI

&:
<'4,,4n,
\
I
ir

li

I llustrasi garis edar matahari

griya kreasi 99
]t

udara bertekanan tinggi mengalir ke daerah


bertekanan rendah. lnilah yang disebut
dengan angin. Pergerakan udara initerjadi
ditingkat lokal maupun global.
Angin juga terjadi dari daerah tanah
terbuka yang hangat bergerak secara alami
menuju daerah-daerah sempit dan dingin.
ry Jenisnya pun bervariasi dari angin sepoi-
!
CI

f sepoi hingga angin sangat kencang seperti


,u
il
angin ribut dan badai. Pada bangunan,
&
;:
l:
pengaruh angin sangat dirasakan pada
bidang-bidang lebar seperti fasad dan atap
I Gambar penyelesaian fasad bangunan. Oleh karena itu, perencanaan
pemakaian material pada bagian-bagian
menghangatkan ruang dengan bukaan bangunan tersebut perlu mendapat
pada tampak bangunan sehingga sinar perhatian serius. lni disebabkan oleh adanya
mataharidapat leluasa masuk ke dalam angin tekan dan angin hisap yang dapat
ruang. Begitu pula warna bangunannya berakibat atau berdapak dampak serius.
cenderung gelap karena dapat menyimpan Pengaruh angin pada bangunan juga terjadi
panas dari radiasi matahari. pada sudut kemiringan atap.

3) ANGIN -t)
e
,tl
Angin terjadidi setiap lokasi dan a-

tapak yang diakibatkan adanya perbedaan


I Kemiringan atap ,7,' ft
r0
\)
suhu udara. Udara panas naik ke atas 4l
.,q
e
sehingga tekanan udaranya menjadi turun, -
begitu pula sebaliknya udara dingin turun t.ri;--,***...
sehingga tekanan udara naik. Pergerakan

3
f.

*
r

I Arah as bangunan
terhadap angin

100 griya krea:l


Menurut letaknya, angin dibedakan darat. Angin iniakan memengaruhi
menjadi beberapa jenis sebagai berikut. bangunan-bangunan di sepanjang

1. pantai. Di daerah tersebut sering


Angin darat dan angin laut, terjadi
disepanjang pantai. Pada siang hari, didirikan bangunan untuk gudang,
pabrik, dan bangunan-bangunan
matahari yang bersinar di atas daratan
akan mengakibatkan suhu cepat industri lain. Bangunan tersebut
menjadi panas, sedangkan air laut beratap lebar dan terbuat dari material

masih terasa dingin dan membutuhkan lembaran seng atau aluminium yang

waktu agak lama agar menjadi panas. terikat dengan klem-klem besi. Oleh
karena lebar dan relatif ringan maka
Akibatnya, terjadi pergerakan angin dari
laut yang bertekanan tinggi menuju lembaran seng cukup sensitif terhadap
daya hisap dan daya tekan dari angin.
daratan yang bertekanan rendah. Angin
tersebut dikatakan sebagai angin laut. Sudut kemiringan yang ideal agar tidak

Begitu pula yang terjadidi malam terkena dampak angin adalah <20

hari, daratan cepat menjadi dingin, derajat. Angin hanya melewatidan

sedangkan air laut masih terasa panas. tidak memengaruhi konstruksi atap.
Terjadilah pergerakan udara dari darat
ke laut yang dikatakan sebagai angin
2. Angin lembah, bergerak dari dataran
rendah yang hangat dan berhembus
naik ke atas menuju daerah yang lebih
dingin. Perlu dipertimbangkan sudut
dan materialatap dari rumah dan villa
yang sering dirancang mempunyai
bentuk atap yang spesifik.

3. Lorong angin, yaitu angin yang terjadi


bertiup pada ruang antara dari masa-
masa bangunan yang berdekatan dan
akibat dari bentuk masa bangunan.

'nuP '__Jr

{r1
Angin ini merupakan udara padat
yang dihasilkan dari pembelokan
5>zo, angin yang menabrak dua dinding
yang menyempit. Udara padat iniakan
mengalir begitu kuatnya dan akan
mendorong benda atau orang yang
dilewatinya.

I llustrasi pengaruh angin S{IE,trK I


Bedln Perprstrkann !
dnn Ke,nruipro i
L hoptnrt Jsrr Ttom I
griya kreasi 101

L
4) HUJAN Untuk rnengetahui dan memahami
Kelembapan yang terjadi pada suatu lebih dalam tentang topografi tapak maka

daerah diakibatkan oleh curah hujan yang dilakukan analisis tapak sebagai berikut.

cukup tinggi. Air hujan akan mengalir ke


1) JENISTANAH (GEOLOGI)
tempat yang lebih rendah dan sebagian lagi
Untuk pertama kali, yang perlu diketahui
akan diserap tanah' Bila air hujan tersebut
dari analisis topografi adalah jenis tanah
tertahan oleh tanaman atau pepohonan
yang ada pada tapaktersebut. Dengan
yang merupakan daerah penangkap air
telah diketahuinya jenis dan unsur-unsur
hujan (cach ment area), akan bertambah
geologididalam lapisan tanah maka akan
debit air di dalam tanah.
menjadi pertimbangan untuk menentukan
Curah air hujan inijuga berpengaruh
jenis pondasi, begitu pula dimensidari
pada bangunan, terutama kemiringan atap
bangunannya. Jenis tanah tersebut adalah
serta besaran dan jumlah talang. Semakin
sebagai.
besar sudut atap, akan semakin cepat air
tl Tanah lembek.Tanah semacam ini
hujan mengalir ke bawah. Hal inijuga akan
biasanya terletak di pinggir pantai, rawa-
memengaruhi terhadap besar, dimensi,
rawa, atau bekas urugan tanah lunak.
dan jumlah talang tegak. Ukuran ini dapat
tr Tanah liat. Jenis tanah ini sering
diperhitungkan dari luas atap dikalikan
didapatkan Pada bekas tanah
perkiraan debit milimeter setiap meter
persawahan.
persegi hujan rata-rata per musim.
Detail talang dapat menjadi rancangan
tr Tanah cadas. Jenis tanah cukup keras di
daerah berkaPur.
yang menarik bila dikaitkan dengan
tr Tanah bebatuan. Jenis tanah ini banyak
arsitektur tradisional dan modern'
terdapat batu yang cukup besar maupun
kecil.
e. AnalisisToPografi
D Batu karang. Jenis tanah ini banyak
Hal ini meruPakan Penjabaran dan
ditemui di Pinggir Pantai.
uraian tentang kondisi tanah dari tapak
Daya dukung tanah tersebutjuga akan
yang telah dipilih sebagai lokasi letak
menjadi solusi untuk penentuan sistem
bangunan.
struktur bangunan jenis pondasi dan
basement.

2) BENTUK PERMUKAAN TANAH (KONTUR)

f Pada tahap inidilakukan kajian terhadap


G
bentuk permukaan tapak terpilih' Untuk
q
L
U
..c
tr mengetahui kondisi tapak melalui gambar
f
peta geografis ditandai dengan adanya
I Contoh talang Pada bangilnan garis kontur, yaitu di setiap titik dari garis
kontur tersebut mempunyai ketinggian yang

102 griya kreast


B
t
l1
(:!
i3
a!
1}
*
"{3
I:

I llustrasi potongan l<ontur

sama terhadap garis pantai. Garis kontur pada perletakan bangunan pada
ini didapat dari pengukuran tapak dengan tapak, tetapi dari arah pandang
alat theodolit maupun dengan cara-cara (view) ke dalam dan ke luar pada
lain yang lebih canggih, misalnya foto udara fungsi-fu ngsi tertentu perlu
dari pesawat udara maupun satelit. Angka- diperhitungkan.
angka yang didapatkan menunjukkan 3. Permukaan tanah curom.
ketinggian permukaan tanah. Begitu pula Kemiringan permukaan tanah
dengan bentuk permukaan tanah dari lokasi tersebut berkisar 10-60 derajat.
dan tapak yang diinginkan. Kerapatan garis Kondisi permukaan tanah ini perlu
kontur menunjukkan kemiringan bentuk pengkajian khusus, baik terhadap
permukaan tanah, yaitu renggang berarti jenis tanah maupun letak geografis
kemiringan tanahnya landai atau rata dan kawasan tersebut. Sering kali
rapat berarti menunjukkan kemiringan terjadi permukaan tanah longsor
curam. Ketelitian tersebut disesuaikan yang diakibatkan oleh jenis tanah
dengan besar kawasan yang akan dipetakan. kawasan-kawasan yang masih
Bentuk permukaan tanah dapat dibagi bergerak. Pada tanah seperti
sebagai berikut. ini masih diperlukan penelitian
l, Permukaon tanoh datar. Kondisi mendalam untuk dapat meletakkan
tapak seperti ini boleh dikatakan bangunan dengan fungsi dan
tidak menimbulkan permasalahan jumlah lantaitertentu pada tapak
yang berarti sesuai perancangan tersebut.
site plan, untuk meletakkan posisi 4. Permukaan tdnoh tegok.
bangunan dalam tapak tersebut. Dengan kondisi kontur tapak
2, Permukaan tanoh landai. semacam ini, sebenarnya tidak
Kemiringan permukaan tanah dimungkinkan lagi untuk dilakukan
tersebut berkisar 5-10 derajat. perancangan bangunan di
Meskipun tidak terlalu berpengaruh lokasi tersebut. Kecuali apabila

griya kr*as'i 103

L
]i
tapak tersebut terdiri darijenis dapat diperoleh di BAKOSTRANAS maupun
h
bebatuan yang memungkinkan BPN untuk tingkat nasional.
fi
untuk menempelkan bangunan. r

Misalnya resort hoteldi Pantai 3) POTONG DAN URUG (CUT AND FILL) ti
Untuk kepentingan pelaksanaan proyek, d
tegak di daerah wisata tertentu di
Bali. Secara struktural, bangunan diperlukan daerah yang rata. Pada daerah- 1T

daerah yang rata tersebut hampir dipastikan d


tersebut "menemPel" ke dinding
batu karang, sehingga kamar akan tidak terdapat masalah yang berarti. Namun,
mendapatkan arah Pandang Yang pada daerah yang mempunyai tapak dengan 4.

dramatis ke laut lePas. kontur sudut kemiringan tanah besar maka


Begitu pula resort hoteldi Bandung perlu dilakukan beberapa hal berikut. kr

yang memanfaatkan kondisi 1. Pemotongan don pengerukon te


tapak semacam ini. HanYa saja tonah (cut).Pada bentuk permukaan al
pondasinya terletak di bawah tanah landaidan curam, untuk r

seperti layaknya bangunan biasa' dapat diletakkan bangunan, harus hi


Untuk mengetahui lebih tePat didapatkan permukaan tanah Yang di
tentang detail kemiringan taPak, rata. Untuk itu, perlu dilakukan te
dapat dilakukan dengan cara pengerukan dan pemotongan tanah, di
pembuatan gambar Potongan Pada sehingga memudahkan pelaksanaan m
tempat-temPat Yang direncanakan pembuatan lantai dasar bangunan. kr
akan diletakkan masa bangunan. 2. Pengurugan. Hasil pengerukan tanah
tersebut diurugkan kembali ke tapak m
Pada daerah-daerah tertentu, data-
(f//), sehingga didapatkan permukaan di
data permukaan tanahnya sudah tersedia,
tanah yang rata. Pemilihan letak p(
terutama yang dimiliki oleh dinas pemetaan
suatu daerah pada tingkat propinsi maupun daerah yang diratakan disesuaikan

suku dinas pada tingkat kota. Untuk daerah- dengan letak lokasi berdasarkan
daerah di luar kota, peta tersebut juga rancangan arsitek.

-t:
rc
J:I

(
Q.

rt

{]
.{:)

I
E

104 griya kreasi


Dengan demikian, seorang arsitek f. Analisis Pencapaian
harus mempunyai kemampuan untuk Tahap ini diperlukan untuk mengetahui
membaca peta kontur tapak. Sering kali dan menguraikan arah terbesar pemakai
tapak yang dirancang mempunyai kontur serta pengguna bangunan datang ke
dan dimensitapak begitu luas. Untuk tapak. Hasil analisis pencapaian ini dipakai
membantu imaginasi arsitek, sebaiknya untuk menentukan letak pintu gerbang
dibuatkan maket studi dari tapak tersebut. dan titik tangkap ke arah bangunan. Untuk
itu, diperlukan peta kota yang lebih besar,
disesuaikan dengan radius pelayanan dari
4) ALIRAN AIR PERMUKAAN (DRAINASE)
fungsi bersangkutan.
Pada tapak yang mempunyai
Seperti telah diketahui dari identifikasi
kemiringan permukaan tanah, bila
fungsi dan analisis-analisis sebelumnya
terjadi hujan, air di permukaan tanah
bahwa pelaku dan pengguna fungsiterdiri
akan mengalir ke daerah yang lebih
dari golongan ekonomi lemah, menengah,
rendah. Bila hujan cukup lebat maka
dan kuat. Masing-masing pelaku kegiatan
harus diperhitungkan debit aliran air
mempunyai cara-cara tersendiri untuk
dan arah alirannya. Aliran air permukaan
mencapai tujuan yang disesuaikan dengan
tersebut harus direncanakan dan
kemampuannya. Hal ini menyangkut route-
diarahkan sedemikian rupa sehingga tidak
route dari sirkulasi pemakai. Ada pelaku yang
memengaruhi perletakan bangunan dan
berjalan kaki, menggunakan sepeda motor,
kegiatan-kegiatan di dalamnya.
mobil pribadi, atau kendaraan umum. Begitu
Untuk dapat memprediksi dan usaha
pula jenis pelakunya, ada pengunjung atau
mengatasi aliran air hujan tersebut, perlu
tamu, suplier, karyawan dan staff, pimpinan,
dibuatkan gambar aliran air hujan di
serta manager.
permukaan tanah yang dimaksudkan.
Dari peta kota dan peta wilayah, akan
diketahui siapa saja mereka, berasaldari mana
mereka datang, akan melewatijalur lalu lintas
mana, dan apa transportasinya. Namun, ada
pula fungsi-fungsi yang menunjukkan bahwa
penghuni maupun pengguna justru keluar
;i dari bangunan, misalnya rumah tinggal, rumah
0
E
susun, apartemen, dan flat. Untuk fungsi
.3
{{] semacam ini, analisis pencapaian ke dalam
"a
E
f tapak tidak terlalu dibutuhkan.
il
K
r: Hasil dari analisis pencapaian akan
ni
E
( memengaruhi as atau sumbuh bangunan,
U letak pintu gerbang tapak, dan titik tangkap
a
n
masa bangunan.
I Aliran air hujan di tanah berkontur

griya kreasi 105


I3
3
!
!
:a
E

ji
k

l\

t\

It

fr

: Contoh gambar analisis pencapaian:'1 . Pencapaian tingkat kota; 2^ funcapaian tingkat


wilayah; 3. Pencapaian tingkat tingkunqan; 4, funcapaian ke dalam tapak

g. Analisis Sirkulasi sosialnya. Mereka datang ke tapak dengan d


Analisis ini dilakukan untuk berjalan kaki atau menggunakan kendaraan B

mendapatkan gambaran lebih detail umum maupun pribadi.


tentang hal-hal yang berkaitan dengan
pergerakan dan sirkulasi oleh pengguna 1) JENIS JALAN

bangunan.Tahap ini sebagai kelanjutan dari Jalan adalah prasarana lalu lintas dari

analisis pencapaian yang telah menentukan pergerakan manusia dan barang. Jalan
arah terbesar pemakai datang dengan merupakan kebutuhan pokok kehidupan
bermacam-macam cara dan sarana. Tahap manusia dari fasilitas transportasi rC

ini akan didapat ialah jenis jalan, trotoar permukiman binaan. Masyarakat dalam
atau pedestrian, halte bus, traffic light, dan menjalankan kegiatannya sehari-hari
zebra cross. menggunakan jalan yang menghubungkan
Pergerakan pemakai dan pengguna suatu tempat dengan tempat lain, baik
fungsi bangunan tersebut dilakukan antarlingkungan, kawasan, kota, bahkan
dengan cara berjalan kaki maupun propinsi dan negara. Jenis dan lebar jalan
I
berkendaraan sesuai dengan tingkat status disesuaikan dengan fungsi transportasinya,

106 griya kreasi


sehingga memengaruhi kelancaran dan berpengaruh pada letak dan kelebarannya,
rekuensi perjalanan moda kendaraan. sehingga trotoar tersebut dapat dikatakan
Jenis jalan dapat dibagi peruntukannya dengan pedestrian mall.
sesuai dengan jenis kendaraan, kecepatan, Pengaruh dari sarana ini dapat dipakai
dan tingkat kepentingannya. Hal tersebut sebagai pertimbangan arsitek dalam
memengaruhi dimensi, lebar, dan letakjalan. menentukan letak dari pintu gerbang utama
Jenis jalan tersebut antara lain sebagai berikut. tapak (main gote).
I Jalan tol tr Jalan kelas ll
I Jalan protokol tr Jalan kelas lll 3) HALTE BUS

I Jalan arteri tr Jalan lingkungan Halte bus adalah sarana para pejalan
I Jalan kelas I tr Gang kaki untuk menunggu bus kota dan
Di samping jalan tersebut, masih ada jenis angkutan umum. Letak dan keberadaan dari
jalan lain sepertijalan layang, jalan kereta api sarana inidapat pula memengaruhi letak
komuter, dan mass rapid transportation (MRT). pintu gerbang tapak, baik pintu gerbang
MRT adalah jalan kereta listrik di dalam tanah. utama ataupun gerbang samping (side
Namun, jenis-jenis jalan ini masih perlu dikaji gate). Pengadaan fasilitas ini merupakan
lebih lanjut terkait pengaruhnya terhadap tanggung jawab kantor dinas lalu lintas air
fungsi, bentuk, maupun dimensi bangunan dan jalan raya (DLLAJR). Penempatan halte
dan lingkungan. ini minimal harus berjarak 25 meter sesudah
perempatan jalan. Dengan jarak tersebut
2) PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN/TROTOAR) dianggap tidak mengganggu arus kendaraan
Jalan ini adalah sarana dan fasilitas yang akan berbelok ke kiri. Pengaruh dari
untuk para pejalan kaki. Untuk jalan ini perlu letak halte ini sangat tepat berada di depan
diketahui jumlah dan jenis pelaku-pelakunya. tapak yang sempit atau menutupi main gate
Bila pejalan kaki dalam jumlah banyak, akan rencana tapak.

'- af.,
: :,..r1
: :1..:
I ir'.,

:,. i.

tr
0
r
,-l ".*- r
*n
ffl

,* .. ,: k,5
..*,.* * 'f*" {' id* &
-{:

itri

f Peta lckasipedestrian mall f &destfian MallAtrium, Senen, Jakarta

griya kre*si 107


4) TRAFFIC LIGHT
5) PENYEBERANGAN JALAN VEBRA
cRosS)
Sarana lalu lintas ini bertujuan untuk
Zebra cross adalah sarana
mengatur kelancaran berkendaraan di
penyeberangan pejalan kaki yang berkaitan
perempatan jalan. Pada lokasi tertentu, sarana
dengan pengaturan traffi c light. Pada
traffic tight perlu pengaturan waktu yang tepat
bagian ujung dan pangkalnya akan terjadi
agar tidak terjadi penumpukan dan antrian
penumpukan pejalan kakiyang dapat
kendaraan. Pengaruh kepadatan kendaraan Dt
dimanfaatkan sebagai moin gate tapak
tersebut dapat memengaruhi kendaraan yang de
terdekat. Pada saat giliran pejalan kaki hil
akan masuk dan keluar tapak yang terletak
menyeberang dan samp ai di uiung zebra
di kaveling pojok. lni akan memengaruhi
cross maka pada lokasitersebut merupakan
pertimbangan arsitek dalam menentukan main
daerah strategis sebagai side gate, terutama
gate tapak.Sebagai contoh, main gate dan
sebagai usaha menangkap pengunjung
side gateWisma Nusantara dahulu terletak di
bangunan-bangunan umum, seperti pasar
ujung dekat trafficlrght, tetapi pada akhirnya
dan perbelanjaan.
dipindah ke tempat seperti sekarang ini.

G
* jalan ini
OJ Jalan layang, jalan dua arah selebar 20 m. Tingkat kepadatan
s karena tampak sisi
.g tinggi. Dari jalan ini, titik tangkapnya sangat besar
panjang dari taPak.
E
rn
, xiti*

Jalan Dr. Sahario,


Jalan Casablanca,
jalan dua arah
jalan satu arah
selebar 38 m.
selebar 20 m yang
Tingkat kepadatan
kemudian mengecil
jalan ini cukup
menjadi 10 m.
tinggi. Darijalan
Tingkat kepadatan
ini ke tapak,
jalan ini kurang.
titik tangkapnya
Darijalan ini, titik
kurang karena sisi
tangkapnya besar
tapak kecil.
karena tampak sisi
panjang dari taPak.

jalan ini
Jalan Pal Batu, jalan dua arah selebar 1 2 m. Tingkat kepadatan
sangat kurang karena mayoritas jalan digunakan oleh penduduk sekitar.

Dari jalan ini ke tapak titik tangkapnya besar karena tampak sisi panjang
dari tapak.

I ',jt*slraSi
rola si*ulasi

108 griya kreasi


-dak begitu
:erlihat dari
:awah jalan
ayang

Terlihat dari arah


ruang kota

@-3*t

Kurang terlihat
l apat terlihat
karena rumah G
:.eri arah area
penduduk padat !tu
r
.9
i:
Li
-(:
(:
f

I llustrasi arah pandang ke datam dan ke luar tapak

h. Analisis Arah Pandang(View) di dalamnya yang banyak bersifat santai


Kajian ini menyangkut arah pandang dari dan informal, sehingga mereka nnempunyai
pengguna dan pemakai fungsi bangunan. cukup banyak waktu untuk menikmati
Dengan mempertimbangkan hasil analisis pemandangan. Fungsi-fungsi bangunan
dimensi, potensi, pencapaian, dan sirkulasi tersebut memerlukan vista. Vista adalah suatu
maka arah pandang dapat dilakukan dari arah "bingkai"yang menunjukkan arah pandang
luar atau dalam tapak. Dari analisis fungsi terbaik ke arah potensi-potensi di sekitar tapak
dan kegiatan, telah dipastikan bahwa sifat maupun ke arah pemandangan di kejauhan.
bangunan ditunjukkan oleh sifat utama dari Contoh untuk arah pandang ini antara lain
jenis-jenis kegiatannya. hotel resort, touris hotel, apartemen, fop
restaurant ke arah taman-taman kota, gedung-
1) ARAH PANDANG KEARAHTAPAK gedung tinggi, pegunungan, laut, dan
lnidilakukan oleh para pengguna sebagainya.
bangunan yang datang ke tapak. Untuk
:3
pertama kali mereka akan melihat tower IT

bangunan atau pintu gerbang tapak. Oleh a


c
karena itu, dari analisis topografi, analisis
ft
pencapaian, dan analisis sirkulasi dapat t:
ditentukan daerah-daerah dari tapak yang
;
cukup bagus untuk dirancang sebagai letak
tower bangunan sebagai titik tangkapnya.

I ARAH PANDANG KE LUARTAPAK


tertentu, mereka
Pada fu ngsi-fungsi
membutuhkan pemandangan ke luar
bangunan. lni diakibatkan oleh kegiatan I illuslrasi visia ke luarjendela

griya kreasi 109


i. Analisis Ruang Kota 1) RUANG KOTA HORIZONTAL

Ruang kota adalah ruang terbuka Ruang kota iniadalah ruang terbuka
tingkat kota. Bentuk fisiknya dapat yang bersifat melebar ke samping maupun
merupakan taman terbuka, plaza, lapangan memanjang. Selain menjadi bagian dari
upacara, atau tempat parkir kendaraan tapak suatu bangunan, ruang kota ini
tamu. juga merupakan bagian darifasilitas milik
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui Pemda. Beberapa contoh antara lain ruang
peran dan pengaruh ruang kota terhadap parkir di pusat pertokoan dan perbelanjaan
letak bangunan pada suatu kawasan di kawasan Pasar Baru, Pasar Senen, dan
dan tapak. Oleh karena luas dan dimensi sebagainya. Begitu pula dengan jalur
ruang kota cukup spesifik maka dapat hijau (green belt) pemisah jalan protokol
dipergunakan sebagai orientasi bangunan maupun penyangga daerah aliran sungai
di sekitarnya dan sebagai ciri-ciri dari bagian (DAS) di sepanjang Sungai Ciliwung yang

wilayah kota maupun bangunan. membelah kota Jakarta, Taman Menteng,


Apabila pada suatu daerah sudah Taman Suropati, Taman Barito, dan Taman
terbangun bangunan yang cukup padat Fatahilah. Contoh lain dari ruang kota ini
maka diusahakan untuk didapatkan ruang adalah Lapangan Monas, tempat parkir
kota tipe lain sehingga lingkungan tidak gedung BNI Dukuh Atas, kawasan Gelora
terkesan monoton dan membosankan. Bung Karno, jalur hijau di sepanjang Jalan
Seperti yang dilakukan Rockefeller Center Sudirman. Hal-hal yang disebutkan tersebut
yang plazanya dibuat tenggelam i lantai merupakan contoh ruang yang termasuk
di bawah permukaan tanah dan dilengkapi dalam katagori ruang kota horizontal.
dengan air terjun. Begitu pula ini dilakukan
dengan coakan bangunan lantai dasar pada Ruang kota

Wisma Dharmala, Jakarta.

q
ru
n
cr 0
I ;t
.!t
!j
1r
l: ci
:
t: :
E
La

I llustrasi ruang kota I ilustrasi ruang kota horizontal

1 10 griya kreasi
2) RUANG KOTAVERTIKAL t. Analisis Vegetatif
Untuk dapat mengamati keadaan ini, Tahap ini merupakan kajian yang
diperlukan perbedaan cara melihatnya, menyangkut keberadaan tanaman dan
yaitu harus dari ketinggian tertentu. Hal tumbuhan yang berada dalam tapak dan
inidiakibatkan oleh Perda yang berkaitan di sekitar tapak. Sering kali di suatu tapak
dengan tinggi maksimum bangunan yang terdapat tanaman yang telah berumur
diizinkan oleh Pemda. Dari peraturan ini tua serta mempunyai potensi geografis
akan terlihat shilouette dari skyline yang dan historis. Tanaman tersebut dapat
diakibatkan oleh perbedaan ketunggian dijadikan potensi pelengkap yang berdaya
bangunan yang didirikan di sepanjang jalan tarik serta potensi untuk mengendalikan
protokol, jalan tol, dan jalan-jalan lain di kelembapan dan temperatur perkotaan.
kawasan lingkungan perumahan. Dengan dipertahankannya tanaman
Apabila kita berada ketinggian tersebut maka perancangan bangunan
lantai 20, akan tampak ruang di atas atap harus mempertimbangkan dan mengikuti
bangunan berlantai rendah dengan dinding keberadaan, posisi, dan perletakan dari
dari bangunan tinggi dan pencakar langit. tanaman bersangkutan. Dalam hal ini
Terjadilah lembah-lembah dari puncak- termasuk jenis tanaman dijalur hijau serta
puncak atap bangunan berkelok-kelok pemisah jalan arteri dan jalan protokol.
menembus hutan beton bangunan. Demikian pula dengan tanaman yang
Di lembah-lembah tersebut melayang- berada di sepanjang daerah aliran sungai
layang asap pembuangan knalpot mobil (DAS).

yang menjadi polusi udara. Apabila terjadi


hembusan angin maka asap polusi udara
akan terbawa ke tempat lain. ltulah salah
satu fungsi dari ruang kota vertikal.

ft
I0
;
.! {*
0; s
,r: ri
E 6
:: f{
U1
If
Ci
i:
L
:l

I llustrasi ruang kota vertikal I llustrasitanaman dalam tapak

griya kr*asi 111


k. Analisis Utilitas Kota
Analisis utilitas kota ini merupakan
pengungkapan semua fasilitas penunjang
kota yang harus disediakan oleh Pemda,
yang meliputi jaringan-jaringan listrik,
air bersih, riol kota, telepon, dan gas.
Pembahasan utilitas kota ini biasanya
diperlukan untuk proyek-proyek riil yang
memerlukan data akurat. Kelengkapan
datanya akan memengaruhi biaya yang
harus dirancang agar tidak menimbulkan
permasalahan anggaran biaya di
kemudian hari. I Utilitas air bersih di lokasi tapak

Pada era tahun 1 950-an,


pembangunan perumahan di kawasan
Kebayoran Baru, Jakarta, sejak semula
telah dirancang lengkap dengan jaringan-
jaringan utilitas kota. Fasilitas tersebut
disatukan dan diletakkan di belakang
rumah. Daerah inidisebut dengan gang
kebakaran (brand gang). Di tempat itu
diletakkan kabel PLN, jaringan air bersih
PDAM, tiang kabel telepon, dan riol tersier
perumahan. Kemungkinan pada waktu itu
juga akan dilengkapi dengan jaringan gas.
Memang kawasan ini direncanakan
sebagai kota satelit dari Kota Jakarta, I Utilitas listrik di lokasi lapak
sehingga keindahan dan kenyamanan
lingkungan menjadi faktor utama yang l. Analisis Kebisingan
sangat diprioritaskan, seperti telah
Kebisingan adalah suara berisik yang
dilaksanakan di kota-kota negara maju. melebihi standar normal yang mampu
Namun, pada zaman sekarang, nilai
diterima pendengaran manusia. Suara bising
ekonomitanah di daerah perkotaan tersebut dihasilkan oleh beberapa sumber
meningkat sedemikian tingginya,
suara, baik dari dalam maupun dari luar
sehingga pola brand gang sudah
bangu nan. U ntuk fungsi-fungsi tertentu,
ditinggalkan dan jaringan utilitas kota pengaruh tersebut dapat mengganggu
diletakkan didepan pagar rumah dan
kelanca ra n kegiatan-kegiatan dalam
ditanam di pinggir badan jalan. bangunan.

112 griya krea-r!


Meskipun demikian, kemajuan teknologi yang
I Gambar pengaruh kebisingan danbuller

t,
telah dicapai oleh industri bahan bangunan dapat
mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh
kebisingan ini. Namun, apabila haltersebut
tidak dapat dihindari maka kebisingan ini dapat
dihindaridengan cara seperti pada gambar.

ll
&
rl-
ft
ry
a:
.;
.n
Servtce .',, '..& t4:
Area I

I Sketsii contoh mengatasi kebisingan

ro
s
0
r

fitu
I:

! Pagar dan tanaman, contoh cara mengatasi kebisingan

griya kr*asi 113


2. ANALISIS TEKNOLOGI Selain kegiatan standar yang sering
BANGUNAN terjadi, ada pula fungsi dan kegiatan
Pembahasan tentang teknologi yang tidak boleh terhalang oleh kolom
bangunan (tekbang) merupakan kajian hasil dan benda-denda lain yang menghalangi
temuan-temuan dan rekayasa industri para pandangan orang yang melihatnya. Dengan
ilmuwan yang berkaitan dengan struktur demikian, akan diperoleh garis besar
dan konstruksi bangunan. Bidang teknologi struktur bangunan yang dikaitkan dengan
bangunan ini meliputi pengetahuan dan estetika dengan ciri-ciri bangunannya.
penjabaran tentang sistem struktur dan
konstruksi yang akan dipakai dan didapat a. Modu!
dari pembahasan modul gerak dan modul Setiap produk massal yang dibuat oleh
struktur, metode dan cara membangun, serta produsen material bangunan dan barang-
material dan fi sika bangunan. barang kebutuhan masyarakat mempunyai
Dalam pembahasan ini dibatasi dimensidan ukuran tertentu yang spesifik.
hanya tentang modul bangunan untuk Denga n mempertimbangkan efektivitas

mendapatkan sistem struktur bangunan. dan efisiensigerak maka diperlukan


Modul inididapat dari modul gerak kegiatan kesamaan skala ukuran yang dipakai
manusia, baik bersifat statis maupun dinamis. sebagai standar acuan.
Dari kegiatan manusia akan diketahui apakah Bermula dari kegiatan yang dilakukan
sebagian besar waktu kegiatannya dilakukan manusia dalam bentuk gerak tubuh
dengan relatif berdiam diri atau dengan yang beragam jenis dan posisinya maka
pergerakan. Semua data ukuran dari setiap terbentuklah pola gerak yang dapat
kegiatan manusia dapat dicari dalam buku dilakukannya dengan bebas dan nyaman.
standar arsitektur. Masing-masing gerak menunjukkan
anggota tubuh mana yang bekerja dalam
posisi dan kondisi yang berbeda. Dengan
demikian, ditemukan ukuran terkecil dari
pergerakan kegiatan manusia tersebut.
Begitu pula dalam merancang
bangunan dan kawasan, dalam perbedaan
pola gerak dari kegiatan-kegiatan yang
terjadi di dalamnya, diperlukan standar
ukuran bagi semua elemen dan komponen
ro
yang akan dipakai untuk menyusun dan
r.
menata ruang, baik di dalam bangunan
{u maupun di dalam kawasan.
q

:E
Setelah dilakukan penelitian dan
pengamatan yang mendalam dan
I Konstruksi prefab

114 griya kr*asi


rtr
memakan waktu yang lama maka 3
Q
diketemukanla h standa r tersebut, baik e

standar ukuran yang berlaku secara


a
lokal, nasional, maupun internasional. :
F

Contohnya antara lain Hasta Kosala Kosali


untuk masyarakat Bali, pakem untuk
masyarakat Jawa Tengah, data arsitek
untuk masyarakat I ndonesia, architecture
data karangan Neufert, dan building types
karangan De Chiara & Callender.
Dari standa r-standar tersebut dapat
ditemukan modul gerak, modul furnitur,
modul struktur dan konstrusi, serta modul
material untuk perancangan lantai, plafon,
I ltustrasi ruang keria yafig dilengkpi meubel
kaca jendela, lampu penerangan, dan
sebagainya.
meja kerja lengkap dengan kursidan lemari
1) MODUL GERAK arsipnya serta tempat tidur lengkap dengan
Modul gerak merupakan standar meja kecil (nuck kast) untuk tempat lampu
ukuran terkecil dari kegiatan utama dalam tidur. Dimensi masing-masing jenis furnitur
ruang. Pada kegiatan yang bersifat statis, tersebut terga ntung pada persyaratan
ditemukan gabungan ukuran antara pola kegiatan dari fungsi.
standar ukuran tubuh manusia, standar
ukuran furnitur, dan standar sirkulasi 3) MODUL BAHAN MATERIAL
pengguna ruang. Ukuran gabungan ini Pemakaian bahan bangunan dalam

menjadi modul standar kegiatan dari suatu proyek pembangunan gedung

ruang yang dimaksudkan. perlu dicermati oleh arsitek maupun


pelaksana. Ukuran dan dimensi ruang serta
2) MODUL FURNITUR bangunan harus mempertimbangkan
Untuk menunjang kegiatan utama, dan memperhatikan ukuran serta dimensi
penunjang, dan pelengkap, dibutuhkan bahan materialyang akan dipakai.
sarana furnitur yang melengkapi kegiatan Diharapkan dalam pelaksanaan proyek
tersebut. Jenis furnitur yang dibutuhkan tersebut tidak terjadi potongan-potongan
sesuai dengan persyaratan kegiatan. Hal sisa bahan material, sehingga dapat

inidapat berupa meja, kursi, dan lemari dilakukan penghematan anggaran biaya
yang menjadisatu unit kesatuan maupun hingga semaksimal mungkin. Pemakaian
masing-masing unit yang terpisah dan bahan tersebut meliputi material untuk
berdiri sendiri. Sebagai contoh antara lain lantai, dinding, plafon, dan struktur
bangunan.

griya kreasi 115


b. RekayasaTeknikdan Konstruksi
Dalam menjawab tantangan dari
perancangan arsitek maka pihak-
:
':
pihaktenaga ahli lain berusaha untuk
c mewujudkan impian-impian arsitek
G

;
TJ tersebut" Bermacam-macam bidang
6
c
f keahlian ikut serta dalam pekerjaan ini, baik
L'l
dalam usaha mendapatkan sistem untuk
membangun maupun dalam usaha untuk
mendapatkan material bahan bangunan
dari struktur utama, penutup fasad, atau
fi nishi ng-nya. Kesemuanya merupakan
produk rekayasa teknik membangun
bangunan, dari konstruksi yang sederhana
untuk rumah tinggal manusia pada zaman
I Contoh material bangunan
dahulu kala hingga dengan konstruksi
4) MODUL STRUKTUR canggih pada masa kini.
Dari modul-modul sebelumnya pada Terdapat lima jenis sistem struktur yang

akhirnya bermuara pada modul struktur. sering digunakan hingga saat ini, yaitu
Dari modul struktur akan didapatkan sebagai berikut.
jarak bentangan yang efektif dan efisien, 1) SISTEM STRUKTUR BENTUK AKTIF
sehingga kelipatan-kelipatan modulnya Sistem ini merupakan sistem struktur
dapat memenuhi syarat-syarat keleluasaan dalam kondisitekanan tunggal. Sistem ini
kegiatan dan penghematan anggaran antara lain sebagai berikut.
pembangunannya. Sebagai contoh ialah 1. Sistem kabel.
struktur rangka kayu, beton pre stress, dome 2. Sistem tenda.
rangka baja, serta dinding dan lantai prefab, 3. Sistem tekanan udara.
yang masing- masing mempunyai kekuatan 4. Sistem busur.
maksimumnya.
ro
3
ol
q

l
alj
c
:
*f

I Modul sambungan struktur f Contoh sistem struktur benluk aKif jenis kabel

1 16 griya iir*all
I Beberapa ilustrasi sistem strulGur bentuk aktif: 1. Jenis tenda; 2. Jenis tekanan udara; 3. Jenis busur

2) SISTEM STRUKTUR VEKTOR AKTIF .&,


,,.-j----
,",+. ,\ .j
,.!',
| .,.
-i

Sistem struktur ini ini merupakan *"*;&l':"L.*:*


..-d!{:i\.-.
L4 ;q*.ffvsi
r -d.f.'
l-t )'- Lrr Jlra .rre-::d,*:-d;
sistem struktur dalam komposisi gaya
tarik dan gaya tekan. Jadi, sistem struktur ..+. i
*;*-#
:!-
" " 'ftn
'1
,.*iSffi*-"
t'.
ini merupakan sistem struktur yang I i 6.'

menekankan gabungan komposisi


kekuatan gaya yang bekerja pada batang
-."'t'-, jtl.,.
tarik dan tekan. Sistem ini antara lain .,-.gqr. .l '
r:-$- -"e{!, *,& .. -,4- *

sebagaiberikut. &:Effi
, '1""+ I.'.
1. Sistem kuda-kuda rangka datar
(tegak).
2. Sistem kuda-kuda rangka lengkung.
3. Sistim kuda-kuda rangka ruang. I Beberapa contoh sistem struktur vektor aktif

3) SISTEM STRUKTUR BLOK AKTIF .!

(KELOMPOK/GUMPAL) {J
E

Sistem struktur blok aktif ini .t


o
-tl
merupakan sistem struktur aktif yang
3
x! menahan lenturan. Bentuk sistem struktur LN

ini menekankan pada blok kelompok atau


t" :
tt gumpalan yang bekerja aktif menahan
IF
,tc
beban dan meneruskannya pada struktur
is lain. Sistem ini antara lain sebagai berikut.
m
rH 1. Sistem balok.
& 2. Sistem rangka.
IE 3. Sistem balok rusuk dan lembaran (grid
I liustrasi sistem struKur blok aktiJ

and slab).

griya kreasi 117


4) SISTEM STRUKTUR PERMUKAAN AKTIF H
ini
Sistem struktur permukaan aktif ,$

merupakan sistem struktur yang kondisi r


tekanan gayanya bekerja dipermukaan
,l
bagian struktur dan meneruskan beban
tegangannya pada bagian lainnya. Sistem
iniantara lain sebagai berikut.
i. Sistem struktur lipat berbentuk prisma.
2. Sistem struktur lipat berbentuk piramid.
3. Sistem cangkang (shel/) lengkung
tunggal.
4. Sistem cangkang (shel/) putar.
5. Sistem cangkang (shel/) antiklastik.

5) SISTEM STRUKTUR VERTIKAL


Sistem ini merupakan sistem struktur
yang menekankan pembebanannya melalui
perambatan gaya atau beban secara q
*tl
vertikal. Sistem iniantara lain sebagai .!r
berikut. .p
tJ
1. Sistem struktur perambatan atau
:
t:
pemindahan beban.
2. Sistem struktur rancang bangun
dengan elevasi.
3. Sistem struktur sebagai reaksi angin.

c. Analisis Sistem Utilitas Bangunan


Untuk memenuhi kebutuhan manusia I llustrasi sistem struktur vertikal campuran

dalam melakukan hajat hidup dan


kehidupan sehari-harinya, diperlukan sarana Demikian pula bangunan, kelengkapan
dan prasarana penunjang kegiatan pokok. utilitas merupakan persyaratan kelancaran
Kelancaran dan keutuhan kegiatan-kegiatan dan kenyamanan bangunan. Semakin
di dalam bangunan harus dilengkapi sarana kompleks fungsi bangunan serta semakin
utilitas. Kalau diibaratkan kerangka struktur besar dimensi dan tinggi lantai bangunan
adalah tulang pengkukuhnya maka utilitas maka semakln rumit pula permasalahan
adalah jaringan syaraf dan darah di tubuh jaringan yang harus dipenuhi. Utilitas
manusia. Keduanya merupakan bagian yang dimaksud adalah jaringan air bersih,
yang tidak dapat dipisah-pisahkan, dengan air kotor, sanitasi, listrik, pengudaraan,
fungsi masing-masing. penca hayaan, pemadam kebakaran.

