Anda di halaman 1dari 11

BLOW-OUT FRACTURE

Cyndra Dwi Septiana Eris


1010070100100
Pembimbing : dr. Erfitrina, M. Ked
(oph) Sp.M

Anatomi

Definisi
Trauma tumpul pada mata dan daerah
orbita dapat menyebabkan kerusakan
pada dinding tulang orbita yang relatif
tipis.Trauma secara langsung (direct)
maupun tidak langsung (indirect) dapat
menyebabkan fraktur pada tulang
orbital.Daerah tulang orbita yang paling
rentan terhadap trauma adalah dinding
inferior dan medial . Pada fraktur blowout apabila tekanan pada daerah orbita
cukup kuat, maka dapat terjadi penurunan
isi orbita ke tempat terjadinya fraktur,
biasanya terjadi penurunan isi orbita ke
sinus maksillaris.

Klasifikasi
fraktur blow-out
superior,.
fraktur blow-out
inferior,
fraktur blow-out
medial,
fraktur blow-out
lateral

Epidemiolog
i

Sebesar 70% kasus


fraktur blow-out
disebabkan karena
trauma benda tumpul,
13% disebabkan karena
kecelakaan lalu lintas,
10% disebabkan karena
terjatuh, dan 6%
disebabkan karena luka
tembak

Teori Hydraulic
PATOFISIOLOGI
Pada teori ini
Teori Buckling
dinyatakan bahwa suatu
Pada teori ini
trauma pada daerah
dinyatakan bahwa
orbita dapat
tekanan yang
menyebabkan
ditimbulkan akibat
peningkatan tekanan
trauma pada daerah
hidraulik dalam bola
orbita dapat
mata yaitu tekanan
disalurkan melalui
intra
orbital rim ke dinding
okular.Peningkatan
orbita, menyebabkan
tekanan intra okular ini
terjadinya fraktur
menyebabkan
dinding orbita tanpa
terjadinya fraktur pada
menyebabkan fraktur
dinding orbita yang
pada orbital rim.
paling lemah, yaitu
pada umumnya pada

Gejala klinik

TRIAS

enophtalmos
restrictive
strabismus
rasa baal di
infraorbital

GEJALA LAIN
penurunan visus dan
vertical diplopia,
ekimosis, ptosis dan
pembengkakan pada
daerah periorbital,
gerakan bola mata
terbatas, disertai rasa
nyeri bila bola mata
digerakkan, dapat juga
ditemukan pendarahan
subconjunctiva pada

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF

dengan
antibiotik
apabila fraktur
mengenai
sinus maxilaris

OPERATIF
Indikasi tindakan
pembedahan adalah :
- diplopia persisten dalam
30 derajat dari posisi primer
pandangan apabila terjadi
penjepitan
- enoftalmus 2 mm atau
lebih
- fraktur besar (separuh dari
dasar orbita), yang
kemungkinan besar
menyebabkan enoftalmus
yang timbul belakangan.

KOMPLIKA
SI
Ada 3 faktor yang menentukan resiko terjadinya
komplikasi yaitu:
1) ukuran fraktur,
2) herniasi isi orbita ke sinus maxilaris,
3) terjepitnya otot. Selain itu Blow out fraktur dapat
menyebabkan antara lain:
Kebutaan
Diplopia
ekstrusi implant atau migrasi implant yang menekan
kantung lakrimalis serta menyebabkan sumbatan dan
dakriosistitis
perdarahan
infeksi
retraksi kelopak bawah
anastesi infraorbita

KESIMPULAN
Fraktur orbita dan fraktur maksilofasial
merupakan fraktur yang paling sering terjadi
pada trauma di daerah wajah.Fraktur orbita
dapat berdiri sendiri, namun tidak jarang pula
fraktur orbita terjadi bersamaan dengan
fraktur maksilofasial.Kedua fraktur ini
memiliki dampak yang serius dan sering
menimbulkan berbagai komplikasi.Dibutuhkan
penangan yang tepat dan sesegera mungkin
untuk mencegah timbulnya berbagai
komplikasi yang diakibatkan karena fraktur
tersebut.Identifikasi yang cepat dan tepat
pada kedua jenis fraktur diatas sangat
diperlukan, dan salah satu alat bantu utama
untuk menegakkan diagnosis pada fraktur