Anda di halaman 1dari 7

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR


A. Landasan Teori
1. Analisis Spesifikasi Produk & Proses Produksi
Salah satu teknik yang berguna dalam menganalisis produk adalah
analisis nilai atau rekayasa nilai. Tujuan analisis nilai adalah untuk
mencari cara yang tidak terlalu mahal untuk mencapai pelaksanaan
fungsional yang lebih baik. Analisa produk adalah aktivitas untuk
menganalisa macam dan jumlah produk yang harus dibuat, berdasarkan
pertimbangan kelayakan teknis dan ekonomis (Sastrowinoto, Suyatno).
Hasil riset pasar akan memberikan gambaran umum mengenai
produk yang harus di buat sehingga selanjutnya perlu dibuat rancangan
produk yang dimaksud lengkap dengan spesifikasi teknisnya. Dalam
tahap ini juga dilakukan Make Or Buy Analysis, pembuatan gambar
kerja dari produk atau komponen yang akan dibuat (Nurmianto, Eko).
Perancangan

proses

merupakan

kelanjutan

dari

aktivitas

perancangan produk dimana pada tahap ini akan ditetapkan cara atau
prosedur untuk membuat produk atau komponen sesuai gambar.
Berdasarkan metode pengerjaan yang harus dilaksanakan maka
sekaligus akan ditetapkan jenis mesin atau fasilitas produksi lainnya
yang akan dipakai, termasuk kualifikasi operator, waktu standard serta
keputusan lainnya yang berkaitan dengan kualitas dan produktivitas
proses produksi yang diharapkan (Sumamur, 1982).
2. Bill Of Material (BOM)
Bill Of Material merupakan suatu daftar tentang komponenkomponen, deskripsi dari komponen-komponen itu, dan kuantitas dari
masing-masing komponen yang dibutuhkan untuk membuat satu unit
produk. Sering kali untuk keperluan peramalan dan perencanaan
digunakan planning terhadap struktur BOM, sehingga dikenal adanya

planning BOM. Metode planning BOM ini akan mengijinkan perencana


untuk memenuhi tujuan-tujuan operasi. Biasanya pendekatan planning
BOM akan efektif apabila terdapat perubahan proses yang meningkat
(Nurmianto, Eko).
BOM tidak menggambarkan produk aktual yang dibuat tetapi
menggambarkan komposisi produk yang diciptakan untuk memudahkan
dan meningkatkan akurasi peramalan penjualan, mengurangi jumlah
item komponen yang tidak terpakai, membuat proses perencanaan dan
penjadwalan menjadi lebih akurat, menyederhanakan pemasukan
pemesanan

pelanggan,

menciptakan

sistem

pemeliharaan

dan

penyimpanan data yang efisien dan fleksibel (Sastrowinoto, Suyatno).


3. Make Or Buy (MOB)
Digunakan untuk menganalisis tentang komponen-komponen mana
yang harus dibuat atau di beli sehingga perusahaan dapat memperoleh
keuntungan (Sastrowinoto, Suyatno):
a. Mengurangi biaya material dan proses.
b. Mengurangi jumlah modal yang diperlukan untuk raw material,
mesin dan fasilitas penunjang proses produksi lainnya.
c. Menyederhanakan macam produk yang harus dibuat.
Penentuan ukuran dari pabrik akan tergantung pada volume produk
yang akan dihasilkan, waktu siklus operasi produksi, serta modal yang
akan ditanamkan untuk pengadaan fasilitas produksi. Suatu akivitas
desain yang berkaitan dengan tanggung jawab dalam pengaturan lokasi
dari setiap fasilitas pabrik, baik yang berhubungan langsung dengan
proses

produksi

maupun

dengan

service

(fasilitas

pelayanan)

(Sastrowinoto, Suyatno).
4. Waktu Siklus, Waktu Baku, Waktu Normal
Waktu siklus adalah waktu total yang digunakan untuk mengubah
input menjadi output. Waktu Siklus terdiri dari dua komponen, yaitu

waktu proses (processing time) dan penundaan waktu (nonprocessing


time). Waktu proses (processing time) mencakup semua aktivitas yang
mengubah input menjadi output. Penundaan waktu (nonprocessing
time) mencakup aktivitas seperti menunggu (waiting), menyimpan
(stooring), dan aktivitas-aktivitas ini biasanya diklasifikasikan sebagai
bukan nilai tambah (non value added). Usaha untuk melakukan
perbaikan terhadap pengurangan waktu siklus dimudahkan dengan
membagi beberapa aktivitas-aktivitas yang secara langsung sangat
dibutuhkan untuk menghasilkan output yang diharapkan (Sastrowinoto,
Suyatno).
Waktu baku dilakukan untuk mengetahui waktu rata-rata yang
dibutuhkan seorang pekerja dalam menyelesaikan kegitan dalam
memproses part-part mobil mainan kayu yang diproduksi. Metode yang
digunakan yaitu dengan melakukan sampling kerja pada kegiatan yang
berlangsung (Sastrowinoto, Suyatno).
Pengukuran waktu normal adalah pekerjaan mengamati dan
mencatat waktu-waktu kerjanya baik setiap elemen ataupun siklus
dengan menggunakan data-data yang telah didapat pada waktu siklus
dan waktu baku sehingga dapat lah disimpulkan tingkat kecepatan kerja
yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat
memproduksi mainan mobil kayu. Dalam menentukan waktu normal
dapat dibantu dengan Penyesuaian agar kegiatan evaluasi kecepatan dan
performance kerja operator pada saat pengukuran kerja berlangsung
merupakan bagian yang paling sulit dan penting dalam pengukuran
kerja,sehingga kelonggaran waktu yang diberikan kepada pekerja untuk
menyelesaikan pekerjaannya disamping waktu normal yang ditentukan
(Sumamur, 1982).
5. Routing Sheet
Route Sheet merupakan langkah-langkah proses atau tahap-tahap
yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Hal ini berkaitan

