Anda di halaman 1dari 20

PROSES PRODUKSI

BESI COR

PROSES PRODUKSI BESI COR


Mohamad Aryo Pawoko

21050112130069

Krenius

21050112130070

Doni Riyadi Saksono

21050112130071

Mufti Muzayyin

21050112130072

Fatih Fitrianto

21050112130073

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

OUTLINE

Pengertian Logam
Komposisi Besi Cor / Besi Tuang
Teknologi Pengolahan Logam
Diagram Alir Pengolahan Logam
Penambangan dan Pengolahan Biji Besi
Proses Aglomerasi
Proses Reduksi
Proses Peleburan Besi Tuang

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

LOGA
M
FERO
US

NON
FEROUS

besi tuang / besi cor (cast iron) Aluminium

baja karbon (carbon steel)

Tembaga

baja paduan (alloy steel)

Timah

baja spesial (specialty steel)

Emas

rancangan Proses Produksi

Magnesium, dll

Teknik Mesin Universitas Diponeg

OMPOSISI BESI COR / BESI TUAN


BESI COR

BESI COR PADUAN

rancangan Proses Produksi

2-4% C, 1-3% Si, 0,80% Mn


(maks), 0,10% P (maks),
0,05% S (maks).
Unsur-unsur pemadu : Cr,
Ni, Mo, Al atau logamlogam lainnya.

Teknik Mesin Universitas Diponeg

TEKNOLOGI PENGOLAHAN LOGAM


INDUSTR
INDUSTR
II
H
HU
UL
LU
U

INDUSTR
INDUSTR
II
ANTARA
ANTARA

INDUSTR
INDUSTR
II
H
H II L
L II R
R

mengolah biji logam menjadi logam


dasar melalui proses pemurnian dan
proses reduksi/peleburan
mengolah logam dasar baik yang
berbentuk ingot primer/masih
berupa logam cair menjadi produk
antara seperti billet, slab, atau
ingot paduan untuk pengecoran
mengolah lanjutan produk industri
antara menjadi produk setengah
jadi & selanjutnya melalui proses
pabrikasi dan pengerjaan akhir
menjadi produk jadi.

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

Diagram Alir Pengolahan Logam


Biji
loga
m

Reduks
i
Pemurnia
n

Logam
dasar

Pelebura
n

Produk
antara

Proses
pembentukan
secara plastis
Produk
setengah jadi
Fabrikasi dan
pengerjaan
akhir

KETERANGAN :
INDUSTRI
HULU

INDUSTR
I
ANTARA

INDUST
RI HILIR

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

PENAMBANGAN & PENGOLAHAN BIJI BESI


Di alam umumnya:
hematite (Fe2O3),
magnetite (Fe3O4),
limonite (Fe2O3),
atau siderite
(Fe2CO3)

Pemurnian (crushing,
screening, washing)
konsentrasi biji jadi 2540% kemurniannya

Pemurnian (AGLOMERASI)
kemurnian biji menjadi 60-65%

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

BAGAIMANA PROSES AGLOMERASI?


Biji
Biji besi
besi
dihaluska
dihaluska
n
n jadi
jadi
serbuk
serbuk

pellet
dipanaskan dgn
sinter/pemanas
an hingga suhu
1300 oC agar
keras & kuat,
tidak mudah
rontok.

rancangan Proses Produksi

Partikel besi
dipisahkan dari
kotoran dengan
pemisahan magnet /
metode lain
Serbuk biji besi
dibentuk menjadi
pellet berupa bolabola kecil berdiameter
antara 12,5 - 20 mm.

Teknik Mesin Universitas Diponeg

PROSES REDUKSI
n
a
u menghilangkan
j
oksigen dari
Tuikatan
?
1. Reduksi
biji besi.
Jenisnya
?
Yang
Langsung

diperlukan:
Gas reduktor,
seperti
hidrogen /
karbon
monoksida

rancangan Proses Produksi

2. Reduksi tak
langsung

Teknik Mesin Universitas Diponeg

REDUKSI LANGSUNG
CH +
2
4 H 2O CO + 3H
Fe O2 +
O
2
3 3H 2 2Fe + 3H
ATAU

Fe O2 +
3 3CO 2Fe + 3CO
2

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

REDUKSI TIDAK LANGSUNG


Bahan bakar untuk
tanur tinggi ini adalah
batu bara yang telah
dikeringkan (kokas).

