Anda di halaman 1dari 33

GANGGUAN

MENSTRUASI

Disusun oleh:
Gilang Indhira Mustika
I Nyoman Roslesmana
Irma Wulandari
Nadia Alaydrus
RR Febri Nur Pertiwi

DEFINISI
MENSTRUASI

Menstruasi adalah suatu keadaan fisiologis atau normal,


merupakan peristiwa pengeluaran darah, lendir dan sisa-sisa
sel secara berkala yang berasal dari mukosa uterus dan terjadi
relatif teratur mulai dari menarche sampai menopause, kecuali
pada masa hamil dan laktasi. Lama perdarahan pada
menstruasi bervariasi, pada umumnya 4-6 hari, tapi 2-9 hari
masih dianggap fisiologis (Ganong, 2003).
Menstruasi disebabkan oleh berkurangnya estrogen dan
progesteron secara tiba-tiba, terutama progesteron pada akhir
siklus ovarium bulanan. Dengan mekanisme yang ditimbulkan
oleh kedua hormon diatas terhadap sel endometrium, maka
lapisan endometrium yang nekrotik dapat dikeluarkan disertai
dengan perdarahan yang normal (Guyton dan Hall, 1996).

FASE SIKLUS
MENSTRUASI

Siklus ovarium
Fase folikuler
Fase ovulasi
Fase Luteal

Siklus endometrium
Fase menstruasi
Fase proliferasi
Fase ekskresi

MENSTRUASI
NORMAL

Siklusnya
21 35 hari (28 7 hari)
Lamanya haid
2 6 hari (4 2 hari)
Banyaknya darah
20 60 mL (40 20 mL)
Jumlah pemakainan pembalut
2-3 buah

GANGGUAN
MENSTRUASI

Gangguan saat menstruasi dinilai masih normal jika


terjadi selama dua tahun pertama setelah haid
pertama kali (menarche).
Umumnya ketidakteraturan siklus menstruasi
terjadi pada waktu remaja dan menjelang menopause.
Dalam siklus haid masa remaja dan menjelang
menoupase, dinding rahimnya hanya dirangsang
pertumbuhannya oleh estrogen.Hanya hormon FSH
saja yang dikeluarkan oleh kelenjar bawah
otak.Akibatnya siklus haid tidak teratur.

ETIOLOGI

Gangguan fungsi
Hormon Haid terkait erat dengan sistem hormon yang
diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofis

Kelainan Sistemik (tubuh sangat gemuk/kurus)


Stress
Kelenjar Gondok
Hormon Prolakin berlebih
Hormon prolaktin dapat menyebabkan seorang wanita
tidak haid, karena memang hormon ini menekan
tingkat kesuburan.

GANGGUAN MENSTRUASI
Gangguan siklus Haid:
Sering (polimenore)
Jarang (oligomenore)
Tidak haid (amenore)

Gangguan lama dan Jumlah darah Haid :


Sedikit (hipomenore)
Banyak (hipermenore/menoragia)

Gangguan perdarahan di luar siklus haid


Menometroragia

Gangguan lain yang berhubungan dengan haid


Dismenorea
Pre Menstruasi Sindrom

Polimenorea
Yaitu siklus haid pendek dari biasanya (kurang dari 21
hari pendarahan). Polimenorea dapat disebabkan oleh
gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan
ovulasi, akan menjadi pendeknya masa luteal.
Penyebabnya ialah kongesti ovarium karena
peradangan, endometritis, dan sebagainya.

Oligomenorea
Yaitu siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari.
Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.
Penyebabnya adalah gangguan hormonal, ansietas dan
stress, penyakit kronis, obat-obatan tertentu, bahaya di
tempat kerja dan lingkungan, status penyakit nutrisi
yang buruk, olah raga yang berat, penurunan berat
badan yang signifikan.

amenorea
Tidak terjadi haid pada seorang wanita dengan mencakup
salah satu dari 3 tanda berikut:

Tidak terjadi haid sampai usia 14 tahun, disertai tidak adanya


pertumbuhan atau perkembangan tanda kelamin sekunder.
Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun, disertai adanya
perkembangan tanda kelamin sekunder.
Tidak terjadi haid untuk sedikitnya selama 3 bulan berturutturut pada perempuan yang sebelumnya pernah haid.

