Anda di halaman 1dari 45

Ion Exchange

Kebutuhan air mutlak


diperlukan baik yang
mengandung mineral maupun
yang tidak mengandung
mineral (pure water)..

Untuk

kebutuhan mahkluk
hidup air mineral sangat
diperlukan untuk dikomsumsi,
sedangkan untuk keperluan
proses di industri khususnya
industri kimia justru
sebaliknya

Pengaruh mineral pada proses industri kimia


cukup komplek yaitu dari menyebabkan
kerak pada proses pemanasan seperti boiler
dan heat exchanger, sampai turunnya yield
dan selektivitas pada proses reaksi, dan
masih banyak lagi pengaruh lainnya. Untuk
itu diperlukan suatu unit pengolahan air
untuk menghilangkan kandungan mineral
sebelum air tersebut digunakan dalam suatu
industri khususnya industri kimia

TINGKAT KESADAHAN
Mg/L CaCO3 Tingkat Kesadahan
0 - 75
Lunak (Soft)
75 - 150
Sedang (Moderately
hard)
150 - 300
Tinggi (hard)
> 300
Tinggi sekali (very
hard)

KESADAHAN
DEFINISI : KEMAMPUAN AIR DALAM MENGKONSUMSI SEJUMLAH
SABUN SECARA BERLEBIHAN.
MINERAL DALAM AIR DIDOMINASI OLEH ION KALSIUM (Ca) DAN
MAGNESIUM (Mg) DALAM BENTUK GARAM KARBONAT.
KESADAHAN TERBAGI 2 JENIS YAITU KESADAHAN KARBONAT
(KESADAHAN SEMENTARA) DAN NON KARBONAT (KESADAHAN
TETAP)
KESADAHAN KARBONAT DISEBABKAN ADANYA ION-ION HCO 3
DAN CO3 2-

KESADAHAN SEMENTARA DAPAT DIHILANGKAN DENGAN


PEMANASAN ATAU PEMBERIAN KAPUR TOHOR
KESADAHAN NON KARBONAT DISEBABKAN ADANYA ION-ION Cl 2
DAN SO4

KESADAHAN TETAP TIDAK DAPAT DIHILANGKAN DENGAN


PEMANASAN NAMUN DAPAT DILAKUKAN DENGAN ION EXCHANGER

RESIN PARTICLE AND BEADS

PERTUKARAN ION

PROSES PERTUKARAN ION PADA INDUSTRI BANYAK DITERAPKAN


UNTUK PROSES PELUNAKAN DAN DEMINERALISASI AIR
BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN PROSES DIBEDAKAN
MENURUT ION PENUKARNYA YAITU CATION EXCHANGE (PERTUKARAN
ION POSITIF) DAN ANION EXCHANGE (PERTUKARAN ION NEGATIF)
BAHAN PENUKAR ION POSITIF YANG UMUM DIGUNAKAN ADALAH ION
NATRIUM (Na +) DAN ION HIDROGEN (H +)
BAHAN PENUKAR ION NEGATIF UMUMNYA DIGUNAKAN ADALAH (OH -)

PROSES PELUNAKAN AIR


UNTUK KEPERLUAN PROSES PELUNAKAN,
MENGGUNAKAN PERTUKARAN KATION YAITU ION
NATRIUM (Na +) DIKENAL DENGAN SODIUM
ZEOLIT ATAU RESIN
ZEOLIT ATAU RESIN ADALAH SENYAWA RADIKAL
DARI BAHAN PENUKAR ION YANG DISINGKAT Z
DAN R SEHINGGA DAPAT DITULIS Na2Z (SODIUM
ZEOLIT) DAN Na2R (SODIUM RESIN)

SODIUM RESIN DAPAT MENGGANTIKAN IONION KALSIUM (Ca) DAN MAGNESIUM (Mg) DARI
GARAM-GARAM SADAH.

UNTUK MENGAKTIFKAN KEMBALI DAPAT


DIREGENERASI DENGAN GARAM DAPUR (NaCl)

PROSES PELUNAKAN DENGAN


PERTUKARAN ION
LAJU ALIR: 7,5 -19,5 m3 /jam-m2 LUAS
TUMPUKAN RESIN DALAM SOFTENER
KEMAMPUAN RESIN DALAM MENGIKAT
GARAM-GARAM SADAH PER SATUAN
VOLUME :

KEBUTUHAN REGENEREN
PER SATUAN VOLUME
RESIN :

DEMINERALISASI :

PROSES PENGHILANGAN GARAM-GARAM


MINERAL DALAM AIR, AIR MEMPUNYAI KEMURNIAN YANG TINGGI

BAHAN PENUKAR YANG DIGUNAKAN ADALAH


PENUKAR KATION (RESIN ASAM), KARENA
PENUKAR ION-NYA ADALAH ION HIDROGEN (H
+
)
PENUKAR ANION ADALAH RESIN BASA KARENA
PENUKAR ION-NYA ADALAH ION HIDROKSIDA
(OH -)
RESIN ASAM DITULIS H2R

