Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

BAB I
PENDAHULUAN

Semakin berkembangnya kebutuhan manusia, semakin beragam pula kebutuhan manusia. Ini dapat dilihat dari aspek teknik sipil. Pada jaman dahulu orang membuat jalan hanya dengan menyusun batu-batuan atau kerikil-kerikil, tapi kini semuanya telah berubah, manusia berusaha membuat segalanya dengan kualitas yang lebih baik dengan menggunakan teknologi rekayasa guna memenuhi kebutuhannya. Pembangunan dalam setiap bidang yang berhubungan dengan teknik sipil dimulai dari bangunan gedung, jembatan, jalan, dan bangunan lainnya tidak akan terpisahkan dari bahan yang berasal dari dalam perut bumi. Mulai dari batuan, batu bara, minyak bumi sampai berbagai macam mineral yang langsung digunakan maupun yang diolah terlebih dahulu. Untuk itu dalam kesempatan ini, kami akan membahas masalah tentang baja terutama definisi baja, jenis-jenis baja, sifat-sifat baja, proses pembuatan baja dan lain-lain. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk menyampaikan segala informasi tentang bahan bangunan yang terbuat dari baja seperti definisi baja, perkembangan baja, proses pembuatan baja, jenis-jenisnya, dan sifat-sifatnya agar mahasiswa dapat mengetahui kriteria secara pasti produk bahan bangunan olahan baja tersebut untuk diterapkan dalam ilmu sipil.

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

BAB II
DAFTAR ISI

BAB I...................................................................................................................................................... 2 PENDAHULUAN .............................................................................................................................. 2 BAB II..................................................................................................................................................... 3 DAFTAR ISI....................................................................................................................................... 3 BAB III ................................................................................................................................................... 4 ISI........................................................................................................................................................ 4 A. B. C. D. E. F. G. H. Pengertian Baja .............................................................................................................. 4 Perkembangan Baja ...................................................................................................... 4 Proses Pembuatan Baja ............................................................................................... 5 Klasifikasi Baja ............................................................................................................... 7 Profil Baja .......................................................................................................................11 Sifat-Sifat Baja...............................................................................................................11 Macam-Macam Baja.....................................................................................................12 Standar Penggunaan Baja .........................................................................................13

BAB IV .................................................................................................................................................14 PENUTUP .......................................................................................................................................14 Kesimpulan..................................................................................................................................14 Saran............................................................................................................................................14 BAB V ..................................................................................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................15

ii

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

BAB III
ISI

A. Pengertian Baja
Baja adalah bahan dasar vital untuk industri. Semua segmen kehidupan, mulai dari peralatan dapur, transportasi, generator pembangkit listrik, sampai kerangka gedung dan jembatan menggunakan baja. Eksploitasi besi baja menduduki peringkat pertama di antara barang tambang logam dan produknya melingkupi hampir 95 persen dari produkbarangberbahanlogam.

B. Perkembangan Baja 1. Sejarah Baja di Dunia


Besi ditemukan digunakan pertama kali pada sekitar 1500 SM Tahun 1100 SM, Bangsa hittites yang merahasiakan pembuatan tersebut selama 400 tahun dikuasai oleh bangsa asia barat, pada tahun tersebbut proses peleburan besi mulai diketahui secara luas. Tahun 1000 SM, bangsa yunani, mesir, jews, roma, carhaginians dan asiria juga mempelajari peleburan dan menggunakan besi dalam kehidupannya. Tahun 800 SM, India berhasil membuat besi setelah di invansi oleh bangsa arya. Tahun 700 600 SM, Cina belajar membuat besi. Tahun 400 500 SM, baja sudah ditemukan penggunaannya di eropa. Tahun 250 SM bangsa India menemukan cara membuat baja Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan pertama kali pada 1000 M pada kekaisaran fatim yang disebut dengan baja damascus. 1300 M, rahasia pembuatan baja damaskus hilang. 1700 M, baja kembali diteliti penggunaan dan pembuatannya di eropa.