1 18 griya k;"*asi
sirkulasi vertikal, komunikasi, sampah, dan Jaringan pembuangan air kotor terdiri
penangkal petir. Utilitas ini merupakan dari beberapa jenis yang dihasilkan dari
bagian dari bidang pekerjaan mekanikal bangunan, yaitu sebagai berikut.
dan elektrikal (ME) dari suatu bangunan dan o Jaringan buangan air kotor dari
kawasan. kamar mandidan cuci.
tr Jaringan buangan air kotor padat
1) JARINGAN AIR BERSIH DAN AIR KOTOR dariWC masuk ke dalam septiktank
Dimaksud dengan jaringan air bersih dan rembesan.
adalah disalurkannya air yang berasal tr Jaringan buangan air kotor dari
darisumber di dalam tanah dan dari PAM rumah sakit, restoran, laboratorium,
melalui pipa air bertekanan. Air bersih dari pabrik.
PAM langsung ke jaringan pipa @lumbing), tr Jaringan buangan air hujan
dan air tanah di pompa masuk ke dalam bersama-sama air kamar mandi
tangki menara air untuk bangunan rendah sebelum masuk ke riol kota,
sampai bangunan wolkup. Sementara diusahakan masuk kembali ke dalam
untuk bangunan tinggi ditampung dulu tanah melalui bioporiatau didaur
di ground reservoir,lalu dipompa naik ke ulang untuk air pertamanan dan cuci
q
* tangki air bersih di lantai paling atas (top kendaraan.
I
I floor), selanjutnya didistribusikan ke bawah
x
t
n
dengan gravitasi. I JARINGAN LISTRIK DAN PENERANGAN
I Pada fungsi-fungsi tertentu, diperlu kan Untuk bangunan tinggi dan yang
tambahan jaringan air panas, seperti di mempunyai dimensi besar, sumber energi
rumah sakit, hotel. apartemen, restoran, dan listrik utama didapatkan dari PLN dan
perumahan. genset sebagai sumber cadangan atau

Limbah padat
dari toilet

f Skema limbah padat

Limbah cair dari


toilet, dapur, Bak penampungan
laboratorium, air khusus
farmasi, dll

I Skema limbah cair yang drgunakan kembali

griya kreasi 119


emergency bila terjadi pemadaman listrik Dengan demikian, akan diketahui
PLN. Gardu listrik PLN biasanya diletakkan di berapa jumlah jenis lampu tertentu, saklar,
luar bangunan, tetapi dapat pula diletakkan dan stop kontak serta berapa besar daya
di dalam gedung, terutama di basement, listrik (watt) yang diperlukan, sehingga akan
bersama-sama dengan genset. Perlu diketahui pula kemampuan dari genset dan
diperhatikan adalah lebar sirkulasi dan pintu energi listrik yang harus disediakan oleh
masuk ke dalam ruang, karena mesin genset PLN.
dan trafo gardu mempunyai dimensi mesin
yang cukup besar. 3) JARINGAN PENYEGAR UDARA
(UTILITAS BANGU NAN, DWI TANGORO)
Genset digerakkan oleh mesin diesel
sehingga suara dan getarannya memerlukan )aringan ini bertujuan untuk proses
persyaratan khusus, baik untuk suara penyegaran udara didalam ruang agar

maupun asap yang dihasilkannya.


t:
e
Sebagai kelengkapan dari jaringan {1
.I
a-
listrik adalah ruang trafo serta panel utama t
{
dan subpanel pembagidi setiap lantaidan *
a
e
pada daerah yang dianggap perlu. Energi L.
:i
listrik tersebut terutama digunakan untuk
pencahayaan dan penerangan ruang serta
untuk menghidupkan alat-alat elektronik
4&
seperti komputer, mesin foto copy, dan
sebagainya.
Berkaitan dengan pencahayaan pada
waktu melakukan perancangan letak dan
i@*#dffiMi*l
jenis lampu penerangan yang akan dipakai,
perlu dipertimbangkan beberapa hal
berikut.
1 . Persyaratan kegiatan di dalam ruang
yang membutuhkan cahaya terang
benderang, dapat diredu pkan, sedikit
reman9-remang.
2. Dimensi ketebalan ruang, darijarak
jendela sampai daerah terdalam yang
mampu disinari matahari.
3. Efekpsikologis ruang, yaitu memberi
ruang terkesan melebar, plafon menjadi
lebih rendah, ruang terasa agung, dan
monumental. ! Penerangan dalam ruang

120 griya kreasl


pemakai ruang tetap akan mendapatkan Window dan AC Split. Ada juga AC untuk
rasa kenyamanan saat beraktivitas di mendinginkan keseluruhan ruang yang
dalamnya, baik untuk bangunan berlantai sering disebut dengan jenis AC Sentral.
satu sampai bangunan bertingkat tinggi. Masing-masing jenis AC tersebut mempunyai
Untuk tujuan tersebut, diperlukan alat kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
penyegar ruang yang mengeluarkan udara Misalnya, AC Window, kelemahannya antara
kotor dan lembap dari dalam ruang, lalu lain di setiap ruang harus terdapat sarana
diganti dengan udara segar penuh dengan tersebut sehingga investasinya mahal.
oksigen (O2). Udara kotor keluar ruang Namun, keuntungannya dapat dihidupkan
dengan alat exhouse fan. sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat
Ada pula penyegar ruang lain yang menghemat energi.
ditujukan untuk mendinginkan ruang dan Untuk AC Split, keuntungannya ialah
sering disebut dengan air conditioning (AC), satu kondensor dapat digunakan untuk
Sarana inidipergunakan di daerah beriklim beberapa evaporator. Pada masa sekarang
tropis dan panas. Ada pula sarana yang tipe inisering dipakai pada bangunan
diperuntukan sebagai penghangat ruang, berlantai satu sampai dengan bangunan
seperti yang berada di daerah beriklim wolk up. Jadi, ada kehematan dari fleksibilitas
dingin. dalam penggunaannya.
Jenis sarana tersebut tergantung pada Sementara untuk AC Sentral,
fungsi bangunannya, seperti perlu adanya peruntukannya bagi seluruh gedung
pembedaan antara AC untuk rumah tinggal, bertingkat tinggi. Namun, harus dilengkapi
perkantoran, bangunan pemerintah, dengan mesin chiller sebagai kompresor,
bangunan komersial, bangunan industri, oir handling unit (AHU) sebagai mesin
dan bangunan lainnya. Namun, semua jenis evaporator, dan cooling tower sebagai
sistem pendingin ruang terdiri dari alat-alat kondensor. Jenis pendingin ini kurang efisien
sebagai berikut. karena tidak dapat dioperasikan untuk
'1. Evaporator, adalah pipa yang berisi gas ruang sendiri-sendiri, sehingga tidak dapat
refrigerantyang cair dan dingin. Gas ini dilakukan penghematan energi.
. dihembuskan udara ke dalam ruang. Pada saat sekarang telah ditemukan
2. Kompresor, adalah alat untuk menekan sistem pendinginan udara yang
gas refrigerant untuk dijadikan dikembangkan darijenis AC Split dan
refrigeront cair dan dingin. diproduksi oleh beberapa pabrik AC. Ada
3. Kondensor, adalah alat untuk yang dinam akan multi air conditioing system
mengem ba likan refrige rant cair (MACS), hyper multi KX, super mudulor multi
menjadi gas kembalidengan cara System (SMMS). Anggaran untuk investasi
pengembunan. sistem ini memang besar, tetapi dalam
Ada jenis AC yang hanya diperuntukkan jangka panjang lebih efisien penggunaan
bagisetiap ruang saja sepertiAC energinya.

griya krea:i 121


4) JARINGAN KOMUNIKASI DAN TATA Dengan mengacu pada prinsip konsep
SUARA green living, sampah-sampah organik dapat
lni merupakan jaringan telepon untuk didaur ulang menjadi pupuk tanaman.
berkomunikasi antarpercakapan, baik Sementara sampah anorganik diolah
internal kantor dari suatu lembaga atau kembali menjadi bahan semula atau
institusi, dengan alat intercom yang tidak produk lain yang mempunyai nilaitambah
perlu membayar lama percakapan. Begitu ekonomis. Untuk limbah sampah berbahaya
pula pembicaraan dengan pihak luar yang berasal dari rumah sakit atau industri,
institusi dengan menjadi pelanggan PT perlu penanganan khusus sehingga tidak
Telekomunikasi dengan membayar sejumlah membahayakan lingkungan.
pemakaian yang diperhitungkan dari lama Pada bangunan tinggi, jaringan sampah
percakapan. diletakkan pada saft core, dikumpulkan di
Pada saat ini, sesuai dengan kemajuan lantai basement, kemudian diangkut ke luar
teknologi, telah ditemukan suatu sistem menuju pembuangan akhir.
komunikasi yang dapat menggunakan Pada area kawasan, pembuangan
satu saluran untuk beberapa percakapan sampah dikoordinasi oleh RT dan RW
dalam waktu yang bersamaan. Untuk dapat setempat. Ada pula kawasan yang
mencapai tujuan tersebut maka sistem mempunyai alat pengolahan sampah atau
ini dilengkapi dengan penambahan alat tempat pembakaran sendiri, sehingga tidak
PABX (private automatic branch exchange), perlu dibawa keluar kawasan.
sehingga didapatkan penyederhanaan
sarana dan peralatan untuk komunikasi. 6) JARINGAN PEMADAM KEBAKARAN
Salah satu peristiwa yang ditakuti
5) JARINGAN SAMPAH manusia karena bersifat vatal adalah
Setiap kegiatan dalam kehidupan kebakaran, baik yang disebabkan oleh
manusia akan menghasilkan sampah, baik hubungan arus pendek yang dinamakan
dari rumah tinggal, rusun, apartemen, korsleiting listrik maupun meledaknya
maupun tempat lain seperti pasar, shoping kompor minyak tanah atau gas. Kesemuanya
mall, perkantoran, rumah sakit, dan dapat menimbulkan petaka hebat. Apidapat
sebagainya. Bentuk sampah ada dua macam, melahab apa saja yang mudah terbakar,
yaitu sampah organik dan anorganik. bahkan nyawa manusia pun dapat hilang
Volumenya pun bisa sangat besar yang bila dalam waktu sekejap.
tidak ditangani maka akan menjadi masalah Untuk mengantisipasi kebakaran
yang serius berkaitan dengan kesehatan, tersebut dan tidak merembet ke tempat lain,
kebersihan, dan keindahan kota. Perlu diperlukan sarana penangkal dan pemadam
dibuatkan tempat pengumpulan sementara kebakaran. Pada suatu kawasan yang terdiri
sebelum dilakukan pembuangan pada dari bangunan rendah dan bangunan tinggi,
tempat pengumpulan akhir. diperlukan sarana pemadam kebakaran

122 griya kreasl


B

t
{t
9.

(,/)
F
?D
3
q)
E
o,
s)
OJ
="
((3

o
g)
3
'(3
o)
ffi;ffiE
r

ffiffis
Slm&*r: dalx prr&xdl
hydrant pada titik-titik strategis. Khusus (close circuit TV), apalagi pada gedung
pada bangunan tinggi, yang diperlukan dan proyek vital, baik pemerintah maupun
adalah alat pemadam berupa sprinklers swasta. Pada hunian golongan elite pun
lengkap dengan alat smoke detectore. sudah marak dilakukan untuk merekam
kejadian yang terjadi di setiap daerah dan
7) JARINGAN PENANGKAL PETIR bagian bangunan.
Semua daerah yang sering terjadi
hujan yang turun melaluiawan-awan
C. ANALISIS KAWASAN
tertentu akan mengalami terjadinya
petir atau halilintar. Petir ini mempunyai DAN WILAYAH
kandungan listrik positif yang sangat besar. Khusus untuk mengetahui lebih
Bila listrik tersebut tersalurkan ke arde yang dalam mengenai permasalahan-
mempunyai sifat negatif, misalnya pohon permasalahan yang berkaitan dengan
tinggi, bangunan, dan benda-benda yang tugas-tugas kawasan, diperlukan
berada ditengah lapang maka benda pemahaman arsitek tentang analisis
tersebut akan rusak dan hangus terbakar. pengembangan pembangunan yang
Bahkan pada daerah-daerah tertentu yang berbasis pada peran masyarakat.
tanahnya mengandung banyak besi akan lni menghasilkan perencanaan dan
sangat mudah terkena sasaran petir. menjadi konsep dasar perancangan tata
Untuk mengamankan bangunan bangunan dan lingkungan. Analisis ini
dari bahaya petir, diperlukan tambahan merupakan proses untuk mengidentifi kasi
sarana penyaluran aliran listrik. Sarana ini fungsi, menganalisis, memetakan, dan
disebut dengan penangkal petir. Saat ini mengapresiasi konteks lingkungan dan
ada banyakjenis penangkal petir yang nilai lokaldari kawasan perencanaan dan
dapat dipakai. Namun, jenis yang dipakai wilayah sekitarnya. Dengan demikian,
tergantung pada letak dan ketinggian akan didapatkan gambaran kemampuan
bangunannya. daya dukung fisik dan lingkungan
serta kehidupan perekonomian dan
B) JARINGAN KEAMANAN kependudukan yang tengah berlangsung.
Sistem keamanan lingkungan pada Selain itu, juga akan didapatkan kerangka
masa sekarang telah menjadigaya acuan perancangan kawasan yang
hidup masyarakat. Hal iniseiring dengan memuat rencana pengembangan program
semakin meningkatnya kejahatan di bangunan dan lingkungan, sehingga
dalam lingkungan dan bangunan. Untuk dapat mengangkat nilai-nilai kearifan dan
mengatasi permasalahan keamanan pada karakter lokal sesuai spirit dan konteks
setiap kegiatan dan kejadian, baik di dalam perencanaan. (Pedoman Umum Rencana
maupun disekitar bangunan, pada setiap Tata Bangunan dan Lingkungan, Peraturan
gedung perlu dilengkapi dengan CCTV Menteri PU No. 06lPRf /M/2007).

124 griya kr*asi


1. KOMPONEN ANALISIS tanah, lokasi geografis, sumber daYa
KAWASAN air, dan kerawanan terhadap bencana
Untuk mendapatkan hasil optimal dari alam sepertitanah longsor, gemPa,
perencanaan dan perancangan kawasan dan banjir.
maka secara sistematis harus dilakukan d) Aspek legalitas konsolidasi lahan
analisis dengan meninjau beberapa aspek perencanaan, lni adalah kesiapan
yang diperlukan, yaitu sebagai berikut. administrasi dari aparat Pemda terkait
mengenai data lahan-lahan yang
a) Perkembangan sosial kependudukan. direncanakan untuk dikembangkan.
lni adalah gambaran kegiatan sosial Kepastian dan akurasi perencanaan
kependudukan dengan memahami kawasan diperlukan bila dilihat dari
aspek-aspek demografi dari aspek legalitas hukumnya, sehingga
pertumbuhan penduduk, jumlah tidak akan menjadi permasalahan
keluarga, kegiatan sosial penduduk, pada masa yang akan datang. Di
tradisi dan budaya lokal, serta setiap kota, pihak pemerintah daerah
perkemba ngan kultural tradisiona l. bersama dengan pihak DPRD telah
lni disebabkan yang menjadi subyek membuat RencanaTata Ruang Kota
perencanaan dan perancangan (RTRK) dan Rencana Tata Ruang
tersebut adalah penduduk yang akan Wilayah (RTRW). Pengaturan tersebut
menempati kawasan tersebut. telah diperhitungkan dan ditetapkan
b) Prospek pertumbuhan ekonomi. lni untuk selama-lamanya.
adalah ga mbaran dari sektor-sektor e) Daya dukung prasarana dan fasilitas
pendorong perkembangan ekonomi !ingkungan. lni adalah tersedianya
seperti tersedianya supply dan adanya berbagai jenis infrastruktu r, jangkauan
demand, banyaknya kegiatan usaha pelayanan, banyaknya penduduk yang
yang telah dijalankan masyarakat dan terlayani, serta besarnya kapasitas
yang memberikan gambaran prospek pelayanan. Jaringan jalan membagi
investasi baru dan penggunaan tanah, kawasan baru dan lama dalam
serta yang menunjukkan besarnya pola lingkungan hunian dan usaha.
produktivitas kawasan dan kemampuan Jaringan jalan yang ditetapkan oleh
pendanaan pemerintah daerah. kantor dinas PU setempat ini akan
c) Daya dukung fisik dan lingkungan. lni diikuti dengan jaringan fasilitas-
adalah kemampuan fisik lingkungan fasilitas lain seperti listrik dari PLN, air
dan lahan yang berpotensi untuk minum dari PDAM, serta air kotor dari
d'rjadikan daera h pengem ba ngan dinas pengairan yang menunjukkan
kawasan berkelanjutan, sehingga kesiapan lingkungan.
arsitek harus memahami kondisi tata f) Aspek kajian yang signifikan dari
guna lahan, perizinan, status dan nilai historis kawasan. lni adalah aspek

griya kreasi 125


yang berkaitan dengan nilai-nilai Sementara air kotor dan air hujan yang
historis kawasan yang dapat menjadi dihasilkan dari rumah tangga, perkantoran,
aset serta potensi daerah dan negara dan daerah pertokoan dialirkan ke saluran
yang perlu dilakukan konservasi dan riol kota yang akhirnya dibuang ke sungai
pelestarian, apalagi bila dihubungkan dan ke laut. Air jenis inidiusahakan kembali
dengan skala kepentingan nasional dan ke air tanah dengan cara memakai biopori
internasional. Hal tersebut terutama atau ditampung ke waduk terlebih dahulu
ditujukan pada kawasan lama yang sehingga air dapat diserap kembali oleh
termasuk dalam daerah ruang lingkup tanah, untuk menjaga kestabilan permukaan
kewenangan kantor dinas pemugaran. air tanah.
Dari aspek-aspek tersebut di atas perlu Demikian pula air buangan dari
dijabarkan satu per satu dalam suatu tugas pabrik yang mengandung zat-zat kimiawi
tertentu, dan harus mempunyai keterkaitan berbahaya bagi kehidupan manusia bila
antara satu aspekdengan aspekyang lain bercampur dengan air yang dimanfaatkan
secara komprehensif dan berorientasi pada oleh manusia maka air tersebut harus
kehidupan masa yang akan datang. dilakukan treatment tertentu sebelum bisa
dipergunakan oleh manusia.
2. ANALISIS SISTEM UTILITAS
KAWASAN b. Jaringan Listrik
Pada suatu kawasan yang manusianya Salah satu sumber energi yang

melakukan kegiatan, baik untuk tinggal dibutuhkan masyarakat adalah energi listrik.
bersama keluarga maupun bekerja dalam Banyak sumber listrik yang bisa didapatkan,

lingkungan lama maupun baru, diperlukan yaitu darialam sepertialiran angin yang

sarana utilitas yang memadai. Dengan diubah menjadi gerak mekanik sehingga
adanya fasilitas tersebut, kelancaran dan menghasilkan energi listrik. Demikian pula,

kenyamanan kegiatan di dalam kawasan air yang ditampung dalam bendungan

tersebut akan bertambah. raksasa sebagai salah satu sumber yang


juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat

a. Jaringan Air Bersih dan Air Kotor yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara
(PLN). Air yang dialirkan menggerakkan
Sebagai kelengkapan pada kawasan
yang tertata adalah adanya jaringan air turbin yang menghasilkan listrik, lalu
bersih. Air bersih ini merupakan kebutuhan dialirkan ke pelanggan melalui saluran s

vital manusia yang dipergunakan untuk tegangan tinggi (sutet) ke gardu-gardu z

mandi, cuci, masak, dan air minum. Air induk dan kemudian ke gardu lingkungan k

bersih dapat diperoleh dari air PAM maupun hingga pada akhirnya ke pemakaidan
PDAM pemerintah dan swasta yang pelangggan. Untuk pemakai dan pelanggan

ditampung dalam menara air,lalu akhirnya yang berada didaerah kumuh, cara-

didistribusikan ke masing-masing hunian. cara penyambungan perlu diperhatikan

126 griya kreasi


Row r----\f w"t"r lTreated
Water TreatmentPlant Water
I
-l Partially

I Skema jaringan air kotor

salah satu produk buangan masyarakat,


yaitu sampah. Sampah dihasilkan dari sisa
buangan dapur rumah tinggal, rumah
I
3
o
C
makan, dan pasar sayuran. Sampah
juga dihasilkan dari hotel, apartemen,
a
{) perkantoran, serta kawasan rekreasi dan
E
f,
hiburan. Kesemuanya membutuhkan
Pre-treatment penanganan yang integrated dan
terorganisasi, baik dari masyarakat
Soil-box palnter setempat maupun pemerintah daerah.
I rrigation
Oleh karena yang menjadi permasalahan
adalah pembuangan akhir maka bau dan air
I Skema laringan air bersih
yang keluar sering menjadi permasalahan
lingkungan. Bahkan pabrik kompos yang
menampung dan mengolah pupuk pun
tidak luput dari protes penduduk sekitarnya.
sesuai dengan peraturan yang berlaku
agar kemungkinan terjadinya musibah d. Jaringan Pemadam Kebakaran
kebakaran akibat korsluiting bisa dihindari. Untuk menjaga suatu kawasan dari
bahaya kebakaran perlu tersedia cukup air.
c. Jaringan Sampah Biasanya air disediakan untuk mengatasi
Sudah sering terjadi permasalahan dan memadamkan kebakaran yang bersifat
kesehatan lingkungan berkaitan dengan bergerak (moveable), yaitu pada mobil

griya kreasi 121


pemadam kebakaran. Selain itu, ada pula ditempatkan di beberapa titik di suatu
cadangan air yang bersifat tetap di tempat lingkungan. Apalagi kawasan tersebut
yang berasal dari sungai, danau, telaga, merupakan daerah dengan fasilitas
kolam air, maupun jaringan hidrantyang bangunan fital.

m
,*$**.-***
qi
=
E
.u
i:
0.1
4
E
-
(n SGrup A
Grup B
Grup C

ootionari$$

I Skema jaringan listrik gardu I Skema jaringan listrik rumah

KOMENTAR & CATATAN

128 griya kreasi


intesis merupakan tahapan untuk kegiatan, sosial ekonomi, sosial budaya, dan
arsitek mulai merangkum dan kejiwaan. Masing-masing bahasan bertautan
menyimpulkan hasil kajian, jabaran, dan saling isi-mengisi, sehingga akan
dan uraian tahap analisis nonfisik maupun didapat kesimpulan dan pengelompokan
fi sik. Perpaduan antara hasil analisis- permasalahan nonfisikyang utuh serta harus
analisis tersebut akan menghasilkan dicarikan solusi dan pemecahannya dalam
item-item permasalahan pokok yang tahap konsep perancangan.
harus dipertimbangkan dalam konsep
perancangan.
Hasil sintesis nonfisik dan fisik
1. SINTESIS FUNGSI
merupakan u rutan faktor-faktor yang
a. Program Ruang
Program ruang merupakan sekumpulan
memengaruhi perancangan arsitektur.
ruang yang didapat dari paduan analisis jenis
Artinya, hal ini merupakan pengelompokan
kegiatan, pelaku kegiatan, sifat kegiatan, dan
permasalahan-permasalahan yang harus
syarat kegiatan. Masing-masing kegiatan
dicarikan alternatif pemecahan dan solusi
pasti memiliki ketiga unsur tersebut dan
dalam perancangan tapak dan bangunan.
mempunyai keterkaitan yang erat, sehingga
bisa disatukan dalam kelompok-kelompok
A. SINTESIS NONFISIK kegiatan yang sama dan dinamakan ruang.
Sintesis ini merupakan tahapan
Secara keseluruhan, ruang-ruang yang
ramuan kesimpulan arsitek yang didapat
didapatkan akan memenuhi kebutuhan
dari analisis pembahasan fungsi dan
ruang dan dinamakan program ruang.

griya kreasi 129


Sebagai contoh, mahasiswa arsitektur yang Apabila terjadi fungsi dan kegiatan
berbeda angkatan mengambil mata kuliah akademiknya mempu nyai syarat kegiatan
teori tertentu. la pun akan duduk di kursi yang berbeda dan diperlukan adanya
kuliah bersama-sama mahasiswa lain untuk pengelompokan ruang dari bangunan
mendengar, menulis, dan belajar materi lain maka akan terjadi beberapa masa
kuliah yang diberikan seorang dosen. Ruang bangunan dan merupakan bangunan
kuliah mereka didekatkan dengan kegiatan majemuk. Kawasan tersebut terdiri
mata kuliah teori lain yang berbeda di dari bangunan dengan fungsi utama,
dalam lokasi ruang yang dinamakan penunjang, dan pelengkap. Mereka
kelompok ruang kuliah. mempunyai jenis fungsi kegiatan
Hal tersebut berbeda dengan yang memiliki sifat yang kompleks. lni
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah merupakan bangunan-bangunan beragam
studio perancangan. Mereka lebih banyak dan berdiri sendiri dengan masa majemuk
menggambar di atas meja gambar atau yang dinamakan universitas.
menggunakan laptop. Mahasiswa bekerja di
dalam studio sepanjang haridibimbing oleh b. Dimensi/Luas Ruang dan
dosen koordinator pengampu dan dibantu Bangunan
oleh asisten-asisten dosennya. Kelompok Dimensiatau luas ruang adalah
ruang-ruang tersebut dapat disatukan perhitungan dimensi bangunan yang
dalam satu kelompok fungsi dengan sifat dimulai dari luas lantaidi setiap ruang,lalu
kegiatan yang relatif sama, yaitu kelompok jumlah luas keseluruhan setiap lantai, dan
ruang studio. pada akhirnya didapatkan luas keseluruhan
Kumpulan kelompok-kelompok ruang, bangunan. Luas ruang tersebut didapat dari
baik utama, penunjang, dan pelengkap jumlah pelaku kegiatan dikalikan standar
dapat disatukan dalam satu program studi furnitur dari setiap kegiatan, ditambah luas
atau juga dinamakan jurusan. sirkulasi kegiatan. Luas standar kegiatan
Sesuai dengan persyaratan dan dimensi dapat diperhitungkan dari luas rata-rata
luas ruang-ruang dari fungsi tersebut, setiap pelaku yang bisa diperoleh dari buku
dimungkinkan program studi dapat standar arsitektur.
diwadahi dalam satu bangunan tunggal. Penjumlahan luas kelompok ruang
Namun, apabila dalam bangunan tersebut ditambah sirkulasi dilakukan untuk
terdapat ruang-ruang yang mempunyai mendapatkan luas bangunan tunggal
sifat serta tingkat fungsi dan kegiatan pada tahap program ruang. Luas tersebut
yang berbeda tetapi bisa disatukan maka didapatkan dengan menjumlahkan luas
bangunan tersebut terdiri dari beberapa ruang dengan luas sirkulasi (15-20o/o).
program studiatau mulltifungsi. Di dalam Hal ini disebabkan luas dan lebar sirkulasi
perguruan tinggi, penyatuan tersebut berbeda antara fungsi satu dengan fungsi
disebut fakultas. lainnya. Sirkulasidapat berupa ruang lalu

130 griya krsasi


lo llkbutuirnRurE IE ihndar m2
1 Tumu 6 3 1{

) 10 ?

l l. f,.ort 7t 3 6(
Neoala 3 I

l. Penirce I
6 r. Offie Boy 4 3 1"

bilar 11
* clo*t wnt 2 bh x 2,5 m2 = 5,2 m2
l. lanibr dsn Paml Ust{ik 3
rur{rfelrbhrlm2=2fr2
9 dant 3
tcld6t or 2btr x ?.6 m2:5,2 mZ
10 5 1

lotel iwartatelzbhxrn/=/ml
*urioal rbh x 1,4 m?.2,8 m2
;rlrlari 20% 0.: 3a,4,
totol . 17.2 frz

lantai
io llbblbhan f,uam llcrailas/o,a itrnd* m2 1t ua MZ

A l8I
1 ohb! 20 1

I L 19l
2 l.Tuetu 22
3 I 8i
t76t
lnituoe 22 2
,nit bDe 44 4 )t at 2l 1S21

5! 1l 1! 1t z47l
,nit tYDe 55
la 1qd

l. Janitordan Pa.el Ltstrit t- a I 7

to 5'
rnt ?. 3

11 44 I 4/ 391
q
ll
'ddl 9579.:
Sirtulasi ZO% 0. lqlq *

ilam8 Mrg lO !6it l&rnit


tuanetamu I
15
10 18

uan! tidur 1 6 8 g
GnI tidut 2 g
7. 4 3
ADUI
4
I 5
'DlOl

OTAI. t7s 3520 247'

nuaE Irt ux nl
obbv 40 4
l-Tureu ,o 1t

Jtama &Tamn 1000 lo{l


A 11
5 l. (eDala 3 3
Staft 6
7 l- OtfEe 8@ & Janito, 3
79,,
. cioset wf,t4 bh r 2.6 mz: b,4 m/
E bilet
1 2
trestaful4 bhr 1m2.4 m2
10 5
.d6$t orAbh r 2.6 m2 = 6.4m2

1! a6holla 44 4 'wastafel4bhr1m2=4m2
7) ,enil leni 1 'uril5bh x 1,4 m2 = 8,4 m2
a6trl 120: totol = 29.2 frz
241,4

I Contoh tabel program ruang

griya kreasi 131


f,

lintas di sekitar furnitur maupun selasar Perhitungan luas lantainya didasarkan


(koridor) yang menghubungkan antarruang pada luas maksimalyang diizinkan Pemda ,t

didalam bangunan. melalui Perda. Luas yang didapatkan dari KLB


Besaran sirkulasi juga disesuaikan dikalikan dengan luas tapak keseluruhan.
dengan sifat kegiatannya. Bangunan
semakin bersifat umum (publik) akan
semakin besar pula lebar dan luas
sirkulasinya, misalnya pusat perbelanjaan
dan pameran. Berbeda dengan bangunan
yang kegiatannya bersifat prifat, seperti
kantor sewa dan kantor pemerintah.
Untuk kompleks yang mempunyai
bangunan majemuk maka luas Sering kali terjadi, baik disengaja
bangunannya didapatkan dengan maupun tidak oleh arsitek, luas total lantai
cara menjumlahkan luas keseluruhan bangunan melebihi luas maksimum yang
bangunannya saja. Sirkulasi pengguna diizinkan. Hal initerkadang disebabkan oleh
antarbangunan seperti parkir, pedestrian, upaya untuk memenuhi permintaan
dan selasar tidak termasuk dalam pemilik bangunan.
perhitungan luas total bangunan, Untuk kasus-kasus semacam itu, apabila
kecuali terdapat selasar dan koridor yang masih dalam batas-batas toleransi, pihak
mempunyai penutup atap. lni dihitung Pemda tetap memberikan izin. Namun, juga
setengah luas dikalikan luas koridor. dilakukan denda yang dinamakan biaya i
Cara-cara penghitungan luas bangunan dispensasi. Besarannya sudah ditetapkan (

tersebut untuk mendapatkan luas minimal oleh Pemda dengan persetujuan I

sesuai dengan standar yang dibutuhkan. DPRD setempat. t


tipologi bangunan
Luas fungsi tersebut dari
yang memang tidak membutuhkan c. Urutan Kegiatan (
tambahan luas untuk fungsi-fungsi yang Segala halyang berkaitan dengan
memang tidak diperlukan. Contoh dari denyut kehidupan merupakan proses k

tipologi bangunan semacam ini adalah kegiatan yang bertahap dan berkelanjutan. a

bangunan pemerintah, sosial, budaya, Kegiatan-kegiatan yang terjadi terletak L

dan religi. Mereka tidak membutuhkan pada ruang-ruang sesuai dengan dimensi t
tambahan luas lantai untuk dijual. standarnya. Pada tahap ini akan disimpulkan k
Hal tersebut berbeda dengan urutan ruang yang dihasilkan dari tahap g
tipologi bangunan komersial yang pola program ruang. Darijenis kegiatan dalam 5

pengelolaannya memang ditujukan untuk ruang-ruang mempunyai persyaratan letak U

mencari keuntungan sebesar-besarnya dan urutan yang disesuaikan dengan sifat k


dari luas lantai yang dikomersialkan. kegiatannya. Urutan ruang ini diperlukan p

132 griya kreasi


ll

I
til

*
Ii
gabungan kegiatan terasa mengalir dan
$ untuk mempermudah arsitek meletakkan
tidak terjadi tumpang-tindih sirkulasi dan
il
ii ruang di dalam bangunan.
iJ.
]i
letak ruang.
Pada bangunan bertingkat, masing-
Susunan hubungan ruang tersebut
,il

l
masing lantai mempunyai luas yang sama
didapatkan dari pengelompokan program
atau bervariasi. Untuk setiap fungsi di
dan
ruang, sifat ruang, dan urutan kegiatan
dalam bangunan rendah sampai dengan
ruang. Semakin kompleks suatu kegiatan
bangunan high rise building, sering kali
dan program ruangnya maka akan semakin
mempunyai program ruang yang dapat
besar pula bentuk diagram gelembungnya'
diletakkan dalam satu lantai, sehingga
sehingga masing-masing kelompok dari
memudahkan peletakan ruang-ruang
unit-unitnya dapat dibuat lagi menjadi
tersebut dalam lantai. Namun, sering kali
rumpun-rumpun diagram gelembung yang
jumlah luas dari masing-masing ruang tidak
lebih detail.
mencukupi untuk ditampung dalam satu
Sebagai contoh, rumah sakit umum
lantai, sehingga memerlukan penempatan
mempunyai unit-unit operasional yang
ruang di lantai atasnya. Tempat yang
sangat kompleks, mulai dari kelompok
memadai adalah di dekat tangga atau /ift'
poliklinik, unit gawat darurat, unit
lni dilakukan karena aliran sirkulasi dari
ruang oPerasi mayor dan minor, unit
kegiatan tersebut tidak terputus dalam
bangunan dan tidak terjadi tumpang-tindih
laboratorium, unit perawatan, unit dapur
dengan bagian gizi, unit manajemen rumah
sirkulasi dari para pengguna bangunan'
sakit, dan unit-unit lainnYa'
Urutan kegiatan juga diperlukan bagi
Secara keseluruhan, bentuk dan letak
fungsi-fungsi yang kegiatan-kegiatan di
dalamnya membutuhkan Proses Yang kelompok diagram gelembung tersebut
dapat disatukan dari beberapa bangunan'
berurutan dan berkesinambungan, seperti
pabrik dan industri Pengolahan' Masing-masing kelomPok bangunan
disesuaikan dengan sifat kegiatannya,

d. Diagram Hubungan Ruang sehingga letak bangunan dalam diagram

Diagram berikut meruPakan gelembung mewujudkan tingkatan sifat

kesimpulan yang didapatkan dari tahap ruang atau hirarki fungsi bangunan'
Di dalam diagram gelembung, masing-
analisis yang juga disebut dengan
diagram gelembung (bubble diagram)' masing ruangan dihubungkan dengan
garis. Garis tersebut menunjukkan adanya
Disebut dengan diagram gelembung
karena bentu knya seperti gelembung- hubungan kegiatan dari kedua ruang,
gelembung yang dirangkai dalam kesatuan dan jumlah garis penghubung tersebut

susunan ruang. Skema ini dimaksudkan menunjukkan sering tidaknya pelaku


untuk mempermudah arsitek membuat kegiatan berjalan antarruang. Jumlah
garis dikatakan sebagai frekuensi
kelompok-kelompok ruang yang didasarkan
pada urut-urutan kegiatan, sehingga hubungan ruan9.

griya kreasi 133


I Diagram gelembung

e. Diagram Matrix ruang, pengelompokan ruang, dimensi


Tahap ini merupakan tahap kesimpulan ruang, begitu pula bentuk hubungan
nonfisik fungsi yang didasarkan pada ruangnya. Pada bagian akhir matrix dapat
penggabungan dan pengelompokan diketahui luas keseluruhan bangunan. Luas
hubungan ruang dan sifat ruang yang tersebut didapatkan pada tahap sintesis
sejenis. Pertimbangan-pertimbangan yang program ruang berdasarkan perhitungan
diperlukan merupakan hasil yang diperoleh standar minimal yang dibutuhkan oleh
dari urutan ruang dan diagram gelembung. fungsi bersangkutan.
Pengelompokan di dalam matrix didasarkan Luasan tersebut pada fungsi-fungsi
pada kelompok jenis fungsi, yaitu fungsi nonkomersial merupakan luas total
utama, penunjang, dan pelengkap dari bangunan yang dibutuhkan dan diterapkan
program ruang. dalam rancangan. Hasil penjumlahan luas
Didalam diagram matrix juga ruangan dari matrix biasanya lebih kecil
dicantumkan tingkat hubungan antarruang, dibandingkan dengan luas dari perhitungan
yaitu hubungan yang bersifat langsung, Perda.
tidak langsung, dan tidak ada hubungan Berbeda dengan fungsi-fungsi lain
yang didapatkan dari urutan ruang. yang bersifat komersial, pada fungsi-fungsi
Masing-masing jenis hubungan tersebut seperti ini dipergunakan perhitungan
diberikan tanda-tanda yang berbeda luas total bangunan (LTB) maksimum
dan spesifik, sehingga memudahkan berdasarkan koefisien luas bangunan (KLB)
dalam mencocokkan dan mengevaluasi Perda. Penyebabnya ialah dengan sifat
perancangan fisiknya. komersial bangunan maka pemilik akan
Matrix merupakan bentuk lain dari mendapatkan keuntungan maksimal dari
diagram gelembung. Secara keseluruhan sarana dan fasilitas-fasilitas bangunan yang
dengan matrix akan diketahui program dirancang.

134 griya kreasi


Permasalahan lainnya adalah apakah garis besar fungsi pada tahap pembuatan

luas total dan dimensi bangunan yang diagram gelembung, kelompok fungsi
dihasilkan oleh diagram matrix telah dapat dibuat detail dan dikembangkan
sesuai dengan dimensi-dimensi bangunan lebih rinci pada tahap berikutnya, sehingga
yang dibutuhkan masyarakat. Pada tahap masing-masing bagian atau bangunan
inilah diperlukan adanya studi banding dapat dibuatkan matrixnya tersendiri.
antara kebutuhan fungsi yang sedang Dengan demikian, untuk dapat melihat
dirancang dengan fungsi-fungsi lain dari hubungan fungsi secara keseluruhan,
bangunan sejenis yang pernah dibangun masing-masing bagian meruPakan
atau masih dalam bentuk rancangan. bangunan dalam diagram matrix yang
Dimensidan luasan yang didapatkan terpisah.
tentu telah diperhitungkan prediksi Secara keseluruhan dapat disimpuikan

kebutuhan-kebutuhan pada masa yang bahwa di dalam diagram matrix terdapat


akan datang. pengelompokan ruang yang didasarkan
Pada bangunan dengan fungsi pada pengelompokan sifat ruang serta
kompleks seperti rumah sakit dan terdapat jenis ruang dan jenis hubungan
universitas yang masing-masing fungsi ruang. Dengan demikian, diagram
dan bagiannya menamPung kegiatan matrix juga dapat dikatakan sebagai
yang cukup banyak, sehingga harus pendaerahan (zoning) fungsi, yang ruang
dapat dibentuk menjadi satu bangunan dan bangunannya telah dikelompokkan
tersendiri. Seperti telah diuraikan dalam sesuai dengan sifat kegiatannYa.

L,r;.
&lU{ * &s*r**q,B,}{
VqY"t{**e-S$m
an &*$u*l"q $Pax-*

|l -sl-*4J{d* b{-
&*& tlrs{r }&ffi ${*xP*3 $pxr*t q.,}e,e*.
ftbl.-,4n4'
v
;3 - h"Sq*d '.i
{.rs$*"

,*{W1ft}f? *[rtlr]*q{ **r*


@
* b*{&*ctkg- Xm*me***"

rg
I Diagram matrix

griya kreasi 135


i

t. Diagram Jalur Kritis bangunan yang akan dijual maupun


Tahapan ini merupakan kelanjutan disewakan, begitu pula berapa jumlah
dari proses sintesis urutan ruang dan hunian dan fasilitas-fasiIitas penunjang
diagram gelembung. Sering kali terjadi yang dapat disediakan pada suatu kawasan.
dalam suatu fungsi, beberapa jenis kegiatan lni karena bagaimana pun perancangan
dilakukan secara bersamaan waktunya, bangunan dan kawasan merupakan media
terutama untuk fungsi-fungsi yang tujuan untuk menambah asset potensi yang
dari kegiatannya untuk menghasilkan atau dapat dijual dalam arti luas, baik berkaitan
memproduksi sesuatu, yaitu pabrik. langsung maupun tidak langsung dengan
Hal ini dilakukan untuk dapat finansial.
mengefektif dan mengefisienkan waktu Meskipun demikian, terdapat pula
dan tempat pelaksanaannya. Dengan rancangan bangunan yang sama sekali
demikian, tahap ini dapat menekan waktu tidak hanya berorientasi pada keuntungan
dan pendanaannya, sehingga akan didapat finansial saja, tetapi ada hal-hal lain yang
keuntungan-keuntungan dan penghematan menjaditarget utamanya. Oleh karena itu,
yang cukup berarti. sintesis sosial ekonomi untuk rancangan
Hasil dari diagram ini diperlukan dan bangunan dan kawasan ini didapatkan
dimanfaatkan untuk menentukan lay out dengan sudut pandang lain. Sebagai contoh
suatu fungsi-fungsi yang memerlukan ialah keuntungan yang dipandang dari
proses dalam pembuatan suatu produk sudut geopolitik pemerintah pusat maupun
tertentu. Begitu pula suatu pekerjaan yang pemerintah daerah dengan memberikan
memerlukan proses dalam pelaksanaannya, subsidi kepada para pengusaha yang mau
seperti pembangunan rumah atau gedung. berperan dalam penyediaan rumah susun
Semakin besar dimensi bangunan serta murah dan terjangkau oleh golongan
semakin kompleks dan rumit pekerjaannya menengah ke bawah didaerah perkotaan.
maka semakin diperlukan peran diagram Keuntungan lain dari pembangunan
jalur kritis ini. Di dalam proyek, diagram hunian jenis ini adalah akan mengurangi
ini sering disebut dengan barchorge alau masalah transportasi dengan mendekatkan
network planning. antara rumah tinggaldengan tempat
pekerjaannya.

2" SINTESIS SOSIAL TKONOMI


Sintesis ini merupakan kesimpulan
a. Efektif dan Efisien
Semua halyang berkaitan dengan
yang berkaitan dengan pertimbangan-
perhitungan nilai-nilai ekonomi akan
pertimbangan dari sudut keuntungan fisik
berkaitan pula dengan pencapaian besaran
perancangan bangunan dan kawasan.
keuntungan yang harus diperoleh.
Tahap ini dilakukan untuk penyesuaian
Sudah menjadiketentuan umum bahwa
anggaran pembangunan yang tersedia
tercapainya keuntungan diperoleh dari apa
dengan pencapaian luas total lantai

136 griya kreasi


yang dijualdengan harga yang ditetapkan. satu faktor keberhasilan tersebut ditentukan
Laku tidaknya sesuatu yang dijual tergantung oleh efektif dan efisiennya penggunaan
dari mutu dan banyaknya barang yang dapat meubeldari luas dan bentuk lantai
dipasarkan. bangunan. Namun, tidak semua keberhasilan
Dari sekian banyak pertimbangan, laku finansial ditentukan oleh pencapaian luas
tidaknya produk hasilkan dari rancangan lantaiyang maksimum saja. Ada unsur-unsur
bangunan merupakan kesepadanan harga lain yang harus dipenuhi oleh rancangan
jualatau sewa per meter persegi luas lantai. arsitek sebagai kelengkapan emosional
Harga tersebut tidak hanya dinilai dari luas pengguna bangunan. Pemenuhan tersebut
lantaiyang diperoleh saja, tetapijuga dari berkaitan dengan cita rasa manusia berupa
biaya pembangunan gedung, dari struktur estetika dan keindahan interior dan eksterior
sampai dengan finishing-nya berikut material bangunan. Untuk menghilangkan kejenuhan
bangunan yang dipergunakan, begitu pula dan kebosanan dalam melakukan aktivitas
mudah tidaknya sistem dan cara membangun sehari-hari di dalam ruangan, diperlukan
serta perawatannya. pernik-pernik dari ra ncangan dinding, lantai,
Luas dan bentuk lantai diperoleh dengan plafon, meubel, dan ornamen dekorasi
standar dimensi modul lantai yang dikaitkan dengan permainan sinar lampu sebagai
dengan modulfurnitur. Oleh sebab itu, salah hiasan ruangan.

denah bulat dan persegr dari gedung


m'&:CIapltol'Tolvsr.,;.,,r:',:,,.

f ..l $6iilsli 6enahr,ses!


