Anda di halaman 1dari 18

DPPM UII

PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT

PENYUSUNAN MATERPLAN FISIK PENGEMBANGAN


WISATA DESA RAMBEANAK
bagi Masyarakat Rambeanak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang
JawaTengah

Diusulkan oleh:
Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST, MA, IAI

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
FEBRUARI 2016

HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT
1. Identitas Pengabdian
a. Judul Pengabdian
b. Bidang Ilmu
c. Skema Pengabdian
2. Ketua Pengabdian
a. Nama Lengkap
b. Jenis Kelamin
c. Golongan Pangkat
d. NIP/NIK
e. Jabatan Fungsional
f. Jabatan Struktural
g. Fakultas/Jurusan
3. Alamat Ketua Pengabdian
a. Alamat Kantor
b. Telp/Fax
c. e-mail
d. Alamat Rumah

: Penyusunan Masterplan fisik pengembangan wisata desa


Rambeanak
: Arsitektur
: Desa mitra
: Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST,MA, IAI
: Laki-laki
: III/B
: 045120407
: NJA
:: FTSP, Jurusan Arsitektur
: Jl. Kaliurang Km. 14,5 , Yogyakarta
: 896440 ext. 3238 / 895330
: barito@ftsp.uii.ac.id
: Perum Dayu Permai B8, RT 10 RW 40, Sinduharjo
Ngaglik Sleman
: 081578706479

e. Telp/Hp
4. Jumlah Anggota Pengabdian
a. Anggota Pengabdian I
:b. Pembantu
:c. Mahasiswa
: Widho Falen Kusuma (NIM 12512131)
Augusta Wisnuwardhana (NIM 12512102)
Dinar Harumcahya (NIM 012512070)
5. Lokasi Pengabdian
: Desa Rambeanak, Kecamatan Mungkid Kabupaten
Magelang, Provinsi Jawa Tengah
6. Lama Pengabdian
: 3 Bulan
7. Dana Yang diperlukan
: Rp. 3.640.000,Yogyakarta, 29 Februari 2016
Mengetahui,
Kepala PPST

Ketua Pengabdian Masyarakat

Dr. Yulianto P. Prihatmaji ST. MT


995120101

Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST, MA,IAI


045120407

Menyetujui,
Direktur PPM UII

Prof. Akhmad fauzi, S.Si, M.Si

956110101

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ..................................................................................................i


HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT .............ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................iii
RINGKASAN ........................................................................................................iv

BAB I. ANALISIS SITUASI.....................................................................................1


1.1.LATAR BELAKANG .......................................................................................1
1.2.PENGEMBANGAN WISATA DESA DI RAMBEANAK ......................................6

BAB II. PERMASALAHAN MITRA ...........................................................................8

BAB III. SOLUSI YANG DITAWARKAN .................................................................9


3.1. SOLUSI ............................................................................................................9
3.2 METODA ............................................................................................................9
3.3 KELUARAN .......................................................................................................9

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.............................................................10


4.1 JADWAL KEGIATAN .........................................................................................10
4.2 ANGGARAN BIAYA...........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................12

CURRICULUM VITAE .............................................................................................13

iii

RINGKASAN

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan di Desa Rambeanak,


Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pengabdian di desa mitra ini
berupa penyusunan masterplan fisik guna mengembangkan potensi wista desa
berdasarkan latar belakang potensi alam seperti sungai, lahan pedesaan dan persawahan
yang asri, dan kegiatan- kegiatan pengrajin yang telah berjalan. Penyusunan masterplan
fisik akan berkaitan erat dengan disiplin ilmu arsitektur dalam konteks perencanaan
kawasan dan integrasi antar zona, dan lebih dalam pada disiplin arsitektur lansekap yang
merupakan bidang keilmuan ketua pengabdi, berupa pemetaan dan usulan perancangan
terkait pengembangan sarana wisata berbasiskan bentang alam.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan oleh 1 dosen dan 3
mahasiswa dari jurusan arsitektur, berkolaborasi dengan desa mitra untuk mendapatkan
keluaran yang sesuai dengan kebutuhan aktual. Kegiatan ini akan dilakukan selama 3
bulan, dengan luaran Masterplan fisik pada tataran aspek-aspek pokok seperti zonasi dan
jejaring kawasan, jalur pengembangan wisata bersepeda, dan ilustrasi desain konseptual
bagi pengembangan fasilitas eksisting seperti area penerima wisata rafting, dan signing
lajur sepeda.