2. Sejarah Baja di Indonesia


Menurut penelitian jumlah konsumsi baja suatu bangsa dapat dijadikan indikator tingkat kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Negara-negara maju umumnya mengonsumsi 700 kilogram baja per jiwa per tahun. Masyarakat Indonesia baru mengonsumsi 20 kilogram per jiwa. Ini berarti baja masih belum dirasakan keberadaannya oleh masyarakat Indonesia. Baja dengan nilai ekonomi tinggi dan berfungsi vital masih belum mendapat perhatian dengan baik oleh pemerintah. Maka, daya dukung baja terhadap kinerja dan performan proses produksi sangat lemah. Dampaknya, produk-produk Indonesia belum bisa berkompetisi dengan produk dari negara lain baik dalam jumlah produksi, kualitas, dan ketepatan waktu penyebarannya. Indonesia yang dikenal kaya sumber daya alam harus mengimpor 100 persen bahan baku baja (pellet) dan 60-70 persen scrap baja untuk keperluan industri bajanya. Ini masih ditambah teknologi pengolahan baja yang tidak efisien karena menggunakan sumber energi

Halaman | 1

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


gas yang semakin meningkat harganya serta teknologi yang masih tergantung kepada negara pemberi lisensinya. Dari hasil survei, diketahui bahwa cadangan bijih besi di Indonesia berjumlah cukup besar dan tersebar di beberapa pulau, seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Irian Jaya dengan total melebihi 1.300 juta ton, meskipun dengan kadar kandungan besi yang masih rendah antara 35-58 persen Fe. Sementara itu, bahan pendukung, seperti batu bara dan kapur, juga melimpah di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Cadangan ini dapat memenuhi konsumsi besi baja dalam negeri sekitar 2,5 ton per jiwa. Berarti Indonesia punya modal menjadi masyarakat berbasis industri.

C. Proses Pembuatan Baja 1. Macam Proses Pembuatan


Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun cair, besi bekas ( Skrap ) dan beberapa paduan logam. Ada beberapa proses pembuatan baja antara lain :

1. proses konvertor
terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap kesamping. Sistem kerja Dipanaskan dengan kokas sampai 1500 0C, Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. ( 1/8 dari volume konvertor) Kembali ditegakkan. Udara dengan tekanan 1,5 2 atm dihembuskan dari kompresor. Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya.

proses Bassemer (asam) lapisan bagian dalam terbuat dari batu tahan api yang mengandung kwarsa asam atauaksid asam (SiO2), Bahan yang diolah besi kasar kelabu cair, CaO tidak ditambahkan sebab dapat bereaksi dengan SiO2, SiO2 + CaO CaSiO3

proses Thomas (basa) Lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau dolomit [ kalsium karbonat dan magnesium (CaCO3 + MgCO3)], besi yang diolah besi kasar putih yang mengandung P antara 1,7 2 %, Mn 1 2 % dan Si 0,6-0,8 %. Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P membentuk oksida phospor (P2O5), untuk mengeluarkan besi cair ditambahkan zat kapur (CaO), 3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2 (terak cair)

2. Proses Siemens Martin menggunakan sistem regenerator ( 3000 0C.) fungsi dari regenerator adalah : Halaman | 2

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


a. memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur b. sebagai Fundamen/ landasan dapur c. menghemat pemakaian tempat Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih, Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2), besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3)

3. Proses Basic Oxygen Furnace logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan) Oksigen ( 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan kecepatan tinggi. (55 m3 (99,5 %O2) tiap satu ton muatan) dengan tekanan 1400 kN/m2. ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S. Keuntungan dari BOF adalah: BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen Proses hanya lebih-kurang 50 menit. Tidak perlu tuyer di bagian bawah Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon Biaya operasi murah

4. Proses Dapur Listrik temperatur tinggi dengan menggunkan busur cahaya electrode dan induksi listrik. Keuntungan :

Mudah mencapai temperatur tinggi dalam waktu singkat Temperatur dapat diatur Efisiensi termis dapur tinggi Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga kualitasnya baik Kerugian akibat penguapan sangat kecil

5. proses dapur kopel mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang.

Proses pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair. Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama 15 jam. kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700 800 mm dari dasar tungku. besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 15 % ton/jam dimasukkan. 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran.

Halaman | 3

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur (CaCO3) dan akan terurai menjadi:

CaCO3 CaO CO 2 CO2 akan bereaksi dengan karbon: CO2 C 2 CO


GasCO yang dikeluarkan melalui cerobong, panasnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit mesin-mesin lain.