1',,, {j$n:,f,&B.pene$i:, :

it rrnl:tr: istlme rll;

griya kr*a:i 137


{
fi

Begitu pula dalam melakukan contoh, gedung Wisma Darmala, Mulia


pengolahan eksterior bangunan, kreativitas Tower, Gedung BNl, Senayan City, ii
I

arsitek meliputi bentuk, material, dan apartemen Royal Park, Puri Casablanca,
warna akan menghasilkan rancangan Palm Court, dan sebagainya.
bangunan yang sangat bervariatif. Tidak Bangunan tidak hanya sebagai
saja untuk memenuhi standar ekspresi wadah untuk menampung kegiatan fisik
tipologi bangunan, tetapi juga memperkaya manusia saja, tetapijuga untuk memenuhi
ekspresi dan penampilan eksteriornya. kebutuhan gejolak jiwa yang halus lembut
Meskipun dengan konsekuensi naiknya maupun yang keras dan kasar. Sebagai
investasi pembiayaan bangunan, tetapi conto-h, gedung pameran lukisan dan
akan tertutupi dengan banyaknya patung akan berbeda dengan stadion
penyewa maupun pembeli produk olahraga tempat pertandingan sepak
bangunannya. Rasa kebanggaan dan bola. Fasad bangunan sederhana berbeda
bonaviditas para pengusaha penyewa dengan pengolahan bangunan komersial
ruang kantor, mengenai penampilan dan ting kat internasiona l.

ekspresi bangunan tempat dia bekerja, Haltersebut juga berlaku pada


akan ikut mengangkat kredibilitasnya perancangan kota dan kawasan.
dalam persaingan bisnisnya. Demikian Perencanaan dan perancangan peruntukan
pula dengan apartemen tempat tinggal kawasan, bila dilihat dari aspek-aspek
golongan menengah ke atas. Sebagai pemanfaatan lahan secara optimal dengan
fasilitas lingkungan yang menjanjikan
kenyamanan, akan didapat keuntungan
ekonomis dari lahan. Namun, bila dilihat
dari kepentingan umum maka perlu
disediakan fasilitas prasarana untuk
memenuhi nilai-nilai batiniah yang
dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan
tingkat golongannya.
Hal tersebut seperti dinyatakan oleh
Kevin Lynch bahwa perancangan kawasan,
selain terdapat unsur-unsur pembagian
wilayah (district), batas wilayah (edges), titik
temu dari jalan (node), dan jalan sebagai
sarana yang menghubungkan antarwilayah
dan kawasan (paths), juga terdapat
bangunan-bangunan maupun benda-
benda yang menjadi ciri suatu daerah (land
I Gedung Shenzhen Cina mark). Keunikan sarana dan fasilitas tersebut

138 griya kreasi


':
tii

'j

i
$
i{
i akan membantu masyarakat menemukan dan cita rasa seadanya. Mereka berbuat dan
bagian dari dirinya yang memilikicita berpikir untuk memenuhi kebutuhan hidup
rasa. Bentuk sarana-sarana tersebut dapat primer dan jangka pendek. Kemampuannya
berupa patung-patung berskala besar atau untuk memiliki rumah tinggal belum
kecil, bangunan maupun tugu dan menara, dimiliki, sehingga terpaksa masih harus
taman-taman hiburan aktif dan pasif, air mengontrak rumah. Terkadang mereka
mancur, dan sebagainya. Hal tersebut hidup seperti itu selama bertahun-tahun
seperti terlihat di kawasan hunian yang di daerah kumuh yang kurang higienis,
menjamur di kota Jakarta dan Bodetabek dengan kelengkapan fasilitas lingkungan
serta kota-kota besar lainnya di lndonesia. yang tidak memenuhi keamanan dari
Dengan demikian, keberhasilan bahaya kebakaran.
rancangan bangunan dan kawasan tidak
saja disebabkan oleh faktor-faktor yang
-F' ry
ie
J$,
berkaitan dengan aspek finansial saja, tetapi
t
juga oleh aspek mental kejiwaan manusia.

b. Anggaran Biaya
Untuk dapat menyimpulkan
permasalahan sosial ekonomi dalam
bangunan, perlu ada pembatasan-
pembatasan. Tidak seperti dalam kasus-
kasus perekonomian yang meliputi
permasalahan perdagangan dan bisnis, I Pelaksanaail bangunan

dalam permasalahan ekonomi bangunan


hal-halyang dibahas dalam tahap ini lebih Dari pola kehidupan semacam itu dapat
ditekankan dan berkaitan dengan tingkat disimpulkan bahwa tuntutan golongan
sosial ekonomi pemakai dan nilai-nilai tekno ekonomi lemah terhadap keindahan dan
ekonomi dari tapak dan bangunan. kenyamanan tidak menjadi prioritas utama.
Dalam pembahasan ruang lingkup tipologi bangunan-bangunan untuk
Jadi,
pada tahap identifikasi fungsi, telah golongan ini tidak membutuhkan estetika
diketahui sasaran dan tujuan pengguna dan tingkat kenyamanan tinggi. Kehidupan
dan pemakai banggunan. Cita rasa masing- mereka sehari-hari cenderung mempunyai
masing pengguna dan pemakai berbeda. rasa ketergantungan dalam kekerabatan
Baik golongan ekonomi lemah, menengah, dan kekeluargaan lingkungan cukup tinggi.
dan kuat, kesemuanya bermuara pada Kesederhanaan tuntutan mereka dalam
adanya kesiapan anggaran biaya. kualitas tempat tinggal dan tempat usaha
Keterbatasan pada golonga n ekonomi mengakibatkan anggaran biaya bangunan
lemah ialah mempunyai standar kebutuhan untuk golongan ini relatif tidak begitu

griya kreasi 139


besar. Namun, bila dilihat dari sisi
komersial memang tidak begitu
menjanjikan. Bagaimanapun juga
e$*,{l{,{ *:{**'"r&{1 SL{Yi t:*AS} investasi pembangunannya harus
BLa,{ETX?[, $&J13S
E[SfiTitPALLlile4I{e diperhitungkan dalam kaidah-
kaidah hukum ekonomi, yaitu
to i pt}G"trtti I r'{ilraE I s.{f
!q!&!a
I'"tL{Lr\ anggaran biaya yang dikeluarkan
dapat cepat kembali dengan
{xs x&6-ss
.L+{;$9" \4:. ""-:r:.1,!3 keuntungan yang sepadan.
....iq,*r.
l.qry i;' ',i',"* J t:* {&},*t} Untuk itu, pihak yang
t-1,*{*o*-ffi
berkewajiban memenuhi
"-;'.;;' kebutuhan ini adalah pemerintah,
I liliil'.4
...3.i*l !f d::5 {*:,*6
karena mempunyai tanggung
E.S-16,{{.5"1{
I'lt }X,a iBr"xB
[{lles?*i4{
jawab dan sangat berkepentingan
untuk menjalankan amanah
' --"'
:",'
Undang-Undang Dasar 1 945.
. -*.F{ ...l,r.f!.1ji,**
: !r!8 :6*.*S Mereka tidak melihat keuntungan
dari sisi komersialnya, tetapi
}f mengharapkan keuntungan
t5r3.3:
"9i:l{ !8r.*
}ix.t5* "; :t.6]9.*:*"3d
yang lebih besar dan luas, yaitu
t&tts.fs*s{ semakin membaiknya harkat,
''"r derajat, dan martabat bangsa,
1I !!,i]jJ"-9.9
Ke t,iulw,w sejajar dengan bangsa-bangsa lain
{r ..i]9?s,fi
.S** J&.S*.*fi di dunia, karena meningkatnya
{ji.*:d.t}s
u' kesejahteraan serta keamanan
hr 3.8{8.{4 t*5 5d* 0*
rr-*30.{!*!e0
rakyat dan bangsa secara
keseluruhan.
,:r!, Ir1 dd3 &:{.85 Berbeda dengan kehidupan
i cs*dl*,}r
,.j
t.tlt$ff,r{.I golongan ekonomi menengah,
!1,:,1$
r,rys :; lry1!.1,,!i
.9.S& !***65,:{ mereka umumnya berpenghasilan
rt !lH?{m,Yl relatif sudah mencukupi, sehingga
pola hidupnya sudah mulai mapan
dan menuntut kehidupan Yang
I Perhitungan ekonomi teknik. Contoh RAB
lebih baik. Kualitas kelengkaPan
hidup sekunder mulai meningkat.
Kebutuhan yang bersifat
keindahan dan kenyamanan mulai
diperhatikan, sehingga mereka

140 griya kreasi


sudah menuntut adanya nilai-nilai estetika, tipologi bangunan, dan pendekatan
kenyamanan, dan material bangunan perancangan yang dinyatakan dalam topik
yang baik meskipun dengan konsekuensi dan tema.
anggaran pembangunan yang besar.
Dengan demikian, tipologi bangunan a. Adat lstiadat
yang diperuntukkan bagi golongan Untuk fungsi-fungsi yang termasuk
ekonomi ini pun perlu dirancang dengan kelompok tipologi bangunan hunian,
baik, tidak hanya berkaitan dengan rumah budaya, dan religi, sudah menjadi
tinggal mereka saja, tetapijuga berkaitan keharusan untuk mengungkap adat istiadat
dengan sarana dan prasarana tipologi yang berlaku didaerah tersebut. Namun,
bangunan yang lain. semuanya tergantung pada kehendak
Untuk tipologi bangunan golongan pemilik bangunan dengan keyakinan dan
berpenghasilan tinggi sudah dapat kepercayaannya, sejauh mana mereka akan
dipastikan bahwa semua perancangan menjalani acara ritual dan pola perilaku
bangunan akan mempertimbangkan dalam kehidupan sehari-harinya secara
segala sesuatu yang berkaitan dengan konsisten.
nilai-nilai terbaik dan cenderung sempurna. Tidak semua fungsi bangunan dari
Standar yang dibutuhkan sudah bersifat tipologi bangunan yang dirancang harus
individual, terutama yang berkaitan mempertimbangkan adat istiadat dari
dengan bangunan rumah tinggal pribadi. tradisi budaya setempat. lni disebabkan
Sementara untuk tipologi bangunan lain pola perilaku masyarakat saat ini dan masa
yang diperuntukan bagigolongan ini, akan yang akan datang semakin kompleks dan
menunjukkan bonafiditas dari ekspresi berat. Pola hidup yang kompetitif dan biaya
dan penampilan bangunan yang menarik, hidup yang semakin tinggi menjadi alasan
megah, dan kadang-kadang cenderung orang menyederhanakan persyaratan adat
menunjukkan "kesombongan" pemiliknya. istiadatnya. Meskipun demikian, perlu
dijaga eksistensinya yang telah mengakar
3. SINTESIS SOSIAL BUDAYA berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus
Tahap ini merupakan kesimpulan tahun di masyarakat. Hal ini paling tidak
I yang didapat dari tahapan analisis sosial bisa diterapkan dalam ornamen dan hiasan
I budaya. Pada tahap tersebut sudah dalam rumah.
'l
diuraikan permasalahan-permasalahan Begitu pula untuk bangunan-bangunan
yang berkaitan dengan budaya, dan fasilitas umum, seperti kantor pemerintah
mempunyai relevansi dengan fungsi dan balai pertemuan. Kesadaran serta
bangunan serta topik dan tema. Besar usaha tersebut perlu dihidupkan, mulai dari
kecilnya permasalahan budaya yang pemuka adat, masyarakat, dan pemerintah
akan memengaruhi perancangan, sangat setempat dalam rangka menjaga nilai-nilai
tergantung pada judul proyek, jenis fungsi, budaya sebagai aset dan potensi daerahnya.

griya kreasi 141


Namun, dapat Pula arsitek berPeran swasta, perletakan ruang dan lantai dari
dalam menentukan keterlibatan aspek pimpinan dan staf perlu dibedakan. Banyak
budaya dalam rancangannya. Hal ini aturan yang harus dituruti, terutama bila
biasanya diterapkan terutama pada berhubungan dengan status dan jabatan.
bangunan budaya yang peruntukannya bagi Terlebih lagi bila haltersebut berkaitan
khalayak ramai, seperti gedung pertunjukan, dengan keamanan dan kerahasiaan
gedung kesenian, Pusat informasi kegiatan pada suatu instansi.
budaya, museum lokal, tourist hotel,
pusat cenderamata, bahkan juga restoran G. Pakem dan Standar
bernuansa lokal.ltu semua dilakukan dalam Dalam kehidupan sehari-hari, masih
upaya menarik perhatian pengunjung dan banyak masyarakat yang memegang teguh
masyarakat, terutama yang berasal dari adat. Mereka mempunyai keyakinan bahwa

luar daerah. Dengan demikian, nuansa untuk mendapatkan keharmonisan dalam


dan suasana yang tersaji dapat menjadi kehidupannya, pasti ada aturan-aturan adat
kenangan yang indah dan kelak di kemudian yang harus diterapkan dalam mewujudkan
hari mereka akan kembali lagi sebagai bangunannya. Bagi masyarakat lndonesia,
pengisi acara liburan bersama handai taulan. sejak dahulu para leluhur telah memahami
Adat istiadat tidak hanYa dalam bahwa ada keterkaitannya antara hubungan
penerapan fisik bangunan yang dirancang manusia dengan lingkungan alamnya.

dan dibangun, tetapijuga berlaku dalam Dengan intelektual sejatinya, mereka telah
acara-acara ritual sebagai persyaratan adat menemukan dan menYelaraskan Pola
setempat bagi keamanan pelaksanaan perilaku kehidupannya dengan gejala-
pembangunan proYek. gejala yang terjadi dialam lingkungannya.
Mereka pada akhirnya menemukan pakem
b. Pola Perilaku (aturan) dan standar (ukuran) dalam

Apabila Prosentase Peran budaYa berbagai bidang kegiatan dan pekerjaan,


telah ditetapkan dalam perancangan terutama dalam membangun rumah
maka perlu dipilih hal-hal mana yang tinggalnya. Hal-hal tersebut seperti yang
perl u dipertimbangkan, bersifat abstrak tertulis di hasta kosala kosali di daerah
dari elemen dan komponen budayanya, Bali serta pakem di Jawa Timur dan Jawa

terutama bila bangunan yang dirancang Tengah. Ada juga yang tidak tertulis dan

berkaitan dengan Pola Perilaku hidup dari mulut ke mulut di berbagai


penggunanya. Ada beberapa perbedaan daerah lain di lndonesia.
antara latar belakang adat istiadat kesukuan Mereka menggunakan ukuran tubuh IT

yang perlu dipertimbangkan. kepala keluarga sebagai standar ukuran dr

Pola perilaku Pengguna terkadang bangunan, mulai dari lebar jari, lebar pi

tidak selalu berhubungan dengan adat telapak tangan, panjang lengan, dan ukuran ju

istiadat. Pada instansi pemerintah dan bagian tubuh lainnya. Dengan demikian, ra

142 griya krras]


I

I
I
secara nalar dan logika akan dicapai Hanya saja mereka mendasarkannya pada
keharmonisan gerak tubuh kepala keluarga bentuktubuh ukuran umum manusia
dengan ukuran rumahnya. Meskipun secara fisik. Dengan demikian, secara
demikian, ada dimensi lain yang dapat dikaji praktis dan mudah dapat diterapkan dalam
lebih lanjut berkaitan dengan pengaruh perancangan bangunan secara umum.
frekuensi bioelektrik manusia dengan Meskipun demikian, ada perbedaan dimensi
lingkungan tempat tinggalnya, demikian tubuh antara orang Barat yang lebih besar
pula untuk bangunan umum lainnya. dibandingkan orang Timur yang relatif lebih
kecil. Untuk itu, perlu dipertimbangkan

"
-.t

p-___1 -{x{" #,
kn$rry
Lffii
&I
\.{ Y+, 4;, .Frfl
lw letak dan peruntukan bangunan tersebut
dirancang dan dibangun.
{I* *rd% &!

*U
1,:, i' ;
4. SINTESIS KEJIWAAN

l-l l.-tl t#*$hffi


lJio *r' 1i"1
Segala hasil produk yang dibuat
rl.t'dkr r ,'rf ur rl$Ailry dsn- Fr*iq., manusia tentu berkaitan dengan

ffiffi
kepentingan manusia, sehingga harus juga
lF___rt memperhatikan unsur-unsur kejiwaan dari
manusia itu sendiri. Produk dan rekayasa
ffilnrlr@n{ 6!iW*Wr& frt6Fa@
industri bangunan pun harus demikian.
f Lambang-lambang ukuran sesuai adat istiadat
Ini disebabkan seluruh bentuk bangunan
umum maupun perumahan dipergunakan
oleh manusia sebagaiwadah untuk
mela kukan kegiatan-kegiatan nya.
I
iO Pengaruh ekspresi bangunan sudah
mulaidirasakan pengguna dari luar pagar
U
a tapak. Proses tersebut terjadi sewaktu
E
pengguna bergerak menuju ke arah
bangunan yang dimaksudkan, disertai
dengan imaginasi di dalam benaknya.
Pengalaman tersebut mulai dirasakannya
dari kejauhan, berupa kesan dari
penampilan bentuk dan dimensi tower
Begitu pula yang terjadidi masyarakat
bangunan. Kemudian dilanjutkan dengan
modern, standar ukuran bangunan hunian
ekspresi'pintu gerbang serta bentuk dan
dengan bangunan umum lain didasarkan
warna pagar. Setibanya diteras dan pintu
pada pola perilaku sehari-hari. Mereka
utama, mulailah terjadi persentuhan antara
juga menggunakan anggota tubuh rata-
cita dan rasa pengguna dengan bangunan
rata sebagai acuan standar kegiatan.
yang terasa lebih spesifik.

griya kreasi 143


i

l
.t
t
Manusia berada di dalam bangunan terjadi secara spontan dan simultan. $

selama waktu yang dibutuhkan, baik Keserasian tersebut bisa dicapai bila
sebentar maupun cukup lama, tergantung kesan yang ditampilkan oleh jenis dan
status pengguna maupun jenis fungsi dan sifat ruang dilakukan sesuai dengan
kegiatannya. Selama itu pula terjadilah persya ratan-persya ratan kegiata n.

interaksi dan komunikasi antara manusia Keberhasilan ini tercapai bila


dengan apa yang ada didalam lingkungan dapat dirasakan dan dibenarkan oleh
terdekatnya. Baik secara sadar maupun sebagian besar pemakai bangunan yang
tidak sadar, mereka akan dapat merasakan berperan dalam penilaian terhadap
dan merespon penampilan apa saja yang segala produk arsitek. Permasalahannya
dapat dilihat dan diraba melalui inderanya. ialah bagaimana kedalaman penjiwaan
Dengan demikian, kreativitas arsitek harus arsitek terhadap keadaan pengguna dan
dapat menangkap dan menstimulus keadaan lingkungan di sekitar bangunan
perasaan penghuni dengan detail-detail rancangannya.
yang disesuaikan dengan selera dan tingkat Hal yang perlu diketahui arsitek

status sosialnya. adalah untuk siapa bangunan tersebut


dirancang. Cita rasa setiap tingkat dan
level di masyarakat paling tidak ditentukan
oleh tingkat edukasinya. Semakin
tinggi tingkat pendidikan seseorang
maka semakin besar pula pengaruhnya
pada pola kehidupan. Hal initermasuk
persyaratan dan keinginan-keinginan
dari penggunanya. Tingkat kehidupan
sosial perekonomian akibat besaran
penghasilan mata pencaharian seseorang
juga memengaruhi tuntutan kenyamanan
dari kelengkapan sarana dan prasarana
lingkungan di sekitarnya.
I Krealivitas arsitek dituntut untuk menangkap perasaan
Pengalaman sehari-hari dari radius
penghuni
jangkauan perjalanan seseorang di dalam
Pengaruh citra nuansa dan suasana dan di luar negeri menambah persyaratan
bangunan dan ruang tersaji secara kualitas komponen dan elemen bangunan.
berurutan dan berkesinambungan. Dalam Dari program ruang yang telah

arti, setiap langkah dan setiap sequence didapatkan pada tahap sintesis fungsi,
terkandung pengalaman pribadi yang arsitek sudah dapat membayangkan

berbeda sesuai dengan latar belakang apa saja yang harus disajikan dalam

hidup dan kehidupannya. Peristiwa tersebut perancan9annya.

144 griya kreasi


a. Bentuk Bangunan dan Kawasan Kawasan di daerah perkotaan
Bentuk bangunan pada umumnya berbeda dengan di daerah pegunungan.
disesuaikan dengan citra atau ekspresidan Daerah yang rata berbeda dengan daerah
penampilan tipologi fungsi. Masing-masing berkontur miring. Masing-masing daerah
fungsi mempunyai sifat, kesan, dan karakter akan membawa dampak kejiwaan yang
sesuai dengan jenis kegiatannya. Bentuk berbeda. Jalan lingkungan di dalam
bangunan tersebut di antaranya ialah bulat, kawasan yang berbentuk lurus yang akan
pesegi, segi tiga, dan organik (bentuk, rupa, membagiarea seperti papan catur (grid)
tatanan DK Ching & Tipologi Bangunan), akan terasa berbeda dengan bentuk jalan
Sifat-sifat dari bentuk dasar tersebut adalah yang berkelok-kelok alami. Semua bentuk
sebagai berikut. rancangan kawasan dengan segala sarana
1. Bulat mempunyai sifat bentuk labil. prasarananya akan menjadi pertimbangan
2. Pesegi mempunyai sifat penampilan arsitek, yaitu siapa yang akan menggunakan
mapan, stabil statis. dan siapa yang menjadi pengembangnya.
3. Segitiga mempunyai sifat penampilan Secara kejiwaan, tingkat sosial ekonomi
stabildinamis. dan budaya masyarakat akan terekspresi
4. Organik mempunyai sifat penampilan dalam pembedaan kualitas pelayanan dan
natural alamiah dinamis. kelengkapan sarana prasarana lingkungan.

f Contoh bentuk bangunan Tianlin Eco City

E
O
*
c
aB
l:
.:
c.i
4
t

griya kreasi 145


Begitu pula siapa pengembangnya, bila suku dan ras tertentu. Begitu pula lokasi
yang melaksanakannya ialah pemerintah, bangunan tersebut berada. Misalnya,
mereka mempunyai pola sasaran bangunan di daerah pegunungan diberi
untuk menaikkan derajat kehidupan warna cerah untuk menghangatkan nuansa
rakyat banyak. Hal ini berbeda bila pegunungan sepertiwarna merah dan
pengembangnya pihak swasta. Mereka jelas oranye.
lebih mementingkan keuntungan fi nansial. Selain warna-warna produk pabrik,
terdapat warna alami (nature) seperti merah
b. Warna bala (terracotta), abu-abu dan hitam dari
Di dalam menunjang ekspresi dan batu alam, putih dari batu karang dan
penampilan bentuk bangunan dan pasir laut, kecokelatan dari warna kayu jati,
ruang maka warna dinding bangunan kemerahan dari kayu mahoni, kekuningan
akan memengaruhi kesan dari kegiatan dari kayu nangka dan ramin.
fungsi tersebut. Meskipun dengan bentuk Ketepatan memilih warna dan material
bangunan yang sama, tetapi dengan sesuai dengan fungsi dan letaknya
pemberian warna yang berbeda maka memerlukan pengalaman dan penghayatan
akan dihasilkan kesan yang juga berbeda. yang mendalam.
Misalnya, pada rumah tinggal realestate,
setiap huniannya terkadang diberi warna c. Skala dan Dimensi
berbeda-beda. Sifat dari berjenis-jenis Skala dalam pengertian kejiwaan dapat
warna adalah sebagai berikut. diartikan sebagai hubungan dan keterkaitan
1. Tenang, terdiri dari warna abu-abu antara ruang lingkup pelayanan bangunan
muda, beige, krem, biru muda yang dan status pemakainya. Perbandingan
dipakai di dinding eksterior, ruang tersebut bisa dalam bentuk fisik, seperti
tidur, dan ruang kerja perkantoran. kesesuaian status simbol kedudukan
2, Ceria, terdiri dari warna cerah seperti seseorang dengan kualitas material serta
kuning. hijau daun muda, oranye, dimensi ruang dan bangunan. Begitu
jingga, merah. dan pelangiyang pula dalam bentuk hubungan nonfisik,
sering dipakaidi ruang restoran, ruang misalnya rasa kesesuaian dan kenyamanan
pameran, dan tempat rekreasi. dari keberadaan ego pengguna dengan
3. Anggun dan mulia, terdiri dari warna lingkungan sekitarnya.
cenderung gelap seperti hitam, merah Perbandingan yang setara dengan
maron, dan biru tua yang bisa dipakai pemakainya sebagai berikut.
di bagian plafon, dinding museum, dan 1. Peruntukan, antara tingkat
gedung pertemuan. sosial ekonomi pemakai dengan
Pemakaian warna bisa sebagai bangunannya, misalnya shoping moll
standar umum bangunan. Namun, sering untuk golongan ekonomi menengah
pula suatu warna menjadi kesukaan dari dan atas dan pasar tradisional untuk

146 griya kreasi


golongan ekonomi bawah. Masing- Penentuan skala dan dimensidalam
masing pemakai merasa cocok dan pengertian fisik dan nonfisik bangunan perlu
nyaman sesuaidengan pola hidup dan dilihat untuk siapa bangunan dibuat dan
suasana dari fasilitas-fasilitas bangunan dimana letak lokasinya, sehingga kesesuaian
di dalamnya. Pemukiman pejabat penentuan tersebut dapat meningkatkan
tinggi negara dan golongan"the haves" keharmonisan lingkungan dan bangunannya.
berbeda dengan perumahan rakyat
untuk para buruh dan nelayan. d. Ruang
2. Kesan, untuk bangunan perkantoran, 1) Proses Pemahaman
furnitur kursi dan meja pimpinan lebih Ruang dalam arsitektur dapat diartikan
besar dari furnitur staf di bawahnya, secara abstrak maupun nyata. Penyebabnya
sehingga menunjukkan kewibawaan karena manusia didalam memutuskan
dan kekuasaan pimpinan lebih tinggi suatu permasalahan dimulai dari bekerjanya
dari yang lain. Penampilan bangunan panpaindera. Baik melalui indera pendengar,
monumental diperoleh banyaknya penglihat, peraba, pengecap, dan pencium.
ornamen-ornamen dan ukiran. Segala sesuatu yang mampu diterima
3. Ukuran, pada bangunan yang bersifat oleh pancainderanya akan dicerna, diolah,
monumental seakan-akan tidak ada dianalisis, dan kemudian disintesis. Selanjutnya
kesesuaian ukuran dan dimensi antara dengan nalar dan logika dari kemampuan
pemakai dengan ruang kegiatannya. akal pikiran dan intelegensianya, yang
Keadaan tersebut menimbulkan diterima akan diramu menjadi sedemikian
rasa ego pribadi pemakaiseolah- rupa yang pada akhirnya permasalahan dapat
olah dikuasaioleh dimensi ruang disimpulkan dan diputuskan.
dan bangunan yang serba besar.
Bangunan ibadah seperti masjid, o
{;rs
gereja, dan pura mempunyaiskala dan
-&
rc
dimensi bangunan serta ruang lebih c
c

besar dibandingkan dengan dimensi ii


&
L
peng unjungnya. Keadaan tersebut
membuat perasaan orang merasa kecil
dan tidak berarti, bila dibandingkan
dengan dimensi ruang dan bangunan.
Seakan-akan mereka dikuasai oleh
kekuatan yang besar, sehingga suasana
ini mengakibatkan ruang terkesan
agung dan monumental. Kesan tersebut
juga didapatkan pada museum dan
gedung memorial.
J Contoh perancangan interior

griya kreasi 147


Pengenalan dan pemahaman Dari uraian tersebut daPat
seseorang terhadap ruang, akan berbeda disimpulkan bahwa ada hal-halyang
sesuai dengan statusnya. Orang yang bersifat kuantitatif fi sik kebendaan
mempunyaicita rasa mungkin hanYa dalam ruang yang nyata mauPun ada
memerlukan waktu sebentar untuk dapat yang bersifat kualitatif abstrak dalam
merasakan suasananya, bahkan Pada pola pikir ruang imajinair.
bentuk yang sesulit apa pun. Namun, untuk
masyarakat awam, dibutuhkan waktu untuk 2l Ruang Nyata

memahaminya, entah memang daPat Sesuaidengan istilah nYata, ruang

merasakan atau hanya ala kadarnya saja. dapat diartikan sebagai sesuatu yang
Dari cara-cara tersebut, bagi seorang dapat ditangkap oleh pancaindera.

arsitek perancang maupun peneliti Dalam bidang arsitektur, pengertian

dengan kemampuan yang dimilikinya ruang tersebut dapat meliputi ruang

maka dalam waktu sebentar dapat saja di dalam bangunan (in door) yang

diperoleh kesimpulannya. Akan tetapi, bisa berbentuk tiga dimensi dan mempunyai
juga pada hal-hal yang bersifat filosofis, batasan panjang, lebar, dan tinggi. Dari

dibutuhkan waktu lama bahkan berjam- dimensi inididapat jenis ruang yang
jam atau berhari-hari. Hal inidisebabkan memang terlihat nyata yang mempunyai
permasalahan yang dihadaPi bukan bentuk lebar atau tinggi. Namun, ada
hanya merupakan masalah sederhana
pula ruang dengan dimensiyang sama

tetapi pencariannya sampai dengan


saja,
dan mempunyai kesan melebar atau

kedalaman masalah yang kompleks, terkait meninggi yang dipengaruhi oleh garis
dengan beberapa permasalahan yang
pembentuk dinding horizontal maupun
melengkapinya. vertikal.

Sebagai contoh, Pada bangunan Selain itu, terdapat Pula ruang di

budaya yang direnovasi untuk dikembalikan luar gedung (out door) yang cenderung

keasliannya, diperlukan pencarian elemen bersifat alamiah, terutama disebabkan

dan komponen bangunan serta cara oleh bekerjanya indera penglihatan,


pembangunannya pada waktu itu. Hal ini pendengaran, dan penciuman. Hal

seperti terjadi pada waktu pelaksanaan ini disebabkan oleh pembatas ruang
pembangunan kembali pendopo Traju Mas tersebut bukan hanya meruPakan
Keraton Yogyakarta yang runtuh akibat
pembentuk sebuah gedung (lantai,
gempa. Terdapat urutan cara pemasangan dinding, dan plafon) saja, tetaPi ke
kembali tiang-tiang soko gurunya yang semua pembatasnya hampir terdiri dari

dipelajaridari kitab pakem dan undagi (ahli bagian alam. Contohnya ialah tanaman,

bangunan kuno). Pada akhirnya, pendopo air, batu, pegunungan, sinar, langit

tersebut kembali dapat berdiri seperti berawan dan berbintang, serta bisa juga
pagar dan bangunan tinggi. Sebagai
keadaan semula.

148 griya kreasi


contoh ialah ruang di bawah pohon yang 3) Ruang lmaginair
rindang, di bawah sorotan lampu jalan, Dari pengalaman yang terjadidalam

dibatasi pantai yang ombaknya berdebur, kehidupan pribadi seseorang, ruang dapat
tercapainya suara nyanyian di arena pula terjadi dan berkembang di dalam

terbuka, gemericiknya suara air mengalir masyarakat, sehingga terjadilah silang jajar

di telinga dari air terjun, radius bau aroma persepsi dan pendapat, terutama yang
yang merangsang hidung, celah ruang berkaitan dengan ruang imaginair yang
di antara bangunan-bangunan tinggi. lebih bersifat pribadi. Ruang imaginair
Kesemuanya ini merupakan ruang luar merupakan abstraksi pola pikir dan
(out door) yang perlu dirasakan dan harus pola rasa yang mampu dilakukan oleh
dipertimbangkan arsitek dalam merancang. seseorang dalam olah nalar dan logikanya'

tinggi
I lluslrasi ruang d i bawah lampu, poiion, pantai; air lerjun, celah di antara bangunan

q
3
U
E
i:
u
I
o
-s
:E
tl

griya kreasi r49


i.b

'!
'li

$
[,F
$+
5ur
Dalam dunia arsitektur, ruang imaginair imaginair yang dipresentasikan kepada
ini sangat dihargai meskipun subyektif. pemilik bangunan yang terkadang
Batasannya terkadang terkesan abu-abu, terkagu m-kagum membenarkan nya.
tergantung dari sudut pandang seorang Begitu pula mahasiswa, mereka dapat
mahasiswa dan dosen dalam mengamati menjelaskan tugas akhir (TA)dalam bidang-
suatu permasalahan. Dengan demikian, bidang yang dosen pengujinya sedikit
seseorang dapat bertahan dengan banyak mengetahui istilah teknis judul
pendapat dan argumentasi yang dianggap dan dalam bidang kearsitekturan yang
benar. Perbenturan dalam ruang imaginair dikuasainya. Namun, kesemuanya itu akan
tersebut dapat terurai apabila mahasiswa teratasi dengan hadirnya pihak ketiga
menyadari bahwa dirinya masih dalam yang dapat menengahi. Dengan demikian,
taraf belajar menimba ilmu. Dosen pun perdebatan subyektif dan spekulatif dapat
sebaiknya mengerti dan memahami bahwa diurai dengan solusi yang arif dan bijaksana.
mahasiswa masih dalam taraf membentuk Contohnya ialah hadirnya arsitek owners
kemampuan kreativitasnya. dalam proyek nyata dan sidang tugas
Arsitek dapat menerjemahkan akhir yang terdiri dari dosen-dosen dalam
komposisi bidang, titik tangkap bangunan, kompetensi masing-masing.
keseimbangan masa bangunan, estetika
tampak bangunan, jalinan warna, e. Material
permainan sequence emosi, dan sejuta Setiap benda didunia pasti mempunyai
ide lain yang tidak terbatas. Semuanya bentuk, sifat, karakter, serta kesan yang
tertampung dalam relativitas ruang khas dan berbeda antara satu dengan
benda lainnya. Dalam hal material
yang berhubungan dengan bahan
I Sketsa ilustrasi ruang imaginair
bangunan, terdapat dua jenis bahan yang
dipergunakan, yaitu yang berasal dari alam
dan yang diolah oleh manusia.
Dizaman dahulu, manusia hanya
memanfaatkan begitu saja hasil dari alam
apa adanya. Namun, pada zaman sekarang,
manusia telah merekayasa material alam
menjadi bahan yang mempunyai kegunaan
melebihi kemampuan aslinya. Dengan
sedikit olahan, akan didapat bahan alam
yang mempunyai nilai tambah, dan
selanjutnya berkembang sedikit demi
sedikit sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi membangun.
5u mber: s u nC u lgar:d * !. blags potram

. griya kreasi 151


Wujud nyata daya cipta merupakan Usaha tersebut juga bertujuan untuk
anugerah tertinggi dariTuhan yang menjaga cadangan bahan mentah agar
diberikan kepada manusia melebihi yang tetap tersedia, bahkan meniru kesan dan
dikaruniakan kepada makhluk lain, yaitu penampilan dari bahan aslinya. Hal initentu
akal pikiran. Dengan anugerah tersebut, saja akan berdampak positif pada bentuk dan
manusia dapat mengolah bahan-bahan dimensi penampilan bangunan.
dari alam untuk diteliti, dicoba, dievaluasi, Produk ciptaan manusia melalui teknologi
diperbaiki, dan dikembangkan secara mutakhir akan memengaruhi pula pada
terus-menerus. Pada akhirnya, terciptalah kecepatan dan cara membangun, sehingga
material alam yang berubah menjadi dapat dipakai oleh arsitek untuk memenuhi
bahan yang jauh lebih bermanfaat dari kreativitas rancangan bangunannya yang
bahan aslinya. Bahan material tersebut tidak terbat as (u nl i m ited). Ekspresi pena m pi la n

sudah dapat diproduksi secara masal, bahan material tersebut tentu dipilih sesuai
seperti yang telah dipergunakan pada dengan kesan, sifat, dan karakter ekspresi
proyek-proyek besar saat ini. tipologi bangunan yang diinginkan arsitek.

E
C)

E
.9
3
o
o
{
o
.a
E
tn

GuSggnheim Museum, Bilbao; Spanyal, Contoh hasit krealivitas rancangan arsitektur

152 griya kreasi


iil
.ir
fr

*i
!'
:fl
rl
B. SINTESIS FISIK tapak, masing-masing lokasi mempunyai
Sintesis fi sik merupakan kesimpulan spesifikasi dan potensi yang berbeda.
dari uraian dan jabaran analisis tapak dan Semua permasalahan yang berkaitan
teknologiyang telah dilakukan pada tahap- dengan analisis tapak akan diramu menjadi
tahap sebelumnya. Setiap satu kesimpulan pokok-pokok potensi tapak, yaitu sebagai
didapat dari gabungan pertimbangan- berikut.
pertimbangan tahap analisis.
Selain berarti kesimpulan, dalam a. Pintu Gerbang Utama dan
sintesis juga dapat terkandung pengertian Samping
lain, yaitu pengelompokan atau pemilihan Tahap ini merupakan penentuan dari
alternatif. Hasil dari sintesis fisik dan nonfisik alternatif-alternatif pintu masuk ke dalam
merupakan bagian dari perancangan tapak yang disebut pintu gerbang, baik
bangunan dan kawasan secara keseluruhan. pintu gerbang utama (main gate) dan pintu
Jadi, semua kesimpulan nonfisik yang gerbang samping {side gate). Pintu gerbang
dihasilkan bersama-sama kesimpulan utama merupakan tempat masuk dan
fisik disatukan menjadi faktor-faktor yang keluar pengunjung, pemakai, pengguna,
memengaruhi perancangan. dan pemilik bangunan. Ketepatan
3
memilih lokasi pintu gerbang akan

3
1. SINTESIS TAPAK sangat menentukan adanya kemudahan-

Tapak yang telah dikenal, dimengerti,


kemudahan sirkulasi dalam tapak.
U
I
o dan dipahamidari penguraian dan Sementara pintu gerbang samping
o
E
3 penjabaran pada tahap analisis tapak merupakan pintu masuk ke dalam dan ke
perlu diambil kesimpulan yang nantinya luar tapak yang dilakukan oleh karyawan,

akan diperlukan untuk membuat bagian sevis dan pemeliharaan, suplier

konsep perancangan. Kesimpulan tapak bahan makanan dan alat kantor, truk

tersebut dapat dilakukan dengan cara bahan bakar, dan pengangkut sampah.

membayangkan tapak dengan segala Untuk menjaga keutamaan moin gate,bila

permasalahannya yang dikaitkan dengan mungkin, letak dan lebar pintu gerbang
keberadaan bangunan nantinya. samping agak dijauhkan dari pintu gerbang

Perlu dicari sarana, prasarana, dan


utama. Namun, hal initergantung dimensi

fasilitas-fasilitas utama, penunjang, tapak, terutama lebar pagar depan serta


da n
lebar jalan didepan dan samping tapak.
apa saja yang harus dipersiapkan berkaitan
dengan tapak yang telah dianalisis. Dari Pertimbangan-pertimbangan yang
judulfungsinya pun telah dipahami diperlukan dalam menentukan pintu
gerbang tapak diperoleh dari analisis
tuntutan dan persyaratan yang diinginkan
sesuai dalam tipologi bangunannya. berikut.

Setiap fungsi akan berbeda syarat, sifat, 1. Dimensi, letakdan bentuktapak Luas

karakter, dan kesannya. Begitu pula dengan dan letak tapak akan menjadi pembeda

griya kreasi 153

i,
pertimbangan bila tapak terletak di b. Pendaerahan Tapak {Zoningl
pojok atau di tengah antara kaveling lni merupakan kesimpulan pembagian
dari blok kawasan. daerah pada tapakyang didasarkan
2. Topografi,terutama akan berpengaruh pada keadaan dengan sifat dan hirarki
bila kemiringan tapak lebih dari 15 kegiatannya. Pembagian daerah tersebut
derajat. Posisi pintu gerbang harus adalah daerah umum (publik), semiumum
memudahkan perjalanan pengunjung (semipublik), semipribadi (semiprivat),
dan kendaraan dalam pengaturan pribadi (privat), dan pelayanan (servis).
sistem sirkulasi dalam tapak, menuju Pembagian tapak berdasarkan sifatnya ini
pintu masuk bangunan (moin entrance), juga disebut pendaerahan tapak.
dengan cara jalan menyisir ketinggian Pendaerahan tapak didasarkan pada
permukaan tanah (contou r). hasil kepastian atas penentuan hal-hal
3. Pencapoion ke lokosi, terutama bila berikut.
bangunan mempunyai radius pelayanan 1. Pintu gerbang utomo. Daerah ini
tingkat kota, regional, dan internasional, merupakan titik temu antara daerah
sehingga akan diketahui dari arah mana Iuar tapak dengan tapak yang
saja pengunjung datang. dirancang, sehingga pintu gerbang
4. Sirkulasi di luar tapak. Dari letak lokasi dan sekitarnya merupakan daerah
di suatu kawasan akan diketahui adanya bersifat umum (publik).
jenis jalan dan pedestrian serta fasilitas- 2, Pintu gerbang samping. Oleh karena
fasilitas sirkulasi lainnya yang terletak pintu ini kebanyakan digunakan
di depan tapak. Apabila direncanakan sebagai pintu pelayanan maka daerah
di tempat moin gate terdapat halte bus, di sini merupakan daerah yang bersifat
tiang listrik, atau lainnya maka untuk semiumum (semipublik).
memindahkannya diperlukan izin dari 3. Potensi sekitar tapak-Jenis dan
instansi bersangkuta n. tipologi fungsi bangunan di sekitar
tapak akan berinteraksi dengan fungsi
yang sedang dirancang. Oleh karena
I Contoh pintu gsrbang Phoeilix 200's
ada beragam jenis sifat bangunan
rf tersebut maka sifat daerah tapak
al
ii

juga tergantung pada sifat bangunan


a
!
tersebut. Misalnya, di bangunan
l
ql
tersebut terdapat pasar maka daerah di
tapak akan mempunyai sifat umum.
4. Sirkulosi. Bila di sekitar tapak terdapat
jalan maka sifat daerah di tapak dar
tersebut akan bersifat umum, karena disi
jalan tersebut sebagai tempat lalu per
lalang kendaraan dan pejalan kaki. der

154 griya kreasi


{
-il
a-
nl
a
't3

CJ
.{:
:

I llustrasi penzoningan tapak

5. Topografi. Bila tapak terletak di daerah merupakan perkiraan lahan yang masih
berkontur seperti di pegunungan, fl eksibel besarannya. lni disebabkan di
meskipun di sebelahnya terdapat jalan lokasi tersebut akan diletakkan program
raya antarkota, belum tentu daerah bangunan dengan dimensi-dimensi LDB
di tapak tersebut bersifat umum. Hal dan LTB yang bervariatif.
ini disebabkan terdapat perbedaan
ketinggian, yaitu bila jalan tersebut G. TitikTangkap
terletak di bawah tapak, sehingga bisa Titik tangkap merupakan kesimpulan
saja daerah di tapak tersebut bersifat untuk menentukan daerah tapak yang
privat yang mempunyai vista ke arah mudah dilihat oleh pengguna bangunan
lembah. Namun, hal iniakan terjadi dan masyarakat luas pada saat mereka
sebaliknya bila jalan terletak lebih mendekatiatau akan masuk ke dalam
tinggi dari tapak. Kebisingan akan tapak. Arah pandangnya menunjukkan arah
terjadi setiap saat, karena suara dan tapak yang dianggapnya cukup menonjol
pandangan bebas masuk ke dalam dan menarik.
tapak. Untuk itu, perlu dibuatkan buffer Titik tangkap tersebut dikhususkan
untuk mengurangi atau meniadakan peruntukannya kepada pendatang yang
pengaruh tersebut. baru mengenal bangunan tersebut ataupun
untuk menunjukkan eksistensi fungsi-fu ngsi
Setelah dipahami pengaruh-pengaruh bangunan yang bersifat umum. Oleh karena
dari pertimbangan tersebut maka perlu itu, pada daerah tersebut akan cukup baik
disimpulkan pendaerahan di tapak sehingga untuk diletakkan bangunan utama atau
pengelompokan tapak akan sesuai simbol-simbol fungsi dari institusi yang
dengan sifatnya. Daerah yang ditentukan bersangkutan.

griya kre*ri 155


Kesimpulan ini merupakan
pertimbangan yang didasarkan pada
yang diperoleh dari analisis fisik tapak,
yaitu sebagai berikut.
1. Pencapaian don arah pandong.
Dari arah terbesar masyarakat
pemakaiyang datang ini merupakn
arah pandang ke dalam tapak dan
akan menunjukkan letak ciri-ciri
serta identitas bangunan, sehingga
memudahkan orang melihat ke ...4
arah titik lokasitersebut dan dapat '
menunjukkan letak ditempatkannya
bangunan atau tanda dari eksistensi
institusi yang bersangkutan. diberikan tanda pengenal bangunan
2. Dimensi topak. Besa r-keci I nya I uas yang kecil, tetapi mencolok, baik
tapak menentukan kesempatan bentuk maupun warna.
masyarakat untuk melihat dan 4. Potensi sekitar tapok. Secara psikologis
memperhatikan titik tang kapnya. setiap bangunan ingin dikenal
Semakin besar dimensi tapak akan masyarakat dengan memberikan tanda-
semakin mudah menentukan letak titik tanda tertentu sehingga menunjukkan
tangkap tapak. Semakin sempit tapak eksistensi potensinya. Kuat-tidaknya
akan semakin sulit meletakkan ciri-ciri ciri tersebut tergantung pada
tersebut, karena tergantung dari letak strategi perancangan arsitek dalam
dan luas lokasinya. Sebagaicontoh mengolah tampak depannya, apakah
ialah ruko dan rukan yang mempunyai disederhanakan atau ditonjolkan,
tapak berdempetan, berbeda dengan dimajukan atau diundurkan. Tujuannya
tapakyang luas. agar dapat bersaing dengan potensi di
3. Topogrofi. Pada tapak berkontur lebih sekitar tapak.
sulit dibandingkan tapak yang rata. Hal Proses untuk menentukan titik tangkap
ini disebabkan pandangan pengendara iniakan mudah didapatkan bila dibantu
lebih tertuju pada jalan, sehingga dengan maket studi tapak atau dengan
penglihatannya hanya sekilas ke dalam memakai komputer tiga dimensi, sehingga
tapak. Oleh karena itu, sebaiknya mudah untuk dibayangkan.