RESIN BASA DITULIS R(OH)2

Adsorpsi, dan pertukaran ion adalah proses


sorpsi, dimana komponen tertentu dari fase
cairan, yang disebut zat terlarut, ditransfer
selektif ke bahan insoluble dalam suatu
wadah atau dikemas dalam kolom.
Pada adsorpsi dan pertukaran ion, ion dari
fasa larutan tertransfer ke fasa padatan
(sorbent) sampai sorbent menjadi jenuh atau
hampir
jenuh.
Untuk
meregenerasinya
dilakukan desorb (pelepasan kembali)

Pertukaran ion melibatkan transfer massa dari


larutan ke fasa padatan.
Pertukaran ion ion yang dipindahkan dari
larutan
dipindahkan
ke
penukar
ion
(exchanger) sehingga terjadi elektronetralitas
(jumlah muatan yang diserap = yang
dilepaskan)

Prinsip :
Air dilewatkan kedalam resin kation dan anion
maka akan terjadi pertukaran ion yang
mempunyai muatan sama. Sisa kation dan
anion dilewatkan dengan resin mixed bed
untuk membersihkan sisa ion-ion yang belum
hilang
Tujuan :
Untuk mengetahui karakteristik kinerja resin
penukar ion pada Sistem Air Bebas Mineral

Mekanisme

Resin mengandung kation B+


akan dipertukarkan dengan
kation A+ dalam larutan. Kation
A+ dan B+ akan terdifusi karena
perbedaan konsentrasi antara
resin dan larutan.

Reaksi pertukaran ion :

Pertukaran ion akan berlangsung


sampai kesetimbangan dicapai

A RB B R A

Aplikasi

100 tahun lalu air sadah zeolit


Th 1935 diperkenalkan resin penukar ion
untuk Water softening (Ca2+ and Mg2+) dan
deionisasi
Demineralisasi air
Dealkalinasi air
Penghilangan warna pada larutan gula
Recovery uranium dari larutan

Aplikasi : Water softening

Water softening dengan


pertukaran ion melibatkan
penukar kation, di mana
reaksi berikut terjadi untuk
menggantikan ion kalsium
dengan ion natrium.

Aplikasi : Demineralisasi

Pada langkah
pertama, resin
penukar kation (H+)
untuk ion kation
seperti K+, Ca2+, Na+.
Pada langkah kedua,
resin penukar anion
(OH-) seperti ion Cl-,
PO42-. Ion-ion
hidrogen dan
hidroksil yang masuk
ke air bergabung
membentuk air.

Komponen penukar ion

Fasa padat bermuatan atau


matriks .

Fasa cair yang mengandung


molekul yang berbeda muatan dari
matriks

Larutan (eluan) dengan muatan


berbeda untuk mencegah interaksi
antara fasa cair dan padat.

Penukar ion

Penukar ion diseimbangkan


oleh counterion
Counterion inilah yang
akan dipertukarkan dengan
ion lain dari larutan .

Resin

Resin
Polimer organik atau anorganik yang digunakan
sebagai penukar kation atau anion dari fasa
larutan.
Resin penukar ion umumnya berbentuk butiran
gel yang terdiri dari (1) jaringan polimer, (2)
gugus fungsional ionik melekat jaringan, (3)
counterions, dan (4) pelarut.
Struktur umum
Polymer backbone tidak terlibat dalam ikatan
Gugus fungsional / sisi aktif membentuk
kompleks anion atau kation

Resin

Penukar kation (asam kuat) dan penukar


anion (basa kuat) disintesis dari
kopolimerisasi stirena dan, divinilbenzena
(DVB)

Penukar kation (asam lemah) kadang


disintesis dari kopolimerisasi asam akrilat dan
asam metakrilat.

Selectivity of Ion Exchange


Resins
In Order of Decreasing Preference

Strong acid cation Strong base


anion
Barium
Iodide
Lead
Nitrate
Calcium
Bisulfite
Nickel
Chloride
Cadmium
Cyanide
Copper
Bicarbonate
Zinc
Hydroxide
Magnesium
Fluoride
Potassium
Sulfate
Ammonia
Sodium
Hydrogen

Resin organik
Gugus

fungsional
Benzena
sebagai penukar kation
Diklorinasi sebagai penukar anion
Disulfonasi

SO3 H

Cation exchange

CH 2 N(CH3 )3 Cl

Anion exchange

Resin anorganik
Silikat (SiO4)
Aluminosilikat
zeolite, montmorillonites
Penukar kation
Zirconium, Tin- phosphate

