Anda di halaman 1dari 12

Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan Ferry Efendi dan Makhfudli Editor : Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) Direktur Penerbitan dan Produksi: Edward Tanujaya Koordinator Penerbitan dan Produksi: Ariyanto Copy Editor: Aulia Novianty Tata Letak: Sari Juwita Desain Sampul: zmastergrafis Hak Cipta © 2009, Penerbit Salemba Medika

Jl. Raya Lenteng Agung No. 101

Jagakarsa, Jakarta 12610 Telp.

Faks.

Website http://www.penerbitsalemba.com E-mail info@penerbitsalemba.com Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi

buku ini dalam

bentuk apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit. UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

: (021) 781 8616 : (021) 781 8486

:

:

1.

Barang siapa dengan

sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun

dan/atau denda

paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2.

sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda

paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Efendi, Ferry Makhfudli Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan/Ferry Efendi dan Makhfudli Jakarta: Salemba Medika, 2009 1 jil., 378 hlm., 19 × 26 cm

Barang siapa dengan

 

ISBN

978-979-3027-94-4

1. Keperawatan

2. Komunitas

I.

Judul

II. Ferry Efendi,

Makhfudli

TENTANG PENULIS Ferry Efendi, S.Kep., Ns. merupakan staf pengajar di Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Surabaya. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatannya di Unair pada tahun 2006. Semasa mahasiswa, penulis aktif dalam berbagai kegiatan kompetisi ilmiah tingkat regional dan nasional. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis adalah Peneliti Remaja III Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2006, medali emas Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat PIMNAS XIX, Juara I Nasional Pagelaran Ilmiah Kampus Universitas Indonesia 2006, serta beberapa prestasi lainnya.

Makhfudli, S.Kep., Ns. merupakan staf pengajar di Program Studi Sarjana

Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Surabaya. Penulis menyelesaikan pendidikan diploma keperawatan RSI Surabaya pada tahun 2000, Program Pembentukan Kemampuan Mengajar (PPKM) di Unesa 2001, pendidikan sarjana keperawatan di Unair tahun 2004, dan saat ini sedang menjalani studi di Program Pascasarjana Universitas Airlangga. Saat ini, penulis adalah penanggung jawab mata kuliah Keperawatan Kesehatan Komunitas, aktif di organisasi Ikatan Perawat Keperawatan Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI), fasilitator Training of Trainer (ToT) asuhan keperawatan kesehatan komunitas, serta peneliti di bidang keperawatan kesehatan komunitas, keperawatan keluarga, dan keperawatan gerontik.

iii

iv

Keperawatan Kesehatan Komunitas

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah swt atas rahmat dan maghfirah-Nya, sehingga buku Keperawatan

Kesehatan

Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan ini dapat terselesaikan dengan baik.

Materi dalam buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum dan kompetensi yang diajarkan pada pendidikan tinggi

keperawatan baik program diploma maupun sarjana. Pembahasan materi pada buku ini

dilakukan

dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menjadi kebutuhan dalam pendidikan tinggi keperawatan. Buku ini terdiri atas 14 bab yang membahas mulai dari Konsep Dasar Keperawatan

Kesehatan

Komunitas, Keperawatan Transkultural dalam Komunitas, Etika dan Nilai-nilai di dalam

Komunitas,

Ekonomi Perawatan Kesehatan, Prinsip-prinsip Kesehatan Masyarakat dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas, Instrumen dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas, Komunitas sebagai

Klien, Keluarga

sebagai Klien, Promosi dan Proteksi Kesehatan dari Berbagai Agregat, Kesehatan Jiwa

Masyarakat,

Perawatan Kesehatan di Rumah, Pusat Kesehatan Masyarakat, Standar Praktik Keperawatan Kesehatan

Komunitas, dan Pos Kesehatan Pesantren. Atas terselesaikannya buku ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1.