iv

BAB I
ANALISIS SITUASI

1.1.LATAR BELAKANG
Sektor pariwisata sebagai salah satu primadona penghasil income bagi negara
dan regional khususnya, memiliki banyak potensi - potensi yang menjadi andalan
Yogyakarta dan Jawa Tengah. Potensi potensi bentang alam yang indah dipadukan
dengan wisata kultural dan heritage seperti candi-candi bersejarah, kesenian, kuliner
khas daerah dan lainnya, memiliki daya tarik tersendiri. Indikatornya, jumlah
kunjungan wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada Agustus 2013 mencapai
771.000 kunjungan atau naik 21,57 persen dibandingkan dengan Agustus 2012.
Menurut kepariwisataan dunia versi World Economic Forum (WEF) dalam kurun
waktu tiga tahun ini posisi Indonesia mengalami peningkatan. Bila dibandingkan
negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, peringkat tersebut menempati posisi
ketiga setelah Singapura (10) dan Malaysia (35). (1)
Berdasarkan alasan atau tujuan perjalanan, terdapat beberapa tipe motif wisata
seperti Business Tourism dengan motivasi bisnis, Vacation Tourism dengan tujuan
berlibur ,cuti dan rekreasi, dan Education Tourism dengan tujuan studi dalam rangka
mempelajari bidang pengetahuan tertentu

(2)

. Dalam perkembangannya, kegiatan

berwisata merupakan satu bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia,
berupa aktivitas bertema leadership, team building dan kinerja penjualan, melalui
kegiatan-kegiatan seperti outbond, rafting,tracking /hiking dan sejenisnya.

(3)

Kegiatan kegiatan semacam ini membutuhkan latar belakang suasana alam yang
asri dan natural.
Kegiatan rekreasi yang sifatnya rutin merupakan kebutuhan bagi masyarakat kota
dengan gaya hidup dan suasana rutinitas kerja yang intens dan padat. Salah satu
rekreasi dengan berbagai latar belakang kemanfaatan dan motivasi adalah dengan
bersepeda. Kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat
pemanasan global meningkatkan permintaan produksi sepeda setiap tahunnya. Selain
itu, mulai maraknya kesadaran akan manfaat bersepeda dikalangan umum,
memberikan dampak positif pada pola hidup yang sebelumnya lebih mengarah pada
1

pola hidup yang merugikan.


merugikan Bersepeda termasuk sebagai salah satu jenis olahraga
ringan yang mudah dilaksanakan oleh segala usia. Mengenai manfaatnya bagi
kesehatan, bersepeda juga tak kalah besar dari olahraga berjalan
berjalan kaki, jogging
bahkan aerobik. Bepergian dengan sepeda akan membantu meningkatkan fitalitas,
membakar kalori
alori dan menghilangkan stres.(4)
Selain merupakan pintu masuk ke arah candi Borobudur dari Yogyakarta,dan
merupakan lokasi candi Mendut, posisi geografis
geografis Kecamatan Mungkid menjanjikan
potensi keindahan bentang alam yang alami seperti persawahan, suasana desa dan
sungai, yaitu kali Progo. Kali Progo adalah sebuah sungai yang mengaliri Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Sungai ini bersumber dari lereng Gunung
Sumbing yang melintas ke arah tenggara.. Kali Progo bermuara di sebelah barat
Pantai Kwaru,, di pesisir selatan Jawa.
Terdapat beberapa anak sungai yang mengalir ke Progo, seperti Kali Krasak
(berhulu di Gunung Merapi),
Merapi Kali Elo, Kali Deres, Kali Kuas dan Kali Tinalah. Desa
tujuan pengabdian masyarakat ini, yaitu desa Rambeanak, merupakan Salah satu
desa yang dilewati dari anak sungai Progo, yaitu kali Elo. Di bagian hulu, di daerah
Magelang, aliran sungai ini dimanfaatkan oleh para penggemar white water rafting
untuk menjajal kemampuannya. Di aliran Progo bagian bawah terdapat Kisik River
Camp operator arung jeram dan kayak.. Sungai ini mempunyai jeram-jeram
jeram
yang
mendebarkan serta pemandangan sepanjang sungai yang menakjubkan.

