Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mengenal Gangguan Jiwa di Masyarakat

OLEH :
Sinardi
D. Yuli Handayani.A

PROGRAM STUDI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM
PONTIANAK
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Mengenal gangguan jiwa di Masyarakat

A. Tujuan Intruksional
1. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )
Setelah diajukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan klien dapat
memahami tentang gangguan jiwa dimasyarkat.
2. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang gangguan jiwa
dimasyarakat diharapkan
a. Warga dapat mengetahui dan menjelaskan kembali pengertian gangguan
jiwa secara sederhana
b. Warga dapat mengetahui penyebab gangguan jiwa
c. Warga dapat menyebutkan ciri-ciri gangguan jiwa
d. Warga dapat mengetahui dan memahami peanganan gangguan jiwa
dikeluarga dan masyarakat

B. Sasaran
Warga di Gg.Asaka Rw:08 Rt:01 Desa Arang Limbung Kec.Sungai Raya
Kab.Kubu Raya

C.Waktu
Hari

: Sabtu

Tanggal

: 20 Februari2016

Jam

: 13.00 sampai dengan 13.45 WIB

B. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

C. Media
1. Laptop
2.

Leaflet

D. Materi
1. Pengertian gangguan jiwa
2. Penyebab gangguan jiwa
3. Ciri-ciri gangguan jiwa
4. Penanganan gangguan jiwa dikeluarga dan masyarakat

E. Susunan Acara Penyuluhan

No. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN
PESERTA

Pembukaan
1.

5 menit

Memberi salam dan memperkenalkan diri.

Menjelaskan tujuan

Menjawab
salam

Menjelaskan pokok permasalahan yang


akan dibahas.
Menyampaikan materi

Mendengarkan

Memperhatikan

Memperhatikan

Pelaksanaan
2.

15 menit

1. Menjelaskan:

a. Pengertian gangguan jiwa

Memperhatikan dan
mendengarkan

b. penyebab gangguan jiwa


c. Ciri-ciri gangguan jiwa
d.Penanganan gangguan jiwa dikeluarga
2. Memberi kesempatan

peserta untuk

bertanya

Bertanya

kepada

penyaji.
3.

7 menit

Evaluasi
Menanyakan kepada peserta tentang materi
yang telah diberikan

Menjawab
pertanyaan

Terminasi
4.

3 menit

Mengucapkan terimakasih atas peran serta -

Mendengarkan

peserta.
Mengucapkan salam penutup

Menjawab salam

MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian gangguan jiwa
Sehat jiwa adalah Suatu kondisi yang memungkin perkembangan fisik,
intelektual (kecerdasan otak) dan emosional yang optimal dari seseorang dan
perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain
Gangguan jiwa adalah Perubahan perilaku yang terjadi tanpa alasan yang
masuk akal, berlebihan, berlangsung lama dan menyebabkan bahaya terhadap
individu tersebut atau orang lain
Masalah psikososial adalah Masalah psikis atau kejiwaan yang timbul
sebagai akibat terjadinya perubahan sosial (lingkungan)
B. Penyebab gangguan jiwa

Gangguan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor berikut :


1. Suasana rumah yang tidak harmonis, seperti : tidak PD (percaya diri), sering

bertengkar, salah pengertian, kurang bahagia


2. Pengalaman masa kanak-kanak yang bersifat traumatik
3. Faktor keturunan
4. Perubahan/kerusakan dalam otak, seperti : infeksi, luka, perdarahan, tumor,

gangguang peredaran darah, keracunan, pemakaian alkohol jangka panjang,


kekurangan vitamin, epilepsi (kejang) dan keracunan
Faktor lain :
Individu yang tidak mendapat kesempatan dan fasilitas anggota masyarakat yang
dihargai, kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, ketidakamanan, persaingan
yang berat dan diskriminasi sosial.