Menggunaka
n
Tanur tinggi

Kokas dengan
kandungan karbon (C)
diatas 80%, tidak hanya
berfungsi sebagai bahan
bakar, tetapi juga
berfungi sebagai
pembentuk gas CO yang
berfungsi sebagai
reduktor.

Untuk menimbulkan
proses pembakaran
rancangan
Produksi
maka ke Proses
dalam tanur

Teknik Mesin Universitas Diponeg

REDUKSI TIDAK LANGSUNG


Di tanur tinggi terjadi proses oksidasi:

2C + O 2 2CO + Panas

Gas CO yang terjadi mereduksi biji


yang dimasukkan ke dalam tanur.
Sedangkan
panas
yang
ditimbulkan
berguna
untuk
mencairkan
besi
yang
telah
tereduksi
tersebut.
rancangan
Proses Produksi
Teknik Mesin Universitas Diponeg

REDUKSI TIDAK LANGSUNG


Tanur tinggi

rancangan Proses Produksi

Besi hasil proses tanur


tinggi ini disebut juga besi
kasar
(pig
iron)
yang
merupakan bahan dasar
untuk membuat besi tuang
(cast iron).
Komposisi
kimia
unsur
pemadu dalam besi kasar
ini terdiri dari 3-4 %C;
0,06-0,10 %S; 0,10-0,50
%P; 1-3 %Si dan unsur
lainnya,
sebagai
bahan
impuritas.

Kadar karbonnya tinggi


bersifat yang sangat rapuh
Teknik
Mesin
Universitas
Diponeg
dengan
kekuatan
rendah
&

PROSES PELEBURAN BESI


TUANG

Dilakukan dalam tungku yang disebuat


KUPOLA
Adanya penambahan bahan ferosilikon dan
feromangan
Bahan bakarnya adalah KOKAS, dimasukan ke
KUPOLA bergantian dengan logam
Pembakaran dengan meniupkan udara
menggunakan blower ke dalam KUPOLA
Penambahan batu kapur ke KUPOLA yang
membantu pembetukan slag
Peleburan terjadi kontinyu, begitu logam cair
langsung mengalir keluar
Logam cair diangkut dengan alat perapiran
rancangan
Produksi
Teknik
Mesin Universitas Diponeg
depanProses
untuk
dituang ke
cetakan

PROSES PELEBURAN BESI


TUANG
Sulit mengatur
komposisi kimia
KEKURANG
AN
KUPOLA

Kualitas produk
bervariasi
Logam cair mudah
terkontaminasi oleh
unsur yang disebabkan
bahan bakar kokas

Menurunnya sifat
besi tuang

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

PROSES PELEBURAN BESI


TUANG
Sekarang ini pabrik pengecoran
menggunakan tungku listrik untuk
menggantikan Kupola.
Tungku listrik yang banyak digunakan
adalah dari jenis tungku induksi.
Bahan baku yang dilebur pada umumnya
tidak menggunakan besi kasar melainkan
sebagian besar berupa skrap baja atau skrap
besi tuang.

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

PROSES PELEBURAN BESI


TUANG
Dalam pemakaian di industri, ada tiga jenis
besi tuang yang banyak digunakan yaitu:
besi tuang kelabu (grey cast iron)
besi tuang ulet atau besi tuang nodular
(nodular cast iron)
besi tuang putih (white cast iron).
Ketiga jenis besi tuang ini mempunyai
komposisi kimia yang hampir sama yaitu : 2,55
- 3,5 %C, 1-3 %Si, Mn kurang dari 1%

sedangkan
S dan P
rancangan
Proses Produksi

dibatasi
antara
0,05-0,10
%
Teknik Mesin
Universitas
Diponeg

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg

SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH

rancangan Proses Produksi

Teknik Mesin Universitas Diponeg