dengan masalah tools engineering dengan beberapa pertimbangan


ekonomis yang harus dibuat yaitu (Nurmianto, Eko) :
a. Penentuan macam atau tipe teknologi dari mesin perkakas yang
dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan.
b. Penentuan Raw Material yang terbaik untuk menghasilkan produk
yang dikehendaki.
c. Material yang digunakan untuk memproduksi suatu produk.
d. Banyaknya satuan unit produk yang akan dibuat.
e. Urut-urutan kegiatan yang sifatnya tetap.
f. Peralatan yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan.
g. Komponen- komponen untuk assembling setelah diprcduksi
6. Assembly Chart (AC)
Assembly Chart merupakan proses perakitan dari komponen utama
sampai komponen pembantu atau dapat dikatakan gambaran grafis dari
urutan-urutan aliran komponen dan rakitan bagian ke dalam rakitan
suatu produk. Akan terlihat bahwa assembly chart menunjukkan cara
yang mudah di pahami tentang (Sumamur, 1982) :
a. Komponen-komponen yang membentuk produk.
b. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama.
c. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-rakitan.
d. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan.
7. Operation Proses Chart (OPC)
Operation Process Chart merupakan peta kerja yang mencoba
menggambarkan urutan kerja dengan jalan membagi pekerjaan tersebut
dengan elemen-elemen operasi secara detail. Disini tahapan proses
operasi kerja harus diuraikan secara logis dan sistematis. Dengan
demikian keseluruhan operasi kerja dapat digambarkan dari awal
sampai menjadi produk akhir (Sumamur, 1982).

8. Forecasting
Tujuan dari peramalan dalam manajemen permintaan adalah untuk
meramalkan permintaan dari item-item independent demand di masa
yang akan datang. Selanjutnya dengan mengkombinasikannya dengan
pelayanan yang bersifat pasti, kita dapat mengetahui total permintaan
dari suatu item atau produk agar memudahkan manajemen dan
inventori. Pada dasarnya terdapat pada sembilan langkah yag harus
diperhatikan untuk menjamin efektifitas dan efisiensi dari sistem
peramalan dalam manajemen permintaan, yaitu (Nurmianto, Eko):
a. Menetukan tujuan dari peramalan tersebut.
b. Memilih item independent demand yang akan diramalkan.
c. Peramalan jangka waktu ( jangka pendek, menengah dan panjang ).
d. Memilih model-model peramalan.
e. Memperoleh data yang dibutuhkan untuk melakukan peramalan.
f. Membuat peramalan.
g. Implementasi hasil-hasil peramalan.
h. Memantau keandalan hasil peramalan.
Perencanaan produksi dan inventori, termasuk kapasitas dan
sumber daya lainya dalam industri manufaktur, mengacu kepada dana
total permintaan produk dimasa yang akan datang. Dengan demikian
jelas bahwa tujuan utama peramalan dalam manjemen permintaan
adalah untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dari manajemen
produksi dan inventori dalam industri manufacture (Nurmianto, Eko).

10

B. Kerangka Berfikir

Permasalahan
Mengolah data dari produk mainan mobil kayu dalam bentuk analisa p

Output

Sehingga dalam keseluruhan pen

Proses
Mengolah Pengumpulan data untuk mencapai efektifitas dan efisiensi waktu baku dan kelonggaran suatu p
Dimana spesifikasi yang telah ditetapkan berdasarkan keinginan pelanggan serta melakukan biaya produk
Dalam hal ini akan meneliti beberapa metode dalam bentuk BOM, OPC, MOB, Assembling Char, dan Routin

Keterangan
1. Permasalahan
Bagaimana mengetahui karakteristik produk mainan mobil kayu yang
akan diolah sehingga kita dapat merencanakan proses produksi apa
yang paling tepat untuk produk tersebut sehingga dapat tercapainya
suatu optimalisasi kerja. Efektifitas dan efisiensi yang perlu
diperhatikan dalam menganalisa produk dan proses produksi.

11

2. Proses
Melakukan proses pengumpulan dan pengolahan data untuk mencapai
efektifitas dan efisiensi waktu baku dan kelonggaran suatu produk baru
harus menetapkan prosedur yang baik dalam bentuk analisa produk dan
proses produksi. Spesifikasi yang telah ditetapkan berdasarkan
keinginan pelanggan dan dengan biaya produksi seminimal mungkin
dengan mengoptimalkan sumber daya produksi (manusia, mesin,
material dan modal) yang ada. Dalam hal ini akan meneliti beberapa
metode dalam bentuk BOM, OPC, MOB, Assembling Chart, dan
Routing Sheet.
3. Output
Pada akhirnya keseluruhan penelitian ini akan didapatkan suatu bentuk
analisa produk dan proses produksi mainan mobil kayu yang sesuai
dengan kebutuhan serta diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar.

12