6. proses dapur Cawan Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan, kemudian dapur ditutup rapat. Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan dalam cawan akan mencair. Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan

D. Klasifikasi Baja
1. Menurut komposisi kimianya:
a. Baja karbon (carbon steel), dibagi menjadi tiga yaitu; Baja karbon rendah (low carbon steel) machine, machinery dan mild steel - 0,05 % - 0,30% C. Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin. Penggunaannya: - 0,05 % - 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails. - 0,20 % - 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings. Baja karbon menengah (medium carbon steel) - Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah. - Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong. Penggunaan: - 0,30 % - 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles. - 0,40 % - 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers. - 0,50 % - 0,60 % C : hammers dan sledges. Baja karbon tinggi (high carbon steel) tool steel

Halaman | 4

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


- Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % - 1,50 % C Penggunaan - screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws,hammers, vise jaws,knives, drills. tools for turning brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters. b. Baja paduan (alloy steel) Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu: 1. Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya) 2. Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah 3. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan

reduksi)Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi: 1. Low alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 % 2. Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 10 % 3. High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

Selain itu baja paduan dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel) dan highspeed steel. Baja Paduan Khusus (special alloy steel) Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel, chromium, manganese, molybdenum, tungsten dan vanadium. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon steel). High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel Kandungan karbon : 0,70 % - 1,50 %. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills, reamers, countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih

Halaman | 5

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


cepat dibanding dengan carbon steel. Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel. Baja Paduan dengan Sifat Khusus 1. Baja Tahan Karat (Stainless Steel) Sifatnya antara lain: Memiliki daya tahan yang baik terhadap panas, karat dan goresan/gesekan Tahan temperature rendah maupun tinggi Memiliki kekuatan besar dengan massa yang kecil Keras, liat, densitasnya besar dan permukaannya tahan aus Tahan terhadap oksidasi Kuat dan dapat ditempa Mudah dibersihkan Mengkilat dan tampak menarik

2. High Strength Low Alloy Steel (HSLS)


Sifat dari HSLA adalah memiliki tensile strength yang tinggi, anti bocor, tahan terhadap abrasi, mudah dibentuk, tahan terhadap korosi, ulet, sifat mampu mesin yang baik dan sifat mampu las yang tinggi (weldability). Untuk mendapatkan sifat-sifat di atas maka baja ini diproses secara khusus dengan menambahkan unsur-unsur seperti: tembaga (Cu), nikel (Ni), Chromium (Cr), Molybdenum (Mo), Vanadium (Va) dan Columbium.

3. Baja Perkakas (Tool Steel) Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh baja perkakas adalah tahan pakai, tajam atau mudah diasah, tahan panas, kuat dan ulet. Kelompok dari tool steel berdasarkan unsur paduan dan proses pengerjaan panas yang diberikan antara lain: a. Later hardening atau carbon tool steel (ditandai dengan tipe W oleh AISI), Shock resisting (Tipe S), memiliki sifat kuat dan ulet dan tahan terhadap beban kejut dan repeat loading. Banyak dipakai untuk pahat, palu dan pisau. b. Cool work tool steel, diperoleh dengan proses hardening dengan pendinginan yang berbeda-beda. Tipe O dijelaskan dengan mendinginkan pada minyak sedangkan tipe A dan D didinginkan di udara.

Halaman | 6

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012


c. Hot Work Steel (tipe H), mula-mula dipanaskan hingga (300 500) C dan didinginkan perlahan-lahan, karena baja ini banyak mengandung tungsten dan molybdenum sehingga sifatnya keras. d. High speed steel (tipe T dan M), merupakan hasil paduan baja dengan tungsten dan molybdenum tanpa dilunakkan. Dengan sifatnya yang tidak mudah tumpul dan tahan panas tetapi tidak tahan kejut. Campuran carbon-tungsten (tipe F), sifatnya adalah keras tapi tidak tahan aus dan tidak cocok untuk beban dinamis serta untuk pemakaian pada temperatur tinggi. Klasifikasi lain antara lain : a. Menurut penggunaannya: Baja konstruksi (structural steel), mengandung karbon kurang dari 0,7 % C. Baja perkakas (tool steel), mengandung karbon lebih dari 0,7 % C.

b. Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus: Baja tahan garam (acid-resisting steel) Baja tahan panas (heat resistant steel) Baja tanpa sisik (non scaling steel) Electric steel Magnetic steel Non magnetic steel Baja tahan pakai (wear resisting steel) Baja tahan karat/korosi

Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu: 1. Baja karbon konstruksi (carbon structural steel) 2. Baja karbon perkakas (carbon tool steel) 3. Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel) 4. Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel) 5. Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel) Selain itu baja juga diklasifisikan menurut kualitas: 1. Baja kualitas biasa 2. Baja kualitas baik 3. Baja kualitas tinggi

Halaman | 7

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

E. Profil Baja
Ada 2 macam bentuk profil baja berdasarkan cara pembuatannya : Hot Rolled Shapes (mengandung residual stress). Cold Formed Shapes (light gage cold form steel).