OPO(OH)2 OH

OH
Zr

Zr

Zr

OPO(OH)2
O

Zr

OPO(OH)2 OPO(OH)2 OPO(OH)2 OPO(OH)2

Resin
Faktor penting dalam pemilihan resin
penukar ion :
1. Kapasitas penukar
2. Selektivitas
3. Ukuran partikel dan distribusi ukuran (flow
throughput considerations).
4. Stabilitas kimia dan fisika
5. Regenerasi

Resin

Sifat
Kapasitas

Jumlah ion yang dapat dipertukarkan per unit


material
Kapasitas

penukar kation (Proton


exchange capacity, PEC)
Selektivitas
Penukar kation atau anion
Kation adalah ion positif
Anion adalah ion negatif
Selektif terhadap beberapa gugus
fungsi

Contoh

Sebuah resin pertukaran ion terbuat dari 88%


berat stirena dan 12% berat divinilbenzena
yang dimodifikasi dengan sulfonasi sebagai
resin penukar kation. Perkirakan maksimum
kapasitas pertukaran ion dalam resin!
Jawab :
Dianggap berat resin 100 g sebelum sulfonasi
M

mol

Stirena

104,14 88

0,845

Divinilbenz
ena

130,18 12

0,092

100

0,937

Jawab

Sulfonasi pada setiap cincin benzena 0,937


mol H2SO4 (M=81,07 g/mol)), sehingga terjadi
penambahan berat (0,937mol)(81,07g/mol) =
76 g
Total berat resin setelah sulfonasi = 100 + 76
= 176 g
0,937
5,3mol
/ kg resin
Kapasitas
maksimum
penukar
ion :
(176/ 1000)

Latihan 1

Perkirakan kapasitas maksimum 200 g


penukar ion yang dibuat dari kopolimerisasi
75% berat DVB dan 15% stirena dan
dimodifikasi dengan sulfonasi (M H2SO4 =
81,07 g/mol) !

Latihan 2

Perkirakan kapasitas maksimum 100 g


penukar ion yang dibuat dari kopolimerisasi
80% berat DVB dan 20% stirena dan
dimodifikasi dengan klorinasi!

Kesetimbangan

Untuk pertukaran ion, kita menerapkan


hukum aksi massa untuk memperoleh
kesetimbangan

Pada saat kesetimbangan

di mana K : koefisien selektivitas molar; c :


konsentrasi molar liquid; q : konsentrasi molar
penukar ion

Kesetimbangan (cont)

Jika muatan counterion = muatan ion yang


akan dipertukarkan maka :

K tidak tergantung pada C/Q (total konsentrasi


ekuivalen)
Di mana x dan y adalah fraksi mol liquid dan
penukar ion; z = valensi counterion I

Kesetimbangan (cont)

Apabila muatan counterion muatan ion


yang dipertukarkan, maka :

K dipengaruhi oleh rasio C/Q dan rasio muatan


n
C : total konsentrasi ekuivalen (eq/L) larutan;
Q : total konsentrasi ekuivalen (eq/L) penukar
ion

Contoh

Sebuah resin Amberlite IR-120 dengan kapasitas


pertukaran ion maksimum 4,90 meq/g resin kering,
digunakan untuk menghilangkan ion tembaga dari
aliran limbah yang mengandung 0,00975M CuS0 4
(19,5 meq Cu2+ / L larutan). Diameter pertikel resin
berkisar antara 0,2 sampai lebih dari 1,2 mm.
Reaksi kesetimbangan pertukaran ion reaksi dari
divalen-monovalen :

miliekuivalen kation di larutan dan dalam resin


tetap konstan. Dan diketahui bahwa data
kesetimbangan untuk ion tembaga dengan 19,5
meq/liter larutan :

Contoh

Hitunglah koefisien selektivitas molar, K, di


setiap nilai c untuk Cu2+

Jawab

C 0,0195

0,0040
Q
4,9

xCu2

cCu2
19,5

yCu2

qCu2
4,9

c, meq/L
larutan

q, meq/g
resin

xCu2+

yCu2+

KCu2+,H+

0,022

0,66

0,00113

0,287

0,635

0,786

3,26

0,0403

1,417

0,543

4,49

4,55

0,230

1,978

1,877

10,3

4,65

0,528

2,022

0,615

Latihan 3

Sebuah resin penukar kation dengan kapasitas pertukaran ion


maksimum 5,90 meq/g resin kering, digunakan untuk
menghilangkan ion tembaga dari aliran limbah yang
mengandung 0,00975M CuS04 (19,5 meq Cu2+ / L larutan).
Diameter pertikel resin berkisar antara 0,2 sampai lebih dari
1,2 mm. Reaksi kesetimbangan pertukaran ion:
2

Cu MgR CuR Mg

miliekuivalen kation di larutan dan dalam resin tetap konstan.


Dan diketahui bahwa data kesetimbangan untuk ion tembaga
dengan 19,5 meq/liter larutan :

Hitunglah koefisien selektivitas molar, K, di setiap nilai c untuk


Cu2+

LARGE-SCALE ION EXCHANGE


COLUMNS