Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Tujuan Percobaan
1. Menentukan Berat Molekul suatu zat padat yang larut dalam suatu
pelarut tertentu dengan mengukur penurunan titik beku (Tb).
2. Menentukan faktor vant hoff (i) dari suatu larutan elektrolit tertentu
dengan mengukur penurunan titik beku.

I.2

Tinjauan Pustaka

I.2.1

Pengertian sifat koligatif


Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada
jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat
terlarutnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis yaitu sifat koligatif
larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.
Sifat koligatif larutan elektrolit merupakan sifat koligatif yang hanya
dimiliki oleh larutan yang zat terlarutnya dapat terionisasi atau terurai
menjadi ion-ion. Larutan elektrolit meliputi larutan asam, basa dan garam.
Sifat koligatif larutan nonelektrolit merupakan sifat koligatif yang dimiliki
setiap larutan yang zat terlarutnya tidak terurai menjadi ion-ion . jadi, sifat
koligatif larutan nonelektrolit sangat dipengaruhi oleh jumlah zat terlarut
(nonelektrolit) yang ada di dalam larutan. (Anis Dyah Rufaida, 2013)
Penambahan zat terlarut dalam pelarut akan menghasilkan titik didih
larutan yang lebih tinggi daripada titik didih pelarutnya. Selain itu, tekanan
uap dan titik beku larutan yang dihasilkan lebih rendah daripada
pelarutnya. Hal ini berlaku untuk zat terlarut yang bersifat nonvolatil
(tidak mudah menguap).
Zat terlarut mempengaruhi sifat larutan dan besar pengaruh itu
bergantung pada jumlah partikel. Sifat koligatif dapat digunakan untuk
menentukan berat molekul dari zat terlarut. Penurunan titik beku dari suatu
larutan, Tf berbanding lurus dengan konsentrasi molal dari suatu larutan.

I.2.2

Penurunan titik beku


Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan

uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni.
Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru zat
terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut.
Titik beku suatu cairan akan akan berubah jika tekanan uap berubah,
biasanya diakibatkan oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain, jika
cairan tersebut tidak murni, maka titik bekunya berubah (nilai titik beku akan
berkurang). (Aprillia, 2012)
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku
larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut. Titik beku
pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 0C, dengan adanya zat terlarut maka
titik beku larutan tidak akan sam dengan 0C, melainkan akan menjadi lebih
rendah dibawah 0C. Itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu
masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi tidak
murni, maka titik bekunya akan berubah. (Taufik, 2012)
Proses pembekuan suatu zat cair terjadi bila suhu diturunkan, sehingga
jarak antar partikel menjadi lebih dekat antara yang satu dengan yang lain dan
akhirnya bekerja gaya tarik menarik antarmolekul yang sangat kuat. Adanya
partikel-partikel dari zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekulmolekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih mendekatkan jarak
antarmolekul diperlukan suhu yang lebih rendah. Jadi titik beku larutan akan lebih
rendah dibanding titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya
partikel-partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku (Tf). (Pratiwi, 2013)
Besarnya penurunan titik beku larutan bergantung pada konsentrasi zat
terlarut. Semakin berat larutan, maka semakin rendah titik bekunya dan
perubahannya hampir sebanding dengan perubahan konsentrasi. Penurunan titik
beku juga bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan.

BAB II
METODE PERCOBAAN
II. 1

Bahan
1.
2.
3.
4.

Gula Pasir
Urea
NaCl
KCl

II. 1.2 Alat


1. Termos
2. Tabung Kaca
3. Thermometer
4. Beaker glass
II.1.3 Skema Kerja Percobaan
II.1.3.1 Penentuan Berat Molekul larutan non-elektrolit
Menimbang aquades
sebanyak 10 gram dan
diletakkan dalam beaker
glass

Menimbang gula pasir


sebanyak 3,5459 gram

Menuangkan setengah
dari larutan sukrosa
kedalam tabung dalam
(kaca) yang dilengkapi
thermometer

Tabung yang berisi


larutan sukrosa
dimasukkan ke dalam
termos dan kemudian
diputar - putar
Menimbang aquades
sebanyak 10 gram dan
diletakkan dalam
Menuangkan
beaker glass setengah
Tabung
yang
berisi
dari
larutan
urea
Menimbang
urea
larutan urea
dimasukkan
kedalam
tabung
dalam
sebanyak
0,6132
ke
dalam
termos
dan
(kaca) yang dilengkapi
gram
kemudian diputar - putar
thermometer

Membuat larutan
sukrosa dengan
konsentrasi 1 molal

Menyiapkan termos
dengan memasukkan es
batu serta garam kasar ke
dalam tabung bagian luar
Saat larutan sukrosa
mulai membeku catat
suhunya

Hitung berat molekul


sukrosa dan bandingkan
dengan berat molekul
yang sesungguhnya.

