Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Matematika Keuangan ada banyak konsep bunga seperti bunga sederhana,
bunga majemuk, bunga biasa, bunga tepat, bunga mengambang, bunga tetap,
bunga nominal, bunga flat, bunga efektif, bunga diskrit, dan bunga kontinu. Inilah
sebabnya Matematika Keuangan juga dikenal sebagai matematika tingkat bunga.
Bunga majemuk berbeda dari bunga sederhana, bunga biasa berbeda dari
bunga tepat, bunga mengambang tidak sama dengan bunga tetap, demikian juga
bunga efektif, bunga nominal, dan bunga flat. Bunga diskrit (i) juga tidak sama
dengan bunga kontinu (r). Mahasiswa keuangan dan akuntansi harus dapat
mencari suku bunga diskrit yang ekuivalen untuk suku bunga kontinu tertentu,
dan sebaliknya serta tingkat bunga efektif untuk setiap tingkat bunga flat yang
diberikan.
Makalah ini akan lebih menekankan tentang Bunga Diskrit dan Bunga
Kontinu. Persoalan bunga berbunga terbagi menjadi dua bagian yaitu, Bunga
diskrit (Bunga Nominal) dan Bunga Kontinu (Bunga Efektif). Bunga diskrit,
berarti nilai bunga diperhitungkan pada setiap akhir periode waktu selama periode
penelaahannya ( biasanya selama satu tahun). Bunga kontinyu, diasumsikan
bahwa bunga dihitung dan ditambahkan ke pinjaman pokok setiap saat selama
satu tahun, jadi bunga bisa di hitung per bulan, per tiga bulan, atau enam bulan
sekali.
1.2.

Ruang Lingkup Materi


Bunga bank dapat dikatakan sebagai balas jasa yang diberikan kepada
nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga dapat juga dikatakan
sebagai biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa karena telah menggunakan
uang orang lain. Namun dalam dunia perbankan, suku bunga dapat dikatakan
sebagai harga yang harus dikeluarkan oleh bank kepada nasabah yang menyimpan
dana (yang memiliki simpanan).
1.3.
1.
2.
3.
4.

Tujuan
Memahami konsep Bunga Diskrit
Memahami konsep Bunga Kontinu
Mengetahui aplikasi Bunga Diskrit dan Bunga Kontinu
Mengetahui perbedaan Bunga Diskrit (nominal)
Kontinu(efektif)

dan

Bunga

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.

Pengertian Suku Bunga


Bunga bank dapat dikatakan sebagai balas jasa yang diberikan kepada
nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga dapat juga dikatakan
sebagai biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa karena telah menggunakan
uang orang lain. Namun dalam dunia perbankan, suku bunga dapat dikatakan
sebagai harga yang harus dikeluarkan oleh bank kepada nasabah yang menyimpan
dana (yang memiliki simpanan).
Jika besarnya bunga suatu pinjaman atau simpanan dinyatakan dengan persen
(%), maka persen tersebut dinamakan suku bunga.
Suku bunga =

Bunga
x 100
Pinjaman MulaMula

2.2.

Jenis-Jenis Suku Bunga


Ada berbagai jenis suku bunga yang dapat dikelompokkan menjadi empat
jenis yaitu:
2.2.1. Suku Bunga Dasar (Bank Rate)
Suku bunga dasar adalah tingkat suku bunga yang ditentukan oleh bank
sentral atas kredit yang diberikan oleh perbankan, dan tingkat suku bunga yang
ditetapkan bank sentral untuk mendiskonto surat-surat berharga yang ditarik atau
diambil oleh bank sentral. Pasar perhitungan tingkat suku bunga ini juga dipakai
oleh bank komersial untuk menghitung suku bunga kredit yang dikenakan kepada
nasabahnya.
2.2.2. Suku Bunga Efektif (Effective Rate)
Suku bunga efektif adalah tingkat suku bunga yang dibayar atau harga beli
suatu obligasi (bond). Semakin rendah harga pembelian obligasi dengan tingkat
bunga nominal tertentu, maka semakin tinggi tingkat bunga efektifnya, dan
sebaliknya. Jadi, ada hubungan terbalik antara harga yang dibayarkan untuk
obligasi dengan tingkat bunga efektifnya.
2.2.3. Suku Bunga Nominal (Nominal Rate)
Suku bunga nominal adalah tingkat suku bunga yang dibayarkan tanpa
dilakukan penyesuaian terhadap akibat-akibat inflasi.

