Anda di halaman 1dari 1

berdasarkan jenis sekret

Berdasarkan sifat sekretnya, kelenjar eksokrin dapat dibedakan


menjadi : (1) kelenjar sitogen, yaitu kelenjar yang menghasilkan sel-sel sebagai
sekretnya (misalnya testis dan ovarium) dan (2) kelenjar nonsitogen, yaitu
kelenjar yang hasilnya tidak mengandung sel-sel. Kelenjar nonsitogen ini dapat
dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu :
2.a) kelenjar sereous atau kelenjar serosa.
Sekret kelenjar serosa bersifat encer, jernih yang berbentuk sebagai albumin.
Terkadang sekret tersebut mengandung enzim seperti pada kelenjar pancreas
dan parotis. Sel kelenjar serosa berbentuk pyramidal dengan inti berbentuk
bulat yang terletak agak ditengah. Butir-butir sekretoris bersifat asidofil. Di
bagian basal sel terdapat granular endoplasmis reticulum sehingga pada
pengamatan dengan mikroskop cahaya, tampak gambaran yang bergaris-garis.
Contoh pada kelenjar pankreas, kelenjar parotis.
2.b) Kelenjar mukosa atau mukus.
Sekret kelenjar mukosa bersifat kental. Bentuk sel kelenjarnya piramidal
dengan bagian puncahnya berisi tetes-tetes bahan musinogen atau premusin
sebagai bahan pembentuk lendir. Inti sel berbentuk gepeng terdesak di daerah
basal. Apabila premusin telah dilepaskan oleh sel kelenjar, maka bahan tersebut
berubah menjadi mukus lendir. Diantara kelenjar-kelenjar yang termasuk jenis
ini , ada yang berbentuk uniseluler yaitu sel Piala.
2.c) sereo mukus atau kelenjar campuran.
Merupakan kelenjar campuran dari sel-sel kelenjar mukosa dan serosa.
Kadang-kadang sel serosa terdesak oleh sel mukosa sehingga membentuk
gambaran bulan sabit yang dinamakan demiluna gianuzzi. Contoh dari kelenjar
ini adalah glandula submandibularis dan glandula sublingualis.

Sumber:
http://histologidrgtadeus.blogspot.com/2009/01/1-epitel-dan-kelenjar.html
Subowo, 1992. Histologi Umum . Pusat Antar Universitas-Ilmu Hayati
Institut Teknologi Bandung.
Yatim, wildan.2005.Kamus Biologi Lengkap.Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.