Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perang Dunia II adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun
1939 sampai 1945. Perang yang melibatkan berbagai negara dengan banyak
kekuatan besar tersebut merupakan perang terluas sepanjang sejaranh yang
melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Berbagai kekuatan
besar tersebut akhirnya terbentuk menjadi dua aliansi besar yang saling bertentangan
antara Sekutu dan Poros. Berbagai usaha dilakukan oleh pasukan militer tersebut
untuk memaksimalkan seluruh kemampuan baik di bidang ekonomi, industri, dan
ilmiahnya untuk keperluan perang. Akibat dari perang ini, jumlah korban yang
melibatkan kematian massal warga sipil sebanyak 50 hingga 70 juta jiwa ini
menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah manusia.
Disisi lain, kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dengan
memulai perang dengan Republik Tiongkok pada tahun 1937. Keterlibatan Jepang
dalam Perang Dunia II tidak luput dari hal hal yang terjadi di bagian internal
Jepang sendiri. Hal tersebut memicu adanya pro dan kontra bagi pihak Jepang
sendiri sehingga menyebabkan konflik bagi Jepang.
Pada era Meiji, Jepang mengalami perubahan begitu besar dalam kehidupan
kenegaraannya. Begitu juga dengan kemiliterannya, Jepang telah membangun
angkatan laut, darat serta udaranya yang didukung oleh kemajuan teknologi yang
mereka pelajari dari pengaruh barat. Hal ini dibuktikan dengan kemenangan Jepang
pada pertempuran melawan Rusia di Tsushima tahun 1905. Hal ini menjadi tonggak
kemajuan bangsa Asia yang lain dalam melawan kolonialisasi bangsa barat,
termasuk di Indonesia yang pada tahun 1908 yang memunculkan babak baru
perlawanan terhadap kolonial Belanda atau disebut dengan Masa Pergerakan
Nasional.
Perdana Menteri Hideki Tojo yang termasuk ke dalam klik milterisme Jepang,
maka politik ekspansionisme Jepang tidak mampu terbendung lagi, dan dibuktikan
dengan pembokongan Jepang terhadap Amerika Serikat di Pearl Harbour Hawai
pada tahun 1941, mengawali keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II di Front
Pasifik sampai tahun 1945. Serbuan Jepang selanjutnya adalah ke wilayah Asia
Tenggara yakni dengan menguasai Malaysia, Singapura, Myanmar, Filipina dan
kemudian Indonesia.
Jepang yang memulai perang di Front Pasific pada awal perang memiliki
prestasi yang cukup baik, dan prestasi tersebut terdengar hingga ke penjuru dunia
termasuk Indonesia yang menganggap bahwa Jepang datang ke Indonesia untuk
membebaskan Indonesia dari belenggu penjajah Belanda.
Serangan yang juga diarahkan kepada Indonesia, tidak lain bertujuan untuk
mendapatkan daerah kekuasaan selama Jepang berada dalam Perang Dunia II.
Dengan demikian Jepang dapat memperoleh cadangan logistik selama peperangan.
Berdasarkan kronologi terjadinya Perang Dunia II dari penjelasan diatas, maka
disusunlah karya tulis yang berjudul Perang Dunia II Pembuka Datangnya Jepang
ke Indonesia

