Anda di halaman 1dari 31

REHABILITA

SI MEDIK
LOW BACK
PAIN

Alfian F
Balgis F A
Dea Ayu M K
Dela Atika T
Nela Cahyani
Mubassyaroh
Dwi Fandi

Disusu
n
oleh :

Definisi
Nyeri punggung bawah adalah perasaan nyeri di daerah
lumbasakral dan sakroiliakal, nyeri pinggang bawah ini
sering disertai penjalaran ketungkai sampai kaki.
Low back pain adalah nyeri kronik didalam lumbal,
biasanya disebabkan oleh terdesaknya para vertebral
otot, herniasi dan regenerasi dari nucleus
pulposus,osteoartritis dari lumbal sacral pada tulang
belakang.
Low back pain atau nyeri punggung bawah adalah
suatu sensasi nyeri yang dirasakan pada daerah
lumbasakral dan sakroiliakal atau pada diskus
intervertebralis umumnya lumbal bawah, L4-L5 dan L5S1, nyeri pinggang bawah ini sering disertai penjalaran
ketungkai sampai kaki.

Etiologi

Perubahan postur tubuh biasanya karena trauma


primer dan sekunder.
Trauma primer seperti : Trauma secara spontan,
contohnya kecelakaan.
Trauma sekunder seperti : Adanya penyakit HNP,
osteoporosis, spondilitis, stenosis spinal,
spondilitis,osteoartritis.
Ketidak stabilan ligamen lumbosacral dan kelemahan
otot.
Prosedur degenerasi pada pasien lansia.
Penggunaan hak sepatu yang terlalu tinggi.
Kegemukan.
Mengangkat beban dengan cara yang salah.
Keseleo.
Terlalu lama pada getaran.
Gaya berjalan.

Patofisiologi
Patofisiologi Pada sensasi nyeri punggung bawah dalam hal ini
kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang yang
elastik yang tersusun atas banyak unit vertebrae dan unit diskus
intervertebrae yang diikat satu sama lain oleh kompleks sendi
faset, berbagai ligamen dan otot paravertebralis. Konstruksi
punggung yang unik tersebut memungkinkan fleksibilitas
sementara disisi lain tetap dapat memberikan perlindungan yang
maksimal terhadap sum-sum tulang belakang. Lengkungan
tulang belakang akan menyerap goncangan vertical pada saat
berlari atau melompat. Batang tubuh membantu menstabilkan
tulang belakang. Otot-otot abdominal dan toraks sangat penting
ada aktifitas mengangkat beban. Bila tidak pernah dipakai akan
melemahkan struktur pendukung ini. Obesitas, masalah postur,
masalah struktur dan peregangan berlebihan pendukung tulang
belakang dapat berakibat nyeri punggung.

Cont
Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan
sifat ketika usia bertambah tua. Pada orang muda,
diskus terutama tersusun atas fibrokartilago dengan
matriks gelatinus. Pada lansia akan menjadi
fibrokartilago yang padat dan tak teratur. Degenerasi
diskus intervertebra merupakan penyebab nyeri
punggung biasa. Diskus lumbal bawah, L4-L5 dan L5S6, menderita stress paling berat dan perubahan
degenerasi terberat. Penonjolan diskus atau kerusakan
sendi dapat mengakibatkan penekanan pada akar
saraf ketika keluar dari kanalis spinalis, yang
mengakibatkan nyeri yang menyebar sepanjang saraf
tersebut.

Manifestasi klinis
Secara praktis manifestasi klinis diambil dari pembagian berdasarkan sistem
anatomi :
1. LBP Viscerogenik
Tipe ini sering nyerinya tidak bertambah berat dengan adanya aktivitas
maupun istirahat. Umumnya disertai gejala spesifik dari organ viseralnya.
Lebih sering disebabkan oleh faktor ginekologik, kadang-kadang
didapatkan spasme otot paravertebralis dan perubahan sudut ferguson
pada pemeriksaan radiologik, nyeri ini disebut juga nyeri pinggang akibat
referred pain.
2. LBP Vaskulogenik
Tahap dini nyerinya hanya sakit pinggang saja yang dirasakan, nyeri
bersifat nyeri punggung dalam, nyeri sering menjalar kebokong, belakang
paha, dan kedua tungkai, nyeri sering menjalar kebokong, belakang paha,
dan kedua tungkai. Nyeri tidak timbul karena adanya stress spesifik pada
kolumna vertebralis (membungkuk, batuk dan lain-lain). Diagnosa
ditegakkan apabila ditemukan benjolan yang berpulpasi.
3. LBP Neurogenik
Nyeri sangat hebat, bersifat menetap, sedikit berkurang pada saat bediri
tenang, terutama dirasakan pada saat malam hari. Nyeri dapat
dibangkitkan dengan aktivitas, dan rasa nyeri berkurang saat penderita

Cont
4. LBP Spondilogenik
Yang sering ditemukan adalah :
a) HNP : Nyeri disertai iskialgia, dirasakan sebagai nyeri pinggang,
menjalar kebokong, paha belakang tumit sampai telapan kaki.
b) Miofasial : Nyeri akibat trauma pada otot fasia atau ligamen,
keluhan berupa nyeri daerah pinggang, kurang dapat dilokasikan
dengan tepat, timbul mendadak waktu melakukan gerakan yang
melampau batas kemampuan ototnya.
c) Keganasan : Tumor ganas pada daerah vertebrae dapat bersifat
primer atau sekunder. Pada foto rontgen terlihat adanya destruksi,
pemeriksaan laboratorium terlihat adanya peningkatan
alkalifostase.
d) Osteoporotik : Terjadi pada lansia terutama wanita, nyeri bersifat
pegal atau nyeri radikuler karena adanya fraktur kompresi sebagai
komplikasi osterporosis tulang belakang.
5. LBP Psikogenik
Keluhan nyeri hebat tidak seimbang dengan kelainan organik
yang ditemukan, penderita memilih suatu mekanisme pembelaan
terhadap ancaman rasa amannya dengan menghindarkan diri bila

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan neurologi pada tungkai :
1. Sensibilitas (dermatome), motorik (kekuatan), tonus
otot, reflek, tropik.
2. Test provokasi (sensorik).
1) Laseque
2) Kernig
3) Bragard dan sicard
4) Patrick (lesi coxae)
5) Kontra Patrik (Lesi Sakroiliakal)
3. Adakah gangguan miksi dan defekasi.
4. Adakah tanda-tanda lesi upper motor neuron (UMN)
dan lower motor neuron(LMN).

Penatalaksanaan
1. Terapi Konservative
Tirah baring
Medika mentosa
Fisioterapi
Psikoterapi
Akupuntur
2.Terapi operativ
3.Teknik McKenzy Exercise dan William
Flexy

Teknik McKenzy Exercise


Latihan 1 : Retraksi Kepala
Posisi : Penderita duduk di atas kursi stool.
Latihan : Retraksi kepala artinya menarik kepala
ke belakang. Jadi dalam posisi duduk, pandangan mata
lurus ke depan
tarik kepala ke belakang tanpa ada fleksi dan
ekstensi kepala.
Lakukan latihan ini sampai 10 kali tiap latihan.
Waktu retraksi
ditahan 5 hitungan atau 5 detik.
Latihan pertama ini merupakan dasar latihan
berikutnya.

Latihan 1 : Retraksi
Kepala

Latihan 2 : Ekstensi Leher

Posisi : Penderita duduk di kursi stool.


Latihan : Latihan ke dua ini mengikuti
latihan pertama, artinya waktu
melakukan latihan pertama dan
kepala dalam posisi retraksi
kemudian dagu diangkat mata
melihat langit-langit. Sewaktu kepala
dalam posisi extensi dilakukan rotasi
ke kanan dan kiri beberapa derajat,
kemudian kembali ke posisi awal.
Ulangi latihan ini 10 kali setiap kali

Latihan 2 : Ekstensi Leher

Latihan 3 : Retraksi Kepala


Posisi : Berbaring tanpa bantal.
Latihan : Latihan ini prinsipnya sama dengan
latihan
pertama, tetapi dalam posisi berbaring. Mulamula tekankan
kepala ke alas kuat-kuat pada waktu itu tariklah
dagu ke tubuh,
pandangan tetap ke atas dan tahan sampai
hitungan ke lima dan
kemudian lemas. Latihan ini diulang sampai 10
kali setiap
pengobatan.
Latihan ini untuk nyeri tengkuk yang hebat bila
latihan

tihan 3 : Retraksi Kepala

Latihan 4 : Ekstensi Leher

Posisi : Berbaring, kepala di luar tempat tidur


dan dengan disangga oleh tangan kanan.
Latihan : Tangan kanan yang menyangga
kepala pelan-pelan dilepaskan hingga kepala
ekstensi ke bawah. Secara aktif kepala
diekstensikan lagi hingga maksimal. Waktu
posisi eks-tensi penuh ini kepala dirotasikan
ke kanan dan ke kiri. Tangan kanan kembali
menyangga lagi ke bawah kepala dan
geserkan badan hingga kepala tersangga
penuh kembali di atas tempat tidur.
Latihan ini dilakukan sekali saja setiap latihan.

Latihan 4 : Ekstensi Leher

Latihan 5 : Lateral fleksi leher ke kanan


dan kiri

Posisi : Duduk di atas kursi stool.


Latihan : Lakukan retraksi kepala
(latihan 1) kemudian pada posisi
retraksi, gerakan fleksi ke lateral
kanan, kemudian ke kiri. Agar lebih
efektif, lateral fleksi ditambah
tekanan pasif sehingga maksimal
kemudian diulang sampai 10 kali tiap
latihan.

Latihan 5 : Lateral fleksi leher ke


kanan dan kiri

Latihan 6 : Fleksi leher

Latihan : Pandangan lurus ke depan dan rileks.


Jatuhkan kepala ke depan hingga hampir
menyentuh dada secara lemas. Kemudian taruh
kedua tangan di oksipital kepala (jari-jari saling
menjepit), jatuhkan siku dengan rileks ke bawah
sehingga beban kedua tangan menambah fleksi
leher. Tahan sampai 5 kali hitungan dan kembali
lagi ke posisi awal. Latihan 7 ini akan terasa sekali
manfaatnya pada kasus nyeri tengkuk atau kaku
tengkuk. Latihan diulangi cukup 2 sampai 3 kali
setiap latihan.

Latihan 6 :
Fleksi leher

Teknik William Flexy


Prisip WFE :
Untuk merelaksasikan otot punggung
dengan penguluran.
Penguatan Otot Perut.
Cara :
Stretching otot-otot abdomen dan
gluteus maksimus.
Stretching otot-otot extensor
punggung.

1. Pelvic tilt. Berbaring terlentang dengan


lutut ditekuk, kaki rata dengan tanah.
Sejajarkan punggung anda dengan lantai,
tanpa menekan kaki. Tahan selama 5-10
detik.

2. Single Knee to chest. Berbaring terlentang


dengan lutut ditekuk, kaki rata dengan tanah.
Perlahan-lahan tarik lutut kanan anda ke arah
pundak dan tahan selama 5-10 detik. Turunkan
lutut dan ulangi dengan lutut lainnya.

3. Double knee to chest. Awali seperti latihan


sebelumnya. Setelah menarik lutut ke arah dada
dan tahan kedua lutut selama 5-10 detik. Perlahanlahan turunkan satu kaki pada satu waktu.

4. Partial sit-up. Lakukan latihan angkat pelvis


(latihan 1) dan, selagi menahan gerakan ini,
perlahan-lahan tundukkan kepala anda dan bahu
ikut terangkat dari lantai. Tahan sekuatnya.
Kembali ke posisi awal secara perlahan-lahan.

5. Hamstring stretch. Awali dengan posisi


duduk selonjor dengan jari-jari kaki
mengarah atau berdiri tegak dan lutut
extensi penuh. Perlahan-lahan turunkan
tulang leher melewati kaki, tahan lutut
supaya tetap extensi, lengan juga
direntangkan ke depan melewati kaki, dan
mata fokus ke depan.

6. Hip Flexor stretch. Letakkan satu kaki didepan kaki


yang lainnya dengan posisi kaki kiri (didepan) diflexikan dan kaki kanan (dibelakang) ditarik lurus ke
belakang. Flexikan tulang leher sampai lutut kiri
menyentuh ketiak. Lakukan dengan kaki satunya.

7. Squat. Berdiri dengan kedu kaki berdiri paralel,


sejajar dengan bahu. Dengan tujuan mengatur
tulang leher se-perpendikular mungkin dengan
lantai, mata fokus ke depan, dan kaki datar
dengan lantai, Pasien menurunkan posisi
berdirinya dengan memflexikan lututnya.