Dr. Nursalam, M.Nurs

(Hons) selaku editor yang selalu bersedia meluangkan waktu bagi penyempurnaan buku ini; serta

2.

mendukung terselesaikannya penyusunan buku ini yang tidak bisa kami

sebutkan satu per satu.

Kami menyadari masih banyak materi Keperawatan Kesehatan Komunitas yang perlu

dimasukkan

dalam buku ini. Oleh karena itu, saran dan masukan para pembaca sangat kami diharapkan untuk penyempurnaan buku ini di masa mendatang. Juni, 2009

Penulis

v

semua pihak yang telah

DAFTAR ISI

Tentang Penulis

iii

Kata Pengantar

v

Daftar Isi

vii

 

BAB 1

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas

 

1

Pendahuluan Konsep Keperawatan Kesehatan Komunitas

3

4

Perbedaan Keperawatan Komunitas dengan Disiplin Keperawatan Lain

5

Area Praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas

6

Sasaran Keperawatan Kesehatan Komunitas (Depkes, 2006)

 

8

Keperawatan Kesehatan Komunitas di Masa Mendatang

9

Daftar Pustaka

10

BAB 2

Keperawatan Transkultural

11

Konsep Etnik dan Budaya

13

Wujud dan Komponen Budaya

14

Hubungan antara Unsur-unsur Kebudayaan

14

Keperawatan Transkultural

16

Budaya Kesehatan di Indonesia

19

Daftar Pustaka

21

BAB 3

Etika dan Nilai dalam Komunitas

23

Etika

25

 

Macam-macam Etika

25

vii

viii

 

Keperawatan Kesehatan Komunitas Etik Keperawatan

28

Model Penyelesaian Dilema Etik

29

Kode Etik Keperawatan Indonesia

31

Daftar Pustaka

33

BAB 4

Ekonomi Perawatan Kesehatan

35

Konsep Dasar Ekonomi Kesehatan

37

Pembiayaan Kesehatan

38

Asuransi Kesehatan

39

Sistem Pembayaran Kesehatan

40

Jaminan Kesehatan Masyarakat

40

Daftar Pustaka

43

BAB 5

Prinsip-prinsip Kesehatan Masyarakat dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas

45

BAB 5A

Epidemiologi dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas

 

47

Epidemiologi

49

Model Agen, Host, dan Lingkungan Imunitas dan Jenis-jenisnya

Surveilans Epidemiologi

54

56

53

BAB 5B

Pengukuran Epidemiologi Sumber-sumber Informasi Utama Epidemiologi Kausalitas dalam Epidemiologi Populasi Berisiko Epidemiologi Deskriptif dan Analitis

Daftar Pustaka Dasar Kesehatan Lingkungan Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Sasaran Kesehatan Lingkungan

Sejarah Perkembangan Kesehatan Lingkungan Konsep Hubungan Interaksi antara Agen-Host-Lingkungan Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia

Penyebab Masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia Indikator Kesehatan Lingkungan menurut Depkes RI 2007

Program Lingkungan Sehat menurut Program Pembangunan Nasional

60

64

68

63

67

69

71

73

73

74

74

74

76

78

79

Daftar Pustaka

83

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas

ix

81

BAB 6

Instrumen dalam Keperawatan Kesehatan Komunitas

85

BAB 6A

Pengorganisasian dan Model Kemitraan dalam Komunitas

87

Pendahuluan

Tujuan dan Sasaran Pengorganisasian Komunitas

89

89

Pengembangan dan Pengorganisasian Komunitas

90

Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat

91

Tokoh Masyarakat dan Katalis dalam Pengorganisasian Komunitas Model Kemitraan Keperawatan Komunitas dalam Pengembangan