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Bagaimana kronologi Perang Dunia II ?
1.2.2. Mengapa Jepang terlibat dalam Perang Dunia II ?
1.2.3. Mengapa Perang Dunia II menjadi pembuka datangnya Jepang ke Indonesia ?
1.2.4. Bagaimana langkah yang dilakukan Jepang untuk mencapai Indonesia ?
1.3. Tujuan Penulisan
1.3.1. Mengetahui terjadinya kronologi Perang Dunia II.
1.3.2. Mengetahui latar belakang keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II.
1.3.3. Mengetahui penyebab terjadinya Perang Dunia II sehingga menjadi pembuka
datangnya Jepang ke Indonesia.
1.3.4. Mengetahui langkah yang dilakukan Jepang untuk mencapai Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kronologi Perang Dunia II
Perang mulai pecah dan umumnya disetujui pada tanggal 1 September 1939,
dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia; Britania dan Perancis menyatakan perang
terhadap Jerman dua hari kemudian. Disisi lain mengenai awal terjadinya Perang
Dunia II dimulai dengan dimulainya perang antara Jepang dan Tiongkok pada
tanggal 7 Juli 1937.
Beberapa sejarawan, seperti Britania Raya A. J. P. Taylor, mengakui bahwa
perang antara Jepang dengan Tiongkok dan perang di Eropa beserta koloninya terjadi
dalam waktu yang bersamaan dan dua perang ini bergabung pada tahun 1941. Artikel
ini memakai penanggalan konvesional. Tanggal-tanggal awal lainnya yang sering
dipakai untuk Perang Dunia II juga meliputi invasi Italia ke Abisinia pada tanggal 3
Oktober 1935. Sejarawan Britania raya Antony Beevor memandang awal Perang
Dunia Kedua terjadi saat Jepang menyerbu Manchuria bulan Agustus 1939.
Tanggal pasti akhir perang juga tidak disetujui secara universal. Dari dulu
disebutkan bahwa perang berakhir saat gencatan senjata 14 Agustus 1945 (V-J Day),
alih-alih penyerahan diri resmi Jepang (2 September 1945); di sejumlah teks sejarah
Eropa, perang ini berakhir pada V-E Day (8 Mei 1945). Meskipun demikian,
perjanjian damai dengan Jepang baru ditandatangani pada tahun 1951 dan dengan
Jerman pada tahun 1990.
2.2. Latar Belakang Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II
Dampak terjadinya Perang Dunia I mengakibatkan perubahan peta politik yang
cukup besar, dimana negara negara yang menang akan menguasai daerah dari
negara yang kalah. Keinginan Jepang untuk menguasai seluruh wilayah yang ada di
Asia, menjadikan Jepang berkeinginan untuk melawan bangsa Barat yang saat itu
tengah menguasai beberapa negara di wilayah Asia.
Selain itu krisis Internasional yang terjadi pasca Perang Dunia I, seperti
monopoli kekuasaan oleh negara pemenang Perang Dunia I hingga krisis ekonomi
dunia pada tahun 1929. Mengatasi hal tersebut, Jepang yang juga tmendapat krisis
mendirikan negara boneka Manchukuo pada tahun 1931 untuk memonopoli sumber
bahan mentah dan daerah pemasaran di Manchuria. Akibatnya Jepang mendapat
kecaman dari berbagai pihak Internasional yang diwakili oleh Liga Bangsa-Bangsa.
Menanggapi hal tersebut, Jepang justru bersikap apatis dan memutuskan keluar dari
Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1933. Sikap yang demikian membuat Jepang seolah
terkucilkan dari dunia internasional dan ditambah dengan ditandatangganinya pakta
pertahanan dengan Jerman dan Italia pada tahun 1936.
Ketika Perancis jatuh ke tangan Jerman pada tanggal 18 Juni 1940, Jepang
menduduki Indo-Cina yang merupakan daerah jajahan Perancis. Di lain pihak,
tidakan Jepang tersebut membuat Amerika khawatir, sehingga Amerika berusaha
keras untuk membatasi gerak langkah Jepang dengan melakukan pembekuan dana
dan embargo minyak terhadap Jepang pada juli 1941. Menanggapi hal tersebut,
Jepang berusaha melakukan negosiasi sekitar bulan Oktober 1941. Dalam negosiasi
tersebut, Jepang menginginkan otoritas yang sama dengan Bangsa Barat yang dapat
melakukan kolonialisme demi mengambil keuntungan ekonomi dari negara lain.
Namun, pihak Amerika tidak sepakat dengan apa yang diusulkan oleh Jepang.
Akibatnya, perang dengan Amerika tidak dapat dihindari lagi dan penyerangan atas
Pearl Harbour tidak terelakkan. Pasca penyerangan tersebut Amerika, Britania Raya,
serta Belanda menyatakan perang dengan Jepang pada hari itu juga.
Selain itu latar belakang keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II juga dimulai
sejak era Meiji yang membawa Jepang sebagai negara yang unggul dalam hal
3