Amenorea dibagi menjadi dua bagian besar :


Amenorea primer : di mana seorang wanita tidak pernah
mendapatkan sampai umur 18 tahun. Terutama gangguan
poros hipotalamus, hipofisis, ovarium, dan tidak terbentuknya
alat genitalia.
Amenorea sekunder: pernah beberapa kali mendapat
menstruasi sampai umur 18 tahun dan diikuti oleh kegagalan
menstruasi dengan melewati waktu 3 bulan atau lebih.

Evaluasi Penyebab Amenorea

1. Kompartment I : gangguan pada uterus dan patensi


Himen imperforata
Sindrom Asherman kerusakan pada endometrium akibat tindakan
kuret berlebihan terlalu dalam sehingga terjadi peleketan interuterin
Endometritis tuberkulosa
Agenesis duktus mulleri tanda klinis berupa tidak ada/hipoplasia
vagina, tidak ditemukan uterus dan tuba falopii
Sindrom insensitivitas androgen
2. Kompartemen II : gangguan pada ovarium
Sindrom turner disgenesis ovarium
Premature ovarian failure hilangnya fungsi ovarium sebelum umur 40
tahun
Sindrom ovarium resisten gonadrotropin
Sindrom sweyer

3. Kompartmen III : gangguan pada hipofisis


adenoma hipofisis sekresi prolaktin
Empty sella syndrome
Sindrom seehan : infark pada hipofisis akibat hipotensi selama persalinan
(biasanya terjadi karena perdarahan)

4. Kompartmen IV: gangguan pada hipotalamus / susunan saraf pusat.


Amenorea hipotalamus
Sindrom Kallman : defisit sekresi GnRH
Kompresi pada hipotalamus: terjadi akibat tumor, granuloma
Penurunan pelepasan GnRH akibat penurunan berat badan berlebih:
anorexia nervosa, bullimia, olah raga berlebihan.

PERUBAHAN JUMLAH
DARAH
HAID

Hipermenorea atau menoragia


Hipermenorea adalah pendarahan haid
dengan total jumlah darah lebih dari 80ml per
siklus dan durasi lebih lama dari 7 hari, atau
ganti pembalut lebih dari 6x sehari.
Hipomenorea
Hipomenorea adalah pendarahan haid yang
lebih pendek dari biasa dan/atau lebih kurang
dari biasa penyebabnya kemungkinan
gangguan hormonal, kondisi wanita dengan
penyakit tertentu.

Metroragia
Periode pendarahan menstruasi lebih dari 7 hari.
Kejadian ini dapat disebabkan oleh luka,
karsinoma korpus uteri, peradangan,
hormonal,hipofisis, psikis, neurogoen, tumor atau
ovarium yang polikistik dan kelainan gizi,
metabolic, penyakit akut maupun kronis.

Menometroragia
Menometroragia adalah pendarahan yang banyak
lebih dari 80 ml dengan perode pendarahan lebih
dari 7 hari. Kejadian ini penyebabnya sama
dengan metroragia.

PERDARAHAN
UTERUS ABNORMAL

Perdarahan uterus abnormal meliputi semua


kelainan haid baik dari dalam hal jumlah
maupun lamanya. Terminologi menoragia saat
ini di ganti dengan perdarahan haid banyak atau
heavy menstrual bleeding (HMB) sedangkan
perdarahan uterus abnormal yang menyebabkan
faktor koagulopati, gangguan hemostatis lokal
endometrium, dan gangguan ovulasi merupakan
kelainan yang sebelumnya termasuk dalam
perdarahan uterus disfungsional (PUD).

Perdarahan
uterus
abnormal
akut
Perdarahan
uterus
abnormal
kronik

Perdarahan haid yang banyak


sehingga perlu dilakukan penanganan
yang cepat untuk mencegah
kehilangan darah

Perdarahan uterus abnormal yang


telah terjadi lebih dari 3 bulan. Kondisi
ini biasanya tidak memerlukan
penanganan yang cepat di
bandingkan PUA akut.
Perdarahan Perdarahan haid yang telah terjadi di
tengah
antara 2 siklus haid yang teratur.
(intermenstr Perdarahan dapat terjadi kapan saja
ual bleeding) atau dapat juga terjadi di waktu yang
sama setiap siklus.