Kesehatan Masyarakat Daftar Pustaka

95

98

94

BAB 6B

Promosi Kesehatan Melalui Pendidikan: Teori, Model, dan Media

Promosi Kesehatan Aktivitas Domain Pembelajaran

Langkah-langkah Promosi Kesehatan oleh Perawat

Kesehatan Komunitas

Teknik, Media, dan Alat Peraga dalam Promosi Kesehatan

Strategi Promosi Kesehatan

101

101

104

114

107

99

Peran dan Fungsi Perawat Komunitas dalam Promosi Kesehatan

115

Daftar Pustaka

117

Lampiran

L-6.1

BAB 6C

Jaminan Mutu Keperawatan Kesehatan Komunitas

119

Pendahuluan

121

Konsep Dasar

121

Mengapa Jaminan Mutu Layanan Kesehatan Penting

dalam Organisasi Layanan Kesehatan? Perubahan Paradigma Pelayanan Standar Layanan Kesehatan Program Jaminan Mutu

Evaluasi dan Penilaian Mutu Pelayanan Keperawatan Komunitas

123

125

126

127

129

Daftar Pustaka

131

BAB 6D

Kebijakan Publik dan Advokasi

133

Kebijakan Publik

135

Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

dalam Propenas Advokasi Daftar Pustaka

137

138

145

x

Keperawatan Kesehatan Komunitas

BAB 7

Komunitas sebagai Klien

147

BAB 7A

Proses Keperawatan Kesehatan Komunitas

149

Pendahuluan

151

Pengkajian Keperawatan Kesehatan Komunitas

152

Diagnosis Keperawatan Kesehatan Komunitas

155

Perencanaan Asuhan Keperawatan Kesehatan Komunitas

156

Implementasi Asuhan Keperawatan Kesehatan Komunitas

157

Evaluasi Asuhan Keperawatan Kesehatan Komunitas

157

Daftar Pustaka

158

BAB 7B

Komunitas dalam Krisis: Bencana

159

Pendahuluan

161

Bencana

161

Jenis Bencana

161

Fase-fase Bencana

162

Paradigma Penanggulangan Bencana

 

162

Kebijakan dan Penanganan Bencana

163

Kelompok Rentan

165

Pengurangan Risiko Bencana

 

166

Safe Community

168

Permasalahan dalam Penanggulangan Bencana

169

Peran Perawat dalam Manajemen Bencana

170

Daftar Pustaka

BAB 8

173

Lampiran

L-7.1

Keluarga sebagai Klien

 

175

BAB 8A

Konsep Keperawatan Keluarga

177

Pendahuluan

179

Keluarga

179

Keluarga sebagai Sasaran Pelayanan Keperawatan

Struktur Keluarga

181

180

Prinsip-prinsip Keperawatan Keluarga Bentuk-bentuk Keluarga Peran dan Fungsi Keluarga Daftar Pustaka

189

182

184

182

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas

xi

BAB 8B

Kekerasan dalam Rumah Tangga

191

Kekerasan dalam Rumah Tangga Konsep Kekerasan dalam Rumah Tangga menurut UU KDRT Tahun 2004

Jenis Kekerasan dalam Rumah Tangga menurut UU KDRT Tahun 2004 Tujuan Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga

menurut UU KDRT Tahun 2004

Faktor Risiko Terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga

193

193

196

196

195

Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga

197

Hak-hak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Kewajiban Pemerintah pada Penanganan Kekerasan

198

dalam Rumah Tangga

198

Peran Perawat pada Kekerasan dalam Rumah Tangga

198

Daftar Pustaka

199

BAB 9

Promosi dan Proteksi Kesehatan dari Berbagai Agregat

201

BAB 9A

Kesehatan Ibu

203

Pendahuluan

Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Angka Kematian Ibu

Program Keluarga Berencana

Strategi Peningkatan Derajat Kesehatan Ibu Daftar Pustaka

205

206

206

208

BAB 9B

Anak Usia Sekolah (Usaha Kesehatan di Sekolah)

Pendahuluan

Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan di Sekolah Peran Perawat Kesehatan Sekolah

Fungsi Perawat Sekolah Daftar Pustaka

211

217

217

216

BAB 9C

Kesehatan Remaja

Remaja Kesehatan Reproduksi Perkembangan Seksual Remaja Remaja dan Perilaku Seksual