Standard Rolled Shapes

Wide Flange Shape

Normal Profil

Baja Siku

Kanal Profil

Beberapa Cold Formed Shapes

I-Shaped Double Channels

e channels

Har Section

F. Sifat-Sifat Baja
Sifat sifat utama baja untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan : Keteguhan (solidity) artinya mempunyai ketahanan terhadap tarikan, tekanan atau lentur Elastisitas (elasticity) artinya kemampuan / kesanggupan untuk dalam batas batas pembebanan tertentu, sesudahnya pem- bebanan ditiadakan kembali kepada bentuk semula. Kekenyalan / keliatan (tenacity) artinya kemampuan/kesanggupan untuk dapat menerima perubahan perubahan bentuk yang besar tanpa menderita kerugian- kerugian berupa cacat atau kerusakan yang terlihat dari luar dan dalam untuk jangka waktu pendek Kemungkinan ditempa - (maleability) sifat dalam keadaan merah pijar menjadi lembek dan plastis sehingga dapat dirubah bentuknya Kemungkinan dilas (weklability) artinya sifat dalam keadaan panas dapat digabungkan satu sama lain dengan memakai atau tidak memakai bahan tambahan, tampa merugikan sifat -sifat keteguhannya Kekerasan (hardness) Kekuatan melawan terhadap masuknya benda lain.

Halaman | 8

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

G. Macam-Macam Baja

Baja dalam teknik konstruksi bangunan gedung terdapat dalam bermacam-macam bentuk sebagai berikut : 1) Baja Pelat Yaitu baja berupa pelat baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara 3 mm s.d 60 mm. Baja Pelat Lembaran terdapat dengan lebar antara 150 mm s.d 4300 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter. Sedangakan Baja Pelat Strip biasanya dengan lebar 600 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter. Permukaan baja pelat ada yang polos dan ada yang bermotif dalam berbagai bentuk motif. Namun untuk keperluan konstruksi pada umumnya digunakan baja pelat yang polos rata dengan lebar dapat dipotong sendiri sesuai dengan kebutuhan. 2) Baja Profil Yaitu baja berupa batangan (lonjoran) dengan penampang berprofil dengan bentuk tertentu dengan panjang pada umumnya 6 meter ( namun dapat dipesan di pabrik dengan panjang sampai 15 meter. Adapun bentuk-bentuk profil penampang baja dapat dilihat/dipelajari dalam buku Daftar-Daftar Untuk Konstruksi Baja ( daftar baja lama ) dan Tabel Profil Konstruksi Baja ( daftar baja yang baru ). Dalam daftar baja lama terdapat profil INP, Kanal, DIN, DiE, DiR, DiL, INP, DIN, Profil T, Profil L ( baja siku s ama kaki dan tidak sama kaki ), batang profil segi empat sama sisi, dan batang profil bulat, juga daftar paku keling, baut, dan las. Sedangkan daftar baja yang baru profil INP, DIN, DiE, DiR, DiL, INP, DIN, batang profil segi empat sama sisi, batang profil bulat, daftar paku keling, baut, dan las tidak ada, yang ada adalah : profil WF, Light Beam and Joists, H Bearing Piles, Structural Tees, Profil Kanal, Profil Siku ( sama kaki dan tidak sama kaki ), Daftar Faktor Tekuk (), Light Lip Channels, Light Channel, Hollow Structural Tubings ( profil tabung segi empat ), Circular Hollow Sections ( profil tabung bulat ), serta tabel-tabel pelengkap lainnya. Kedua daftar baja tersebut di atas masih tetap digunakan kedua-duanya karena saling melengkapi satu sama lain. Untuk memahami profil-profil baja secara lebih mendetail maka pelajarilah secara teliti kedua daftar baja tersebut di atas. Sebagai petunjuk tentang buku referensi lihat Daftar Pustaka di bagian belakang dari modul ini. 3) Baja Beton Yaitu baja yang digunakan untuk penulangan / pembesian beton ( untuk konstruksi beton ). Pada umumnya berbentuk batangan / lonjoran dengan berbagai macam ukuran diameter, panjang 12 meter. Terdapat baja tulangan berpenampang bulat polos, juga baja tulangan yang diprofilkan. Untuk baja beton tidak dibahas dalam modul ini.