156 griya kreasi


r
fl
d. Orientasi r:
e}

Orientasi meruPakan kesimPulan *f


tr
untuk menentukan arah tapak nantinya
akan menghadap. Dengan melihat sifat {
t
i:
dan syarat fungsi yang didapatkan dari t
t:
tipologi bangunan maka dapat ditentukan
arah sikap dan arah tapak menghadap'
Orientasi ke dalam tapak ditentukan oleh
fungsi bangunan seperti museum, shoping
mal!, pusat perbela njaa n, perpusta kaa n,

atau gedung pertunjukan. Sementara


orientasi ke luar tapaktergantung pada
pertimbangan hasil-hasil yang didapatkan
I 0rientasi taPak

dari analisis-analisis berikut.


1. Potensi sekitar topak- Kualitas 3, Topografi,dari tapakyang mempunyai
permukaan berkontur, terutama pada
tingkatan fungsi bangunan di sekitar
daerah Yang berdekatan dengan
taPak daPat menunjukkan status
lembah, bukit, dan Pegunungan Yang
kedudukannYa terhadaP Posisi
dapat menjadi vista bagi fu ngsi-fungsi
dan sikaPnYa terhadaP bangunan
yang membutuhkan view, sePerti
yang sedang dirancang. Bangunan
pemerintahan, terutama kantor bupati' hotel, resort, restoran.

gubernur, kementerian, dan presiden' Sering kali terjadi Perbedaan

meruPakan fungsi utama sebagai kesimpulan antara sintesis orientasi tapak


pusat orientasi tapak dan lingkungan' dan orientasi bangunan, khususnya untuk

Begitu Pula fungsi bangunan lain bangunan yang berorientasi ke dalam,

yang memPunYai tingkat keutamaan begitu pula dengan orientasi bangunan


yang harus menyembunyikan kegiatannya
tertentu, sehingga daPat menjadi
orientasi fungsi-fungsi di dengan titik tangkaP taPak.
Pusat
bawahnYa, sePerti rektorat dengan
fakultas. e. Garis lmaginair (SkY Linel
lni merupakan kesimpulan dari tapak
2. Ruangkoto. Ruang terbuka tingkat
yang berkaitan dengan tin99i bangunan'
kota juga dapat menjadi daerah pusat
Deretan bangunan di sepanjang jalan
orientasi lingkungan, seperti Lapangan
Monas, Bunderan Hotel lndonesia telah diatur dan dirancang ketinggiannya

dengan Tugu Selamat Datang-nYa, oleh Pemda yang disetujui DPRD' Begitu
pula terjadi dengan kawasan di daerah
LaPangan Banteng dengan Tugu
Kemerdekaan-nya, plaza dan halaman belakangnya. Penentuan ini tidak saja

parkir, serta laPangan uPacara'


pada bangunan-bangunan yang terletak

griYa kreasi 157


di daerah pusat kota seperti pusat 2. Ruang kota, terutama melihat ruang
pemerintahan, perkantoran, perbelanjaan, kota vertikal, sehingga irama dan
dan perdagangan, tetapi juga pada daerah dinamika ketinggian bangunan terasa,
pemukiman perumahan. baik dari kejauhan maupun di lokasi
Maksud pihak Pemda mengatur yang bersangkutan. lni berdampak
tinggi-rendah bangunan adalah untuk positif pada masyarakat pengguna dan
mendapatkan irama dari tinggi bangunan menghilangkan perasaan monoton di
serta estetika lingkungan dan kawasan. dalamnya.
Dengan demikian, akan terjadi tinggi- 3. Sirkulasi. Pertimbanga n dari analisis
rendah dari deretan bangunan yang ini adalah pada jenis tingkat jalan
merupakan garis imagin air shilouette kota seperti jalan tol, jalan protokol, dan
yang bila dilihat dari kejauhan, kota tampak jalan arteri. Penyesuaian ketinggian
berbukit-bukit dan tidak terlalu padat. bangunan dengan kualitas jenis jalan
Demikian pula akan terjadi ruang kota akan mendapatkan keuntungan
vertikal yang akan membentuk bukit dan timbal-balik. Efek kejiwaan dari status
l
lembah dari bangunan dan mengakibatkan orang yang berkendaraan dijalan akan
:
terjadi aliran udara secara alami. berkaitan dengan kualitas peruntukan
I
Angin mengalir dari daerah dingin yang dari bangunan di sisi kiri-kanannya.
t
bertekanan udara tinggi menuju daerah Dengan demikian, dampak tersebut
(
panas di pusat kota yang bertekanan juga dapat menjadi pertimbangan
udara rendah dan akan membawa polusi dalam menentukan irama daritinggi
i
udara dan gas CO2 yang diakibatkan oleh bangunannya.
t
p
asap kendaraan bermotor dan debu kota.
n
Apabila berada didalam kawasan tersebut,
k
kita akan terkesan lega, terasa tidak seperti
rT
memasuki hutan beton dari bangunan-
fi
bangunan pencakar langit.
k(
Sintesis inididapat dari hasil ramuan
pembahasan analisis-analisis berikut.
l. Peraturan daerah, terutama tinggi
a,

bangunan. Dari Rencana Tata Ruang


Kota (RTRK), Pemda telah menetapkan
^1
KDB dan KLB dengan memperhatikan
r3
nilai tambah elonomi dari lokasi,
3
sehingga lokasi-lokasi tertentu menjadi ft
;
o {.:
zone eksklusif dengan pemanfatan c
.{:
r
optimal daya dukung tanahnya. (,
.-t:
E
-(
:]
:e

158 griya kreasi


hijau kelam'
antara pepohonan warna
4. Potensikoto'Tidak semua dengan bentuk
Antara gambar sketsa
lokasi dan kawasan memPunyai tidak jauh berbeda
bangunannya sekarang
ketinggian bangunan Yang sama' lni menunjukkan
id, dalam pelaksanaannya'
nitai ekonomi
Hal iniditentukan oleh tersebut
dengan bahwa Penjiwaan idenYa
bangunan dan disesuaikan melalui berbagai
Dengan terealisasikan, meskipun
kualitas lokasi kawasan'
lan
jenis potenst kendala teknis dan nonteknis'
di demikian, peruntukan Demikian Pula Bung
Karno sebagai
ketinggian
kota akan ikut menentukan darah
insinyur sipil yang mempunyai
bangunan' Teluk Pelabuhan
is seni, ketika memandang
ia melihat matahari
Ratu pada sore hari'
ditentukan
2, SINTESIS BANGUNAN t"rU"num. Di situlah akhirnya
as dan bentuk
dan dianalisis akan didirikan hoteldengan
,l
Sejak tugas diterima
ada gambaran Beach Hotel' lepas
an
arsitek, sebenarnya sudah dari bangunan Samudra
backof
tapak' Arsitek ke laut dengan sarana
bentuk dan perletakannya di memandang
entrance'nya' terletak
rtus
bekerja secara simultan
mengeluarkan the houseserta main
jalan besar' Unit kamarnya
akan segala idenya serta mempertimbangkan antara hotel dan
latar belakang bukit
rkan tin-gt(ungan tapak,
geografi' fungsi' hingga single loaded dengan
menghijau' serta
a.
bentuk bangunannya'
bahkan kegiatan dul Crnung Halimun yang
PantaiLaut Selatan'
rut dan pergerakan manusia
di dalamnya' hamparan pasir putih
hotel yang
n
Kemampuan ini tersusun
dan terbentuk lni kontras dengan ekspresi
tangan' dari dengan ga.ris
rggi
berkat latihan coretan berwarna keputih-putihan
bermacam- balkon horizontal' lni
menunjukkan ekspresi
pengalamannya melakukan
pariwisata yang
r.nu** tugas se.iak berada
di bangku resort hotel sebagai sarana
Sintesis bangunan tenang dan damai'
kuliah sampai bekerja'
bangunan
analisis nonfisik dan Ekspresi citra dan nuansa
merupakan akumulasi
sebagai bertikut'
fisik serta sebagai tahap
awal terbentuknya tergantung antara lain
kegiat.an '
1 , Sifot f ungsi dan orientosi
konseP Perancangan'
mempunyal
Ada bangunan Yang
semipublik'
a. Filosofi Bentuk kegiatan bersifat publik'
Hal ini
Pada waktu Yorn Utzon
menerima semiPrivat' atau Privat'
terbuka atau
sayembara SidneY OPera
House' ia memengaruhi kesan
Seperti halnr :
r.n.n"ri*u foto udara dari
semenanjung tertutupnya bangunan'
bersifat
yang menjorok ke sungai'
di antara malldan shoPing centre
memPunYa
hutan kota berwarna
hijau bangunan Publik' tetaPi
O"O-ononun berorientasi ke
kegelapan dan bentuk
lengkung dari ekspresi tertutup dan
bangu'a-
j"'i-lUutun Sid ney' Terbayan
g oleh nya dalam' lni berbeda dengan
purblik lainnya seperti transportas
i

kerang
muncul bangunan berbentuk
berwarna Putih kemilau Pelangidi

griYa kre.:' 1$

r, r1r ir irrrflflmilflllllliflllltfrflilli
(terminal, stasiun kereta api) yang lebih kesamaan bentuk bangunan, material,
berkesan terbuka dan mengundang dan warna. Pada kasus tertentu tampak
pengunjung. luar dirancang sebaliknya, yaitu
2. Topografi. Dari letak lokasi dan berlawanan dengan potensi existing.
kontur tapak, dapat diperkirakan Perbedaan dengan skala yang sesuai
as bangunan akan mengikutiarah dapat menimbulkan kesan kontras
kemiringan tapak atau melawan garis tidak monoton. Kedua cara tersebut
kontur. Hal inidiperuntukkan pada dapat menjadikan harmonisnya
fungsi bangunan di pegunungan atau ekspresi lingkungan serta terjalinnya
daerah perkotaan yang mempunyai kegiatan dengan baik dan terpadu.
tanah miring. Bila dariarah pencapaian
yang pengguna terbesar datang b. Alternatif Bentuk Dasar
mempunyai tanah berkontur mendaki Dari pengamatan analisis tapak, filosofi
atau menurun maka bentuk dan bangunan, dan sintesis kejiwaan, arsitek
ekspresi bangunannya mempunyai dapat menentukan alternatif bentuk dasar
kesan yang berbeda. Bangunan akan bangunan yang merupakan pencerminan
langsung tampak pada tanah mendaki daya kreatifnya. Bentuk dasar ini adalah
dan tidak langsung tampak pada tanah persegi, segi tiga, bulat, dan geometris. Dari
menurun. Pengolahan bangunan pada alternatif yang dipilih dan dikembangkan,
tapak datar lebih ditekankan pada terjadi ribuan bentuk sebagai hasil
masa utama atau tower sebagaititik penggabungan bentuk dasar dan
tangkapnya. merupakan daya imaginasi arsitek. Dengan
3. Titiktangkap. Bila kita melihat demikian, hasil ide dan kreativitas tersebut
bangunan dari luar tapak, dapat tida k terbai as (u nli m ited).
diperkirakan bagian fungsi bangunan Sebagai dasar pertimbangan dalam
mana yang dapat menjadi daya tarik mencari alternatif bentuk dasar bangunan
dan dapat menjadi titik tangkap dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
bangunan. Biasanya bagian towerlah l. Sintesis kejiwaon. Pengaruh ekspresi
yang dijadikan titik tangkap bangunan. bentuk dasar bangunan sudah mulai
Sementara dariarah dekat, bentuk dapat dirasakan pengguna sejak
dan letak bagian bangunan yang datang dari luar tapak. Pengalaman
ditonjolkan dan disesuaikan dengan tersebut dilanjutkan pada waktu
fungsi secara keseluruhan. melewati pintu gerbang dengan
4. Potensi sekitar tapak. Letak dan segala ekspresinya serta bentuk dan
bentuk bangunan di sekitar tapak warna pagar. Proses tersebut terjadi
serta nuansa lingkungan sangat saat pengguna bergerak menuju ke
memengaruhi bentuk dan tampak arah bangunan yang dimaksudkan
bangunan. lnteraksi ini dapat berupa yang disertai imajinasi di dalam benak

150 griya kreasi


yang berpenduduk jarang' Hal inijuga
pikirannya. Kemudian terkesan dari
penampilan citra dan nuansa bentuk memengaruhi bentuk dasar bangunan
yang akan diambilarsitek' Pihak
dimensitower bangunan. Pada waktu
Pemda melalui tim penilai arsitektur
pengguna berada di Pintu utama
kota sangat sensitif menilai bentuk
bangunan, mulailah terjadi sentuhan
bangunan yang dirancang arsitek untuk
antara cita dan rasa pengguna dengan
menjaga keindahan kota' lnteraksi
suasana bentuk dasar bangunan yang
bentuk bangunan akan mengakibatkan
terasa lebih sPesifik.
keserasian lingkungan bagi masyarakat
2. Fitosofi fungsi.Setiap kegiatan
penggunanYa. Berbeda dengan
memPunyai sifat dan karakter Yang
lingkungan di Pinggir atau di luar
spesifik. Setiap keadaan dan kondisi
kota dengan taPak luas dan jarak
tersebut mempunyai kesan tertentu'
bangunannya lebih lebar, arsitek lebih
|fi Pengaruh daricitra dan nuansa masing-
leluasa dan bebas dalam mengambil
masing fungsi mengakibatkan bentuk
bentuk dasar bangunan'
dasar berbeda. EksPresi bangunan
publik berbeda dengan bangunan
privat. PenamPilan shoPing mall c. Titik BeratTaPak
Pada umumnYa bangunan diletakkan
tfl berbeda dengan apartemen' Demikian
pada pusat tapak yang terletak di tengah-
pula bentuk karakternya, moin entrance
dan
tengah tapak, sehingga keseimbangan
dan hallshoping mallmemberi kesan
optimalisasi lahan tapak dapat tercapai'
menerima pengunjung secara terbuka'
Namun, untuk mendaPatkan sudut
rn lni mengakibatkan bentuk bagian
pandang dan titik tangkap yang baik'
rt bawah bangunan terasa ringan dengan
terkadang diperlukan sedikit penggeseran
material kaca lebar dan kolom dilapisi
ke
masa bangunan ke kiri, ke kanan, atau
material mewah. Berbeda dengan
penamPilan aPartemen Yang lebih belakang. Hal ini harus diperhitungkan
il
bahwa Perletakan masa bangunan
ut. bersifat privat dan terkesan tertutup'
tidakmelewati GSB dan Perda lain yang
i MeskiPun konter Penerima tamu
berkesan mewah, tetapi bersifat formil
ditentukan Pemda.
Proses Perancangan tersebut akan
dengan beberaPa furnitur di ruang
lebih baik lagi bila dilakukan melalui
tunggu. Dengan demikian, bentuk
maket studi dengan memperlihatkan
dasar bangunan dari fungsi tipologi
bentuk tapak dan potensi di sekitarnya'
bangunan sangat bervariasi sesuai
Hal disebabkan dengan menggunakan
filosofi fungsinYa.
maket studi, penggeseran masa bangunan
3, ToPografi dan Potensi bangunan di
dapat dengan mudah dirasakan langsung
sekitar tapak. Ba ng u na n yang terletak
pengaruhnya terhadap bangunan di sekitar
di tengah kota Yang Padat akan
tapak dalam skala kecil.
lk berbeda dengan bagunan di luar kota

griya kreasi 161


d. As Bangunan tapak memanjang ke belakang dengan satu
Lingkungan yang harmonis merupakan main gate.
perpaduan antara keseimbangan letak dan Pada lokasi tapak yang luas, perletakan
bentuk bangunan serta suasana yang terjadi bangunan disesuaikan dengan peruntukan
akibat kegiatan masyarakat penggunanya. Qone plan),sehingga bangunan utamalah
Bentuk bangunan terjadidiakibatkan oleh yang menjadi patokan ketinggian bangunan
bermacam-macam jenis gaya atau style terhadap bangunan penunjang lainnya.
gedung sesuai tipologi bangunan, danjuga
terjadi f. Gaya atau Style
karena as bangunan. Hal ini dapat
karena usaha arsitek ingin menciptakan Gaya atau sfyle arsitek telah terbentuk
titik tangkap bangunan maupun suasana sejak lama dalam merancang bangunan.
lingkungan yang lain sehingga merupakan Sejak mengenal perancangan bangunan
identitas kawasan. As bangunan dapat dalam perkuliahan, mereka mulai dengan
berbentuk tegak lurus, sejajar, mengikuti pencarian identitas untuk membentuk
garis kontur, atau membuat sudut istimewa gaya tersendiri. Terkadang mereka
terhadap jalan. Apabila diperhatikan dari melakukan eksperimen dalam bentuk,
luartapak, akan timbul kesan dari bentuk sehingga mendapatkan gaya atau style
bangunan serta lingkungan yang berbeda- baru yang futuristik. Pada hakekatnya gaya
beda. arsitek bersifat individualistis di dalam
menampilkan karyanya.
e. Tinggi Bangunan Hal itulah yang merupakan hasildari
Daridimensitipologibangunan,dapat mempersonifikasisecaramenyeluruh
diprediksidimensi bangunankomersial atau komprehensif serta merupakan hasil
dan bangunan nonkomersial lainnya. perpaduan antara sentesis nonfisik dan
Bangunan komersial menggunakan luas sintesis fisik dengan ide imajinatif arsitek.
lantai maksimum, sedangkan bangunan
nonkomersial menghitung luas lantai 3. SINTESIS TEKNOLOGI
berdasarkan kebutuhan. Hal ini pula yang Dari analisis_analisis teknologi yang
mengakibatkan tinggi bangunan berbeda. telah dilakukan, sudah dijabarkan tentang
Apabila pada suatu tapak terdapat kemungkinan sistem struktur dapat
bangunan majemukyang mempunyai dipergunakan pada bangunan yang
fungsi yang berbeda (mixe use) maka masa sedang dilakukan perancangannya. pada
bangunan akan mempunyai ketinggian tahap ini pula pola pemikirannya sudah
yang sama atau berbeda. Untuk bangunan dipengaruhi oleh jenis serta
dimensi ruang
yang mempunyai ketinggian dengan fungsi dan bangunan yang telah
didapatkan pada
berbeda maka akan terjadi istilah bangunan saat melakukan sintesis nonfisik, terutama
latar depan dan bangunan latar belakang. program ruang dan bangunan. perpaduan
Apalagi kalau bangunan terletak pada satu persyaratan antara dimensi ruang dan

162 griya kr*asi


sarana dan
sistem struktur ruang akan dilengkapi dengan
bangunan dengan alternatif dengan persyaratan
atu prasarana furnitur sesuai
sudah mengerucut Pada Penentuan kelipatan-
tertentu' fungsi. Dengan demikian'
penggunaan teknologi bangunan dan furnitur
:an kellpatan dari dimensi kegiatan
ruang'
,an akan menghasilkan ukuran
rh a. Sintesis Struktur dan Konstruksi
dari
Sebagai kelengkapan kesimpulan
lnan 1) BENTANGAN STRUKTUR
adalah bagaimana caranya
sintesis fisik struktur
Dimaksud dengan bentang
dan konstruksi
mengetahui sistem struktur adalah jarak kolom
pendukung struktur'
rancangan
yang dapat diterapkan pada Di setiap fungsi terdiri dari kegiatan-
fungsi' telah atau
uk bangunan ini. Dari analisis kegiatan yang mempunyai
spesifikasi
dimensi-
L
diketahui jenis ruang dengan p"rsyarutan sendiri-sendiri'
Ada kegiatan
ruang tersebut
n dimensinya.Tebal tipis dari yang hanya dilakukan oleh
sejumlah

an berasal dari pertimbangan-pertimbangan pelakunya, baik seorang diri'


beberapa
jenis kegiatannya' bahkan oleh
orang, sekelompok orang'
dari
Fungsi ruang dan kegiatan Faktor-faktor
ratusan dan ribuan orang'
pengguna bangunan ini telah diketahui satu persyaratan
tersebut merupakan salah
statis
terdiri dari kegiatan yang bersifat yang memengaruhi kebebasan
pelaku untuk
kegiatan yang
dan diam atau merupakan melakukan aktivitasnya
serta menentukan
,aya
dinamis dan bergerak' Masing-masing

qi
an >
g
ua
asil :
c
i+
n lfl

:ek.
lr
l$
It:
l,i

1g

tang

ada
ah
ruang
r pada
tama
rduan I Modulstruktur

Drdre PaPlstsklen griya kreasi 163


den f,crrrhrn
lebar minimal darijarak kolom penyangga Demikian Pula dengan konstruktor,
mereka akan menawarkan alternatif sistem
t*l
dan kemampuan maksimal dari bentangan
Ba
sistem struktur PenutuPnYa' struktur yang dapat memenuhi kriteria
Untuk ruang-ruang dengan bentang dan persyaratan bangunan. Sering kaliada Sa

konstruktor yang merasa kesulitan dalam


I
pendek masih bisa diatasi dengan
struktur sederhana. Namun, untuk ruang- menanggapi rancangan yang tidak biasa, dan
ruang dengan bentang lebar, diperlukan sering pula ada yang tertantang oleh ide dan
penggunaan struktur khusus dan tergantung kreativitas arsitek. Akibatnya, akan terjadi
pada jenis kegiatan. Sebagai contoh ruang perpaduan pendapat dari kedua belah pihak

di bandara, stadion olahraga, gedung tersebut, sehingga akan diperoleh inovasi


pameran, ballroom hotel, gedung konvensi, dalam mendapatkan sistem struktur dengan
gedung pertunjukan, pabrik industri bentuk bangunan Yang diinginkan.
pesawat terbang, hanggar Pesawat
terbang, dan docking kapal laut. Dari
a) Penentuan sistem struktur
jenis-jenis bangunan tersebut masih perlu Sistem struktur yang akan dipergunakan
dalam masa bangunan tergantunE pada
dipertimbangkan sisi estetika dan komposisi
aktivitas kegiatan di dalam ruangan,
bentuk gubahan masanya secara keseluruhan'
ketinggian ruan9, dan jumlah lantai 4

bangunan. Begitu pula dengan kreativitas


D SISTEM STRUKTUR
Dengan telah didaPatkannYa modul ide dan imajinasi arsitek tentang bentuk
pelingkup kulit bangunan, ini perlu
struktur, ini akan mempermudah arsitek
dalam menentukan dan memilih jenis struktur dipertimbangkan. Dari garis besar bentuk
yang dikehendaki. Pada tahap ini arsitek bangunan inilah yang menjadi acuan
penentuan sistem struktur' 5
dapat berkonsultasi dengan ahli konstruksi
untuk mendapatkan sistem struktur yang
tepat. Akan terjadi proses tawar-menawar
b) Kriteria
MendaPatkan bentuk masa bangunan
sistem struktur yang akan dipakai antara
merupakan perpaduan antara sistem struktur
konstruktor dengan arsitek yang berusaha
sebagai penyangga kekukuhan berdirinya
mempertahankan bentuk, dimensi, dan
bangunan dengan kulit luar facode penutup
estetika bangunan. lni disebabkan produk
bangunan sebagai ekspresi penampilan
perancangan bangunan meruPakan
bangunan. Kedua bagian tersebut seperti
perpaduan antara keindahan dan kekukuhan'
tulang rangka yang ditutupioleh otot daging
Dalam proses merancang, arsitek dapat
dan kulit pada manusia, sehingga tampak 5,
memprediksi sistem struktur bangunan
sosoktubuh yang utuh, indah, dan kuat'
yang dirancang. lni disebabkan dalam
Untuk mencapai maksud tersebut, sangat
perkuliahan, arsitek juga telah mendapatkan
diperlukan pertimbangan-pertimbangan
materi tentang sistem struktur yang dapat
yang kompleks.
dilaksanakan.

164 griya kreasi


Kritivia, dala,m-pi*iiman *$ukhlrJse,perti
r,'
I..,',:r": ila.$itihat datfungqi, bangunan'dari';'

kr*li*,lsktralogi,
1, **ngan.ar;iia*,mika'{ua*an ruaQsxntuk
materi
fl,:rtuan*Aah* .

':" &ltg uih*sulrdl Juiusan,Ariitel*uir f !J,fr,I1; Ii,,'lfg$at mgia.rnpung keg*atanlkqgmtan,


*vt omladalabifbagai,berlkut.,..,,',','::,. " " "''' ."lt&tgtnallvnt akin didapat be bera pa'.
a
,'..'.,'ffur6x! ,,antara lainrbentuk dan iar*
f. gstit,kini:berkai n.,&nganb'qqr1i]&'',,"',,
dan dan ny.a& diingirtkn arsite$,; .......,$;ld;rr,yaitu: bagaib-er-ikut'r':,
J;..lirt*nEpentla&-rDiperuntutkan'p-&da''':""
dan e tr .lenrifiha[bentlJ!. .-i. i.,,,i.,,i ,.,,,,,,.,,:

atiujeniS strukBsypng'dip,ri..l$:..:. ,..1l*egia yangberiifat,"prsonalatau


r.r.,f:,:,,.:

dengan perlirnbaa$an:kernudahan .''


li'{,'$iiu**i ai*ain*tutrkan, ruang gr&k- .'" :

hak
rertbanguna*; penggunaanperalatani:';.ir',:r i ,
-,,i;rbatas, miialnyauntuk,hunlan rumah :
i
'tt,,',t 1*iL rukalrukan, toko, warung, kan-
din, alat bantut sertawaktu,penyelesaia&,',.:'.
Jan
r. D,iiyipieur'.t<ema'- n'daya+ikut.'1 ...r1,..ri6.,p*ii1,6j.6 g,g.!iqgaiRya,,',,,
Diperunt$kkan pada
teffriUa p' b
masih
.}.'A""tang.relsx
eban-bieh anyang te rj adi;:'.
t'
:
;

*$iiiaa*iirpensgnna-ruang dalarn
&ruba han hent*trftXd teriad i :

rkan , r6i1ts1 6i65 Ueran;i:feta hanan btha*',,r",,:. **+-l ksarsep,e*i iukkqnggres,


'*it**r;'nefui*a* yan g tgria dlkonmli ,',.:,r,.:.:,koovensi, au, perlg{*uan skala besdE I

oleh kekakuan struktur.


-dl
;. :'.'* o*ofu lya parner,'m ; Frt:uniu ka n, da *''
L,,,,t. nxotq$d Pemiliha n Jehis bahan sebagainYa).
.., ite rial sti$ktur'ier*aii.eanga tubentuk',::,"'''
bangunan. Ketepatan pemilihan dan
,'.$ine ntua strGkt$ se r,ta .. '.:
nr m,aterial ::

-,:;,t<6nitiu*s;, yangdi$erlihatkanda$at,,.

menjadikan nilai tambah arsitektur'


5;. ::,f6o'"rd. Peiti mba nga n+pertimbang. an,,.;,
r.
-r.*mensi,b'esaran, ukil{an;danben,.",:''":'
rc
:' r:': ,*qJ
,i-tla*guntn,aila*' menentu ka n efi siensi':r"r
an konstruksi dalam pemilihan struktur .!a

uktur ... iiiha;grnan, ?ida sistem st ru kur terte r$El;.l: .,.

ta' perlu diPertimbangkan Pembuatan


rtup ,''l.:l,iebagitn,atau,kgselu{uhnn, dngan,.
t..., " tii*m pt*tuu,. $ninggi dapatdip-io ksi":'
:,seca se*anern'at waktu
ti ra trrasal
'
lging pembuatan dan biaYa.
rk

at
n :::3pekefia&n:l
:.. bingt a;n I Contoh struktur bentang lebar pada
gedung

olahraga

gilYa.xt*a*ir. ':,IE5
b. Utilitas Bangunan dan Kawasan pengondisian udara; pencahayaan; jaringan
Selain menjalankan aktivitas pipa air bersih untuk mandi, cuci, masak;
kehidupan pribadinya sendiri di dalam jaringan air hujan dan air kotor untuk
rumah setiap hari, pada saat lain manusia urinoir dan kloset. Begitu pula diperlukan
juga beraktivitas bersama-sama dengan jaringan listrik, komunikasi, hingga jaringan
pihak lain didalam masyarakat pada instalasi keamanan terhadap kebakaran
suatu kawasan hunian, pbrkantoran, serta peralatan untuk mengatasi pencurian
perdagangan, dan sebagainya. Aktivitas dan pembuangan sampah. Semua fasilitas
tersebut terjadi di dalam bangunan di tersebut harus berada di setiap gedung
sebuah kawasan. yang ada aktivitas manusia dan merupakan
Sebuah bangunan dan kawasan kesatuan unit bangunan yang tidak dapat
secara operasional akan berjalan dengan dipisah-pisahkan.
lancar apabila dilengkapi dengan fasilitas
penunjang berupa jaringan utilitas. 1) JARINGAN AIR BERSIH DAN AIR
KOTOR (PLUMBING)
Fasilitas ini merupakan kelengkapan
kehidupan sehari-hari yang juga merupakan Sebagai kelengkapan sarana yang

kebutuhan sebagai persyaratan kehidupan penting pada utilitas bangunan dan


kawasan adalah tersedianya jaringan air
zaman sekarang.
Kenyamanan dan keamanan dalam bersih. Sumber air dari air tanah yang

melakukan aktivitas ini diperoleh dari didapat dari pengeboran tanah hingga
suasana yang menyenangkan. lni
kedalaman tertentu, dipompa ke atas,

diakibatkan oleh keadaan lingkungan yang ditampung, dan kemudian didistribusikan


diperoleh dengan rekayasa penyegaran ke pemakai. Sumber air lain juga dapat

udara yang sejuk. Akibatnya, energi


manusia yang harus dikeluarkan tidak
berlebihan karena kegerahan, sehingga I llustrasi jaringan air

dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan


kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Rasa

nyaman tersebut dapat dirasakan oleh (tanpa air


pancainderanya di sembarang tempat dia
berada.
Secara biologis, manusia juga
melakukan aktivitas untuk makan dan
minum sebagai kebutuhan pokok bagi
kelangsungan hidupnya. Begitu pula
dalam melakukan hajat besar dan kecilnya,
kesemuanya membutuhkan fasilitas yang
memadai. Untuk itu, diperlukan fasilitas

166 griya kreasi


an berasal dari air PAM yang diambildariair untuk menghidupkan fasilitas elektronik
sungai, ditampung, disaring, disterilkan, dalam setiaP bangunan. Mulaidari
dan kemudian didistribusikan ke pemakai instalasi air, pengudaraan, pencahayaan,

dan pelanggan. Untuk bangunan tingkat hingga peralatan rumah tangga tidak
tinggi, volume air yang dipakai tergantung dapat terlepas dari jaringan tenaga
pada tipologi bangunannya. Ada fungsi- listrik. Menentukan letak sakelar dan
fungsi bangunan yang pada waktu tertentu stop kontak harus berkosultasi dengan
membutuhkan air cukup besar. Sebagai pihak mekanikal elektrikal (ME) maupun

contoh untuk hunian rumah susun, pihak-pihak terkait. Untuk itu, akan dapat

apartemen, dan hotel biasanya pada waktu ditentukan besar kapasitas generator set
pagidan sore hari penghuninya mandi (genset), gardu PLN, traffo, panel-panel,

dalam waktu relatif bersamaan sehingga dan letak jaringannYa.


persediaan air di tangki air atau menara air
harus tersedia cukuP banYak.
3) PENGUDARAAN
Dari sintesis nonfisik telah didapatkan
program ruang suatu fungsi dan telah
2) JARINGANTENAGA LISTRIK
ditentukan jenis-jenis ruang dengan
Pada masa Yang akan datang,
persyaratannya. U ntuk mendapatkan
kemajuan teknologi sangat memengaruhi
kenyamanan dalam melakukan kegiatan,
segala sesuatu yang berhubungan dengan
ruangan pada bangunan yang terletak
kehidupan manusia. Semua produk industri
di daerah tropis biasa menggunakan
dan sarana bangunan pasti membutuhkan
pendingin ruang untuk penyegaran udara'
tenaga listrik. Akibatnya, listrik merupakan
terutama untuk ruang tempat manusia
salah satu utilitas utama sebagai power

E
! (:
ci
I o
.E
, B
no
a-
b1)
I
.n
S
{&
.-e:

:
E

I lliustrasi jaringan listrik


bangunan

griya kreasi 167


Expansion valve

QJ

ir
.r)
f (

(
I
I ilustrasijaringanAC n

p
Condensor
d
gi

tinggal dan bekerja. Ada pula pendinginan maupun interior bangunan. Untuk bangunan
udara dipakai untuk benda dan barang tertentu, diperlukan dramatisasi ekspresi s)

yang peka terhadap suhu udara, seperti da ri kulit bang un an, khu su snya untuk

lukisan dan benda koleksi museum serta pencahayaan di malam hari. Dengan int
penyimpanan daging dan sayuran di hotel. demikian, akan terlihat kemegahan dan dip

Namun, ada pula ruangan Yang hanYa monumentalitas dari bangunan yang ter:

memerluka n exhouse fan saia, misalnya dikehendaki arsitek. Misalnya cangkang me

toilet, gudang barang, serta ruang mesin kubah Mesjid lstiglal, Sidney Opera's House, alat

genset dan mesin untuk Pabrik. menjulangnya tugu Monumen Nasional, dan
Beberapa alternatif sistem peng udaraan Gedung Petronas, semburat pantulan sinarnya pesi

dapat dipilih sesuai tipologi bangunan, dapat memengaruhi emosional orang yang kan

menatapnYa. perl
dimensiruangan dan kegiatan yang terjadi
didalamnya, serta luas bidang tampak Demikian pula dengan suasana Yang 5a ra

terjadididalam ruang. Ada ruang yang yan(


bangunan yang menangkap sinar matahari'
Bekerja sama dengan ahli mekanikaldan memerlukan gebyar sinar yang terang deng

elektrikal (ME) dapat ditentukan sistem benderang dengan lampu kristalnya, ada pula dind
(epa
yang tepat dan dapat dihitung kapasitas fokus penyinarannya pada bidang dan daerah

mesin-mesin AC-nYa. tertentu saja dengan lampu spot light-nya' UAs I


-rlem
Dengan demikian, benda koleksi museum
dapat menghanyutkan lamunan pengunjung 3enyr
q PENCAHAYAAN
:erlu
ke asal muasalnya,lukisan di pameran
Pemakaian jenis lamPu ditentukan
menunju kkan gejolak hati pelukisnya' :an ir
arsitek baik untuk pencahayaan eksterior

168 griYa kreast


Ruang memanjanq pun demikian, kesan Pada bangunan tersebut juga

melebar diberikan dengan meletakkan diperlukan alat komunikasi umum lain


lampu neon TL ke arah melintang dari ruang' yang berkaitan dengan tata suara. Pada
Ataupun temaramnya ruang kafe dengan saat darurat (emergency), alat ini diperlukan

lampu redup kemerah-merahan. Semua untuk menyamPaikan berita kePada


perencanaan peletakan jenis dan kapasitas seluruh pengguna bangunan, misalnya
lampu merupakan hasil imajinasi arsitek saat terjadi kebakaran, gempa, dan kondisi-

yang melambung. kondisi lain. Alat iniakan membimbing


Pencahayaan tersebut tidak bisa dan mengarahkan orang didalam gedung
dilepaskan dari jaringan listrik, baik menuju ke arah yang menjadi pintu keluar'
dalam menentukan letak sakelar dan stop Sistem tata suara jenis lain juga

kontaknya. Dengan kosultasi ke pihak dipergunakan, terutama untuk kegiatan-


mekanikal elektrikal (ME) maupun pihak- kegiatan Yang menamPung ratusan
pihak terkait, akan dapat ditentukan letak bahkan ribuan pengunjung, seperti pada
dan besar kapasitas generator set (genset), ruang pertemuan, ruang konvensi, serta
gardu PLN, traffo, dan panel-panelnya. secara khusus pada gedung pertunjukan'
Di ruang-ruang semacam itu harus diteliti
unan
dan diperhitungkan jernihnya suara, kata
i 5) KOMUNIKASI DAN TATA SUARA
demi kata yang harus tersampaikan serta
Sistem komunikasi dilakukan untuk
dapat dinikmati oleh para pengunjung
internal maupun eksternal kantor. Perlu
dan penonton. Untuk itu, diperlukan
diperhitungkan besar dan luas gedung
teknologi tata suara yang mutakhir dengan
tersebut. Pada bangunan-bangunan yang
memperhitungkan pantulan suara dari
memiliki luas dan dimensi besar, diperlukan
bentuk serta material dinding ruang'
rse, alat PABX untuk menyederhanakan jaringan'
dan Komu nikasi Yang menggunakan
6) SIRKULASIVERTIKAL
rarnya pesawat telepon antarpengguna di dalam
Pada gedung tertentu, diPerlukan
tng kantor dan pihak luar pada bangunan :
sarana yang dipakai untuk mencapai lantar
perkantoran biasanya telah ditentukan
atasnya dengan mudah dan nyaman' Untu'
sarana titik penghubung komunikasi
I
itu,terdapat beberapa pilihan sistem sirku ='
yang terletak di lantai. Letak sarana ini
vertikal untuk dipakai pengunjung'
dengan mempertimbangkan fl eksibilitas
Pada bangunan umum dan hunian'
l pula dinding denah ruang yang disewakan
terdapat fasilitas tangga, baik untuk tan9l:
aerah kepada masyarakat pemakai. Penyesuaian
biasa sebagai sarana naik-turun lantai
a. luas ruang tersebut dilakukan dengan
maupun tangga darurat' Jenis tangga
n memperhatikan kemampuan fi nansial
darurat dipakai terutama pada saat terta:
jung penyewa yang berbeda. Selain itu, juga
kondisi emergency seperti gempa dan
perlu diperhitungkan alternatif letak furnitur
kebakaran. Standar lebar tangga dises -l '{rrl
dan interiornYa.

griya kre. t,lffil


H

dengan peruntukannya. Ada tangga yang fr


I
j:
dipakai untuk naik sendirian atau berdua.
tr
3
Untuk tangga ini harus diperhitungkan o

waktu pengguna berpapasan.


qJ
Selain itu, ada pula jenis tangga $
c
yang dapat memberikan kesan
emosional monumental, terutama yang
menghubungkan lantai dasar dengan
lantai di atasnya. Jenis tangga ini sering
disebut dengan tangga mulia. Tangga
ini dibuat dengan standar lebih besar
daritangga biasa. Materialnya pun lebih
terkesan mewah. Biasanya jenis tangga ini
dipergunakan di hotel, kantor pemerintah,
gedung pertunjukan, dan bangunan religi.
Pada waktu naik, didalam hatiada perasaan
meninggi yang seakan-akan menghadapi
sesuatu hal yang istimewa.
I llustrasi escalator

Untuk bangunan umum sepertidi


shoping mall, adajenis sarana sirkulasi lantai Hoisting machine
Control ler Brake
per lantai yang disebut tangga berjalan Motors
(escalator). Sarana ini dimaksudkan untuk -
Governor

Governor *
memudahkan pengunjung untuk mencapai r0pe

tempat tujuannya. Dengan tangga ini ada Hoist ropes


Door operator
keinginan pemilik bangunan, yaitu untuk
menghidupkan daerah tertentu agar dapat Safety edge
Signal fixture
dikunjungi pengunjung. Perlu diperhatikan Photo
electric eye
adalah ketinggian dari lantai ke lantai yang
harus sesuai dengan standar ukuran produk
dari pabrik pembuatnya. Dengan demikian,
tidak perlu lagi dilakukan peninggian lantai ry
*U
untuk penyesuaian ukuran awal pijakan dan E
,u Traveling cable
akhir langkah escalotor tersebut.
(U
j:
Selain itu, ada sarana elevator (/iff) E

yang dipergunakan untuk sirkulasi vertikal


tegak lurus dengan menggunakan mesin Safety switches
/ift untuk orang dan barang pada gedung Bul lers
bertingkat tinggi. Penentuan jenis, jumlah,
I llustrasi/// Safety device

170 griya kreasi


kecepatan, dan dimensi /ift tergantung jenis penanganan yang diperlukan.
ketinggian, jumlah lantai, dan tipologi Permasalahannya ialah bagaimana cara
lctr0r gedung tersebut. Sebagai contoh, lift orang pengangkutan sampah ke luar bangunan
n0t0r
dan barang untuk rumah sakit berbeda dan kawasan? Perlu diperhatikan letaknya
fi dengan untuk perkantoran, hotel, dan di lantai basement dari bangunan tinggi,
*t
apartemen. Demikian pula ada /ift tertutup terutama bagi tempat PengumPulan
didalam coreyang berbeda dengan /lff sementara sampah. Harus pula dibedakan
oket kaca terbuka di kulit bangunan (gondola). antara jenis sampah organik dan anorganik
blv
Dengan liftkaca, orang dan pengunjung agar dampak bau dapat diatasi. Untuk itu,
yang menaikinya dapat sambil menikmati hal ini harus dilakukan dengan menentukan
pemandangan di luar gedung. Jenis /lff ini persyaratan letak peng umpu lan sementara
sering dipakai untuk gedung perkantoran dan jenis kendaraan pengangkutnya' Begitu
swasta dan hotel dengan fasilitas top pula harus ditentukan sirkulasi untuk jalan
restaurant di atasnya. kendaraan sevice serta jarak dan letak
sidegate-nya. Hal ini bisa saja dilakukan
7) SAMPAH penanganan sampah di suatu bangunan
Produk dan jenis samPah di setiaP dan kawasan. Akan ada perbedaan cara
bangunan harus dirancang dan diprediksi mengangkut jenis sampah, terlebih apabila
dengan baik serta disesuaikan dengan mereka memiliki tempat pembuangan,
tipologi bangunan dan kawasan. Dari hasil pengolahan, dan pembakaran tersendiri.
analisis utilitas, sudah dapat diketahui

ag
tG
s
.9
t
$
"o
E

I llustrasi jaringan sampah

griya kreasi 171


c. Bahan Bangunan 3. Batu poros. Berasal dari kapur maupun
Material yang dipergunakan dalam padas. Warnanya cenderung abu-abu
pelaksanaan pekerjaan bangunan dan dipakai untuk elemen ukir-ukiran
tergantung pada jenis, bentuk, dan dimensi dinding bangunan bergaya Bali.
struktur serta detail pemakaiannya. Ada 4, Botu mormer. Berasal dari dalam dan
materialya.ng berasal dari alam dan ada luar negeri, yaitu Lampung, Citatah-
pula yang dibuat dan direkayasa oleh Bandung,Tulung Agung, dan ltalia.
manusia. Jenis bahan material untuk Warna bervariasi dari putih, kekuning-
struktur berbeda dengan bahan untuk kuningan, abu-abu, hitam, merah, dan
finishing. Sifat dan karakter material- berurat serta berkesan mewah dan
material tersebut perlu dipahami agar agung. Penggunaannya untuk lantai.
penggunaannya tepat dan benar sesuai dinding, kolom, hiasan, dan patung.
dengan yang dibayangkan arsitek. 5, Botu koral don kerikil. Bentuk bulat
lonjong. Warna umumnya abu-abu
1) BAHAN ALAM kehitaman. Dipakai untuk campuran
Bahan material bangunan yang didapat beton bertulang, lantai carporf, dinding
dari alam sangat sederhana, lugu, dan dekoratif, dan penghias taman.
polos apa adanya. Penggunaannya harus 6. Pasir. Bergradasi lem but dan kasar.
disesuaikan dengan sifat dan karakter ruang Warna abu-abu kehitaman. Asalnya
serta jenis pemakaiannya. Ada material dari sungai. Dipakai sebagai campuran
yang kuat dipakai di luar dan di dalam beton, pasir urug, dan adukan plesteran.
bangunan, adajuga yang hanya dapat Pasir pantai berwarna keputih-putihan.
dibakai di dalam bangunan saja. Beberapa Sayangnya pasir pantai kurang
contoh bahan alami sebagai berikut. bagus untuk campuran beton karena
l. Batu korong. Material ini ringan, mengandung garam, tetapi dapat
berpori, dan berwarna putih. dipakai sebagai penghias taman
Digunakan untuk pagar halaman dan (ter:utama taman bergaya Jepang) dan
dinding tembok. Batu ini dipotong untuk pasir urug.
sehingga permukaannya rata. 7, Kayu. Ada beragam jenis kayu keras,
Warnanya cenderung putih. Pemakaian berserat, hingga bersifat lunak, lentur,
di luar bangunan akan berlumut. dan kuat menahan tarikan dan tekanan.
2. Batu kali. Bahan ini berat, padat, dan Warna bermacam-macam. Bermutu
permukaan asli kasar. Penggunaannya spesifik dan ada yang berharga jual
dalam bentuk asli atau dibelah, dipoles, tinggi. Kayu dapat dipakaisebagai
dan dihaluskan untuk pondasi, lantai struktur bangunan, baik untuk penutup
teras, dinding pagar, dan hiasan lantai, kolom, struktur atap, penutup
taman. Perawatannya tidak diperlukan. dinding dan plafond, bahan hiasan
Warnanya cenderung hitam. interior, mebel, dan furnitur.

172 griya krr*si


8. Bambu, Berupa batang pohon tunggal D BAHAN INDUSTRI
memanjang, berlubang di antara Sebagai usaha mendapatkan bahan
ruas buku-bukunya. Bambu berserat material bangunan berjumlah besar,
dan cukup kuat menahan daya tarik manusia pun mengolah bahan-bahan dari
yang hampir setara dengan besi. alam. Hasilnya ialah diperoleh bermacam-
Pada percobaan kekuatan bangunan, macam material bangunan dalam waktu
bambu pernah dipakai untuk tulangan relatif cepat. Dengan ukuran dan modul
balok beton bentang pendek. Namun, tertentu, didapatlah ukuran dan kualitas
bambu lebih banyak dipakai sebagai standar. Selain untuk mendapatkan
perancah atau steger bangunan material, usaha inijuga bertujuan untuk
bertingkat rendah, bahan tiang balok penghematan bahan alami sehingga tidak
bangunan sederhana, dinding atau terlalu merusak ekologi lingkungan.
bilik, interior, dan mebel. Berikut contoh beberapa bahan
material industri yang sering digunakan
Material bangunan darialam perlu pada bangunan.
dijaga kelestariannya, terutama kayu. Perlu 1. Batuboto. Batu bata merupakan
usaha menghutankan kembali (reboisasi) tanah lempung atau tanah liat yang
untuk jenis-jenis kayu yang mulai langka diolah, dicetak dalam bentuk dan
dari berbagai kualitas, misalnya jati, merbau, u kuran tertentu, diangin-anginkan,

ulin, meranti, rotan, dan lain-lain. lalu dibakar sehingga mengeras


'1. seperti batu. Bila dicetak dan dibakar
Contoh penggunaan bahan matedal
m
dalam suhu lebih tinggi, akan didapat
3
* material berkualitas lebih baik. Warna
r
merah terracoto. Penggunaannya
fr
& untuk dinding tembok (baik telanjang
:]
maupun diplester) atau dinding
kerawang (rooster) yang berlubang-
lubang tembus pandang sebagai
tempat mengalirkan udara. Saat ini
telah diketemukan material sejenis
dengan struktur dan lebar tertentu
yang dapat dipakai sebagai bahan
pengganti lantai plat beton yang lebih
ringan.
2. Beton con block. Sebenarnya nama
ini merupakan merek pabrikyang
membuat bahan dinding bangunan.
Con block terbuat dari campuran semen

griya kr*asi 173


dan pasir yang dicetak dengan tekanan, 5. Lantoi keramik. Bahan lantai ini dibuat
berukuran standar 20 cm x 40 cm. Di dari tanah liat yang dilapisi dengan
tengah-tengahnya berlubang sehingga bahan penutup dan dibakar dengan
menghemat bahan dan relatif ringan. suhu tinggi, sehingga menjadi keras.
Dinding yang memakai bahan inicukup Di pasaran, ukuran bahan lantai ini
keras seperti beton sehingga agak sulit bervariasi, yaitu '10 cm x 10 cm, 20
dipotong. Untuk itu, dibuat beragam cm x 20 cm,30 cm x 30 cm,40 cm x
jenis untuk beragam perletakan, baik 40 cm, dan 40 cm x 60 cm. Ada juga
di tengah, di ujung, dan di sudut. ukuran lain dengan pesanan khusus.
Tujuannya agar hasil akhir dinding Bahan penutup lantai ini dapat diberi
terlihat rapi. Ada pula bahan sejenis warna, ukuran, dan motif yang sangat
untuk dinding yang terbuat dari batuan bervariasi. Selain dipergunakan untuk
tras dari alam. Namun, kekerasannya lantai, bahan inijuga dapat dipakai
tidak sekuat con block. Produk con block untuk pelapis dinding yang kedap air,
lain adalah poving b/ock untuk jalan seperti untuk toilet, kamar mandi, dan
setapak dan grass b/ock untuk penutup dapur.
parkiran. 6. Multipleks. Bahan buatan pabrik ini
3. Bata silicon Bahan berjenis batu bata terbuat dari kayu berlapis dengan
ringan berwarna keputih-putihan ukuran standar "l 22 cm x 244 cm dan
yang terbuat dari campuran silicon. ketebalan bervariasi, yaitu 0,3 cm;
Ukurannya lebih besar dari batu bata, 0,4 cm;0,6 cm; 1,2 cm; dan 1,5 cm.
yaitu 20 cm x 60 cm. Dengan bata Penggunaannya untuk plafon, partisi,
ini akan lebih cepat dalam pekerjaan pelapis daun pintu, hingga furnitur
dinding tembok. Oleh karena ringan, tergantung ketebalannya. Untuk
penggunaannya dapat menghemat memberi kesan mahal, ada yang diberi
kedalaman dan jenis pondasi pelapis bahan kayu jati (teakwood)
bangunan. walaupun uratnya tidak seragam,
4. Ubin. Ada ubin yang terbuat dari karena memang bahan darialam tidak
campuran pasir dan semen PC, baik ada yang persis sama. Untuk itu, harus
ubin abu-abu maupun berlapisan dipilih yang seragam darisatu batang
semen kuning, bermotif polos maupun kayu, ltulah sebabnya sehingga banyak
kota k-kota k (wafel), atau berorna men produsen membuat bahan lapisan
kembang-kembang. Ada juga ubin sintetis dengan corak yang sama.
yang dilapisi pecahan marmer (teraso) 7. Gypsum. Salah satu produknya adalah
maupun kulit kerang. Sayangnya lembaran pan-el dari bahan gips yang
sekarang, semua jenis ubin kurang dilapisi kertas tebal dengan ukuran
diminati masyarakat dan kalah bersaing 1 22 cm x 244 cm. Sifatnya menyera p
dengan jenis lantai keramik. suara, pemasangannya mudah, dan

174 griya kreasi


penggunaannya untuk dinding partisi
serta plafon. Untuk plafon, bahan ini
sudah komplit dengan lis yang mudah
dibentuk dengan ukiran.
8. Alot elektroni k. Ada bermaca m-maca m
produk alat elektronik yang berkaitan
dengan bangunan akibat dari perkem-
bangan teknologi, terutama untuk
lampu yang terdiri dari stop kontak dan
steker.
9. Caf. Bahan ini cair yang diperuntukan
sebagai pelapis dinding tembok, kusen
tri
U
dan jendela, plafon, dan furnitur. Ada
s
beragam produk dari prabrik cat, baik r5

yang peruntukannya di luar maupun di {


r
dalam bangunan serta untuk furnitur, f

10. Besi. Besi adalah salah satu bahan


cukup vital yang dipakai untuk struktur
d. Pelaksanaan
bangunan karena kuat menahan
Pela ksanaan pekerjaan proyek
gaya tekan dan tarik. Dari bermacam-
bangunan harus disesuaikan dengan
macam produk besi, hampir semuanya
rancangan keinginan arsitek. Spesifi kasinya
berkaitan dengan kekuatan dan
telah ditetapkan bersama oleh para
kekukuhan bangunan, dari ukuran
ahli, baik di bidang struktur, mekanikal
standar sampai bentang lebar. Sistem
elektrikal, fi nishi ng, interior, bahka n hingga
struktur sangat bervariasi, mulai dari
landscaping atau pengolahan tanaman.
rangka ruang (space frame),baja,
Semua keinginan dan ketentuan ini
sampaikabel.
melengkapi gambar pelaksanan atau bestek
1t. Aluminium. Banyak prod uk aluminium
dan harus dilaksanakan oleh kontraktor.
yang dipergunakan untuk alat-alat
Semua pekerjaan perencanaan serta
kunci, kusen pintu dan jendela,
perancangan bangunan dan kawasan harus
lembaran penutup dinding luar
dirancang sesuai peraturan-peraturan yang
(alu mini um claddi ng), kawat nya m uk,
berlaku di lndonesia atau di suatu negara.
hingga lembaran penutup atap.
Beberapa peraturannya antara lain
Aluminium dapat dipakai dengan warna . Peraturan Beton lndonesia (PBl),
aslinya atau diberi bermacam-macam . Peraturan Pemeliharaan Bangunan
warna dengan cara diepoksi sehingga
lndonesia (PPBI),
dapat menyemarakkan penampilan . Peraturan Kayu lndonesia (PKl),
bangunan. . dan sebagainya.

griya kreasi 175


1) PELAKSANAAN KONSTRUKSI STANDAR langit (sky s cropper). Bangunan-bangunan
Pelaksanaan pembangunan ini tersebut menggunakan konstruksi beton
dilakukan dengan sistem struktur dan baja dengan struktur konstruksi
sederhana. Proses pelaksanaan bangunan kh usus, d i a nta ranya stru ktu r p restress, shel l,

tidak memerlukan dan membutuhkan cangkang, spoce frame, kabel, dan lain-lain.
teknologi khusus. Termasuk di dalam Gambar detailnya harus dibuat satu per satu
golongan bangunan iniadalah rumah yang dilengkapi dengan dimensi dan cara
tinggal 1 -2 lantai atau bangunan-bangunan pemasangannya. ltulah sebabnya untuk
umum dengan konstruksi sederhana dan pelaksanaannya terkadang diperlukan
juga bangunan tinggi dengan bentuk masa subkontraktor khusus yang ahli dalam
bangunan dan sistem struktur sederhana. pembidangannya.
Pemilihan material struktur dan
2) PELAKSANAAN KONSTRUKSI KHUSUS pelaksanaan fi nishi ng-nya pun memerlukan
Pelaksanaan pembangunan ketelitian dan pengawasan tingkat tinggi.
untuk konstruksi ini dilakukan dengan Pelaksanaan pekerjaan semacam ini
menggunakan sistem struktur dan membutuhkan SDM (tenaga kerja) yang
teknologi khusus, terlebih untuk bangunan cukup andal, karena harus bekerja dengan
dengan konstruksi bentang lebar maupun kemampuan, pengalaman, dan risiko-risiko
bangunan tinggi atau bangunan pencakar cukup tinggi.

contotl ba*gunaf {umalt tilrg'gal


,I . r C.on'bh bangtlnan d{lgan, kotstruKi khusu$

C
o
x
cl
13

o
t
0
E

176 griya kreasi


KSe$
{Bm

onsep perancangan merupakan titik arsitek dihasilkan dari kompilasi data yang
tolak perancangan, yaitu uraian- dilakukannya, dimulai dari studi pengamatan,
uraian dari ide dan kreativitas yang studi literatur, studi lapangan, dan studi
ditentukan oleh arsitek. lni merupakan banding yang terekam dalam pikiran dan
ramuan dari hasil sintesis nonfisik dan ingatannya. Secara otomatis rekaman-
fisik yang dipadukan dengan kemampuan rekaman tersebut dapat dimunculkan
mengalirnya memori dari kreativitas arsitek kembali dalam goresan-goresan garis
dalam mengembangkan imaginasinya. sketsanya yang merupakan perwujudan dari
Memori arsitek didapat semasa dia garis besar fisik bangunan dengan uraian
mulai mengenal, memperhatikan, mengkaji, konsep perancangan nya.
merenung, dan pada akhirnya memahami Proses tersebut berjalan secara simultan,
perihal fungsi dan bentuk bangunan, saling isi-mengisi, dahulu-mendahului, serta
termasuk pada masa mengikuti perkuliahan melingkar-lingkar dan bergerak seperti
dijurusan arsitektur sejak semester awal spiral atau malahan linier sesuai pentahapan
hingga lulus dan diwisuda. Di situlah secara perancangan, meskipun sebenarnya pada
sistimatik da n terstru ktu r, mahasiswa tahap awal arsitek telah menetapkan
mendalami ilmu kearsitekturan secara topik dan tema perancangannya. Dengan
komprehensif dan mendalam. demikian, styleatau gaya bangunan sudah
Seperti telah dijelaskan dalam bab-bab fokus mengerucut pada satu tujuan.
sebelumnya bahwa memori yang dimiliki Namun, tidak ada urutan yang baku dalam

178 griya kr*asi


ditambah dengan kepiawaian arsitek dalam
mendapatkan ide ini. Semuanya tergantung
merespons pola perilaku masyarakat,
dari kebiasaan dan kemampuan arsitek
budaya, kemajuan rekaYasa ilmu
dalam menorehkan sketsa freehand-nya
pengetahuan, serta lingkungan alam di
pada waktu mengembangkan ide dan
sekitar taPak dan lokasi.
imaginasinya. Dalam hal ini termasuk
pemahaman dan kemamPuan gaya atau
style arsitek dalam memprediksikan dan A. TOPIK DAN TEMA
mengasumsikan keadaan Yang akan Seperti telah diuraikan Pada
datang. Keahlian ini akan menghasilkan pembahasan tahap awal buku ini bahwa
nilai tambah arsitektur dan terkadang telah topik dan tema merupakan pendekatan
menjadi identitas dan jati diri arsitek. perancangan Yang ditetaPkan oleh
lde dan kreativitas arsitek tidak terbatas arsitek, sehingga ruang lingkup proses
(u nl i mited).Ja li n-menjal i n terpad u sehi ng ga perancangan dapat lebih fokus sesuai
terbentuk ide-ide baru sesuai pengalaman dengan maksud dan tujuannYa.
pada waktu melakukan perancangan- Bila dibandingkan dengan Pada
perancangan bangunan sebelumnya. waktu membahas tahap awal maka pada
Keberhasilan dari rancangannya sangat tahap konsep perancangan ini, topik dan
diwarnai oleh pola pikir dan kearifan tema perancangan sudah diuraikan dalam
I kreativitas perilaku arsitek, apalagi bentuk yang lebih konkrit. Artinya sudah
tan,
(onsep Pencahayaan

Desain Fasad

-
Pencahavaan eksterior sePerti
halnya glow effect E
E

1
6
e
!
0
n,
:
E
LA
a

Konsep sirkulasi dianalogikan


seperti garis cahaya yang mengalir
glow effect.

,*:;FIa-i;@-,

$
I Skematis Proses KonseP

{
griya kreasi 179
dinyatakan dalam bentuk wujud yang lebih penerapan Perda, fungsi, maupun dampak
riil dan nyata. Contohnya ialah pada suatu lingkungannya. Sementara pengertian
kawasan hunian dan peristirahatan yang tradisi rumah adat Sunda mengikutidan
akan dirancang rumah-rumah dengan topik meliputi pakem standar aturan yang
arsitektur tradisional Sunda. Topik area berkaitan dengan fenomena perancangan
tersebut akan diuraikan lebih detail lagi arsitektur Sunda.
dalam tema, apakah menyangkut sebagian Meskipun demikian, bangunan yang
atau keseluruhan jenis-jenis bangunannya dirancang tidak selalu seperti layaknya
ataukah dari mana asaltipe bangunannya, rumah adat yang sering ditemui, yaitu harus
apakah berasal dari Kampung Naga, berlantai satu atau tingkat rendah. Nuansa
lndramayu, atau Badui? dari ciri-ciri arsitektur tradisiona I tersebut
dapat juga diterapkan dalam bangunan
1. TOPIK PERANCANGAN berlantai banyak. Perancangan bangunan
Pada tahap ini, topik perancangan tersebut menerapkan fenomena peraturan
mempunyai pengertian dan tujuan sebagai yang berlaku bagi bangunan tradisional
salah satu pendekatan perancangan Sunda, baik darijenis, gaya, bentuk, bahan
bangunan dan kawasan, yang merupakan material, dan sebagainya.
proses secara komprehensif memasuki Bangunan tersebut dapat saja
tahap "pewarnaan" ruang lingkup fisik dibangun di luar daerah Jawa Barat.
bangunan. Namun, dalam pelaksanaannya harus
Pengungkapan jabaran-jabarannya tetap mematuhi dan mendasarkan pada
diuraikan dalam bentuk tulisan dan peraturan-peraturan yang berlaku di daerah
terkadang dilengkapi dengan gambar- setempat.
gambar sketsa. Sebagai contoh ialah Arsitektur tradisional lain yang paling
topik perancangan bangunan resort hotel sering ditemui di kota besar dan kota kecil
dengan pendekatan green architecture di lndonesia adalah atap gonjong dari
traditional Sunda. Penetapan topik rumah adat Minangkabau. lni disebabkan
ini didahului dengan latar belakang sebagian besar penduduknya merantau
yang menjelaskan alasan-alasan untuk ke luar daerah untuk menjadi karyawan,
mengangkat dan mewarnai permasalahan pengusaha, maupun membuka restoran
perancangan yang dimaksud. atau rumah makan Padang. Untuk lebih
Gambaran dari tahap fenomenologi menguatkan kesan ke-Minangkabau-annya,
arsitektur merupakan pengembangan cara yang paling mudah adalah dengan

uraian latar belakang topik yang telah menerapkan atap tanduk lancip seperti
menyebutkan ruang lingkup rancangan tanduk kerbau.
secara spesifi k. lni dimulai dari istilah Contoh lain ialah seorang arsitek senior
g reen a rchitectu re, y aitu pera nca n ga n lndonesia, lr. Goestaf Abbas, M.Arch., dalam
bangunan yang baik dan benar dilihat dari merencanakan Kantor Pusat Semen Padang

180 griya kreasi


lndarung, di bagian atas ruang tangga function alau function follows form, dan
darurat dan lift diberi"songkok"(topi pria sebagainya. Semua pendekatan tersebut
Minangkabau)yang miring lancip ke atas sah-sah saja. Sebaliknya dapat pula topik
dengan rancangan ruang yang berbentuk bangunan mengacu pada era yang akan
dan bergaya modern. Bentuk bangunannya datang, misalnya istilah minimalis, green
berwarna putih yang sangat kontras livi ng, dan sebagainya.
dengan bukit di belakangnya. Dengan menggunakan topik-topik
Topik perancangan bangunan dapat tersebut paling tidak arsitek dapat
juga dilakukan arsitek dalam konteks membatasi ruang lingkup detail penguraian
g reen arch itectu re, baik seca ra kesel u ru ha n materinya agar lebih efektif dan efisien
maupun sebagian darielemen dan dalam mengelola waktu, tenaga, dan pola
komponen bangunan. Dimaksud dengan pikir dalam perancangan.
keseluruhan di sini meliputi permasalahan Topik-topik tersebut akan dijelaskan
nonfisik maupun fisik dari fungsi dan lebih rinci dalam tema perancangan.
bangunan, termasuk di dalamnya
penerapa n peraturan-peratu ran teknis 2. TEMA PERANCANGAN
dan nonteknis yang berkaitan dengan lni merupakan uraian-uraian lengkap
kenyamanan dan efek kejiwaan. Begitu pula dari topik bangunan dengan tujuan untuk
dengan yang bersifat teknis, yaitu peraturan lebih memperjelas maksud dan tujuan
yang berkaitan dengan fisika bangunan, topiknya. Batasan maupun jabaran dari
misalnya pengudaraan, pencahayaan, ruang lingkup topik diuraikan dalam tahap
ketersediaan air bersih, dan pengolahan ini. Dalam kaitannya dengan topik seperti
limbah air kotor, hemat energi, hemat contoh sebelumnya, ini lebih memperjelas
pemeliharaan, dan lain-lain. ruang lingkup masing-masing bagian
Sementara yang dimaksud dengan bangunan, baik yang menerapkan Perda
istilah sebagian dari bangunan adalah (peraturan daerah) setempat dalam
penekanan pada bagian-bagian tertentu rancangan bangunan maupun bagian
saja dari bangunan, misalnya tampak bangunan yang dianggap perlu untuk
bangunan terhadap dampak lingkungan, diperlihatkan, seperti yang dimaksud dalam
utilitas bangunan berupa daur ulang air topik.
kotor, pemilihan warna eksterior bangunan Berkaitan dengan bentuk rumah
terhadap suhu lingkungan, dan lain-lain. tradisional Sunda, perlu diperjelas asal
Ada pula topik perancangan yang rumah adat tersebut, karena banyak daerah
diambil dari style atau gaya bangunan yang diJawa Barat yang dapat mewakili asal
merupakan pengulangan dari era kejayaan rumah adat Sunda. Beberapa contoh daerah
langgam-langgam pada zaman dahulu, di Jawa Barat yang mempunyai bentuk
misalnya postmodern, deconstruction, smoll spesifik ialah rumah adat Kampung Naga
is beauty, simplicity is beauty, form follows dan rumah adat Badui.

griya kreasi 181


Penera pa n pengertia n istilah g ree n 3. KOMPOSISI POLA PIKIR
arsitektu r juga mengakibatkan bermacam- Sebelum menetapkan konsep-konsep
macam dampak dari ekologi bangunan ke perancangan yang akan diterapkan,
ekologi lingkungan. Contohnya meliputi seorang arsitek harus dapat menyimpulkan
pengolahan dan pembuangan limbah air terlebih dahulu skala prioritas dan strategi
kotor, penghijauan ruang-ruang terbuka, perancangan yang terlebih dahulu harus
sistem pengudaraan ruang, radiasi pantulan digarap. Arsitek akan menentukan konsep
matahari, penggunaan material yang komposisi pola pikir tersebut secara
bersifat higienis, dan Iain-lain. komprehensif.
Begitu pula penerapan peraturan Semua permasalahan yang dihasilkan
daerah berkaitan dengan luas dasar dari rangkuman sintesis nonfisik maupun
bangunan, luas lantai maksimum, jumlah fisik harus dipecahkan untuk mendapatkan
lantai dan ketinggian bangunan, sempadan solusinya. Urutan konsep-konsep ditentukan
bangunan, dan sebagainya. Hal lain ialah sesuai bobot pada masing-masing bidang
kelengkapan utilitas bangunan yang harus permasalahan, dari topik dan tema judul.
memenuhi persyaratan bangunan, misalnya Dengan demikian, akan terjadi komposisi pola
sarana pemadam kebakaran dilengkapi pikir yang terdiri dari konsep utama, konsep
dengan smoke detector, gas halogen untuk penunjang, dan konsep pelengkap. Nasing-
ruang-ruang tertentu, spri nklers, fasilitas masing konsep ini mempunyai prosentase
pipa dan slang hidran, tangga darurat yang kedalaman pengkajian permasalahannya.
memadai, dan fasilitas utilitas bangunan Pada setiap judul perancangan bangunan
lainnya. dan kawasan, masing-masing konsep
Konsistensi arsitek dalam menerapkan mempunyai keistimewaan yang berbeda.
topik dan tema sejak awal hingga akhir Untuk itu, dalam menyikapinya pun harus
merupakan urutan proses perancangan dilakukan dengan cara yang berbeda. Sebagai
bangunan secara baik, benar, dan contoh, pada bangunan dengan pendekatan
menyeluruh. lni diharapkan nantinya dapat topik dan tema struktur, pengkajian konsep-
mewujudkan keinginan dan kepuasan konsep struktur harus menjadi konsep utama,
pemilik bangunan. Begitu pula masyarakat disusul konsep pemilihan material struktur
pemakai akan memperoleh manfaat secara sebagai konsep penunjang, dan penentuan
langsung maupun tidak langsung dari warna sebagai konsep pelengkap.
keseimbangan ekologi lingkungan. Dengan Demikian pula dalam menempatkan
demikian, hasil akhir dari perancangan ini pengkajian konsep-konsep lain, haruslah
adalah produk rancangan yang utuh serta disesuaikan dengan urutan komposisi pola
tercapainya maksud dan tujuan topik dan pikir dan tingkat peranannya yang mengacu
temanya. pada konsep utama, penunjang, dan
pelengkap.

182 griya kreasi


4. STRATEGI PERANCANGAN utama terhadap ruang pribadinya.
lni merupakan suatu cara atau strategi Ruang tersebut bisa dalam bentuk
arsitek dalam menyelesaikan tugas ruang lingkup terkecil, yaitu meja
perancangannya. Tahapan ini merupakan kerja lengkap dengan lemari arsip
kelanjutan dari topik dan tema. Secara yang seakan-akan ada sebuah kapsul
pembahasan akademik, keterkaitan judul yang membatasijarak dengan orang
dengan cara tersebut harus dilandasi lain. Luas sempitnya keadaan tersebut
pada ketelitian dan tingkat kesesuaiannya bergantung pada kadar atau sifat
antara variable yang tangible (terukur) kedudukan seseorang dan hubungan
maupun intangible (tidak nyata), dengan antar-individu.
asumsi-asumsi dari perilaku pengguna hasil 2. Ruong sekitar pribodi. Dalam psikologi
rancangan (menurut Teori Arsitektur j karya lingkungan, jara k antar-individu
Agus Dharma). merupakan sarana komunikasi
manusia yang berupa bentuk persepsi
a. Pendekatan Kejiwaan terhadap ruang personal space-nya. lni
rla Semua karya manusia didunia ini dibedakan dengan jarak komunikasi,
pada hakikatnya akan dipergunakan dan yaitu jarak intim (0-0,5 m), jarak
dimanfaatkan oleh manusia serta dinikmati personal (0,5-1,3 m), jarak sosial (1,3-
dengan seluruh jiwa dan raganya. Dengan 4,0 m), dan jarak publik (4,0-8,3 m)
demikian, cita dan rasa arsitek akan 3. Kontak pandang. Hubu ngan indera
ln memengaruhi emosional dalam merespons penglihatan dari pelaku kegiatan
suatu keadaan di lingkungan sekelilingnya. terhadap benda-benda di sekelilingnya
Demikian pula dengan pancaindera yang menjadikan daerah tersebut sebagai
dimilki, arsitek menangkap stimulus dari fa ktor-fa ktor sti mu I us motivator

ai suatu fenomena arsitektural yang akan seseorang. Suatu taman bunga

1 dicerna oleh memori dan nalar pikirannya berwarna-warni dapat menjadi


dan dihasilkan persepsi yang menunjukkan rangsangan orang untuk melihatnya.

a, tingkat seleranya. Sebagai umpan-balik Begitu pula pemandangan dalam


dari obyek dan subyek yang mampu ruangan, diperlukan pernik-pernik
ditangkap tersebut akan menambah materi ornamen penghias dinding dan lukisan
pengenalan (kognisi) serta menjadikan sebagai penghias dan penyejuk ruang.
alasan dan motivasi dalam mengambil sikap 4. Pembotos ruang. Adanya ruang privat
dan tindakan. ditunjukkan oleh adanya pembatas
Aspek-aspek kejiwaan terhadap bentu k arah pandang seseorang yang berupa
psikologis ruang dan lingkungan adalah pembatas ruang yang padat maupun
sebagai berikut. transparan. Terkadang pembatas
1. Privacy.lni merupakan interaksi status ruang dapat berupa batas imaginair
simbol seseorang sebagai pelaku yang berupa perbedaan ketinggian

griya kreasi 183


lantai, yaitu seseorang berlevel 8. Ekologi perilaku. Semakin tinggi nilai-
tinggi menempati lantai di atas. Hal nilaiekonomis ruang maka semakin
ini terlihat pada lobby sebuah hotel, tinggi pula status sosial pemakainya.
ada tempat tunggu yang ditinggikan Hal ini diakibatkan oleh persyaratan,
dengan dibatasi oleh pagar atau baik secara teknis maupun secara
tanaman. lni akan berkesan lebih psikologis sebagai penyaringan untuk
privat dibandingkan dengan lobby di dapat memasuki ruangan tersebut.
bawahnya. Dengan demikian, yang muncul adalah
5. Tata letok dan jenis perobot. sikap mental individualistisnya. Mereka
Kualitas dan kuantitas furnitur dapat akan saling menjaga di antara status
menunjukkan status sosial pelakunya. para pelaku kegiatan, sehingga suasana
Semakin mewah dan lengkap dan nuansa di tempat tersebut tampak
perabotnya maka semakin tinggi lebih tertib dan terkendali.
kedudukan jabatannya. Terutama hal ini Sebagai contoh, shoping mall dengan
dapat terlihat pada furnitur ruang kerja pemakaian material bangunan mewah
pimpinan yang dilengkapi sofa untuk yang terletak di daerah elit yang merupakan
menerima tamu yang dibuat dari bahan lingkungan yang diperuntukkan bagi
berkualitas baik. golongan atas (high level) akan menjadi
6. Keintiman dan kesenongdn. Secara asing bagigolongan kelas bawah (low
kejiwaan, warna dan penerangan /evel), sehingga mereka akan enggan
dalam ruangan akan memengaruhi memasukinya. Begitu pula sebaliknya, pada
cita rasa terhadap suasana ruang pasar tradisional yang kondisinya terkesan
tersebut. Warna-warna cemerlang kotor dan bau, hal ini tidak menjadi
dengan pencahayaan terang tampak permasalahan bagi masyarakat dengan
menunjukkan suasana ceria dan strata sosial golongan bawah. Mereka
gembira. Berbeda dengan penggunaan mempunyai aturan yang lebih longgar,
warna gelap dengan cahaya temaram sehingga terkesan perilaku manusianya
yang ditambah dengan lagu-lagu kurang tertata.
lembut, hal ini membuat suasana ruang
menjadi lebih intim. b. PendekatanTeknologi
7. Kepadatan pemakai. Jumlah pelaku Dalam melakukan perancangan
kegiatan merupakan ukuran sifat bangunan, arsitek dapat melakukan
ruang. Semakin banyak pelaku kegiatan pendekatan strategi perancangan
maka semakin terasa sifat publik dari dengan menonjolkan sistem struktur
ruang tersebut. Begitu pula keadaan yang dipakai serta teknologi pelaksanaan
sebaliknya, semakin sedikit pelaku pembangunannya. Untuk menentukan
kegiatan maka semakin terasa sifat sistem struktur yang dipakai maka
privat ruang tersebut. diperlukan kriteria-kriteria sebagai berikut.

184 griya kreasl


1|
o kerumitan konstruksi akan sebanding
Eo dan sepadan dengan keuntungan
,p
t fi nansial dan sosialnya.
rd
q
() Daya tohan struktur. ni menunjukkan
I

E
E daya tahan struktur terhadap
i)
o
klimatologi, baik iklim, cuaca, angin, air,
-c:
E dan korosi agar bangunan tetap up to
date dan mempunyai masa atau waktu
penggunaan cukup lama. Begitu pula
daya tahannya terhadap gempa dan
kondisi darurat saat terjadi kebakaran.
Kete rsedi ao n mater i ol. Lo ka s i
ketersediaan bahan material struktur
yang akan dipergunakan akan
I Shoping mallyang menggunakan material mewah
memengaruhi biaya, apakah mudah
didapatkan atau harus didatangkan
1. Keamonan struktural. Perl u d ica ri ka n
dari luar daerah yang tentunya akan
sistem struktur yang memadai untuk
menambah biaya transportasi.
dapat mendukung beban dari berat
Skalo dimensi. Perlu dipertimbangkan
bangunan dan gaya-gaya yang
ukuran dan sifat materialnya
terjadi dari desain arsitek. Bentuk
harus sesuai dengan penampilan
desain arsitek sangat bervariatif yang
bangunan. Sering terjadi material
terkadang memerlukan perhitungan
struktur bangunan sudah cukup kuat
dan inovasi dari konstuktor untuk
mendukung beban, tetapi estetikanya
mewujudkannya.
kurang mendukung terhadap kesan
2. Ketaha no n keam anan te rh a d a p
n da
dan karakter tipologi bangunan.
kebakaran Kriteria ini menunjukkan
Akibatnya, kolom dibungkus dan
sejauh mana materialyang dipilih
diperbesar dengan material lain
untuk sistem struktur aman terhadap
sehingga tampak kukuh dan kuat.
bahaya kebakaran. Pada bangunan
lntegrasi fungsi. Dari pemakaian sistem
yang menggunakan struktur baja,
struktur dengan material yang dipilih
kolom besinya dilapisi dan disemprot
harus dipertimbangkan kaitannya
bahan antiapi, sehingga dapat
dengan jaringan utilitas dan sistem
melindungi dari api sampai pada titik
sirkulasinya.
lelehnya.
Kekuku h a n str uktu r. De n g a n
3. Kem ud ah o n pe I okso n a o n kon str u ksi.
melihat kondisi geografis daerah
Perlu dipertimbangkan kecepatan dan
dan lokasinya, perlu diperthitungkan
kemudahan dalam pelaksanaannya,
sistem strukturnya terhadap angin dan
sehingga anggaran biaya atas

griya kreasi 185


gempa. Contohnya, Wisma Nusantara Dari kriteria tersebut, akan ditentukan
sebagai bangunan pampasan perang apakah sistem strukturnya memadai, harus
yang pada masa penjajahan Jepang, ditonjolkan strukturnya, ataukah diperlukan
dilakukan uji coba sebagai bangunan sistem struktur khusus serta cara pemilihan
tahan gempa oleh ahli konstruksi material struktur yang memadai.
Jepang.
9. Ekonomi dan anggaron struktur. c. Pendekatan Ekonomi
Dalam mewujudkan rancangan arsitek, Perencanaan dan perancangan
pengalokasian anggaran struktur bangunan juga dapat dimulai dari sudut
apakah relatif cukup memadai dan ekonomi bangunan, yaitu berdasarkan
seimbang dengan anggaran biaya kemampuan finansial owners. Sering
secara keseluru han. Contohnya, kali terjadi pihak owners menyampaikan
bangunan Hotel Borobudur Jakarta sejumlah besaran tertentu dari dana yang
akhirnya ada perubahan struktur untuk dimilikinya.
mendapatkan jumlah unit kamar yang Untuk mendapatkan dimensi dan
lebih banyak. luas bangunan yang diinginkan, dilakukan
I 0. Visualisasi struktur, Mengekspresikan pembagian ploting biaya struktur bangunan
dan memperlihatkan sistem struktur dengan harga pelaksanaan per meter
dapat menunjukkan konsep persegi lantai. Harga satuan ini biasanya
perancangan dan meningkatkan sudah diketahui konsultan arsitek yang
estetika bangunan, terutama bila di telah berpengalaman. Sementara biaya
sekitar tapak sudah berdiri bangunan- ploting untuk struktur dan finishing
bangunan bergaya dan bertipe lain. didapatkan dengan cara mengurangkan

( biaya investasi dengan biaya masing-


3
{J
.e masing porsi bidang pekerjaan yang lain,
.rd seperti biaya konsultan, perizinan, pajak.
ii
.&
Selain pertimbangan tersebut,
e
d,.1 pendekatan ekonomi lainnya berupa hal-hal
yang bersifat entongible, yaitu berkaitan
dengan faktor berikut ini.
1. Ekonomistapaklokasi dan lohai.
lni berkaitan dengan pemanfaatan
maksimum dari KDB, KLB, dan KDH
dengan pemanfaatan untuk parkir
dan sirkulasi serta potensi keindahan
l'i' 0ontoh
alamnya.
sistem
siruktur yang 2. Penampilan bangunan dan proses
ditonjolkan
konstruksi. n i didapatkan dari
I

hasil desain perancangan arsitek

186 griya kreasi


yang didasarkan atas penggunaan Murah tidaknya suatu bangunan
standar yang berlaku dan kemudahan bersifat relatif, karena tidak hanya
dalam kecepatan pelaksanaan diukur secara financial saja, tetapi ada
konstru ksi, sehingga mempunyai pertimbangan lain yang juga menunjukkan
nilai jual yang kompetitif. Tingkat nilai-nilai tambah arsitektur. Contohnya,
kesulitan pelaksanaan bangunan megahnya bangunan religi seperti masjid,
akan memengaruhi waktu dan jadwal gereja, kuil, dan wihara, monumentalitasnya
pembangunannya. tidak dapat diukur dengan anggaran biaya
3. Kemudahan operasionaL Desain yang harus dikeluarkan. Ukurannya adalah
dan perancangan bangunan sangat kepuasan dan kebanggaan hati yang dapat
berpengaruh pada pengoperasionalan disalahartikan oleh pihak-pihak yang tidak
dan perawatan. Penggunaan teknologi memahaminya.
modern pada utilitas bangunan Dengan demikian, faktor-faktor efektif
dan fleksibilitas pembagian ruang dan efisien dari sudut pandang pendekatan
pada bangunan komersial akan ekonomi harus dilihat dan disesuaikan
mengefektifkan penggunaan energi dengan tipologi bangunan yang dirancang
dan SDM. dan diinginkan owners.
4. Pemasoran dan penjualon. Pada
bangunan-bangunan komersial yang
tumbuh dengan cepat membutuhkan f bbby Kantor Sewa

pemasaran yang ketat dan kompetitif.


Hal inididukung oleh penampilan {
c
ekspresi bangunan, kenyamanan, dan o
d
adanya unit-unit yang mempunyai -a
E
T
fleksibilitas sesuai dengan keinginan tn

dan kondisi para penyewa.