2.2.4. Suku Bunga Padanan (Equivalent Rate)


Suku bunga padanan adalah suku bunga yang besarnya dihitung setiap hari
(bunga harian), setiap bulan (bunga bulanan), dan setiap tahun (bunga tahunan)
untuk sejumlah pembayaran atau investasi selama jangka waktu tertentu, yang
apabila secara anuitas akan memberikan penghasilan bunga dalam jumlah yang
sama.
Berdasarkan kegiatan bank dalam menghimpun dan menyalurkan dana dari
masyarakat maka suku bunga dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu:
1. Bunga Simpanan
Bunga simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai rangsangan atas balas
jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank yang merupakan harga yang
harus dibayar bank kepada nasabahnya. Contohnya: giro, bunga tabungan, bunga
deposito.
2. Suku Bunga Pinjaman
Bunga pinjaman adalah biaya atau harga yang harus dibayar oleh nasabah
(peminjam) kepada bank atas dana yang diberikan kepadanya. Contoh: bunga
kredit.
2.3.

Teori Suku Bunga

1. Teori Tingkat Bunga Fischer


Terdapat dua tingkat bunga yaitu tingkat bunga nominal dan tingkat bunga
riil. Tingkat bunga yang dibayar oleh bank adalah tingkat bunga nominal dan
kenaikan dalam daya beli masyarakat adalah tingkat bunga riil. Hubungan antara
ketiga variabel tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan Fischer sebagai
berikut:

r i
dimana: r : real interest rate (tingkat bunga riil)
i : nominal interest rate (tingkat bunga nominal)
: tingkat inflasi
Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi dengan tingkat
inflasi. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa perubahan tingkat bunga dapat
terjadi karena adanya perubahan tingkat bunga riil atau perubahan tingkat inflasi.
2. Teori Tingkat Bunga Keynes
Menurut Keynes tingkat bunga merupakan fenomena moneter yang artinya
tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang. Uang akan
mempengaruhi kegiatan ekonomi (GNP) sepanjang uang itu mempengaruhi
tingkat bunga. Keynes menjabarkan pandangannya tentang bagaimana tingkat
bunga ditentukan dalam jangka pendek. Penjelasan itu disebut teori preferensi
likuiditas, dimana teori ini menyatakan bahwa tingkat bunga ditentukan oleh

keseimbangan dari penawaran dan permintaan uang. Teori preferensi likuiditas


adalah kerangka untuk kurva LM.
Teori ini memiliki asumsi adanya penawaran uang riil tetap dan biasanya tidak
tergantung oleh tingkat bunga, yaitu:

( MP ) s=M /P

(2.1)

Teori preferensi likuiditas menegaskan pula bahwa tingkat bunga adalah sebuah
determinan dari berapa banyak uang yang ingin dipegang oleh individu. Ketika
tingkat bunga naik, maka individu-individu hanya ingin memegang lebih sedikit
uang, sehingga:

( MP )d =L(r )

(2.2)

dimana fungsi L(r) menunjukkan bahwa jumlah uang yang diminta tergantung
pada tingkat bunga.

Sumber: Mankiw edisi keempat, 2000


Gambar 2.1 Keseimbangan Pasar Uang Keynes
Menurut teori preferensi likuiditas, tingkat bunga menyesuaikan untuk
menyeimbangkan pasar uang. Pada tingkat bunga keseimbangan, jumlah uang riil
yang diminta sama dengan jumlah penawarannya. Penurunan dan peningkatan
penawaran uang dalam teori preferensi likuiditas akan berpengaruh terhadap
jumlah penawaran uang riil dan tingkat bunga keseimbangan (Gambar 2.1).
Jika tingkat harga tetap, penurunan dalam penawaran uang dari M1 ke M2 akan
mengurangi penawaran uang riil. Karena itu, tingkat bunga keseimbangan akan
naik dari r1 ke r2. Sebaliknya, peningkatan dalam penawaran uang yang dilakukan
oleh bank sentral akan meningkatkan penawaran uang riil, sehingga tingkat bunga
keseimbangan akan turun dari r2 ke r1. Jadi, menurut teori preferensi likuiditas,

penurunan dalam penawaran uang akan menaikkan tingkat bunga, dan


peningkatan dalam penawaran uang akan menurunkan tingkat bunga.
3. Teori Loanable Funds
Teori suku bunga dengan pendekatan loanable funds meramalkan dan
menganalisis perubahan suku bunga dengan menggunakan penawaran dan
permintaan dana sebagai dasarnya.