Polip (PUA-P)
Polip adalah pertumbuhan endometrium berlebih yang
bersifat lokal mungkin tunggal atau ganda, berukuran
mulai dari beberapa milimeter sampai sentimeter. Polip
endometrium terdiri dari kelenjar, stroma, dan pembuluh
darah endometrium.

Biasanya polip bersifat asimptomatik, namun pada


umumnya dapat pula menyebabkan PUA
Lesi umumnya jinak, namun sebagian kecil atipik atau
ganas
Diagnosis polip ditegakkan berdasarkan pemeriksaan USG
dan atau histeroskopi, dengan atau tanpa hasil
histopatologi

Adenomiosis (PUA-A)
Merupakan invasi endometrium ke dalam lapisan
miometrium, menyebabkan uterus membesar, difus,
dan secara mikroskopik tampak sebagai
endometrium ektopik, non neoplastik, kelenjar
endometrium, dan stroma yang dikelilingi oleh
jaringan miometrium yang mengalami hipertrofi dan
hiperplasia

Kriteria adenomiosis ditentukan berdasarkan


kedalaman jaringan endometrium pada hasil
histopatologi
Adenomiosis dimasukkan dalam sistem klasifikasi
berdasarkan pemeriksaan MRI dan USG.
Hasil USG menunjukkan jaringan endometrium
heterotopik pada miometrium dan sebagian
berhubungan dengan adanya hipertrofi miometrium

Leiomioma uteri (PUA-L)


Leiomioma adalah tumor jinak fibromuscular pada
permukaan myometrium. Berdasarkan lokasinya,
leiomioma dibagi menjadi: submukosum, intramural,
subserosum.

Mioma uteri umumnya tidak memberikan gejala dan


biasanya bukan penyebab tunggal PUA
Pertimbangan dalam membuat sistem klasifikasi mioma
uteri:

Hubungan mioma uteri dengan endometrium dan serosa


Lokasi, ukuran, serta jumlah mioma uteri

Klasifikasi

Primer: ada atau tidaknya satu atau lebih mioma uteri


Sekunder: membedakan mioma uteri yang melibatkan
endometrium (mioma uteri submukosum) dengan jenis
mioma uteri lainnya
Tersier: klasifikasi untuk mioma uteri submukosum,
intramural dan subserosum

Malignancy and hyperplasia (PUA-M)


Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan
abnormal berlebihan dari kelenjar endometrium.
Gambaran dari hiperplasi endometrium dapat
dikategorikan sebagai: hiperplasi endometrium
simpleks non atipik dan atipik, dan hiperplasia
endometrium kompleks non atipik dan atipik

Meskipun jarang ditemukan, namun hiperplasia


atipik dan keganasan merupakan penyebab
penting PUA
Klasifikasi keganasan dan hiperplasia
menggunakan sistem klasifikasi FIGO dan WHO

Coaguopathy (PUA-C)
Terminologi koagulopati digunakan untuk kelainan
hemostasis sistemik yang terkait dengan PUA
13% perempuan dengan perdarahan haid banyak
memiliki kelainan hemostasis sistemik, dan yang paling
sering ditemukan adalah penyakit von Willebrand.

Ovulatory dysfuction (PUA-O)


Gangguan ovulasi merupakan salah satu penyebab PUA
dengan manifestasi perdarahan yang sulit diramalkan dan
jumlah darah yang bervariasi.
Dahulu termasuk dalam kriteria perdarahan uterus
disfungsional.
Gejala bervariasi mulai dari amenorea, perdarahan ringan
dan jarang, hingga perdarahan haid banyak.

Endometrial (PUA-E)
Perdarahan uterus abnormal yang terjadi pada
perempuan dengan siklus haid teratur
Penyebab perdarahan pada kelompok ini adalah
gangguan hemostasis lokal endometrium

Terdapat penurunan produksi faktor yang terkait


vasokontriksi seperti endothelin-1 dan prostaglandin F2
serta peningkatan aktifitas fibrinolisis
Gejala lain kelompok ini adalah perdarahan tengah atau
perdarahan yang berlanjut akibat gangguan hemostasis
lokal endometrium

Diagnosis PUA-E ditegakkan setelah menyingkirkan


gangguan lain pada siklus haid yang berovulasi

Iatrogenik (PUA-I)
Perdarahan uterus abnormal yang berhubungan dengan
penggunaan estrogen, progestin, atau AKDR.
Perdarahan haid di luar jadwal yang terjadi akibat
penggunaan estrogen atau progestin dimasukkan dalam
istilah perdarahan sela atau breakthrough bleeding (BTB).
Perdarahan sela terjadi karena rendahnya konsentrasi
estrogen dalam sirkulasi yang dapat disebabkan oleh:

Pasien lupa atau terlambat minum pil kontrasepsi


Pemakaian obat tertentu seperti rifampisin

Perdarahan haid banyak yang terjadi pada perempuan


pengguna anti koagulann (warfarin, heparin, dan low
molecular weight heparin) dimasukkan ke dalam
klasifikasi PUA-C

Not yet Classified (PUA-N)


Kategori not yet classified dibuat untuk penyebab lain
yang jarang atau sulit dimasukkan dalam klasifikasi
Kelainan yang termasuk dalam kelompok ini adalah
endometritis kronik atau malformasi arteri-vena

Gangguan haid

Anamnesis dan pemeriksaan

Gangguan kehamilan

YA

TIDAK
Penyebab
iatrogenik

Tatalaksana gangguan kehamilan

TIDAK

YA
Stop penyebab iatrogenik

Penyakit sistemik

TIDAK

YA
Medikamentosa

Patologi pada
panggul

Perdarahan uterus
disfungsional

PENATALAKSANAAN

Polimenorea
Pemberian kontrasepsi oral yang dapat
mengatur periode menstruasi

Oligomenorea
Dalam rangka terapi umum dilakukan tindakan
memperbaiki keadaan kesehatan, termasuk
perbaikan gizi, kehidupan dalam lingkungan
yang sehat dan tenang, pengurangan berat
badan pada wanita yang obesitas serta
pemberian hormon gonadotropin.

Amenorea
Menetapkan gangguan penyebab amenorea
karena kelainan hormonal
Memberikan progestin
Kemungkinan gangguan ovarium
Dilakukan induksi ovulasi dangan pemeriksaan
hormonal
Prolaktin
Pada disfungsi karena hiperprolaktikemia
menstrual dapat diobati dengan
bromokprit (pardoled).
Bila gagal menentukan sebab amenorea,
dilakukan :
Laparoskopi
Foto kepala untuk mencari penyebab sentral

GANGGUAN YANG
BERHUBUNGAN DENGAN HAID

Sindrom prmenstruasi (pre-menstrual syndrom/ PMS)


Merupakan keluhan-keluhan yang biasanya terjadi mulai satu minggu
sampai beberapa hari sebelum datangnya haid yang menghilang
sesudah haid datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus
sampai haid berhenti.
Penyebab terjadinya:
ketidakseimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi
cairan dan natrium, penambahan berat badan, dan kadang-kadang
edema. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal, pada premenstrual
syndrom terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi
progesterone.
Faktor kejiwaan, masalah dalam keluarga, masalah sosial.

Keluhan terdiri dari gangguan emosional berupa emosional berupa


iritabilitas, gelisah, insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual,
pembesaran dan rasa nyeri pada mammae, dsb..

DISMENOREA

Dismenorea adalah nyeri saat haid ditandai dengan rasa


kram dan terpusat di abdomen bawah.
Sebab dismenorea dapat dibagi menjadi dua bagian:
Dismenorea primer : nyeri haid tanpa ditemukan keadaan
patologi pada panggul. Dismenorea primer berhubungan dengan
siklus ovulasi dan disebabkan oleh kontraksi miometrium
sehingga terjadi iskemia akibat adanya prostaglandin yang di
produksi oleh endometrium pada fase sekresi.
Dismenorea sekunder : nyeri haid yang berhubungan dengan
berbagai keadaan patologis di organ genitalia, misalnya
endometriosis, adenomioma, miomauteri, stenosis serviks,
penyakit radang panggul, perlekatan panggul, atau irritable
bowel syndrome.

TERAPI

OAINS menghambat sintesis prostaglandin dan


menekan jumlah darah haid yang keluar.
Ibuprofen
Asam mefenamat

Pil kontrasepsi kombinasi mencegah ovulasi


dan pertumbuhan jaringan endometrium sehingga
mengurangi jumlah darah haid dan sekresi
prostaglandin serta kram uterus. Contoh : Medroksi
Progesteron Asetat (MPA) 5 mg atau didrogesteron
2x10 mg mulai haid hari ke-5 sampai hari ke-25.

KESIMPULAN

THANK YOU