Remaja dan Penyakit Menular Remaja dan Napza

221

219

221

224

225

227

226

205

211

209

xii Keperawatan Kesehatan Komunitas Remaja dan Kehamilan Remaja dan Peranan Orang Tua Daftar Pustaka

BAB 9D

Keperawatan Kesehatan Kerja

230

228

229

231

Prinsip Dasar Kesehatan Kerja Ruang Lingkup Kesehatan Kerja Kapasitas, Beban, dan Lingkungan Kerja

Lingkungan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja yang Ditimbulkan

Fungsi dan Tugas Perawat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Daftar Pustaka

233

233

233

239

BAB 9E

Kesehatan Lanjut Usia

Konsep Lanjut Usia Batasan Umur Lanjut Usia Perubahan Sistem Tubuh Lansia (Nugroho, 2000) Keadaan Lansia di Indonesia

241

243

243

246

244

234

238

Daftar Pustaka

247

BAB 10

Kesehatan Jiwa Masyarakat

249

Pendahuluan

251

Kesehatan Jiwa

252

Indikator Kesehatan Jiwa Masyarakat Daftar Pustaka

257

253

BAB 11

Perawatan Kesehatan di Rumah

259

Perawatan Kesehatan di Rumah Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Unsur Perawatan Kesehatan di Rumah

Mekanisme Perawatan di Rumah Peran dan Fungsi Perawat Kesehatan Rumah Manfaat Perawatan Kesehatan di Rumah Tahap-tahap Perawatan Kesehatan di Rumah Model Perawatan Kesehatan di Rumah

Partisipasi Klien dalam Praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas

Daftar Pustaka

261

263

263

261

263

265

265

266

271

BAB 12

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas Pusat Kesehatan Masyarakat

273

xiii

267

Pendahuluan Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas

Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskemas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Fungsi Puskesmas Peran Puskesmas

275

275

275

276

276

277

Kedudukan Puskesmas Organisasi Puskesmas Program Pokok Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas

Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas
Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas
Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas
Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas
Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas
Puskesmas Fasilitas Penunjang Jangkauan Pelayanan Kesehatan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Peran Perawat di Puskesmas

277

278

280

281

283

283

285

Upaya Pengembangan Kesehatan Masyarakat melalui Desa Siaga

Peran dan Fungsi Kader Kesehatan Daftar Pustaka

287

292

285

BAB 13

Standar Praktik Keperawatan Kesehatan Komunitas

293

Standar Praktik Keperawatan

301

295

Standar 1Pengkajian

295

Standar 2Prioritas dan Diagnosis Komunitas

296

Standar 3Identifikasi Hasil

297

Standar 4Perencanaan

297

Standar 5Implementasi

298

Standar 6Evaluasi

Standar 7Kualitas Praktik

302

Standar 8Pendidikan

303

Standar 9Evaluasi Praktik Profesional

304

Standar 10Hubungan Sejawat dan Profesi Lain

Standar 12Etik

306

304

Standar 11Kolaborasi

305

Standar 13Penelitian

306

xiv

 

Keperawatan Kesehatan Komunitas Standar 14Menggunakan Sumber-sumber

307

Standar 15Kepemimpinan

308

Standar 16Advokasi

309

Daftar Pustaka

310

BAB 14 Pos Kesehatan Pesantren

311

Pesantren

313

Pos Kesehatan Pesantren

317

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Pesantren

322

Daftar Pustaka

323

Lampiran

L-14.1

Indeks

I-1

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

1

KESEHATAN KOMUNITAS

Tujuan

 

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:

1.

mendefinisikan sehat

2.

mendefinisikan keperawatan kesehatan komunitas

3.

menjelaskan perbedaan keperawatan kesehatan komunitas dari disiplin keperawatan lain

4.

menjelaskan area praktik keperawatan kesehatan komunitas

5.

menjelaskan sasaran praktik keperawatan kesehatan komunitas

1

2

Keperawatan Kesehatan Komunitas

Konsep Penting

1. Kesehatan merupakan keadaan sempurna baik fisik, mental,

dan sosial serta tidak sedang menderita sakit atau kelemahan.