Sumber : Mankiw edisi keempat, 2000


Gambar 2.2 Kurva Permintaan dan Penawaran dari Loanable Funds
Kurva penawaran menunjukkan tabungan atau keinginan pemilik dana untuk
meminjamkan dana kepada investor. Suku bunga dalam hal ini menunjukkan
harga dari loanable funds. Slope kurva penawaran positif menunjukkan semakin
tinggi tingkat suku bunga akan mempengaruhi pemilik dana untuk menyediakan
dana dengan volume lebih besar. Kurva permintaan menunjukkan investasi atau
permintaan peminjaman dana baik secara langsung ke publik atau melalui bank.
Suku bunga bagi peminjam menunjukkan biaya dari peminjaman. Slope kurva
permintaan negatif yang menunjukkan bahwa semakin tinggi biaya maka semakin
rendah dana yang diinginkan peminjam dan sebaliknya (Gambar 2.2 ).
2.4. BUNGA MAJEMUK
Jika X menyimpan uang di bank kemudian setiap akhir periode, bunga yang
diperoleh tersebut tidak diambil, maka bunga itu akan bersama-sama modal
menjadi modal baru yang akan berbunga pada periode berikutnya. Bunga yang
diperoleh nilainya menjadi lebih besar dari bunga pada periode sebelumnya.
Proses bunga berbunga pada ilustrasi ini dinamakan Bunga Majemuk.
Persoalan bunga berbunga di bagi menjadi :
1. Bunga Diskrit ( bunga nominal )
Bunga diskrit, berarti nilai bunga diperhitungkan pada setiap akhir periode
waktu selama periode penelaahannya ( biasanya selama satu tahun).

2. Bunga Kontinu ( bunga efektif )


Bunga kontinyu, diasumsikan bahwa bunga dihitung dan ditambahkan ke
pinjaman pokok setiap saat selama satu tahun, jadi bunga bisa di hitung
per bulan, per tiga bulan, atau enam bulan sekali
Menurut Albert Einstein, bunga berbunga (compound interest) adalah
kekuatan paling besar di dunia dan kekuatan itu bisa membuat anda menjadi kaya
dengan melipat gandakan uang anda. Bunga berbunga artinya bunga dari investasi
anda akan berbunga, hasil akan berbunga lagi sehingga pertumbuhannya bukan
lagi linear tapi eksponensial.
Interval waktu yang sama yang berturut-turut digunakan dalam menghitung
bunga disebut periode bunga (interest periode) atau periode konversi (conversion
period). Jumlah uang pokok dengan bunga majemuk pada akhir periode atau pada
saat jatuh tempo disebut dengan nilai akhir atau nilai akumulasi atau nilai jatuh
tempo. Perbedaan nilai akhir dengan uang pokok disebut dengan bunga majemuk
(compound interest). Nilai sekarang dari sejumlah uang pada masa yang akan
datang disebut nilai diskonto.
Pada perhitungan bunga majemuk, satuan waktu yang digunakan adalah
periode bukan satuan tahun. Satuan periode digunakan adalah untuk menyatakan
bahwa walaupun suku bunga dinyatakan dalam persen per tahun, bukan berarti
bahwa pembayaran atau konversi bunga selalu berlaku secara tahunan, akan tetapi
bisa juga secara setengah tahunan, empat bulanan, tiga bulanan, bulanan,
mingguan, harian, kontinu atau konversi bunga dengan satuan yang lain. Apabila
bunga dimajemukkan secara setengah tahunan misalnya, maka konversi bunga
adalah 2 periode dalam satu tahun, dimana satu periode adalah 6 bulan. Suku
bunga per periode adalah suku bunga tahunan dibagi dengan 2 dan periode
pemajemukan menjadi 2 kali lebih banyak karena bunga dibayar 2 kali dalam satu
tahun. Semakin sering pemajemukan dilakukan, semakin menguntungkan bagi
pihak penerima bunga karena lebih sering memperoleh bunga atas bunga.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1.