industri. Kemajuan industri tersebut membawa Jepang menjadi negara yang


imperialis dan fasis. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka,
masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki
Tojo. Berikut hal hal yang dilakukan oleh Kaisar Hirohito untuk memperkuat
kedudukan Jepang sebagai negara fasis :
a. Mengagungkan semangat bushido;
b. Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer;
c. Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea,
Manchuria, dan Cina;
d. Memodernisasi angkatan perang; dan
e. Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satu keluarga yang
dipimpin oleh Jepang.
2.3. Perang Dunia II Pembuka Datangnya Jepang ke Indonesia
Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian imperialisme
modernnya di Asia Tenggara. Politik imperialisme ini mulai dilaksanakan Jepang
sejak awal abad XX. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi imperialisme
Jepang adalah adanya kemajuan di bidang industri. Dengan majunya bidang industri
ini, Jepang membutuhkan daerah pemasaran baru dan persediaan bahan mentah
dalam jumlah banyak. Langkah nyata yang diambil untuk mewujudkan imperialisme
tersebut adalah dengan membentuk lingkungan kemakmuran bersama di kawasan
Asia Timur Raya.
Semenjak pengeboman yang dilakukan Jepang di Pearl Harbour pada tanggal 8
Desember 1941, serangan dilakukan secara terus menerus oleh Jepang ke Angkatan
Laut di Amerika Serikat di Pasifik. Kemenangan seolah olah tak menjadi hak milik
Jepang dan dengan mudah Jepang dapat menghancurkan basis militer Amerika.
Selain itu serangan juga dilakukan Jepang terhadap wilayah wilayah yang
menjadi kekuasaan dari negara negara Barat, hal ini karena Jepang berambisi untuk
menguasai negara-negara Asia dan merebutnya dari negara-negara imperalis barat.
Tujuannya selain untuk kepentingan supremasi (keunggulan dan kekuasaan) Jepang
juga menjadikan daerah-daerah di asia sebagai tempat menanamkan modal, serta
memasarkan hasil industrinya.
Jepang memulai serangannya dengan melakukan penyerbuan ke wilayah Asia
Tenggara. Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun) Jepang memulai
serangan untuk menguasai daerah daerah kolonialisme. Kedua angkatan tersebut
berhasil menaklukkan satu demi satu wilayah di Asia Tenggara. Menipisnya
persediaan minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan Perang Dunia II
ditambah pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke
Jepang membuat Jepang ingin mencari sumber minyak bumi. Dengan melakukan
ekspansionisme ke wilayah wilayah yang memiliki sumber minyak bumi.
Akibatnya Jepang malukan serangan ke wilayah Indonesia untuk menguasai
daerahnya.Serangan terhadap Indonesia muncul dari utara dan timur. Serangan
terhadap Indonesia tersebut tidak lain bertujuan untuk mendapatkan cadangan
logistik dan bahan industri perang, seperti minyak tanah, timah, dan alumunium.
Sebab persediaan minyak di Indonesia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan
Jepang selama Perang Pasifik.
Sebenarnya ketertarikan Jepang kepada Indonesia telah terlihat sejak Perang
Dunia I, hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki keunggulan dari segi ekonomi,
strategis, dan politik. Pandangan yang demikian membuat Angkatan Laut Jepang
berniat untuk mengamankan wilayah-wilayah yang mendukung proses
industrialisasinya, baik wilayah yang memiliki sumber daya alam maupun wilayah
yang memiliki potensi sebagai pasar hasil industrinya. Dengan perkataan lain,
ekspansi yang dilakukan Jepang ke Indonesia tidak dapat dilepaskan dari upaya

