Anda di halaman 1dari 1

SANG TRIWIKRAMA BRAHALA

Sang Watugangga merupakan anak dari kama Sang Anoman yang diasuh oleh Dewi Sidarkara di
tengah samudra.
Saat beranjak dewasa Sang Watugangga ingin mengetahui rupa ayahnya Sang Anoman.
Atas keinginannya itu Dewi Sidarkara menyuruh Sang Watugangga ke tengah hutan karena Sang
Anoman sedang melakukan Yasakerti.
Berangkatlah Sang Watugangga berkelana ke hutan, namun tidak juga menemukan Sang
Anoman.
Diceritakan dalam pencarian itu Sang Watugangga sampai di hutan Karang Siluman yang
merupakan tempat Detya Kala Mariama.
Detya Kala Mariama merupakan putra dari Sang Rahwana dan Dewi Sayempraba musuh Sang
Ramadewa.
Mengetahui Sang Watugangga sedang mencari Sang Anoman, Kala Mariama bersiasat
membohongi Sang Watugangga.
Kala Mariama berkata bahwa Sang Anoman sudah mati dibunuh oleh Sang Ramadewa yang
bersekutu dengan Sugriwa, mendengar hal itu Sang Watugangga sedih dan Marah.
Berangkatlah Sang Watugangga ke Ayodya hendak menuntut balas kepada Sang Ramadewa.
Setibanya di Ayodya, Sang Watugangga langsung menculik Sang Ramadewa.
Dicerita lainnya Sang Anoman yang kembali dari menyelesaikan Yasakerti di hutan dan kembali ke
Ayodya dan mengetahui Sang Ramadewa diculik ke Karang Siluman,
Sang Anoman lantas bergegas ke Karang Siluman. Setibanya disana Sang Anoman bertemu
dengan Sang Watugangga,
mereka tidak saling mengenal dan menganggap musuh satu sama lain sehingga terjadi
pertarungan yang sengit.
Dalam pertempuran tersebut Sang Watugangga mengingat perkataan Sang Narada bahwa ciri-ciri
ayahnya yaitu berupa monyet putih memakai gelungan apit surang. Ciri- ciri tersebut sama seperti musuh
yang sedang dilawannya itu dan langsung menghentikan perlawanannya.
Sang Watugangga bertanya kepada Sang Anoman siapakah sebenarnya musuh yang sedang
dilawannya itu. Setelah mengetahui bahwa dihadapannya itu adalah Sang Anoman,
Sang Watugangga langsung sujud sembah meminta maaf kepada Sang Anoman dan berjanji
mengambil kembali Sang Ramadewa serta membinasakan Detya Kala Mariama.
Dalam pertempuran Sang Watugangga dan Detya Kala Mariama kekuatan mereka seimbang
sehingga Sang Watugangga mengeluarkan kesaktian anugrah Dewa Wisnu yaitu menjadi Sang Triwikrama
Brahala. Kesaktian ini setara dengan kesaktian para awatara Wisnu yang dapat menggetarkan ketiga
dunia Bhur, Bwah, Swah. Akhirnya Detya Kala Mariama dapat ditaklukkan.
Dalam kutipan cerita ini tersirat pesan tentang Satya Guru Rupaka, kita harus berbakti kepada
orang tua yang telah melahirkan kita. Janganlah kita menentang kedua orang tua kita hanya karena ego
sendiri sehingga mudah terhasut atau terprovokasi oleh hal-hal negatif.