Bunga Majemuk Dan Nilai Akhir

Apabila uang pokok P dibungakan secara majemuk dengan suku bunga i per
periode, maka perhitungan bunga majemuk dan nilai akhir atau nilai akumulasi
pada akhir masing-masing periode pembayaran bunga dapat dilihat pada table
berikut.
Table. Perhitungan Bunga Majemuk dan Nilai Akhir untuk Uang Pokok P
, Suku Bunga
Akhir
Period
e

per Periode Sebanyak

Bunga per Periode

periode.

Nilai akhir atau nilai akumulasi (s)

P+ Pi=P ( 1+i )

Pi

[P ( 1+i ) ]i

P (1+i ) + [ P ( 1+i ) ] i=P(1+i)

[P ( 1+i )2]i

P(1+i)2 + [ P(1+i)2 ] i=P(1+i)3

[P ( 1+i )3 ]i

P(1+i)3 + [ P(1+i)3 ] i=P(1+i)4

[P ( 1+i )

n1

]i

P(1+i)n1 + [ P(1+i)n 1 ] i=P ( 1+i )

n1

(1+i)

Apabila perhitungan bunga dan nilai akhir dilanjutkan sampai akhir periode
ke-n, maka nilai akhir atau nilai akumulasi S dari uang pokok mula-mula sebesar
P pada suku bunga majemuk i per periode adalah:
S=P(1+i)n

(1)

Persamaan (1) adalah formula umum untuk menghitung jumlah uang majemuk
pada masa yang akan datang atau disebut juga dengan nilai akhir atau nilai jatuh
tempo atau nilai akumulasi dimana (1 + i) n disebut dengan faktor akumulasi atau
nilai akumulasi dari uang Rp 1. Formula ini berlaku umum baik untuk konversi
bunga secara tahunan, setengah tahunan, empat bulanan, tiga bulanan, bulanan,
7

mingguan, harian, atau periode-periode waktu lainnya dengan periode


pembayaran bunga yang lebih kecil. Akan tetapi jika periode pembayaran bunga
sangat besar, seperti apabila bunga dimajemukkan secara kontinu, maka periode
peembayaran bunga menjadi tak terhingga.

3.2.

Bunga Diskrit Dan Bunga Kontinu

Persoalan bunga berbunga di bagi menjadi :


1. Bunga Diskrit ( bunga nominal )
Bunga diskrit, berarti nilai bunga diperhitungkan pada setiap akhir periode
waktu selama periode penelaahannya ( biasanya selama satu tahun).
2. Bunga Kontinyu ( bunga efektif )
Bunga kontinyu, diasumsikan bahwa bunga dihitung dan ditambahkan ke
pinjaman pokok setiap saat selama satu tahun, jadi bunga bisa di hitung
per bulan, per tiga bulan, atau enam bulan sekali
3.3.

Pemajemukan Bunga Diskrit

Bila jumlah suatu modal A akan berkembang ke nilai masa mendatang A


(1+i)t setelah t tahun pemajemukan tahunan pada suku bunga i per tahun, yaitu
jika:
V = A (1+ i)t
Maka dengan membagi kedua sisi persamaan dengan persamaan tidak nol
(1+i)t, kita mendapatkan rumus pendiskontoan:
A=

V
=V (1+ i)t
t
(1+i)

Yang mengandung eksponen negatif. Perlu disadari bahwa dalam rumus ini
peranan V dan A telah dibalik: sekarang V diketahui, sedangkan A belum
diketahui, sehingga dihitung dari i (tingkat diskonto) dan t (jumlah tahun), serta V.

3.4.