Pemerintah Jepang untuk memperluas ruang penghidupannya (lebensraum), baik


secara politik maupun ekonomi.
Akan tetapi terjadinya Perang Dunia II yang menjadi perantara Jepang untuk
dapat menduduki Indonesia dengan dalih untuk membebaskan Indonesia dan
menyebut dirinya sebagai Saudara Tua dari paham imperialisme bangsa barat, yaitu
Belanda.
2.4. Langkah Jepang dalam Menduduki Wilayah Indonesia
Pendudukan di Indonesia berlangsung secara bertahap dari daerah luar pulau
Jawa. Daerah yang pertama kali diduduki oleh Jepang adalah Tarakan, Kalimantan
Timur pada tanggal 11 Januari 1942. Kemudian disusul dengan penguasaan Jepang
di daerah Balikpapan pada tanggal 12 Januari 1942. Jepang kemudian menyerang
Sumatera setelah berhasil menguasai Pontianak. Pendudukan Jepang terus melebar
ke daerah lainnya. Pada Februari 1942 menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin,
Palembang, dan Bali.
Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang dalam Perang Pasifik
menunjukkan kemampuan Jepang dalam mengontrol daerah kekuasaan yang luas,
yaitu dari Burma sampai Wake. Setelah daerah daerah di luar Jawa telah dikuasai,
Jepang memusatkan perhatiannya untuk menguasai tanah Jawa sebagai pusat
pemerintahan Hindia Belanda.
Selain itu, Jepang juga menganggap wilayah Palembang sebagai daerah yang
penting. Hal tersebut dilakukan karena letaknya Palembang diantara Batavia sebagai
pusat kekuasaan Belanda dan Singgapura yang merupakan pusat kedudukan Inggris.
Dengan dikuasainya Palembang maka gerak mundur pasukan Sekutu di Sumatra ke
Jawa dapat ditutup dan kemungkinan masuknya bantuan untuk Sekutu dari daerah
Jawa dapat dicegah. Sementara itu, daerah-daerah lain di Sumatera baru dapat
dikuasai pada minggu kedua bulan Maret 1942. Aceh dan Sumatra Timur berhasil
diduduki Jepang pada tanggal 11 Maret 1942 dan Sumatra Barat tanggal 17 Maret
1942.
Dikuasainya seluruh pulau Sumatera, terutama Palembang maka terbukalah
pulau Jawa bagi tentara militer Jepang. Kekuatan khusus militer Jepang untuk
merebut pulau Jawa berada di bawah komando Tentara XVI dengan pimpinan
Letjend Hitoshi Imamura. Pada tanggal 1 Maret 1942, pasukan tersebut berhasil
mendarat di tiga tempat sekaligus yaitu di teluk Banten, di Eretan Wetan dan di
Kragan. Setelah pendaratan di tiga tempat tersebut, Jepang segera meluaskan
peyerangan ke daerah Batavia dan berhasil menaklukkannya sebagai kota terbuka
pada tanggal 5 Maret 1942.
Pada tanggal 5 Maret 1942, penyerbuan Jepang mulai meluas ke pelosok daerah
di Jawa termasuk juga Surakarta. Penyerangan Jepang ke Surakarta dipimpin oleh
komandan Funabiki. Beberapa perlawanan diterima oleh tentara Jepang sebagai
wujud penolakan dari pihak Belanda sendiri. Akan tetapi perlawanan tersebut dapat
dengan mudah dikalahkan oleh tentara Jepang dan dalam waktu tidak terlalu lama
kota Surakarta berhasil pula dikuasai.
Pasukan Jepang lainnya juga bergerak ke daerah lain seperti Bogor dan
Bandung. Jepang menyerbu Bandung dari arah utara dengan menurunkan satu
detasemen yang dipimpin oleh Kolonel Toshinori Shoji. Kota Lembang sebagai
pertahanan terakhir di Bandung akhirnya harus jatuh ke tangan Jepang pada tanggal
7 Maret 1942.
Berbagai penyerbuan dan penangkapan terhadap orang Belanda terus menerus
dilakukan oleh tentara Jepang. Hal tersebut tentu menarik simpati dari rakyat
Indonesia sendiri, karena mereka menganggap Jepang sebagai penguasa yang akan
membebaskan Indonesia dari kehidupan kolonialisme selama ini.