Gb.1. Peta hubungan sumbu imajiner antara Borobudur Mendut.Posisi desa Rambeanak terletak di
kawasan belakang candi Mendut

https://id.wikipedia.
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Borobudur_Map_id.svg

. Desa Rambeanak, desa tujuan pengabdian masyarakat ini, penduduknya


berjumlah 7156

luas 382 ha terdiri dari 14 dusun . Penduduknya

100 %

beragama islam. Dari jumlah penduduk tersebut 70 % bermata pencaharian petani,


buruh tani sebagian, PNS, dagang, jasa, pengrajin dan pengangguran. SDM yang
rendah , semakin sempitnya lahan pertanian , serta kepemilikan lahan pertanian ratarata yang hanya 0,2 ha , tak layak untuk mencukupi kehidupan rumah tangga. Oleh
karena itu segala upaya dilakukan guna

meningkatkan taraf hidup diantaranya

menggali potensi dan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada baik sumber daya
alam maupun sumber daya manusia untuk dikelola dengan baik dan benar seoptimal
mungkin agar dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat islami.

Desa
Rambeanak

Gb.2. Peta Kecamatan Mungkid dan posisi desa Rambeanak


Dimodifikasi dari http://bppk-mungkid.blogspot.co.id/p/blog-page.html. Diakses 25 Februari 2016

Wisata arung jeram atau Rafting dikembangkan sekitar 2 tahun yang lalu atas
inisiati kelompok masyarakat yang dipimpin oleh salah satu dukuh setempat. Wisata
dengan nama pengelolaan JamKid ini telah mampu mengolah kegiatannya sendiri
sebagai operator kegiatannya maupun bekerja sama dengan operator lain sebagai
area finish umum. Anak anak muda setempat mendapat keuntungan dengan
keterlibatannya di kegiatan ini, baik sebagai pemandu arung jeram, maupun sebagai
pendukung kegiatan seperti penata parkir, pembawa perahu, dan lainnya.
Penghasilan dari kegiatan ini dikelola bersama dengan pembagian pendapatan yang
masuk bagi kas dusun. Kelebihan dari lokasi ini adalah tersedianya ruang bagi
pengembangan fasilitas fasilitas rest area seperti tempat makan, kamar mandi dan
mushalla. Namum, diperlukan pengembangan fisik lebih jauh untuk meningkatkan
taraf kualitas area ini menjadi lebih lengkap dan representatif.

Gb 3. Rafting di Sungai Elo

Gb 4. Area penerimaan arung jeram di Rambeanak

Gb 5. Fasilitas arung jeram berupa area makan dan ganti baju di Rambeanak

Selain kegiatan arung jeram, beberapa kegiatan mandiri lainnya adalah berupa
pengolahan makanan criping ketela, pembuatan sapu ijuk, dan kerajinan-kerajinan
bambu.

Gb 6. Pembuatan aksesoris bambu(kiri) dan pembuatan criping singkong (kanan)

1.2.PENGEMBANGAN WISATA DESA DI RAMBEANAK


Desa Rambeanak memiliki kondisi lingkungan yang alami, dengan latar bukit,
persawahan, dan sungai. Jalur wisata jalan usaha tani dan irigasi disepanjang area
pertanian desa rambeanak selaus 280 ha dengan aksesoris yang menarik seperti jalan
berliku,monorel diatas aliran irigasi , jalan yang extreme,bangunan berbau alam,
kebun lada perdu, dan out bond alami. Ditambah dengan udara yang sejuk, kondisi
ini merupakan satu potensi pengembangan jalur-jalur sepeda di alam.

Gb 7. Beberapa segmen jalan yang potensial sebagai jalur sepeda

Rumah-rumah masyarakat yang masih tradisional dimungkinkan untuk dikembangkan


menjadi homestay dan area pertemuan, sehingga dapat bersinergi dengan potensi wisata
lainnya.