Pemajemukan Bunga Kontinu

Dari pembahasan sebelumnya telah kita ketahui bahwa tingkat bunga efektif
akan meningkat bila frekuensi pemajemukan per tahun bertambah. Karena
transaksi moneter pada kenyataannya mungkin berlangsung setiap jam atau setiap
saat dalam kebanyakan dunia bisnis maka pemajemukan sebenarnya berlangsung

dalam jumlah yang banyak sekali dalam setahun. Apabila kita ingin menghitung
secara eksplisit efek pemajemukan yang seperti ini maka kita harus menggunakan
hubungan pemajemukan kontiniu. Pemajemukan kontiniu berarti dalam setahun
banyaknya periode pembungaan (periode pemajemukan) adalah tak terhingga.
Secara matematis tingkat bunga efektif dari pemajemukan kontiniu adalah:
Ieff =

m ()

mr

r
m

( )

lim 1+

+1

Dimana secara defenitif dapat ditulis:

m ()

r
m

mr

( )

lim 1+

Dengan e adalah bilangan natural yang nilainya = 2,71828. Dengan demikian


maka:
ieff = e r 1
Jadi, bila bunga uang dimajemukkan secara kontiniu maka tingkat bunga
efektifnya adalah e r 1 dimana r adalah tingkat bunga nominal.misalkan tingkat
bunga 18% per tahun dimajemukkan secara kontiniu maka tingkat bunga
efektifnya adalah 19,7217%. Tingkat bunga efektif untuk frekuensi pemajemukan
yang lebih dari 52 akan menunjukkan selisih yang sangat kecil dengan yang
dimajemukkan secara kontiniu.
3.5.

Hubungan Stokastik dengan Waktu Kontinu


{ X (t ), t T }

Sebuah proses stokastik

adalah himpunan dari peubah acak.

t T , X (t )

Maka setiap
adalah peubah acak dimana t mengintepretasikan waktu
dan X(t) sebagai state (keadaan) dari proses pada waktu. Himpunan T adalah
himpunan indeks dari sebuah proses. Jika T adalah suatu interval maka proses
stokastik tersebut disebut sebagai proses stokastik waktu kontinu.
{ X (t ), t T }

Sebuah proses stokastik dengan waktu kontinu


disebut memiliki
inkremen stasioner jika sebaran dari perubahan nilai pada sembarang interval
waktu hanya bergantung pada panjang dari interval waktu.
Dengan kata lain, sebuah proses stokastik memiliki inkremen stasioner jika
(t1 s, t 2 s )
perubahan nilai pada interval

X (t1 s ) X (t1 s )
,

yaitu

(t1 , t2 )
mempunyai perubahan nilai yang sama pada interval
dan s>0.

untuk setiap t1<t2

{ X (t ), t T }

Suatu proses stokastik dengan waktu kontinu


inkremen bebas jika untuk semua t0

disebut memiliki

t1 t2 tn peubah acak

X (t1 ) X (t0 ), X (t2 ) X (t1 ),..., X (tn ) X (tn 1 )


adalah bebas. Dengan kata lain,
suatu proses stokastik dengan waktu kontinu X disebut memiliki inkremen bebas
jika proses berubahnya nilai pada interval waktu yang tidak tumpang tindih (tidak
overlap) adalah bebas.

3.6.

Perbedaan Bunga Nominal Dan Bunga Efektif

Untuk membandingkan invenstasi dengan periode bunga majemuk yang


berbeda-beda, harus menetapkan suatu dasar yang sama terlebih dahulu, yaitu
membedakan tingkat suku bunga nominal dan efektif tahunan.
3.6.1. Tingkat suku bunga nominal (nominal rate) disebut juga presentase
suku bunga tahunan (annual percentage rate, APR). Merupakan
tingkat suku bunga yang tertera (stated) atau yang tercatat (quoted).
Adalah tingkat suku bunga yang dipakai oleh bank, perusahaan kartu
kredit, penyedia kredit pendidikan, dealer mobil, dan lainnya yang akan
dikenakan pada pinjaman. Ini juga merupakan bunga yang dibayarkan
bank atas deposito. Perhatikan bahwa jika ada dua bank menawarkan
kredit pinjaman dengan tingkat bunga APR yang sama tetapi
pembayarannya harus dilakukan pada periode yang berbeda-beda, maka
belum tentu kedua bank tersebut memberikan tingkat suku bunga yang
sama. Artinya salah satu sebenarnya dapat membebankan jauh lebih
banyak daripada yang lainnya. Jadi untuk membandingkannya harus
menggunakan tingkat suku bunga efektif.
3.6.2. Tingkat suku bunga efektif (efektif rate) disingkat menjadi EFF%,
disebut juga tingkat suku bunga ekuivalen tahunan (equivalent annual
rate, EAR). Tingkat suku bunga ini adalah tingkat suku bunga yang akan
menghasilkan nilai akhir (di masa depan) yang sama menurut bunga

10

majemuk tahunan seperti juga pada bunga majemuk yang lebih sering
dengan memberikan suatu tingkat suku bunga nominal tertentu. Semua
tingkat suku bunga nominal dapat dikonversi menjadi tingkat suku bunga
ekuivalen tahunan, atau EFF%. Ketika melakukan perbandingan di antara
beberapa pinjaman atau investasi yang melakukan pembayaran pada
jangka waktu yang berbeda-beda, harus menggunakan EEF%.
Tingkat suku bunga efektif tahunan (EAR). Merupakan tingkat suku
bunga tahunan yang akan menghasilkan nilai yang sama seperti jika
memajemukkan pada periode tertentu sebanyak m kali per tahun. Dapat
digunakan untuk menjawab pertanyaan, apakah meminjam dengan pinjaman
kartu kredit (pembayaran bulanan) atau pinjaman bank (pembayaran per
kuartal).
Perhitungan Bunga Efektif
Prinsip dari perhitungan bunga efektif, adalah cicilan pokok per bulannya tetap,
dan bunga per bulan dihitung dari sisa cicilan yang belum dibayar.
Misal:
P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan
Maka:
Cicilan pokok per bulan = P / t
Bunga bulan ke z = (P - ((z - 1) x Cicilan pokok )) x i / 12
Contoh kasus:
Budi meminjam uang di bank sebesar Rp 60.000.000,- dengan bunga
kredit efektif 14% per tahun. Bank memberikan kredit dengan jangka
waktu 60 bulan.
Berapakah angsuran yang harus dibayar Budi?
P = Rp 60.000.000,i = 14%
t = 60 bulan
Cicilan pokok per bulan = Rp 60.000.000,- / 60 = Rp 1.000.000,Bunga bulan ke-1 = (Rp 60.000.000,- - (0 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp
700.000,Cicilan bulan ke-1 = Rp 1.000.000,- + Rp 700.000,- = Rp 1.700.000,Bunga bulan ke-2 = (Rp 60.000.000,- - (1 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp
688.333,33
Cicilan bulan ke-2 = Rp 1.000.000,- + Rp 688.333,33 = Rp 1.688.333,33
Bunga bulan ke-3 = (Rp 60.000.000,- - (2 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp
676.666,67
Cicilan bulan ke-3 = Rp 1.000.000,- + Rp 676.666,67 = Rp 1.676.666,67
......

11

Bunga bulan ke-11 = (Rp 60.000.000,- - (10 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 = Rp


583.333,33
Cicilan bulan ke-11 = Rp 1.000.000,- + Rp 583.333,33 = Rp 1.583.333,
3.7.

Contoh Soal Dan Pembahasan

1) Contoh 1
Ruth Yosephine membuka rekening tabungan pada suatu bank dengan menyetor
Rp 2.000.000 pada suku bunga nominal 15% yang dimajemukkan secara bulanan.
-Hitung nilai rekening tabungannya pada akhir 2 tahun, berapa bunga majemuk
atas tabungan tersebut ?
-Hitung nilai rekening tabungannya pada akhir 3 tahun, berapa bunga majemuk
atas tabungan tersebut untuk tahun terakhir ?
Penyelesaian:
a. P = Rp 2.000.000; i= 0.15/12= 0,0125; n= 12 x 2= 24
Nilai rekening tabungan pada akhir 2 tahun:
S= p(1+i)n
=

2.000.000(1 + 0,0125)24

Rp 2.694.702,11

Bunga majemuk untuk 2 tahun pertama (misalkan i1):


i1 =nilai rekening tabungan pada akhir 2 tahun tabungan pokok
=Rp 2.694.702,11 - Rp 2.000.000
=694.702,11
b. P = Rp 2.000.000; i= 0.15/12= 0,0125; n= 12 x 3 = 36
Nilai rekening tabungan pada akhir 3 tahun:
S= p(1+i)n
=2.000.000(1 + 0,0125)36
=Rp 3.127.887,64
Bunga majemuk untuk satu tahun terakhir (misalkan i2)
i2 =nilai rekening tabungan pada akhir 3 tahun nilai rekening tabungan
pada akhir 2 tahun
=Rp 3.127.887,64 - Rp 2.694.702,11
=Rp 433.185,53
2) Contoh 2
Tomy Yones ingin mendepositokan Rp 10.000.000 selama 2 tahun. Ada dua
alternative baginya, yaitu apakah mendepositokan uang tersebut di Bank A yang
12

menawarkan sertifikat deposito berjangka 2 tahun dengan suku bunga nominal


majemuk 15% atau mendepositokannya pada bank B yang menawarkan sertifikat
deposito berjangka 2 tahun dengan suku bunga majemuk kontinu 16% pertahun.
Untuk memaksimumkan nilai akhir deposito tersebut pada saat jatuh tempo, bank
mana yang harus dipilih?
Penyelesaian:
Jika deposito dimasukkan pada Bank A:
P = Rp 10.000.000; i = 0.15/12 = 0,0125; n = 12 x 2 = 24
Nilai akhir deposito : S=P (1 + i)n
=10.000.000(1 + 0,0125)24
=Rp 13.473.510,50
Jika deposito dimasukkan pada Bank B:
P = Rp 10.000.000; jm = j = 0,10 ; t = 2
Nilai akhir deposito: S

= P ejm t
= 10.000.000 e0,10 x 2
= Rp 12.214.027,58

Jadi untuk memaksimumkan nilai akhir deposito pada saat jatu tempo, Tomy
Yones lebih baik memilih bank A.

13

BAB IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Tingkat Bunga Nominal adalah tingkat bunga yang tercantum pada surat
berharga, dihitung berdasarkan harga pembelian dan jatuh tempo kewajiban
(nominal interest rate).
Tingkat Bunga Efektif adalah: tingkat bunga yang sesungguhnya dibebankan
dalam setahun; jika suku bunga dibebankan sekali setahun, tingkat bunga
nominal sama dengan suku bunga efektif; atau gambaran mengenai
pendapatan/hasil atas nilai suatu instrumen utang yang dimiliki dibandingkan
dengan nilai instrumen pada saat harga pembelian (effective rate)
Jika tingkat bunga nominal lebih rendah daripada tingkat bunga efektif, maka
akan terjadi diskonto. Sebaliknya, jika tingkat bunga nominal lebih tinggi
daripada tingkat bunga efektif, maka akan terjadi premium. Atau dapat
diartikan juga sebagai Tingkat bunga efektif adalah laju tahunan yang
dihitung menggunakan tingkat periode yang diturunkan dari laju nominal
Perbedaan kedua suku bunga tersebut terletak pada periode pembayaran
(perhitungan) bunga yang biasa disebut periode konversi. apabila periode
pembayaran bunganya adalah tahunan , maka suku bunganya disebut suku
bunga efektif. sedangkan selain dari itu, suku bunganya disebut suku bunga
nominal.
4.2.

SARAN
Penulis menyusun makalah laporan ini agar para pembaca lebih mudah

dalam memahami materi yang penulis susun mengenai materi hitung keuangan
tentang bunga majemuk. Penulis mengambil dari berbagai sumber agar teruji
kebenarannya. Untuk itu penulis berharap pembaca dapat dengan mudah belajar

14

menggunakan laporan makalah ini. Belajarlah dengan membaca adalah salah satu
sarana memperoleh ilmu, karena ilmu adalah jalan memperoleh kekayaan.
4.3.

DAFTAR PUSTAKA

Chiang, Alpha H Kevin Wainwright. 2006. Dasar-dasar Matematika Ekonomi


Edisi 4 Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sihotang, Jusmer.2003. Matematika Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu
http://parjono.files.wordpress.com/2007/09/rumus-matematika-matematikakeuangan.doc
http://denitanjuang.blogspot.co.id/2012/10/perbedaan-bunga-nominal-danbunga.html
https://faridanursyahidah.files.wordpress.com/2013/06/matematika-keuangan.pdf

15