Hingga pada akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Panglima tentara Hindia
Belanda, Letjend Ter Poorten dan beberapa pejabat tinggi militer berunding dengan
Letjend Imamura di Kalijati. Hasil perundingan tersebut adalah kapitulasi tanpa
syarat angkatan perang Hindia Belanda pada Jepang, yang artinya bahwa
Belanda/Sekutu menyerah tanpa syarat terhadap Jepang yang ditandai dengan
penandatanganan tanpa bersyarat antara pihak Belanda kepada pihak Jepang dan
penyerahan total seluruh wilayah Indonesia.
Sejak penyerahan tersebut secara resmi berakhirlah masa kekuasaan Hindia
Belanda di Indonesia dan dimulailah pemerintahan Jepang di Indonesia yang secara
resmi dimulai pada tanggal 8 Maret 1942.

BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Berdasarkan penjelasan diatas, maka simpulan dari karya tulis ini yaitu:
3.1.1. Perang Dunia II secara umum tercatat sebagai sebuah peristiwa peperangan
terluas sepanjang sejarah yang dimulai pada tanggal 1 September 1939.
Peperangan yang dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia. Selain itu secara
bersamaan juga terjadi peperangan antara Tiongkok dengan Jepang pada
tanggal 7 Juli 1937 yang dapat dikatakan juga menjadi pemicu terjadinya
Perang Dunia II;
3.1.2. Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II diakibatkan dari adanya krisis
internasional sebagai dampak dari terjadinya Perang Dunia I. Adanya
monopoli oleh negara pemenang, membuat Jepang menginginkan otoritas
yang sama. Selain itu sifat Jepang sebagai negara yang imperialisme dan fasis
juga menjadi salah satu faktor;
3.1.3. Keikutsertaan Jepang dalam Perang Dunia II dan melawan bangsa Barat
membuat Jepang harus memperoleh daerah kekuasaan yang mampu
menunjang kebutuhan selama Perang Pasifik terjadi. Keberadaan sumber
daya alam, seperti minyak yang melimpah di Indonesia membuat Jepang
melakukan serangan untuk mengambil alih Indonesia dari tangan Belanda;
3.1.4. Berbagai penyerbuan dan perlawanan dilakukan untuk menguasai seluruh
wilayah Indonesia. Secara bertahap Jepang mampu menguasai wilayah
Indoenesia dan ditambah dengan adanya simpati dari rakyat Indonesia yang
menganggap Jepang sebagai seseorang yang akan membebaskan Indonesia
dari belenggu kolonialisme.
3.2. Saran
Dengan ditulisnya karya tulis ini, penulis berharap agar dapat dimanfaatkan sebagai
media pembelajaran yang efektif untuk mengenal dan mengetahui kronologi
kedatangan Jepang dan pendudukannya di Indonesia. Dengan demikian diharapkan
agar rasa kebangsaan dan nasionalisme dari setiap generasi muda dapat tumbuh
dengan mengenali sejarah bangsanya.

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.


Pendidikan dan Kebudayaan

2014. Sejarah Indonesia. Jakarta: Kementrian

Wikipedia.

2016.
Perang
Dunia
II,
(Online),
(http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II), diakses 17 Januari 2016

Yudha.

2015. Keterlibatan Jepang pada Perang Dunia 2 dan Masuknya


Jepang
ke Indonesia,
(Online),
(https://yudhapriawibawa25.wordpress.com/2015/04/23/keterlibatan-jepangpada-perang-dunia-2-dan-masuknya-jepang-ke-indonesia/), diakses 17 Januari
2016

Mufidha.

2008. Kisah Singkat Keterlibatan Jepang dalam PD II, (Online),


(http://lian05indonesian.blogspot.co.id/2008/12/kisah-singkat-keterlibatanjepang-dalam.html), diakses 17 Januari 2016