C. Ciri-ciri gangguan jiwa

Adapun ciri-ciri dari gangguan jiwa sebagai berikut:


1. Sedih berkepanjangan dalam waktu lama
2. Mengalami penurunan daya ingat
3. Kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari (kebersihan, makan, minum,

aktivitas) berkurang
4. Menurun melakukan kegiatan (malas)

5. Menarik diri atau menyendiri


6. Marah tanpa sebab
7. Mengamuk
8. Bicara/tertawa sendiri
9. Mengalami kesulitan mengenal waktu, orang dan tempat
10. Tidak mau bergaul
11. Tidak memperhatikan penampilan/kebersihan diri
12. Mengatakan atau mencoba bunuh diri
Risiko masalah psikososial
1. Kehilangan anggota keluarga, atau orang yang dicintai
2. Kehilangan pekerjaan
3. Kehilangan harta benda
4. Kehilangan anggota badan
5. Penyakit fisik kronis; hipertensi,TBC,DM,Jantung,Ginjal,Rematik
6. Hamil dan postpartum

D. Penanganan gangguan jiwa di keluarga dan masyarakat


Fungsi dan tugas keluarga

1. Fungsi Keluarga
Gambaran umum tentang fungsi keluarga dalam kesehatan jiwa adalah :
a. Pendewasaan kepribadian dari para anggota keluarga

b. Pelindung dan pemberi keamanan bagi anggota keluarga


c. Fungsi sosialisasi, yaitu kemampuan untuk mengadakan hubungan antar

anggota keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat


2. Tugas keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan :
a. Mengenal adanya penyimpangan awal sedini mungkin
b. Mengambil keputusan dalam mencari pertolongan atau bantuan

kesehatan untuk anggota keluarga .


c. Memberi perawatan bagi anggota keluarga yang sakit, cacat, atau

memerlukan bantuan dan menanggulangi keadaan darurat .


d. Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat .
e. Memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat
Fungsi keluarga dalam upaya mencegah gangguan jiwa
a. Menciptakan lingkungan yang sehat jiwa bagi anggota keluarga.
b. Saling mencintai, menghargai dan mempertcayai antar anggota keluarga
c. Saling membantu dan memberi antar anggota keluarga
d. Saling terbuka dan tidak ada dikriminasi

e. Memberi pujian dan punishment sesuai dengan perilaku


f. Menghadapi ketegangan dengan tenang dan menyelesaikan masalah secara

tuntas
g. Menunjukan empati antar anggota keluarga
h. Membina hunbungan dengan masyarakat
i. Menyediakan waktu untuk kebersamaan, seperti : rekreasi bersama antar

anggota
Upaya perawatan klien dengan gangguan jiwa dalam keluarga
a. Mengenal adanya gangguan kesehatan sedini mungkin
b. Mengambil keputusan dalam mencari pertolongan atau bantuan kesehata
c. Memberikan perawatan kpd anggota keluarga yang sakit, cacat maupun yang

tidak sakit tapi memerlukan bantuan


d. Menaggulangi keadaan darurat kesehatan
e. Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat
f. Memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat

Upaya Perawatan Pasien gangguan jiwa di masyarakat

a.

Pasien jangan di pasung, karena memasung penderita sama artinya


dengan merampas hak hidup

b. Jika terlihat gangguan atau terdapat gangguan segera bawa ke puskesmas

terdekat
c. Jangan dijauhi atau dikucilkan

d. Bekali dengan berbagai keterampilan untuk meningkatkan produktifitas

e. Membawa penderita untuk kontrol rutin ke pelayanan kesehatan

DAFTAR PUSTAKA

Keliat budi, ana. Peran serta keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa. EGC. 1995
Keliat budi, ana dkk. Proses keperawatan jiwa. EGC. 1987Stuart and Sunden. Pocket guide
to psychiatric nursing. EGC.1998
Makalah /ibnu.blogspot.com/2008/15/psikologi dan kesehatan mental

10

Maramis, W. (2005). Catatan Ilmu Kedokteran JIwa. Surabaya: Airlangga University Press

11