BAJA GOL.1
Yang termasuk dalam golongan 1 adalah baja St 37 yang lazim diguna-kan di Eropa dan Indonesia.Baja ini dibuat melalui proses thomas dan Martin.Angka 37 berarti bahwa minimum keteguhan putus tarik adalah 37 Kg/mm2.Baja St 00 juga termasuk dalam golongan 1 dengan kwalitas perdagangan.Dipergunakan untuk konstruksi gedung-gedung yang kurang penting sehingga pengetesan tidak diperlukan cukup hanya melalui pengelihatan

Halaman | 9

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012 BAJA GOL.2 Keuntungan :


Digunakan bila konstruksi memerlukan bahan yang ringan. Lebih tahan terhadap pertukar-an beban. Menjadikan tegangan sekunder lebih kecil.

Kerugian :
Harganya lebih tinggi. Sifatnya lebih getas. Mengerjakannya lebih sulit karena lebih keras Jika digunakan jembatan menjadi tidak kaku atau lendutannya besar.

H. Standar Penggunaan Baja


Beberapa standar yang digunakan untuk perencanaan struktur baja :
PPBBI : Penentuan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia AISC : American Institut of Steel Construction ASTM : America Society for Teding Material DIN : Denteh Industrial Narmen JIS : Japan Industrial Standard

Standar AISI dan SAE

Halaman | 10

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Baja adalah perpaduan antara besi(Fe) dan karbon(Ca).Dari masa ke masa perkembangan baja didunia semakin maju,proses pembuatannya pun bermacam-macam serta banyak cara yang bisa digunakan dalam mengolahnya,selain itu baja juga mempunyai tipe-tipe tertentu serta sifat-sifat yang terkandung didalamnya,sehingga dapat kita ketahui mana baja yang berkualitas biasa,kualitas baik dan kualitas tinggi.

Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan makalah ini. Kami mengharapkan agar pembaca dapat memahami isi yang kami maksudkan dalam makalahini.Semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan untuk kita semua.

Halaman | 11

MAKALAH BAHAN BANGUNAN BAJA 18 Oktober, 2012

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Akmal, Imelda.2008.Baja Ringan.[Terhubung Berkala].http://books.google.co.id/books.(22 September2012) Anonim.2008.Proses Pembuatan Baja Secara Duplex.[Terhubung Berkala].http://www.scribd.com/doc//proses-pembuatan-baja-secara-duplex#download.(23 September 2012) Binus.2006.Struktur Baja.[Terhubung Berkala].http://www.repository.binus.ac.id/content//5009413522.ppt.(20 september 2012) Gunadarma.2008.Baja dan Sifat-Sifatnya.[Terhubung Berkala].http://www.elearning.gunadarma.ac.id /doc/modul//bab2_baja_dan_sifat_sifatnya.pdf.(20 September 2012) Hasnan S, Ahmad.2011.Mengenal Baja.[Terhubung Berkala].http://www..scribd.com/doc//sejarahbaja.(21 september 2012) Iqbal Haqi, Muh.2011.Hardening Pada Baja Karbon Tinggi.[Terhubung Berkala].http://www.oke.or. id/?file_id=22.(24 September 2012) Rato.2008.Sejarah Struktur Baja.[Terhubung Berkala].http://www. rathocivil02.wordpress.com/2008/06/25/sejarah-struktur-baja/.(1 Oktober 2012) Supriatna, Nandan.2010.Macam-Macam Profil Baja.[Terhubung Berkala].http://www.file.upi.ed//Macam_macam_profil_baja.pdf.(21 September 2012) Tjokrodimuljo, Kardiyono. 1998.Buku Ajar Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan.Yogyakarta: UGMpress. Yuli.2006.Sejarah Baja.[Terhubung Berkala].http://www. chemistry161.blogspot.com/2009/02/sejarah_baja.html.(27 September 2012)

Halaman | 12