Gb 8. Salah satu rumah masyarakat setempat

Gb 9. Salah satu rumah masyarakat setempat

Selain itu, wisata desa merupakan bagian dari untuk peningkatan pendapatan
umat serta peningkatan ekonomi umat dalam rangka mempertahankan nutfah islami
sepanjang massa ( 100 % Desa berpenduduk muslim 1 dekade terahir ini dipertahankan
existensinya) serta tegaknya syahadat umat yang selalu berubah ubah sebagaimana
iman selalu bertambah dan berkurang. Fakta ini dapat dikemas menjadi satu tema wisata
berupa corak desa yang berkonsep islami.

BAB. II
PERMASALAHAN

Dari survey awal dan diskusi bersama masyarakat, terdapat beberapa point yang perlu
dicermati dan ditindaklanjuti lebih lanjut. Untuk memajukan kegiatan ekonomi eksisting
sekaligus mengembangkan potensi- potensi yang ada, terdapat beberapa permasalahan
dalam konteks perencanaan fisik sebagai berikut:
1. Sebaran potensi potensi belum terpetakan secara spatial-geografis. Pemetaan
ini

akan

berguna

untuk

merencanakan

pengembangan

wisata

secara

komprehensif
2. Belum ada perencanaan ruang di level yang paling dasar (seperti masterplan,
zonasi, linkage / network antar zona,) untuk mewujudkan suatu perencanaan
kawasan wisata yang sifatnya terpadu.
3. Belum adanya pemetaan dan perencanaan terhadap potensi-potensi alam terkait
aktifitas wisata- wisata seperti bersepeda, potensi area outbond dan camping
ground, yang kesemuanya sangat mungkin untuk diadakan di desa Rambeanak.
Selain permasalahan permasalahan terkait perencanaan fisik kawasan, terdapat pula
permasalahan permasalahan yang bersifat non fisik seperti:
1. Belum ada branding kawasan untuk mencerminkan karakter uniquness,
misalnya desa yang islami, yang akan menjadi point penting untuk mengemas
wisata desa ini.
2. Belum ada langkah langkah marketing yang sistematis untuk memasarkan
potensi yang ada, khususnya yang terkait dengan internet marketing.
3. Potensi potensi alam yang tersedia, belum dapat dikembangkan secara
maksimal sebagai kegiatan outbond,karena keterbatasan skill sumber daya
manusia sebagai pemandu kegiatan tersebut.

BAB III
SOLUSI YANG DITAWARKAN
3.1.SOLUSI
Untuk menangani permasalahan permasalahan tersebut, berikut ini adalah solusi
yang diajukan:
a. Observasi secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran lebih dalam
mengenai potensi, hambatan dan tantangan dalam pengembangan fisik
kawasan wisata desa
b. Analisa dan tanggapan untuk mencari model terbaik dalam rancangan zonasi,
sirkulasi dan program program lainnya bagi terwujudnya kawasan wisata
terpadu, berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan berpihak pada
kemanfaatan masyarakan dengan pertimbangan karakter kawasan islami.
c. Perancangan masterplan fisik yang mewadahi hasil analisa dan tanggapan,
tersebut
3.2.METODA
a. Observasi fisik melalui desk study (peta kawasan) dan survey lapangan
b. Dokumentasi fotografi dan gambar
c. Wawancara, curah pendapat dan diskusi formal informal dengan berbagai
unsur terkait seperti masyarakat dan pelaku kegiatan, pengunjung, perangkat
desa dan pemerintah (Pokdarwis)
d. Kompilasi data verbal,numeris,fotografi dan grafis
3.3. KELUARAN
a. Masterplan fisik kawasan wisata, yang menunjukkan jejaring pencapaian dan
konektifitas, serta pengembangan site tertentu.
b. Peta tematis berupa pemetaan potensi wisata, zonasi, dan sirkulasi kawasan,
c. Dokumen fotografi
d. Gambar gambar rekomendasi rancangan skematis pada spot spot / areaarea / segmen segmen yang diperlukan.