Membuat larutan urea


dengan konsentrasi 1 molal
Hitung berat
molekul
Menyiapkan
termos
Saat
larutan
urea
mulai
urea dan
bandingkan
dengan
memasukkan
es
membeku
catat
dengan
batu
serta berat
garammolekul
kasar ke
suhunya
yangtabung
sesungguhnya.
dalam
bagian luar

II.3.1.2 Penentuan faktor vant hoff larutan elektrolit


Menimbang aquades
sebanyak
10 gram
dan
Menuangkan
setengah
Tabung yang
berisi
diletakkan
dalam
dari
larutan
NaCl
larutan
NaCl
beaker
glass
kedalam
tabung
dalam
dimasukkan ke dalam
(kaca)
yang
dilengkapi
termos dan kemudian
thermometer
diputar - putar

Membuat larutan NaCl


Menyiapkan
termos0,5
dengan
konsentrasi
dengan
memasukkan
es
molal
batu serta garam kasar
ke dalam tabung bagian
luar

Menimbang NaCl
sebanyak 0,2973 gram

Saat larutan NaCl mulai


membeku catat suhunya

Hitung faktor vant hoff


untuk larutan NaCl

Menimbang aquades
sebanyak 10 gram dan
diletakkan dalam beaker
glass

Membuat larutan KCl


dengan konsentrasi 0,5
molal

Menimbang KCl
sebanyak 0,4006 gram

Menuangkan setengah
dari larutan KCl
kedalam tabung dalam
(kaca) yang dilengkapi
thermometer

Menyiapkan termos
dengan memasukkan es
batu serta garam kasar ke
dalam tabung bagian luar

Saat larutan KCl mulai


membeku catat suhunya

Tabung yang berisi


larutan KCl
dimasukkan ke dalam
termos dan kemudian
diputar - putar

Hitung faktor vant hoff


untuk larutan KCl

BAB III
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
Hasil percobaan
III.1 Penentuan berat molekul
Tabel hasil percobaan
Tf