Dengan skala prioritas yang disesuaikan


dengan kemampuan finansial owners,
dapat saja bangunan dibuat seperti standar
bangunan biasa. Ada pula harga bangunan
dengan bentuk dan material yang dipakai
secara keseluruhan mempunyai nilai d. Pendekatan Budaya
ekonomi mahal, tetapi besaran anggaran Kebudayaan adalah usaha masyarakat
biayanya dapat saja tidak menjadi dengan segala budi dan dayanya yang
permasalahan, karena justru merupakan merupakan keseluruhan gagasan dan
kebanggaan yang menaikkan status simbol karya manusia yang dapat dilakukan,
bagipemiliknya. dibiasakan, dan dilaksanakan dengan

griya kreasi 187


mela lui pembelajaran berkelanjutan. Secara
umum, kebudayaan meliputi beberapa
bidang, yaitu sistem religi, organisasi
kemasyarakatan, ilmu pengetahuan,
teknologi dan rekayasa, bahasa, kesenian,
dan sistem mata pencaharian.
Arsitektur merupakan bagian dari G
*
tu
kebudayaan kesenian dalam bidang tr

seni bangunan, tetapi dalam aplikasinya {0


tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur
]
E

kebudayaan lainnya.
Dari hirarki kebudayaan manusia
(Segi Tiga Abraham Maslow), terdapat kompleks membutuhkan sarana dan
urutan kepentingan dan kebutuhan prasarana yang dapat membantu
manusia tentang identitas dirinya yang manusia untuk saling berkomunikasi
disebabkan oleh pola kehidupan manusia dalam menjalankan kegiatan sosialnya.
di dalam masyarakat dan merupakan 4. Harga diri, kehormoton, ego.Tahapan
bentuk eksistensi pribadi sehari-hari. ini merupakan fase yang eksistensinya
Cerminan ekspresi budaya kearsitekturan sudah ditunjukkan secara wujud nyata
ini bisa dianalogikan seperti dalam yang dapat dibedakan dari kekhususan
kehidupan manusia yang dimulai dengan Iatar belakang kebudayaannya maupun
menunjukkan eksistensi manusia dari keakuan pribadinya. Semakin tinggi
paling mendasar dan pokok, yaitu sebagai strata ekonomi seseorang maka akan
berikut. semakin menutupi dirinya dengan
l. Kebutuhan fisiologis. Dari kebutuhan jubah tampak bangunan yang dihiasi
pokok manusia berupa sandang, pernik kekayaan ornamen yang
pangan, dan papan, arsitektur melebihi skala monumentalnya.
merupakan salah satu bidang yang 5. Aktualisasi diri. Dengan segala atribut
menunjang pemenuhan kebutuhan dan pernik-pernik yang melekat
manusia untuk papan berupa tempat serta eksistensi yang dimilikinya
tinggal, bekerja, dan rekreasi. maka manusia berharap akan
2. Rasaaman Adanya papan sebagai mendapatkan penilaian masyarakat
tempat pemukiman, manusia pun terhadap penampilannya dan akan
mendapatkan perlindungan dari menempatkannya ke tingkat sosok
gejala alam seperti iklim, cuaca, dan budaya yang spesifik.
gangguan kriminal. Demikianlah cara masyarakat menilai
3. Kebutuhan sosial. Kehidupan manusia budaya kearsitekturannya secara jujur
didalam masyarakat heterogen dan apabila dilihat dari sudut pandang genuine-

188 griya kreasi


nya, sehingga dapat dikatakan bahwa orang Timur sehingga hal ini pun tercermin
keindahan budaya arsitektur bersifat relatif dalam mengekspresikan bangunannya
di mata masyarakat luas. seperti berikut ini.
Secara universal, kehidupan pribadi l. Ruong lingkup. Orang Timur dalam
manusia dapat didudukkan sebagai subyek mengaktualisasikan kehidupannya
kebudayaan, sedangkan alam, lingkungan, berpegang pada obyek makrokosmos
dan masyarakat luas sebagai obyeknya. yang diaplikasikan dalam
Pemahaman bahwa manusia dilingkupi penyesuaiannya dengan kehidupan
oleh alam pemikiran imaginair dan abstrak dialam nyata. Kebalikannya, orang
penuh dengan misteri. Kemudian dia Barat melihat segala sesuatu dari obyek
berusaha untuk merealisasikan dalam mikrokosmos dan berusaha untuk
kehidupan nyata dengan kemampuan menguasai serta mengeksploitasi
nalar dan logikanya (ontologis). Dengan dalam rangka pemanfaatan alam.
demikian, terciptalah perpaduan kedua 2. Arah kehidupon. OrangTimur menuju
tahap pemahaman tersebut dalam kehidupan spiritual yang bersifat
bentu k fungsi-fungsi yang mewadahi abstrak, sedangkan orang Barat
keharmonisan kegiatan-kegiata n manusia berkembang dengan mengutamakan
dalam bangunan arsitektur. logika yang tampak realistis. Masing-
Sepanjang kehidupan kearsitekturan masing mempunyai argumentasi yang
dibentuk manusia sangat dipengaruhi kalau kita memasukinya dari pola arah
oleh filosofi hidup manusia itu sendiri, kehidupan budayanya masing-masing,
karena mereka mempunyai latar belakang semua terlihat benar.
kebudayaan yang berbeda. Salah satu 3. Manifestasi budoyo. Akibat dari
penyebabnya ialah letak geografis, iklim, prinsip-prinsip kehid upan nya seperti
dan adat istiadat antara belahan hidup disebutkan diatas, ruang lingkup
orang Barat dan Timur. dan arah kehidupan seseorang akan
Dalam segala hal, sudut pandang memengaruhi perwujudan dari masing-
filsafat hidup orang Barat berbeda dengan masing kehidupan budayanya. Orang
Sumi:rr: lsflme!r?

f ilustrasi rurnah t&npa pagatdan dengan pagar

griya kreasi 189


Timur menganggaP hubungan alam pandang dari pola kehidupan manusia, dar

dalam era kehidup annya sehari-hari akan rne


dan manusi a berdasarkan harmonisasi
alam spiritualdalam tata laku kehidupan
tergantung pada owners, pelaku atau
n' pemakai,letak geografis, serta jenis tipologi t.
kelom P ok Y a n g s ali n g m e mbutuhka
bangunannya. Semuan ya benar dan tidak
saling tolong-menolong, dan melihat
salah. Sejelek-jeleknya persepsi orang eksp
seseorang dalam fungsi strata
lebih terhadap bangunan, mereka hanya dapat a rs itr
sosialnya. Sebaliknya, orang Barat
mengatakan sebatas kurang pas' Sebaik- dinyt
mengutamakan kehidupan individual
baiknya keberhasilan bangunan' itu
bila bentr
bebas dan tidak terlalu terikat'
sehingga
oleh
banyak pemakainya atau digunakan pena
eksistensi pribadinya sangat dihormati
sebagian besar masyarakat pengguna' bang
secara demokratis dan menganggaP pandang
saling Itupun penilaian relatif dari sudut S
hubungan alam dengan manusia
mana orang melihatnYa' mene
meniaga.
dari dari 5i
4. Aplikasi arsitektonis' Berangkat
pemahaman tersebut maka bagi
orang B. FILOSOFI PERANCANGAN menje

menjadi Hasil dari sintesis nonfisik dan diingir


Timur, keserasian dengan alam
yang
dijalankan fisik merupakan faktor-faktor taman
komitmen bersama yang harus bahan-
orang memengaruhi perancangan' yaitu warna
secara pribadi' Sementara bagi
sebagai
kenyamanan kehidupan pribadinya bahan yang dipakai oleh arsitek kerant
Barat,
membuat bahan Pertimbangan dalam membuat sketsa
akan menentukan cara mereka
konsep perancangan' Salah satu
materiyang cangk
privacy dari lingkungan buatannya'
konsep
menjadi dasar dan melatarbelakangi atas p
Namun, dalam kenYataannya' orang
lebih perancangan adalah fi losofi bangunan' centu
Barat justru membuat huniannya
sangat Dalam tahaP identifikasi fungsi ntera
terbuka tanpa pagar' Mereka
(lDF), telah diperoleh pengertian- A
menghormati keberadaan orang yang
di pengertian tentang fi Iosofi fungsi Cenge
Berbeda dengan orang Timur
lain. dari
rumah menguraikan prinsip-prinsip dasar candi
perkotaan yang mendirikan pagar
menjaga fungsi. PerbedaannYa dengan Yang 3erpe
cukup tinggi dan megah untuk
dimaksud dalam filosofi bangunan adalah Tem(
privacy dan keamanannya' Kenyatan
yang pada tahaP ini sudah mengarah Pada ill
ini mulai merambah ke pedesaan
hal-hal yang bersifat fisik bangunan' ,ang I

seharusnYa meneraPkan kehiduPan


yaitu penggambaran bagian bangunan :OOnt
keakraban komunal' oleh
tsafat tersebut mewujudkan dan kawasan yang dapat direspons ,ang 1

Uraian fi
pancaindera sehingga dapat dilihat P
kearsitekturan sesuai dengan tercapainya
oleh mata dan diraba dengan tangan' :,ada
eksistensi manusia dengan segala lebih
Perwujudan filosofi bangunan tersebut :engi
kebutuhannya di dalam kehidupannya Dengan
dan menunjukkan sosok fi sik fungsinya' :angl
pada suatu masYarakat, bangsa'
pun nantinya
sudut demikian, masyarakat awam -'"temi
negara. Apa pun latar belakang

190 griYa kreas;


Capat menilai, mencerna, memahami, dan in
Ir a
'nemberikan rea ksinya. o-
a
s
I(
I. CITRA
]U
'J
E

Citra merupakan sifat penampilan dan iLn

ekspresi bangunan yang ditentukan oleh


arsitek. Uraian dari bentuk luar bangunan
dinyatakan lebih rincidan nyata, misalnya
bentuk bangunan, kesan dan karakter
penampilan, serta warna dan material kulit
bangunan.
Sebagai contoh, sewaktu Yorn Utzon
menerima foto udara letak lokasi sayembara
dari Sidney Opera's House di Australia, dia
menjelaskan bahwa citra bangunan yang
diinginkannya:"Di antara kelam warna hijau
taman kota dan birunya teluk, dimunculkan
warna kulit bangunan seperti cangkang
kerang yang menjulang'l Akhirnya, munculah
sketsanya yang menunjukkan bentuk
cangkang dari kerang yang menumpu di
atas podium. Sketsa tersebut merupakan
bentuk eksterior bangunan. Hal ini merupakan
interaksi antara bangunan dan lingkungan.
Arsitek mewakili masyarakat pengguna,
I Sketsa Sidney 0pera dan GedungrlrtPH
dengan mempersonifi kasinya dari sudut
pandang tertentu. Bagi arsitek yang telah
berpengalaman, proses tersebut tidak dan fisik yang diramu dengan kreativitas
memerlukan waktu terlalu lama. arsitek dalam konsep-konsep perancangan.
llham bagi arsitek adalah karunia Tuhan Secara umum, tahap pertama yang
yang terkadang mengalir begitu saja secara dilihat masyarakat adalah tampilan dan
spontan. Hanya saja, proses berikutnyalah ekspresidari kulit bangunan yang lebih
yang terkadang membutuhkan waktu. dikenal dengan "citra bangunan'i lni
Penghalusan bentuk dengan berpegang merupakan tahap awal perancangan
pada komposisi gubahan masa, ditambah fisik bangunan. Tahap selanjutnya adalah
dengan peletakan program ruang dalam pengolahan rancangan style dan gaya
bangunan merupakan proses perpaduan yang bangunan dalam komposisi gubahan masa
memakan waktu, antara hasilsintesis nonfisik yang mempunyai urutan berikutnya.

griya kreasi 191


Sumber: istinewa
2, NUANSA
Nuansa merupakan keadaan lingkungan
di sekitar bangunan, sebagai unsur penunjang
dari citra bangunan, dan disesuaikan
dengan persyarata n-persyaratan nya. N ua nsa
bangunan ikut memperkuat dan menentukan
keberhasilan penampilan fungsi yang
diharapkan, sehingga tipologi bangunan
tercermin secara urut dari kesan, karakter,
penampilan, dan ekspresi citra bangunan.
Sebagai contoh, pusat perbelanjaan
(shoping centre) merupakan tempat yang
disewakan dalam ruang-ruang kecil maupun
luas. Shoprn g moll ini sebagai tempat
untuk jual beli bahan keperluan primer,
sekunder, dan tersier kepada seluruh lapisan
masyarakat. Maksud dan tujuannya adalah
sebagai sarana menjual barang-barang
keperluan pokok, penunjang, dan pelengkap
kehidupan sehari-hari. Kegiatannya bersifat
Ii Pgt$peldif ' ,'
sf,kikr :,.
pelayanan umum kepada masyarakat dalam bansunen l
'dtnpstg.md{
memenuhi kebutuhannYa.
& kawasan,
Untuk mengundang masYarakat mau
datang dan membelanjakan uangnya,
pengelola membuat sarana-sarana yang yang mengolah perasaan pemakai, dimulai UT

darijalan umum tingkat kota dan wilayah, dii


mengundang dan memeriahkan nuansa
p
lingkungan dari fungsi tersebut, misalnya nuansa memasuki pintu gerbang, plaza
p
umbul-umbul, lamPu dekorasi, balon penerima, trap-trap tangga, hingga teras
mr
udara, dan acara temu octing artis sehingga perantara untuk memasuki main entrance.
Pengolahan komponen dan elemen dari pr
menambah daya tarik masyarakat untuk
mr
datang. bentuk dan material dirancang sedemikian
rupa sehingga menambah kesan agung dan mi
Nuansa keceriaan acara dan sarana di
lingkungan bangunan tersebut menambah mulia dari bangunan ibadah tersebut.
dan memperkuat citra gedung perbelanjaan Apabila memasuki kawasan, ada 3.
tersebut. juga tahapah-tahapan tertentu dan itu
Untuk tipologi bangunan lain, misalnya merupakan hirarki ruang, baik berupa di

bangunan ibadah bagi umat beragama, kawasan rekreasi alam, reservasi kawasan ke

mereka memerluka n penta hap an (sequen ce) lama, kebun binatang, hingga perumahan ke

1gZ griYa kreasi


5urnber: istimewa
bangunan. Keadaan tersebut dipengaruhi
oleh sifat kegiatan, yaitu kegiatan yang
mempunyai urutan ciri-ciri sebagai ruang
bersifat umum, semiumum, semipribadi,
*d dan pribadi serta sebagai ruang pendukung
dan pelayanan. Begitu pula bila dilihat dari
jenis atau tipologi bangunan.
Ruang-ruang tersebut mempunyai
persyaratan-persyaratan dan keinginan-
keinginan yang ditentukan, baik yang
berasal dari pemilik maupun arsiteknya.
Rencana tersebut harus diaplikasikan secara
konsisten, baik dari bentuk, material, warna
dari dinding lantai dan plafon, bahkan
aksesori-aksesorinya, sehingga akan didapat
kesan dan karakter bangunan secara utuh,
komprehensif, dan menyeluruh hingga
bagian terkecil daridetail ruang, seperti
plin, tali air, tekstur, warna material, dan
sebagainya.
f r Perpektif sekital
bansu*an mAsiid/ Jadi, ekspresi dan impresi fi losofi
gereialkuil ,' bangunan seharusnya mempunyai kesan
dan bentuk yang berkesinambungan.
Hal ini dikarenakan prosesi perjalanan

untuk golongan tertentu. Tahapan tersebut dan pengalaman seseorang dari langkah
dimulaidari pintu gerbang utama, plaza demi langkah (sequence) yang dialami
penerima, jalan boulevard, sampai node pemakai dan pengunjung, secara
pemisah lingkungan. Nuansa-nuansa tersebut bertahap mendapatkan penguatan kesan
merupakan daerah transisi yang mengantar dan pengalaman yang terekam dalam
proses kejiwaan dari pengguna, sehingga memorinya. Urutan (kronologi) kesan yang
memperkuat image tentang bangunan dirasakan pengunjung dimulai dari luar
maupun daerah yang akan dituju. tapak, kemudian waktu memasuki pintu
gerbang utama (main gate) tapak, melewati
halaman, sampai memasuki pintu masuk
3. SUASANA
utama (main entrance) bangunan, main
Suasana merupakan keadaan yang terjadi
lobby, resepsionis, koridor, dan akhirnya
didalam ruang yang menunjukkan sifat
berada didalam ruangan yang dituju.
keadaan, karakter, dan kesan dari kegiatan-
Semua pengalaman tersebut secara
kegiatan yang dilakukan oleh pengguna

griya kreasi 193


5urni:er: i.stlmewa
ffi:ai::::+ffi

! Keterkilan anlara fitr, nuaflsaserta


suasana bangunan dan interiornya &
kawasan & lingkungan

kejiwaan membekas dalam memori pola plafon dengan permainan cahaya lampu.
pikir para pengguna dan pengunjungnya. Pengalaman-pengalaman tersebut akan
Apalagi bila bangunan tersebut termasuk menyemarakkan suasana dan kegiatan-
tipologi bangunan yang fungsinya kegiatan di dalamnya. Kesemuanya itu
bertujuan untuk menyentuh perasaan dalam rangka pengolahan ekspresi eksterior
dan emosi pengunjung, seperti museum, dan interior untuk menghilangkan kesan
gedung pertunjukan, bangunan religi, dan monoton bangunan dan memberikan
lain-lain. Hal ini yang harus diketahui arsitek suasana penuh kejutan.
saat mengolah cita rasa dengan bentuk,
warna, dan cahaya, sehingga terasa suasana
C. KONSEP PERUNTUKAN
agung, mulia, gegap gempita, dan anggun.
(zoNEPLANI
Urutan pengalaman seseorang dalam
Zoneplan adalah peruntukan daerah
menangkap kesan ekspresi citra, nuansa,
perletakan dari program ruang dan fungsi
dan suasana seharusnya mempunyai nilai-
yang ditempatkan arsitek pada suatu
nilai yang menyambung dan berkaitan
tapak, bangunan, maupun kawasan.
antara satu ruang dengan ruang lainnya.
Peruntukan ini merupakan perpaduan
Namun, dalam kenyataannya, tidak
antara pendaeraha n (zoning) sintesis
menutup kemungkinan terjadi kejutan-
nonfisik diagram matriks yang dihasilkan
kejutan antara citra, nuansa, dehgan
dari program ruang dan bangunan dengan
suasana bangunan. Arsitek sering kali
sintesis fisik tapak yang menghasilkan
membedakan penampilan karakter dari
pendaerahan. Salah satu kelompok sifat
dinding dengan permainan warna dan
ruang dan bangunan dari semua fungsi
teksturnya, lantai dengan corak maupun
yang terdapat di dalam diagram matriks
ketinggian nya lantainya, pemilihan furnitur
diletakkan dalam daerah yang bersifat sama
dengan gaya yang sesuai, dekorasitiga
dari zoning sintesis tapak.
dimensi dengan aksesori ruangan, serta

194 griya kreasi


Srimir:r: ;stimeirya

&q,Itre,..ffi;{Lsrc
- tlffF aN{A&A
f{Er}(B-apl(rr}r

ue 5(L 1,86!tu

$
,>. A
s
4 li?-1,1
19
,&
1 'l],2) l:m;ll
t!l
I t,l
'':
\i/
\i/

I Contoh sketsa konsep


imaginasi arsitek

Sebagai contoh, bangunan fakultas yang sifat kegiatannya sejenis.


suatu universitas yang bila dilihat dalam Dalam menempatkan ruang sesuai
diagram matriks termasuk kelompok dengan persyaratan dan zoning-nya, arsitek
bangunan privat. Dengan demikian, harus sudah mulai mengembangkan

untuk memenuhi persyaratan fungsi dan kreativitasnya yang diiringi dengan


kegiatannya, fakultas tersebut juga akan pemikiran secara komprehensif. Hal ini

diletakkan pada zoning privat dalam tapak. sangat berkaitan dengan peruntukan atau
Begitu pula untuk bangunan lain terhadap zoneplan dari bentuk gubahan masa, sky
tapak dengan kesamaan sifatnya. /ine, perletakan bangunan latar depan dan

Didalam diagram matriks juga terdapat latar belakang, serta bentuk kontur tanah
luas atau dimensi ruang. Apabila jumlah pada kawasan yang telah ditentukan.
luasan dari ruang-ruang yang ditempatkan Semua proses tersebut terjadi di alam
pada lantai bangunan tertentu sudah imaginasi arsitek yang merupakan ramuan
melampaui luas yang telah ditetapkan, khayalan yang terbang melayang-layang,

secara otomatis ruang-ruang yang tidak terkadang menukik, terkadang mendaki,


tertampung akan naik ke lantai atas yang atau terkadang mendatar sesuai dengan

ditentukan. Demikian pula apabila luas kekayaan memorinya.

total dasar bangunan yang didapatkan dari


perhitungan program ruang melampaui 1. ZONEPLAN HORIZONTAL
luas dasar bangunan (LDB) maksimum yang lni merupakan penentuan peruntukan
ditetapkan oleh Pemda maka sebagian atau ruang dan kegiatan dari fungsi pada
keseluruhan dari bangunan tersebut akan permukaan tapak secara mendatar.
dinaikkan menumpuk pada bangunan lain Ketepatan menentukan sirkulasi di dalam

griya kreasi 195


f
..,
!
tapak akan memengaruhi pergerakan fr
j
orang dan kendaraan, apakah akan lancar
mengalir atau terjadi persilangan (crossing) I
pada daerah tapak tertentu. Hasil sintesis
zoning nonfisik dan fisik akan muncul
kembali dari rekaman memori arsitek. ,A
I
Begitu pula dengan peruntukan
tg
fungsi pada tingkat atau lantai yang zt
sama didalam bangunan. Ketepatan
meletakkan fungsidan ruang akan !!
OJ

memengaruhi kelancaran sirkulasi dari E


.g
pengguna. Penempatan ruang-ruang {
sa
tersebut harus disesuaikan dengan s

diagram gelembung dan diagram


matriks. Frekuensi hubungan ruang dari
diagram gelembung sangat menentukan
' j\.:.::';:qi&
kedekatan antarruang, karena padat -l

tidaknya hubungan ruang menentukan


jauh-dekatnya letak masi ng-masing
fungsi ruang. f Perkembangan zoneplan UP

Demikian pula dengan pengaruh


bentuk kontur dari permukaan tanah. peruntukan fungsi-fungsi bangunan
Apabila antara tapak dan jalan umum dan tapak. lnteraksi bangunan dengan
terdapat perbedaan ketinggian maka fungsi di sekitar tapak akan menentukan
arah pandang dari pencapaian ke lokasi apakah bangunan dan tapak harus bersifat
akan menimbulkan pengaruh yang terbuka atau tertutup. Pemecahan tersebut
berbeda, baik tapak tersebut mempunyai dinyatakan dengan bentuk dari pengolahan
bentuk datar, landai, atau curam, ataupun bentuk penghubung atau pagar samping.
lebih tinggi atau lebih rendah darijalan. Permasalahan ini sebenarnya sudah
Pertimbangan-pertimbangan dari hasil dapat dideteksi pada waktu menentukan
analisis topografi memengaruhi setiap zoning atau pendaerahan pada tahap
perancangan lokasi. Dengan demikian, penentuan sintesis tapak.
permasalah an zoneplon horizontal akan
berbeda antara satu lokasidengan lokasi 2. ZOI{EPLAN VERTIKAI.
lainnya. lni merupakan peruntukan dan
Tidak dapat dihindarkan pula bahwa penempatan program ruang disetiap
fungsi bangunan di sekitar tapak pun lantai dalam bangunan. Pertimbangan-
mempunyai andil dalam menentukan pertimbangannya didapat dari hasil sintesis

196 griya kreasi


D. KONSEP TATA RUANG
LUAR
lni merupakan suatu kreativitas dari
ide dan gagasan arsitek yang berkaitan
dengan dasar-dasar pengolahan ruang
luar tapak. Ruang luar ini merupakan
sisa dari luas tapak dikurangi Iuas dasar
Effluent lnfluent

a
A
E
.[-6r b* bangunan. Dengan demikian, luasan ruang
luar tersebut tergantung dari besaran
e
a
.! prosentase koefisien dasar bangunan (KDB),
I Potongan zoneplan
dan tergantung juga dari koefisien daerah
AJ
5umber': srienredirerf. rom
"{}
r hijau (KDH)tapak menurut Perda.
f
Perda untuk KDB dan KDH tergantung
nonfisik hubungan ruang dari diagram
dari letak lokasi pada suatu kawasan.
gelembung dan diagram matriks.
Semakin lokasinya ke pinggir kota maka
Sebelum menentukan letak program
semakin kecil prosentase KDB dan semakin
ruang, harus ditetapkan terlebih dahulu
besar KDH-nya. Hal inidimaksudkan untuk
hirarki sifat kegiatannya di setiap lantai,
mendapatkan daerah penangkap dan
yaitu ruang-ruang yang mempunyai sifat
resapan air hujan (catchment areo),yang
publik, semipublik, semiprivat, privat, dan
diperuntukkan sebagai daerah untuk
servis. Urutan ruang dan kegiatan tersebut
menjaga kestabilan air tanah. Banyaknya
telah diketemukan dari hasil pembahasan
tanaman dalam taman yang diolah
diagram matriks, sehingga disini hanya
tersebut juga akan mempunyai andil dalam
memasukkan ruang-ruang tersebut sesuai
menurunkan suhu lingkungan perkotaan.
dengan hirarki sifatnya.
Untuk kawasan yang KDB-nya antara
Permasalahan muncul apabila pada
B0-100o/o, hampir tidak dapat diharapkan
waktu memasukkan dimensiatau luas
untuk diolah taman luarnya. Namun, untuk
ruang, ternyata luas per lantai tidak
kawasan yang KDB-nya diantara 15-7Oo/o,
mencukupi luasan lantai yang didapat
sangat mungkin diolah sisa lahannya untuk
pada tahap gubahan masa. Bagaimana pun
taman aktif dan pasif.
bila ada hubungan langsung dari matriks,
harus diaplikasikan dalam perletakan ruang
dalam denah. Sering kali terjadi akumulasi
T. RUANG LUAR AKTIF
jumlah luas yang didapatkan dari kelompok lni merupakan sisa tapak yang diolah
menjadi taman yang masyarakat pengguna
ruang lebih besar dari kemampuan luas
dapat ikut aktif memanfaatkannya.
lantai yang menampung dimensi ruang
Keberadaan manusia dalam taman tersebut
tersebut, sehingga sebagian ruang harus
sangat berguna bagi karyawan dan
ditempatkan pada lantai yang berbeda.

griya kreasi 197


E
masyarakat sebagai tempat untuk istirahat dan a
ui
melepaskan lelah sambil menghirup udara rr
U
&
"t:
segar. Ruang inidilengkapidengan kursi dan a
i
bangku tempat duduk atau coffe shopyang
menjualminuman dan makanan kecil.
Biasanya taman sebagai ruang luar aktif
terletak di ruang terbuka, di antara daerah
perkantoran, bangu nan-bangunan rumah
sakit, dan taman-taman kota. Keberadaannya
akan memperkuat nuansa dari fungsi-fungsi I Gambar eontoh taman lndoor

utama kawasan bangunan tersebut. Namun,


diperlukan pola pengawasan yang ketat agar alam yang sebenarnya. Kesemuanya
daerah ini tidak menjadi semakin semrawut
ditata dan dijadikan sebagai penyeEar
yang ditimbulkan oleh pedagang kaki lima. pemandangan dan merupakan taman yang
hanya untuk dilihat saja.
2. RUANG LUAR PASIF Biasanya sarana semacam ini diletakkan
Seperti telah dikemukakan pada ruang di sela-sela bangunan, seperti patio di
luar aktif, demikian pula yang terjadi pada tengah-tengah podium ataupun sebagai
ruang luar pasif. Perbedaannya hanya pada penutup bidang-bidang pemisah dari suatu
penggunaannya, yaitu masyarakat pemakai fungsi. Sarana ini dapat pula dirancang
tidak ikut aktif di dalamnya. sebagai sarana titik tangkap pandangan
Pada ruang ini, tanaman hias baik perdu, (center of interest) dari ruang tunggu lobby
semak, dan tinggiditata sedemikian rupa hoteldan kantor. Sering pula ini dirancang
dengan air terjun dan kolam ikan. Sarana ini sebagai bagian dari rumah makan
dimaksudkan sebagai refleksi dari keadaan tradisional dan restoran internasional.

E. KONSEP SIRKULASI
s
I\J
"tJ
1. KONSEP SIRKULASI DALAM
ij
o
TAPAK
I
: Konsep ini merupakan pergerakan yang
tn
dilakukan oleh pengguna atau pemakai
bangunan di dalam tapak dan bangunan.
Pelaku-pelakunya adalah manusia,
kendaraan, dan barang. Sirkulasi dimulai
dari saat memasuki pintu gerbang utama
atau gerbang samping tapak, menuju pintu
! '
.,ff61[61 pengolanan tamail'laman aktil utama atau pintu samping bangunan.

198 griya kreasi


Pengolahan sirkulasi dalam tapakjuga untuk tapak-tapak yang mempunyai kontur
ditentukan oleh jenis fungsi bangunan terjal.
(tipologi bangunan). Masing-masing fungsi Terdapat hirarki di setiap sequence
mem pu nya i persya rata n-persya rata n peruntukan, sehingga peruntukannya terasa
tersendiri. Bentuk sirkulasi juga harus mengalir lambat sesuai gerak langkah kaki.
disesuaikan dengan persyaratan tersebut Sebagai acuan utama penentuan sirkulasi
agar kesatuan kesan darisemua elemen di dalam tapak adalah konsep peruntukan
dan komponen dalam tapak dapat dicapai. fungsi atau zoneplan. Urut-urutan daerah
Setelah ditetapkannya zoneplan peruntukan fungsinya merupakan tahapan
.
dalam tapak maka tahap berikutnya perjalanan yang akan dilewati pelaku
adalah merancang jalan penghubung kegiatan dalam tapak. Penghubung daerah-
antarperuntukan tersebut. Hal ini daerah peruntukan tersebut adalah sirkulasi
dinamakan sirkulasi dalam tapak. Sebagai dalam tapak, yang tahapan tersebut sesuai
cross check-nya adalah hasil sintesis nonfisik dengan hirarki dari sifat kegiatan, yaitu
diagram gelembung dan diagram matriks, zoneplan publik, semipublik, semiprivat,
dengan membayangkan hubungan antara privat, dan daerah pelayanan (servis).
masing-masing daerah peruntukan dengan Bentuk dari sirkulasi di dalam tapak
bentuk tapak yang berkontur dan tata tersebut dapat berupa jalan dengan
ruang luar yang akan terjadi. Pertimbangan pengerasan aspal, paving block, dan grass
tersebut dilakukan untuk menentukan b/ock. Sementara untuk pejalan kaki
bentuk sirkulasi dari pengaruh dan bentuk berbentuk pedestrian atau jalan setapak.
topografi permukaan tapak atau kontur Bentuk sirkulasi yang dirancang dalam tapak
tanah. Pengaruh ini dapat menjadikan dapat berbentuk antara lain pencapaian
pengolahannya semakin rumit, terutama langsung, tidak Iangsung, tersamar, dan
memutar (menurut Bentuk Ruang dan
Tatanan oleh DK Ching). Dengan demikian,
secara kejiwaan bentuk-bentu k tersebut
dapat mempunyai kesan dan karakter
sesuai keinginan dan persyaratan tipologi
bangunannya.

a. SirkulasiManuasia
lni merupakan pergerakan yang
dilakukan manusia sebagai pengguna dan
pemakai utama bangunan. Sirkulasi inidapat
berbentuk sederhana hingga kompleks dan
rumit. Hal ini ditentukan oleh jenis tipologi
f : ,siikutasi manusia di,baruunall bangunan dari fungsi yang dirancang dan

griya kreasi 199


bentuk permukaan tanah (contour). Semakin Ada kalanya pula sirkulasi manusia
terjal bentuk permukaan tanahnya maka dirancang sedemikian rupa untuk menembus
akan semakin dinamis pengolahan tapak ke dalam bangunan, sepertiyang dilakukan
tersebut. arsitek terkenal, Le Corbusier untuk
Semakin besar tuntutan keamanan dan memperkenalkan jurusan seni rupa.
privocy dari fungsi tersebut maka semakin
menuntut pembatasan-pembatasan daerah b. SirkulasiKendaraan
tingkat atau hirarki pergerakan dari pelaku lni merupakan pergerakan kendaraan
kegiatannya, misalnya fungsi-fungsi yang yang dipakai pengguna dan pemakai
mempunyai hirarki tingkat keamanan seperti bangunan, baik kendaraan pemilik,
tapak untuk penjara serta bangunan militer pengelola, penyewa, pengunjung, dan
dan kepolisian; hirarki tingkat kesehatan supplier untu k mengangkut penumpang
seperti rumah sakit, laboratorium, serta maupun barang. Begitu pula perbedaan
pabrik obat dan makanan; hirarki status status dan jenis kendaraan yang dipakai oleh
dan jabatan seperti kantor pemerintah pejabat tingkat manajer, staff karyawan, dan
dan kantor perusahaan-perusahaan besar; servis.
serta hirarki kesakralan dari bangunan religi Sering kali sirkulasi dirancang untuk
seperti masjid, gereja, wihara, kuil, dan pura. masing-masing jenis kendaraan pengunjung
Ada kalanya para pejalan kaki dan barang mempunyaijalur kendaraan serta
di pedestrian atau trotoar sengaja daerah parkir tersendiri. Untuk itu, dalam
dimanfaatkan dan diarahkan oleh perancangan sirkulasi kendaraan, perlu
arsitek untuk masuk ke dalam bangunan disesuaikan dengan standar dan dimensi
perbelanjaan dan pertokoan. Usaha ini kendaraan, jalan, dan parkir dengan fungsi
dimaksudkan untuk menghidupkan tipologi bangunannya.
suasana didalam bangunan yang sekaligus Jenis kendaraan yang dipakaioleh
memberikan kenyamanan pada pejalan kaki pelaku bermacam-macam, misalnya mobil
sambil memberikan kesempatan masyarakat sedan, minibus, pick-up, mobil boks, truk,
berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya. bus besar, sepeda motor, dan sepeda kayuh.
Masing-masing kendaraan mempunyai
standar dimensi maupun pergerakan
s (monuver) berbeda. Untuk itu, lebar jalan
: dan tempat parkir pun mempunyaistandar
C
o pergerakan yang berbeda.
AJ

t Untuk tapak berkontur dengan


0
-e
c
I kemiringan cukup terjal, jalan untuk
kendaraan yang ideal maksimum 12 derajat,
sehingga membutuhkan rentang jalan cukup

I , :lluslrasi ba*gunan senirupa Corbu panjang agar dapat dilalui dengan nyaman.

200 griya kreasi


manusia. lni disebabkan sebagian besar
ol
!
i
0r
bangunan memang ditujukan untuk
G
mewadahi kegiatan-kegiatan Yang
bO

o dilakukan oleh manusia.


CJ
Untuk memPerlancar Pergerakan
tersebut, diperlukan penentuan dari jenis
dan letak sirkulasi yang tepat dengan
fasilitas dan sarana penunjangnya.
Sebagai contoh, pergerakan manusia
secara horizontaljarak jauh seperti terdapat
di bandara dari ruang kedatangan pesawat
sampai temPat Pengambilan koPer.
11 $irttulasi dalam tapak
1
Sementara pergerakan manusia secara
vertikal dilakukan darisuatu lantai ke lantai
c. SirkulasiBarang di atasnya. Ada pengelompokan ketinggian
Pada fungsi-fungsi tertentu, sirkulasi sirkulasi vertikalnya dengan menikmati
di dalam tapak justru didominasi oleh pemandangan ke luar gedung.
pergerakan benda dan barang, misalnya Penentuan dimensi atau lebar sirkulasi
perencanaan dan perancangan bangunan untuk pergerakan manusia didalam
pabrik, pelabuhan kontainer, barang bangunan disesuaikan dengan frekuensi
tambang seperti batu bara dan kaYu atau kepadatan hubungan ruang yang
glondong, maupun pergudangan' telah,didapatkan dari tahap sintesis
Pengangkutan benda-benda tersebut nonfisik, yaitu skema diagram gelembung'
membutuhkan kendaraan angkut yang Sirkulasi hubungan ruang tersebut
spesifik. Perlu dipertimbangkan jenis dan berjenjang sesuaidengan hirarki ruang dan
dimensi sarana angkutan barang tersebut, bangunan. Ruang-ruang yang mempunyai
karena sirkulasi utama pada fungsi tersebut sifat publik diletakkan di daerah yang
adalah sirkulasi barang. berhubungan langsung dengan masyarakat
Pada bangunan umum sePerti kantor umum, sehingga koridornya lebih lebar
sewa, hotel, dan rumah sakit, sirkulasi barang dibandingkan dengan daerah yang bersifat
sebaiknya mempunyai lajur tersendiri agar privat, misalnya antara hall alau main lobby
kesan yang ditimbulkan tidak merusak dengan koridor di ruang kerja.
pandangan dari pengunjung lainnya. Semakin Privat sifat ruang maka
semakin kecil koridornya. lni disebabkan
2. KONSEP SIRKULASI DALAM tempat tersebut hanya dikunjungi oleh
BANGUNAN orang-orang tertentu saja, sehingga
Pergerakan yang terjadi di dalam sirkulasinya lebih berkesan tertutup
bangunan umumnya dilakukan oleh dibandingkan dengan ruang yang bersifat

griya kreasi 201


I
semiprivat dan semipublik, misalnya ruang Pembatasan ruang gerak dan sirkulasi
I
pimpinan yang ditunjukkan dengan letak pengunjung bisa didasarkan atas penentuan ,j

dan besaran dimensinya. tingkat keamanan, kerahasiaan, atau


Sirkulasiyang terjadi pada masa tingkat kemuliaan dari penghuni, ataupun
bangunan tunggal tidak jauh berbeda daerah unit tersebut. Pemisahan ini dapat
dengan bangunan majemuk. lni disebabkan berbentuk suatu sistem peruntukan dengan
masing-masing bangunan mempunyai menempatkan satpam, maupun secara teknis
pergerakan sirkulasinya sendiri-sendiri. dirancang dengan pola sirkulasi, perbedaan
Perlu diperhatikan jarak dari main gate tinggi lantai, perbedaan dinding pemisah,
menuju main entra nce masing-masing atau pemakaian kartu kunci elektrik.
bangunan. Hal ini ditunjukkan dalam Sebagai contoh, pembatasan sirkulasi
diagram gelembung untuk fungsi-fungsi di apartemen dilakukan dengan pembagian
yang kompleks. daerah untuk unit-unit hunian biasa atau
Sebagai contoh rumah sakit, hunian pent house yang merupakan penghuni
kompleksitas program ruang dan bertingkat privacy tinggi.
persyaratan kegiatan yang terjadi pada Manusia sebagai pelaku kegiatannya
masing-masing bagian mengakibatkan pun mempunyai status dan kedudukan yang
perlunya diadakan pembatasan sirkulasi, bermacam-macam, dari para pengelola
sehingga sarana pelayanan medis bangunan yang terdiri dari karyawan, staf,
mempunyai diagram gelembung tersendiri. sampai dengan manajer. Begitu pula dengan
Apabila diperlukan penggabungan para penyewa perkantoran dengan ruangan
dari kelompok bagian tersebut yang spesialnya, serta para pengunjung dengan
diakibatkan oleh sempitnya lahan, status dari tamu-tamu yang datang.
harus dipertimbangkan pembatasan Untuk menjaga kenyamanan dan
daerah sirkulasinya. Dengan demikian, keamanan dalam menjalankan aktivitasnya,
kemungkinan kerancuan ruang dapat daerah sirkulasinya dapat dipisah-pisahkan.
dikurangi seminimal mungkin. Hal ini sudah harus diprediksi oleh arsitek
Arah, dimensi, dan bentuk sirkulasi sejak awal perancangan, terutama untuk
tergantung pada topik dan tema sistem sirkulasi yang ditujukan untuk mereka
perancangan yang telah ditentukan oleh yang mempunyai kepentingan dengan pihak-
arsitek sejak awal proses. Topik dan tema pihak tertentu di dalam bangunan.
merupakan jiwa dari perancangan.
Sebagai contoh, pada bangunan a. SirkulasiHorizontal
denga n topik back to notu re,si rku lasi Di setiap lantai bangunan, arsitek telah
didalam bangunan dapat dirancang merancang dan menempatkan ruang-ruang
meling kar-lingkar, berbelok-belok, atau sesuai dengan peruntukan fungsi atau
naik-turun seakan-akan seperti di alam zoneplan. Seperti telah disampaikan pada
terbuka. pembahasan-pembahasan terdahulu bahwa

202 griya kreasi


jarak capai yang cukup iauh. Band berjalan
ini sepertiyang dipakaidi bandara untuk
membawa penumpang pesawat.

b. Sirkulasi Vertikal
Sesuai perkembangan zaman,
pembangunan gedung bertingkat di
daerah perkotaan tumbuh pesat. Hal ini
terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat, baik untuk fungsi hunian,
perkantoran, da n perdagangan. Akibatnya,
I $irkulasihorizontal
lahan makin mahal, bahkan sulit diperoleh.
Untuk memaksimalkan penggunaan tapak,
zoneplan tersebut telah disesuaikan dengan
arsitek merancang bangunannya dengan
diagram gelembung atau hubungan ruang,
memanfaatkan luas dasar bangunan (LDB)
sehingga sirkulasinya pun disesuaikan
dan luas total bangunan (LTB) maksimum
dengan hirarki perletakan ruang tersebut.
sesuai Perda yang berlaku di lokasi tersebut.
Di dalam bangunan berlantaisatu
U ntuk mengefektifkan penggunaan
maupun banyak, sirkulasi horizontal ini
tapak, jumlah lantainya pun diusahakan
berbentuk selasar atau koridor. Lebar
semaksimal mungkin.
sempitnya selasar ditentukan oleh jenis
Untuk mengatasi permasalahan
fungsidan kegiatan yang disyaratkan oleh
keterbatasan lahan, di pusat-pusat
tipologi bangunannya. Begitu pula panjang
perkotaan dan di sepanjanq jalan-jalan
pendeknya serta lurus lengkungnya selasar
utama kota, dibangun suatu bangunan
atau koridor.
tinggi, bahkan bangunan pencakar langit.
Perlu juga dipertimbangkan bahwa
Untuk mendapatkan kesesuaian antara
selain pemakai bangunan adalah orang-
fungsi bangunan dengan penempatan
orang yang normal, ada juga penggunanya
ruang yang tepat pada luas bangunan yang
adalah para penyandang cacat. Oleh
terbatas maka arsitek menempatkan ruang
karena itu, perlu disediakan fasilitas ramp
dengan menggunakan zoneplan vertikal.
pengganti tangga untuk perbedaan lantai.
Salah satu permasalahan lain yang
Sebagai contoh, pabrik yang
timbul adalah dengan semakin tinggi
melibatkan para penyandang cacat perlu
bangunan maka perlu ditentukan jenis
dibuat prod u k-produk yang spesifi k,
sirkulasi vertikal yang sesuai dengan fungsi
mulai dari lay out mesin-mesin untuk
bangunan-bangunan tersebut.
memproses produk, lebar sirkulasi dengan
Ada beberapa jenis sarana sirkulasi
mempertimbangkan lebar kursi roda,
vertikal yang dapat dipilih dan disesuaikan
hingga pemakaian band berjalan yang
dengan status pelaku, yaitu sebagai berikut.
dipakai untuk sirkulasi mendatar dengan

griya kreasl 203


t. Tangga. Tangga merupaka n sarana 3. Elevator (lift), Lift merupakan sarana
sirkulasi untuk naik-turun dari lantai ke sirkulasi tertutup di dalam core atau n

lantai. Ada beberapa ienis tangga, yaitu transparan berbentuk gondola yang o
menempel di kulit bangunan. Lift bi
tangga biasa, tangga kebakaran yang
digunakan untuk membawa orang di
letaknya terlindung dalam core, dan
naik dan turun dengan kapasitas dan ke
tangga mulia yang menghubungkan
kecepatan tertentu. Pada gedung m(
lantai dasar dengan lantai tingkat satu.
tertentu, lift dibagi dalam pelayanan sel
Tangga dirancang, diolah, dan dibuat
untuk tingkat tertentu sehingga sh<
istimewa karena diperuntukkan bagi
orang yang terPandang. mempercepat pencapaian ke lantai yang
dituju, misalnya grup A untuk lantai dar
2. Escalotor. Escal oto r meru Pa kan
dasar hingga lantai 10, gruP B untuk pet
sarana sirkulasi Yang digerakkan
lantai dasar ke lantai 10 hingga lantai 20, orir
dengan mesin. Jenisnya antara lain
dan grup C untuk lantai dasar ke lantai 20 ber
tangga berjalan yang digunakan
hingga lantai30. Dengan pembagian ini visl
untuk naik-turun membawa orang
dan barang. Pada bangunan tertentu, ada perpindahan pelaku dari grup A ke aka

grup B di lantai 10 dan grup B ke grup C tap


ada escal ator y ang meng h u bu ngka n
di lantai20. per
lantai dasar denEan lantai 1, 2, 3 untuk
Penempatan sarana sirkulasi ini mel
mendapatkan suasana yang spesifik.
tergantung pada bentuk dan dimensi
bangunan dari jenis fungsinYa. disi
I '$irkutasi vertikal hangilnan
$enoaltar tan$it dan

F. KONSEP ORIENTASI ban


jati
BANGUNAN r

mer
Konsep ini meruPakan sikaP arah
mer
menghadap bangunan yang ditunjukkan
oleh kegiatan-kegiatan di dalamnya. Sikap
tersebut dapat mengarah ke dalam maupun
ke luar bangunan. Ekspresi bangunan tersebut
didasarkan pada sifat dan karakter kegiatan
ffi t

dari fungsi dan tipologi bangunannya. ':J,:z'


.+i*SE<
Darijenis dan sifat kegiatannya, ada ;.'Y'r*
bangunan yang bersifat tertutup dan terbuka'
Begitu pula pola kegiatannya, ada bangunan
yang menghadap ke arah Pandangan
ke dalam, seperti museum, shoping mall,
dan perpustakaan. Namun, adajuga yang
membutuhkan pandangan ke luar, seperti
resort hotel dan toP restourant.