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan direncanakan untuk dilaksanakan dalam waktu 4 Bulan dengan perincian
sebagai berikut:
No

Kegiatan

Bulan
I

Penyusunan rencana kerja

Studi literatur & dokumen perencanaan kawasan yang ada

Survey pendataan potensi kawasan

Kompilasi hasil survey dan analisa awal

Pembuatan rancangan awal masterplan

Presentasi,diskusi dan curah pendapat terhadap rancangan

Perbaikan dan pengembangan rancangan masterplan

Pengembangan rancangan skematis pada area-area yang

II

III IV

dibutuhkan
9

Penyusunan laporan akhir

4.2. ANGGARAN BIAYA


Pengeluaran

UII

Pengadaan Literatur dan dokumen

Rp. 500.000

Transportasi tim Yogyakarta Rambeanak (2x

Mitra

Rp. 900.000

PP), sewa mobil dan bahan bakar @rp. 300.000


3

Akomodasi tim (4 orang untuk 2x kunjungan Rp. 800.000


masing-masing 1 hari) @rp. 100.000

Sewa alat:
Kamera ( 1 unit, 2 hari @ rp. 50.000)

Rp. 100.000

Laptop ( 4 unit, 4 bulan @ rp 100.000)

Rp. 1.200.000

Printer (1 unit, 2 bulan @rp 100.000)

Rp.

200.000

LCD projector (1 unit, 3 kali @ rp.100.000)

Rp.

300.000

10

Akomodasi FGD ( 1 pertemuan, 30 orang @rp

Rp.

450.000

15.000 )
6

Honorarium Pelaksana ketua (1 org, 4 bln @ rp. Rp 2.240.000


200.000) Anggota ( 3 orang, 4 bln @rp 120.000)
Total

Rp. 3.640.000

Rp. 3.050.000

11

DAFTAR PUSTAKA

1. http://beritadaerah.co.id/2015/01/10/mempromosikan-potensi-pariwisata-jawa-tengah/
Diakses 25 Februari 2016
2. http://ilmukepariwisataan.blogspot.co.id/2011/09/jenis-macam-pariwisata.html Diakses
25 Februari 2016
3. http://wisataoutboundmalang.com/manfaat-mengadakan-outbound-bagi-perusahaandan-kantor/ Diakses 25 Februari 2016
4. http://manfaat.co.id/30-manfaat-bersepeda-bagi-kesehatan Diakses 25 Februari 2016
5. Soekadijo (1997) Anatomi pariwisata: Memahami pariwisata sebagai system
linkage, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama

12

CURICULLUM VITAE

A. Identitas diri
1

Nama Lengkap

Baritoadi Buldan Rayaganda Rito,ST,MA,IAI

Jenis Kelamin

Laki-laki

Jabatan Fungsional

NIP/NIK

045120407

NIDN

Tempat dan Tanggal lahir

Palangkaraya, 14 Mei 1979

E mail

baritoadi@ftsp.uii.ac.id

No.Telp / HP

081578706479

Alamat kantor

Jl Kaliurang km 14,4 Sleman

10

Nomor telp/fax

896440 ext 3238

11

Lulusan yang telah dihasilkan

12

Mata kuliah yang diampu

1. Studio Perancangan 1
2. Studio Perancangan 2
3. Studio Perancangan 6
4. Studio Perancangan 7
5. Perencanaan Tapak
6. Arsitektur Lansekap
7. Permodelan dan Informasi Bangunan
8. Evaluasi Kinerja Bangunan
9. Grafis Arsitektur

13

B. Riwayat pendidikan
S1

S2

S3

Nama perguruan tinggi

Universitas Islam Indonesia

Hochschule Anhalt

Bidang ilmu

Arsitektur

Landscape

Architecture
Tahun masuk keluar

1997--2001

Judul

Redesain

skripsi/thesis/disertasi

kembali

Nama

pembimbing

2012-2014
Monumen

awareness park

/ Ir. Arman Yulianta, MUP

promotor

Yogya Environmental

DR.Ing. Nicole Uhrig

Prof. Einar Kretzler

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini
saya buat dengan sebenarnya untuk ememnuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan
hibah pengabdian masyarakat.

Yogyakarta, 3 Maret 2016


Pengusul,

Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST,MA, IAI

14