Nama Zat
Gula
Urea

2C
2C

Massa terlarut

Massa pelarut

3,5459 gram
0,6132 gram

10 gram
10 gram

Kf
-1,86
-1,86

III.1.1 Menentukan berat molekul sukrosa


Tf =
2=

gramterlarut x 1000
Kf
BM x massa pelarut

3, 5459 x 1000
X (1,86)
BM x 10

BM = 329, 7678 gr/mol


BM percobaanBM teori
x 100
% Kesalahan =
BM teori
=

329,7678342
x 100
342

= 3,57 %
III.1.2 Menentukan berat molekul urea
Tf =

gramterlarut x 1000
Kf
BM x massa pelarut
2=

0,6132 x 1000
x(1,86)
BM x 10

BM
% Kesalahan

= 57,0276 gr/mol
=

BM percobaanBM teori
x 100
BM teori

57,027660
x 100
60

= 4,954 %

III.2 Menentukan faktor vant hoff senyawa elektrolit


Tabel hasil percobaan
Tf

Nama zat
NaCl
KCl

3C
3C

Massa terlarut

Massa pelarut

0,2973 gram
0,4006 gram

10 gram
10 gram

Kf

III.2.1 Menenetukan faktor vant hoff dari NaCl


Tf =
3=

gramterlarut x 1000
x Kf x i
BM x massa pelarut

0,2973 x 1000
x (1,86 ) x i
58,5 x 10

i=3,1737
III.2.2 Menentukan faktor vant hoff dar KCl
Tf =

gramterlarut x 1000
x Kfx i
BM x massa pelarut

3 =

0,4006 x 1000
x (1,86) x i
74,56 x 10

i=3,0019

III.3 Pembahasan
Pada percobaan kali ini menggunakan pelarut yaitu aquadest, zat terlarut
non elektrolit berupa (NH2)CO (urea) 1,022 molal dan gula 1,036 molal. Dan
larutan elektrolit berupa NaCl 0,508 molal dan KCl 0,537 molal yang masing
masing dilarutkan ke dalam aquadest sebesar 10 gram. Setelah itu,
mempersiapkan alat yang berupa termometer, tabung dan termos yang telah berisi
es batu dan garam krosok. Penambahan garam krosok pada es batu berfungsi
menghambat mencairnya es batu yang dikarenakan penurunan suhu titik beku
pada es batu. Selanjutnya memasukkan larutan urea ke dalam tabung kaca dan
diputar putar di dalam termos yang berisikan es batu, dan mengamati sampai
larutan urea tepat membeku, yaitu pada suhu -2C. Suhu tersebut hampir sama
8

pada saat melakukan perhitungan penurunan titik beku yaitu sebesar -1.9C.
Selanjutnya memasukkan larutan gula kedalam tabung kaca dan melakukan hal
yang sama pada percobaan sebelumnya, larutan gula tepat membeku pada suhu
-2C. Suhu tersebut hampir sama pada saat melakukan perhitungan penurunan
titik beku yaitu sebesar -1.927C.
Kedua larutan pada percobaan diatas merupakan larutan non elektrolit,
selanjutnya dilakukan percobaan yang sama dengan menggunakan larutan
elektrolit yang berupa NaCl dan KCl untuk menghitung faktor Vant Hoff (i).
Larutan NaCl tepat membeku pada suhu -3C, setelah itu melakukan perhitungan
baru penentuan faktor Vant Hoff dengan rumus

Tf =molalitas x Kf x i

diperoleh faktor Vant Hoff sebesar 3,175. Hal ini tentu berbeda pada perhitungan
secara teoritis yakni sebesar i = 1,465 dan membeku pada suhu -1.4C.
Selanjutnya melakukan percobaan dengan larutan KCl dan diperoleh data bahwa
KCl tepat membeku pada suhu -3C dan melakukan perhitungan faktor Vant Hoff
diperoleh sebesar i = 3. Hal ini tentu berbeda pada perhitungan secara teoritis
yakni sebesar i = 1,45 dan membeku pada suhu -1.45C.
Perbedaan hasil perhitungan secara teoritis dengan perhitungan secara
praktikum ini disebabkan oleh beberapa hal seperti tingkat keenceran larutan,
termometer yang kurang akurat, kurang cermat dalam membaca termometer,
kurang cermat dalam memulai pengukuran suhu dan kurangnya penambahan
garam pada es batu.
Dari percobaan diatas diketahui bahwa penurunan titik beku larutan
elektrolit lebih tinggi dibandingkan dengan larutan non-elektrolit, hal ini
dikarenakan zat elektrolit terurai menjadi ion-ion sehingga jumlah partikelnya
lebih banyak dibandingkan dengan non-elektrolit.Besarnya penurunan titik beku
sebanding dengan konsentrasi molal (m), jadi apabila konsentrasinya besar, maka
harga penurunan titik bekunya besar juga.

BAB IV
KESIMPULAN
IV.1 Kesimpulan :
1. Penurunan titik beku larutan ( Tf

berbanding lurus dengan molalitas

larutan.
2. Penurunan titik beku larutan elektrolit lebih tinggi dibandingkan dengan
larutan non-elektrolit.
3. Titik beku larutan elektrolit :
a) NaCl : -3C dengan molalitas = 0,508 molal dan i = 3.175
b) KCl

: -3C dengan molalitas = 0,537 molal dan i = 3

4. Titik beku larutan non elektrolit :


a) Gula

: -2C dengan molalitas = 1,036 molal

b) Urea

: -2C dengan molalitas = 1,022 molal

DAFTAR PUSTAKA

10

Petrucci, Ralph. H.Suminar. 2010. Chemistry : Principles and modern


applications. Pearson : Prentice Hall. Halaman : 583.
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Aang
%20Suhendar_060928_/SKL%20Larutan%20Elektrolit.html

LAMPIRAN
1. Pembuatan larutan
1.1 Pembuatan larutan sukrosa

11

Diketahui konsentrasi larutan sukrosa sebanyak 1 molal dilarutkan


menggunakan aquades 10 ml.
Molal
=1
BM sukrosa
= 342 gr/mol
Volume pelarut
= 10 ml
massa x 1000
molal
= BM sukrosa x volume pelarut
massa x 1000
342 x 10