2. Kesehatan komunitas merupakan sintesis dari ilmu kesehatan

masyarakat dan teori keperawatan profesional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan pada keseluruhan komunitas.

3. Fokus utama kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan

komunitas adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan serta membimbing dan mendidik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat untuk menanamkan

pengertian, kebiasaan, dan perilaku hidup sehat sehingga mampu memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya.

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas

3

PENDAHULUAN Konsep pendekatan dalam upaya penanganan kesehatan penduduk mengalami banyak perubahan sejalan dengan pemahaman dan pengetahuan manusia mengenai cara masyarakat untuk menghayati dan menghargai bahwa kesehatan itu merupakan modal manusia (human capital) yang sangat besar nilainya. Konsep sehat-sakit senantiasa berubah sejalan dengan pemahaman manusia mengenai nilai, peran, penghargaan, dan persepsi manusia terhadap kesehatan.

Di mulai pada zaman keemasan Yunani bahwa sehat merupakan keadaan standar yang harus dicapai dan dibanggakan, sedangkan sakit sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Setelah ditemukan kuman penyebab penyakit, batasan sehat juga ikut berubah. Seseorang dikatakan sehat apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara saksama tidak ditemukan penyebab penyakit. Pada tahun 50-an, World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai keadaan sehat sejahtera fisik, mental, sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Lalu pada tahun 80-an, definisi sehat menurut WHO mengalami perubahan seperti yang tertera dalam Undang- Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992, yaitu memasukkan unsur hidup produktif baik sosial maupun ekonomi. Pembahasan mengenai kesehatan tentunya tidak terlepas dari definisi klasik WHO tentang kesehatan, yaitu keadaan sempurna baik fisik, mental, dan sosial serta tidak sedang menderita sakit atau kelemahan. Mengapa WHO memasukkan istilah sosial? Karena sosial berarti hidup bersama dalam kelompok dengan situasi yang saling membutuhkan satu dengan yang lain. Kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat merupakan tujuan dari keperawatan, khususnya keperawatan komunitas. Keperawatan komunitas lebih menekankan kepada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan dengan tidak melupakan upaya-upaya pengobatan, perawatan, serta pemulihan bagi yang sedang menderita penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit. Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Perawat sebagai orang pertama dalam tatanan pelayanan kesehatan, melaksanakan fungsi-fungsi yang sangat relevan dengan kebutuhan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Sehat secara sosial merupakan hasil dari interaksi positif di dalam komunitas. Kesehatan manusia berubah-ubah bergantung pada pemicu stres (stressor) yang ada, kemampuan untuk

mengatasi masalah (mekanisme koping), serta memelihara homeostasis. Setiap manusia mempunyai rentang sehat-sakit yang terdiri atas dua kutub, yaitu keadaan sehat optimal dan keadaan sakit. Definisi sehat terkini, yang dipakai di beberapa negara maju seperti Kanada, mengutamakan konsep sehat-produktif, sehat adalah sarana atau alat untuk hidup sehari-hari secara produktif. Upaya kesehatan harus diarahkan agar setiap penduduk dapat memiliki kesehatan yang cukup dan bisa hidup produktif. Setelah tahun 1974, terjadi penemuan bermakna dalam konsep sehat serta memiliki makna tersendiri bagi para ahli kesehatan masyarakat di dunia. Hal tersebut juga dianggap sebagai pertanda di mulainya era kebangkitan kesehatan masyarakat baru karena sejak tahun tersebut terjadi diskusi intensif yang berskala nasional dan internasional tentang karakteristik, konsep, dan metode untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat (D. Sampoerno, 1999). Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang diupayakan oleh pemerintah. Dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indikator status kesehatan merupakan salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian, pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas