Anda di halaman 1dari 31

BAD SIDE TEACHING

MODUL PROTESA
FOCUS CASE : GIGI TIRUAN CEKAT (GTC)

Preceptor : drg.Fahmi Yunisa


Presentasi oleh :
1. Siwi Purwaningrum, S.Kg
2. Shanti Yuniwardani, S.Kg
3. Rahardyan Wijaya Qudus, S.Kg

Identitas pasien
Nama : Mr. T
Jenis kelamin : Laki-Laki
Usia : 25 tahun
Alamat : Seturan
Pekerjaan : mahasiswa

Problem

Pasien datang dengan keluhan pasien


merasa
tidak
percaya
diri
saat
tersenyum dan juga merasa tidak
nyaman saat mengunyah, karena gigi
taringnya sudah di cabut. Pasien ingin di
buatkan gigi tiruan.

Pemeriksaan subyektif

Pasien datang dengan keluhan pasien


merasa
tidak
percaya
diri
saat
tersenyum dan juga merasa tidak
nyaman saat mengunyah, karena gigi
taringnya sudah di cabut. Pasien ingin
di buatkan gigi tiruan.

Pemeriksaan obyektif
Terdapat daerah edentolous gigi 13
Terdapat gigi 12 dan 14 dalam keadaan baik dan free
karies
Dx : missing teeth pasca ekstraksi
Pasien memiliki warna kulit yang cokelat kekuning
kuningan
Warna mata : hitam kecoklatan (khas indonesia)
Pasien sehat dengan nutrisi yang baik dan BB yang
seimbang dg TB.
Pasien tidak memiliki gangguan dalam cara berbicara
Pasien tidak memiliki bad habit apapun sprt :
neurosis pekerjaan (contoh: bicara pelo, bisu)

Pemeriksaan jaringan lunak didalam mulut :


Bibir : berwarna pink kecoklatan dengan bentuk
sedikit tipis dengan keadaan sehat, dengan garis
ketawa yang sedang.
Mukosa/gusi : tidak ada kelainan

1
8

4
8

1
7

4
7

1
6

4
6

1
5

1
4

1
3

1
2

1
1

2
1

2
2

2
3

2
4

2
5

5
5

5
4

5
3

5
2

5
1

6
1

6
2

6
3

6
4

6
5

8
5

8
4

8
3

8
2

8
1

7
1

7
2

7
3

7
4

7
5

4
5

4
4

4
3

4
2

4
1

3
1

3
2

3
3

3
4

3
5

2
6

2
7

2
8

3
6

3
7
7

3
8

nterpretasi rontsen:
1.Tidak terdapat ares radiolusen pada apek gigi 12, 14,15
2.Tidak terdapat resorbsi tulang alveolar

Hypotesis

Missing teeth pasca ekstraksi gigi

Mekanisme
sisa makanan akumulasi plak
karies superfisial karies media karies
profunda necrosis pulpa-non vital teeth
indikasi exo - odentolous

More info

Pasien komunikatif dan kooperatif, pertama kali


datang pasien dalam kondisi banyak gigi yang
hilang.
Kebersihan gigi dan mulut pasien kategori baik
(OHI: 2,1) karena pasien rutin membersihkan
karang gigi.
Pasien tidak mengeluhkan sakit gigi maupun
kelainan jaringan periodontal.
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik,
penyakit keturunan, keluhan-keluhan berbicara
yang dpt mempengaruhi sbg bahan dlm
pembuatan GTC, namun pasien mengeluhkan gigi
yang hilang tersebut mengakibatkan kesulitan
dalam mengunyah makanan.

Penampakan klinis

Dont know

Pengertian GTC?
Komponen GTC?
5 komponen untuk mendiagnosa GTC?
Indikasi GTC?
Prinsip-prisnsip preparasi?
Macam-macam/jenis GTC?
Prosedur kerja? Tahapan yang harus dilakukan operator
sampai pengiriman model study ke laboratorium?
Alat dan bahan yang digunakan?
Persyaratan GTC?
Instruksi khusus untuk pasien dalam perawatan GTC jika
telah diinsersikan?
Bagaimana pandangan islam mengenai penggunaan GTC?

Pengertian GTC

GTC adalah sebuah alat protesa, yang


secara permanen menempel pada gigi
asli yang mana menggantikan satu gigi
lebih dari gigi yang hilang.

5 komponen unit mendiagnosa


GTC
Patient interview
History
Intraoral examination
Diagnostik casts
Full mouth radiograph

Komponen GTC

Bridge atau fixed partial denture : alat protesa


yang secara permanen menempel pd gigi asli
yang menggantikan gigi yang hilang.
Abutment : gigi yang berperan sebagai pegangan
dari GTC
Pontic : gigi artifisial
Retainer : restorasi yang tersemen pada gigi
abutment yang sudah dipreparasi.
Connector : hubungan antara pontic dan retainer.

Indikasi GTC

Adanya kerusakan struktur gigi


Estetik, menggunakan ceramic restoration.
Untuk menggantikan gigi yang hilang.
Pasien berusia 20-50 tahun, diutamakan pembuatannya untuk
pasien dewasa
Kesehatan struktur gigi baik
Kebersihan mulut pasien baik (diamati melalui deposit saliva)
Tulang alveolar gigi normal (tidak resorbsi)
Pendukungan alveolar baik (bentuk akar baik, padat, besar,
divergen dsb.)
Tidak melanggar aturan ratio akar dan mahkota sebesar 50 %
Bentuk gigi bagus dan normal
Sesuai dengan hukum Ante (untuk pemilihan gigi penyangga)
Hubungan oklusi yang baik (tidak adanya crossbite dsb.)
Jaringan periodontal gigi penyangga baik, gigi yang tidak kokoh
kadang memerlukan dukungan tambahan dengan perlekatan
ganda.

Gigi yang jarang berfungsi secara fungsional memiliki membran


periodontal yang tipis, begitu sebaliknya.
Pasien yang profesinya memerlukan kesempurnaan oklusi (musisi,
pedagang).
Penyanyi dan pembicara yang tidak menginginkan penampilan buruk
karena kehilangan gigi atau pemasangan protesa yang kurang estetis
Sebagai perencanaan perawatan pada kasus periodontal
Pasien tidak memiliki bad habit yang berpengaruh terhadap stabilitas
dan keawetan GTC (misal: kebiasaan bruxism)
Kesehatan umum pasien baik (misal : tidak menderita Diabetes
Mellitus, osteoporosis, dsb.). Paling tidak mendekati normal, tapi lebih
baik jika sempurna
Pertimbangan pasca perawatan ortodonsi (sisa ruang yang terlalu
sempit apabila dilakukan pemasangan GTS tidak memungkinkan)
Pada kasus rehabilitasi mulut, dimana semua faktor memenuhi syarat
(tingkah laku pasien, kooperatif, umur dsb.)
Poros gigi (inklinasi) gigi penyangga harus tegak, dan sejajar satu
sama lain, apabila miring tidak boleh melebihi 25 derajat
Tidak terdapat kegoyahan gigi pada gigi penyangga
Gigi yang masih vital dengan reaksi yang normal (gigi tidak
hipersensitivitas)
Operator sanggup untuk melakukan perawatan GTC
Tingkat ekonomi pasien yang mendukung pembuatan GTC

Persyaratan GTC
Persyaratan Mekanis Gigi abutment : mempunyai sumbu
panjang yang sejajar satu sama lain tanpa
membahayakan vitalitas pulpa. Bentuk dan ukuran cukup
sehingga dapat dipreparasi. Bentuk pontik : serupa gigi
asli & kuat.
Persyaratan fisiologis GTC tidak boleh mengganggu
kesehatan gigi-gigi abutment dan jaringan pendukung
lainnya (gusi, lidah, pipi, bibir)
Persyaratan hygieneTidak boleh ada bagian yang
menimbulkan sisa makanan. Diantara pontik-pontik atau
pontik-retainer harus ada sela (embrasure) yang cukup
sehingga dapat dibersihkan dengan mudah oleh arus ludah
atau lidah. Diantara pontik-gusi harus dapat dilalui seutas
benang untuk membersihkan. GTC harus dipolis mengkilat
supaya kotoran tidak mudah melekat.
Persyaratan estetik GTC harus menyerupai gigi asli tetapi
tidak boleh mengorbankan kekuatan dan kebersihan GTC.
Persyaratan fonetik Suara (voice) dan bicara (speech) pada
GTC tidak banyak dipersoalkan.

Macam-macam/ jenis GTC

Fixed-Fixed Bridge
Bridge yang connectornya bersifat
rigit/kaku.
Bisa
digunakan
pada
gigi
anterior/posterior.
Connectornya dikerjakan dengan pematrian/soldering atau one
piece casting.
Fixed Movable Bridge Bridge yang connectornya yang satu rigit
dan yang satunya non rigit/movable (bisa bergerak). Sifat-sifat
individu gigi secara alami mempunyai individual movement
Spring Bridge Bridge yang mempunyai pontic jauh dari retainer
dan dihubungkan dengan palatal bar. Indikasi : pada kasus di
mana gigi anterior terdapat diastema (kasus yang mengutamakan
estetis)
Cantilever bridge Satu ujung bridge melekat secara rigid/kaku
pada retainer sedang ujung yang lain bebas/menggantung.
Biasanya dibuat pada pasien yang menghendaki sedikit jaringan
gigi asli yang dikurangi tetapi tetap tidak lepas dari kriteria retensi
dan stabilitasi.
Compound bridge Kombinasi dari 2 tipe bridge.
Complex Bridge Jembatan bilateral meliputi dua sisi rahang
yang menggantikan sejumlah gigi dengan kegiatan fungsi yang
berbeda.

Prinsip preparsi

a.
b.
c.

Prinsip-prinsip biomekanikal preparasi Ada 3 :


Menjaga keawetan struktur gigi (aspek biologis)
Retensi dan resistensi (aspek mekanik)
Keawetan struktur restorasi.

Prinsip-prinsip preparasi :
d. Preservation of tooth structure
e. Retention and resistance
f. Structural durability
g. Marginal integrity
h. Preservation of the periodontium.

Alat dan bahan yang


digunakan

Diagnostik set
Crowmess
Spiritus
Macam2 bur (fisur,
tapered bur, chamfer
bur) dan wheel bur.

Alat

Malam merah
kapas

Bahan

Prosedur kerja

A. Persiapan di Dalam Mulut / Mouth Preparation


Merupakan persiapan-persiapan di dalam mulut sebelum
dibuatkan gigi tiruan sebagian, meliputi :
Perawatan periodontal / periodontal treatment, misalnya
pemeriksaan gigi, gusi, dan tulang pendukungnya serta
perawatan scalling.
Perawatan konservasi / konservatif treatment, misalnya
restorasi gigi yang karies. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi hambatan, mencari bidang bimbing, membuat
sandaran oklusal dan bila perlu menciptakan daerahdaerah untuk retensi mekanis.
Perawatan
bedah
/
surgical
treatment,
misalnya
pencabutan gigi yang tidak mungkin dipertahankan

Sendok cetak : perforated stock tray No.2


Bahan cetak
: alginat
Cara mencetak : mukostatik
Studi model ini dipergunakan untuk mempelajari :
Letak gigi abutment
Letak pontic
Letak retainer
KUNJUNGAN
Letak konektor I
( Membuat
studi model RA dan RB & Foto rontgen OPG)
Cara Pencetakan
Sebelum mencetak, sendok cetak dicobakan ke dalam rongga mulut pasien.

1. Pencetakan Rahang Atas :


a. Pasien duduk dengan posisi sedemikian rupa sehingga kepala dan punggung
terletak pada satu garis lurus,
dataran oklusal sejajar lantai. Mulut pasien
setinggi siku operator.
b. Operator berdiri di belakang samping kanan pasien.
c. Sendok cetak rahang atas yang berisis adonan alginat dimasukkan kemulut
pasien dengan menempelkan
bagian posterior lebih dahulu lalu sedikit demi
sedikit ke arah anterior sampai seluruh gigi terbenam
alginat. Selanjutnya
pasien diinstruksikan mengucapkan U lalu dilakukan muscle triming di bagian
bukal dan
labial.
d. Setelah alginat setting, sendok cetak dilepas.
2. Pencetakan Rahang Bawah :
a. Sama seperti pada rahang atas, tetapi posisi operator di sebelah kanan depan.
b. Lidah diangkat keatas.
Setelah selesai pencetakan, hasil cetakan diisi stone gips lalu diboxing.

KUNJUNGAN II
(Preparasi Gigi Abutment)

Preparasi gigi 12 dan 14 sebagai gigi abutment . Preparasi dengan


full cast crown pada elemen 14 dan crown pada gigi 12 .
Occusal/incisal reduction : Bagian oklusal/incisal dikurangi dengan
menggunakan tapered bur sebesar 1-1,5 mm
Buccal/lingual reduction : Bagian bukal dikurangi dengan silindris
fissure bur atau bur torpedo kemudian dibuat chamfer finish line
pada daerah cemento-enamel junction.
Proximal reduction : Menggunakan flat disc wheel bur makan
sebelah atau bur tapered yang tipis dan kecil dengan pemotongan
sejajar antar dinding proksimal sedikit menutup kearah incisal
sebesar 5o.
Axial reduction : Tumpulkan sudut-sudut aksial dengan silindris
tapered bur terutama daerah gingival margin.
Penghalusan hasil preparasi : Menggunakan sand paper disc untuk
menghilangkan bagian yang tajam, runcing, tidak rata dan
undercut-undercut untuk memperoleh hasil preparasi yang halus.
Pembuatan mahkota sementara dan pontik sementara dengan
acrilic putih SC, guna mempertahankan agar posisi gigi tidak
berubah
Pencetakan work model
Penyesuaian warna

KUNJUNGAN III
(Insersi GTC)

Sementasi retainer menggunakan SIK


tipe I (Luting agent)
Retainer menggunakan PFM (Porcelain
Fused Metal)

KUNJUNGAN IV
(Kontrol)

Kontrol dilakukan untuk mengoreksi adanya kesalahan yang


mungkin terjadi setelah pemakaian GTC, dengan cara:
Pemeriksaan subyektif
apakah terdapat keluhan berkaitan dengan GTC ?
apakah fungsi bicara terganggu ?
Pemeriksaan obyektif
Komplikasi setelah pemakaian GTC dapat berupa :
Terdapat suara akibat sentrik oklusi yang tinggi sehingga
menimbulkan suara pada bagian oklusal
Retensi yang kurang menyebabkan GTC tidak stabil
Kesukaran dalam mengunyah akibat oklusi yang tidak seimbang
Gigi tiruan goyang : perlu diperiksa oklusinya dengan kertas
artikulating paper
Saliva berlebihan : adanya stimulasi pada glandula salivarius
karena gigi tiruan, namun dapat hilang setelah beradaptasi

Instruksi kepada pasien untuk


merawat GTC setelah insersi
Pasien diinstruksikan untuk menjaga
kebersihan gigi dan mulutnya
Pasien diinstrusikan untuk
mengkontrolkan gigi setiap 6 bulan
sekali atau sesegera mungkin jika
terdapat keluhan.

Pandangan islam mengenai


GTC

Pembuatan dan pemasangan gigi sepanjang untuk alasan


syari yakni karena pertimbangan kebutuhan (haajah)
medis untuk menormalkan atau memperbaiki kelainan
serta penggantian yang lepas untuk dapat mengunyahdan
menggigit kembali merupakan perbuatan dan profesi yang
terpuji karena membawa kepada kemaslahatan, bahkan
sekalipun menggunakan bahan logam emas bagi pria
maupun wanita bila hal itu lebih maslahat, kuat, sehat dan
bukan untuk tujuan pamer kemewahan, sekadar asesoris
perhiasan dangaya berlebihan. Hal ini dapat dianalogikan
dengan bolehnya bedah plastic dengan alasan syari
tersebut baik dengan organ asli maupun buatan. Operasi
plastik yang menggunakan organ buatan atau palsu sudah
dikenal di masaNabi saw, sebagaimana diriwayatkan Imam
Abu Daud dan Tirmidzi dari Abdurrahman bin Tharfah yang
mengisahkan bahwa kakeknya Arfajah binAsad pernah
terpotong hidungnya pada perang Kulab, lalu ia memasang
hidung (palsu) dari logam perak, namun hidung tersebut
justru mulai membusuk, maka Nabi saw. menyuruhnya
untuk memasang hidung palsu dari bahan logam emas.

Kesimpulan perawatan
Missing teeth pada gigi 13 digunakan GTC
dengan 3 unit (3 unit bridge), abutment pada
gigi 12 dan 14, dengan ridge lap pontic dan
connector menggunakan rigid connector.Retainer
menggunakan Porcelain Fused To Metal.
Prognosis: Baik, karena jaringan pendukung
tulang alveolar masih baik, dan social ekonomi
pasien mendukung untuk dibuatkan gigi tiruan
cekat.

Terimaksih
Wassalammualaikum, wr.wb