1 molal

Massa
Massa maksimum

= 3, 42 gram
= 3,42 + (3,42 x 10%)
= 3,762 gram
= 3,42 (3,42 x 10%)
= 3,078 gram

Massa minimum

Cara pembuatan :
1. Menimbang sukrosa sebanyak 3,5459 gram
2. Masukkan sukrosa yang telah ditimbang ke dalam beaker glass, dan
larutkan dengan aquades sebanyak 10 ml.
3. Larutkan hingga homogen.
1.2 Pembuatan larutan urea
Diketahui konsentrasi larutan urea sebanyak 1 molal dilarutkan
menggunakan aquades 10 ml.
Molal
=1
BM urea
= 60 gr/mol
Volume pelarut
= 10 ml
massa x 1000
molal
= BM urea x volume pelarut
massa x 1000
60 x 10

1 molal

Massa
Massa maksimum

= 0,6 gram
= 0,6 + (0,6 x 10%)
= 0,66 gram
= 0,6 (0,6 x 10%)
= 0,54 gram

Massa minimum

Cara pembuatan :
1. Menimbang urea sebanyak 0,6132 gram
2. Masukkan urea yang telah ditimbang ke dalam beaker glass, dan
larutkan dengan aquades sebanyak 10 ml.
3. Larutkan hingga homogen.
a. Pembuatan larutan NaCl
Diketahui konsentrasi larutan NaCl sebanyak 0,5 molal dilarutkan
menggunakan aquades 10 ml.
Molal
= 0,5
12

BM sukrosa
Volume pelarut
molalitas

= 60 gr/mol
= 10 ml
massa x 1000
= BM NaCl x volume pelarut

0,5 molal

Massa
Massa maksimum

= 0,2925 gram
= 0,2925 + (0,2925 x 10%)
= 0,3218 gram
= 0,2925 (0,2925 x 10%)
= 0,2634 gram

Massa minimum

massa x 1000
58,5 x 10

Cara pembuatan :
Menimbang NaCl sebanyak 0,2973 gram
4. Masukkan NaCl yang telah ditimbang ke dalam beaker glass, dan
larutkan dengan aquades sebanyak 10 ml.
5. Larutkan hingga homogen.
b. Pembuatan larutan KCl
Diketahui konsentrasi larutan KCl sebanyak 0,5 molal dilarutkan
menggunakan aquades 10 ml.
Molal
= 0,5
BM KCl
= 74,5 gr/mol
Volume pelarut
= 10 ml
massa x 1000
molalitas
= BM KCl x volume pelarut
massa x 1000
74,5 x 10

0,5 molal

Massa
Massa maksimum

= 0,3725 gram
= 0,3725 + (0,3725 x 10%)
= 0,4098 gram
= 0,3725 (0,3725 x 10%)
= 0,3352 gram

Massa minimum

Cara pembuatan :
1. Menimbang KCl sebanyak 0,4006 gram
2. Masukkan KCl yang telah ditimbang ke dalam beaker glass, dan
larutkan dengan aquades sebanyak 10 ml.
3. Larutkan hingga homogen.
2. Perhitungan faktof van.t hoff secara teoritis
a. Perhitungan faktor vant hoff NaCl
NaCl
M=

Na+ + Clmassa NaCl x 1000 ml


BM NaCl x 10 ml

13

0,2973 gram
x 100
58,5 gram/mol

= 0,508 M
Faktor vant hoff (i) = v (1-(0,375) x Z1 x Z2)
1
2

x (0,508 x (1)2 + 0,508 x (1)2)

= 0,508
Faktor vant hoff (i) = 2 x (1 - 0,375 x 1 x

0,508 )

= 1,465
b. Perhitungan faktor vant hoff KCl
K + + Cl-

KCl
M=

massa KCl x 1000 ml


BM KCl x 10 ml
0,4006 gram
x 100
74,56 gram/mol

= 0,537 M
Faktor vant hoff (i) = v (1-(0,375) x Z1 x Z2)
=

1
2

x (0,537 x (1)2 + 0,537 x (1)2)

= 0,537
Faktor vant hoff (i) = 2 x (1 - 0,375 x 1 x

0,537 )

= 1,45

14

3. Gambar

Gambar 1.1 Larutan Urea

Gambar 1.2 Larutan NaCl

Gambar 1.3 Larutan Gula

Gambar 1.4 Hasil Pengukuran Suhu

15

Gambar 1.5 Proses Penurunan Titik Beku

16