204 griya kreasi


Orientasi bangunan juga dapat pelengkap kawasan. Contoh Tugu Monas
merupakan responsnya yang dipengaruhi dengan bangunan di sekltarnya yang
oleh jenis, bentuk, sikap, dan fungsi berbeda dengan Menara TVRI Senayan
bangunan di sekitar tapak. Apalagi bila dengan bangunan di sekitarnya.
diantara kedua bangunan mempunyai
keterkaitan fungsi yang saling ,I. ORIENTASI KE LUAR
membutuhkan. Sebagai contoh, antara
lni merupakan sikap arah menghadap
sebuah hotel yang berdampingan dengan
bangunan yang menunjukkan kesan
shoping mall.
terbu ka da n meneri ma (wel lcome) terhada p
Demikian pula dengan pengaruh
masyarakat luas dan lingkungan di sekitar
dari bentuk dan kontur permukaan tapak,
tapak. Sikap ini merupakan sikap dari
perlu diantisipasi keterkaitannya dengan
fungsi bangunan secara menyeluruh yang
t, orientasi bangunan. Hal ini disebabkan
ditunjukkan oleh adanya bidang-bidang
l0 bentuk permukaan tanah akan didapat
transparan dari kaca maupun terbuka pada
i vista, sehingga tidak tertutup kemungkinan
bangunan bermasa tunggal. Begitu pula
akan terjadi kontradiksi antara keadaan
letak maupun posisi dan bentuk bangunan
tapak dan lingkungan dengan perletakan
masa majemuk pada suatu kawasan. Sebaga
persyaratan bangunan apabila salah dalam
contohnya gedung Atrium Senen dengan
menempatkan bangunannya.
bangunan pertokoan di sekelilingnya
Dimaksud dengan orientasi bangunan
dan gedung Museum Fatahilah dengan
di sini adalah sikap secara menyeluruh
bangunan kolonial di sekitarnya.
dan komprehensif dari arah menghadap
Permainan letak dan bentuk masa
bangunan, sehingga dapat menunjukkan
bangunan tersebut menunjukkan
jati diri fungsinya, apakah bangunan utama
tingkatan hirarki fungsi yang perletakan
menjadi land mark kawasan atau hanya
dari masing-masing fungsidan masa
merupakan bangunan penunjang atau
bangunannya merupakan ungkapan

c
ut *
3L
tu

l
0
c
c
:
la

I Gambar hubungan lstana Negara dan Silang Monas

griya kreasi 205


penghargaannya terhadap nilai atau depan yang luas, dilengkapitiang bendera
derajat fungsi bangunan lain yang lebih khusus, serta terdapat pos penjagaan dari
tinggi derajatnya.Tipe bangunan ini sering Pasukan Pengawal Presiden. Kelengkapan
dilakukan untuk perancangan bangunan- bentuk dan gaya bangunan menunjukkan
bangunan kompleks suatu instansi atau status dan kedudukan dari fungsi
lembaga. Haltersebut juga terjadi pada bangunannya. Semakin dekat dengan istana
kawasan perkotaan yang masing-masing maka ketinggian bangunan tidak boleh terlalu
bangunannya mempunyai fungsi yang tinggi. Hal itu juga menunjukkan bahwa
berbeda, tetapi ada yang mempunyai derajat bangunan lstana Negara menjadi
derajat hirarki lebih tinggi. Bangunan acuan dan orientasi lingkungan dan kawasan
tersebut menjadi pusat orientasi kawasan, di sekitarTugu Monas. Meskipun sebenarnya
bahkan perletakan dan kelengkapan sarana secara fisikTugu Monumen Nasional
dan prasarananya harus dibuat khusus, merupakan land mark dari kawasan pusat
sehingga posisinya diperhitungkan oleh pemerintahan tersebut.
bangunan-bangunan lainnya.
Sebagai contoh, letak lstana 2, ORIENTASI KE DALAM
Negara dan Tugu Monumen Nasional di Orientasi ini merupakan sikap arah
daerah Silang Monas Jakarta, meskipun pandang yang ditunjukkan bangunan bahwa
ketinggian bangunan lstana Negara hanya kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalamnya
satu lantai, tetapi semua bangunan di tidak membutuhkan pandangan atau view
sekitarnya berorientasi dan menghargai ke luar. Kegiatan-kegiatan para pelaku di
kedudukannya. Didukung dengan halaman dalam bangunan cenderung mengarah pada

t
5

tt

c
J
L(

.r
I Gambar interior museum

206 griya kr*asi


obyek-obyek di dalam bangunan itu sendiri. l. Analisisview don pencopoian. Daerah
Dengan demikian, hal tersebut memengaruhi titik tangkap bangunan tersebut memiliki
penampilan dan ekspresi bangunan yang
sudut pandang terbaik yang dilakukan
mempunyai kesan tertutup. oleh masyarakat yang mendatangi
Sebagai contohnya ialah museum, maupun mendekatinya.
ta gedung pameran, shopping mall, gedung Bentuk titik tangkap tersebut dapat
lalu pertunjukan, gedung bioskop, dan pabrik berupa elemen, komponen, atau
industri besar memiliki dinding luar yang bangunan itu sendiri. Keunikannya
terdiri dari bidang-bidang padat. lni menjadi daya tarik dan perhatian utama
an menunjukkan kegiatannya mengarah atau masyarakat pemakai. Titik tangkap
ya berorientasi ke dalam. dapat ditunjukkan pada bagian podium,
Namun, apabila dilihat dari luar tapak badan, ataupun mahkota dari menara
terhadap bangunan dengan orientasi ke atau tower. Bangunan tersebut dapat
dalam maka pengolahan perletakan dari bermasa tunggal maupun majemuk.
titik tangkap bangunan (eye catcher) tidak Posisi pergerakan perjalanan seseorang
dapat dilepaskan hubungannya dengan main ke arah tapak yang dimaksud akan
entrance bangunan. Begitu pula dengan memengaruhi kualitas sudut tangkap
NA bentuk dan dimensi bangunan utama dari dari penglihatannya. Kesesuaian letak
I fungsi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar dan posisiarah penglihatan dan arah
selain untuk mendapatkan kejelasan arah pandangnya akan seiring dengan
sirkulasi dalam tapak, juga terjadi kemudahan pergerakan kendaraan yang dinaikinya.
la pencapaian ke moin entrance bangunan dari Kualitas dari titik tangkap lebih dapat
moin gate. dirasakan oleh pejalan kakidi pedestrian.
ffi
lni disebabkan pergeseran arah pandang
G. KONSEP TITIK TANGKAP dari daerah titik tangkap ke arah
BANGUNAN (EYE CATCHER) komponen-komponen bangunan lain
Titik tangkap bangunan merupakan dilakukan dengan perlahan-lahan.
daerah pada bangunan yang menjadi pusat 2. Analisis potensi dantopografi.
perhatian pengunjung dari luar lokasi. Penentuan jenis bangunan yang menjadi
Letaknya disesuaikan dengan daerah titik fokus perhatian tersebut tergantung pada
tangkap tapak yang didapatkan dari hasil beberapa hal. Salah satu dari persyaratan
sintesis fisik tapak. Tingkat kepadatan tersebut adalah bebas tidaknya arah
bangunan di sekitarnya dan bentuk pandang ke dalam tapak.Terkadang di
topografi kawasan menentukan sikap sekitar tapak sudah dibangun beberapa
perancangan arsitek. Dengan demikian, bangunan yang cukup tinggi dengan
untuk mendapatkan arah dan letak titik ekspresi tampak yang cukup representatif.
tangkap yang tepat, sebaiknya arsitek Hal ini tentunya perlu disikapi dengan
mempertimbangkan hal berikut. bijak pada bangunan yang sedang

griya kreasi 201


dirancang, apakah dimundurkan untuk i
dalam menonjolkan ciri dan identitasnya
mendapatkan ruang kota horizontal terhadap lingkungan dari lokasi dan
seperti kompleks Gedung BNI di Dukuh kawasan. Dengan demikian, bangunan
Atas ataukah ruang vertikal seperti tersebut dapat menjadi titik tangka p @ye
gedung Wisma Dharmala di Karet Jakarta cotcher) dan land mark kawasan.
yang mempunyai rongga dilantai 1 Sementara untuk as kawasan hanya terjadi
hingga lantai 4, atau bangunan City pada perencanaan dan perancangan
Corp-nya arsitek Stubbyn, atau tampak area baru. Oleh karena pada kawasan
yang sederhana masif padat seperti lama, bangunannya sudah ada. lni
tampilan tampak museum. tergantung pada maksud dan tujuan
Pada daerah yang telah ditentukan perencanaannya, begitu pula judul dari
sebagai daerah titik tangkap tersebut sangat obyek yang akan dikerjakan, misalnya
tepat diletakkan logo, tower bangunan, atau revitalisasi, konservasi, atau peremajaan
identitas dan ciri-ciri bangunan yang lain. kawasan. Untuk hal ini, penambahan
Oleh karena itu, letak dan bentuk dari logo atau penggantian fungsi harus
identitas fungsi tersebut sangat menentukan mempertimbangkan ciri dan eksistensi
dan dapat memengaruhigubahan masa bangunan yang masih ada.
bangunan secara keseluruhan. Ketepatan Permasalahan kawasan tergantung dari
posisi titik tangkap bangunan dari letaknya bentuk, sirkulasi, dimensi tapak, dan
pada gugusan masa bangunan akan lebih permukaan kontur tanah. As kawasan
mudah dilihat dan dirasakan apabila melalui untuk bangunan umum akan berbeda
media maket studi maupun dengan gambar dengan peruntukan hunian.
grafis tiga dimensi. 2. Arah pandong. Pengaruh as bangunan
pada rumah tinggal berlantaisatu sudah
H. KONSEP AS BANGUNAN mulai tampak darijarak jauh, apalagi bila
ada perbedaan dengan as bangunan di
DAN KAWASAN
sekitarnya. Tampak terlebih dahulu dari
As bangunan merupakan poros arah
rumah tinggal adalah bentuk atap rumah,
membujur, memanjang, atau menyudut dari
kemudian dinding pemikulnya, sehingga
rencana bangunan. lni merupakan sikap garis
perbedaan posisi as bangunan tersebut
imaginair bangunan utama atau kawasan
dapat menjadikan ciri dan identitas
terhadap jalan, garis kontur, ataupun garis
bangunan.
edar matahari. As bangunan didapat dengan
pertimbangan antara lain sebagai berikut. Begitu pula untuk bangunan tinggi, yang
tampak terlebih dahulu adalah towernya,
l. Analisis potensi. As bangunan terletak
apalagi bentuk tower adalah bangunan
pada bangunan induk rumah tinggal
memanjang atau tower yang berderet-
atau deretan tower untuk bangunan
deret.
tinggi. Ketepatan menentukan as
3. Analisis klimatologi. Selain d ia ki batka n
bangunan dapat menjadi keberhasilan

208 griya kreasi


/a oleh arah pandang ke dalam tapak, as yang terletak di daerah beriklim dan
bangunan juga dipengaruhi oleh sinar
berudara dingin, baik yang terletak di
matahari. Panas matahari diterima pegunungan maupun di daerah subtropis
ye oleh dinding fasad bangunan, baik
dan didaerah dingin. Didaerah tersebut,
oleh tembok maupun kaca. pada pagi
panas matahari justru dibutuhkan untuk
iadi hari, sinar matahari mengandung
menghangatkan ruang. Untuk itu, as dan
sina r ultraviolet yang menyehatkan. bukaan fasad bangunan justru diarahkan
Sementara pada sore hari, sinar
sejajar dan menghadap ke arah timur dan
matahari mengandung sinar inframerah
barat untuk menangkap sinar matahari.
yang panas menyengat sehingga
4, Analisistopografi.Selain dari bentuk
sebaiknya dihindari. Radiasi panas
as bangunan, ada juga yang diakibatkan
matahari tersebut merembet dan
oleh letak tapak yang berkontur miring.
memengaruhi suhu udara di dalam
lni memengaruhi bentuk as bangunan
ruang, apalagi bangunan dengan fasad
menjadi melengkung dan mengikuti garis
terbuat dari kaca. Kondisi tersebut
konturnya. Terlebih lagi bila kawasannya
akan mengakibatkan suhu ruangan
mempunyai kemiringan tertentu yang
naik, sehingga akan menaikan pula
arah pandangnya menghadap ke arah
kapasitas mesin pengondisian udara (arl
timur dan barat. terutama garis konturnya
conditioning/ AC).
menghadap ke arah sun rise atau sun
Namun, sering kaliterjadi hal tersebut sef. Posisi tersebut membentuk arah
tidak dapat dihindari, karena bentuk pandang dan orientasi yang berbeda dari
tapak memaksa as bangunan setiap titik fasad. Biasanya as bangunan
menghadap ke arah sinar matahari. semacam iniditerapkan pada resort
Solusinya ialah bidang-bidang yang hotel, villa, dan bungalow yang terletak di
menghadap ke arah matahari perlu
diatasi dengan sun screen, kisi-kisi
aluminium, kaca film, dan sebagainya.
Untuk itu, perlu dipertimbangkan
pengolahan bidang-bidang dan
pemilihan material dari kulit atau fasad
bangunan yang menghadap ke arah garis
edar matahari, terutama dari arah timur
dan barat.
Untuk daerah tropis, sebaiknya as
-ro
4
'c
o"
bangunan mengikuti arah memanjang E
e
"1:
yang sejajar dengan garis edar matahari.
qa/
Tampak bangunan darisisi inidapat E
:l
ditempatkan pada dinding masif padat. 5*-g----l!-----fo il
Hal tersebut berbeda dengan bangunan

griya kreasi zt}i.g


I. KONSEP DIMENSI syarat menentukan ketebalan ruang.
Dari dinding kaca luar sampai dinding
BANGUNAN
terdalam, sebaiknya diperhitungkan
Pengertian dimensi bangunan dalam
jarak yang tepat untuk mendapat
arti fisik adalah besaran ketebalan dan
pencahayaan alami. Dengan
tinggi bangunan. Untuk mendapatkan
pemanfaatan pencahayaan sinar
dimensi yang tepat, pertimbangan
mataharisecara optimal maka akan
didasarkan atas beberapa pemahaman,
didapatkan penghematan energi listrik.
antara lain ;sebagai berikut.
1. Anolisis Perda. Dari hasil sintesis
4. Zoneplan danTipologi Bangunan.
Ruang dengan bentang lebar
nonfisik telah ditemukan program
pada bangunan dibutuhkan untuk
ruang dan dimensi/luas bangunan.
menampung kegiatan-kegiatan yang
Luas bangunan juga sudah diuji ulang
bebas dari kolom, seperti ball room
dengan luas lantai yang disesuaikan
dan ruang konvensi pada city hotel,
dengan peraturan daerah mengenai
gedung pertunjukan, serta ruang
Luas Dasar Bangunan (LDB) dan Luas
pertemuan atau aula pada perkantoran.
Total Bangunan (LTB) maksimum yang
Penempatan ruang-ruang tersebut
diizinkan Pemda, terutama untuk
harus pada bagian bangunan yang
bangunan yang bersifat komersial.
memenuhi persyaratan yang telah
2. Dimensi dan As Bangunan. Dalam
ditetapkan. Ruang tersebut dapat
program ruang, telah dikelompokkan
diletakkan pada lantai dasar atau lantai
ruang-ruang dan bangunan-bangunan
paling atas bangunan. Perpaduan
mana saja yang menjadifungsi utama,
pertimbangan antara penempatan
penunjang, dan pelengkap. Fungsi-
ruangan dan bangunan berbentang
fungsi tersebut bisa disatukan dalam
satu masa bangunan tunggal maupun
dalam bangunan yang masing-
masing berdiri sendiri dalam masa
bangunan majemuk. Besaran dimensi
luas bangunan dan ruang tersebut
sudah diketahui, tinggal penyesuaian
persyaratan fungsi tipologi
bangunannya, apakah menggunakan
as bangunan berbentuk memanjang
atau bentuk-bentuk lainnya.
3. Klimatologi. Dimensi bangunan juga
ditentukan oleh pertimbangan dan
perhitungan fisika bangunan sebagai

210 griya kreasi


lebar, dengan optimalisasi pemanfaatan memori yang dimiliki arsitek dialirkan
LDB dan LTB yang diizinkan akan untuk diramu, ditata, dirangkai, dan
menghasilkan bangunan yang harus digabungkan, sehingga langkah demi
mempunyai podium dengan towernya. langkah terpadukan hingga didapatkan
bentuk masa bangunan dari unsur-unsur
Dari pertimbangan-pertimbanga n elemen, komponen, dan konsep-konsep
tersebut sudah dapat diperkirakan letak lain yang telah ditemukan. Semua bentuk
dan posisinya sesuai dengan zoneplan, baik fisik bangunan masih dalam pola pikir
ditapak maupun didalam gugusan masa imaginair arsitek melalui sketsa-sketsanya.
bangunan. Bentuk bangunan akan sangat
spesifik. lni disebabkan pada tahap ini
image ciridan gaya khas individualarsitek
I. KONSEP BENTUK MASA sudah mulai dimunculkan.
BANGUNAN Dengan mengambil hasil daritahap
Setelah arsitek melakukan penghayatan analisis dan sintesis yang diperlukan,
terhadap konsep-konsep yang didapat, akan mempermudah arsitek dalam
dimulailah usaha mendapatkan bentuk mendapatkan bentuk masa bangunan, di
masa bangunan yang diinginkan. Semua a ntaranya sebagai berikut.

r Urutan gambar rancangan Dhias dalam menghasiikan bentuk masa RSIA

*lL >Um0er. |l),4, Sfirpd eri. Un A!

griya kreasi 211


1. Topografi Topok.Nuansa dimensi dan sehingga ekspresi tampilan bangunannya
bentuk tapak dimunculkan, karena menunjukkan kesan kukuh dan kuat, seperti
semua bangunan terletak di atas tapak. Stadion Gelora Bung Karno. Namun, dapat
2, TopikdonTema. Garis besar masa pula ekspresinya berkesan ringan seperti
bangunan dimunculkan berdasarkan pada struktur tenda pada Stadion Olimpic
pendekatan bentuk bangunan yang Munchen, Jerman, dengan arsitek Frey
ditetapkan. Otto serta struktur cangkang pada Sidney
3. Tipologi Bongunan. Dasar-dasar Opera's House dengan arsitekYorn Utzon.
bentuk kulit sampul dan pelingkup Dalam proyek nyata, penetapan sistem
(envelop) bangunan mulai struktur yang tepat dan akurat sebaiknya
menampakkan sifat dan karakter dikonsultasikan dengan pihak konstruktor.
bangunan. Arsitek memberikan masukan dari sudut
4. Potensi Bongunan Sekitar. Bentu k estetikanya, sedangkan pihak konstruktor
batas ekspresi dari permukaan memberikan masukan dari sistem dan
bangunan di sekitar tapak akan dimensi struktur serta jenis bahan
direspon dengan bentuk permukaan materialnya. Sering kali terjadi perdebatan
bangunan yang dirancang. dan tawar-menawar dalam pemilihan
5, Ruong Koto. Posisi bangunan latar sistem struktur ini.
depan dan latar belakang ditentukan Pada umumnya jenis struktur
dengan pembentukan ruang kota bangunan dapat dibedakan antara lain
vertikal dan horizontal garis besar sebagaiberikut.
bentuk gubahan masa.

1. KETINGGIAN BANGUNAN
K. KONSEP STRUKTUR DAN Bila melihat fungsi bangunan yang
KONSTRUKSI BANGUNAN dikaitkan dengan Perda tentang ketinggian
Seperti diketahui bahwa alternatif bangunan maka pada lokasiyang
sistem struktur yang akan dipakai pada dirancang akan diketahui ketinggian yang
rancangan bangunan telah diungkapkan diizinkan oleh pemerintah daerah. Ditinjau
pada tahap sintesis fisik. dari tipologi bangunannya, juga dapat
Pada tahap konsep struktur ini, akan diperkirakan ketinggian bangu nan tersebut,
diputuskan sistem struktur mana yang misalnya
akan dipakai dalam bangunan. lde dan 1. bangunan bertingkat rendah, berlantai
konsep struktur diambil arsitek dari prinsip 1-3;
fungsidan dimensi bentuk bangunan yang 2. bangunan walk up, berlantai 4-6;
dipadukan dengan estetika bangunan. 3. bangunan bertingkat tinEgi, berlantai
Pada bangunan tertentu, arsitek 10-40; serta
dapat saja menonjolkan sistem struktur 4. bangunan pencakar langit, berlantai 50
dalam tampak luar rancangannya, ke atas.

212 griya kreasi


f
Masing-masing bangunan sudah a
diketahui sesuai dengan pengalaman
{
t

dan perkiraan sistem struktur yang akan


l!
o
dipergunakan. Namun, kesemuanya itu "I3

tergantung pada rancangan arsitek, baik ri


ql
ekspresi bangunan, denah, dan komposisi ^{}

bangunan.
:
a

2. BANGUNAN BENTANG LEBAR


Dari kegiatan dan fungsidalam
bangu nan, telah ditetapkan persyaratan
yang harus dipenuhi. Selain bangunan
dengan persyaratan standar, ada pula U
{:
bangunan yang mempunyai persyaratan
o
khusus, yaitu mempunyai bentangan lebar
{:{}
tanpa kolom agar pandangan pengunjung &
a

bisa lepas bebas darigangguan kolom. Dari


I3
{"1

tahapan analisis fisik struktur bangunan,


telah dikenal jenis-jenis struktur bangunan
bentang lebar.
Dengan melihat bentuk maupun jenis
lebar bentangan yang ditentukan oleh
arsitek, akan diketahui pula material yang
digunakan pada jenis struktur bentang lebar
tersebut. Sesuai dengan bentuk bangunan
a
dengan kemampuan material strukturnya
maka dipilih struktur yang sesuai, yaitu &

1. bangunan dengan struktur beton,


l:-
E(:
2. bangunan dengan struktur besi baja, ;
s
*a
3. bangunan dengan struktur kayu. &
k
h
rt
..f
a
.s
E
I Contoh bangunan dengan
struktur kayu, beton, dan
besi baja

griya kreasi 213


L. KONSEP UTILITAS dipakai untuk mandi, cuci, dan masak
untuk diminum. Air bersih ini dikelola oleh
BANGUNAN DAN
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)yang
KAWASAN dimilikioleh pemerintah daerah atau oleh
Penggunaan utilitas bangunan meliputi
perusahaan-perusahaan swasta di bawah
jaringan instalasi air bersih dan air kotor,
kontrol pemerintah.
jaringan listrik, pengudaraan ruang, jaringan
Selain itu, sumber air juga didapatkan
komunikasi dan sound sysfern, sistem pemadam
daritanah yang dibor dan dipompa dari
kebakaran, pembuangan sampah, penangkal
air tanah. Sumber air ini biasa digunakan
petir, sistem pengamanan, dan sistem sirkulasi
oleh rumah tinggal yang kedalamannya
vertikal. Sementara untuk konsep sarana utilitas
disesuaikan dengan kapasitas mesin
kawasan, yang perlu diperhatikan adalah adanya
pompanya. Begitu pula kualitas airnya
jaringan-jaringan drainase riol kota untuk air
tergantung darijenis air tanah yang
hujan dan air kotor dari dapur hunian, jaringan
didapatkan di lokasi tersebut. Air tanah di
air bersih dari PAM, jaringan listrik dari PLN,
daerah bekas persawahan atau lembah
jaringan telepon, serta jaringan gas.
biasanya mengandung zat besi yang berbau
Semua sistem jaringan utilitas pada
dan berwarna kuning. Air yang demikian
bangunan bertingkat tinggi tersebut
tidak layak untuk diminum atau dikonsumsi.
menyangkut kenyamanan dan keamanan
Untuk kedalaman lebih dari 100 meter,
bagi pengguna bangunan. Sarana tersebut
pengeboran air harus melalui izin Pemda
dioperasikan dengan pengawasan dan
dan dikenakan retribusi biaya meteran dari
pengontrolan yang sangat ketat. Hal ini dapat
jumlah air yang disedot dengan pompa air
dilakukan dalam sistem yang modern, melalui
berkekuatan besar. Hal ini dimaksudkan
satu koordinasi pengelolaan, yaitu building
untuk mendapatkan biaya perawatan
automatic system (BAS). Mereka yang bekerja
catch ment oreo, sehingga kestabilan
di ruang pengelolaan inidapat mengontrol
sumber air tetap terjaga. Pengeboran ini
seluruh mekanisme kerja pada seluruh jaringan
diperuntukkan bagi bangunan-bangunan
utilitas bangunan.
tinggi seperti apartemen, hotel, dan
perkantoran yang kedalaman airnya bisa
1. JARINGAN INSTALASI AIR mencapai ratusan meter (deep welf).
Jaringan instalasi air merupakan sistem Air tanah serta air dari PDAM biasanya
jaringan pemipaan yang mengalirkan dan dikumpulkan di dalam ground tank,lalu
memindahkan air dari suatu tempat ke dinaikkan dengan pompa ke top tank. Air
tempat lain. Jaringan ini dibedakan atas bersih tersebut kemudian didistribusikan ke
jaringan pemipaan untuk air bersih, air lantai di bawahnya dengan gravitasi dari air
kotor, air jaringan kebakaran, dan air hujan. itu sendiri.
Sumber air bersih didapatkan dari air sungai Pemipaan jaringan air bersih dan air
yang diolah menjadiair bersih yang layak kebakaran perlu dibedakan. Tujuannya

214 griya kreasi


agar pada saat terjadi kebakaran, tetapi peralatan rumah tangga, hiburan, dan
persediaan air di ground tank habis, alat perkantoran seperti komputer, audio
cadangan air untuk kebakaran masih ada. visual, CCTV intercom, hingga sound
Untuk limbah air kotor, antara padat system gedung pertunjukan sudah pasti
dan cair harus dibedakan. Limbah cair tidak dapat terlepaskan dari peran energi
masih bisa diolah dan dapat digunakan listrik. Begitu pula untuk utilitas bangunan,
kembali untuk resapan air tanah. Dapat pula dari penerangan ruang,lift dan escalator,
limbah cair dilakukan pengolahan tertentu mesin pengolah limbah, alat keamanan,
untuk digunakan sebagai air bersih. Dengan dan sebagainya perlu energi listrik untuk
demikian, cadangan air tanah relatif tidak menghidupkannya.
terlalu berkurang dan permukaan tanah Sumber listrik pada bangunan
stabil, sehingga diharapkan tidak terjadi didapatkan dari Perusahaan Listrik Negara
penurunan permukaan air tanah secara (PLN) maupun darigenerator pada
signifikan. bangunan itu sendiri. Kedua energi listrik
Air hasilolahan limbah cair juga dapat tersebut dipadukan untuk masuk ke dalam
digunakan sebagai cadangan air untuk traffo dan didistribusikan ke panel-panel
memadamkan kebakaran dan menyiram listrik pada setiap lantai bangunan. Untuk
tanaman, sehingga mampu mengurangi menjaga kelangsungan pengadaan energi
pemakaian sumber air bersih yang listrik dan untuk memperpanjang umur
berkelebihan. generator tersebut, diperlukan generator
Begitu pula dengan limbah padat, cadangan. Dengan demikian, kemampuan
baik dari toilet dan limbah dari dapur, air sarana tersebut tidak melampaui kapasitas
kotornya diproses melalui pengolahan maksimal yang dipersyaratkan.
limbah.padat toilet masuk ke dalam septic Di beberapa bangunan, energi listrik
tank,ke rembesan, dan limpahan airnya juga diperoleh darisumber lain seperti
didaur ulang seperti proses pengolahan cel-cel tenaga matahari atau kincir-kincir
limbah cair. Demikian pula untuk tenaga angin. Sarana-sarana tersebut dapat
pengolahan lemak, bahan kimia pabrik, diletakkan di bagian komponen bangunan
serta limbah dapur restoran dan rumah atau pada suatu lokasidiarea lain. Dengan
sakit, diperlukan proses pengolahan demikian, alternatif sumber daya listrik
khusus dan spesifik agar tidak mencemari pun akann bertambah banyak. Sedikit
lingkungan masyarakat di sekitarnya. demisedikit peran dan fungsinya pun akan
beralih pada energi terbarukan sehingga
mengurangi pemakaian bahan bakar
2. JARINGAN LISTRIK
minyak dari fosil bumiyang semakin lama
Kehidupan peradaban zaman modern
semakin habis.
pada masa kinidan mendatang tidak
Sementara untuk kawasan, energi
bisa lagidilepaskan dari peran barang-
listrik biasanya didapatkan dari PLN. Melalui
barang hasil produk elektronik. Dari semua

griya kreasi 215


jaringan tegangan tinggi SUTET maupun 02 didalam ruang tetap stabil. Udara
gardu-gardu traffo induk dengan kabel dingin disemprotkan melalui jaringan
tegangan tinggi di dalam tanah. pengudaraan (ducting) ke setiap pembagi
(deffuser) pada titik ruang-ruang yang
dipandang perlu dan merata. Udara dingin
3. PENGUDARAAN RUANG
tersebut akan bersentuhan dengan panas
Sudah menjadi kebutuhan hiduP
badan orang, peralatan elektronik, dan
masyarakat modern bahwa kenyamanan
dinding kaca luar bangunan, sehingga
untuk melakukan kegiatan apabila pelaku
udara tersebut menjadi hangat setelah
berada pada ruang dengan pengondisian
dipergunakan.
udara yang sejuk dan konstan, terutama
Proses berikutnya adalah udara hangat
pada bangunan-bangunan yang terletak
diisap kembali masuk ke dalam AHU melalui
didaerah dengan iklim tropis didataran
gril/ pengisap udara di plafon pinggir luar
rendah ataupun daerah dengan udara
di atas kusen kaca curtain raral/. Proses ini
panas seperti gurun.
sekaligus mengisap udara hangat hasil
Untuk mendapatkan pengondisian
radiasi matahariyang diterima kaca kulit
udara sejuk ini, telah lama dipergunakan
bangunan. Udara akan diproses kembali
alat pendingin udara (air condition/AC).
melalui kisi-kisiAHU menjadi udara dingin,
Penggunaan jenis peralatan tersebut
lalu masuk kembali ke dalam ruang.
disesuaikan dengan jenis kegiatan di
Untuk menjaga agar usia chiller
dalamnya, sehingga efektivitas dan efisiensi
menjaditahan lama maka diperlukan mesin
kerja alat tersebut dapat dicapai secara
cadangan. Penggunaan mesin cadangan
optimal.
tersebut dilakukan dengan cara bergantian
AC sentral dipergunakan pada
di sepanjang waktu pemakaiannya.
bangunan-bangunan besar dan tinggi i-
Untuk mendinginkan udara pada ,l
yang para penggunanya terdiridari banyak j
ruang-ruang relatif kecil yang kegiatannya I
orang serta jumlah jumlah lantainya banyak. I
tidak memerlukan waktu lama, dapat I
Namun, AC sentral dapat pula dipergunakan t
dipakaijenis pendingin udara split atau AC t
pada bangunan rendah dengan bentang
window. Pendingin udara ini sewaktu-waktu
lebar seperti gedung pertemuan, gedung
dapat dihidup-matikan sesuai penggunaan
pertunjukan, gedung olahraga, bandara,
ruangnya. Proses pendinginan udara pada
dan sebagainya.
jenis AC split maupun AC window pada
Pada prinsipnya, AC sentral terdiri dari
prinsipnya hampir sama dengan AC sentral.
pembangkit gas atau air dingin (chiller)
Perbedaanya hanyalah pada peralatannya
dan didistribusikan ke setiap lantai lewat
yang dibuat dalam bentuk dan sistem yang
alat yang mengubahnya menjadi udara
lebih sederhana.
dingin, yaitu AHU (oir hondling unit),
Pada masa sekarang ini telah
ditambah 15% udara segar dari luar. Hal ini
ditemukan sistem pengudaraan yang lebih
dimaksudkan untuk menjaga kandungan

216 griya kreasi


!
d 4. JARINGAN KOMUNIKASI DAN
d
a TATA SUARA
S.
q Salah satu kelengkapan utilitas
a bangunan untuk memperlancar
a
(J hubungan para pelaku kegiatan adalah
tr
alat komunikasi. Peralatan ini dapat
Ul
menghubungkan komunikasi antara ruang-
ruang tertentu saja maupun keseluruhan
ruang dalam bangunan. Untuk menjalankan
jaringan ini, dibutuhkan tenaga
t I lnstalsi pemasangan AC split
operator yang cekatan. Namun, dengan
ui berkembangnya teknologi komunikasi, satu
nomor telepon dariTelkom dapat dipakai
E
o untuk beberapa /rne pesawat telepon
{o
disejumlah ruang (PABX). Hal inidapat
uo
o
l: menghemat jaringan pelanggan pada
*
B bangunan bertingkat tinggi dan frekuensi
O
h
-E pembicaraan.
i:
qJ
a Tata suara (sound system) digunakan
E
3
LA untuk beberapa ruang pertemuan besar
sepertiaula maupun ruang serba guna.
Untuk ini, dibutuhkan pengaturan tata
I lnstalasiAC
lsentral suara yang baik, terdiri dari bentuk dan
material perancangan ruang dalam
(interior) pada dinding maupun plafon.
canggih. Sistem initelah diproduksi oleh Terlebih lagi pada fungsi-fungsi bangunan
beberapa industri besar dengan sebutan yang mempersyaratkan tata suara yang
dagang seperti super modular multisystem sempurna seperti gedung konser serta
(SMMS), multi air conditioning system gedung pertunjukan musik maupun drama,
(MACS), dan hyper multiKX. Perletakan diperlukan perhitungan-perhitu ngan
dan pemasangan fasilitas pengudaraan inl pelik untuk mengatasi bergemanya suara,
menggantikan fungsi chiller.Tujuannya agar sehingga akan dihasilkan suara yang jernih
dapat dicapai efisiensi pengoperasiannya. terdengar dari sumber suara sampai ke
Dalam jangka pendek, investasi untuk telinga pengunjung yang duduk di ujung
sarana tersebut cukup membutuhkan ruang sekalipun. Begitu pula dengan
dana besar. Namun, dalam jangka panjang, perencanaan dan perancangan untuk ruang
akan didapat penghematan energi dan rekaman di studio musik maupun di stasiun
nonmateri lain. televisi.

griya kreasi 217


5. JARINGAN PEMADAM dengan cepat dan mudah. Pada
KEBAKARAN jangkauan jarak tertentu, api dapat
Salah satu sarana utilitas yang cukup dicapai dan dipadamkan.
penting pada bangunan adalah instalasi 3. Jaringan halon gas. Jaringan ini
pemadam kebakaran. Bahkan boleh dipakai pada ruang tertentu yang
dikatakan instalasi ini merupakan sarana peralatan-peralatan di dalamnya tidak
terpenting, karena bila terjadi kebakaran boleh terkena air. Terkadang peralatan
maka dalam waktu sekejap bangunan tersebut bernilai tinggi dan sangat
beserta isinya akan habis terbakar tanpa mahal harganya, seperti ruang kontrol
sisa, bahkan tanpa ampun dapat merenggut dan ruang mainframe komputeryang
nyawa pengguna bangunan tanpa sempat menyimpan data-data rahasia.
menyelamatkan diri. Untuk itu, diperlukan
perencanaan yang teliti dan cermat dalam 6. PEMBUANGAN SAMPAH
pengadaan jaringan pemadam kebakaran Pada bangunan-bangunan bertingkat
secara menyeluruh di setiap sudut tinggi, kegiatan-kegiatan para pemakai
bangunan. Peralatan jaringan ini mencakup bangunan akan menghasilkan sampah dalam
sebagaiberikut. jumlah cukup memadai. Sampah tersebut

1. Joringan air semprot (springklers). dapat berbentuk sampah kering yang berupa
lni merupakan jaringan air bertekanan kertas-kertas bekas dan ada pula sampah
yang akan memancarkan air di basah dari restoran yang terletak di lantai

dalam ruang bila katup penutup atas.

mata pancar pecah pada temperatur Sampah yang dihasilkan dari rumah

tertentu. Pecahnya katup tersebut tangga pada suatu kawasan pemukiman


diakibatkan oleh meningkatnya suhu mempunyai volume yang lebih besar lagi.
dan temperatur pada ruang yang Sebetulnya sudah digalakkan pemisahan
jenis sampah organik dan anorganik sejak
diakibatkan oleh adanya panas api.
Dengan demikian, kebakaran dapat lama agar mudah untuk dilakukan daur

dengan cepat diatasi dan dilokalisir. ulang. Bahkan juga sudah mulai dilakukan
Pemipaan jaringan ini terlepas dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk
jaringan pipa instalasi air bersih agar untuk pertanian, Namun, kelihatannya
pada saat diperlukan, aliran jaringan air sosialisasi ini kurang mendapat respon dari

yang lain tidak akan terganggu. masyarakat. Timbunan sampah akan menjadi
permasalahan apabila tempat pembuangan
2. Jaringan hydrant.Jaringan ini
sampahnya sudah penuh. Untuk itu, perlu
merupakan boks lemari kaca berwarna
dicarikan tempat penimbunan lain yang
merah dan terkunciyang didalamnya
masyarakat di sekitarnya tidak merasa
berisi selang tergulung dan tersusun
terganggu. Sampah akan menimbulkan
rapi. Apabila diperlukan, kaca boks
masalah kebersihan lingkungan dan kawasan.
dipecahkan agar selang dapat ditarik

218 griya kreasi


Pada pasar-pasar tradisional dan pasar induk energi listrik yang terlepas dan bila mengalir
sayur-mayur juga merupakan penghasil menuju obyek tertentu, petir tersebut dapat
sampah terbesar yang memerlukan menghanguskannya. Apabila tenaga Iistrik
pemecahannya. ini mengalir ke bangunan maka energi
Pada bangunan tinggi, permasalahan listriknya akan merusak alat-alat elektronik
sampah juga harus mendapat perhatian yang ada di dalamnya.
arsitek. Di setiap lantai harus ada lubang- Kefatalan tersebut harus dihindari,
lubang pembuangan sampah yang terletak karena pada fungsi-fungsi tertentu terdapat
pada core bangunan. Lorong tersebut peralatan elektronik berharga sangat mahal.
berujung pada daerah pengumpulan Bahkan komputer-komputer suatu lembaga
sampah yang terletak di lantai basement dan instansi tertentu berfungsi menyimpan
bangunan. Secara berkala, sampah tersebut data-data yang tidak ternilai harganya. Petir
diangkut dengan kendaraan kebersihan. yang menyambar dapat menghanguskan
alat-alat tersebut dalam waktu amat singkat,
7. PENANGKAL PETIR sehingga perlu disiapkan peralatan yang
Pada musim penghujan, awan dapat dapat mengatasi permasalahan tersebut.
terjadi akibat uap air yang ditiup angin dan Beberapa penangkal petir telah
mengumpul menjadi awan. Kepadatan uap ditemukan yang diperuntukannya sebagai
air dalam kondisi tertentu mempunyai berat penangkal petir dalam radius tertentu, baik
jenis sedemikian rupa sehingga siap turun untuk bangunan bertingkat rendah maupun
ke bumisebagai hujan. Diantara gumpalan bertingkat tinggi. Alat tersebut terbuat
awan tersebut, terbentuk pula energi listrik dari besitembaga ataupun dari bahan
yang sewaktu-waktu dilepas dalam wujud radioaktif yang mempunyai jangkauan
sebagai petir atau halilintar.Begitu besarnya luas. Penempatanya pun dilakukan dengan
perhitungan yang teliti dan akurat.
E
c)
vi

O
q
E
ft
r!

&
.{:
:E

Terminal udara
Penghantar turun
Sistem grounding

f Gambar jaringan penangkal petir

griya kreasi 219


It

1..1, I '
,':, . :,'1,.

,'rar,,;t

ahap perancangan merupakan saat ciptaan dan karya yang unik dan menarik
arsitek mulai menarik garis yang perhatian masyarakat. Bahkan terkadang
dituangkan dalam gambar rancangan hasilnya dapat memengaruhi pola perilaku
atau desainnya secara terukur dengan skala. orang.
Ta rikan-tarikan garis sketsanya meru pakan Bagi arsitek berpengalaman, sering kali
pernyataan ekspresi dan improvisasi dari coretan-coretan sketsa nya telah muncul
kemampuan kreativitas. Arsitek meramu pada waktu mendengar permintaan saat
memori permasalahan yang didapatkan dari wawancaranya dengan pemilik bangunan.
analisis dan sintesis sehingga menghasilkan Perpaduan memori, kreativitas, dan pola
konsep-konsep pemecahan dan solusi pikir terjadi secara spontan dari cita rasa
dengan seluruh penjiwaannya. futuristiknya dan bisa merupakan proses
Memang harus demikian cara kerja perancangan spiral dan bukan linier
arsitek profesiona l. Antara penyatuan yang berurutan. Penyebabnya karena
kehendak pemberi tugas, refl eksi, da n arsitek profesional sudah mempunyai
prediksi kebutuhan masa yang akan datang, cukup banyak memori, sehingga rutinitas
dipadu dengan kreativitas dan gaya style- pekerjaan nya menjadi kebiasaan dalam
nya, melebur dalam kemampuan cita rasa merancang dan otomatis mengalir daridaya
karsanya da lam mempersonifi kasikan ciptanya. Dengan demikian, terwujudlah
imajinasi, yang akhirnya menghasilkan kawasan dan bangunan yang dibutuhkan.

griya kreasi 221


Berbeda dengan mahasiswa yang Bagaimana arsitek dapat dengan cepat
sedang memelajari, membentuk, dan memberikan gambaran kepada pemilik
melatih pola perancangan arsitektur, bangunan tentang bangunan yang
mereka harus melalui proses pembelajaran diinginkan.
semua tahapan perencanaan dan Kemajuan ilmu pengetahuan dan
perancangan secara urut, dimulai dari teknologi memungkinkan hal tersebut
memahami fenomena di dalam masyarakat dapat terjadi. Dengan diketemukan alat-alat
hingga membuat konsep perancangan canggih seperti laptop dengan archicad,
sebagai titik tolak perancangan. sketch up, dan sarana lain sejenis, arsitek
Sekarang ini segala keputusan dapat menawarkan ide-ide bangunan
harus dilakukan dengan cepat, baik dalam waktu relatif cepat, apalagibila
dalam pengertian berbisnis maupun menghadapi pemilik bangunan yang
menghasilkan produk. Pola pikir globallsasi hanya mempunyai waktu singkat. Begitu
mengakibatkan menajamnya persaingan pula dengan pengerjaan gambar detail
dan kompetisidalam meraih pekerjaan dan arsitektur, struktur, utilitas, finishing
keuntungan. Tuntutan ini juga menyangkut interiornya, hingga spesifi kasi penunjang
profesi arsitek dalam perancangan. gambar pelaksanaan.

ffi I llustrasi coretan sketsa yang


\ muncul saat mendengar
permintaan klien

b;i
!i
'c i'
!l
rl
!
G

rE

ti'
N
o

a
-.t
L1

0rs q,
.s
14

ffi;,W2sre
222 griya kreasi
A. GAYA DAN STYLE spontan dapat langsung muncul suatu
perwujudan sosok bangunan yang lengkap
BANGUNAN
dengan bentuk lekukan-lekukan, patahan,
1. GAYA ARSITEK bahkan dimensi dan gayanya. Arsitek dapat
Setiap arsitek perancang bangunan
menganggap bangunan seperti patung.
pasti ingin memiliki identitas darisetiap
Dia memahat, mengukir, dan menempelkan
gagasannya. Hal ini disebabkan banyak
sebongkah masa bangunan menjadi bentuk
arsitek yang mempunyai idealisme
bangunan yang spektakuler.
yang tinggi maupun arsitek yang sudah
mempunyai gaya, langgam, dan style yang
spesifik dan sudah menjadi trode mork-nya
tersendiri.
Ciri khas dari rancangannya dapat
ditunjukan dalam beberapa hal, seperti
bentuk masa bangunan, detail, bahan
material, warna, komponen, dan elemen
bangunan. Semuanya diramu dalam
rancangan yang komprehensif, sehingga
dapat terjadi pada masyarakat pemerhati
dan pengguna bangunan dan dapat
menunjukkan siapa arsitek perancanEnya.
Bahkan hal tersebut dapat menjadi ikon di
setiap rancangan pada kawasan-kawasan di
I Gaya arsitek merancang

setiap kota.
Beberapa arsitek dalam merancang Penjiwaan arsitek di setiap
tr
o mempunyai cara-cara yang unik dan rancangannya dapat menghasilkan
bO
I spesifik. Setelah dia menerima TOR dari rancangan yang spesifik yang merupakan
!
!t: pihak owners, arsitek mulai menggali, perwujudan dari konsep perancangan yang
a
!b mengenal, dan memahami sekaligus komprehensif, sehingga dapat dianut dan
ft
i memecahkan permasalahan fungsi dan dikembangkan oleh arsitek-arsitek muda
(
E
\t tapak, begitu pula potensi bangunan lainnya.
C)
ft di sekitar tapak. Bahkan untuk radius Ciri dan identitas gaya maupun style
qJ
Y beberapa ratus meter, potensi-potensi arsitek tersebut telah melalui proses
( yang berkaitan harus diperhitungkan serta
o
'I: keahlian yang memakan waktu panjang.
E
f disesuaikan dengan dimensi dan jangkauan Terkadang mereka juga melakukan riset-
pelayanan fungsi yang sedang dirancang. riset melal ui alternatif-alternatif bentuk
Dari memori-memori yang tersimpan di gubahan masa dari studi banding melalui
benak serta kekuatan imajinasinya, secara maket studi.

griya kreasi 223


Dalam merancang bangunan, setiap memengaruhi perkembangan cara
arsitek mempunyaicara dan gayanya merancangnya. Dengan demikian, disadari
masing-masing. Gaya tersebut terkadang ataupun tidak disadari, terbentuklah
telah terbentuk pada waktu arsitek gaya merancang yang khas, spesifik,
masih dalam tahap perkuliahan. Dengan dan lain dari yang lain. Apalagi dengan
ketekunannya, arsitek berusaha melakukan diketemukannya material bangunan baru
eksplorasi atau pendalaman setiap tahapan untuk interior dan eksterior serta rekayasa
proses perencanaan dan perancangan teknologi pelaksanaan proyek, kesemuanya
arsitektur. Ketajaman cita rasanya akan menambah kemampuan arsitek dalam
semakin halus dalam mengkajigaya berkreativitas dan menghaslkan karya-karya
dan style-nya apabila sampai saat-saat yang indah dan sangat inovatif.
tertentu berani melakukan studi banding
dengan karya arsitek-arsitek lain. Dengan 2. SIK,E BANGUNAN
demikian, arsitek tersebut mendapatkan
Dari masa ke masa, terciptalah gaya dan
gaya merancang yang dipakaidalam
sfyle arsitektur yang mengikuti kemajuan
mengerjakan tugas-tugas perancangan.
dan perkembangan teknologi yang sesuai
Perguruan tinggi di lndonesia telah
dengan kesezamannya, misalnya
ba nyak menghasilkan arsitek-arsitek
I modern,
besar yang telah menghasilkan karya-
r post-modern,
karya monumentalnya seperti Bung
I deconstruction,
Karno, Soedarsono, Ari Setiarso, Suyudi,
I country,
Han Awal, Soenaryo Sosro, Sampoerno
I tradisional,
Samingoen, Parmono Atmadi, Johan Silas,
r vernaculair, dan
Suwondo Bimo Sutejo, Ary Mochtar Peju,
I minimalis.
AdhiMoersid, Goestaf Abbas, serta banyak
juga arsitek muda seperti Ridwan Kamil, ai

Yusuf Setiadi, BaskoroTejo, Maman Samadi, iir

Budi Pradono. Bahkan banyakjuga arsitek a


{U
otodidak seperti Silaban, arsitek Mesjid .q
c
lstiglal. Selain di dalam negeri, mereka juga
]
LN

berkarya di luar negeri, sepertiAkhmad


Rozali yang menjalin kemitraan dengan
arsitek Barat menggunakan media e-mail.
Mereka menggunakan pola komunikasi
canggih untuk mendapatkan desain.
Dengan demikian, dari setiap
permasalahan yang mampu mereka
Gambar contoh bangunan karya arsitek terkenal,
pecahkan lama-kelamaan akan dengan konstruksi khusus, The National Stadium Zaln
Hadid

224 griya kreasi


Masi n g-masing sty le meru pa ka n telah tersusun dan didapat pertalian
pecahan atau perkembangan dari gaya perbandingan komposisi bidang dan
bangunan terdahulu, saat arsitek mencari ruang yang dipandang sudah cukup bai(
sistem merancang yang lebih efektif sehingga tinggal memindahkannya ke
dan efisien, sehingga ditemukan sistem dalam gambar rancangan dengan skala
pemakaian elemen dan komponen dari yang sebenarnya.
bahan material bangunan yang minimalis.
1. PERTIMBANGAN
B. MASTERPLAN MASTERPLAN
Masterplan merupakan garis besar Mendapatkan masterplan merupakan
perancangan bangunan dan kawasan yang hasil ramuan pertimbangan dari
terletak di suatu lokasi dan tapak di suatu bermacam-macam proses perencanaan dan
wilayah. Rancangan tersebut merupakan perancangan sebagai beri kut.
rangkuman gabungan dari konsep-konsep 1. Zoneplan.lni merupakan pembagian
yang telah didapatkan, kemudian diramu area berdasarkan peruntukan hirarki
sedemikian rupa dengan ide dan ekspresi atau sifat kegiatan yang penempatan
bangunan dan kawasan yang diinginkan fungsi kegiatannya disesuaikan dengan
arsitek. hasil daridiagram gelembung dan
Pada tahap ini identitas dan jati diri diagram matriks dengan pendaerahan
arsitek sudah mulai terlihat eksistensinya. (zoning) dalam tapak, yaitu dengan
Arsitek dapat menggabungkan hasil dari meletakkan sifat yang sama dari
konsep-konsep perancangan, bentuk- fungsi ruang dan bangunan ke
bentuk baru, serta ciri-ciri daritipologi dalam zoneplan. Dengan demikian,
bangunan dengan gaya rancangannya. akan terjadi pengelompokan ruang
Bentuk-bentuk dasar bangunan dan dan bangunan sesuai sifatnya di
kawasan dapat diambil, misalnya lingkaran, dalam tapak dan terbentuklah masa
segitiga, bujur sangkar, dan geometrik. bangunan yang diinginkan. Untuk itu,
Bahkan dapat dihasilkan ribuan bentuk letak bangunan tersebut dinamakan
baru. masterplan bangunan tunggal atau
Di dalam masterplan sudah ditemukan majemuk (kompleks) dan garis besar
bentuk-bentuk masa bangunan dan letak ruangnya.
kawasan sesuai susunan hubungan 2. Sirkulasi topak.lni merupakan jalan
pertalian fungsinya, begitu pula pola yang menghubungkan letak main
sirkulasi ruang luar dan tinggi-rendahnya gate, side gote, parkir, arus sirkulasi
masa bangunan. Terkadang arsitek sudah pejalan kaki, sepeda motor, dan
menemukan kepastian masterplan tersebut pembedaan mobil pribadi pengunjung
berupa coretan sketsa yang tidak skalatis. atau karyawan, bus, mobiltruk, dan
Sering kali terjadi dari sketsa tersebut truk sampah. Pembedaan masing-

griya kreasi 225


masing pengguna dan arah tujuannya yang mengarah ke dalam. Pengaruh
merupakan pengelompokan sistem dari analisis tersebut ialah arah
parkir, apakah cukup di luar atau perlu menghadap atau orientasi bangunan.
di dalam bangunan, misalnya adanya Jadi, penentu orientasi bangunan ialah
bangunan parkir atau parkir di dalam bangunan yang dirancang termasuk
bosement. tipologi bangunan apa. Dari hasil
3. Topografi , Topog rafi meru pa ka n analisis potensi, akan diperoleh jenis
pengaruh bentuk permukaan tanah bangunan yang dirancang, termasuk
terhadap perletakan masa bangunan di yang menjadi titik orientasi atau bukan.
dalam tapak seperti tanah berbentuk Sementara dari analisis fisik sekitar
rata, landai, atau curam serta jenis tanah tapak, dihasilkan arah orientasinya.
seperti tanah lembek, berpasir, atau batu
karang. Masing-masingnya mempu nyai 2. PENENTUAN MASTERPLAN
karakter yang berbeda, mulai dari cara Dengan pertimbangan-pertimbangan
mengolah dan menentukan main gate, di atas, ditentukanlah masterplan pada
parkir, hingga pemecahan tinggi-rendah suatu tapak atau kawasa n. Masterplon ini
masa bangunannya. biasanya dalam bentuk gambar rencana
4. Potensi sekitar topok. Jenis dan fungsi dua dimensi berskala besar (1 : 1.000; 1 :
di sekitar tapak sangat memengaruhi 2.000), tergantung jenis dan besaran proyek,
penempatan letak fungsi dan masa serta sudah dijelaskan fungsi kegiatan
bangunan, apakah berupa taman masing-masing ba ngunanya.
terbuka, bangunan rendah atau tinggi,
1. Peruntukan (zoneplan). Didalam
serta jenis dan tipologi bangunannya.
zoning tapak, ditentukan fu ngsi-fungsi
Potensi sekitar tapak ini penting untuk
yang ditetapkan sesuai diagram
diketahui terlebih dahulu sebelum
matriks dengan menyebutkan fungsi
jenis fungsi atau orientasi bangunan
bangunannya, misalnya Universitas
ditentukan. Bila potensi bangunan
Pancasila disebutkan daerah rektorat,
di sekitarnya lebih tinggi derajatnya gedung serba guna, fakultas-
dibanding bangunan yang direncanakan
fakultas ekonomi, teknik, psykologi,
maka harus ada panghargaan terhadap
komunikasi, farmasi, dan hukum yang
bangunan tersebut yang berupa as atau
dilengkapi dengan masjid, poliklinik,
orientasi bangunan mengarah pada perpustakaan, lembaga bahasa LlA,
bangunan tersebut.
kemahasiswaan, kantin, parkir-parkir
5. Orientasi bangunan. Dari analisis pimpinan, dosen, dan mahasiswa.
tipologi bangunan, akan diperoleh
Melihat luasnya tapak, juga ditentukan
kesimpulan apakah bangunan bersifat
rencana bangunan tambahan
publik yang berorientasi terbuka atau
sebagai kawasan, sesuai rencana
mengarah ke luar ataukah bersifat privat
peng'embangan kampus.

226 griya kreasi


2. As bangunan. As bangunan merupakan (lobby) perkantoran, hotel, shoping mall,
poros dari badan bangunan yang dan sebagainya.
menunjukkan arah memanjang atau 4. Hubungan potensi sekitar. Hubungan
melintang. Dengan memperhatikan masa bangunan antargedung di
bentuk tapak, kontur, garis edar daerah pusat kota dapat dilihat dari
matahari, dan titik tangkap bangunan tingkat kerapatan dan kepadatannya.
maka dapat ditentukan as bangunannya, Daerah pusat kota yang mempunyai
bisa sejajar jalan atau dengan sudut- nilai ekonomi tinggi berbeda dengan
sudut istimewa seperti 30 derajat atau 45 di pinggir kota yang mempunyai KDB
derajat terhadap tapak atau jalan. Bahkan rendah. Kepadatan menunjukkan
dalam suatu tapak, ada as bangunan tingkat kesehatan lingkungan yang
yang berbentuk melingkar sesuai dengan jarak bangunannya akan memengaruhi
garis kontur dan pola gubahan masa aliran udara segar, menerobosnya
bangunan separti grid, radial, memusat, sinar matahari, dan kemungkinan
dan sebagainya. menjalarnya bahaya kebakaran. Menurut
3. Ruang luar Setiap perancangan Perda DKl, dinding podium empat
bangunan dalam suatu tapak tertentu lantaidi pusat kota boleh berimpitan,
hampir dipastikan terdapat ruang luar sedangkan bagian terdekat bangunan
sebagai daerah terbuka seperti plaza, tower berjarak 7,50 m dengan batas
taman, parkir, maupun lapangan upacara pagar tapak, yang semakin ke pinggir
yang masing-masing mempunyai fungsi kota maka jarak tersebut akan semakin
yang ditentukan. Daerah ruang luar besar.
tersebut terdiri dari ruang yang memang Ruang yang terjadi antara bangunan
direncanakan ataupun bisa berupa sisa dengan jalan pun dapat dijadikan
ruang akibat perancangan bangunan identitas lokasi. Meskipun dibolehkan,
tehadap tapak, terkecuali untuk daerah arsitek menempatkan plaza sebagai ciri
padat penduduk dan bangunan dan identitas tapak. Misalnya Rockefeller
seperti daerah pusat kota yang KDB- Plaza mempunyai satu lantai di bawah
nya mencapai 1000/0. Untuk daerah permukaan tanah terbuka yang
perancangan semacam ini, seluruh tapak berfu ngsi sebagai coffe shop dengan
akan tertutup oleh bangunan. Meskipun payung-payung tempat kursi-kursi
demikian, untuk fungsi bangunan yang dan salah satu sisinya diberi air terjun
diperuntukan kegiatannya bersifat umum sebagai pelengkap suasana.
maka arsitek berusaha memberikan Bentuk masa bangunan sekitar
sifat-sifat alami dengan taman di dalam bangunan yang telah ada mempunyai
gedung, walaupun hanya berupa pengaruh kuat terhadap bangunan
tanaman hiasan (artifisial). Hal seperti yang sedang dirancang, apalagi di
inisering dijumpai pada ruang tunggu dalam suatu komplek masa bangunan

griya kreasi
I
c
u

{tJ
.q

tn
)

SI. -qEEEff
rilr
'siltr/ailh
trr

I Gambar contoh masterplan

yang dimiliki satu instansi, seperti hasil sintesis fisik dan nonfisik tersebut
hubungan antara gedung yang diramu dalam konsep perancangan.
menjadi pusat dan bagian-bagiannya. Acuan dan syarat-syarat yang telah
Contohnya kompleks U niversitas ditetapkan dalam konsep perancangan
lndonesia, Universitas Pancasila, Rumah menjadi pegangan arsitek untuk
Sakit Pertamina, dan sebagainya. mendapatkan gubahan masa bangunan
Namun, tidak semua prinsip ini dapat seperti yang telah dibayangkan.
diterapkan. Misalnya pada kompleks Kemungkinan adanya perubahan dapat
pameran perdagangan, bermacam- saja terjadi, meskipun tidak terlalu prinsipal.
macam bentuk bangunan dibangun, Penyebabnya adalah ramuan dan paduan
karena masing-masing pavilion ingin elemen-elemen yang diketemukan dan
men u nju kkan identitasnya. telah dikembangkan pada proses-proses
sebelu mnya. Pengembangan tersebut
telah tersusun dan terpadu dalam imajinasi
C. GUBAHAN MASA
arsitek. Bila pengembangan tersebut harus
BANGUNAN terjadi, diharapkan perubahan-perubahan
Tahap ini merupakan kelanjutan
tidak cukup besar. Namun, peristiwa ini
tahap perancanga n masterplan. Wujud
dapat saja terjadi, setidaknya di minimalisasi
fisik bangunan ini sudah mulai diwarnai
bila selama proses perencanaan dan
oleh langgam dan gaya arsitek dan
perancangan dilakukan dengan konsisten
menunjukan garis besar perkiraan bentuk
tahap demitahap.
masa bangunan, baik untuk masa tunggal
Ada nya a lternatif-a lternatif
maupun majemuk. Kompilasi paduan dari
perancangan diharapkan dapat dilakukan

228 griya kreasi


arsitek sebagai solusi dan jawaban tersebut diletakkan pada gubahan
atas keinginan pemilik bangunan yang masa bangunan sesuai dengan daerah
terkadang membutuhkan pembanding. Hal peruntukan nya (zoneplon) dan bisa
tersebut menjadi ukuran kemampuan dan dipakai sebagai titik tangkap bangunan
kompetensi arsitek dalam berimprovisasi. (center point). Sebagai contoh ialah

Gubahan masa dapat dibuat dalam gedung rektorat pada kawasan


bentuk maket studi dari lilin atau stereofoom. universitas, atau pada titik berat
Pengolahan tinggi-rendah, tebal-tipis, dan bangunan yang pada daerah tersebut
maju-mundur masa bangunan terhadap biasanya diletakkan pintu masuk
tapak serta bangunan sekitar dapat cepat banguna n (main entrance).
diketahui. Mahasiswa dan arsitek yang telah Fungsi khusus. Fungsi khusus yang
menggunakan Otocad atau Archicad dapat dapat ditonjolkan ditempatkan pada
membuatnya dengan cara tiga dimensi daerah istimewa bangunan dan
(3D). Kemampuan inijuga dapat membantu dijadikan sebagai identitas masa
mengetahui dengan cepat keseimbangan bangunan. Bagian tersebut merupakan
proporsi komposisi letak dan dimensi elemen-elemen dari unit-unit masa
bangunannya. bangunan. Dengan demikian,
penempatan yang tepat dapat dijadikan
1. PERTIMBANGAN GUBAHAN sebagai titik tangkap bangunan (eye

MASA BANGUNAN catcher), misalnya papan nama pada

Pertimbangan-pertimbangan untuk gedung tinggi atau bentuk khusus


mendapatkan gubahan masa bangunan dari kanopi pada daerah dropoff pintu
adalah sebagai berikut. masuk bangunan.

1. Pengolahon bentukfisik Dari wujud Hubungon dan jarak antara titik berat
bangunan, perlu dipahami dan bangunan don titik tangkap bangunan
dikenali sifat-sifat dasar bentuk, yaitu dengan pintu gerbang (main gote).
persegi, bulat, segitiga, geometri, dan Keadaan tersebut dapat dipakai sebagai
perpaduan kombinasi bentuk-bentuk pola acuan pengaturan sistem sirkulasi

tersebut. Dengan memahami sifat dan dalam tapak. Proses pengolahan emosi
karakternya, akan dicapai bermacam yang dirasakan pengunjung dimulai
masa bangunan. Hal ini menunjukkan dari main gatetapakhingga main

bahwa ide dan kreativitas tersebut tidak entronce bangunan. Hal ini merupakan

terhingga (u n li mited). pencapaian ke unit-unit masa bangunan


2. Daerah yong istimewa. Dari diagram (continues space), terutama untuk

bentuk dan diagram matriks, dapat bangunan monumental. Contohnya


diperkirakan bagian ruang atau ialah istana, bangunan religi, serta
bangunan yang dapat mempunyai sifat museum dengan pola pencapaian
dan bentuk istimewa. Fungsi bangunan langsung, tidak langsung, atau tersamar.

griya kreasi 229


#
tr

llkuran bentuk tapok. Ukuran bentuk Begitu pula dengan style, trendy, dan
tapak membatasi pengolahan masa kesezamanan dari gaya bangunan. Jadi,
bangunan. Luas tapak yang sempit kulit bangunan yang mulai dirancang
berbeda dengan tapakyang luas. menunjukkan ekspresi sesuai dengan
Begitu pula dengan bentuk tapak topik dan tema yang telah ditetapkan.
memanjang ke samping berbeda 9. Pembentukon sistem struktur,
dengan memanjang ke belakang. Selain gubahan maso bangunan, dan
hal tersebut, bentuk permukaan tanah gubohan ruong. Hal ini harus
dan jenis kontur juga memengaruhi as mempertimbangkan dan memenuhi
bangunannya. Penyesuaiannya dengan persyaratan sistem struktur bangunan
memperhatikan kesamaan kualitas dan (contru cti on) ti pologi bang u na n.

persyaratan fungsi. Misalnya, membentuk ekspresi


Hirarki dan struktur fungsi dori bangunan merupakan cerminan sifat-
peruntukan (zone plan) bangunan. sifat fungsi sebagai bangunan publik
Hal iniakan menentukan sirkulasi atau privat. Kesan monumental pada
tapak dan tata ruang dalam bangunan. bangunan museum dan bangunan
lnidinamakan pula struktur ruang konser serta kesan agung pada
di dalam menempatkan kelompok- bangunan religi masing-masing akan
kelompok fungsi yang disesuaikan memengaruhi sistem strukturnya.
dengan diagram matriks. Penyesuaian 10. Pemilihon sistem struktur. Hal ini harus
kualitas dan kesamaan dari sifat fungsi memperhatikan kemampuan material
yang telah didapatkan pada diagram utama bangunan dan memadai
matriks akan menentukan letak dengan bentuk dan dimensi struktur
peruntukan ruang dalam bangunan. bangunan. Sering terjadi polemik
7. Penempatan program ruang. antara arsitek yang mengandalkan
Penempatan program ruang dari intuisi estetikanya dengan konstruktor
tabel diagram matriks ke dalam masa yang mengandalkan perhitungan-
dan bangunan disesuaikan dengan perhitungan engineering-nya. Namun,
sifat kegiatan atau hirarki ruang dari arsitek dengan perhitungan sistem
zoneplon dan luasnya. Apabila luas struktur dan pengalamannya sudah
tidak sesuai, lantai ditambah ke atasnya. mempertimbangkan dimensi dan
Diharapkan tidak terjadi peru bahan bentuknya.
mendasar dari garis besar bentuk masa 11. Tinggi rendah moso bangunon. Hal ini
bangunan. harus memperhatikan letak bangunan
8. Bentuk dan penampilan bangunon. latar depan dan belakang terhadap
Hal ini didasarkan atas topik dan bentuk tapak, skyline, dan orientasi
tema serta konsep perancangan bangunan, sehingga memperkaya
yang telah dipilih dan ditentukan. irama dari bangunan disekitar

230 griya kreasi


tapak. Meletakkan masa bangunan 1 5. Peraturan selain Perda. Peraturan yang
lebih rendah didepan akan lebih telah ditetapkan Pemda, khususnya
memperkuat skyline di daerah tersebut. oleh dinas tata kota dan dinas
Begitu pula dengan yang terjadi pengawas pembangunan prasarana
bila kita memperhatikan ketinggian kota, bahwa perancangan gubahan
bangunan, ruang kota vertikal perlu masa bangunan harus memperhatikan
dilihat untuk daerah tersebut. peraturan-peraturan lain, termasuk dari
12. Nilai tambah sisa tapok. Untuk hal dinas kebakaran, utilitas bangunan, dan
ini akan terjadi sisa ruang luar akibat peraturan teknis lainnya.
pembentukan masa bangunan di 16. Asumsi dan prediksi. Perlu
dalam tapak. Diharapkan sisa ruang dipertimbangkan perkembangan
tersebut mempunyai manfaat, baik kota pada masa akan datang. Arsitek
sebagai ruang positif maupun negatif harus mampu memprediksi rencana
atau sebagai taman aktif maupun pasif, tapak dan lingkungan, fungsi dari
apalagidi daerah yang mempunyai tipologi bangunan, serta style dan
nilai ekonomi tinggi yang sisa tapaknya gaya bangunan, agar masa atau
dapat diolah dan dipergunakan dengan umur, eksistensi, dan keberadaan
fungsi seoptimal mu ngkin. Contohnya bangunan dapat dipertahankan dalam
taman dengan air terjun dilengkapi jangka waktu lama. Dengan pola pikir
kolam ikan. imajinatif dan komprehensif, semua
13. Pola penyusunan masa bangunan.Hal parameter tersebut di atas dapat
inimenggunakan pola bidang masil dipadu dan diramu dalam suatu proses
transparan, dan lengkung. Pola-pola perancangan yang simultan sehingga
as bangunan grid,linier, c/uster, rodiol, akan memperkaya hasildesain yang
memusat, kombinasi, dan sebagainya. lain dariyang lain.
Pengayaan dari pola-pola masa Perancangan tersebut dapat melalui
bangunan tersebut tergantung pada pendekatan "bentuk mengikuti fungsi
kecakapan arsitek dalam menonjolkan (form fallows function)", yaitu fungsi dicari,
pemilihan pola sesuai dengan fungsi dikelompokan, dan akhirnya didapatkan
utamanya. masa bangunan seperti gedung pemerintah
14. Kesinambungan ruang kofo. Apabila zaman dahulu dan kebanyakan rumah
dimungkinkan, di dalam tapak harus tinggal.
diusahakan adanya ruang kota yang Pendekatan perancangan juga dapat
menerus. lni akan terjadi kontinuitas dimulai dari prinsip "fungsi mengikuti
ruang-ruang kota yang bisa menjadi bentu k (fu n ction fa| I ows form)", yaitu bentu k
penunjang land mark dan identitas bangunan ditemukan terlebih dahulu
kota, sehingga menjadi ruang dengan memperhatikan lingkungan dan
berkesina m bu ga n (conti nues space). bentuk masa depan, misalnya bangunan

griya kreasi
I Gambar contoh blok plan

mesiniaga-nya Kean Young serta Sidney tapak. Letaknya yang berada di pusat kota
Opera House-nya Yohrn Utzon. akan berlainan dengan di pinggir kota.
Namun, terkadang banyak arsitek Peruntukan tapak berdasarkan ketetapan
menghasilkan bentuk bangunan yang Perda pun sangat menentukan fungsi
melampaui zamannya, misal nya karya-karya bangunannya.
arsitek terkenal Frank Lloyd Wright, Kenzo
Tange, dan Frank Gerry. a. BangunanTunggal
Bangunan tunggal merupakan

2. JUMLAH MASA BANGUNAN bangunan yang berdiri sendiri dan berlantai

Sesuai dengan hasil sintesis program


satu hingga tingkat tinggi, baik dengan
i

ruang darifungsi dan dimensinya, bila maupun tanpa podium didalam suatu
l

tapak. I
dikaitkan dengan luas tapak, maka jumlah
gubahan masa yang dihasilkan dapat Jenis bangunan tungga dapat memiliki

menjadi beberapa kemungkinan. Hal ini fungsi tunggal maupun majemuk atau

disebabkan dari perhitungan dimensi multifungsi (mixe used). Contohnya lantai


program ruang akan dihasilkan luas bawah untuk shoping mall dan di atasnya

bangunan. Sementara dari tapak, juga untuk perkantoran atau apartemen. Hal
dihasilkan luas total bangunan maksimum inijuga dilakukan pada hotel dengan
yang diakibatkan oleh Perda. Pemilihan dari kelengkapan fungsi-fungsinya dan fungsi-

kedua luas bangunan tersebut ditentukan fungsi tambahan lainnya.

oleh tipologi bangunannya. Jenis fungsi Bangunan tunggal dan tinggi biasanya

tergantung dari letaknya pada lokasi terdapat di pusat kota karena besaran

232 griya kreasi


Slrnber: i:rnsllrrneCes,gr. crg 5rmber: j;karta r i ty. a I x. c t. i d

kavelingnya terbatas, tetapi bernilai sama. Hal ini seperti terjadi di kota-kota
ekonomi tapak yang tinggi. Oleh karena besar di Amerika. Penamaan jalannya pun
harga per meter persegi tapak sangat mahal mudah, yaitu Boulevard dan Avenue, tinggal
maka luas tapak harus dimanfaatkan secara ditambahkan dengan nomor jalannya.
optimal. Dengan membuat luas lantaidasar
bangunan sama dengan luas lantai tipikal b. Bangunan Majemuk
maka bentuk gedungnya tampak sebagai Bangunan majemuk merupakan
bangunan tunggal. sekelompok bangunan yang terletak di
Perlu dipertimbangkan letak tapak suatu tapak yang terdiri dari beberapa
terhadap kelas jalan. Sistem perencanaan bangunan utama, penunjang, dan
dan perancangan jalan kota di lndonesia pelengkap. Bangunan ini terletak di suatu
cenderung tidak beraturan, sehingga kawasan terpadu lengkap dengan fasilitas
mengakibatkan kualitas masing-masing sarana dan prasarananya. Kawasan tersebut
kaveling berbeda. Nilai jual bangunan dapat berupa tipologi bangunan tertentu
tunggal dan tinggi hanya bergantung yang dimiliki suatu instansi pemerintah
pada letaknya. Tapak terletak dijalan tol maupun swasta. Contohnya kompleks
atau jalan protokol tentu lain dengan kampus universitas negeri atau swasta,
tapak di tempat lain pinggir kota. Dengan rumah sakit, taman rekreasi wisata, komplek
perencanaan jalan sistem papan catur (grid) peribadatan, kawasan olahraga, kawasan
maka kualitas jalan yang memanjang dan bisnis super blok, kompleks kementerian.
membujur relatif sama, sehingga kualitas Keterikatan antara fungsi-fungsi di
kaveling tapak di dalam blok juga relatif dalamnya cukup kuat saling mendukung

griya kreasi 233


dan mengisi, sehingga diperlukan luas masing-masing fasilitas dan sarana
konsistensi dalam penerapan antara prasarana yang dibutuhkan.
zoneplan tapak dengan diagram matriks. Tota bangunon. Tata bangunan ini
Perhitungan Iuas bangunannya berdasarkan berkaitan dengan Perda tentang
diagram matriks dan di-cross check dengan peruntukan dengan KDB, KLB, GSB yang
KLB yang berlaku. ditetapkan.
Sistem sirkulosi dan jolur penghubung.
Sistem ini berhubungan dengan sarana
3. PERANCANGAN KAWASAN
jalan yang dikaitkan dengan radius
Dalam perancangan kawasan,
pelayanan dan rincian sistem sirkulasidi
diperlukan tahapan-tahapan kajian
dalam lahan suatu kawasan.
yang spesifik dan lebih bersifat makro.
5. Sistem ruang terbuka dan tata hijau.lni
Permasalahannya ialah produk akhir dari
merupakan penerapan dari KDH sebesar
perancangan kawasan merupakan pola-
4Oo/o dari lahan dan diperuntukan sebagai
pola perancangan yang cenderung pada
ruang penghijauan, sehingga dapat
penyelesaian dalam ruang lingkup yang
dijadikan daerah penangkap air hujan
lebih luas. Kriteria penyusunan konsep
(catchment orea) dan menjadi pendingin
komponen perancangan kawasan harus
suhu udara lingkungan kawasan dan
dibuat secara sistematis. Konsep harus
perkotaan.
mencakup gagasan yang komprehensif
Tata kuolitos lingkungan Dengan
dan terintegrasi terhadap komponen-
kelengkapan fungsi-fungsi tambahan
komponen perancangan kawasan
yang bersifat ciri-ciri lokal serta penerapan
yang meliputi kriteria sebagai berikut
Perda secara konsisten dan konsekuen
(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
maka akan naik citra dan nilaitambah
06/PRT /M/2007 Bagian ll).
kualitas lingkungan.
1. Struktur peruntukan lahan.lni
Si ste m prasa ra n a da
n util itas
merupakan hirarki dari zoneplan
lingkungon Adanya sarana prasarana
kawasan dimulai zona publik,
yang dilengkapi hasil dari Andal maka
semipublik, semiprivat, privat, dan
dapat diketahui dengan pasti jaringan
daerah pelayanan dari prasarana
utilitas yang dibutuhkan beserta
lingkungan. Namun, hal tersebut
kapasitasnya.
tergantung darijenis tugas dan
Pelestarian bangunan dan lingkungan.
besarnya luas kawasan yang dirancang.
lnidilakukan bila didalam suatu kawasan
2. lntensitas peruntukan lahan.lni
terdapat bangunan-bangu nan yang
merupakan perhitungan tentang
dapat dipertahankan eksistensinya
besarnya daya dukung lahan, sehingga
karena mempunyai nilai historis pada era
dapat diketahuijumlah dimensi dan
kesezamanannya.

234 griya kreasi


D. SITE PLAN tapaknya maka semakin kecil permasalahan
plan merupakan tahap selanjutnya
Site yang ditimbulkannya. Untuk permukaan
setelah ditemukan gubahan masa tapak yang mempunyai kontur landai
bangunan. Tahap ini merupakan proses bahkan agak curam, tentu diperlukan
meramu dalam merancang ruang luar perlakuan lebih kompleks dibandingkan
tapak yang dikaitkan dengan denah tanah rata. Kemiringan maksimum untuk
perletakan ruang-ruang di lantai dasar sirkulasi kendaraan memerlukan luacan
bangunan. Proses perletakan ruang- lahan lebih lebar, sehingga diperlukan
ruang lantai dasar bangunan merupakan perlakuan cut and ftllpada lahan tersebut.
perpaduan antara sifat dari zone plon tapak, Hubungan antara main gate tapak dan main
diagram gelembung, dan matriks dengan entrance bangunan sudah ditentukan pada
mempertimbangkan bentuk lantai dasar waktu gubahan masa bangunan diproses.
bangunan. Harus diperhatikan keserasian Taman aktif dan taman pasif dapat
hubungan antara ruang luar tapak dan menjadi bagian dari pedestrian didalam
suasana ruang dalam di dasar bangunan. tapak dan view dari main /obby lantai dasar
bangunan.

1. PENGOLAHAN TAPAK LUAR


Pengolahan tapak meliputi taman pasif 2. PENEMPATAN RUANG DI
dan aktif, mulai dari main gate dan side gate, LANTAI DASAR
sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan, serta Penentuan letak kelompok ruang di
letak parkiran mobil dan motor. Sarana- lantai bawah bangunan didasarkan pada
sarana tapak ini dapat dijadikan sebagai sifat kegiatan yang telah ditentukan dari
ruang kota yang merupakan nilaitambah hasil pengelompokan ruang dan kegiatan
fungsidan dapat menjadi identitas lokasi pada diagram matriks dan zone plan.

dan bangunan. Sementara letak ruang didasarkan pada


Pertimbangan pokok dari perancangan skema hubungan ruang dari diagram
di dalam tapak adalah letak sirkulasi pintu gelembung dan diagram matriks, serta
gerbang utama (maingate) dan pintu mempunyai kontak langsung dengan
gerbang samping (side gate). Seperti telah permukaan tanah. Posisi ini perlu
diketahui bahwa pada tahap sintesis tapak, dimanfaatkan dalam menentukan ruang
telah ditentukan alternatif pintu gerbang. yang terletak di lantai dasar, yang tapak di
Penentuannya pada tahapan konsep sekitar bangunan cenderung bersifat publik
sirkulasi dalam tapak serta pengolahan dan semipublik.
gubahan masa bangunan. Begitu pula dengan hubungan slde
Faktor-faktor lain sebagai gate dengan daerah pelayanan (service)
pertimbangan dalam menentukan tata bangunan, karena didaerah ini merupakan
ruang luar adalah bentuk topografi atau keluar-masuknya barang-barang yang
bentuk kontur tapak. Semakin datar bentuk dibutuhkan. Dengan demikian, ruang-ruang

griya kreasi 235


di lantaidasar pun diusahakan mempunyai 3. KEISTIMEWAAN LANTAI DASAR
sifat yang sama, misalnya dapur utama, Dalam pengolahan lantai dasar bangunan,
gudang, dan perawatan. salah satu lantai yang mudah untuk dilakukan
Hal-hal lain yang juga memengaruhi permainan ketinggiannya adalah lantai
perletakan ruang adalah letakmoin dasar. Hal ini disebabkan tinggi-rendahnya
entronce bangunan. Main entrance tidak begitu mengganggu pada bentuk dan
bangunan merupakan titik awal dimulainya kegiatan ruang di bawahnya. Maksud dan
penyebaran sirkulasi di dalam bangunan, tujuan dari rancangan lantai iniadalah untuk
baik ke arah horizontal maupun vertikal. mendapatkan suasana ruang yang unik, akrab,
Jaringan sirkulasi tersebut didasarkan megah, dan monumental dengan menentukan
pada hubungan ruang daridiagram tinggi rendah lantai dasar bangunan.
gelembung, yang garis penghubungnya Lantai dasar juga dilengkapi dengan
merupakan gambaran hubungan ruang tangga mulia yang megah dan skala besar
dalam denah. Banyak atau tidaknya garis untuk menuju ke lantai dua. Lantai ini paling
penghubung pada diagram gelembung dekat dengan daerah publik yang merupakan
merupakan gambaran frekuensi padat "muka"dari bangunan dan terletak ruang-
tidaknya hubungan ruang. Gambaran ruang para pejabat tinggi atau lantai yang
tersebut menentukan letak ruang dan mempunyai nilaijual tinggi dari gedung
dimensi lebar sirkulasi dalam bangunan. tersebut.

r!
I' Garnbar centuh site ptan

&

q
r:

-^$
- -*d"
{tr!

236 griya kreasi


Begitu pula dengan permainan dalam program ruang ke setiap lantai.
pola corak dan warna dari dekoratif Perletakan ruang tersebut didasarkan pada
lantai maupun plafon. Sering kalitinggi hasil sintesis nonfisik dari diagram matriks
plafon lantai dasar dibuat lebih tinggi dan konsep peruntukan ruang (zoneplan)
dibandingkan dengan plafon di lantai-lantai disetiap lantai. Penempatan denah dalam
lainnya. Kekhususan lantai dasar ditambah zona-zona yang sesuai berdasarkan urutan
lagi dengan pemakaian material yang lebih dan persyaratan fungsi, bukan berdasarkan
baik dan mahal. ltu semuanya menunjukkan feeling atau rasa,
bahwa pengolahan lantai dasar dianggap
penting sebagai daerah publik ruang 1. HUBUNGAN DENGAN
penerima pertama untuk para pengunjung
DIAGRAM GELEMBUNG
yang memasuki gedung. Secara kejiwaan, Dari tahap pengolahan gubahan
ruang ini menunjukkan kualitas penampilan masa bangunan, secara keseluruhan telah
(performonce) dari fungsi dan pemilik
diperoleh garis besar bentuk bangunan,
bangunan. demikian pula bentuk dan dimensi lantai
dasar bangunan. Keterbatasan luas lantai
E. DENAH dapat memengaruhi perletakan ruang.
Sebagai kelanjutan proses perancangan Ruang-ruang yang tidak dapat
dari tahap gubahan masa bangunan dan ditampung pada satu lantai harus
site plan adalah denah. Denah merupakan diletakkan pada lantai di atasnya, apalagi
tahap perancangan untuk meletakkan ruang tersebut berkaitan dengan ruang-
ruang disetiap lantai bangunan. Kegiatan ruang sebelumnya, seperti terlihat di
yang pertama kali perlu dilakukan adalah dalam skema diagram gelembung dan
menempatkan ruang-ruang sesuai hirarki diagram matriks. Dengan demikian, pada
sifat kegiatannya yang telah ditentukan saat meletakkan ruang-ruang yang saling

t @)
li* @
I
r/
>l
"tl
!+l
+l
*l n
.il
ts
L
c*deal:

I,,.uarlaryt*se*ffi tns:&,O.rncri?iiil*ewt,sranan)
Sumber: data pribadi

griya kreasi 237


r$
berhubungan tersebut, harus diusahakan hi
::i
dekat dengan tangga atau lift, sebagai {l
daerah yang secara logis mempunyai ei.
!-i
kedekatan hubungan fi sik. H}
Eii
a, tl
nt
nii
2. SYARAT RUANG
i,fi
Di dalam menentukan letak ruang- fii
ruang, perlu diperhatikan persyaratan-
persyaratan ruang. Tahapan ini merupakan
tahapan yang menarik dan mengasyikkan.
Hal ini disebabkan oleh bermacam-macam
batasan yang harus diPenuhidalam
I Ruang Museum. Harus ada jarak aotara benda koleksi
& pengunjung
meletakkan ruang sesuai dengan fungsi
dan persyaratannya. Sebagai contoh ialah
adanya jarak yang memadai untuk melihat
benda koleksidari museum, bentang
lebar untuk convention hal/, ruang steril
untuk ruang operasi di rumah sakit, dan
sebagainya.
I Sketsa denah Pada letak furnitur

fici?hctr*'Btcttl; ccil' ., i

238 griya kreast


3. DIMENSI DAN LUAS LANTAI r
s
Salah satu hasil sintesis nonfisik adalah n
E
didapatkannya dimensi ruang. Sering s.
kaliterjadi pada waktu program ruang I]
a
a_
dimasukkan ke dalam rencana lantai, E
o
c
tidak ada kesesuaian antara luas ruang a
i"j
a
yang direncanakan dengan besaran luas JI
f,
lantai yang tersedia. Penyebabnya ialah
pada waktu pengolahan gubahan masa

-dilakukan, hanya didapatkan garis besar


perhitungan bentuk masa bangunan
secara keseluruhan, sehingga penyesuaian-
penyesuaiannya menimbulka n banyak
alternatif dan variasi dalam merancang
letak ruang. Dalam hal ini termasuk
memprediksikan dan membayangkan bangunan tinggi, sehingga faktor tampak
terjadinya penataan furnitur di ruang. juga merupakan unsur yang penting untuk
dilihat.
4. PERI.ETAKAN FI.'RNITUR Pada perletakan meubel pastiada
Dalam rangka meletakkan pintu dan bagian latar belakang yang memperkuat
jendela di bagian rumah hunian, harus objek furnitur itu sendiri. Hal itu dapat
dipahami letak meubel dan furniturnya. merupakan dinding padat (masif) seperti
Penyusunan tersebut juga menghasilkan tembok maupun transparan seperti kaca.
pola sirkulasi di dalam ruang. Perletakan Ada ruang yang harus mempunyaiarah
meubel tergantung pada pola kegiatan pandang yang baik seperti kamar hotel
para pelakunya. Penataan meubelnya resort, top restourant, maupun ruang-ruang
diusahakan tidak menyita tempat, sehingga di lantai atas bangunan tinggi.
menjadikan ruang lebih efektif dan efisien. . Pertimbangan tersebut diperoleh dari

Berbeda dengan bangunan hasil orientasidan arah pandang pada


perkantoran atau hotel yang pengolahan tahap sintesis dan arah orientasi pada tahap
tampak merupakan pertimbangan utama konsep bangunan. Dengan demikian, besar
dari perancangan, sehingga perletakan kecil dan letak jendelanya memerlukan
furnitur akan mengikuti pengolahan data-data yang cukup kompleks.
tampak. Namun, pada apartemen sebagai Pertimbangan perletakan furnitur tersebut
bangunan hunian, perletakan furniturnya terutama dipakai untuk perancangan rumah
mempunyai pertimbangan yang sama tinggal, villa, dan apartemen, karena setiap
dengan tampaknya. Penyebabnya ruangnya berbeda dan mempunyai furnitur
ialah bangunan apartemen merupakan dan letak yang berlainan.

griya kreasl 239


5. ORIENTASI RUANG dari PDAM maupun pompa air tanah (deep
Orientasi ruang tergantung dari wel/), serta bak penampungan sampah

kegiatan yang ada didalamnya. Pada dari lantai atas. Komponen-komponen


kasus-kasus tertentu seperti ruang harus bangunan tersebut sebagai bagian dari
tertutup, perlu dipertimbangkan ekspresi utilitas bangunan.
eksteriornya. lni seperti terdapat pada ruang Perlu dipertimbangkan letak core

operasi, ruang radiologi, dan ruang isolasi dalam merancang ruang mekanikal
dirumah sakit, ruang pamer museum, serta dan elektrikal pada bangunan berlantai
gedung pertunjukan. Jadi, ruang tersebut banyak. Penempatan fasilitas-fasilitas

mempunyai orientasi ruang ke dalam. tersebut untuk menghemat tempat dan


Perlu diperhitungkan persyaratan dari biasanya dilakukan dengan alasan jaringan
ruang bebas kolom sepertiaula, gedung instalasinya mudah dalarn pemasangan,
pertunjukan, bioskop, ball room hotel, pengontrolan, dan pengawasan.
gedung konvensi, stadion, dan gedung
olahraga. 7. BASEMENT
Ekspresi bentuk luar dari struktur